Jurnal Syntax Transformation

Vol. 2 No. 4, April �2021

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

STRATEGI PENINGKATAN PERFORMA PENDAPATAN NON � AERONAUTIKA BERBASIS MIX MARKETING, MARKET ORIENTATION DENGAN WORD-OF-MOUTH (TESTIMONY) SEBAGAI VARIABEL MODERATOR

 

Bayu Arsan, Mombang Sihite dan Derriawan

Universitas Pancasila Jakarta, Indonesia

Email: [email protected], [email protected], dan [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRACT

Diterima

21 Februari 2021

Direvisi

2 Maret 2021

Disetujui

15 April 2021

 

This study aims to analyze the influence of the Mix Marketing, Market Orientation, Competitive Advantage and Product Differentiation to Non Aeronautical Revenue. This study also uses the Word-Of-Mouth (Testimony) as a moderator variable to see its role in strengthening or weakening the relationship of Non-Aeronautical Revenue Performance Improvement. The research method used is quantitative design with the questionnaires taken from 160 passenger of I Gusti Ngurah Rai International Airport Bali. The analysis process used is descriptive and verificated by SEM Partial Least Square (PLS) method. The results of research using SmartPLS 3.0 show that there is a significant influence of Marketing Mix which is mediated through Market Orientation has the most influence on Non Aeronautical Revenue compared to other variables.

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh atas strategi Mix Marketing, Market Orientation, Competitive Advantage, Product Differentiation terhadap performa Pendapatan Non Aeronautika yang berasal dari konsesi. Penelitian ini juga menggunakan Word-Of-Mouth (Testimony) sebagai variabel moderator untuk melihat perannya di dalam memperkuat atau memperlemah hubungan Pendapatan Non Aeronautika yang berasal dari konsesi. Metode penelitian yang digunakan yaitu desain kuantitatif dengan metode pengambilan kuesioner kepada 160 responden yang berasal dari penumpang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Proses analisis yang digunakan yaitu berupa deskriptif dan verifikatif dengan metode SEM Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian dengan menggunakan bantuan SmartPLS 3.0 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antar variabel dimana Marketing Mix yang melalui Market Orientation yang memiliki pengaruh paling besar terhadap Pendapatan Non Aeronautika yang berasal dari konsesi dibandingkan dengan variabel lainnya.

Keywords:

non aeronautical revenue; mix marketing; market orientation

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kata Kunci:

performa pendapatan non aeronautika; mix marketing; market orientation



Pendahuluan

Dalam model bisnis tradisional, operator bandara berfokus pada pendapatan aeronautika dari maskapai penerbangan melalui biaya pendaratan pesawat dan penanganan biaya lainnya (Grahama, 2013). Namun, sejak pertengahan 1990-an, bandara juga memperoleh keuntungan komersial yang bersumber atas pendapatan non-aeronautika dari kegiatan konsesi (retailers), dan hal ini mulai menjadi fokus perhatian yang mengakibatkan operator bandara mulai berkonsentrasi untuk dapat meningkatkan pendapatan dari penumpang ketimbang dari maskapai penerbangan (Ison et al., 2011).

Pembeli di bandar udara sendiri diketahui memiliki tendensi untuk melakukan pembelian secara impulsif atau tidak direncanakan terlebih dahulu, walau ada juga yang telah merencanakan pembelian sebelum datang ke bandara (Lu, 2014).

Salah satu hal yang terpenting adalah para operator bandara harus memiliki pemahaman market orientation agar paham mengenai target pasar yang ingin diraih dan juga memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage). Menurut (Graham, 2010) pemilik dan pengelola bandara harus menerapkan dan mengembangkan strategi yang tepat untuk mendapatkan dan mempertahankan keuntungan kompetitif, karena hal tersebut akan menjadi salah satu poin bagaimana bandara dapat meningkatkan pendapatan non aeronautika.

