|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 2, Februari �2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
Helsy Elselia
Guru SMPN 2 Tanjungsari
Sumedang��
Email: [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima : 12 Januari 2021 Diterima dalam bentuk revisi: 3 Februari
2021 Diterima dalam bentuk revisi: 20 Februari 2021 |
In curriculum 2013,
students are expected to be able to analyze the relationship of tissue
structures and functions that make up plant organs. The skill of analyzing
the relationship of structures and functions is initiated by the observation
process. In this PTK, students are asked to predict teacher demonstrations,
then observation of plant structures using image media and transverse
incisions observed through a microscope. The observations were analyzed so
that students could explain the relationship of plant tissue structure and
function. This student learning activity uses P.O.E strategy (Predict,
Observe, Explain). In this concept, learning activities are carried out with
2 cycles of PTK, where the first cycle learns the structure of the network
and its functions and the second cycle learns the function of the transport
network. Based on the observations of learning, students are very active in
following the learning, they interact very intensely with their friends and
teachers to help the observation process. Based on the results of value
processing, it is known that there is an increase in students' understanding
of the concept of plant tissue structure and function. This is followed by
cycle N-gain 1 of 0.48 and N-gain cycle 2 of 0.61, both of which are in the
moderate category. ABSTRAK Pada Kurikulum 2013, siswa
diharapkan mampu menganalisis hubungan struktur dan fungsi jaringan yang
menyusun organ tumbuhan. Keterampilan menganalisis hubungan struktur dan
fungsi ini diawali oleh adanya proses observasi. Pada PTK ini, siswa diminta untuk
memprediksi demonstrasi guru, lalu dilakukan observasi struktur tumbuhan
menggunakan media gambar dan sayatan melintang yang diamati melalui
mikroskop. Hasil observasi dianalisis agar siswa dapat menjelaskan hubungan
struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Aktifitas� belajar siswa ini menggunakan
strategi P.O.E (Predict, Observe, Explain). Pada konsep ini dilakukan
kegiatan belajar dengan 2 siklus PTK, dimana siklus pertama mempelajari
struktur jaringan dan fungsinya dan siklus kedua mempelajari fungsi jaringan
pengangkut. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran, siswa sangat aktif
mengikuti pembelajaran, mereka sangat intens berinteraksi dengan temannya dan
guru untuk membantu proses observasi. Berdasarkan hasil pengolahan nilai,
diketahui terjadi peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep struktur dan
fungsi jaringan tumbuhan. Hal ini dirtandai oleh N-gain siklus 1 sebesar 0,48
dan N-gain siklus 2 sebesar�
0,61, yang keduanya berada pada kategori sedang. |
|
Keywords: P.O.E Strategy; Structure
and Function of Plant Tissues; Understanding Concepts Kata kunci: Strategi P.O.E;
Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan; Pemahaman Konsep |
Pendahuluan
Sains bukan
hanya kumpulan ilmu pengetahuan tetapi juga merupakan metode ilmiah dan sikap
ilmiah. Demikian pula untuk memahami konsep�
Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan. Konsep ini� merupakan konsep yang abstrak, tetapi
tidaklah sulit untuk membuatnya menjadi kongkrit. Jaringan tumbuhan dapat
dilihat dengan cara membuat sayatan dan diamati di bawah mikroskop atau melalui
gambar baik yang biasa berupa charta maupun berupa gambar yang ditayangkan
melalui LCD (N. Y.
Rustaman, 2011).
Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
pada hakekatnya adalah produk, proses, sikap dan teknologi. Oleh karena itu,
sebagai bagian dari proses pendidikan nasional, pembelajaran IPA sebaiknya
dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) agar dapat menumbuhkan
kemampuan berpikir (Fauziah,
2011).
Berdasarkan hasil
analisis hasil ulangan di tahun sebelumnya, diperoleh data, yaitu hanya� sekitar 9,38% - 40,63%� siswa yang tuntas (mendapatkan hasil belajar
di atas KKM� yaitu 7,5) setelah
pembelajaran berakhir. Hal ini menunjukkan tingkat penguasaan konsep yang rendah.
