|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 3, Maret� 2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENGGUNAAN KOTAK KAYU BATAS AWALAN� LOMPAT
JAUH UNTUK MENINGKATKAN KETEPATAN KAKI DALAM MENOLAK
Raden Mamat
Rahmat
SMP Negeri 1 Karangtanjung , Indonesia
Email: [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRACT |
|
21 Februari
2021 Direvisi 2 Maret
2021 Disetujui 15 Maret
2021 |
The purpose of this study was
to find out how pebting the use of wooden box
long jump prefixes to improve foot accuracy in resisting. Research design in this study using Class Action Research (PTK), �The author conducted class
action research by going through 2 cycles, each cycle 2 meetings. The first
meeting of the learning process as usual, during the practice of a series of
long jump movements, students take turns jumping. The Observer notes the
correct jumpers and those who failed in the jump. The teacher assesses the
quality of the student's motion from the prefix until it lands. As a result
of the observations, the correct students (not failing) repulsion only
reached 52.5%. The assessment results of the new student process reached an
average score of 46 and 87.5% still below KKM (78). The second meeting of
cycle 1, true repulsion reached 60% and the process assessment results reached
an average score of 47 and 85% still below KKM(78).
In the second cycle there is a different treatment from the first cycle, which is when the student after the first jump or before making the jump, the student checks the mark first, the step starts
from the reject board to the prefix area and in the last step the student
marks the batas with a woodenbeam. From such efforts, the first
meeting of the second cycle, true repulsion reached 80% of the number of
participants and the results of the assessment process reached an average
score of 66 and those who achieved a KKM score or more increased to 45%. At
the last meeting of the second cycle at different times with the same
treatment the repulsion resulted in a 100% repulsion. from the number of
participants present and the results of the assessment process reached an
average score of 83 and 100% of students achieved KKM (78). So the conclusion that using wooden boxes for long jump
start limits hanging style can improve foot accuracy in resisting and improve
the results of the learning process so that the value of KKM can be achieved
and exceeded. ABSTRAK Tujuan penelitian
ini adalah mengetahui seberapa pebting penggunaan kotak kayu batas
awalan� lompat jauh untuk meningkatkan
ketepatan kaki dalam menolak. Desain Penelitian pada penelitian ini
menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penulis melakukan penelitian
tindakan kelas dengan menempuh 2 siklus, tiap siklus 2 kali pertemuan. Pertemuan
pertama proses pembelajaran seperti biasa, saat latihan rangkaian gerakan
lompat jauh, siswa secara bergantian melompat. Observer mencatat pelompat
yang benar dan yang gagal dalam lompatan. Guru menilai kualitas gerak siswa
dari awalan sampai mendarat. Hasil observasi, siswa yang benar(tidak gagal)
tolakannya baru mencapai 52,5%. Hasil penilaian proses siswa baru mencapai
nilai rata-rata 46 dan 87,5% masih di bawah KKM (78). Pertemuan kedua siklus
1, tolakan benar(sah) mencapai 60% dan hasil penilaian proses mencapai nilai
rata-rata 47 dan 85% masih di bawah KKM(78). Pada siklus kedua ada perlakuan
yang berbeda dari siklus pertama, yakni saat siswa setelah lompatan pertama
atau sebelum melakukan lompatan, siswa melakukan cek mark terlebih dahulu, langkah
dimulai dari papan tolak menuju daerah awalan dan di langkah terakhir siswa
memberi tanda batas dengan balok kayu. Dari �upaya demikian, pertemuan pertama siklus
kedua, tolakan benar(sah) mencapai 80% dari jumlah peserta dan hasil
penilaian proses mencapai rata-rata nilai 66 dan yang mencapai nilai KKM atau
lebih meningkat menjadi 45%. Pada pertemuan terakhir siklus kedua di waktu
yang berbeda dengan perlakuan yang sama hasil tolakan benar( mencapai 100%)
dari jumlah peserta hadir dan hasil penilaian proses mencapai rata-rata nilai
83 dan 100% siswa mencapai KKM (78). Jadi
kesimpulan bahwa menggunakan kotak kayu untuk batas awalan lompat jauh gaya
menggantung dapat meningkatkan ketepatan kaki dalam menolak dan meningkatkan
hasil proses pembelajaran sihingga nilai KKM dapat tercapai dan terlampaui. |
|
Keywords: long
jump; wooden box as a border; repulsion; the value of learning outcomes Kata Kunci: lompat jauh; kotak
kayu sebagai batas; tolakan; nilai hasil
belajar |
|
|
Coresponden Author Email: [email protected] Artikel dengan akses terbuka dibawah lisensi
|
|
Pendahuluan
Pembelajaran Lompat
jauh Gaya Menggantung atau Melenting adalah merupakan meteri pembelajaran yang terdapat dalam Silabus Pembelajaran Kelas IX
SMP. Lompat jauh merupakan salah satu olahraga Atletik nomor lompat. Olahraga
ini kurang diminati oleh setiap anak pada saat ini (Herawati,
2011). Akan tetapi
walau kurang diminati, pembelajaran Lompat Jauh harus
disampaikan dan dilatihkan kepada peserta didik.