Sayangnya, permasalahan yang dialami secara umum adalah, para pemegang konsesi di bandar udara tidak memiliki informasi yang memadai tentang pengaruh antara pola belanja dari berbagai jenis wisatawan yang ada terhadap pendapatan (Thelle et al., 2012) sedangkan secara spesifik permasalahan yang terjadi adalah pemilik bisnis, eksekutif, dan manajer atas konsesi tidak memiliki strategi untuk meningkatkan pendapatan komersial pelancong rekreasi (Jimenez et al., 2014).

Manfaat bersama dengan adanya strategi ritel holistik di bandara meluas ke kelompok pelanggan yang dilayani seperti pelancong, personel maskapai penerbangan, dan bandara, serta non-pelancong (Morris et al., 2005). Perilaku belanja, kemampuan dan kemauan penumpang untuk berbelanja di toko ritel di dalam bandara mempengaruhi keputusan pemegang konsesi untuk memperkenalkan produk baru, mengubah penawaran yang ada, dan menghasilkan konsep bisnis yang menguntungkan untuk semua jenis wisatawan yang ada (Tsai et al., 2011).

Marketing mix atau bauran pemasaran merupakan salah satu strategi pemasaran untuk menyampaikan informasi secara luas, memperkenalkan suatu produk barang dan jasa, merangsang konsumen untuk memberi bahkan menciptakan preferensi pribadi terhadap image suatu produk. Oleh karena itu bauran pemasaran dianggap sebagai salah satu unsur strategi yang paling potensial di dalam memasarkan produk. Strategi bauran pemasaran yaitu: produk, harga, promosi dan tempat sangat berperan terutama pada keadaan persaingan yang semakin tajam dan perkembangan akan permintaan barang. Didalamya keadaan persaingan yang sangat tajam dewasa ini terutama dalam pasar pembeli, peranan penetapan harga dan promosi penjualan sangat penting terutama untuk membangun komitmen dan loyalitas pelanggan (Selang, 2013). Marketing mix juga dapat berarti kombinasi daru berbagai keputusan pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menjual barang atau jasa yang dimiliki (Singh, 2012).

Faktor lain yang juga berpengaruh pada strategi pemasaran yang dijalankan adalah konsumen itu sendiri. Testimoni positif (positive word-of-mouth) didorong oleh persepsi kualitas layanan, nilai dan kepuasan pelanggan akan meningkatkan persepsi nilai dan mengarah pada loyalitas dan advokasi oleh pelanggan (Sweeney et al., 2014). (Wojnicki & Godes, 2011) menunjukkan bahwa konsumen secara strategis menggunakan WOM untuk memberi sinyal atau meningkatkan keahlian mereka dalam menilai rasa.

Sebagai tambahan, sampai dengan saat ini dirasakan masih sangat kurang penelitian mengenai pelancong dengan motif belanja dengan penawaran retail secara positif dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi volume penjualan dan pendapatan non-aeronautika dan mengamankan profitabilitas dari pemilik bisnis (Ringle et al., 2011). kurangnya informasi tentang preferensi belanja wisatawan di toko ritel bandara dapat berakibat pada penurunan pendapatan non-aeronautika untuk pemegang konsesi yang kemudian berdampak negatif pada keberlanjutan operasi bisnis (Adler et al., 2013).

Maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa signifikan perubahan performa pendapatan non-aeronautika di bandara dengan adanya penerapan strategi pemasaran dengan word of mouth sebagai moderator yang dilakukan oleh operator bandara I Gusti Ngurah Rai - Bali

 

Metode Penelitian

Dalam mengetahui strategi pemasaran yang mempengaruhi atribut produk dan layanan yang berpusat pada penumpang, maka akan memerlukan pendekatan penjelasan seperti penelitian kualitatif (Barratt et al., 2011). Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi dan sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat statistik yang bertujuan untuk menguji hiptotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2015) Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode survey dan data yang digunakan adalah data primer. Penelitian dilakukan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai � Bali pada Terminal Keberangkatan Domestik.