Selanjutnya bila kita amati gambar hasil praktikum, banyak yang tidak sesuai
dengan bayangan yang tampak di bawah mikroskop. Ini menunjukkan kemampuan
mengobservasi siswa pun masih rendah. Hal ini disebabkan karena praktikum hanya
digunakan untuk melihat-lihat� preparat
saja tanpa ada kegiatan observasi yang mendalam, yang mengajak siswa berpikir.
Siswa� kelas VIII�
diharapkan� mampu menganlaisis
hubungan struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Untuk membanatu mengembangkan
kemampuan ini, mereka harus melakukan mengobservasi dan menjelaskan hasil
observasi. Namun untuk membantu kemampuan berpikir kritis siswa, maka
kegiatan� diawali dengan prediksi dahulu
berdasarkan nama dan fungsi jaringan tersebut. Pola yang digunakan untuk
memprediksi adalah contoh alat-alat yang biasa siswa lihat dalam kehidupan
sehari-hari dan diasosiasikan ke jaringan tumbuhan.
Untuk
memfasilitasi kegiatan belajar siswa memprediksi, mengobservasi dan menjelaskan
hasil observasi, maka dilaksanakan pembelajaran menggunakan strategi P.O.E
(Predict-Observe-Explain). Menurut �(Gunstone
& White, 1981) dalam (Hsu,
2004), POE
merupakan strategi yang efisien untuk memunculkan ide-ide siswa dan juga
memunculkan diskusi tentang ide-ide tersebut.
Pembelajaran
menggunakan Strategi� POE telah banyak
dilaksanakan di Australia, Afrika Selatan, Cina. yang semuanya menunjukkan
adanya keberhasilan dalam pembelajaran, siswa mampu mengikuti pelajaran,
memprediksikan, mengobservasi dan menjelaskan suatu gejala yang menjadi konflik
dalam pembelajaran mereka (Rosdianto,
2018). Beberapa contoh
hasil penelitian tentang Strategi POE diantaranya penelitian di Afrika Selatan
oleh (Mthembu, 2008) University of
Natal. Mereka menyelidiki pembelajaran kimia yang menggunakan Strategi POE pada
sekolah menengah. Data menunjukkan bagaimana prediksi dan pengamatan dapat
memefektivitasi pengetahuan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa guru dapat
menggunakan Strategi POE untuk merancang kegiatan pembelajaran yang dimulai
dengan melihat sudut pandang siswa terhadap suatu permasalahan sehingga dapat
meningkatkan kemampuan berpikir kritis (Nur�Rahmah
& Komariah, 2016).
Pada
penelitian� ini ingin diketahui : �
Bagaimana penggunaan
strategi pembelajaran POE pada Konsep Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
dapat meningkatkan pemahaman konsep sswa kelas VIII E SMPN 2 Tanjungsari?� Pada
PTK ini,� strategi POE dianggap selesai
dengan bila adanya peningkatan N-Gain���
yang signifikans pada kelas VIII E pada siklus pertama ke siklus
selanjutnya dan 80% minimal siswa tuntas (nilai tes akhir lebih besar atau sama
dengan KKM yaitu 7,5).
Penelitian ini
juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan mengetahui dampak
penggunaan� strategi POE. Akhir
pembelajaran akan diketahui�
tanggapan� siswa, kendala yang
dihadapi saat pembelajaran sehingga dapat�
diperbaiki dan diantisipasi pada pembelajaran selanjutnya.
Metode
Penelitian
Penelitian� dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu : (1) tahap persiapan, (2) tahap
pelaksanaan, dan (3) Pengolahan dan analisis data. Tahap pertama dimulai dengan
studi literatur terhadap kurikulum mata pelajaran IPA SMP kelas VIII semester 1
dan analisis� konsep
esensial serta penyusunan perangkat pembelajaran. Instrumen yang digunakan pada
PTK ini adalah soal test pemahaman konsep, lembar panduan angket, lembar
observasi.
