|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 1
No. 10, Desember 2020 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
ANALISIS
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT KONSUMEN DALAM MENGGUNAKAN SISTEM
PEMBAYARAN DANA (STUDI KASUS PADA MAHASISWA ADMINISTRASI BISNIS UPN �VETERAN�
JAWA TIMUR)
Lia Nirawati, Addinda Isselyn Dan Mufnil Ida
Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, Jawa
Timur, Indonesia
Email: [email protected],
[email protected], [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima Diterima dalam bentuk revisi Diterima dalam bentuk revisi |
Dana merupakan dompet digital indonesia yang
didesain untuk menjadikan setiap transaksi nontunai dan nonkartu secara
digital, baik online maupun offline dapat berjalan dengan cepat, praktis dan
tetap terjamin keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam
menggunakan sistem pembayaran Dana. Data penelitian
diperoleh dari hasil pengumpulan kuesioner online dan manual didapatkan� 200 responden. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa kepraktisan, keefektifan, hemat, dan promosi dapat terbukti
mempengaruhi minat konsumen untuk menggunakan Dana. |
|
Kata kunci: Dana dan Minat Pengguna �Dana. |
Pendahuluan
Teknologi Informasi merupakan teknologi yang digunakan untuk mengolah data menjadi suatu informasi yang akurat dan relevan. Dengan banyaknya teknologi baru, maka pola hidup
masyarakat ikut beradaptasi sesuai perkembangan teknologi serta adanya sistem
pembayaran dalam bertransaksipun akan terus berkembang dan mengalami perubahan. Kemajuan teknologi dalam sistem pembayaran� menggeser peranan uang tunai sebagai alat pembayaran
ke dalam bentuk pembayaran non tunai. Berbagai bentuk dari sistem
pembayaran non tunaipun ditawarkan.
Gambar
1
Daftar Dompet Digital di Indonesia �terbesar kuartal IV 2017- kaurtal II 2019

(Sumber: www.datatboks.katadata.co.id)
Dari
gambar 1. Riset yang dilakukan oleh iPrice dan App Anne menjelaskan bahwa aplikasi Gojek digunakan sebagai pengguna aktif setiap bulan
pada dompet digital yang terbesar
di indonesia sejak dari kuartal IV pada tahun 2017. Posisi selanjutnya diperoleh oleh aplikasi OVO yang unggul selama empat kuartal
berturut-turut dengan posisi ke dua.
Pada kuartal II tahun 2019 posisi aplikasi LinkAJA berhasil digeser oleh pendatang baru yaitu aplikasi
DANA pada posisi ketiga. Berdasarkan data persentase pengguna E-Wallet di Indonesia.
DANA
adalah dompet digital indonesia yang didesain untuk menjadikan setiap transaksi nontunai dan nonkartu secara digital, baik online maupun offline dapat berjalan dengan cepat, praktis dan tetap terjamin keamanannya.
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan, maka
peneliti ingin mengetahui bagaimana analisis faktor yang mempengaruhi minat
konsumen dalam menggunakan sistem pembayaran DANA dengan melakukan studi pada
mahasiswa Administrasi Bisnis UPN �Veteran� Jawa Timur. Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai referensi penelitian selanjutnya
yang sejenis dengan penelitian ini.
Metode Penelitian
Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis faktor eksploratory. Menurut Sugiyono
(2017:09), metode penelitian Kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan
pada filsafat postpositivisme digunakan untuk interpretif, digunakan untuk
meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai
instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, data
yang diperoleh cenderung data kualitatif, anlisis data bersifat
induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif bersifat untuk memahami
makna, memahami keunikan, mengkrontraksi fenomena, dan menemukan hipotesis.
Hasil dan Pembahasan
A.