Akibat dari
kurang diminatinya pembelajaran Lompat Jauh, maka proses pembelajaran agak terhambat. Sehingga tingkat partisipasi belajar kurang meningkat dan berakibat buruk terhadap peningkan kulalitas gerak dalam proses pembelajaran (Mindra,
2010).
Gerak dasar
lompat jauh adalah diawali dari lari perlahan, dilanjutkan lari dipercepat dan
semakin cepat, kemudian menolak dengan salah kaki terkuat pada papan tolak dan
selanjutnya melayang di udara dengan sikap menggantung atau melenting,
dilanjutkan mendarat dengan dua kaki sambil jongkok (Meriyanto
et al., 2016)
Permasalahan yang sering
terjadi dalam proses gerak lompat jauh
adalah pada tolakan. Sering pelompat jauh melakukan kesalahan, yakni ��Jika ada satu
bagian kaki yang menyentuh
garis pelanggaran atau foul
line maka akan dianggap sebagai pelanggaran dan jaraknya tidak akan dicatat�
(Ridwan
& Sumanto, 2017).
�Selain itu pula pada saat teknik dasar
melayang, siswa tidak sesuai dengan gaya yang sedang dipelajari, kemudian
awalannya pun masih banyak yang melakukan awalan langsung mengambil lari cepat,
ada pula yang melakukan kecepatan larinya tetap, kemudian ada juga yang setelah
lari cepat saat akan menolak terhenti sejenak (Riyanto,
2011).
Kenyataan di lapangan
yang paling patal, pada proses pembelajaran lompat jauh di kelas IX banyak siswa yang melakukan tolakan kaki tolak melebihi papan tolak (diskualifikasi/gugur). Melihat kenyataan di atas penulis akan melakukan
solusi untuk dapat menepatkan tolakan dengan bantuan kotak kayu
dipasang pada garis awalan. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk menemukan teknik memperbaiki kasalahan dalam
menolak. Manfaat dari hasil penelitian ini bisa digunakan untuk penerapan
pembelajaran berikutnya, sehingga permasalahan dapat diatasi.
Metode Penelitian
1.
Pendekatan Penelitian dan Jenis
Penelitian
Pendekatan yang digunakan pada
penelitian ini adalah model pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya
adalah Penelitian Tindakan Kelas, yang alurnya diambil dari buku Penelitian
Tindakan Kelas yang ditulis oleh� Suharsimi
Arikunto, �Suhardjono dan� Supardi, cetakan ketujuh Desember 2008. Alur
tersebut ditulis pada halaman 16 makalah ini (Johni
Dimyati, 2013).
2.
Kehadiran Peneliti
Peneliti harus selalu hadir pada setiap
pertemuan proses pembelajaran, karena pada setiap Siklus peneliti harus membuat
refleksi untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada setiap proses
pembelajaran (Fitrah,
2017). Rangkaian kegiatan peneliti beserta
timnya adalah mencatat segala kejadian yang�
berhubungan dengan tujuan penelitian, baik berupa hasil test,� hasil observasi lainnya, selanjutnya disusun
secara runtut dan rapi (Widodo, 2013).
3.
Lokasi Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini
dilaksanakan di SMP Negeri 1 Karangtanjung Kabupaten Pandeglang. Subjeknya
adalah siswa� kelas IX B� SMP Negeri 1
Karangtanjung. Pelaksanaan
direncanakan 2 siklus setiap siklus terdiri dari 2
kali pertemuan. Kurang lebih penelitian ini selama 1 bulan, mulai perencanaan, pelaksanaan sampai dengan
pelaporan hasil penelitian.
