|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 1
No. 10, Desember �2020 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENGEMBANGAN
MODEL PERMAINAN VOLI TAKRAW (VOLTAK)
Salman Al Farisi, �Ahmad Alwi Nurudin dan Bachtiar
Universitas Muhammadiyah
Sukabumi, Indonesia
Email: [email protected],
[email protected], [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima Diterima dalam bentuk revisi Diterima dalam bentuk revisi |
Penelitian ini ialah pengembangan permainan voli takraw (voltak) yang bertujuna untuk mengatasi sarana dan prasarana serta memperkenalkan permainan sepak takraw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode
penelitian Research and Development (R&D) Menurut Borg and Gall. Subyek yang
digunakan dalam penelitian ini ialah peserta didik SMK Mutira Hikmah kelas X, XI dan XII yang berjumlah
36 orang. Untuk hasil dari penelitian ini yang di peroleh dalam persentase uji skala kecil dengan
nilai rata-rata 86.71 % dengan
kategori sangat layak dan untuk uji skala besar dengan
nilai rata-rata 97,00% dengan
kategori sangat layak. Sehingga kesimpulan dari hasil persentase yang di peroleh makan permainan ini layak untuk di gunakan |
|
Kata kunci: Pengembangan Model Permainan, Voli Takraw (Voltak). |
Pendahuluan
Permainan merupakan aktifitas gerak tubuh yang dilakukan dalam keadaan sadar
untuk tujuan bersenang-senang dalam mengisi waktu luang
yang dilakukan sendiri atau bersama-sama ditempat terbuka maupun tertutup tapi harus mengutamakan
keselamatan bagi pemain yang melakukan permainan. Permainan juga ada yang menggunakan media atau alat untuk
di gunakan, salah satu
media atau alat yang sering digunakan adalah bola kecil maupun bola besar.
Menurut (Syaleh,
2017) �permainan
bola voli merupakan permainan yang bersifat beregu permainan ini menekankan kerjasama tim serta
kekompakan dalam satu regu�. tertinggi dari bola tangan
memberikan ciri khas tersendiri pada bola tangan ini. Sedangkan menurut
(Saputro
& Supriyadi, 2017) �sepak
takraw merupakan sebuah permainan yang dilakukan di atas lapangan� berbentuk persegi panjang�.
Di Kabupaten Sukabumi tepatnya di Kecamatan Ciemas kedua permainan
ini cukup berbeda jauh dalam
popularitas, baik di lingkungan institusi pendidikan maupun di masyarakat umum. Disetiap sekolah
ada kegiatan pembelajaran penjas yang selalu menjadi salah satu kegiatan pembelajaran
yang digemari oleh peserta didik. Peserta didik sering melakukan
permainan bola voli ketika sedang berlangsungnya
pembelajaran penjas karena sarana dan prasarana untuk salah satu permainan yaitu bola voli sangat cukup baik.
Berdasarkan observasi awal
disalah satu sekolah di Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi yang siswanya sangat antusias terhadap pembelajaran penjas yaitu Sekolah
Menengah Kejuruan Mutiara
Hikmah,, ketika diberi pertanyaan kepada beberapa siswa dari kelas X, XI dan XII tentang bembelajaran penjas yang digemari, mereka menjawab salah satu pembelajaran penjas yang di gemari yaitu permainan bola voli dan siswa mampu menguasai teknik dasar bola voli dan ketika
di berikan pertanyaan tentang bembelajaran penjas yang tidak dilakukan, mereka menjawab salah satunya yaitu sepak takraw, siswa hanya pernah
mendengar dan melihat bolanya saja karna
sarana dan prasarananya kurang memadai sebab itu mereka
tidak tahu bagaimana teknik- teknik dasar yang dimainkan dalam permainan sepak takraw.
Dalam mempublikasikan permainan
sepak takraw pada lingkungan
sekolah dan untuk mengatasi sarana dan prasarana yang digunakan dalam permainan sepak takraw, maka modifikasi permaian dilakukan agar mudah untuk memperkenalkan sepak taktraw. Modifikasi yaitu suatu perubahan dan disesuaikan dengan sarana dan perasarana yang disediakan di sekolah agar bertujuan untuk menampilkan sesuatu yang baru agar siswa tertarik untuk mengikuti pembelajaran.