Fitur DANA
DANA adalah layanan dan aplikasi yang dibuat oleh oleh anak bangsa
untuk memudahkan kita dalam pembayaran
lewat online atau jaringan internet, serta bisa bertransaksi tunai maupun non-tunai. Dengan menggunakan
DANA, anda bisa melakukan berbagai macam transaksi elektronik melalui berbagai layanan yang tersedia, seperti Saldo DANA, Transfer Bank, Kartu Kredit, dan juga Setor Tunai ke minimarket. Menurut Vince Iswara, CEO Dana, keunggulan pertama sang aplikasi yaitu layanannya merupakan hasil karya anak
bangsa, tak dibuat oleh campur tangan asing.
DANA
juga memiliki lebih banyak keuntungan yang disebut Dana Premium menyediakan layanan keamanan yang menjamin hingga 24 jam. Banyak fitur dalam DANA mulai dari bisa
membeli pulsa, order makanan, membayar tagihan listrik, dan lain-lain.Seringkali DANA dibandingkan dengan OVO karena memiliki beberapa kesamaan salah satunya sering dipakai untuk pembayaran
dibeberapa merchant dan dapat
memberikan cashback besar bagi pengguna.
������������� Gambar II
Dana
merupakan suatu applikasi dompet digital yang dapat di akses pengguna Android maupun IOS. DANA
telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia dan telah memenuhi ketentuan-ketentuan yang disyaratkan
oleh BI sebagai lembaga teknologi finansial di Indonesia.
DANA hanya bekerja sama dengan bank-bank nasional, di antaranya Bank Mandiri, BCA, BRI, CIMB NIAGA, BNI, Panin
Bank, Bank Permata, BTN dan Bank Sinar Mas.
��������� Beberapa keunggulan DANA yang sering menjadi pengaruh dalam minat masyarakat pada saat menggunakan applikasi ini yaitu;
a. Prosesnya lebih cepat
dan muda
Salah satu contoh proses pembayran menggunakan DANA sendiri khususnya bagi pengguna IOS adalah dalam membayar tagihan bulanan pembaharuan penyimpanan icloud. Ketika saldo DANA sudah terisi maka saldo
tersebut secara lanngsung akan membayarkan tagihan tersebut perbulannya sesuai dengan jumlah
tagihan.
b. ��Memiliki berbagai promo
���� ��� Salah satu kelebihan DANA sendiri yaitu memiliki berbagai promosi yang menarik pengguna contohnya dengan memberikan penawaran voucher makanan dengan harga sangat murah
beserta potongan harga dengan minimum transaksi.
c. Transfer
lebih efisien
Masyarakat pengguna dompet
digital juga lebih banyak menggunakan DANA karena DANA memiliki fitur gratis transfer ke antar bank dengan
minimal 50.000, sehingga dapat
memudahkan pengguna.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Konsumen Dalam Menggunakan Sistem Pembayaran Dana.
Menurut Davis et
al. (1989) menyebutkan bahwa
minat perilaku didefinisikan sebagai tingkat seberapa kuat minat seseorang
untuk melakukan perilaku tertentu. Analisis faktor menurut Wibisono (2010:22) merupakan
alat� yang digunakan
untuk� mereduksi faktor dan menarik kesimpulan� dari� faktor tersebut,� atau� salah� satu� bagian� dari�� analisis multivariate (analisis
yang melibatkan banyak variabel). Faktor- faktor yang mempengaruhi minat konsumen dalam penggunaan sistem pembayaran DANA sebagai berikut:
a.
Faktor Budaya
��Budaya�
adalah kumpulan� nilai� dasar, persepsi,� keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh anggota masayarakat dan keluarga serta institusi penting lainnya�. Faktor budaya terdiri
atas budaya, subbudaya, dan kelas sosial. Subbudaya adalah kelompok masyarakat yang berbagai sistem nilai berdasarkan
pengalaman hidup dan situasi yang umum. Kelas� sosial� adalah� pembagian� yang�� relatif� permanen� dan berjenjang dalam masyarakat yang para anggotanya berbagi nilai minat
dan perilaku yang sama. Faktor budaya ini
mengarah pada perubahan sistem pembayaran yang awalnya dari tunai
menjadi non tunai. Pengguna yang menggunakan sistem pembayaran DANA ini lebih banyak
tertarik dikarenakan DANA merupakan applikasi pembayaran yang memberikan potongan harga, dan promosi yang besar. Minat pengguna applikasi DANA juga berdasarkan
pada sistem pembayaran yang
dianggap lebih praktis dan efisien.