4.
Sumber Data
Data lebih berfokus kepada data
kualitatif yang� dikumpulkan dari setiap
kali pertemuan dalam beberapa siklus. Juga dari format observasi yang telah
diisi oleh observer dari setiap pertemuan dari beberapa siklus. Faktor yang diteliti dalam pelakanaan penelitian ini
adalah media balok
tanda� dapat meningkatkan ketepatan
menolak, bila digunakan saat� awalan sebagai ciri batas awalan, sehingga meningkatkan keberhasilan proses
pembelajaran.
5.
Prosedur Pengumpulan Data
Jenis data yang diambil pada penelitian
ini hanya satu jenis data yakni Data kualitatif, yaitu data dari hasil
observasi/pengamatan awal sebelum menggunakan menggunakan balok tanda pada saat awalan
dan menggunakan balok tanda saat awalan (Choirudin,
2012).
Prosedurnya adalah sebagai berikut:
1.
Data awal diambil dari proses
pembelajaran pertama dengan lompat
jauh awalan tanpa menggunakan kotak kayu (batas awalan), berupa refleksi, hasil pretest, post
test dan format observasi yang telah diisi oleh observer.
2.
Data kedua diambil dari proses
pembelajaran kedua adalah
pembelajaran lompat jauh awalan tanpa menggunakan kotak kayu (batas awalan). Pada
siklus pertama pertama
ini, berupa refleksi,
hasil post test dan format observasi yang telah diisi oleh observer.
3.
Data ketiga diambil dari proses
pembelajaran ketiga dengan pembelajaran
lompat jauh awalan dengan menggunakan kotak kayu (batas awalan), data berupa fefleksi dari kolaburasi peneliti, hasil post test
dari guru pengajar dan format observasi yang
telah diisi oleh observer.
4.
Data keempat diambil dari proses
pembelajaran keempat pada siklus 2 dengan proses pembelajaran lompat jauh awalan dengan menggunakan
kotak kayu (batas awalan), data
berupa fefleksi dari kolaburator peneliti dan guru pengajar dan format
observasi yang telah diisi oleh observer, juga data hasil test.
6.
Analisis�
Data
Analisis data dalam penelitian
kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah
selesai pengumpulan data dalam periode tertentu (Situmorang
et al., 2010). Data berupa hasil� observasi, pelaksanaan pre tes atau postes
dan pengumpulan� angket yang telah diisi
oleh siswa. Pengumpulan data dilakukan pada setiap kali pertemuan dalam 2 siklus. Disamping itu pula ada data tambahan yang
merupakan pendukung informasi yakni hasil refleksi juga foto-foto kegiatan
proses penelitian.
1.
Observasi
Dilakukan untuk mengamati kegiatan
latihan siswa selama pembelajaran berlangsung, sebagai pendukung untuk
menumbuhkan dan meningkatkan keberanian Siswa. Yaitu dengan cara ditest praktek satu persatu
dengan format penilaian Lompat
jauh. Instrumen ini
berisi nama siswa, sah dan
tidak sahnya talakan, sebanyak tiga kolom. Saat Siswa dipanggil untuk melakukan lompatan, saat menolak benar (sah) atau
tidak saat tolakan itu �di kolom sah dan tidak sah di chek list (√).
2.
Foto
Untuk bukti fisik bahwa penelitian
dilaksanakan dengan sebenarnya, kita tunjukkan dengan berbagai foto kegiatan
penelitian dari awal sampai akhir.
Hasil dan Pembahasan
1.
Data
Awal
Sebelum
mamasuki siklus diperoleh data awal sebagai berikut:
a. Jumlah
Siswa seluruhnya : 40 orang
b. Hadir����� :�
40 orang
c. Proses latihan:
Tabel
1
�Hasil Observasi Sebelum Siklus
|
Teknik Dasar Lompat Jauh Gaya
Menggantung |
Benar |
Tidak benar (diskwalifikasi) |
|
Gerakan Menolak |
47,83% |
52,17 % |
Sumber: ��Data
benar gerakan, sebelum Siklus
Tabel 2
�Hasil Tes Unjuk Kerja Sebelum Siklus
|
Teknik Dasar Lompat Jauh |
Rata-rata Skor |
Skor di atas KKM |
|
Awalan,
Tolakan, Sikap badan di udara, Pendaratan |
46 |
12,5 % |
Sumber: Data
skor kualitas gerak sebelum Siklus
2.