Pada
tahap kedua dilakukan implementasi strategi P.O.E, dan mengumpulkan data proses
serta� hasil
belajar. Kegiatan diawali dengan tes awal,� dan diakhiri dengan tes akhir.
Pelaksanaan pembelajaran strategi POE dilaksanakan di kelas VIII E dalam waktu
2 jam pelajaran untuk setiap siklusnya. Tetapi karena materi subjek pada konsep
ini cukup padat maka pelaksanaan tes awal dan tes akhir dilaksanakan di luar
jam pelajaran. Setelah pembelajaran,� siswa diminta untuk mengisi angket
tentang tanggapan mereka terhadap kegiatan pembelajaran yang diterapkan.
Pada
tahap ketiga,� adalah
tahap analisis data dan penyusunan laporan,�
Data kualitatif akan dilaporkan secara deskriptif, sedangkan data
kuantitif akan diolah untuk mengetahui normalisasi gain (N-gain).
Hasil dan Pembahasan
Setiap fase
pembelajaran Strategi POE di siklus 1�
dapat terlaksana dan dilakukan guru dengan baik ditinjau dari sintak
pembelajaran.� Namun tidak terlalu baik
dari segi kualitas pembelajaran, karena pada setiap fase pembelajaran tidak
semua siswa memperhatikan dan mengikuti pembelajaran secara maksimal, masih
ditemukan siswa yang ngobrol, bermain-main, tidak memperhatikan instruksi� guru, akibatnya siswa-siswa tersebut rendah
peningkatan aspek kognitif. Selain itu kemampuan siswa dalam mengobservasi
untuk dapat mengidentifikasi ciri atau karakter suatu jaringan masih sangat
rendah sehingga guru sangat perlu menuntun secara klasikal kegiatan observasi
terhadap media belajar.
Pada
pembelajaran di siklus 1 masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki baik
dari segi proses maupun perangkat pendukung lainnya. LKS� masih menyulitkan siswa. Ada 2 kelompok siswa
sangat lambat dalam bekerja karena anggota kelompoknya memiliki kemampuan
belajar yang kurang baik. Tetapi dua kelompok ini dapat terbantukan dalam
menyeleasikan LKS ketika adanya kegiatan Eksplain yang di lakukan oleh anggota
kelompok lainnya.
Pembelajaran
pada siklus 2 lebih dapat berjalan baik karena siswa sudah mengatahui
karakteristik jaringan pengangkut yang telah dipelajarinya pada suklus 1.
Selain itu kegiatan observasi siswa diperlukan untuk menjelaskan perbedaan
berkas� pengangkut� pada tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil.
Kesulitan terjadi saat siswa harus memindahkan bayangan yang tampak di bawah
mikroskop menjadi sebuah gambar pada LKS-nya. Banyak siswa yang salah dalam
mengobservasi bayangan, sehingga gambar yang dibuatpun menjadi kurang tepat.
Beberapa siswa hanya menggambar gelembung air. Untuk mengatasi masalah ini guru
memberikan arahan dan penjelasan dengan menampilkan tayangan melalui LCD atau
media gambar yang dibagikan kepada setiap kelompok.
Berdasarkan
hasil observasi aktivitas siswa selama pembelajaran strategi POE pada siklus 1
dan siklus 2 diperoleh bahwa siswa aktif dalam melakukan kegiatan pembelajaran
berdasarkan panduan LKS yang telah disediakan. Keaktifan siswa terlihat dari
kegiatan siswa dalam prediksi, kerja kelompok selama kegiatan observasi, melakukan
praktikum, berdiskusi dalam menjelaskan hasil observasi. Menurut (Dahar, 1996) bahwa belajar
dengan berusaha sendiri untuk memecahkan masalah akan menghasilkan pengetahuan
yang lebih bermakna.
Aktifitas siswa
pada siklus 1 dan siklus 2 tergambar pada diagram berikut.

