|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 1
No. 9, November 2020 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENGARUH KEPERCAYAAN KONSUMEN
DAN PENGALAMAN PELANGGAN (CUSTOMER
EXPERIENCE) TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA APLIKASI SHOPEE
Lia Nirawati, Adistya Dwi Pratiwi, Adelia Mutiahana dan
Elida Ahya Afida
Universitas Pembangunan Nasional � Veteran � Jawa Timur, Indonesia
Email: [email protected],� [email protected],
[email protected] dan [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima Diterima dalam bentuk revisi
15 November 2020 Diterima dalam bentuk revisi
20 Oktober 2020 |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan konsumen dan pengalaman pelanggan (customer
experience) terhadap loyalitas
pelanggan pada aplikasi shopee. Penelitian ini menggunakan variabel bebas (X) yaitu kepercayaan konsumen (X1) dan pengalaman pelanggan (customer
experience) (X2) serta variabel
terikat (Y) yaitu loyalitas pelanggan. Populasi adalah seluruh pengguna aplikasi shopee minimal 2 tahun baik laki
� laki maupun perempuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan secara simultan variabel kepercayaan konsumen dan pengalaman pelanggan (customer
exerience) berpengaruh
terhadap variabel loyalitas pelanggan. Kemudian secara parsial hanya variabel pengalaman pelanggan (customer exerience)
yang berpengaruh terhadap
loyalitas pelanggan. Sedangkan variabel kepercayaan konsumen tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan. |
|
Kata kunci: Kepercayaan Konsumen; Customer experience; Dan Loyalitas Pelanggan |
Pendahuluan
Di era digitalisasi seperti
sekarang ini perkembangan teknologi dan informasi berjalan sangat pesat, sehingga
menghasilkan suatu persaingan bisnis yang semakin ketat. Hal ini membuat para produsen menjadi lebih berfikir kritis, kreatif dan inovatif terhadap perubahan yang terjadi, baik di bidang sosial, budaya, politik maupun ekonomi(Laely, 2016). Adanya inovasi mengenai kegiatan jual beli online menjadi trend yang kini telah merambah kesegala aspek perekonomian. Kehadiran situs jual beli online memunculkan berbagai dampak positif dan negatif dalam kehidupan
masyarakat, diantaranya perubahan perilaku sosial dan pola konsumtif, yang menjadi salah satu dampak positif
dari adanya situs jual beli online ini yaitu masyarakat
dapat menjadi wirausaha dengan ikut menjual barang
atau jasa yang dapat menghasilkan keuntungan bagi mereka. E-commerce menurut Laudon
(1998) adalah suatu proses membeli dan menjual produk menggunakan elektronik oleh konsumen dari perusahaan ke perusahaan dengan
digital sebagai perantara transaksi bisnis. Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah E-commerce di Indonesia sebagai
berikut :
Tabel 1
Data Pelaku Usaha E-commerce
|
No |
Pelaku
Usaha |
Total
Pelaku Usaha
(Orang) |
|
1 |
Usaha
Mikro Kecil (UMK) |
26.073.689 |
|
2 |
Usaha
Mikro Besar (UMB) |
348. 560 |
|
|
Jumlah |
26.422.567 |
Sumber : Badan Pusat Statistik Sensus Ekonomi
E-commerce
2019
Berdasarkan tabel 1 bersumber pada https://se2016.bps.go,id/umkm/b Badan
Pusat Statistik Sensus Ekonomi jumlah
e-commerce di Indonesia selama 10 tahun
meningkat sekitar 17% dan jumlah total usaha sekitar 26.4 juta. Sementara itu, nilai transaksi e-commerce di
Indonesia pada tahun 2016 sendiri
mencapai angka US$ 4,89 miliar atau setara
dengan Rp68 triliun meningkat dari� jumlah� total� transaksi pada tahun 2015 yaitu sebesar US$ 3,56 miliar.
