Jurnal Syntax Transformation

Vol. 2 No. 2, Februari �2021

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

ANALISA PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN PRODUKSI DALAM UMKM ���������

Feliks Rendra Setiawan, R. M. Dirgantoro Ario K, Erlinda Novianty dan Shelly Priscilia

Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Jakarta, Indonesia����

Email: [email protected][email protected][email protected] dan� [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRACT

Diterima: 5 Februari 2021

Diterima dalam bentuk revisi: 15 Februari 2021

Diterima dalam bentuk revisi: 23 Februari 2021

UMKM martabak bangka special 21 has been around for about 20 years and of course the owner is already experienced independently in preparing the ingredients needed in martabak processing, but problems start to arise when the owner starts to open a new branch shop, because it is needed a good management system to increase production efficiency. The purpose of this study is to determine the number of requests, the amount of material requirements and determine the method for preparing production materials. Production material requirements planning using lot sizing technique is one step in determining the number of production material orders. The three lot sizing techniques used are least unit cost, least total cost and lot for lot. Of the three techniques, we will find out which technique is the most efficient, by using martabak sales data from february 2019 to january 2020, the results of the february 2020 demand forecast are 2,400 martabak pans. Of the three lot sizing techniques used, the least total cost method is found to be the most efficient method because it produces the least inventory costs for martabak production materials compared to other lot sizing methods.

 

ABSTRAK

UMKM martabak bangka special 21 telah berdiri kurang lebih 20 tahun dan tentunya sang pemilik sudah berpengalaman secara autodidak dalam mempersiapkan bahan bahan yang di butuhkan dalam pengolahan martabak, akan tetapi masalah mulai timbul di saat sang pemilik mulai membuka toko toko cabang baru, olehkarna itu di butuhkan sebuah system manajemen yang baik untuk meningkatkan efisiensi produksi, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah permintaan, jumlah kebutuhan bahan dan menentukan metode yang untuk mempersiapkan bahan produksi. Perencanaan kebutuhan bahan produksi dengan menggunakan teknik lot sizing merupakan salah satu langkah dalam menentukan jumlah pemesanan bahan produksi. Tiga teknik lot sizing yang di gunakan adalah least unit cost, least total cost dan lot for lot. Dari tiga teknik tersebut kita akan mengetahui teknik mana ytang paling efisien, dengan menggunakan data penjualan martabak bulan februari 2019 sampai januari 2020 di dapatkan hasil peramalan permintaan bulan februari 2020 sebanyak 2.400 loyang martabak. Dari tiga teknik lot sizing yang di gunakan di dapati metode least total cost sebagai metode paling efisien karena menghasilkan biaya persediaan bahan produksi martabak paling sedikit dibandingkan dengan metode lot sizing yang lainya.

Keywords:

Management; Production; martabak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kata kunci:

Manajemen; produksi; martabak

 

 



Pendahuluan

Pada zaman yang mengalami perubahan sangat cepat seperti sekarang, perusahaan dituntut untuk memperluas pengetahuan, melakukan inovasi yang baik, dan belajar untuk berkompetisi dengan cara yang baru (Kurniawan et al., 2018).

Perusahaan memiliki atau menjalankan manajemen yang berbeda bergantung pada cara pimpinan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Manajemen yang dijalankan oleh sebuah perusahan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada perusahaan (Zanah & Sulakasana, 2016).

Di harapkan dengan adanya manajemen produksi di dalam sebuah perusahaan, memungkinkan perusahaan tersebut mengontrol fluktuasi permintaan yang ekstrim dan mengontrol jumlah persedian (Fauzan W, 2014).

Perencanaan produksi yang tidak tepat dapat mengakibat kekurangan atau berlebihnya jumlah persediaan bahan produski, yang akhirnya menyebabkan bertambahnya biaya penyimpanan atau biaya persiapan bahan produksi (Badar, 2017). Dengan manajemen produksi yang baik maka kelebihan bahan yang mengakibatkan penambahan biaya �ataupun kekurangan bahan yang mengakibatkan hilangnya potensi penjualan dapat di hindari (Rahmani, 2019).

