Jurnal Syntax Transformation

Vol. 1 No. 7, September 2020

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

PENGARUH ARUS KAS OPERASIONAL, ARUS KAS BEBAS DAN FIRM SIZE TERHADAP DIVIDEN PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

 

Siti Hajar Lubis, Deny Iskandar Z dan Elan Eriswanto

Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Jawa barat,Indonesia

Email: Sitihajarlubis30@gmail.com, denyiskandar22@yahoo.com dan elaneriswanto@ummi.ac.id

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima 2 September 2020

Diterima dalam bentuk revisi

15 September 2020

Diterima dalam bentuk revisi

20 September 2020

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus kas operasional, arus kas bebas, firm size terhadap dividen pada perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah arus kas operasional, arus kas bebas, firm size dan dividen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan teknik nonprobability yang didalamnya ada purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini yaitu laporan-laporan keuangan perusahaan manufaktur yang ada di bursa efek Indonesia periode tahun 2015-2019. Tekning pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik nonprobability yaitu dengan pendekatan porpusive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan data skunder, data yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia selama periode 2015-2019. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis data deskriptif statistik, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arus kas operasional, arus kas bebas, firm size berpengaruh signifikan terhadap dividen pada perusahaan manufaktur di bursa efek indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa berpengaruh Arus Kas Operasional (X1),Arus Kas Bebas(X2),Firm Size (X3) Terhadap Dividen Pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar pada Bursa efek Indonesia (BEI). Melalui variabel-variabel diatas dapat menyimpilkan seberapa berpengarunya variabel bebas terhadap variabel terikat.

Kata kunci:

Arus Kas Operasional, Arus Kas Bebas, Firm Size, Dividen

 



Pendahuluan

          Kebijakan dividen merupakan suatu keputusan manajemen perusahaan dalam menentukan besarnya keuntungan yang dibagikan oleh suatu perusahaan terhadap investor yang menanamkan modal atau sahamnya, kebijakan ini juga mempunyai dampak yang sangat penting bagi seorang investor maupun manajemen perusahaan yang akan membayarkan dividen kepada investor. Besar kecilnya pembagian dividen yang dibagikan kepada investor tergantung kebijakan dari masing-masing perusahaan, sehinggga pertimbangan dari manajemen perusahaan sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan oleh adanya perbedaan kepentingan pihak-pihak didalam perusahaan. Bagi investor sangat cenderung lebih menginginkan pembagian dividen yang sangat besar berbeda dengan manajemen perusahaan cenderung menahan kas untuk kepentingan membayar utang ataupun meningkatkan dalam hal investasi.

          Tujuan pembagian dividen untuk memaksimumkan kemakmuran bagi para pemegang saham. Hal ini karena sebagian investor menanamkan dananya di pasar modal untuk memperoleh dividen dan tingginya dividen yang dibayarkan akan mempengaruhi harga saham (Heriyani & Risa, 2015). Para investor percaya bahwa tingginya dividen yang dibayarkan berarti bahwa prospek perusahaan dimasa yang akan datang bagus. Karena banyak asumsi dari masyarakat semakin banyak laba yang dihasilkan maka semakin banyak pula kentungan dari investasi sahamnya yang ditanamkan pada perusahaan tersebut. Akan tetapi tidak semua pendapatan ataupun penjualan yang dihasilkan oleh perusahaan dalam suatu periode akan masuk kedalam kas, tetapi bisa saja masuk kedalam akun piutang perusahaan yang akan dibayarkan oleh pelanggan baik itu dalam beberapa bulan maupun beberapa tahun, namun perusahaan tetap melaporkan kedalam laporan laba rugi, meskipun tidak seluruhnya berupa kas kondisi ini dapat mempengaruhi perusahaan dalam pembagian dividen. Dalam PSAK No 2 dikatakan “Informasi tentang arus kas suatu entitas berguna bagi para pengguna laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kebutuhan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas serta menilai entitas untuk menggunakan arus kas tersebut.

          Fenomena yang biasa terjadi yaitu kasus perusahaan yang tidak dapat membagikan dividen kepada pemegang saham hal ini akan berdampak terhadap menurunnya persentase dividen payout ratio.

          Oleh karena itu hal tersebut dapat mengindikasikan bebarapa faktor yang dapat memperoleh kebijakan dividen pada suatu perusahaan. Adapun beberapa data dividen payout ratio pada perusahaan manufaktur sebagai berikut.