Gambar 1
Diagram
Batang� Hasil� Observasi rerata Aktivitas Siswa di Kelas
VIII E pada siklus 1 dan siklus 2
Belajar melibatkan pembentukan �makna� oleh siswa dari apa yang mereka
lakukan, lihat dan dengar (N.
Rustaman et al., 2008).
Pembentukkan makna merupakan suatu proses aktif terus menerus. Siswa� memiliki tanggung-jawab akhir� atas�
belajar mereka sendiri (N.
Rustaman et al., 2008). Oleh
karena itu hasil belajar siswa yang aktif dan bersungguh-sungguh mengikuti
proses pembelajaran akan memberikan hasil yang lebih baik. Kegiatan belajar
memerlukan keaktifan siswa dalam hal melihat, mendengar,� melakukan dan berdiskusi sehingga siswa akan
mengkonstruk sendiri pemahaman mereka (West & Pines, 1985 dalam (N.
Rustaman et al., 2008).
Berdasarkan hasil pengolahan data tes awal dan tes akhir maka diperoleh
nilai rata-rata dan N-gain yang menandai peningkatan pemahaman konsep siswa
dalam penelitian ini. Setelah dianalisis, diperoleh rata-rata N-gain Siklus
1untuk kelas VIII E sebesar� 0,48� dengan kategori Sedang dan siklus 2 sebesar
0,61� kategori Sedang. Analisis hasil
belajar siswa dapat kita amati pada tabel belikut.
Tabel 1
Nilai
Rerata Pemahaman Konsep
Kelas
VIII E
|
Hasil
Analisis |
Siklus 1 |
Siklus 2 |
||||||
|
Rerata |
Skor Max |
Skor Min |
Rerata |
Skor Max |
Skor Min |
|
||
|
Tes awal |
3,84 |
6,00 |
2,00 |
3,41 |
6,00 |
1,00 |
|
|
|
Tes akhir |
6,88 |
9,00 |
4,00 |
7,38 |
9,00 |
4,00 |
|
|
|
N-gain |
0,48 |
0,83 |
0,00 |
0,61 |
0,83 |
0,00 |
|
|
Berdasarkan perbandingan rata-rata N-gain pemahaman konsep Struktur dan
Fungsi Jaringan Tumbuhan pada kedua siklus dapat kita gambarkan seperti pada
diagram batang berikut.

Gambar
2.
Diagram
Batang Perbandingan N-gain Pemahaman Konsep Kelas VIII E
Selain itu terjadinya peningkatan N-gain dari siklus 1 ke siklus 2, juga
terjadi peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa. Hal ini dapat kita
lihat dari analisis hasil belajar pada tes akhir pada siklus 1 dan siklus 2.
Peningkatan ketuntasan belajar pada siklus 2 sebesar 81,25%, menandai
diakhirinya kegiatan PTK, karena sudah sebanyak 26 orang siswa mendapatkan
nilai di atas atau sama dengan 7,50 (KKM). Hal ini dapat kita lihat pada tabel
berikut pada tabel� berikut.
Tabel 2
persentase
ketuntasan belajar siswa kelas VIII E pada konsep struktur dan fungsi jaringan
tumbuhan
|
Siklus |
Jumlah
Siswa Yang Tuntas |
Jumlah
Siswa Yang Belum Tuntas |
Persentase
Ketuntasan Belajar |
|
1 |
18 |
14 |
56,25% |
|
2 |
26 |
6 |
81,25% |
Ada beberapa faktor yang menyebabkan Strategi POE dapat efektif
meningkatkan pemahaman siswa pada konsep struktur dan fungsi jaringan tumbuhan
pada siklus 1 dan siklus 2.
a.
Pada Strategi POE ada komunikasi
interaktif
b.
Strategi POE meningkatkan aktifitas dan
motivasi siswa
c.
Pada strategi POE terjadi tahapan
pengalaman kongkrit
d.
