|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 1
No. 9, November 2020 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENGARUH KINERJA KEUANGAN,
UKURAN PERUSAHAAN DENGAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY� SEBAGAI VARIABEL MODERATING TERHADAP
NILAI PERUSAHAAN
Burhanudin Yusuf Ramadhan, Ni Putu Eka Widiastuti Dan
Rahmasari Fahria
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Indonesia
Email: [email protected], [email protected] dan [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 2 Agustus 2020 Diterima dalam bentuk revisi 15 Agustus 2020 Diterima dalam bentuk revisi 20 Agustus 2020 |
Penelitian ini bertujuan
untuk menguji pengaruh kinerja keuangan, ukuran perusahaan dengan variabel moderating corporate social responsibility terhadap nilai perusahaan. Dalam penelitian ini nilai perusahaan diukur menggunakan Tobin�s Q. Sampel dalam penelitian ini berjumalh 10 perusahaan manufaktur yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia selama
periode 2014-2018. Teknik analisis
yang digunakan adalah analisis regresi dengan tingkat signifikansi 10%. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa (1) kinerja keuangan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (2) ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. (3) coporate social
responsibility tidak berpengaruh
terhadap nilai perusahaan. (4) corporate social responsibility tidak dapat memoderasi
pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. (5) corporate
social responsibility tidak dapat
memoderasi nilai perusahaan. |
|
Kata kunci: Corporate Social
Responsibility, Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan, Nilai Perusahaan. |
Pendahuluan
Tingkat perusahaan menggambarkan
kondisi pencapaian sebuah perusahaan menjadi suatu bentuk
keyakinan masyarakat pada pencapaian perusahaan semenjak perusahaan itu didirikan (Noerirawan
& Muid, 2012). Kenaikan
tingkat perusahaan adalah tujuan jangka
lama setiap perusahaan yang
terlihat didalam nilai saham (Kusumadilaga,
2010). Dalam
prosedur peningkatan nilai perusahaan sering timbulnya pergesekan keperluan diantara manajer dengan pemilik saham atau dinamaka
dengan agency problem (Etty,
2017). Tak
sedikit manajer perusahaan memiliki misi dan keinginan yang tidak sejalan dengan
cita-cita perusahaan dan mencampakan kepentingan
stakeholders. Dengan memiliki
perbandingan hak milik yang tak sepenuhnya dari kepemilikan perusahaan sehingga cenderung manajer berbuat untuk keinginannya tidak untuk mengoptimalkan
nilai perusahaan hal itu nantinya
berdampak terhadap beban keagenan (agency cost)
(Masdupi,
2005).
Di Indonesia CSR ditetapkan dalam
UU No. 40 Tahun 2007 Pasal
74 mengenai Perseroan Terbatas
tentang tanggung jawab perusahaan yaitu (Purwadi,
2014) pertama:
perusahaan yang menggunakan
bahan baku SDA harus melaksanakan kegiatan corporate sosial
responsibility, kedua: sebagaimana
yang disebutkan pada ayat pertama, yaitu tanggung jawab sosial yang diperhitungkan dan memperhitungkan menjadi cost dan aktualisasinya memperhatikan kebiasaan dan kepatuhan, ketiga: apabila perseroran tidak menjalan kewajibannya sebagaimana yang disebutkan pada ayat pertama, dikenakan
hukuman yang sesuai dengan peraturan yang berlaku, keempat: ketentuan mengenai corporate
social responsibility perusahaan lebih
lanjut diatur didalam peraturan pemerintah.