Di Indonesia sendiri telah
mengenal salah satu situs belanja secara online yaitu Shopee. Situs jual beli Shopee mulai masuk dan dikenal oleh pasar
Indonesia pada akhir bulan
Mei 2015 dan Shopee baru mulai
beroperasi pada akhir Juni 2015 di Indonesia (Andhini, 2017). Shopee merupakan aplikasi mobile
marketplace pertama bagi konsumen�ke-konsumen (C2C) yang aman, menyenangkan, mudah, dan praktis dalam jual beli
dan menjadi anak perusahaan dari Garena yang berbasis di
Singapura. Shopee telah hadir
di beberapa negara di kawasan
Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam,
Thailand, Filipina, dan Indonesia. Pertumbuhan
e-commerce yang terus meningkat
di Indonseia membuat Shopee
ikut meramaikan di lingkungan industri. Shopee sebagai salah satu situs yang wadah jual beli
secara online yang telah melakukan perubahan untuk menarik minat
pelanggan agar lebih banyak bertransaksi melalui situs tersebut. Shopee lebih fokus pada platform tempat untuk menjual
dan membeli sebuah produk. Perusahaan Shopee menjadi
perusahaan e-commerce nomor
satu berdasarkan ranking
pada Appstore dan Playstore di Indonesia sebagai peringkat pertama dalam kategori
Top Buzz Rangkings oleh YouGov Brand Index. Pada tahun 2019 Aplikasi Shopee menjadi e-commerce paling baik dari masa ke masa sebagai berikut :

Gambar
1 Data Pengguna Aplikasi
Shopee
https://databoks.katadata.co.id/search/cse/Pengguna%2520shopee
Menurut Ba dan Pavlou (2002) dalam jurnal (Widhiani, Aseterina., 2018)�bahwa kepercayaan adalah sebagai evaluasi hubungan seseorang terhadap orang lain
yang hendak melakukan transaksi tertentu sesuai dengan harapan
dalam suatu lingkungan yang penuh dengan ketidakpastian. Dalam hal ini
kepercayaan konsumen untuk menjual dan membeli produk pada aplikasi Shopee sangat diperlukan karena melakukan bisnis secara online harus mempunyai kepercayaan antara penjual dan pembeli serta tetap berani
mengambil risiko-risiko
yang didapat dari belanja online(Meliana et al., 2013).
Menurut Meyer and Schwager (2007) dalam jurnal (Eka Wardhana, 2016), pengalaman konsumen adalah tanggapan konsumen secara internal dan subyektif sebagai akibat dari interaksi
secara langsung maupun tidak langsung
dengan perusahaan. Dalam hal ini,
pengalaman konsumen (customer experience) yang dirasakan ketika membeli produk pada aplikasi Shopee menjadi pertimbangan konsumen dalam belanja online, untuk mempertahankan konsumen agar tetap loyal dibutuhkan strategi yang tidak hanya berfokus pada kualitas produk tetapi pada customer
experience untuk dapat meningkatkan loyalitas pada konsumen(Mahkota, 2014).
Loyaltas ialah satu hal
yang tidak bisa kita beli dengan
apapun apalagi uang. Loyalitas bisa di dapatkan tetapi loyalitas tidak bisa dibeli(Susilo et al., 2018).
Menurut Hasan (2008:83)
mengatakan bahwa loyalitas pelanggan sebagai orang pembeli, khususnya membeli suatu produk secara
berulang-ulang dengan konsistensi tinggi. Loyalitas pelanggan pada bisnis sangat berpengaruh
terhadap kelangsungan bisnis tersebut karena konsumen yang sudah loyal untuk membeli produk maka tidak hanya
keuntungan yang diperoleh baik� tetapi hubungan pelanggan dan penjual juga baik. Jika
e-commerce Shopee mampu memberikan
pelayan yang tepat dan sesuai dengan harapan
konsumen, maka Shopee akan memeiliki persepsi baik di mata konsumen. Dalam memberikan pelayanan yang tepat dan sesuai, perusahaan dituntut untuk memahami harapan konsumen serta memberikan pelayanan yang memuaskan(Solihin, 2020).