Landasan filosofi� strategi POE adalah konstruktivisme
Pembelajaran sains adalah konstruktivisme menurut Piaget dalam� (Dahar, 1996). Menurut (N. Rustaman et al., 2008), bahwa
pembelajaran� dan perspektif
konstruktivisme mengandung empat kegiatan inti. Pertama, pembelajaran
konstruktivisme berkaitan dengan Prior Knowledge. Kedua, pemberlajaran
konstruktivisme mengandung kegiatan pengalaman nyata. Ketiga, dalam
konstruktivisme terjadi interaksi sosial. Keempat, Pembelajaran konstruktivisme
membentuk kepekaan siswa terhadap lingkungan. Keempat perspektif tentang
pembelajaran konstruktivisme ini ada dalam pembelajaran strategi POE.
Berdasarkan sebaran angket yang diberikan kepada siswa, diketahui bahwa
hasil rata-rata angket siswa adalah 69,12% menyetujui� strategi pembelajaran ini diterapkan pada
materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan. Hal ini berarti mereka memberikan
tanggapan baik terhadap strategi POE�
Strategi POE mempermudah guru dalam pembelajaran� Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan,
meningkatkan keaktifan siswa serta dapat meningkatkan pemahaman konsep.
Strategi POE ini melatih siswa berinteraksi dalam kelompok, melatih
mengobservasi dan berkomunikasi, sehingga siswa dapat mengkonstruksi
pengetahuannya sendiri. Menurut teori konstruktivisme,� satu prinsip yang paling penting dalam
psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak hanya sekedar memberikan atau
mentransfer pengetahuan kepada siswa, siswa harus membangun sendiri pengetahuan
di dalam pikirannya.
Tanggapan baik yang dikemukakan oleh siswa disebabkan karena penampilan
pengalaman sebagai informasi awal dikaitkan dengan pengetahuan yang sudah ada
dalam struktur pemahaman konsep siswa menjadikan pembelajaran tersebut menjadi
bermakna seperti dikemukakan� oleh Ausubel� (Dahar, 1996).� Adanya tanggapan baik dari siswa ini tidak
terlepas dari karakteristik strategi POE yang melibatkan siswa untuk terlibat
langsung melalui pengamatan dan tugas yang berkaitan dengan konsep yang akan
dipelajari sehingga memperkuat pengatahuan awal siswa sebelum proses� belajar mengajar dimulai. Guru hanya tinggal
memfasilitasi konstruksi pengetahuan�
siswa berdasarkan pengalaman mereka ke dalam materi yang akan diajarkan.
Peran guru berubah dari pemberi informasi menjadi pendiagnosa pengetahuan siswa
sehingga siswa lebih memahami materi dan pembelajaran lebih bermakna (Widyaningrum
et al., 2013).
Meskipun terjadi peningkatan N-gain pada pemahaman konsep tetapi penerapan
strategi ini mengalami kendala dan hambatan. Kendala waktu merupakan faktor
utama dalam penerapan strategi pembelajaran ini sebab strategi ini memerlukan
waktu lebih banyak. Terutama pada tahap observasi� dan eksplain, sebab siswa melakukannya di
setiap konsep jaringan penyusun tumbuhan. ��Kemampuan siswa dalam mengobservasi tidaklah
sama dan pada awalnya menjadi penghalang bagi mereka untuk menemukan konsep
agar dapat menjelaskan prediksi. Tetapi seiring dengan dilakukannya diskusi dan
eksplain pada setiap selesai observasi dapat membantu mereka untuk berlatih
lebih tajam dalam mengobservasi.
Strategi POE dapat dilaksanakan pada konsep yang dapat diamati gejalanya
secara langsung untuk menjawab prediksi, sehingga diperlukan kemampuan
observasi yang baik dan berpikir kritis untuk dapat menjelaskan dan
menghubungkannya dengan prediksi awal. Hal inilah yang menjadi kekurangan
strategi POE pada pembelajaran ini (Rahayu,
2015) Tidak semua
siswa memiliki kemampuan berpikir dan kemampuan mengobservasi yang baik.� Siswa yang mau aktif belajar dan mau
bersungguh-sungguh mengobservasi yang dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.