Tabel 5 menjelaskan
bahwa nilai Durbin-Watson adalah
1,951. Nilai tersebut berada
diantara dU < DW <
4-dU (1,818 < 1,820 < 2,182). Hal ini menggambarakan
bahwa penelitian ini tidak terdapat gangguan autokorelasi.
1.
Uji Hipotesis
a.
Uji Koefisien Determinasi
Uji koefisien determinasi
(R2) mempunyai tujuan
untuk mengukur kemampuan model regresi ini dalam menjelaskan
variasi dari variabel independen.
Tabel 6 menunjukkan bahwa nilai R2 untuk persamaan regresi adalah 0,694 atau sebesar 69,4%. Hal ini
berarti bahwa kemampuan variabel Struktur Kepemilikan, Kompleksitas Perusahaan, dan Ukuran
Perusahaan mampu mempengaruhi variabel
Audit Fee sebesar 69,4%. Sedangkan sisanya sebesar
30,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
dimasukkan dalam penelitian ini seperti ukuran KAP, opini
audit, internal audit, dan lain sebagainya.
Uji F mempunyai tujuan
untuk mengetahui variabel independen terhadap variabel dependen secara bersama-sama dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel dari setiap
variabelnya. Apabila nilai probabilitas adalah dibawah 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Hasil pengujian ini adalah sebagai
berikut.
Tabel 7
Hasil Uji Simultan (Uji F)
|
ANOVAa |
||||||||
|
Model |
|
Sum of Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. |
||
|
1 |
Regression |
678.442 |
3 |
226.147 |
212.736 |
.000b |
||
|
|
Residual |
298.715 |
281 |
1.063 |
|
|
||
|
|
Total |
977.157 |
284 |
|
|
|
||
Sumber : Data Diolah dengan
SPSS Versi 25
Tabel 7 Menunjukkan
Bahwa F Hitung Adalah Sebesar 212,736 Dengan F Tabel 2,636 (Probabilityi 0,025) Yang Berarti F Hitung Lebih Besar Dari F Tabel (212,736 > 2,636). Nilai Signifikansi Adalah Sebesar 0,000 Yang Berarti Nilai Tersebut Kurang Dari 0,05 (0,000 < 0,05). Oleh Karena Itu Ha Diterima Dan H0
Ditolak. Hal Ini Menunjukkan Bahwa Variabel Dalam
Penelitian Ini Yaitu Struktur
Kepemilikan, Kompleksitas
Perusahaan, Dan Ukuran Perusahaan Secara Bersama-Sama Berpengaruh Signifikan Terhadap Audit Fee.
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel dependen terhadap variabel independen secara individual atau terpisah memiliki pengaruh yang signifikan dengan cara membandingkan nilai t hitung dengan t tabel pada masing-masing variabel. Apabila nilai probabilitas berada di bawah 0,05, maka Ha akan diterima serta H0 ditolak. Hasil pengujian ini adalah sebagai berikut.
Tabel 8
�Hasil Uji Parsial (Uji t)
|
Coefficienta |
||||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
|
|
||||
|
B |
Std. Error |
Beta |
T |
Sig. |
||||
|
1 |
(Constant) |
-.528 |
1.016 |
|
-.519 |
.604 |
||
|
|
FIRM |
.937 |
.311 |
.102 |
3.013 |
.003 |
||
|
|
KOMPLEKS |
.066 |
.016 |
.150 |
4.170 |
.000 |
||
|
|
LNASSET |
.738 |
.037 |
.750 |
21.252 |
.000 |
||
Sumber
: Data Diolah dengan
SPSS Versi 25
Dari hasil pengujian tabel diatas dijelaskan bahwa Variabel Struktur Kepemilikan memperlihatkan nilai t hitung 3,013 > t tabel 1,968
dan nilai signifikansi
0,003 < 0,05, sehingga dapat
disimpulkan bahwa Struktur Kepemilikan berpengaruh secara signifikan terhadap Audit Fee.