Tabel 1

Dividen payout ratio perusahaan manufaktur

 

No

 

Perusahaan

Dividen Payout Ratio %

2015

2016

2017

1

Indocement Tunggal Prakasa Tbk

 

1,14

 

 

0,39

 

 

1,84

 

2

Malindo Feedmill Tbk

0,58

 

0,00

 

1,75

 

3

Astra Internasional Tbk

5,60

 

3,72

 

2,94

 

4

Arwana Citramulia Tbk

1,24

 

0,40

 

0,30

 

Sumber: Data diolah, 2020

 

          Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa dividen payout ratio dari perusahaan manufaktur masih terjadi Fluktuasi yang setiap tahunnya menurun dan tidak dapat diprediksi oleh manajemen maupun para pemangku saham. Hal ini juga banyak disebabkan oleh menurunnya tingkat laba yang dihasilkan perusahaan maupun kinerja perusahaan yang menurun sehingga menyebabkan menurunnya persentase dividen payout ratio.

          Perusahaan yang sukses akan meraih laba. Laba tersebut dapat diinvestasikan kembali kedalam aset-aset operasi, digunakan untuk membayar utang, atau didistribusikan kepada pemegang saham. Apabila keputusnnya adalah mendistribusikan kepada pemegang saham maka terdapat tiga masalah: (Ehrhardt & Brigham, 2016).

          Arus kas bebas (free cash flow) yang berarti arus kas yang benar-benar tersedia untuk didistribusikan kepada seluruh investor (pemegang saham dan pemilik utang) setelah perusahaan menempatkan seluruh investasinya pada aktiva tetap, produk-produk baru, dan modal kerja yang dibutuhkan untuk mempertahankan operasi yang sedang berjalan (Ehrhardt & Brigham, 2016). Arus kas bebas adalah jumlah arus kas yang masih tersisa setelah sebuah perusahaan membuat investasi pada aktiva yang diperlukan untuk mendukung operasi. Dengan kata lain, arus kas bebas adalah jumlah arus kas yang tersedia untuk didistribusikan kepada para investor, sehingga nilai dari perusahaan akan secara langsung dipengaruhi oleh kemampuannya dalam menghasilkan arus kas (Ehrhardt & Brigham, 2016).

 

Metode Penelitian

          Penelitian merupakan suatu proses yang berawal dari kemauan atau minat untuk mengetahui permasalahan tertentu dan memberi jawaban yang selanjutnya berkembang menjadi gagasan, teori dan konseptualisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif karena data penelitian yang diperoleh menggunaan angka-angka dan analisisnya menggunakan statistik, serta menggunakan pendekatan penelitian asosiatif untuk pengumpulan data dan diuji hipotesisnya.

          Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar pada bursa efek Indonesia periode tahun 2014 sampai tahun 2019.  Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling yang didasarkan pada kriteia tertentu yaitu Non Probability Sampling yang dalam hal ini adalah sampling jenuh atau sensus, dimana semua anggota poulasi dijadikan sebagai sampel (Sugiyono, 2018).

          Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data  sekunder yaitu sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2018). Data sekunder ini merupakan data yang sifatnya mendukung keperluan data primer seperti buku-buku, literatur dan bacaan yang berkaitan dengan informasi pasar modal pada perusahaan yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

          Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik parametik dan pengolahan datanya menggunakan Software Statistical Product and Solution (SPSS) 24.0 dengan melakukan uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan analisis regresi berganda.

 

Hasil Penelitian Dan Pembahasan

1.         PT Bursa Efek Indonesia (BEI)

Secara historis pasar modal telah hadir jauh sebelum Negara Indonesia merdeka. Pasar modal juga telah hadir pada zaman kolonial Belanda lebih tepatnya pada tahun 1992 di Batavia.

PT.Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) diririkan berdasarkan akta No.27 tanggal 4 Desember 1991.dimana diubak dengan akta No 254 tanggal 13 dan 21 Desember 1991 serta disah kan oleh mentri kehakiman Republik Indonesia dengan SK No.C2-8145.HT.01 .01. TH.91 Pada tanggal  26 Desember 1991 diumumkan dalam berita Negara Republik Indonesia No 26 tanggal 27 Maret 1992 tambahan No.1335. kantor pusat Bursa Efek Indonesia berada di Indonesia Stock Exchange Building ,1st Tower Jl.Jend.Sudirman Kav52-53,Jakarta Selatan.