Kepuasan konsumen sebagai pembeli harus kita
layani dengan baik. Karena untuk mendapatkan loyalitas konsumen diperlukan pelayanan yang bagus(Nisa et al., 2013).
Berdasarkan data pelaku usaha e-commerce dan pengguna aplikasi Shopee pada tahun 2019, maka penulis membuat penelitian dengan judul � Pengaruh�� Kepercayaan�� dan�� Pengalaman Pelanggan (Customer experience) Terhadap
Loyalitas Pelanggan Pada Aplikasi Shopee�.
Metode Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu
penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilandaskan pada filsafat poltivisme,
digunakan untuk meneliti pada populasi atau sempel tertentu. Data yang telah
terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif atau
inferensial sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau
tidak (Sugiyono, 2010) dalam
jurnal. Pengumpulan data menggunakan
instrument penelitian yaitu menyebar kuisioner dengan tujuan untuk menganalisis
hipotesis yang diterapkan.
Hasil dan Pembahasan
A.
Hasil Penelitian
1.
Hasil Uji Asumsi Klasik
a.
Hasil Uji Normalitas

Deteksi normalitas dapat diketahui dengan melihat penyebaran� data�
pada� sumbu� diagonal pada suatu
grafik. Penetapan dasar pengambilan keputusan yang digunakan sebagai berikut :
1.
Jika data menyebar
disekitar garis diagonal dan mengikuti
arah garis diagonal, maka
model regresi memenuhi� asumsi
normalitas.
2.
Jika data menyebar
jauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti
garis diagonal, maka model regresi
tidak memenuhi asumsi normalitas.
b.
Uji Multikolonieritas
Coefficientsa
|
Model (Constant) |
Collienarity
Statistics |
|
|
Tolerance |
VIF |
|
|
X1 |
0,895 |
1,117 |
|
X2 |
0,895 |
1,117 |
Dilihat dari tabel
koefisien diketahui nilai dari VIF kurang dari angka
10, dan nilai tolerance lebih
besar dari 0,1 atau mendekati angka 1. Maka dapat
disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas
atau dapat dikatakan tidak ada hubungan antar
variabel bebas.
c.
�Uji Heteroskedastisitas

�
Berdasarkan output scatterplot diatas terlihat bahwa titik � titik menyebar, tidak mengumpul, titik tidak bergelombang dan titik tidak membentuk pola tertentu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.
d.
Uji Autokorelasi
Dari
tabel hasil uji autokorelasi, diketahui nilai DW sebesar 1,785. Sedangkan dari tabel DW.
Hasil Uji Autokorelasi
|
Model Summary |
|||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std, error of
the estimate |
Durbin-wats on |
|
1 |
295 |
,087 |
,068 |
2.111 |
1,785 |
|
|||||
|
|||||
Dengan signifikansi 0,05 atau 5% dan jumlah data (n) = 100
serta k = 2 (jumlah variabel bebas) dapat diperoleh nilai DL sebesar 1,6337 dan DU sebesar 1,7152 maka hasil dari uji autokorelasi diatas :
1.
Deteksi Autokorelasi
Positif
1,785
> 1,6337 maka tidak terdapat autokorelasi positif.
2.��� Deteksi Autokorelasi Negatif
(4
- 1,7152) > 1,6337 = 2,2848 > 1,785 maka tidak terdapat autokorelasi negatif.
Sehingga dapat disimpulkan
dalam penelitian ini tidak ada
masalah autokorelasi.
2.