�Kelancaran proses Produksi dapat menjamin tersedianya produk untuk di antarkan kepada konsumen secara tepat waktu. Ketepatan waktu akan mengakibatkan timbulnya loyalitas konsumen sehingga dapat meningkatkan daya saing perusahaan terhadap pesaingnya. Metode ini terbukti efektif jika di bandingkan dengan metode lain karena bisa menurunkan cost yang tidak di perlukan (Jono & Mindhayani, 2020).

Terdapat banyak kendala yang timbul, terutama yang berkaitan dengan bahan produksi dan semua itu dapat di atasi dengan melakukan manajemen produksi yang baik melalui peramalan kebutuhan setiap bahan produksi serta penggunaan Teknik penghitungan dengan teknik lot sizing, sehingga di dapati teknik yang sesuai untuk perusahaan (Julyanthry et al., 2020)

 

Metode Penelitian

Berikut ini adalah metode penelitian yang di �penelitian ini berdasarkan UMKM toko martabak bangka special 21 yg berpusat di way halim, bandar lampung

Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah: data penjualan martabak satu tahun sebelumnya data kebutuhan bahan baku pada produk martabak meses (Pricilia et al., 2014) antara lain:

a.    Tepung terigu

b.    Telur

c.    Mentega

d.    Pengembang

e.    Gula

f.     Meses Coklat

g.    Susu Bubuk

Teknik Pengumpulan data yang di gunakan� dalam proses penelitian tersebut adalah dengan melakukan wawancara dengan pemilik perusahaan (Naibaho, 2013) Berikut merupakan data yang di butuhkan:

1.         Data Permintaan dari Februari 2019 sampai Januari 2020

2.         Data kebutuhan bahan produksi Martabak Meses coklat

3.         Data biaya persiapan bahan produksi yang terdiri dari:

a.     Biaya Pesan

b.    Biaya simpan

c.     Harga Bahan Produksi

Data yang telah di siapkan dilakukan pengolahan data dengan cara:

1.    Menghitung peramalan bulan februari 2020 dengan menggunakan metode moving average.

2.    Menghitung jumlah kebutuhan bahan produksi untuk bulan berikutnya berdasarkan hasil peramalan.

3.    Menghitung total biaya pengadaan bahan produksi menggunakan metode lot sizing untuk mengetahui metode yang paling efisien. Berikut merupakan metode lot sizing yang di gunakan:

a.    Teknik least unit cost, teknik ini merupakan konsep pemesanan dengan ongkos unit terkecil, yang di peroleh dari penjumlahan antara ongkos pesan dan ongkos simpan per unit (Wohos et al., 2014).

b.    Teknik least total cost, teknik ini menggunakan konsep memilih ongkos total minimum, yang diperoleh dari penggabungan ongkos simpan yang mendekati ongkos pesan (Jono & Mindhayani, 2020).

c.    Teknik lot for lot, teknik ini mempunyai persamaan yaitu jumlah yang dipesan sama dengan jumlah yang di butuhkan (Lois et al., 2017).

Berikut diagram langkah langkah alir penelitian yang di lakukan:

Diagram Alir penelitian

Hasil dan Pembahasan

1.    Data Kebutuhan Bahan Produksi

Data kebutuhan bahan produksi yang digunakan pada penelitian ini� meliputi, bahan produksi tepung terigu, susu bubuk, mentega, gula pasir, telur, pengembang, dan meses coklat. Data kebutuhan bahan produksi untuk 1 loyang martabak meses coklat dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1

Kebutuhan Bahan Baku Untuk 1 Loyang Martabak Meses

Bahan

Kebutuhan per 1 buah roti (gr)

Tepung Terigu��

125

Pengembang

1,5

Mentega

15

Gula Pasir

30

Telur Ayam

40/1butir

Meses Coklat

15

Susu Bubuk

15

 

2.    Data Aktual Biaya Simpan dan Biaya Pesan di Perusahaan

Berikut merupakan data aktual frekuensi pemesanan kebutuhan bahan produksi martabak messes:

Tabel 2

Data Rincian Biaya Penyimpanan Per Item

Item

Biaya Penyimpanan Per item (Rp)

Tepung Terigu��

4.285

Susu Bubuk

4.285

Pengembang

4.285

Mentega

4.285

Gula Pasir

4.285

Telur Ayam

4.285

Meses Coklat

4.285

Total

29.995

 

 

 

 

 

 

Tabel 3

Data Biaya Pemesanan Kebutuhan Bahan Produksi

Item

BiayaTelefone

(Rp)