 

2.         PT Arwana  Citramulia Tbk. (ARNA)

PT Arwana citramulia Tbk (Arwana) merupakan perusahaan public yang didedikasikan untuk memproduksi ubin kramik dengan biaya rendah untuk melayani segmen pasar menengah kebawah secara nasional.Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1995 yang berkantor pusat di Jakarta.Produk yang dijual dibawa merek “Arwana ceramic tiles” memiliki produk berkualita dengan harga yang kompetitif.pada tahun 2011 merek ubin keramik baru dengan kualitas yang lebih baik yaitu “UNO” diperkenalkan untuk menangkap segmen pasar menengah-keatas.

 

3.         PT. Astra Internasional (ASII)

PT Astra Internasional Tbk telah berdiri sejak tahun 1957 sebagai perusahaan perdagangan umum dengan nama Astra Internasional Inc dan pada tahun 1990 diganti dengan nama PT.Asta Internasional Tbk. Dalam rangka penawaran umum perdana saham perseroan kepada masyarakat, serta dilanjutkan saham perseroan di bursa efek Indonesia dengan kode perusahaan ASII.Sesuai anggaran dasar perseroan,kegiatan usaha yang dapat dijalankan oleh perusahaan mencakup perdagangan umum, perindustrian,pertambangan,pengangkutan,pertanian,pembangunan jasa dan konsultasi . Hingga tahun 2019 Astra telah mengembangkan bisnisnya dengan menerapkan model bisnis yang berbasis sinergi dan terdiversifikasi pada tujuh segmen usaha yaitu: Otomotif, Jasa keuangan, Alat berat, Pertambangan, Kontruksi & Energi, Agribisnis, Insfrastruktur dan logistic, Teknologi Informasi, Properti.

 

4.         PT.Indocement Tunggal Prakasa Tbk (IDTP)

PT.Indocement Tunggal Prakasa Tbk adalah salah satu produsen semen di Indonesia. Indocement Tunggal Prakasa Tbk ini juga merupakan terbesar kedua di Indonesia,selain memproduksi semen inducement juga memproduksi beton siap pakai serta mengelola tambang agreat dan tras. PT.Indocement Tunggal Prakasa Tbk didirikan pada tahun 16 januari 1985.perusahan ini merupakan hasil dari penggabungan enm perusahaan semen yang memiliki delapan pabrik .pabrik pertama indosemen telah berdiri sejak 4 Agustus 1975. Tanggal 31 Desember 2014, Indocement memiliki kapasitas produksi sebesar 20,4 juta ton semen tiap pertahun. Selain itu, Indocement memiliki kapasitas produksi beton siap pakai sebesar 4,4 juta meter kubikper tahun dengan batching plant dan 706 truk mixer, serta memproduksi agregat sebesar 2,7 juta ton.

 

5.         PT Malindo feedmill Tbk(MAIN)

PT. Malindo Feedmiil Tbk (MAIN) adalah perusahaan yang didirikan dalam rangka undang-undang penanaman modal asing no 1 tahun 1967 yang diperbaharui dengan undang-undang no 11 tahun 1970 berdasarkan akta notaris Mirah Dewi Ruslim Sukmadjaya SH No 17 pada tanggal 10 Juni 1997, yang mengalami perubahan dengan Akta notaris Mirah Dewi Ruslim Sukmadjaya,SH N0 16 tanggal 13 November 1997. Anggaran dasar dan perubahannya telah disahkan oleh mentri kehakiman Republik Indonesia dalam surat keputusan No C2=12.560.HT.01.01.TH.97 tanggal 3 Desember 1997 dan telah diumumkan dalam lembaran berita Negara No 35,Tambahan No.2390 tanggal 1 Mei 1998.

 

 

 

 

 

 

1.      Hasil Uji Statistik Deskriptif

Tabel 1

Hasil Uji Statistik Deskriptif

Descriptives

 

Statistic

Std. Error

Arus_Kas_Operasional

Mean

.47650

.096746

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound

.27401

 

Upper Bound

.67899

 

5% Trimmed Mean

.41728

 

Median

.30000

 

Variance

.187

 

Std. Deviation

.432662

 

Minimum

.140

 

Maximum

1.879

 

Range

1.739

 

Interquartile Range

.459

 

Skewness

2.077

.512

Kurtosis

5.012

.992

Arus_Kas_Bebas

Mean

39.90405

24.747835

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound

-11.89376

 

Upper Bound

91.70186

 

5% Trimmed Mean

16.83950

 

Median

3.15250

 

Variance

12249.107

 