Variabel
Kompleksitas Perusahaan memperlihatkan
nilai t hitung 4,170 > t
tabel 1,968 dan nilai signifikansi 0, 000 < 0,05, sehingga
dapat disimpulkan bahwa Kompleksitas Perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap Audit Fee.
Variabel
Ukuran Perusahaan memperlihatkan
nilai t hitung 19,744 >
t tabel 1,968 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga
dapat disimpulkan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap Audit Fee.
1. Pengaruh Struktur
Kepemilikan Terhadap Audit
Fee
Hasil dari pengujian regresi secara parsial menunjukkan bahwa variabel struktur kepemilikan berpengaruh secara signifikan terhadap audit fee. Hal ini dibuktikan pada Tabel 8, yang menunjukkan nilai t hitung sebesar 3,013 > t tabel 1,968. Artinya H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga variabel struktur kepemilikan berpengaruh terhadap audit fee.
Nilai signifikansi dari hasil pengujian juga kurang dari 0,05, yaitu sebesar 0,003 atau lebih besar
dari tingkat signifikansi (0, 003 > 0,05) yang berarti
terdapat pengaruh yang signifikan. Hal tersebut berarti struktur kepemilikan perusahaan baik yang dimiliki oleh BUMN ataupun swasta memiliki pengaruh terhadap audit fee.
Adanya
pengaruh yang signifikan dari struktur kepemilikan
yang dimiliki oleh pemerintah
(BUMN) terhadap audit fee dikarenakan
perusahaan negara merupakan
perusahaan publik yang mengacu pada kepentingan rakyat untuk kesejahteraan
sosial (Nelson & Rusdi,
2015), oleh karena itu perusahaan pemerintah dituntut untuk bekerja lebih profesional
untuk mencapai kesejahteraan publik, hal inilah yang menyebabkan tingginya kebutuhan terhadap auditor eksternal yang memiliki reputasi tinggi. Sebagai contoh PT Semen Indonesia
(Persero) Tbk. yang merupakan
perusahaan BUMN, pada tahun
2018 memiliki logaritma
natural audit fee sebesar 26,30 yang merupakan audit fee terbesar pada
penelitian ini. PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk. menggunakan
jasa audit dari salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP) Big 4.
Hasil
penelitian ini sejalan dengan penelitian Sinaga & Rachmawati (2018) serta Nelson
& Rusdi (2015) yang menghasilkan
temuan bahwa struktur kepemilikan berpengaruh signifikan terhadap audit fee. Namun, hasil penelitian ini tidak sejalan
dengan penelitian Berlinna (2018) yang menunjukkan hasil bahwa struktur
kepemilikan tidak berpengaruh terhadap audit fee.
2.
Pengaruh Kompleksitas
Perusahaan Terhadap Audit Fee
Hasil dari pengujian regresi secara parsial menunjukkan bahwa variabel kompleksitas perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap audit fee Hal
ini dibuktikan pada Tabel 8 yang menunjukkan nilai t hitung sebesar 4,170 > t tabel 1,968.
Artinya H0 ditolak dan H2 diterima, sehingga variabel kompleksitas perusahaan berpengaruh terhadap audit fee. Nilai signifikansi
dari hasil pengujian juga kurang dari 0,05, yaitu sebesar 0,000 atau lebih kecil dari
tingkat signifikansi (0,000
< 0,05) yang berarti bahwa
terdapat pengaruh yang signifikan. Hal tersebut berarti banyak atau tidak anak
perusahaan yang merupakan ukuran kompleksitas perusahaan pada penelitian ini akan mempengaruhi
audit fee.
