|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 1
No. 9, November 2020 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
TRANSFORMATOR ENERGI ,POTENSI DAN PENGUJIAN MODEL ENERGI
Gunawan Sihombing
Universitas Muhammadyah Sumatera Utara, Indonesia
Email:
[email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 2 November 2020 Diterima dalam bentuk revisi 15 November 2020 Diterima dalam bentuk revisi 20 November 2020 |
Transformasi energi , disebut juga dengan konversi energi , adalah proses mengubah energi dari satu bentuk
ke bentuk lainnya. Dalam fisika, energi adalah besaran yang memberikan kapasitas untuk melakukan pekerjaan (misalnya mengangkat benda) atau menghasilkan panas. Selain dapat diubah, menurut hukum kekekalan energi, energi dapat ditransfer ke lokasi atau objek
yang berbeda, tetapi tidak dapat dibuat
atau dihancurkan. Sumber energi andalan utama manusia saat ini adalah hidrokarbon.
Hidrokarbon merupakan suatu senyawa organik yang dibentuk oleh ikatan hidrogen dan carbon. Kedua atom ini berikatan dengan berbagai kombinasi membentuk berbagai sifat senyawa hidrokarbon. Pada prakteknya, senyawa hidrokarbon ditemui di dalam petroleum, atau disebut juga minyak mentah. Minyak mentah berasal dari proses pembentukan yang memakan waktu yang sangat lama. Hidrokarbon terkubur jauh dibawah permukaan bumi, baik darat maupun
lautan. Karena itu, untuk mengambil sumber daya ini,
dibangunlah sumur eksplorasi di tempat-tempat
yang dianggap memiliki potensi. Penelitian geologis meliputi studi pembentukan batuan, sejarah geografis suatu daerah, dan lain-lain, dilakukan
untuk menentukan tempat yang berpotensi. Pemodelan energi atau pemodelan sistem energi adalah proses membangun model komputer dari sistem energi untuk menganalisisnya. Model semacam itu sering
menggunakan analisis skenario untuk menyelidiki asumsi yang berbeda tentang kondisi teknis dan ekonomi yang sedang dimainkan. Keluaran dapat mencakup kelayakan sistem, emisi gas rumah kaca, biaya keuangan
kumulatif, penggunaan sumber daya alam,
dan efisiensi energi dari sistem yang sedang diselidiki. Berbagai macam teknik digunakan, mulai dari teknik
yang ekonomis hingga teknik yang luas. |
|
Kata kunci: Hidro karbon; atom; eksplorasi; kumulatif. |
Pendahuluan
Kemajuan teknologi
yang kian pesat menjadikan listrik berperan penting di dalam kehidupan masyarakat, maka pendistribusian energi listrik yang handal begitu dibutuhkan untuk metransfer beban-beban yang ada. Tenaga listrik yang dihasilkan pembangkit listrik dinaikan tegangannya oleh gardu induk menggunakan
transformator Step Up kemudian
dialirkan melalui jaringan transmisi. Dari jaringan transmisi tegangan diturunkan lagi menggunakan transformator Step Down di gardu induk Transformator daya di gardu induk
merupakan komponen utama dalam sistem
pendistribusian energi listrik. Transformator begitu penting di dalam pendistribusian energi listrik maka dibutuhkan perhatian khusus pada transformator terutama dalam hal pembebanannya
yang akan berpengaruh kepada susut umur
transformator tersebut. Isolasi belitan transformator serta minyak transformator dapat mempengaruhi susut umur transformator
transformator merupakan suatu peralatan mesin listrik statis yang beroperasi dengan induksi elektromagnetik.
Transformator berfungsi untuk menyuplai energi dari satu
rangkaian listrik ke rangkaian listrik
lainnya, dimana perbandingan tegangan antara sisi primer dan sekunder berbanding lurus dengan perbandingan
jumlah lilitan dan berbanding terbalik dengan perbandingan arusnya (Muzar,
Syahrizal, and Syukri 2018). Energi� merupakan energi yang tidak bisa lepas dari
kehidupan masyarakat (Majid,
Danus, and Yuniarti 2019). Dengan
adanya energi� kegiatan� menjadi lebih lancar, penyampaian
informasi menjadi lebih cepat , mudah,
dan dapat meningkatkan, kesejahteraan manusia,baik di perkotaan maupun di daerah daerah terpencil.