Std. Deviation

110.675685

 

Minimum

.074

 

Maximum

494.896

 

Range

494.822

 

Interquartile Range

27.615

 

Skewness

4.036

.512

Kurtosis

17.113

.992

Firm_Size

Mean

19.65455

1.253485

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound

17.03098

 

Upper Bound

22.27812

 

5% Trimmed Mean

19.58589

 

Median

19.22000

 

Variance

31.425

 

Std. Deviation

5.605757

 

Minimum

12.411

 

Maximum

28.134

 

Range

15.723

 

Interquartile Range

8.381

 

Skewness

.210

.512

Kurtosis

-1.133

.992

Dividen

Mean

1.53465

.331969

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound

.83983

 

Upper Bound

2.22947

 

5% Trimmed Mean

1.39406

 

Median

1.12200

 

Variance

2.204

 

Std. Deviation

1.484609

 

Minimum

.000

 

Maximum

5.600

 

Range

5.600

 

Interquartile Range

2.275

 

Skewness

1.265

.512

Kurtosis

1.398

.992

 

Berdasarkan data dari tabel 4.1 dapat diketahui data statistik dekskriptif dari masing-masing variabel. Nilai maksimum dan minimum dari setiap variabel menunjukkan nilai tertinggi dan terendah selama tahun 2015-2019. Dapat diketahui dari 4 sampel perusahaan manufaktur dalam penelitian ini.

 

2.      Hasil Uji Asumsi Klasik

A.     Hasil Uji Normalita

Tabel 2

Hasil Uji Normalitas

Tests of Normality

 

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic

Df

Sig.

Statistic

Df

Sig.

Arus_Kas_Operasional

.219

20

.013

.753

20

.000

Arus_Kas_Bebas

.377

20

.000

.392

20

.000

Firm_Size

.168

20

.142

.886

20

.023

Dividen

.191

20

.055

.868

20

.011

a. Lilliefors Significance Correction

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat variabel yang memiliki niai yang signifikan adalah variabel arus kas operasional 0.013≤0,05, arus kas bebas 0,00≤0,05, Firm size 0,142≥0,05 dan variabel Dividen 0.055≥0.05. Maka dapat disimpilkan hanya variabel firm size dan dividen yang memiliki berdistribusi normal. Untuk membuat semua data berdistribusi normal, penulis melakukan transformasi data pada variabel rus kas operasionl dan arus kas bebas dan berikut hasilnya:

 

Tabel 3

 Hasil Uji Normalitas setelah Transformasi data

Variabel

Kriteria

Signifikansi

Keterangan

Arus_Kas_Operasional

0,05

.101

Berdistribusi normal

 

Arus_Kas_Bebas

0,05

.084

Berdistribusi normal

 

Firm_Size

0,05

.142

Berdistribusi normal

 

Dividen

0,05

.055

Berdistribusi normal

 

Sumber: Data diolah,2020

Dari tabel 3 di atas, setelah dilakukan transformasi data, semua data variabel berdistribusi normal, terbukti dari data signifikan  lebih dari 0,05.

 

a)    Histogram uji Normalitas

 

 

 

 

 

 

 

 

 


b)   Hasil Uji Multikolinieritas

Tabel 4 Hasil Uji Multikolinieritas

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Berdasarkan tabel 4 diatas nilai tolerance untuk variabel independen menunjukkn angka > 0,10 dan nilai VIF nya <10. Maka dapat disimpukan tidak terjadi gejala multikoliniearitas pada model regresi.

 

c)    Hasil Uji Heterokedastisitas

Tabel 5 Hasil Uji Heterokedastisitas

 

 

 

 


          Sumber: Data Skunder diolah ,2020

Output diatas menunjukkaan nilai signifikan ketika variabel independen lebih dari 0,05 sehingga dapa disimpulkan tidak terjadi heterokedatisitas pada model regresi. Penulis juga menggunakan grafik scatterplot pada uji heterokedatisitas untuk melihat gejala heterokedatisitas pada uji ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


          Dari grafik scatterplot diatas menunjukkan titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y dan tidak membentuk suatu pola tertentu, maka tidak terjadi heterokedastisitas.

 

d)        Hasil Uji Autokorelasi

Tabel 6 Hasil Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1

.829a

.687

.629

.904601

1.950

a. Predictors: (Constant), Firm_Size, hasil_transformasi_x1, hasil_transformasi_x2

b. Dependent Variable: Dividen

Sumber:  Data Skunder diolah,2020

 

Tabel diatas menunjukkan nilai  Hasil du<dw<4-du  1,8283<1,950<2,1717 maka tidak terjadi autokorelasi pada model regresi penelitian ini.