Biaya Kirim

(Rp)

Biaya Pesan

(Rp)

Jumlah pemesanan perbulan

Total Persiapan

Bahan Produksi (Rp)

Tepung Terigu

1.050

15.000

16.050

6

96.300

Susu Bubuk

1.050

5.000

6.050

3

18.150

Pengembang

1.050

15.000

16.050

4

64.200

Mentega

1.050

15.000

16.050

4

64.200

Gula Pasir

1.050

5000

6.050

3

18.150

Telur Ayam

1.050

2000

3.050

3

9.150

Meses Coklat

1.050

2000

3.050

2

6.100

 

 

 

 

Total

276.250

 

Tabel 4

Data Biaya Total Kebutuhan Bahan Produksi

Item

Biaya Penyimpanan (Rp)

Total Biaya Pengadaan Bahan Produksi (Rp)

Total Keseluruhan

Biaya (Rp)

Tepung Terigu

4.285

96.300

100.585

Susu Bubuk

4.285

18.150

22.435

Pengembang

4.285

64.200

68.485

Mentega

4.285

64.200

68.485

Gula Pasir

4.285

18.150

22.435

Telur Ayam

4.285

9.150

13.435

Meses Coklat

4.285

6.100

10.385

 

 

Total

306.245

 

3.    Data Peramalan Permintaan Bahan Produksi

Penentuan peramalan bulan Februari 2020 sebanyak 2.400 loyang martabak meses coklat dilakukan dengan menggunakan metode moving average. Data yang digunakan adalah data kebutuhan bahan baku meliputi tepung terigu, susu bubuk, pengembang, mentega, gula pasir, telur, dan meses coklat. Berikut merupakan tabel persediaan kebutuhan bahan baku per januari 2020 dan data peramalan kebutuhan bahan produksi bulan februari 2020: dengan menggunakan rumus metode peramalan moving average yaitu: single moving average. Metode single moving average merupakan metode peramalan yang dilakukan pada data masa lalu untuk satu periode yang telah memiliki pola rata-rata. Berikut merupakan rumus fungsi peramalan:

����� Y � t+1 =

 

���� Keterangan:

���� Tn� : Data pada periode n

���� n���� : Jumlah deret waktu yang digunakan

���� Y`t + 1 : Nilai peramalan periode t+1

 

Tabel 5

Data Persediaan Kebutuhan Bahan Produksi Per Januari 2020

Item

Persediaan

Satuan Kg

Total Persediaan

Tepung Terigu

20 sak

25 Kg

500 Kg

Susu Bubuk

2 sak

25 Kg

50 Kg

Pengembang

2 Kardus

5 Kg

10 Kg

Mentega

2Karton

15 Kg

45 Kg

Gula Pasir

4 Sak

25 Kg

100 Kg

Telur Ayam

1.5 Peti

15 Kg

22.5 Kg

Meses Coklat

1 Karton

15 Kg

15 Kg

 

 

Total

742.5 Kg

 

Berdasarkan Tabel 5. persediaan diperoleh dari data persediaan perbulan Januari 2020.

Tabel 6

Data Peramalan Kebutuhan Bahan Produksi Bulan Februari 2020

Item

Kebutuhan per 1 Loyang Martabak

(Gram) (a)

Peramalan Permintaan Bulan Februari 2020 (b)

Kebutuhan Bulan Februari 2020 (Gram)

(a x b)

Kebutuhan Bulan Februari 2020 Dalam Kg

Tepung Terigu

125

2.400

300.000

300

Susu Bubuk

15

2.400

36.000

36

Pengembang

1,5

2.400

3.600

3.6

Mentega

15

2.400

36.000

36

Gula Pasir

30

2.400

72.000

72

Telur Ayam

40/butir

2.400

96.000

96

Meses Coklat

15

2.400

36.000

36

 

 

Total

579.600

579.6

 

4.    Biaya Pemesanan dan Biaya Penyimpanan

1.    Pemesanan melalui telepon rata-rata memakan waktu 3 menit. Biaya telepon memiliki tarif sebesar Rp. 350,- per menit. Berikut merupakan tabel data biaya pemesanan:

 

Tabel 7

Data Biaya Setup

Item

Biaya Telepon (Rp)

Biaya Pengiriman (Rp)

Biaya Setup (Rp)