Perkembangan sektor industri mengalami kemajuan yang cukup cepat diberbagai bidang (Chusna,
2013). Seperti
industri manufaktur, industri pertambangan, industri pariwisata, industri pertanian maupun perternakan. Adanya kemajuan teknologi berdampak pada kegiatan operasional, sehingga dampak yang ditimbulkan dari kemajuan sektor industri memiliki 2 pengaruh, yaitu pengaruh positif serta negative (Resalawati,
2012). pengaruh
positif dapat dilihat dari perkembangan
infrastruktur yang berkembang
sehingga menambah anggaran negara. Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan sektor industri yaitu dapat terlihat jelas bahkan dirasakan
oleh sebagian penduduk di muka bumi yaitu
kerusakan lingkungan baik ditingkat lokal maupun global, seperti asap yang ditimbulkan dari kegiatan operasi
perusahaan sehingga memunculkan berbagai masalah seperti perubahan nilai perusahaan. Rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah: (1) Apakah kinerja keuangan mempengaruhi nilai perusahaan?, (2) Apakah ukuran
perusahaan mempengaruhi nilai perusahaan?, (3) Apakah Corporate Social Responsibility mempengaruhi nilai perusahaan?, (4) Apakah CSR mampu memperkuat interaksi kinerja keuangan dan nilai perusahaan?, (5) Apakah CSR bisa memperkuat interaksi ukuran perusahaan dan nilai perusahaan?.�
Adapun tujuan penelitian
ini adalah untuk menguji: (1) pengaruh kinerja keuangan pada nilai perusahaan (2) pengaruh ukuran perusahaan pada nilai perusahaan (3) pengaruh Corporate Social Responsibility pada Nilai
Perusahaan (4) Corporate Social Responsibility dapat memoderasi hubungan antara kinerja keuangan dengan nilai perusahaan (5) Untuk Corporate Social Responsibility dapat
memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan
dengan nilai perusahaan.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa laporan keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan
manufaktur yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia pada tahun
2014-2018. Metode pengambilan
sampel dalam penelitian ini menggunakan pool sampling. Sumber
datanya yakni pelaporan keuangan perusahaan serta pelaporan tahunan perusahaan manufaktur yang tercatat di BEI untuk tahun 2014-2018.
Pengukuran yang digunakan untuk
variabel nilai perusahaan memakai rasio Tobin�s Q. Di antara rasio tingkat perusahaan
yang ada, rasio Tobin�s Q dipilih, sebab perbandingannya dianggap sesuai untuk menghitung
nilai perusahaan. Untuk variabel kinerja keuangnan memakai perbandingan profitbilitas. Untuk variabel ukuran perusahaan menggunakan rasio logaritma of natural
assets. Sedangkan Variabel
Corporate Social Responsibility diukur memakai indeks tanggung jawab sosial perusahaan (CSRI) dengan 91 item.
Seluruh data yang telah terkumpul nantinya akan dianalisis dan dilakukan pengujian hipotesis dengan bantuan program computer� Microsoft Excel 2019 dan IBM SPSS
Statistic 25. Metode analisis
data yang dilakukan dengan beberapa uji yaitu Uji Asumsi Klasik, Uji Hipotesis, dan Uji Parsial.
Hasil dan Pembahasan
1.
Analisis Deskriptif
Berikut ini
disajikan statisik deskriptif hasil perhitungan SPSS yang disajikan dalam tabel 3 berikut
ini:
Tabel 1 Descriptive Statistic
|
|
N |
Min. |
Max. |
Mean |
Std. Deviation |
|
Tobin�s Q |
50 |
.17 |
3.40 |
1.3706 |
.84194 |
|
CSR |
50 |
.11 |
.99 |
.4341 |
.12370 |
|
ROA |
50 |
-.04 |
.47 |
.0968 |
.12473 |
|
SIZE |
50 |
28.37 |
33.47 |
30.6772 |
1.49801 |
|
Valid N (listwise) |
50 |
|
|
|
|
Variabel independen
yakni profitabilitas berdasarkan tabel variable independen memiliki data sebanyak 50 data yang merupakan perusahaan manufaktur. Nilai
minimum Profitabilitas adalah
-0,4% yang terdapat pada PT. Solusi Bangunan Indonesia (SMCB) di tahun
2017 dan nilai maksimumnya
0,47% ditemukan di PT. Unilever Indonesia pada tahun 2018. Rata rata Profitabilitas perusahaan berdasarkan sampel keseluruhan sebesar 9,68% dari total aset perusahaan.Jika profitabilitas 9,68% dari total
asset maka kondisi kesehatan keuangan perusahaan dalam kondisi yang baik, hal tersebut dikarenakan
ROA yang postif memperlihatkan
jika total asset yang dipakai
dalam operasional perusahaan dapat memberi keuntungan untuk perusahaan.