Deskripsi Pelaksanaan Siklus I
Pertemuan 1
a Perencanaan
Tindakan.
Sesuai
dengan rencana penelitian tindakan kelas yang permasalahannya sudah terduga,
maka guna memperjelas permalahan dilakukan penelitian dengan perencanaan
sebagai berikut:
a. Menyiapkan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
b. Menyiapkan
format observasi
c. Menyiapkan
format Test Unjuk kerja
d. Menyiapkan
bak lompat jauh dan meteran
b Pelaksanaan
Tindakan
Tindakan
ini dilakukan pada hari Rabu, tanggal 29 Juli
2015
Tempat: SMPN 1 Karangtanjung.
Jumlah siswa : 40 orang
Pendahuluan :
a. Berdo�a
dan mengisi daftar hadir siswa
b. Siswa
diberi penjelasan tentang meteri praktek lompat jauh gaya menggantung �dan diberikan contoh gerakannya
c. Melakukan
pemanasan yang menunjang tehadap meteri yang akan disampaikan
Kegiatan
Inti:
a. siswa berbaris
4 bersap, tiap baris melakukan langkah gerak menolak� dengan kaki yang terkuat secara
bergantian dan �berulang-ulang.
b. Barisan
yang telah melakukan berbaris di seberang barisan yang sudah dan posisi
berhadapan.
c. Barisan
yang berikutnya mengikuti gerakan setelah barisan pertama selesai.
d. Seluruh
siswa secara bergantian melakukan awalan, tolakan sikap badan di udara dan
mendarat di bak lompat, sesuai petunjuk yang diberikan.
Refleksi
dan evaluasi:
Siswa
melakukan test unjuk kerja satu persatu�
dan dicatat mana yang sudah benar� dan mana yang belum benar dari tiap teknik
dasar� gerakan lompat jauh gaya
menggantung oleh guru pengajar. Observer mencatat hasil observasi dari tiap
siswa, mana yang sudah sah melakukan tolakan (tumpuan) dan mana yang belum sah
dalam melakukan tolakan (tumpuan).
Kegiatan
Penutup:
a. Merevisi
gerakan yang tidak benar serta memberikan motivasi
agar siswa berani melakukan.
b. Siswa
diberi tugas untuk latihan di rumah, agar tepat dalam menumpu dan jauh hasil
lompatnnya.
c. Pengumpulan
hasil tindakan
1. Hasil
Evaluasi Unjuk kerja:
Dari
hasil evaluasi yang dilakukan dengan melaksanakan unjuk kerja lompat
jauh gaya menggantung tanpa bantuan kotak kayu sebagai ciri di awal lari awalan
dapat hasil penilaian seperti pada tabel 3 di bawah
ini:
�
Tabel 3
Hasil Penilaian dalam Tes Unjuk Kerja pada
Pertemuan Satu Di Siklus I
|
Teknik Dasar Lompat Jauh |
Rata-rata Skor |
Jml nilai KKM ke atas |
Skor di atas KKM |
|
Awalan, Tolakan, Sikap badan di udara, Pendaratan |
46 |
5 orang |
12,5 % |
Sumber: Daftar Nilai
Hasil Penilaian Proses Pertemuan 1 Siklus Pertama
2. Hasil
Observasi
Pada
Kegiatan obeservasi yang dilakukan oleh observer dengan menggunakan format
observasi keberanian melakukan latihan lompat jauh gaya menggantung tidak
memakai ciri kotak kayu saat awalan, maka hasil proses tolakan/tumpuan sebagai
mana tertera pada tabel 4 di bawah ini.
Tabel 4
Hasil Observasi pada Pertemuan Satu� Siklus I
|
Teknik dasar Lompat Jauh |
Benar (sah) |
Tidak benar/ Tidak sah |
|
Menolak/menumpu |
52,50 % |
47,50 % |
Sumber: Daftar Hasil Observasi pertemuan1 Siklus pertama
Dengan melihat
tabel 4 maka siswa kelas IX B SMPN 1
Karangtanjung melakukan gerakan lompat jauh gaya menggantung tanpa
bantuan kotak kayu sebagai batas awalan baru mencapai rata-rata skor 46 dan
yang melakukan tumpunan benar (sah) baru mencapai 52,50 %.