Tepung Terigu

1.050

15.000

16.050

Susu Bubuk

1.050

5.000

6.050

Pengembang

1.050

15.000

16.050

Mentega

1.050

15.000

16.050

Gula Pasir

1.050

2.000

3.050

Telur Ayam

1.050

2.000

3.050

Meses Coklat

1.050

5.000

6.050

Total

7.350

59.000

66.350

 

2.    Biaya penyimpanan hanya menitik beratkan pada biaya penerangan yang berupa listrik di gudang di gunakan 24 jam (Christiana, 2011). Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk penerangan gudang yang luasnya 39 m2 adalah sebesar Rp. 30.000,- per bulan. Berikut merupakan tabel data penyimpanan:

 

Tabel 8

Data Biaya Penyimpanan

Item

Jumlah Persediaan Per Bulan (Kg)

(a)

Biaya Penyimpanan Per Bulan (RP)

Biaya Penyimpanan Per Bulan Per Unit (Rp)

(b di bagi a)

Tepung Terigu

500 Kg

4.285

8.57

Susu Bubuk

50 Kg

4.285

85.7

Pengembang

10 Kg

4.285

428.5

Mentega

45 Kg

4.285

95.22

Gula Pasir

100 Kg

4.285

42.85

Telur Ayam

22.5 Kg

4.285

190.44

Meses Coklat

15 Kg

4.285

285.66

Total

 

29.995

1.136,94

 

5.    Perhitungan Biaya Menggunakan Teknik Lot Sizing

Perhitungan biaya dengan berbagai teknik dilakukan dengan menjumlahkan total biaya pesan dengan total biaya penyimpanan (Mayasari & Supriyanto, 2016). Berikut merupakan tabel perhitungan biaya kebutuhan bahan produksi tepung terigu, susu bubuk, pengembang, mentega, gula pasir, telur ayam, dan meses coklat dengan berbagai macam teknik lot size:

 

 

 

Tabel 9

Data Perhitungan Biaya Menggunakan Teknik Lot Size Metode Least Unit Cost

Item

Biaya Pesan

(Rp) (a)

Banyak Pemesanan (b)

Total biaya pesan (Rp) (c) = a x b

Biaya simpan (Rp) (d)

Total Persediaan (e)

Total Biaya simpan (Rp) (f) = d x e

Tepung Terigu

16.050

11

176.550

8.57

138

1.182,66

Susu Bubuk

6.050

11

66.550

85.7

15

1.285,5

Pengembang

16.050

11

176.550

428.5

1.67

715,59

Mentega

16.050

11

176.550

95.22

210

19.996,2

Gula Pasir

3.050

11

33.550

42.85

44

1.885,4

Telur Ayam

3.050

11

33.550

190.44

10

1.904,4

Meses Coklat

6.050

11

66.550

285.66

0.042

11,99

 

 

 

 

Total

418,71

26.981,74

 

Tabel 10

�Perhitungan Biaya Menggunakan Teknik Lot Size Metode Least Total Cost

Item

Biaya Pesan

(Rp) (a)

Banyak Pemesanan (b)

Total biaya pesan (Rp) (c) = a x b

Biaya simpan (Rp) (d)

Total Persediaan (e)

Total Biaya simpan (Rp) (f) = d x e

Tepung Terigu

16.050

1

16.050

8.57

3036

26.018,52

Susu Bubuk

6.050

1

6.050

85.7

327,4

28.058,18

Pengembang

16.050

1

16.050

428.5

36,39

15.593,11

Mentega

16.050

1

16.050

95.22

4.594

437.440,68

Gula Pasir

3.050

1

3.050

42.85

972

41.650,2

Telur Ayam

3.050

1

3.050

190.44

218

41.515,92

Meses Coklat

6.050

1

6.050

285.66

1

285,66

 

 

 

 

Total

9.184,79

590.562,27

 

Tabel 11

Perhitungan Biaya Menggunakan Teknik Lot Size Metode Lot For Lot

Item

Biaya Pesan

(Rp) (a)

Banyak Pemesanan (b)

Total biaya pesan (Rp) (c) = a x b

Biaya simpan (Rp) (d)

Total Persediaan (e)