 

1.    Hasil Uji Hipotesis

a.    Hasil Uji t

Tabel 7 Hasil Uji tHasil Uji t

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

5.286

.796

 

6.644

.000

hasil_transformasi_x1

-1.490

.683

-.330

-2.181

.044

hasil_transformasi_x2

.579

.273

.353

2.117

.050

Firm_Size

-.244

.042

-.922

-5.788

.000

a. Dependent Variable: Dividen

Sumber : Data skunder diolah,2020

 

Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai dari semua variabel signifikan atau lebik < 0,05 maka dapat dikatakan variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. Maka dapat disimpulkan bahwa Arus kas operasional, arus kas bebas, firm size berpengaruh terhadap dividen secara signifikan dan hasil uji ini juga mengatakan bahwa hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak.

 

b.    Hasil Uji f

Tabel 8 Hasil Uji f

ANOVAa

Model

Sum of Squares

Df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

28.784

3

9.595

11.725

.000b

Residual

13.093

16

.818

 

 

Total

41.877

19

 

 

 

a. Dependent Variable: Dividen

Sumber: Data sekunder diolah,2020

Pada table diatas, niai signifikan f adalah 0,000 yang artinya kurang dari 0,05, maka dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat secara bersama-sama.

 

1)      Pengaruh Arus Kas Operasional terhadap Dividen

Setelah dilakukan pengujian secara parsial variabel arus kas operasional berpengaruh terhadap dividen, hal ini ditunjukkan pada table 4.7 dimana hasil Uji t yang telah dilakukan untuk variabel arus kas operasional signifikan 0,044<0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, atau dapat disimpilkan arus kas operasional berpengaruh secara signifikan terhadap dividen.

Hasil penelitian ini juga sesuai secara teori yang menyatakan bahwa arus kas operasional yang berarti arus kas dari kegiatan operasi suatu perusahaan merupakan indikator yang menetukan apakah dari kegiatan operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman pada suatu periode, memelihara kemampuan perusahaan serta membayar dividen dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan dari sumber pendanaan dari luar.

 

2)       Pengaruh Arus kas Bebas Terhadap Dividen

          Melihat dari tabel 4.7 yang menunjukkan hasil dari uji t yang telah dilakukan untuk variabel arus kas bebas menghasilkan nilai 0,050 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan Arus kas bebas berpengaruh tidak signifikan terhadap dividen pada perusahaan manufaktur yang diteliti.

          Ketidak signifikan pada penelitian ini menunjukkan bahwa free cash flow atau arus kas bebas tidak dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk membagikan besarnya dividen kepada para pemegang saham. Beberapa yang merupakan kemungkinan menjadi faktor arus kas bebas yaitu faktor perusahaan dan faktor ekonomi makro. Faktor perusahaan akan berdampak terhadap investor dalam memilih perusahaan yang akan menginvestasikan dananya. Untuk itu laporan keuangan pada satu periode berjalan akan menjadi satu referensi seorang investor dalam mengambil keputusan untuk menanamkan dananya terhadap perusahaan tersebut.

          Penelitian ini juga konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan  (Erwin & Salam, 2017). bahwa arus kas bebas berpengaruh tidak signifikan terhadap dividen yang dibagikan.

 

3)      Pengaruh Firm Size terhadap Dividen

Merujuk pada tabel 7 yang menunjukkan hasil uji untuk variabel Firm size berpengaruh terhadap Dividen dengan nilai yang dihasilkan 0,00<0,05 hal ini mengatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. maka dapat disimpulkan bahwa Firm Size berpengaruh secara signifikan terhadap Dividen. Firm size juga dapat dikatakan positif dan dipercaya apabila firm size mengalami kenaikan satu persen maka akan menghasilkan dividen yang positif pula dan menaikkan nilai dividen.

Perusahaan yang mempunyai tingkat pertumbuhan yang baik cenderung akan menginvestasikan dananya kembali kedalam perusahaan tersebut. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan maka akan semakin tinggi pula tingkat kebutuhan dananya untuk investasi. Oleh karena itu, perusahaan akan menggunakan laba untuk membiayai investasinya dari pada membagikan dividen sehingga adanya perputaran laba yang dilakukan laba ditahan akan meingkatkan nilai profitabilitas perusahaan sehingga dividen yang akan diterima oleh pemegang sahampun akan semakin besar pula.