Populasi dalam penelitian ini adalah Penumpang Berangkat Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai - Bali, dengan jumlah sampel sebanyak 160 responden. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah melalui metode survey, yaitu merupakan metode pengumpulan data primer yang menggunakan pertanyaan berupa kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Statistik ini digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik dari masing-masing variabel, yaitu meliputi karakteristik variabel Non-Aeronautica Revenue Performance (Y) sebagai variabel endogen atau variabel terikat (dependent variable). Market Orientation (Z1), Competitive Advantage (Z2) dan Product differentiation (Z3) sebagai variabel mediasi, sedangkan Bauran Pemasaran (X) sebagai variabel eksogen atau variabel bebas (independent variable) serta variabel Testimony Word-of-Mouth (W) sebagai variabel moderator. Penelitian ini menggunakan metode analisis data dengan menggunakan software SmartPLS 3.0.

 

Hasil dan Pembahasan

A.   Profil Responden

Karakteristik dari responden menjadi penting untuk dapat mengetahui latar belakang dan alasan dari pemilihan keputusan yang responden lakukan. Karakteristik responden yang akan dianalisis dari 12 hal, yaitu jenis kelamin, usia, domisili,� bandara asal, airlines yang digunakan menuju Bali, pekerjaan utama, pendidikan terakhir, tujuan ke bali, berapa lama waktu sebelum jadwal keberangkatan telah tiba di Bandara, toko /Outlet yang biasa dikunjungi saat berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai � Bali, pertimbangan utama saat memilih toko / restoran yang akan dikunjungi, dan toko / counter yang diiinginkan ada di Terminal Bandara I Gusti Ngurah Rai � Bali.

B.   Evaluasi SmartPLS

Pada penelitian ini, pengujian hipotesa menggunakan teknik analisis Partial Least Square (PLS) dengan program SmartPLS 3.0. Penggunaan teknik analisis ini digunakan dengan pertimbangan untuk menguji variabel pemoderasi dalam penelitian ini dengan melihat kelayakan pada setiap indikator yang digunakan pada setiap variabel penelitian ini. Langkah awal dalam analisis data ini dilakukan dengan melakukan uji outer model pada setiap variabel dengan indikator masing-masing untuk melihat kelayakan pada setiap indikator melalui konvergensi indikator. Selanjutnya melakukan uji inner model untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh koefisien jalur variabel eksogen terhadap variabel endogen.

1.    Analisis Verifikatif

Analisis verifikatif digunakan untuk menguji hipotesis berdasarkan hasil perhitungan statistik. Hipotesis konseptual yang diajukan adalah adanya pengaruh Marketing Mix, market orientation, competitive advantage dan product differentiation terhadap performa pendapatan non aeronautika dengan positif word of mouth sebagai variabel moderator dengan focus penelitian pada bandara I Gusti Ngurah Rai � Bali, dimana pendapatan non aeronautika yang akan dinilai hanyalah retail shop di wilayah keberangkatan. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah Structural Equation Modelling (SEM) melalui pendekatan Partial Least Square (PLS).

Dalam Structural Equation Modeling ada dua jenis model yang terbentuk, yakni model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model). Model pengukuran menjelaskan proporsi varian setiap variabel manifes (indikator) yang dapat dijelaskan dalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana saja yang dominan dalam pembentukkan variabel laten. Setelah model pengukuran setiap variabel laten diuraikan, selanjutnya diuraikan model struktural yang akan mengkaji pengaruh masing-masing variabel laten eksogen (exogenous latent variable) terhadap variabel laten endogen (endogenous latent variable).

Pada penelitian ini, terdapat 32 variabel manifes, 5 variabel laten, dan 1 variabel moderator yakni Marketing Mix (X) yang diukur dengan 9 variabel manifes, Market Orientation (Z1) dengan 6 variabel manifes, Competitive Advantage (Z2) dengan 4 variabel manifes, Product Differentiation (Z3) dengan 4 variabel manifes, Testimony (W) dengan 6 variabel manifes dan Performa Pendapatan Non Aeronautika (Y) dengan 3 variabel manifes.

a.    Uji Validitas

                             i.     Diagram Jalur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar� 1

Diagram Jalur Model Lengkap (Tahap II)

Sumber : Data olahan software SmartPLS 3.0

 

                           ii.     Outer Loadings

Dari hasil outer loadings dengan menggunakan software SmartPLS 3.0 terlihat semua indikator memiliki loading faktor > 0.60, berarti semua indikator merupakan indikator yang valid untuk mengukur konstruknya.

b.    Reliability Alpha Cronbach

Pengujian model pengukuran (outer model) digunakan untuk menentukan spesifikasi hubungan antara variabel laten dengan variabel manifesnya. Salah satu untuk menguji hal tersebut adalah dengan pengujian Alpha Cronbach dan Composite reliability.