Jika pasokan energi menurun, maka akan menimbulkan
kenaikan ga energi yang berakibat pada turunnya daya beli
energi. Hal ini akan berimbas pada kegiatan ekonomi dan bersifat destruktif terhadap kegiatan produksi dan konsumsi masyarakat (Heyko, Hasid, and Priyagus 2016). menurut
sifatnya, energi dikelompokkan menjadi energi primer dan sekunder. Sedangkan, sumber� sumbernya dapat dikelompokkan menjadi sumber energi terbarukan dan tidak terbarukan� Energi Baru dan Terbarukan World Council
for Renewable Energy (WCRE) mendefinisikan energi terbarukan yang berupa surya, angin,
air, laut, panas bumi,biomassa, dan lain-lain sesungguhnya
adalah turunan dari energi matahari
yang secara alami terbarukan melalui proses alam .Menurut Undang-Undang
Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, pengertian Energi Baru terdapat pada pasal 1 ayat (5) yakni energi yang berasal dari sumber
energi baru .energi baru adalah
energi yang di hasilkan
oleh teknologi baru baik yang bersumber dari energy terbarukan maupuntak terbarukan,
seprti energi nuklir ,energi hidrogen gas metana batu bara (Heyko, Hasid, and Priyagus 2016). Pengertian
dari energi terbarukan adalah energi yang berasal dari energi terbarukan.
pemanfaatan sumber energi terbarukan betujuan untuk memaksimalkan potensi energi terbarukan di wilayahnya dengan biaya murah (Juwito, Pramonohadi, and Haryono 2015).
Menurut Undang-undang Nomor 30 Tahun tentang Energi,
pengertian energi terbarukan tercantum pada pasal 1 ayat (6), yakni � sumber
energi yang dihasilkan dari sumber daya
energi yang berkelanjutan jika dikelola dengan
baik,diantaranya energi� panas bumi, angin, bioenergi,
sinar matahari, aliran dan terjunan air, serta gerakan dan perbedaan suhu lapisan laut.� Sumber energi terbarukan
merupakan� sumber energi yang sangat ramah lingkungan,
karena tidak menghasilkan pencemaran lingkungan dan tidak termasuk salah satu penyebab dari perubahan
iklim dan pemanasan global,
karena energi yang dihasilkan berasal dari proses alam yang berkelanjutan seperti angin, air, sinar matahari, panas bumi, dan biofuel42 Negara Indonesia adalah
negara yang memiliki potensi
sumber energi terbarukan dalam jumlah yang sangat besar karena pengaruh
astronomis dan geografis
negara Indonesia. Potensi sumber
energi terbarukan yang terkandung di Indonesia seperti energi panas bumi,
surya, air, laut/samudra, bioenergi. Indonesia terletak di garis khatulistiwa
yang menyebabkan Indonesia beriklim
tropis, mayoritas daerah-daerah di Indonesia senantiasa
di sinari terik matahari.
Berdasarkan data penyinaran matahari yang dihimpun dari 18 lokasi di Indonesia menunjukan bahwa radiasi surya
di Indonesia dapat diklasifikasikan
berturut turut sebagai berikut : untuk kawasan barat dan timur Indonesia dengan distribusi penyinaran di Kawasan
Barat Indonesia sekitar 4.5 kWh/m2.hari dengan variasi bulanan sekitar 10% dan Kawasan
Timur Indonesia sekitar 5.1 kWh/m2.hari dengan variasi bulanan sekitar 9%, dengan demikian potensi penyinaran matahari di Indonesia rata-rata sekitar
4.8 kWh/m2.hari dengan variasi
bulanan sekitar 9%43 .
Indonesia adalah negara yang juga kaya akan potensi panas
bumi, karena termasuk dari daerah
vulkanik. Hal ini disebabkan karena kondisi geografis Indonesia yang dilewati oleh jalur Cincin Api yakni
jalur gunung berapi membentang di Indonesia dari ujung Pulau
Sumatera sepanjang Pulau Jawa, Bali, NTT, NTB menuju Kepulauan Banda, Halmahera, dan Pulau
Sulawesi.