Untuk memodifikasi permainan
sepak takraw dapat melakukan penggabungan dengan permainan bolavoli, agar siswa bisa memahami tentang
permainan sepak takraw dan teknik yang digunakan dalam sepak takraw. Permainan ini juga mengunakan net bola voli dan serta ukuran lapangan
juga menggunakan lapangan
bola voli, untuk bertujuan agar permainan mudah dilakukan dan permainan modifikasi ini juga akan disosialisasikan
agar siswa di sekolah lebih mengetahui bagimana teknik dasar yang digunakan dalam modifikasi permainan ini , sehingga permainan tersebut dapat menjadi alternatif tidak hanya dalam
pembelajaran maupun ekstrakulikuler di sekolah, permainan ini juga bisa di maikan ketika berekreasi diluar sekolah.
Berdasarkan uraian penjelasan
diatas peneliti tertarik untuk menggabungkan dua macam permaian tersebut yaitu permainan bola voli dan sepak takraw atau sepak raga dengan judul pengembangan model permainan voli takraw (voltak) untuk siswa
kelas X, XI dan XII dalam
pembelajaran penjas di Sekolah Menengah Kejuruan Mutiara Hikmah. Dengan adanya gabungan dua unsur permainan ini diharapkan
dapat berkembang dan menambah permainan baru yang bisa dimainkan bukan hanya siswa tapi
bisa di maikan
oleh masyarakat umum.
Metode Penelitian
�� Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan, metode penelitian
dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya
research and development adalah metode penelitian
yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji komparasi keefektifan produk tersebut (D. Sugiyono, 2010).
Menurut Borg dan Gall (dalam (Emzir
& Pd, 2012) menggunakan
cara-cara sebagai berikut: 1. Penelitian dan pengumpulan
informasi, 2. Perencan, 3. Perencan, 4. Uji Lapangan
Awal, 5. Uji Lapangan Oprasional, 6. Revisi Produk
Oprasional, 7. Uji Lapangan Umum, 8. Revisi� Produk, 9. Revisi Produk
Akhir, 10. Desiminasi dan Implamentas.
Untuk tempat penelitian ini dilaksanakan
di lapang sekolah SMK
Mutiara Hikmah Kabupaten Sukabumi. Di Jalan Tamanjaya
Rt 01/Rw 01. Dengan tiga
orang untuk validasi para ahli, 12 peserta didik unruk uji skala besa dan 24
peserta didik untuk uji skala besar. Teknik yang digunakan oleh peneliti dalam mengambil sampel ialah
menggunakan teknik snowball sampling karena
penelitian ini menggunakan ujicoba� dalam
skala kecil dan skala besar.
Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah lembar
validasi produk, lembar penilaian praktisi, dan pencatatan
lapangan.
Analisis data peneliti menggunakan teknik persentas, untuk perhitungan yang dilaksanakan dengan hasil seluruh aspek
nilai skor� yang sudah diperoleh dari para pakar permaianan lalu rumus yang digunakan untuk menghitun ialah menurut (P. D. Sugiyono, 2016):
![]()
Keterangan :
N������ : Persentase aspek
K������ : Skor yang dicapai
Nk���� : Skor maksimal
Berdasarkan rumus di atas,
maka
kriteria yang digunakan adalah
sebagai berikut:
a. Sangat layak = 81,25% < N ≤100%
b. Layak���������� =
61,50% < N ≤81,25%
c. Cukup layak = 41,75% ≤ N < 60,50%
d. Tidak layak� � = N≤40,75
Hasil dan Pembahasan
A.
Deskripsi
Informan
Permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam lingkungan sekolah terutama dengan kegiatan pembelajaran penjas serta bentuk
pemecahan dari permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan
analisis kebutuhan. Dari masalah yang terjadi dalam sarana dan prasarana maka peneliti mengambil langkah dalam mengembangkan
model permainan voli takraw
(voltak).
B.
Deskripsi
Hasil Penelitian
1. Deskripsi data validasi ahli
2.
Tabel 1. Pedoman Aspek yang dinilai
|
No |
Aspek yang dinilai |
|
1 |
Kesesuaian dengan kompetensi dasar |
|
2 |
Kejelasan Bentuk Permainan |
|
3 |
Ketepatan memilih bentuk/model permainan bagi siswa |
|
4 |
Keseuaian alat dan fasilitas yang digunakan dalam permainan |
|
5 |
Kesesuaian bentuk/model permainan |
|
6 |
Kesesuaian bentuk/model permainan dengan karakteristik siswa |
|
7 |
Mendorong perkembangan aspek kognitif siswa SMA |
|
8 |
Mendorong perkembangan aspek psikomotorik siswa SMA |
|
9 |
Mendorong aspek perkembangan afektif siswa SMA |
|
10 |
Dapat dimainkan siswa yang terampil maupun tidak terampil |
|
11 |
Dapat dimainkan anak laki-laki dan perempuan |
|
12 |
Aman untuk
dimainkan dalam pembelajaran penjas |
Hasil penilai model permainan yang telah divalidasi oleh para ahli selanjutnya model permainan ini di revisi lalu di uji cobakan
dalam sekala kecil selanjutnya.