Berdasarkan hasil pengujian didapati bahwa nilai setiap variabel untuk Alpha Cronbach > 0.60 dimana menurut (Sujarweni, 2014). kuisioner dikatakan reliable jika nilai Cronbach alpha > 0,6.

c.    Discriminant Validity

Discriminant validity ini berhubungan dengan prinsip bahwa pengukur konstruk (variabel manifes) yang berbeda seharusnya tidak berkorelasi tinggi dengan variabel manifes lainnya. Uji discriminant validity dengan software PLS dapat diketahui dari nilai cross loading dengan cara membandingkan korelasi indikator dengan variabel latennya harus lebih besar dibandingkan korelasi antara indikator dengan variabel laten yang lainnya.

Berdasarkan hasil pengujian menggunakan software SmartPLS 3.0, diperoleh nilai cross loading untuk setiap indikator lebih tinggi jika dibandingkan dengan korelasi indikator dengan variabel laten yang lainnya, sehingga variabel laten memiliki discriminant validity yang memadai.

 

 

C.   Uji Hipotesis

Berdasarkan pengujian t-statistik yang diukur terhadap t-tabel dengan menggunakan software SmarPLS 3.0 dengan metode Bootstrapping terhadap sampel untuk pengaruh strategi peningkatan performa pendapatan non � aeronautika berbasis mix marketing, market orientation, competitive advantage, product differentiation dengan word-of-mouth (testimony) sebagai variabel moderator (studi kasus di Bandara I Gusti Ngurah Rai � Bali) adalah sebagai berikut:

 

Tabel 2

Uji t Marketing Mix terhadap Performa Pendapatan Non Aeronautika

Hub

ungan

Kon

Struk

Orig

inal Sam

ple (O)

Sam

ple Me

an (M)

Sta

Nda

rd De

vi

ati

on (ST

D

EV)

T

Sta

Tis

tics (|O/

ST

DE

V|)

 

t - table 5%

Ke

Te

ra

ng

an

Ke

si

Mp

ul

an

Mar

keting

�Mix

(X1) ->

�Non

� ARP

�(Y)

0.

300

0.2

85

0.1

22

2.4

50

1.9

60

H₀

dito

lak

Sig

Nifi

kan

Mar

keting

�Mix

(X1) ->

�Ma

rket

Orien

tation

�(Z1)

0.

611

0.6

18

0.0

49

12.

387

1.9

60

H₀

dito

lak

Sig

Nifi

kan

Mar

keting

�Mix

(X1) ->

�Comp

etitive

�Adva

ntage

�(Z2)

0.

513

0.5

25

0.0

68

7.5

15

1.9

60

H₀

�Dit

olak

Sig

Nifi

kan

Mar

keting

�Mix

(X1) ->

�Product Differe

ntiation

�(Z3)

0.

573

0.5

77

0.0

61

9.3

24

1.9

60

H₀

�Dito

lak

Sig

Nifi

kan

Market

�Orien

tation

�(Z1) ->

Non �

�ARP (Y)

0.

153

0.1

50

0.0

94

1.6

40

1.9

60

H₀

diter

ima

Tid

ak Sig

nifi

kan

Compe

titive

�Adva

ntage

�(Z2) ->

�Non �

�ARP (Y)

0.

084

0.0

97

0.0

85

0.9

88

1.9

60

H₀

diter

ima

Tid

ak Sig

nifi

kan

Pro

duct Differe

ntiation

�(Z3) -> Non �

�ARP (Y)

0.