Berdasarkan pengamatan menunjukkan� terdapat
70 lokasi panas bumi bertemperatur tinggi dengan kapasitas
mencapai 19.658 MW. Sebagian besar
dari lokasi tersebut belum dilakukan eksploitasi secara intensif (Azhar and Satriawan 2018). Maka
dengan banyaknya energi yang di miliki maka ada 3 dimensi
yang di milliki energi
global yaitu dimensi teknologi, dimensi lokasi, dimensi manajemen di antara ke tiga dimensi
tersebut dimensi teknologi adalah inti dari pembuatan kebijakan energi global,disusul dimensi lokasi,dan dimensi manajemen (Arfani 2006).
Metode Penelitian
poetensi energi di indonesia dan
penggunan model energi di indonesia.
Hasil dan Pembahasan
A.
Transformator energi
Penyaluran
listrik adalah proses yang dimulai setelah pembangkitan listrik� kemudian digunakan oleh konsumen proses
pendistribusian energi listrik adalah transmisi,distribusi,penjualan
(retailing).. Pembangkit listrik adalah tempat dihasilkannya energi listrik,
berupa PLTA (air), PLTU (tenaga uap), PLTGU, PLTM, PLTPB, PLTB, PLTN, PLTS.
Energi listrik yang sudah dihasilkan kemudian�
dinaikkan tegangannya dari 6.000 V menjadi 500.000 V oleh transformator.
Dan kemudian disalurkan melalui saluran listrik udara SUTET, (Saluran Udara Tegangan
Ekstra Tinggi) untuk diteruskan menuju berbagai gardu induk. Tegangan akan
diturunkan dari 500.000 V menjadi 150.000 V sebelum disalurkan melalui SUTT
(Saluran Udara Tegangan Tinggi) menuju gardu induk distribusi. Tegangan 150.000
V biasanya� digunakan di pabrik dalam
rangka menyalakan mesin berukuran besar.
Tegangan 150.000 V kemudian diturunkan dengan� menggunakan transformator step down menjadi
20.000 V. Tegangan tersebut
lalu didistribusikan� melalui JTM (Jaringan Tegangan Menengah) untuk disalurkan� menuju gardu-gardu induk distribusi. Tegangan 20.000 V biasa digunakan untuk menyalakan mesin-mesin pabrik menengah. Kemudian ,,
tegangan akan kembali diturunkan menjadi 220 V (standar) atau 380 V. dimana Tegangan 220 V akan disalurkan ke rumah
dan perkantoran menggunakan
JTR (Jaringan Tegangan Rendah).
B.
Potensi energi
Indonesia memiliki
Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup besar diantaranya
mini / mikro hidro sebesar 450 MW, Biomassa 50 GW, energi surya 4,80 kWh / m2 / hari, energi angin
sebesar� 3-6 m / det dan energi
nuklir sebesar 3 GW
. Data potensi EBT terbaru
disampaikan Direktur Energi Baru Terbarukan
dan Konservasi Energi dalam acara Focus Group Discussion tentang Supply-Demand Energi
Baru Terbarukan yang belum lama diselenggarakan Pusdatin ESDM.
Saat ini pengembangan EBT mengacu pada Perpres No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Perpres kontribusi
EBT dalam bauran energi primer nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 17% dengan komposisi Bahan Bakar Nabati sebesar 5%, Panas Bumi 5%, Biomasa, Nuklir, Air, Surya, dan Angin 5%, serta batubara yang dicairkan sebesar 2 %. Untuk itu pemerintah dapat mengambil langkah langkah untuk menaikkan kapasitas pembangkit listrik mikro hidro
adalah menambah kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Mikro Hidro menjadi 2.846 MW pada tahun 2025, terpasang pada Biomasa 180 MW pada tahun 2020, kapasitas terpasang angin sebesar 0,97 GW pada tahun 2025, surya 0,87 GW pada tahun 2024, dan nuklir 4,2 GW
pada tahun 2024. Dan pada tahun
2025 pengembangan EBT di proyeksikan
sebesar 13,197 juta USD.
Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan biomasa adalah mendorong pengelolaan industri pertanian dan kehutanan sebagai sumber energi yang terintegrasi dengan industrinya,mengintegrasikan
pengembangan biomassa dengan kegiatan ekonomi masyarakat, mendorong pabrikasi teknologi konversi energi biomassa dan usaha penunjang, dan meningkatkan penelitian dan pengembangan pemanfaatan limbah kota untuk
energi.Upaya untuk mengembangkan energi yaitu� pengembangan energi angin untuk listrik
dan non listrik (pemompaan
air untuk irigasi dan air bersih), pengembangkan teknologi energi angin yang sederhana untuk skala kecil
(10 kW) dan skala menengah
(50 - 100 kW) untuk mendorong
pabrikan memproduksi SKEA skala kecil dan menengah secara massal. Pengembangan energi pemanfaatan energi PLTS di perkotaan, mendorong komersialisasi PLTS dengan memaksimalkan interaksi swasta, mengembangkan industri PLTS dalam negeri, dan mendorong terciptanya sistem dan pola yang efisien dengan melibatkan perbankan dunia.
langkah-langkah yang dapat di ambil pemerintah untuk mengembangkan energi nuklir� adalah melakukan sosialisasi untuk mendapatkan dukungan masyarakat dan melakukan kerjasama dengan negara lain untuk meningkatkan penguasaan teknologi.Sedang langkah-langkah yang di gunakan untuk mengebangbangkan nenergi� mikrohidro adalah dengan mengintegrasikan program
PLTMH dengan kegiatan ekonomi masyarakat, memaksimalkan potensi saluran irigasi untuk PLTMH, mendorong industri mikrohidro dalam negeri, dan mengembangkan berbagai pola kemitraan
dan mendukung yang efektif.
Untuk mendukung upaya dan program pengebangan
EBT, pemerintah sudah menerbitkan kebijakan dan peraturan yang mencakup Peraturan Presiden No. 5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, Undang-Undang
No. 30/2007 tentang Energi,
Undang-undang No. 15/1985 tentang
Ketenagalistrikan PP No. 10/1989 yang telah diubah dengan
PP No. 03/2005 Tentang Perubahan
Peraturan Pemerintah No. 10
Tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga
Listrik dan PP No. 26/2006 tentang Penyediaan & Pemanfaatan
Tenaga Listrik, Permen ESDM No . 002/2006 tentang Pengusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Energi Terbarukan Skala Menengah, dan Kepmen ESDM No.1122K / 30 / MEM / 2002 tentang
Pembangkit Skala Kecil terkenal.Saat ini sedang disusun RPP Energi Baru Terbarukan
yang berisi kewajiban penyediaan dan pemanfaatan energi baru dan energi terbarukan.
C.
Penggunaaan model energi
Model energi
pada saat ini telah digunakan secara luas oleh berbagai negara sejak terjadi krisis minyak pada tahun 1973-1974.
Model matematik banyak digunakan dalam model energi. Model tersebut bervariasi mulai dari model yang berorientasi pada
sisi penyediaan energi saja sampaimodel
yang menyeluruh yang meliputi
sistem energi dan ekonomi.
Dalam kerjasama ekonomi Asia-Pasific (APEC) yang bertujuan untuk menggalang kerjasama ekonomi dan menciptakan perdagangan bebas di wilayah tersebut, bidang energi juga mendapat perhatian yang besar. Untuk keperluan
itu perlu suatu perencanaan yang baik dalam menangani
kerjasama bidang energi. Model energi global dapat merupakan salah satu alat untuk
keperluan perencanaan energi tersebut. Model ini menganalisis keterkaitan ekonomi, energi dan lingkungan untuk keseluruhan wilayah di
dunia dengan memperhitungkan
perdagangan energi antar negara untuk jangka panjang. Model ini sudah banyak
digunakan meskipun belum ada yang dikhususkan untuk keperluan APEC.
D.