Ukuran perusahaan
dihitungnya dengan menggunakan logaritma natural dari total aset, nilai minimum ukuran perusahaan adalah 28,37 ditemukan di Multi Bintang Indonesia Tbk
(MLBI) di tahun 2015 dan nilai
maksimum 33,47 ditemukan di
PT. Astra International (ASII) pada tahun 2018. Ukuran perusahaan rata-rata berdasarkan sampel keseluruhan 30.6772. Ini berarti bahwa perusahaan
manufaktur dalam penelitian ini memiliki total aset sebesar 30.6772.
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan dihitung dengan menggunakan Corporate Social Responsibility Indeks. Nilai minimum CSR ialah
0,11 ditemukan di PT. Solusi Bangunan
Indonesia (SMCB) di tahun 2017 dan nilai maksimumnya 0,99 ditemukan di PT. Wijaya Karya Beton (WTON) pada 2014. Rata-rata tanggung
jawab sosial perusahaan berdasarkan sampel keseluruhan sebesar 0,4341. Ini berarti perusahaan manufaktur dalam penelitian ini menemukan rata-rata 4 pengungkapan
dalam laporan keberlanjutannya, sehingga pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan
dapat dikatakan tidak baik dalam
pengungkapannya.
Variabel dependennya
yaitu nilai perusahaan yang dihitungnya memakai Tobin�s Q. Berdasarkan tabel, variabel dependen memiliki sebanyak 50 data perusahaan manufaktur. Nilai minimum Tobin�s Q adalah
0,17 ditemukan di PT. Garuda Maintenance Facility ArAsa (GMFI) di tahun 2017 dan nilai maksimumnya 3,40 ditemukan di PT. Wijaya Karya Beton (WTON) pada 2014. Rata-rata Tobin�s Q berdasarkan sampel keseluruhan 1,3706. Ini berarti bahwa perusahaan
manufaktur dalam penelitian ini memiliki total nilai perusahaan 1,3706.
2.
Uji Asumsi
Klasik
a)
Uji Normalitas
Hasil uji normalitas dengan uji Kolmogorov Smirnov� diperoleh nilai Kolmogorov Smirnov�
adalah 0,200 dengan signifikansi 0,05. Nilai signifikansi
tersebut lebih besar 0,05. Grafik normal
probability-plot, pada titik-titik menyebar hanya di sekitar garis diagonal dan mengikuti
arah garis diagonal. Sedangkan
Uji Multikolinearitas nilai
signifikansi variabel yang diuji lebih dari
0,05. Hasil ini konsisten dengan uji Kolmogorov-Smirmov dan
Grafik normal probability-plot yang dijelaskan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data secara umum terdistribusi
secara normal. sehingga simpulannya yakni data terdistribusi secara normal.
b)
Uji Multikolinearitas
Hasil perhitungan dengan ���menggunakan SPSS tersebut disajikan dalam tabel 4 berikut ini:
Tabel 2
Hasil Uji Multikolinearitas
|
Model |
Unstandardized B |
Coefficients Std. Error |
Unstandardized Coefficients Beta |
t |
Sig. |
Collinearity Tolerance |
Statistics VIF |
|
|
1 |
(Constant) |
.302 |
1.080 |
|
.279 |
.781 |
|
|
|
|
CSR |
-.089 |
.244 |
-.054 |
-.364 |
.718 |
.973 |
1.028 |
|
|
ROA |
-.243 |
.416 |
-.086 |
-.584 |
.562 |
.983 |
1.017 |
|
|
SIZE |
.029 |
.035 |
.121 |
.828 |
.412 |
.987 |
1.013 |
Berdasar tabel
2 terlihat yakni nilai �VIF dari variabel independen terkait yakni kurang
dari 10 yaitu Kinerja Keuangan = 1.028 dan Ukuran
Perusahaan = 1.017, CSR = 1.013. Jadi simpulannya
model regresi terbebas dari multikolinieritas. Sehingga memenuhi asumsi non-multikolinearitas pada
model regresinya.