Bila sebagian besar siswanya pasif dengan kemampuan intelektual yang rendah,
maka pembelajaran dengan strategi ini menjadi tidak efektif.
Kesimpulan
Penggunaan strategi POE pada konsep
Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa
kelas VIII E SMPN 2 Tanjungsari.� Mereka
memberikan tanggapan yang baik terhadap penggunaan strategi POE dan�� membantu siswa mengkonstruksi pengetahuannya
sendiri dan terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian aktivitas
pembelajaran, sehingga dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Agar pembelajaran strategi POE lainnya
bisa lebih baik, disarankan sebagai berikut.
1. Guru
hendaknya memperhatikan waktu agar fase-fase pembelajaran lebih baik dan
efisien.�
2. Guru
juga harus memiliki teknik bertanya untuk menggali pengetahuan siswa�� melalui pertanyaan produktif. Untuk itu,
sebelumnya guru sudah harus memiliki persiapan dalam mengajar.
3. Guru
perlu mengembangkan kreatifitas agar demonstrasi yang ditampilkan dapat menarik
dan menggiring siswa dalam memprediksi konsep sehingga akan diketahui prior
knowledge mereka.
4. Penelitian
ini merupakan sebagian kecil dari masalah dalam pembelajaran, sehingga perlu
ada penelitian lanjutan yang dapat lebih mengembangkan Strategi POE dari sisi
masalah lainnya seperti tingkat keterampilan proses, keaktifan, berpikir kritis
dan kemampuan konstruktivisme siswa, dan sisi LKS yang benar-benar dapat
membantu siswa dalam belajar.
BIBLIOGRAFI
Dahar, R. W. (1996). Teori-Teori Belajar. Erlangga. Jakarta.
Fauziah, Y. N. (2011). Analisis
kemampuan guru dalam mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa Sekolah
Dasar kelas V pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Jurnal Edisi Khusus,
1(1), 98�106.
Gunstone, R. F., & White, R. T.
(1981). Understanding of gravity. Science Education, 65(3), 291�299.
Hsu, L. R. (2004). Using The
Predict-Observe-Explain Strategy to Explore Students‟ Alternative
Conceptions of Combustibility. Department of Natural Science Education,
Natural Taichung Teacher College.
Mthembu, Z. (2008). Using the
Predict-Observe-Explain Technique to Enhance the Students� Understanding of
Chemical Reactions (Short Report on pilot study), Natal. Journal Education,
University of Natal King George V. [Online]. Tersedia : 1 Desember 2009.
Nur�Rahmah, M., & Komariah, E.
(2016). Analisis Laporan Keuangan Dalam Menilai Kinerja Keuangan Industri Semen
Yang Terdaftar Di BEI (Studi Kasus PT Indocement Tunggal Prakarsa TBK). Jurnal
Online Insan Akuntan, 1(1), 43�58.
Rahayu, P. (2015). Penerapan Strategi
Poe (Predict-Observeexplain) Dengan Metode Learning Journals Dalam Pembelajaran
Ipa Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Keterampilan Proses Sains.
Universitas Negeri Semarang.
Rosdianto, H. (2018). Implementasi
Model Pembelajaran POE (Predict Observe Explain) Untuk Meningkatkan Pemahaman
Konsep Siswa Pada Materi Hukum Newton.
Rustaman, N., Dirdjosoemarto, S.,
Yudianto, S. A., Achmad, Y., Subekti, R., Rochintawati, D., & Nujhani, M.
(2008). Strategi Belajar Mengajar Biologi Malang. UM press.
Rustaman, N. Y. (2011). Pendidikan
dan penelitian sains dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi
untuk pembangunan karakter. Prosiding Seminar Biologi, 8(1).
Widyaningrum, R., Sarwanto, S., &
Karyanto, P. (2013). Pengembangan Modul Berorientasi Poe (Predict, Observe,
Explain) Berwawasan Lingkungan Padamateri Pencemaran Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Siswa. Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi, 6(1), 100�117.