Pertemuan
2
1. Perencanaan
Tindakan.
Sesuai
dengan rencana penelitian tindakan kelas yang permasalahannya sudah terduga,
maka guna memperjelas permasalahan dilakukan penelitian dengan
perencanaan sebagai berikut:
a. Menyiapkan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran
b. Menyiapkan
format observasi
c. Menyiapkan
format Test Unjuk kerja
d. Menyiapkan
Bak lompat dan meteran
2. Pelaksanaan
Tindakan
Tindakan
ini dilakukan pada hari Rabu, tanggal 05 Agustus 2015
Tempat: SMPN 1 Karangtanjung
Jumlah
siswa : 40 orang
Pendahuluan:
a. Berdo�a
dan mengisi daftar hadir siswa
b. Siswa
diberi penjelasan tentang meteri praktek lompat jauh seperti praktek
pertemuan sebelumnya
c. Melakukan
pemanasan yang menunjang tehadap meteri yang akan disampaikan
Kegiatan
Inti:
a. siswa secara bergantian
langsung melakukan gerakan awalan, tolakan, sikap badan di udara dan pendaratan
dengan awalan tanpa ada kotak kayu ciri awalan.
b. siswa yang
belum tepat dalam menumpu (tidak sah) mengulang kembali setelah giliran
temannya selesai.
c. Siswa yang melakukan
kesalahan dalam menumpu, diberi kesempatan tiga kali lompatan.
Refleksi
dan evaluasi:
Guru
melakukan test unjuk kerja satu persatu pada siswanya� dan dicatat pada format
nilai yang sudah tertera beberapa teknik dasar.
Observer
melakukan pengisian format observasi setiap kali siswa melakuan lompatan.
Kegiatan Penutup:
a. Merevisi
gerakan yang tidak benar serta memberikan motivasi
agar siswa benar dan tepat dalam menolak.
b. Observer mengisi
format observasi sah dan tidak
sahnya siswa dalam melakukan tolakan
atau tumpuan.
3. Pengumpulan
hasil tindakan
a. Hasil
Evaluasi Unjuk kerja:
Dari
hasil evaluasi yang dilakukan dengan melaksanakan unjuk kerja lompat
jauh yang saat awalannya tanpa diberi kotak kayu sebagai batas, maka
diperoleh data kualitas pembelajaran sebagaimana
terlihat pada tabel 5 di bawah ini:
Tabel 5
�Hasil Penilaian dalam Tes Unjuk Kerja pada Pertemuan Kedua Di Siklus I
|
Teknik Dasar Lompat Jauh |
Rata-rata Skor |
Jml nilai KKM ke atas |
Skor di atas KKM |
|
Awalan, Tolakan, Sikap badan di udara, Pendaratan |
47 |
6 orang |
15,00 % |
Sumber: Daftar Nilai Hasil Penilaian Proses Pertemuan 2 Siklus
Pertama
b. Hasil
Observasi
Pada
Kegiatan obeservasi yang dilakukan oleh observer dengan menggunakan format
observasi keberanian melakukan latihan lompat jauh gaya menggantung tidak
memakai ciri kotak kayu saat awalan, maka hasil proses tolakan/tumpuan sebagai
mana tertera pada tabel 6 di bawah ini.
Tabel 6
Hasil Observasi pada Pertemuan Kedua Di� Siklus I
|
Teknik dasar Lompat Jauh |
Benar (sah) |
Tidak benar/ Tidak sah |
|
Menolak/menumpu |
60 % |
40 % |
Sumber: Daftar Hasil Observasi pertemuan 2 Siklus pertama.
Dengan
melihat tabel di atas maka siswa kelas IX B SMPN 1
Karangtanjung melakukan gerakan lompat jauh gaya menggantung tanpa
bantuan kotak kayu sebagai batas awalan pada pertemuan kedua baru mencapai
rata-rata skor 47,00 dan yang melakukan tumpunan benar (sah) baru mencapai 60
%.
3.