Hasil Analisis Linier Berganda
|
Coefficients |
||||||
|
Model |
Unstandartdized cooefficients |
R Square |
t |
sig |
||
|
B |
Std error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
4,090 |
2,243 |
|
1,823 |
,071 |
|
X1 |
,298 |
,161 |
,189 |
,1848 |
,068 |
|
|
X2 |
,278 |
,164 |
,174 |
,1693 |
,094 |
|
|
a.
Dependent Variable Y |
||||||
Berdasarkan tabel tersebut dapat ditulis dalam bentuk
persamaan regresi linier bentuk Standardized Coefficients diperoleh
pesamaan sebagai berikut :
Y
= 4,090 + 0,298 + 0,278
Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1)
Konstanta (β0) yang dihasilkan
sebesar 4,090 menunjukkan bahwa apabila variabel
bebas (X1 dan X2) = konstan
(tidak ada perubahan), maka variabel loyalitas pelanggan (Y) bernilai 4,090 satuan.
2) �Nilai koefisien kepercayaan konsumen (β1) sebesar 0,298 menunjukkan bahwa jika variabel
kepercayaan konsumen (X1) ditingkatkan, maka akan mengakibatkan peningkatan loyalitas pelanggan sebesar 0,298 dengan asusi variabel
lain konstanta.
3)
Nilai koefisien
customer experience (β2) sebesar 0,278 menunjukkan bahwa jika variabel
customer experience (X2) ditingkatkan, maka akan mengakibatkan peningkatan loyalitas pelanggan sebesar 0,278 dengan asusi variabel
lain konstanta.
3.
Uji F (Simultan)
Pegujian hipotesis secara bersama � sama dilakukan dengan menggunakan Uji F yang dilakukan untuk menguji hubungan signifikansi antara variabel bebas dan variabel terikat secara keseluruhan. Hasil pengujian diperoleh sebagai berikut :
Hasil Uji F (Simultan)
|
ANOVA |
||||||
|
Model |
Squm of
Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
,077 |
2 |
,039 |
6,697 |
,002 |
|
Residual |
,553 |
96 |
,006 |
|
|
|
|
Total |
,631 |
98 |
|
|
|
|
|
a. Dependent Variable: Ln_Y |
||||||
|
b. Predictors: (Constant)/Ln_X2/Ln_X1 |
||||||
Sumber : Hasil Pengolahan
Data SPSS (Diolah Peneliti)
Berdasrkan hasil
Uji F pada tabel 4.11 didalam
uji simultan bahwa :
Df
(n1)�� = k � 1
=
2 � 1
=
1
Df
(n2) = n � k
=
100 � 2
=
98
Keterangan :
K
= jumlah variabel
N
= Jumlah Responden
Dari
perhitungan diatas maka diperoleh hasil F tabel sebesar
3,94 (dilihat dari F tabel dengan nilai
signifikansi 0,05). Dasar pengambilan
keputusan dalam uji F berdasarkan F hitung dari F tabel adalah :
a)
Jika nilai
F hitung > F tabel, maka variabel bebas
secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat.
b)
Jika nilai
F hitung < F tabel, maka variabel bebas
secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel terikat.
Sehingga dari hasil
uji F diatas dihasilkan
6,697 (F hitung) > 3,94 (F tabel),
maka H0 ditolak dan HI diterima. Berarti variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas (kepercayaan konsumen dan pengalaman pelanggan) secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat (loyalitas pelanggan).
Sehingga dari hasil
uji F diatas dihasilkan
6,697 (F hitung) > 3,94 (F tabel),
maka H0 ditolak dan HI diterima. Berarti variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas (kepercayaan konsumen dan customer experience) secara
simultan berpengaruh terhadap variabel terikat (loyalitas pelanggan).

4.
Hasil Uji t (Parsial)
Uji
t digunakan untuk menguji pengaruh variabel independent Kepercayaan Konsumen (X1) dan Customer
experience (X2) secara parsial
terhadap variabel dependent
Loyalitas Pelanggan (Y)
pada Aplikasi Shopee. Untuk
membuktikan kebenaran pengaruh secara� parsial
dilakukan dengan uji t yang
menyatakan ada tidaknya pengaruh dari variabel independent terhadap variabel dependent.