022

0.0

26

0.0

95

0.2

37

1.9

60

H₀

diter

ima

Tid

ak Sig

nifi

kan

Testi

mony

�(W) -> Non �

�ARP (Y)

0.

220

0.2

24

0.0

89

2.4

70

1.9

60

H₀ ditolak

Sig

Nifi

kan

Mode

rating

�Effect MoT

Na ->

�Non � ARP

�(Y)

0.

033

0.0

32

0.0

75

0.4

49

1.9

60

H₀

diter

ima

Tid

ak Sig

nifi

kan

Mode

rating

�Effect CaTNa

�-> Non � ARP

�(Y)

0.

023

0.0

39

0.0

72

0.3

23

1.9

60

H₀

dite

rima

Tid

ak Sig

nifi

kan

Mode

rating

�Effect PTNa

-> Non � ARP

�(Y)

-0.

002

-0.0

11

0.0

93

0.0

24

1.9

60

H₀ diter

ima

Tid

ak Sig

nifi

kan

 

D.   Uji Analisis Pengaruh Antar Variabel

Hasil perhitungan analisis pengaruh antar variabel dengan menggunakan software SmartPLS 3.0 adalah sebagai berikut :

Tabel 3

Analisis Pengaruh Antar Variabel

Marketing Mix (X1)

Com

Peti

tive Adva

ntage (Z2)

Mar

ket Orien

tation (Z1)

Non - ARP (Y)

Pro

duct Differe

ntiation (Z3)

0.513

0.611

0.300

0.573

Market Orientation (Z1)

 

 

0.153

 

Competitive Advantage (Z2)

 

 

0.084

 

Product Differentiation (Z3)

 

 

0.022

 

Moderating Effect MoTNa

 

 

0.033

 

Moderating Effect CaTNa

 

 

0.023

 

Moderating Effect PTNa

 

 

-0.002

 

Testimony (W)

 

 

0.220

 

Sumber : Data olahan software SmartPLS 3.0

 

Dengan demikian persamaan strukturalnya adalah:

Z1 = 0.611*X1 + e

Z2 = 0.513*X1 + e

Z3 = 0.573*X1 + e

Y = 0.300*X1 + 0.153*Z1 + 0.084*Z2 + 0.022*Z3 + 0.220*W + 0.033*MoTNa + 0.023*CaTNa � 0.002*PTNa + e

 

Keterangan :

Y� = Pendapatan Non Aeronautika

X �= Mix Marketing

Z1 = Market Orientation

Z2 = Competitive Advantage

Z₃ = Product Differentiation

W = Testimony (Word-of-Mouth)

MoTNa = Moderating Effect (Kepuasan Kerja � Kompetensi)

CaTNa �� = Moderating Effect (Kepuasan Kerja � Penghargaan)

PTNa� = Moderating Effect (Kepuasan Kerja � Promosi)

E = Residual atau Error

E.   Koefisien Determinasi (R�)

Koefisien determinasi merupakan angka yang menunjukan seberapa besar pengaruh variabel yang mempengaruhi terhadap variabel yang dipengaruhi. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan software SmartPLS 3.0, diperoleh hasil sebagai berikut:

 

 

 

 

 

Tabel 4

Koefisien Determinasi (R�)

 

R Square

R Square Adjusted

Competitive Advantage (Z2)

0.263

0.258

Market Orientation (Z1)

0.374

0.370

Non - ARP (Y)

0.419

0.388

Product Differentiation (Z3)

0.328

0.324

Sumber : Data olahan software SmartPLS 3.0

 

Berdasarkan tabel 4, Nilai R square Adjusted dari persamaan Z1 = 0.611*X1 + e dari tabel di atas adalah 0.370, hal ini menunjukkan bahwa 37% dari varians Z1 dapat dijelaskan oleh perubahan dalam variabel X1, sedangkan sebanyak (1-R Square) 63% lainnya disebabkan oleh faktor lain di luar model.

Berdasarkan tabel di atas, Nilai R square Adjusted dari persamaan Z2 = 0.513*X1 + e dari tabel di atas adalah 0.258, hal ini menunjukkan bahwa 25.8% dari varians Z2 dapat dijelaskan oleh perubahan dalam variabel X1, sedangkan sebanyak (1-R Square) 74.2% lainnya disebabkan oleh faktor lain di luar model.