Deskripsi
Pelaksanaan Siklus II
Pertemuan 1
1. Perencanaan Tindakan
Pada siklus
II� permasalahannya sudah diketahui dari
siklus pertama, maka tindakan selanjutnya adalah melakukan� penelitian dengan perencanaan sebagai
berikut:
a ���Menyiapkan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran
b ��Menyiapkan angket
c ��Menyiapkan format observasi
d ��Menyiapkan format Test Unjuk kerja
e ��Menyiapkan Bola Modifikasi
2. Pelaksanaan Tindakan
Tindakan
ini dilakukan pada hari Rabu, tanggal 12
Agustus 2015
Tempat: SMPN 1 Karangtanjung
Jumlah
siswi : 40 orang
��� Pendahuluan:
a
Berdo�a dan mengisi daftar hadir siswa
b
Siswa diberi penjelasan tentang meteri
praktek lompat jauh diawali dari kotak kayu sebagai awalan
dilaksanakan saat itu dan diberikan contoh gerakannya
c
Melakukan pemanasan yang menunjang terhadap
meteri yang akan disampaikan
Kegiatan Inti:
a
Siswa secara
bergantian melakukan lompatan dengan peragaan terdahulu, dilakukan
secara berulang-ulang.
b
siswa secara
bergantian melakukan lompatan dan yang melakukan tumpuannya
diskualifikasi atau tidak sah, maka lompatan berikutnya sebelum melakukan
awalan, melakukan cek mark dulu atau menghitung langkah dari papan tolak sampai
ke daerah awalan dan langkah terakhir dikasih ciri kotak kayu sebagai batak
kaki awal melangkah.
c
Setiap peserta yang diskwalifikasi,
melakukan lompatan ulang, dengan mengambil ukuran langkah terlebih dahulu
(melakukan cek mark).
Rekpleksi dan evaluasi:
Siswa melakukan test unjuk kerja satu persatu� dengan dinilai dari tiap teknik dasar
pada lompat jauh. Observer
mencatat siswa yang melakukan tolakan benar atau tolakan gagal pada format observasi.
Kegiatan
Penutup:
a
Merevisi gerakan yang tidak benar serta
memberikan motivasi agar siswa dapat melakukan gerakan
yang benar.
b
Pendinginan
c
Siswa diberi
tugas untuk latihan di rumah, untuk esok harinya dilaporkan.
3. Pengumpulan hasil tindakan
1. Hasil
Evaluasi Unjuk kerja:
Dari
hasil evaluasi yang dilakukan dengan melaksanakan unjuk kerja lompat
jauh dengan melakukan cek mark terlebih dahulu dan garis wal dibatasi dengan
kotak kayu maka hasilnya dapat dilihat pada tabel 7 berikut:
Tabel 7
�Hasil Penilaian dalam tes unjuk kerja
pada pertemuan satu di siklus II
|
Teknik Dasari Lompat jauh |
Rata-rata Skor |
Jml nilai KKM ke atas |
Skor di atas KKM |
|
Awalan,
tolakan, sikap badan di udara, pendaratan |
66,00 |
18
orang |
45 % |
Sumber : Daftar Nilai
Hasil
Penilaian Proses Pertemuan 1 Siklus Kedua
2. Hasil
Observasi
Pada
Kegiatan obeservasi yang dilakukan oleh observer dengan menggunakan format
observasi kebenaran tolakan tertera pada tabel 8 di bawah ini.
Tabel 8
�Hasil Observasi pada pertemuan satu� siklus II
|
Teknik dasar Lompat Jauh |
Benar (sah) |
Tidak benar/ Tidak sah |
|
Menolak/menumpu |
80 % |
20 % |
Sumber: Daftar Hasil Observasi
pertemuan 1 Siklus Kedua.
Pertemuan 2
1. Perencanaan Tindakan
Pada siklus
II� pertemuan ke 1 sudah diketahui
hasilnya, maka tindakan selanjutnya adalah melakukan� uji coba ke 2 dengan perencanaan sebagai
berikut:
a. Menyiapkan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
b. Menyiapkan
format observasi
c. Menyiapkan
format Test Unjuk kerja
d. Menyiapkan
kotak kayu untuk batas awalan
e. ��Menyiapkan bak lompatan
2. Pelaksanaan Tindakan
Tindakan ini dilakukan pada hari Kamis tanggal 19
Agustus 2015
Tempat: SMPN 1 Karangtanjung
Jumlah siswa : 40 orang
Pendahuluan:
a. Berdo�a dan mengisi daftar hadir siswa
b. Siswa diberi penjelasan tentang meteri praktek �yang akan dilaksanakan saat itu
c. Melakukan pemanasan yang menunjang tehadap meteri
yang akan� disampaikan
�������� Kegiatan Inti:
a. Siswa secara bergantian melakukan lompatan lompat jauh tanpa peragaan
terdahulu, dilakukan secara berulang-ulang.
b. Siswa yang melakukan
tolakanya tidak sah, harus melakukan cek mak terlebih dahulu dan menempatkan
kotak kayu pada garis awal lompatan, setelah itu baru melalukan awalan lompatan
untuk berikutnya.