Uji
ini dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan t tabel. Kriteria pengujian yang digunakan dalam uji t adalah sebagai berikut :
a)
Jika t hitung
< t tabel, maka Ho diterima dan Hi ditolak.
b)
Jika t hitung
> t tabel, maka Ho ditolak dan Hi diterima.
Hasil Uji t
|
Coefficients |
||||||
|
Model |
Unstandardized
Coefficients |
Standardized
Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std.
Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
,272 |
,168 |
|
1,618 |
,109 |
|
Ln_X1 |
,210 |
,161 |
,132 |
1,305 |
,195 |
|
|
Ln_X2 |
,449 |
,159 |
,285 |
2,826 |
,006 |
|
|
a.
Dependent
Variable: Ln_Y |
||||||
Sumber : Hasil Pengolahan
Data SPSS (Diolah Peneliti)
Nilai t tabel
Df�� = n � k
n�� � = Jumlah responden
k ���=Jumlah variabel (bebas dan terikat) Df = 100 � 2
����� = 98
Nilai
t tabel pada Df 98 dengan nilai signifikan 0,05 adalah 1,66055. Berikut adalah hasil Uji t yang diperoleh dengan membandingkan t hitung dengan t tabel :
1)
Variabel Kepercayaan
Konsumen ( X1)
Hasil
pengujian untuk variabel kepercayaan konsumen (X1) menunjukkan nilai t hitung 1,305 < t tabel 1,660. Sehingga nilai t hitung < t tabel, maka H0 diterima dan Hi ditolak. Berarti variabel kepercayaan konsumen (X1) tidak berpengaruh secara parsial terhadap loyalitas pelanggan (Y).
2)
Variabel Customer experience (X2)
Hasil
pengujian untuk variabel kepercayaan konsumen (X1) menunjukkan nilai t hitung 2,826 < t tabel 1,660. Sehingga nilai t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan Hi diterima. Berarti variabel kepercayaan konsumen (X1) berpengaruh secara parsial terhadap loyalitas pelanggan (Y).
B.
Pembahasan
Berdasarkan������� hasil���� pengolahan menggunakan aplikasi SPSS 20, maka didapatkan bahwa variabel kepercayaan konsumen (X1) dan pengalaman pelanggan (customer
experience) (X2) berpengaruh secara
terhadap loyalitas pelanggan pada aplikasi shopee. Alasan inilah yang mendorong loyalitas pelanggan pada aplikasi shopee memberikan kesan dari kedua variabel
bebas yang menjadi karakteristik dasar dalam orientasi pemasaran modern berbasis
e-commerce.
Namun berdasarkan
perhitungan uji t (parsial)
hanya 1 variabel saja� yang berpengaruh
secara parsial terhadap loyalitas pelanggan pada aplikasi shopee. Variabel tersebut adalah Pengalaman Pelanggan (Customer experience) (X2).
Variabel Kepercayaan
Konsumen (X1) dalam penelitia ini tidak
berpengaruh secara parsial terhadap Loyalitas Pelanggan (Y). Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Kepercayaan Konsumen dalam penelitian ini tidak sesuai dengan
teori Women and Minor (2002:89) yang menyatakan bahwa kepercayaan adalah semua pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen dan semua kesimpulan yang dibuat konsumen tentang objek, atribut dan� manfaatnya sehingga berpengaruh terhadap kesetiaan pada merek. Hal ini pengguna Aplikasi Shopee kebanyakan memakai aplikasi tersebut untuk kebutuhan ketika produk yang diinginkan pada pasar offline tidak
tersedia dan hanya tersedia melalui online.