Model Energi Umum
Berbagai model energi telah dikembangkan
untuk membantu dalam perencanaan energi. model yang berdasarkan ekonometrik banyak digunakan untuk membuat proyeksi kebutuhan energi,sedangkan
untuk� strategi
penyediaan energi, digunakan teknik optimasi dengan fungsi obyektif tertentu. disamping itu, juga telah dikembangkan model rekursif yang berdasarkan kesetimbangan permintaan dan penyediaan energi dengan mengatur
parameter harga.�
Sebagai tanggapan dari kenaikan penggunaan
energi untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan, dewasa ini keterkaitan
sistem energi, ekonomi makro dan lingkungan telah menjadi parameter dalam pemodelan energi. Pada umumnya model energi saat ini terbagi
menjadi� 3 modul yaitu modul ekonomi
makro, modul sistem energi, dan modul lingkungan. Dimana analisis ekonomi makro diperlukan untuk memberi gambaran
tentang struktur ekonomi saat ini
dan pertumbuhannya. Termasuk
di dalamnya input-output dari
sektor energi dan analisis keterkaitan sektor energi terhadap
perekonomian.Sistem energi dapat merupakan
sistem yang kompleks yang terdiri atas hubungan
antara aliran energi dan teknologi energi. Aliran energi menggambarkan jaringan sistem energi dari sumber
sampai ke konsumen.
E.
Model Energi Global
Saat ini telah dikembangkan
pendekatan terintegrasi dalam perencanaan energi, disamping memperhitungkan kondisi perekonomian dan lingkungan juga keterkaitan perdagangan energi antar negara yang sering disebut model energi global. Model-model tersebut
diantaranya adalah satu, Model Edmonds-Reilly yang dipublikasi
tahun 1983 merupakan model energi global yang terbagi menjadi 9 wilayah (Amerika, negara OECD bagian
barat, negara OECD Asia, Eropa bagian
tengah, Asia bagian tengah, Timur Tengah, Afrika, Ameria
Latin, dan Asia bagian timur
dan selatan). Model terdiri
atas 4 modul, yaitu : penyediaan, permintaan, kesetimbangan energi, dan emisi CO2.
Modul pertama dan kedua
menghitung besarnya penyediaan dan permintaan energi untuk 9 jenis energi primer (minyak bumi, gas alam, batubara, energi terbarukan, nuklir, dan tenaga matahari) untuk tiap wilayah. Modul kesetimbangan
energi menghitung kesetimbangan pasar global dari perdagangan energi. Analisis dilakukan sampai tahun 2050 dengan tahuan 1975 sebagai tahun dasar
untuk pemodelan. Model ini menggunakan bahasa Fortran dan dapat dijalankan menggunakan PC. Dua, Global 2100A.S. Manne dan R.G. Richels
mengembangkan model Global 2100 pada tahun 1990 untuk PC dengan menggunakan perangkat lunak GAMS/MINOS. Model
ini merupakan pengembangan dari model ETA-MACRO
yang merupakan interaksi antara sektor energi
dan��� kesetimbangan
ekonomi. Submodel ETA merupakan model untuk pengkajian teknologi energi dan submodel MACRO merupakan model untuk pertumbuhan ekonomi yang menggunakan fungsi produksi dengan substitusi antara kapital, tenaga kerja dan input energi dan� Tiga
MARIA.
adalah Model
MARIA (Multi-regional Approach for Resource and Industry Allocation) dikembangkan dari model DICE
(Dynamic Integrated Climate-Economy Model of the Economics of Global Warming)
oleh S. Mori pada tahun 1994. W. Nordhaus mengembangkan model DICE untuk memproyeksikan hubungan antara aktivitas manusia dengan kerusakan lingkungan akibat pemanasan global pada pertumbuhan ekonomi dunia. Model
MARIA menambahkan sistem energi pada model DICE. Model ini
memproyeksikan teknologi energi untuk jangka
panjang disamping memproyeksikan juga harga bahan bakar fossil di pasar dunia
dan kemungkinan perdagangan
emisi CO2. Sumber energi primer dalam model ini adalah : batubara, minyak
bumi, gas alam, nuklir, biomasa, dan sumber energi baru
lainnya. Energi sekunder terbagi atas energi listrik
(E) dan non� listrik (N), sedangkan sektor konsumsi final dikelompokkan menjadi : sektor industri, transportasi dan sektor lainnya. Seluruh dunia dibagi menjadi 2 wilayah, yaitu :
negara OECD dan negara negara lainnya
. model-model ini dikembangkan
dari model sederhana untuk satu wilayah negara dengan menambahkan perdagangan energi antar negara.