Rekpleksi dan
evaluasi:
Siswa melakukan
test unjuk kerja satu persatu� dan
dicatat dalam format nilai oleh
penilai� dari setiap gerakan teknik dasar. Dengan menggunakan balok kayu sebagai batas awalan dalam lompatan, semua siswa dapat e. Hasil
penilaian kinerja dari penilai menunjukkan bahwa nilai siswa dapat meningkat
hingga melebihi nilai KKM (78).
������� Kegiatan Penutup:
a �Memberikan
motivasi untuk pembelajaran berikutnya agar
siswa dapat melakukan pembelajaran dengan serius seperti yang telah
mereka lakukan.
b ��Pendinginan
c ��Siswa diberi
informasi tentang materi pembelajaran untuk hari Rabu berikutnya.
3. Pengumpulan hasil tindakan:
a ��Hasil Evaluasi Unjuk kerja:
�� Dari hasil evaluasi yang dilakukan ��dengan melaksanakan unjuk kerja lompat
jauh dengan diawali pengukuran langkah dan dibatasi dengan balok kayu di tempat
awalan maka diperoleh data sebagai mana telihat pada tabel 9 di
bawan ini:
Tabel 9
Hasil Penilaian dalam tes unjuk kerja
pada pertemuan kedua di siklus II
|
Teknik Dasari Lompat jauh |
Rata-rata Skor |
Jml nilai KKM ke atas |
Skor di atas KKM |
|
Awalan,
tolakan, sikap badan di udara, pendaratan |
83 |
40
orang |
100 % |
Sumber : Daftar Nilai Hasil Penilaian Proses Pertemuan 2
Siklus Kedua.
b ��Hasil Observasi
Pada
Kegiatan observasi yang dilakukan oleh observer dengan menggunakan format
observasi benar(sah) dan tidaknya tumpuan/tolakan, maka didapat data
sebagaimana tertera pada tabel 10 di bawah ini.
Tabel 10
Hasil Observasi pada pertemuan kedua di� siklus II
|
Teknik dasar Lompat Jauh |
Benar (sah) |
Tidak benar/ Tidak sah |
|
Menolak/menumpu |
100 % |
0 % |
Sumber: Daftar Hasil Observasi pertemuan 2 Siklus Kedua.
Perubahan
kenaikan benarnya(sah) tolakan, pada saat menumpu di papan tumpu adalah
sebagaimana dapat dilihat pada tabel 11 di bawah ini.
Tabel 11
Perubahan kenaikan
tepatnya menumpu pada papan tumpu
|
Pertemuan |
Prosentase Benarnya(sah) menumpu |
|
Pertemuan 1 Siklus I |
52,5% |
|
Pertemuan 2 Siklus I |
60% |
|
Pertemuan 1 Siklus II |
80% |
|
Pertemuan 2 Siklus II |
100% |
Sumber: Perubahan Kenaikan Ketepatan
tumpuan.
Peningkatan
Kualitas gerak Lompat jauh dari siklus I sampai siklus II dapat terlihat
sebagamana tertera pada tabel 12 di bawah ini.
Tabel 12
Perubahan kenaikan nilai
kualitas gerak Lompat jauh dari siklus I sampai siklus II
|
Pertemuan |
Hasil Rata-rata Nilai |
% Siswa mencapai nilai KKM atau
lebih |
KKM |
|
|
Pertemuan 1 Siklus I |
46 |
5 orang |
12,5% |
78 |
|
Pertemuan 2 Siklus I |
47 |
6 orang |
15% |
|
|
Pertemuan 1 Siklus II |
66 |
18 orang |
45% |
|
|
Pertemuan 2 Siklus II |
83 |
40 orang |
100% |
|
Sumber : Kenaikan tingkat kualitas
gerak dari siklus 1 sampai siklus 2.