3. Deskripsi data uji coba kala
kecil dan skala besar.
Tabel 2. Pedoman �aspek yang dinilai
|
No |
Pertanyaan |
|
1 |
Kejelasan bentuk permainan |
|
2 |
Permainan voltak dapat menambah pengetahuan tentang permainan sepak takraw |
|
3 |
Ketepatan memilih bentuk/model permainan bagi siswa SMA |
|
4 |
Kesesuaian alat dan fasilitas yang digunakan dalam permainan |
|
5 |
Tugas gerak dapat
dipahami oleh siswa SMA. |
|
6 |
Permainan voltak dapat dimainkan oleh siswa terampil maupun tidak terampil |
|
7 |
Permainan voltak dapat dimainkan oleh siswa
laki-laki dan perempuan |
|
8 |
Aman untuk
dimainkan dalam permainan penjas. |
Setelah melakukan uji coba skala kecil lalu model permaian ini di revisi
setelah direvisi terus model permaiann ini di ujicoba kembali dalam sekala
besar dan di revisi lagi sebelum model permainan ini di produksi.
Kesimpulan
Hasil akhir setelah melakukan kegiatan penelitian pengembangan model permainan voli takraw (voltak)� di SMK Mutiara Hikma, maka hasil
rata- rata analisis data evaluasi
dari seluruh ahli mendapat persentase
78,47%. Berdasarkan kriteria
yang sudah ditentukan maka produk model permainan voli takraw (voltak) telah memenuhi
kriteria �Layak� serta layak untuk
digunakan dalam uji skala kecil. Serta hasil
komparasi keefektifan kuesioner yang diisi oleh peserta didik SMK Mutiara Hikmah kelas X mendapat rata-rata persentase sebesar 86,71% dengan kriteria �Sangat Layak�. Lalu hasil komparasi
keefektifan kuesioner yang diisi oleh peserta siswa SMK Mutiara Hikmah kelas XI
dan XII rata-rata persentase sebesar 97,00% dengan kriteria
�Sangat Layak�.
BIBLIOGRAFI
Emzir,
M., & Pd, M. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis data. Jakarta:
Raja Grafindo.
Gasperz,
V. (1997). Manajemen Bisnis Total. PT. Gramedia Jakarta.
Nasution,
L. (2020). Hak Kesehatan Masyarakat dan Hak Permintaan Pertanggungjawaban
Terhadap Lambannya Penanganan Pandemi Global. Jurnal Adalah : Buletin
Hukum Dan Keadilan, 4, 19�28.
Saputro,
D. B., & Supriyadi, S. (2017). Pengembangan Variasi Latihan Sepak Sila
Sepak Takraw Untuk Tingkat Pemula. Indonesia Performance Journal, 1(2),
112�118.
Schenkel,
K., Williams, C. J., Eckmanns, T., Poggensee, G., Benzler, J., Josephsen, J.,
& Krause, G. (2006). Enhanced surveillance of infectious diseases: the
2006 FIFA World Cup experience, Germany.
Sugiyono,
D. (2010). Metode penelitian kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono,
P. D. (2016). Metode Penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D.
ALFABETA, CV.
Sulistiowati,
E. (2010). Peningkatan Motivasi Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui
Metode Scramble Pada Pokok Bahasan Bilangan Bulat (PTK Pembelajaran Matematika
Siswa Kelas VII di SMP Negeri 2 Kudus).
Universitas
Muhammadiyah Surakarta.
Sutrisno,
V. L. P., & Siswanto, B. T. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil
belajar siswa pada pembelajaran praktik kelistrikan otomotif SMK di Kota
Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Vokasi, 6(1), 111�120.
Syaleh,
M. (2017). UPAYA Meningkatkan Hasil Belajar Servis Atas Bola Voli Melalui Media
Pembelajaran Lempar Pukul Bola Kertas Pada Siswa Kelas Vii Smp. Jurnal
Prestasi, 1(1).
�����������������