Adanya pengaruh yang signifikan dari kompleksitas terhadap audit fee disebabkan karena semakin banyak anak perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan maka akan membuat
transaksi perusahaan menjadi semakin rumit, karena perusahaan
harus membuat laporan keuangan konsolidasian, sehingga auditor membutuhkan upaya yang lebih besar. Hal ini akan membuat
audit fee perusahaan menjadi
lebih tinggi. Sebagai contoh pada tahun 2018, PT JAPFA Comfeed
Indonesia Tbk. memiliki 28 anak perusahaan yang merupakan anak perusahaan terbanyak pada penelitian ini. PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk. memiliki logaritma natural audit
fee sebesar 24,76 yang dapat
digolongkan cukup tinggi.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Yulianti, Agustin,
& Taqwa (2019) serta Yulio (2016) yang menunjukkan hasil bahwa kompleksitas
perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit fee. Namun, hasil penelitian
ini tidak sejalan dengan penelitian Rusmanto & Waworuntu (2015) serta Hassan
(2016) yang menghasilkan temuan
bahwa kompleksitas perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap audit fee.
3. Pengaruh Ukuran
Perusahaan Terhadap Audit Fee
Hasil dari pengujian regresi secara parsial menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap audit fee.
Hal ini dibuktikan pada Tabel 8 yang menunjukkan nilai t hitung sebesar 19,744 > t tabel
1,968. Artinya, H0 ditolak
dan H3 diterima, sehingga terdapat pengaruh positif antara variabel ukuran perusahaan dengan audit fee.
Nilai signifikansi dari hasil pengujian juga kurang dari 0,05, yaitu sebesar 0, atau lebih kecil
dari tingkat signifikansi (0,000 < 0,05) yang berarti
bahwa terdapat pengaruh yang signifikan. Hal tersebut berarti semakin tinggi ukuran perusahaan maka semakin tinggi
juga audit fee.
Adanya pengaruh yang signifikan dari ukuran perusahaan terhadap audit fee bisa disebabkan karena semakin besar ukuran
perusahaan maka akan membuat proses audit menjadi lebih rumit
karena semakin banyaknya asersi yang diperiksa oleh auditor eksternal,
sehingga membuat audit fee semakin besar. Sebagai contoh pada tahun 2018, PT Gudang Garam Tbk. memiliki logaritma natural total aset sebesar 31,87 yang merupakan total aset terbesar pada penelitian ini. PT Gudang Garam Tbk. memiliki logaritma audit fee sebesar 25,41 yang dapat digolongkan cukup tinggi.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Yulianti et al.,
(2019), Kikhia (2015), serta
Chandra (2015) yang menunjukkan hasil
bahwa ukuran perusahaan berpengaruh secara positif terhadap audit fee. Namun, hasil penelitian ini tidak sejalan
dengan penelitian Rahayu (2017) yang menghasilkan temuan bahwa ukuran
perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap audit fee.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data yang telah
diperoleh beserta pembahasannya tentang Pengaruh Struktur Kepemilikan, Kompleksitas
Perusahaan, dan Ukuran Perusahaan terhadap
Audit Fee, peneliti menarik
kesimpulan bahwa hasil pengujian hipotesis memperlihatkan bahwa struktur kepemilikan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap audit fee. Hasil ini
menunjukkan bahwa perusahaan BUMN memiliki audit
fee yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan swasta.
Hasil pengujian hipotesis memperlihatkan bahwa kompleksitas perusahaan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap audit fee. Hasil ini menunjukkan
bahwa perusahaan
yang mempunyai lebih banyak anak perusahaan
memiliki audit fee yang lebih
tinggi.
Hasil pengujian hipotesis memperlihatkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit fee.
Hasil ini menunjukkan bahwa semakin besar
ukuran perusahaan akan meningkatkan audit fee.