Grafik
perubahan kenaikan benar (sah) tolakan dapat dilihat di bawah ini.

Gambar 2
Grafik ketepatan menolak dari siklus I
dan siklus II setelah memakai kotak kayu Sumber dari Lampiran
awalan
digunakan, lihat pada gambar 3 di bawah ini.

Gambar
3
Grafik Kenaikan Kualitas
gerak dari siklus I sampai siklus II �
Sumber dari Lampiran
Kesimpulan
Dari hasil penelitian
tindakan kelas yang dilakukan terhadap siswa kelas �IX B SMP Negeri 1 Karangtanjung
dapat diperoleh data bahwa:
Lompat jauh gaya menggantung tanpa
melakukan cek mark dan tak ada batas untuk awalan, maka proses ketepatan
menumpu pada papan tumpu banyak yang melakukan tumpuan kurang tepat (dikwalifikasi).
Melakukan lompatan lompat jauh gaya
menggantung dengan bantuan kotak kayu sebagai batas awalan, maka dapat membantu
siswa melakukan tolakan tepat pada papan tolak (tolakan sah).
Di akhir penelitian siswa yang melakukan
tolakan benar mencapai 100% dan siswa yang mendapatkan nilai KKM(78) dan di
atasnya mencapai 100% Jadi dengan menggunakan kotak kayu sebagai batas awalan
lompatan dapat meningkatkan ketepatan menolak dan dapat meningkatkan Nilai
hasil pembelajaran Lompat Jauh Gaya Menggantung.
Penggunaan Kotak Kayu atau sejenisnya
sebagai batas awalan dalam� pembelajaran lompat
jauh, alangkah sebaiknya selalu digunakan, akan tetapi setiap siswa harus
melakukan cek mark terlebih dahulu.
BIBLIOGRAFI
Choirudin,
M. (2012). Upaya peningkatan gerak dasar lompat Jauh gaya jongkok dengan
menggunakan alat bantu pembelajaran pada siswa kelas iv sd negeri 04 bejen
karanganyar tahun ajaran 2011/2012. Jurnal Skripsi.
Fitrah,
M. (2017). Pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan pemahaman konsep
matematika pada materi segiempat siswa smp. Kalamatika: Jurnal Pendidikan
Matematika, 2(1), 51�70.
Herawati,
N. L. (2011). Upaya Peningkatan Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Schnepper
Melalui Pendekatan Bermain Pada Siswa Kelas Vii-B Smp Negeri 2 Jatiyoso Tahun
Ajaran 2010/2011.
Johni
Dimyati, M. M. (2013). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Palikasinya Pada
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kencana.
Meriyanto,
D., Nurrochmah, S., & Heynoek, F. P. (2016). Hubungan antara kekuatan otot
tungkai dengan kemampuan lompat jauh. Jurnal Pendidikan Jasmani, 26(1).
Mindra,
I. W. (2010). Pengaruh pendekatan pembelajaran dan Koordinasi mata-tangan
terhadap hasil belajar keterampilan bermain bolavoli mini (eksperimen pengaruh
pendekatan pembelajaran langsung dan tidak langsung terhadap hasil belajar servis
bawah dan pasing bawah bolavol. UNS (Sebelas Maret University).
Ridwan,
M., & Sumanto, A. (2017). Kontribusi Daya Ledak Otot Tungkai, Kecepatan dan
Kelentukan dengan Kemampuan Lompat Jauh. Jurnal Performa Olahraga, 2(01),
69�81.
Riyanto,
Z. S. (2011). Peningkatan Kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok Melalui
Penerapan Metode Bermain pada Siswa Kelas VI SD Negeri 1 Tanjunganom Kecamatan
Rakit Kabupaten Banjarnegara Tahun Pelajaran 2010/2011.
Situmorang,
S. H., Muda, I., Doli, M., & Fadli, F. S. (2010). Analisis data untuk
riset manajemen dan bisnis. USUpress.
Widodo,
U. (2013). Penerapan metode pembelajaran kolaboratif untuk meningkatkan prestasi
belajar siswa kelas X pada mata pelajaran membaca gambar sketsa di SMK Negeri 2
Klaten. Jurnal Skripsi. Http://Eprints. Uny. Ac. Id/10637/1/Jurnal%
20Skripsi.