Variabel �Pengalaman Pelanggan
(Customer experience)����� (X2)�����
dalam�����
penelitian��
ini berpengaruh secara parsial terhadap variabel Loyalitas Pelanggan (Y). Oleh karena itu, variabel
pengalaman pelanggan (customer experience) dalam
penelitian ini sesuai dengan teori
(Kim and Choi, 2013) yang menyatakan bahwa pengalaman pelanggan (Customer
experience) adalah suatu
hasil yang di dapat oleh seorang pelanggan ketika berinteraksi dengan produk, perusahaan atau bagian-bagian lainnya dari organisasi penyedia layanan yang menimbulkan suatu reaksi atau sebagai
respon subjektif pelanggan terhadap perusahaan. Hal ini dikarenakan pengguna Aplikasi Shopee memiliki kepuasan pemakaian, baik itu puas
dengan pelayanan penjual, puas dengan
diskon yang diberikan, puas dengan produk
yang dibeli dan puas dengan harga yang sesuai dengan kantong.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa variabel kepercayaan konsumen dan pengalaman pelanggan (customer experience) berpengaruh
secara simultan terhadap loyalitas pelanggan pada pengguna aplikasi shopee.
�Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa variabel kepercayaan konsumen (X1) tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel loyalitas pelanggan (Y).
Berdasarkan hasil penelitian,
didapatkan bahwa variabel pengalaman pelanggan (customer
experience) (X2) berpengaruh secara
parsial terhadap variabel loyalitas pelanggan (Y).
����
BIBLIOGRAFI
Andhini, A. (2017).
Pengaruh transaksi online shopping, dan kepercayaan konsumen terhadap kepuasan
konsumen pada e-commerce. Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen (JIRM), 6(7).
Eka Wardhana, R. (2016).
Pengaruh Customer Experience Terhadap Loyalitas Pelanggan Dengan Kepuasan
Pelanggan Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Konsumen Mie Rampok Tahanan
Surabaya). Jurnal Ilmu Manajemen (JIM), 4(3), 1�9.
Laely, N. (2016). Analisis
pengaruh kepercayaan dan harga terhadap loyalitas pelanggan dimediasi kepuasan
pada pt. telkomsel di kota kediri. JMM17: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Manajemen,
3(02).
Mahkota, A. P. (2014).
Pengaruh Kepercayaan dan Kenyamanan terhadap Keputusan Pembelian Online (Studi
Pada Pelanggan Website Ride Inc). Jurnal Administrasi Bisnis, 8(2).
Meliana, M., Sulistiono,
S., & Setiawan, B. (2013). Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepercayaan
Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan,
1(3), 247�254.
Nisa, H. A., Farida, N.,
& Dewi, R. S. (2013). Pengaruh Kepercayaan Merek, Switching Cost, Dan
Kepuasan Konsumen Terhadap Loyalitas Konsumen (Studi pada pengguna ponsel Nokia
pada mahasiswa FISIP Universitas Diponegoro angkatan 2010 sampai 2012). Jurnal
Ilmu Administrasi Bisnis.
Solihin, D. (2020).
Pengaruh Kepercayaan Pelanggan dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian
Konsumen Pada Online Shop Mikaylaku Dengan Minat Beli Sebagai Variabel
Intervening. JURNAL MANDIRI: Ilmu Pengetahuan, Seni, Dan Teknologi, 4(1),
38�51.
Sugiyono, P. D. (2010).
Metode Penelitian Bisnis (Cetakan ke-15). Bandung: Penerbit Alfabeta.
Susilo, H., Haryono, A.
T., & Mukeri, M. (2018). Analisis pengaruh harga, kualitas pelayanan,
promosi, dan kepercayaan terhadap kepuasan konsumen dengan keputusan berkunjung
sebagai variabel intervening di Hotel Amanda Hills Bandungan. Journal of
Management, 4(4).
Widhiani, Aseterina.,
& I. (2018). TERHADAP MINAT BELI DI SITUS BUKALAPAK ( Pada Mahasiswa
Universitas Diponegoro ). Diponegoro Journal Ofmanagement, 7,
1�6.