Hasil dari nilai R2 untuk
variabel dependen, yaitu audit fee adalah
0,694 atau 69,4%. Dengan demikian, kemampuan variabel independen yaitu struktur kepemilikan, kompleksitas perusahaan, dan ukuran perusahaan dalam menjelaskan variabel dependen adalah 69,4%. Sedangkan sisanya, sebesar 30,6% akan dijelaskan oleh variabel-variabel
lain di luar penelitian ini.
BIBLIOGRAFI
Berlinna, C. M. (2018).
Faktor-Faktori Yangi Mempengaruhii Penetapani Auditi Fees (Studii
Empirisi Perusahaani Manufakturi yangi Terdaftari dii Bursai Efek Indonesiai
Periodei 2014-2016).
Chandra, M. O. (2015).
Pengaruhi Goodi Corporatei Governance, Karakteristik Perusahaani dani
Ukurani KAPi terhadapi Feei Auditt Eksternal. Jurnall Akuntansi Bisnis,
XIII(26), 1174�194.
Hassan, K. N. Y. M.
(2016). Internationali Journali ofi Islamici and Middlei Eastern Financei
andi Management, 9(3).���
IAI. (2019). Standari
Akuntansii Keuangani Efektifi Peri 11 Januarii 2019. Jakarta: Dewani Standari
Ikatani Akuntansii Keuangani Ikatani Akuntani Indonesia.
Kikhia, H. Y. (2015). Determinantsi
ofi Auditi Fees: Evidencei fromi Jordan. Accountingi andi Financei
Research, 4(1), 42�53.
Nelson, S. P., &
Rusdi, N. F. M. (2015). Ownershipi structuresi influencei oni audit fee.
Journali ofi Accountingi ini Emergingi Economies, 5(4), 24.
Nurdjanti, F. A., & Pramesti, W. (2018). Pengaruhi Firmi Size,
Subsidiaries, dan Auditori Sizei terhadapi Auditi Fee. Journali
ofi Islamici Financei andi Accounting, 1(1), 15�28.
Rahayu, S. (2017).
Analisisi Pengaruhi Auditi Risk, Ukurani Perusahaani &i Internal Auditi
Terhadapi Feei Auditi Eksternal.
Rusmanto, T., &
Waworuntu, S. R. (2015). Factorsi Influencingi Auditi Feei in Indonesiani
Publiclyi Listedi Companiesi Applyingi GCG. Procedia-Social and
Behaviorali Sciences, 172, 63�67. Sekaran, U., & Bougie, R. (2016).
Researchi Methodsi fori Businessi (7th ed.).
Sinaga, E. A., &
Rachmawati, S. (2018). Besarani Feei Auditi padai Perusahaani yang
Terdaftari dii Bursai Efeki Indonesia. Mediai Riseti Akuntansi, Auditingi &
Informasi, 18(1), 19.
Undang-Undangq Nomork 5
Tahuns 2011 Tentangw Akuntan Publik. , (2011).
Yulianti, N., Agustin, H.,
& Taqwa, S. (2019). Pengaruhk Ukurani Perusahaan, Kompleksitass Audit,
Risiko Perusahaan, danw Ukurani KAP terhadapi Feei Audit . 1(1),
217�235.
Yulio, W. S. (2016).
Pengaruhf Konvergensif IFRS, Komitei Audit, dan Kompleksitasi Perusahaani
terhadapi Feei Audit. Jurnali Akuntansii Bisnis, XV(29), 1�10.
Pertiwi, T. K., & Pratama,
F. M. I. (2012). Pengaruh Kinerja Keuangan
Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan
Food And Beverage. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan,
14(2), 118�127.
Safitri, D. (2017). Faktor
Faktor Yang Mempengaruhi Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual (Studi Pada Skpd Pemerintah Kabupaten Bengkalis). Jurnal Akuntansi (Media Riset Akuntansi & Keuangan), 5(2),
174�189.