Berdasarkan tabel di atas, Nilai R square Adjusted dari persamaan Z3 = 0.573*X1 + e dari tabel di atas adalah 0.324, hal ini menunjukkan bahwa 32.4% dari varians Z3 dapat dijelaskan oleh perubahan dalam variabel X1, sedangkan sebanyak (1-R Square) 67.6% lainnya disebabkan oleh faktor lain di luar model.

Berdasarkan tabel di atas, Nilai R square Adjusted dari persamaan Y = 0.300*X1 + 0.153*Z1 + 0.084*Z2 + 0.022*Z3 + 0.220*W + 0.033*MoTNa + 0.023*CaTNa � 0.002*PTNa + e dari tabel di atas adalah 0.388, hal ini menunjukkan bahwa 38.8% dari varians Y dapat dijelaskan oleh perubahan dalam variabel X1, Z1, Z2, Z3, W, MoTNa, CaTNa dan PTNa, sedangkan sebanyak (1-R Square) 61.2% lainnya disebabkan oleh faktor lain di luar model.

 

Kesimpulan

Penelitian ini mencoba untuk menjawab tujuan penelitian, yaitu untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran, market orientation, competitive advantage dan product differentiation terhadap performa pendapatan non aeronautika dengan positif word of mouth sebagai variabel moderator dengan focus penelitian pada Bandara I Gusti Ngurah Rai � Bali. Dimana pendapatan non aeronautika yang akan dinilai hanyalah retail shop di wilayah keberangkatan.

Responden pada penelitian ini didominasi oleh pelaku bisnis dengan total 73,13% responden (117 responden dari 160 responden) yakni; profesi Pegawai Swasta sebanyak 79 orang (49%), responden dengan profesi Pegawai Negeri sebanyak 23 orang (14%), responden dengan profesi Wiraswasta sebanyak 15 orang (9%). Sebanyak 51% dari responden datang ke Bali adalah untuk tujuan pekerjaan.

Dimana kesimpulan dari hasil penelitian untuk responden yang mayoritas dengan latar belakang pekerja dengan tujuan pekerjaan/bisnis di Bandara I Gusti Ngurah Rai - Bali adalah sebagai berikut: 1) Strategi Marketing Mix bagi responden yang mayoritas dengan latar belakang pekerja dengan tujuan pekerjaan/bisnis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan Non Aeronautika di Bandara I Gusti Ngurah Rai - Bali. Dalam hasil penelitian didapati bahwa responden merasa bahwa Bandara I Gusti Ngurah Rai � Bali telah menyediakan pusat layanan informasi yang baik, hal ini tentu akan memberikan kemudahan bagi penumpang dalam menjelajah ruang di dalam bandara yang pada akhirnya akan meningkatkan kemungkinan penumpang untuk berbelanja. 2) Strategi Market Orientation secara langsung bagi responden yang mayoritas dengan latar belakang pekerja dengan tujuan pekerjaan/bisnis memiliki pengaruh positif yang tidak signifikan terhadap Pendapatan Non Aeronautika di Bandara I Gusti Ngurah Rai - Bali. Dalam hasil penelitian didapati bahwa responden merasa bahwa setiap petugas di bandara saling bekerjasama satu sama lain dalam halnya membantu kebutuhan penumpang. 3) Strategi Compatitive Advantage secara langsung bagi responden yang mayoritas dengan latar belakang pekerja dengan tujuan pekerjaan/bisnis memiliki pengaruh positif yang tidak signifikan terhadap Pendapatan Non Aeronautika di Bandara I Gusti Ngurah Rai - Bali. Dalam hasil penelitian didapati bahwa responden merasa bahwa di bandara dijual produk yang memiliki identitas kekhasan Bali. 4) Strategi Product Differentiation secara langsung bagi responden yang mayoritas dengan latar belakang pekerja dengan tujuan pekerjaan/bisnis memiliki pengaruh positif yang tidak signifikan terhadap Pendapatan Non Aeronautika di Bandara I Gusti Ngurah Rai - Bali. Dalam hasil penelitian didapati bahwa responden merasa bahwa produk retail yang di jual di bandara memiliki gaya sesuai dengan trend yang ada. 5) Strategi Marketing Mix memiliki pengaruh positif yang signifikan yang bagi responden yang mayoritas dengan latar belakang pekerja dengan tujuan pekerjaan/bisnis memiliki Market Orientation, Compatitive Advantage dan Product Differentiation terhadap performa pendapatan non aeronautika 6) Bagi responden yang mayoritas dengan latar belakang pekerja dengan tujuan pekerjaan/bisnis Word of Mouth (Testimony) mampu memoderisasi secara positif pengaruh marketing mix yang melalui Market Orientation dan Compatitive Advantage terhadap performa pendapatan non aeronautika.