c)
�Analisis Model Regresi
Hasil perhitungan
dengan �menggunakan
SPSS tersebut disajikan dalam tabel 5 berikut
ini:
Tabel 3
Hasil Perhitungan Model Resgresi
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
-3,262 |
2,541 |
|
-1,284 |
,206 |
|
CSR |
8,008 |
5,085 |
4,846 |
1,575 |
,122 |
|
|
ROA |
-1,115 |
,889 |
-,394 |
-1,253 |
,217 |
|
|
SIZE |
,148 |
,083 |
,629 |
1,786 |
,081 |
|
|
CSR_ROA |
2,507 |
2,119 |
,378 |
1,183 |
,243 |
|
|
CSR_SIZE |
-,274 |
,168 |
-4,998 |
-1,631 |
,110 |
|
|
a. Dependent
Variable: SQRTTOBINS |
||||||
Dari tabel di atas
diperoleh persamaan regresi yakni:
Tobin�s Q= -3.252 � 1.115 ROAit +
0.148 SIZE it + 8.008 CSR it + 02.507 ROA*CSR it -0.274 SIZE*CSR it + eit
d)
Pengujian Hipotesis
1.
Uji T
Hasil perhitungan
dengan menggunakan SPSS tersebut disajikan dalam tabel 4 berikut
ini:
Tabel 4
Hasil Perhitungan
Uji T
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
-3,262 |
2,541 |
|
-1,284 |
,206 |
|
CSR |
8,008 |
5,085 |
4,846 |
1,575 |
,122 |
|
|
ROA |
-1,115 |
,889 |
-,394 |
-1,253 |
,217 |
|
|
SIZE |
,148 |
,083 |
,629 |
1,786 |
,081 |
|
|
CSR_ROA |
2,507 |
2,119 |
,378 |
1,183 |
,243 |
|
|
CSR_SIZE |
-,274 |
,168 |
-4,998 |
-1,631 |
,110 |
|
|
a. Dependent Variable: SQRTTOBINS |
||||||
Berdasarkan Tabel
4, maka dapat dilihat pegaruh antar variabel independent terhadap variabel dependen adalah sebegai berikut: 1) nilai signifikansi adalah 0.217 yang bernilai lebih besar dari
α = 0.10 atau nilai t-hitung (-1,253) < t-tabel
(1,300), oleh karena itu keputusan adalah tidak tolak H0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kinerja Keuangan tidak berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan. 2) nilai
signifikansi adalah 0.81
yang bernilai lebih besar dari α = 0.10 atau nilai t-hitung
(1,786) > t-tabel (1,300), oleh karena itu keputusan
adalah Tolak H0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ukuran Perusahaan� berpengaruh positif terhadap Nilai
Perusahaan. 3) nilai signifikansi
adalah 0.122 yang bernilai lebih kecil dari
α = 0.10 atau nilai t-hitung (1,575) < t-tabel
(1,300), oleh karena itu keputusan adalah Tolak H0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pengungkapan Corporate
Social Responsibility tidak berpengaruh
positif terhadap Nilai
Perusahaan. 4) nilai signifikansi
adalah 0.243 yang bernilai lebih kecil dari
α = 0.10 atau nilai t-hitung (1,183) > t-tabel
(1,300), oleh karena itu keputusan adalah Tolak H0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Coporate Social
Responsibility dapat memoderasi
pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. 5) nilai signifikansi adalah 0.110 yang bernilai lebih besar dari
α = 0.10 atau nilai t-hitung (-1,631) < t-tabel
(1,300), oleh karena itu keputusan adalah Tidak tolak H0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Coporate Social Responsibility tidak
dapat memoderasi pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap nilai perusahaan.
2.