 

4)      Pengaruh Arus Kas Operasional, Arus Kas Bebas, Firm Size terhadap Dividen

Pengaruh Arus Kas Operasional, Arus Kas Bebas, Firm Size terhadap Dividen Secara simultan, Variabel Arus kas operasional, Arus kas bebas, Firm size berpengaruh terhadap diividen. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.8 hasil uji f yang telah dilakukan menunjukkan nilai signifikan 0,00<0,05 dimana yang berarti dapat disimpulkan bahwa Arus kas operasional, Arus kas bebas, Firm size berpengaruh secara signifikan terhadap dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Hal ini sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa Arus kas operasi yang dihasilkan dari kegiatan operasi akan mampu untuk melunasi pinjaman dan melakukan investasi maupun pembayaran dividen.

 

Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa berpengaruh Arus Kas Operasional (X1),Arus Kas Bebas(X2),Firm Size (X3) Terhadap Dividen Pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar pada Bursa efek Indonesia (BEI). Melalui variabel-variabel diatas dapat menyimpilkan seberapa berpengarunya variabel bebas terhadap variabel terikat. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan maka dapa disimpulkan : (1.) Arus kas Operasional berpengaruh terhadap Dividen dapat dilihat pada tabel 4.7 hasil dilakukannya uji t. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa Arus kas Operasional berpengaruh terhadap dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. (2.) Arus Kas bebas berpengaruh tidak signifikan terhadap Dividen.Dapat dilihat pada tabel uji  bahwa Arus kas Bebas berpengaruh tidak signifikan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. (3.) Firm size berpengaruh secara signifikan terhadap Dividen. Yang artinya Firm Size memiliki pengaruh yang sifgnifikan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. (4.) Arus Kas Operasional, Arus Kas Bebas, Firm Size berpengaruh secara sifnifikan terhadap Dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa efek Indonesia, dilihat pada tabel 4.8 dalam hasil yang telah dilakukan dala uji f.

 

Bibliografi

Ary Gumanti, Tatang. 2013. Kebijakan Deviden. STIM YKPN.

 

Bringham, E. F. & Houston, Joel F. 2001. Manajemen Keuangan: Buku 2. Penerbit. Erlangga. Jakarta.

 

Bringham, E. F. & Houston, Joel F. 2006. Dasar-Dasar manajemen Keuangan. Penerbit salemba Empat, Jakarta.

 

Bringham, E. F. & Houston, Joel F. 2016. Dasar-Dasar manajemen Keuangan. Edisi 14.  Penerbit salemba Empat, Jakarta.

 

Devita Dianah. 2017. “Pengaruh Laba Bersih Dan Arus Kas Operasi Terhadap Kebijakan Dividen(Studi kasus pada perusahaan perdagangan yang terdaftar di Indonesia stock Exchange).

 

Ehrhardt, M. C., & Brigham, E. F. (2016). Corporate finance: A focused approach. Cengage learning.

 

Erwin, E., & Salam, A. (2017). Analisis Cash Flow Terhadap Perencanaan Dan Pengendalian Kas Pada Cv. Citra Sari Makassar. Profitability: Jurnal Ilmu Manajemen, 1(2), 25–47.

 

Gusap Mediatanto. 2016. “Pengaruh Arus Kas Operasi, Arus Kas Bebas, Rasio Leverage, Dan Rasio Profitabilitas Terhadap Kebijaka Dividen”

 

Heriyani, L., & Risa, N. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dividen Kas. JRAK: Jurnal Riset Akuntansi & Komputerisasi Akuntansi, 6(02), 71760.

 

Iryuliawati. 2013. “Pengaruh Free Cash Flow Terhadap Dividen Policy Pada Perusahaan Lq45 Di Indonesia”.

 

Kieoso, Donald E. 2008. Pengantar Akuntansi. 2nd ed.ed. Desi Adhariani. kalarta: Salemba 4.

 

Mursydi. 2010. Dasar-Dasar akuntansi . ed.Risnam Sikumbang. Bogor; Ghalia Indonesia.

 

 

 

 

 

Sugiyono, 2017. METODE PENELITIAN Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: ALFABETA.

 

Sugiyono. (2018). METODE PENELITIAN Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (28th ed.). ALFABETA,CV.

 

Weygen, Kieso, Kimmel. 2011.Akuntansi intermedite. Jakarta: Airlangga