Adanya transformator yang baik di indonesia� tengangan yang disalurkan melalui jaringan transmisi,distribusi dapat berjalan dengan lancar dan� sampai ke konsumen
dengan� baik dan dapat bekerja dengan menggunakan model model yang di tetapkan oleh perdagangan energi antar negara yang sering disebut model energi global, dan dengan model energi yang baik yang kita miliki maka
indonesia dapat memamfaatkan energi baru terbarukan yang cukup besar� diantaranya
mini/micro hidro sebesar
450 MW, Biomassa 50 GW, energi
surya 4,80 kWh / m2 / hari,
energi angin 3-6 m / det
dan energi nuklir 3 GW. Dalam Perpres kontribusi
EBT dalam bauran energi primer nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 17% dengan komposisi Bahan Bakar Nabati sebesar 5%, Panas Bumi 5%, Biomasa, Nuklir, Air, Surya, dan Angin 5%, serta batubara yang dicairkan sebesar 2 %. Pemerintah dapatb menambah kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Mikro Hidro menjadi 2.846 MW pada tahun 2025, terpasang pada Biomasa 180 MW pada tahun 2020, kapasitas terpasang angin (PLT Bayu) sebesar 0,97 GW pada tahun 2025, surya 0,87 GW pada tahun 2024,
dan nuklir 4,2 GW pada tahun
2024. Total investasi yang diserap
pengembangan EBT sampai tahun 2025 diproyeksikan sebesar 13,197 juta USD.
Kesimpulan
Kwalitas dari Transformator
dapat mempengaruhi kelancaran tengangan yang di hasilkan oleh pembangkit listrik untuk disalurkan
kepada konsumen baik melalui transmisi ,distribusi
dimana setiap penyaluran memerlukan kualitas transformator yang sangat baik,dengan baiknya kualitas dari transformer Maka energi listrik akan sampai kepada
konsumen� dengan baik.
Dengan besarnya potensi energi terbarukan di indonesia mendorong pengelolaan industri pertanian dan kehutanan sebagai sumber energi yang terintegrasi dengan industrinya,mengintegrasikan pengembangan
biomassa dengan kegiatan ekonomi masyarakat, Upaya untuk mengembangkan energi mencakup pengembangan energi angin untuk listrik
dan non listrik (pemompaan
air untuk irigasi dan air bersih), pengembangkan teknologi energi angin yang sederhana untuk skala kecil
(10 kW) dan skala menengah
(50 - 100 kW) dan mendorong pabrikan
memproduksi SKEA skala kecil dan menengah secara massal.
Pengembangan energi pemanfaatan energi PLTS di perkotaan, mendorong komersialisasi PLTS dengan memaksimalkan interaksi swasta, mengembangkan industri PLTS dalam negeri, dan mendorong terciptanya sistem dan pola yang efisien dengan melibatkan perbankan dunia.dengan menggunakain
model energi yang bermamfaaat
secara global maupun di kawasan asia �pasifik.
Bibliografi
Arfani,
Riza Noer. 2006. �Transisi Sistem Energi Global.� global.ir.fisip.ui.co.id.
Azhar,
Muhamad, and Dendy Adam Satriawan. 2018. �Implementasi Kebijakan Energi Baru
Dan Energi Terbarukan Dalam Rangka Ketahanan Energi Nasional.� Administrative
Law & Governance Journal 1(4): 398�412.
Heyko,
Eduardo, Zamruddin Hasid, and Priyagus Priyagus. 2016. �Strategi Pemanfaatan
Energi Terbarukan Dalam Rangka Kemandirian Energi Daerah Provinsi Kalimantan
Timur.� INOVASI 12(1): 1�28.
Juwito,
Arif Febriansyah, Sasongko Pramonohadi, and T Haryono. 2015. �Optimalisasi
Energi Terbarukan Pada Pembangkit Tenaga Listrik Dalam Menghadapi Desa Mandiri
Energi Di Margajaya.� Semesta Teknika 15(1).
Majid,
Abdul, Muhar Danus, and Erliza Yuniarti. 2019. �Pemanfaatan Aliran Air Sebagai
Prime Over Pembangkit Listrik Alternatif Skala Rumah Tangga.� Jurnal Surya
Energy 3(2): 262�68.
Muzar,
Muhammad Aidil, Syahrizal Syahrizal, and Mahdi Syukri. 2018. �Analisis Pengaruh
Suhu Akibat Pembebanan Terhadap Susut Umur Transformator Daya Di Gardu Induk
Lambaro.� Jurnal Karya Ilmiah Teknik Elektro 3(2).