Total Biaya simpan (Rp) (f) = d x e

Tepung Terigu

16.050

22

353.100

8.57

0

0

Susu Bubuk

6.050

22

133.100

85.7

0

0

Pengembang

16.050

22

353.100

428.5

0

0

Mentega

16.050

22

353.100

95.22

0

0

Gula Pasir

3.050

22

67.100

42.85

0

0

Telur Ayam

3.050

22

67.100

190.44

0

0

Meses Coklat

6.050

22

133.100

285.66

0

0

 

 

 

 

Total

0

0

���

Dari tabel tampak bahwa melalui perhitungan, total biaya simpan dan total persediaan dengan ketiga metode diatas memberikan perbedaan yang sangat signifikan jika dibandingkan. Untuk total persediaan yang terbaik adalah dengan metode least total cost begitu juga untuk total biaya simpan, dengan total biaya simpan RP.241.113 dan total persediannya adalah 9.185 sedangkan untuk total persediaan yang terjelek adalah dengan metode lot for lot begitu pula untuk total persediaan.

 

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai� berikut: 1) Berdasarkan hasil dari peramalan permintaan martabak meses coklat pada bulan februari 2020 sebesar 2.400 loyang. 2) Berdasarkan hasil dari peramalan kebutuhan setiap bahan produksi martabak meses setiap bulan adalah tepung terigu 300 kg, susu bubuk 36 kg, pengembang 3,6 kg, mentega 36 kg, gula pasir 72 kg, telur ayam 96 kg, dan meses coklat 36 kg. 3) Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode lot sizing maka metode least total cost (LTC) dipilih karena menghasilkan biaya persediaan bahan baku produk roti moka paling efisien.

 

BIBLIOGRAFI

 

Badar, E. (2017). Reduksi Pemborosan Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing Pada Proses Produksi Sigaret Kretek Tangan (Studi Kasus PR. Trubus Alami Malang). Universitas Brawijaya.

 

Christiana, A. D. (2011). Prosedur Pengadaan dan Penyimpanan Beras pada Gudang Bulog 309 Duyungan Sragen.

 

Fauzan W, A. (2014). Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Pada Pt. L�essential Cosmeceutical Innovation. Universitas Widyatama.

 

Jono, J., & Mindhayani, I. (2020). Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Pada Produksi Roti Varian Moka Studi kasus di CV. Roti bangkit. Jurnal Rekayasa Industri (JRI), 2(2), 78�85.

 

Julyanthry, J., Siagian, V., Asmeati, A., Hasibuan, A., Simanullang, R., Pandarangga, A. P., Purba, S., Purba, B., Pintauli, R. F., & Rahmadana, M. F. (2020). Manajemen Produksi dan Operasi. Yayasan Kita Menulis.

 

Kurniawan, T., Sofyani, H., & Rahmawati, E. (2018). Pengungkapan Sustainability Report dan Nilai Perusahan: Studi Empiris di Indonesia dan Singapura. Kompartemen: Jurnal Ilmiah Akuntansi, 16(1).

 

Lois, C., Rowena, J., & Tannady, H. (2017). Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Benang dengan Lot Sizing Economic Order Quantity. Journal of Industrial Engineering and Management Systems, 10(2).

 

Mayasari, D., & Supriyanto, S. (2016). Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode EOQ (Economic Order Quantity) pada PT. Suryamas Lestari Prima. Jurnal Bis-A: Jurnal Bisnis Administrasi, 5(1), 26�32.

 

Naibaho, A. T. (2013). Analisis Pengendalian Internal Persediaan Bahan Baku Terhadap Efektifitas Pengelolaan Persediaan Bahan Baku. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 1(3).

 

Pricilia, P., Sondakh, J. J., & Poputra, A. T. (2014). Penentuan Harga Pokok Produksi Dalam Menetapkan Harga Jual Pada UD. Martabak Mas Narto di Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 2(2).

 

Rahmani, A. (2019). Analisis Pengendalian Bahan Baku Baja (Wire Rod) Terhadap Kelancaran Produksi Pada Perusahaan Manufaktur (Studi Kasus Pada Pt Medan Mesindo�Kim Ii). Universitas Dharmawangsa.

 

Wohos, I. P., Mandagi, R. J. M., & Walangitan, D. R. O. (2014). Pengendalian material proyek dengan metode material requirement planning pada pembangunan star square manado. TEKNO, 12(61).

 

Zanah, R. F. M., & Sulakasana, J. (2016). Pengaruh Fungsi Manajemen Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan. Agrivet: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner), 4(2).