Uji F
Hasil perhitungan
dengan menggunakan SPSS tersebut disajikan dalam tabel 7 berikut
ini:
Tabel 5
Hasil perhitunganUji
F
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of
Squares |
df |
Mean
Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
,234 |
4 |
,058 |
.447 |
,774b |
|
Residual |
5,878 |
45 |
,131 |
|
|
|
|
Total |
6,112 |
49 |
|
|
|
|
|
a. Dependent Variable: SQRTTOBINS |
||||||
|
b. Predictors: (Constant), CSR_SIZE, SIZE, ROA,
CSR_ROA, CSR |
||||||
Berdasarkan tabel
tersebut, bisa diketahui jika nilai signifikansinya memiliki nilai 0,774 yang benilai kurang dari α = 0,05, yang bisa ditemukan jika Tolak H1. Jadi bisa diberikan kesimpulan jika tidak ada
pengaruh secara simultan antara Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan dan
CSR dengan nilai perusahaan.Berdasarkan tabel tersebut, bisa diketahui jika nilai signifikansinya
memiliki nilai 0,774 yang benilai kurang dari α = 0,05, yang bisa ditemukan jika Tolak H1. Jadi bisa diberikan kesimpulan jika tidak ada
pengaruh secara simultan antara Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan dan
CSR dengan nilai perusahaan.
e)
Koefisien Determinasi (R2)
Hasil perhitungan
dengan menggunakan SPSS tersebut disajikan dalam tabel 8 berikut
ini:
Tabel 8
|
Model Summaryb |
|||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the Estimate |
Durbin-Watson |
|
1 |
,321a |
,103 |
,001 |
,35294 |
,545 |
|
a.
Predictors: (Constant), CSR_SIZE, SIZE, ROA, CSR_ROA, CSR |
|||||
|
b.
Dependent Variable: SQRTTOBINS |
|||||
Dari tabel diatas diperoleh koefisien determinasi atau R Square adalah 0.103 artinya 10,3 % variabel terikat yaitu Nilai Perusahaan variasinya dapat dijelaskan oleh variabel Kinerja Keuangan ,
Ukuran Perusahaan�
dan CSR, sedangkan sisanya
dijelaskan oleh variabel diluar variabel yang digunakan.
Kesimpulan
Pengujian ini memiliki
tujuan yaitu untuk menganalisa dampak kinerja keuangan, ukuran perusahaan pada CSR, berdasarkan hasil analis yang telah dilakukan, maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa Kinerja keuangan tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan,� sedangkan Ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif pada nilai perusahaan, sedangkan Pengungkapan CSR tidak memiliki pengaruh pada tingkat perusahaan,� sedangkan Corporate Social Responsibiliy
tidak mampu memperkuat hubungan kinerja keuangan dan nilai perusahaan dan Corporate
Social Responsibility tidak mampu
memperkuat hubungan ukuran perusahaan dan nilai perusahaan. Saran bagi peneliti selanjutnya
penggunaan variabel lain
yang memberi pengaruh penyampaian CSR di luar variabel yang dipakai untuk penelitian ini.
Bibliografi
Chusna,
A. (2013). Pengaruh Laju Pertumbuhan Sektor Industri, Investasi, dan Upah
Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Di Provinsi Jawa Tengah Tahun
1980-2011. Universitas Negeri Semarang.
Etty,
I. (2017). Efektivitas Investasi Berkomitmen Sosial (Studi Tentang Good
Corporate Governance dan Firm Value Creation).
Kusumadilaga,
R. (2010). Pengaruh corporate social responsibility terhadap nilai
perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderating (Studi empiris
pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia).
Perpustakaan FE UNDIP.
Masdupi,
E. (2005). Analisis dampak struktur kepemilikan pada kebijakan hutang dalam
mengontrol konflik keagenan. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Indonesia, 20(2005).
Noerirawan,
M., & Muid, A. (2012). Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan
Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2010). Fakultas Ekonomika
dan Bisnis.
Purwadi,
M. I. (2014). Al-Qardh dan Al-Qardhul Hasan sebagai Wujud Pelaksanaan Tanggung
Jawab Sosial Perbankan Syariah. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 21(1),
24�42.
Resalawati,
A. (2012). Pengaruh perkembangan usaha kecil menengah terhadap pertumbuhan
ekonomi pada sektor UKM di Indonesia. Fak. Ekonomi Dan Bisnis Uin Syrif
Hidayatullah Jakarta.