Hasil kesimpulan di atas dimana beberapa strategi tidak berpengaruh dengan peningkatan pendapatan diperkirakan karena mayoritas pengisi kuisioner berasal dari kalangan pekerja dan datang untuk urusan pekerjaan sehingga pendekatan pemasaran tidak terlalu dirasakan penting mengingat mereka datang untuk kegiatan bisnis yang berlokasi di pusat kota, sehingga waktu menunggu di bandara menjadi lebih singkat.

 

BIBLIOGRAFI

 

Adler, N., Liebert, V., & Yazhemsky, E. (2013). Benchmarking Airports From A Managerial Perspective. Omega, 41(2), 442�458 Google Scholar.

Barratt, M., Choi, T. Y., & Li, M. (2011). Qualitative Case Studies In Operations Management: Trends, Research Outcomes, And Future Research Implications. Journal Of Operations Management, 29(4), 329�342 Google Scholar.

Graham, A. (2010). Airport Strategies To Gain Competitive Advantage. Ashgate Google Scholar.

Graham, A. (2013). Understanding The Low Cost Carrier And Airport Relationship: A Critical Analysis Of The Salient Issues. Tourism Management, 36, 66�76 Google Scholar.

Ison, S., Francis, G., Humphreys, I., & Page, R. (2011). UK Regional Airport Commercialisation And Privatisation: 25 Years On. Journal Of Transport Geography, 19(6), 1341�1349 Google Scholar.

Jimenez, E., Claro, J., & De Sousa, J. P. (2014). The Airport Business In A Competitive Environment. Procedia-Social And Behavioral Sciences, 111, 947�954 Google Scholar.

Lu, J.-L. (2014). Investigating Factors That Influence Passengers� Shopping Intentions At Airports�Evidence From Taiwan. Journal Of Air Transport Management, 35, 72�77 Google Scholar.

Morris, M. G., Venkatesh, V., & Ackerman, P. L. (2005). Gender And Age Differences In Employee Decisions About New Technology: An Extension To The Theory Of Planned Behavior. IEEE Transactions On Engineering Management, 52(1), 69�84 Google Scholar.

Ringle, C. M., Sarstedt, M., & Zimmermann, L. (2011). Customer Satisfaction With Commercial Airlines: The Role Of Perceived Safety And Purpose Of Travel. Journal Of Marketing Theory And Practice, 19(4), 459�472 Google Scholar.

Selang, C. A. D. (2013). Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Konsumen Pada Fresh Mart Bahu Mall Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 1(3) Google Scholar.

Singh, M. (2012). Marketing Mix Of 4P�s For Competitive Advantage. IOSR Journal Of Business And Management, 3(6), 40�45 Google Scholar.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D). Bandung : CV. Alfabeta.

Sujarweni, V. W. (2014). Metode Penelitian: Lengkap, Praktis, Dan Mudah Dipahami. Yogyakarta: Pustaka Baru Press Google Scholar.

Sweeney, J., Soutar, G., & Mazzarol, T. (2014). Factors Enhancing Word-Of-Mouth Influence: Positive And Negative Service-Related Messages. European Journal Of Marketing Google Scholar.

Thelle, M. H., Pedersen, T. T., & Harhoff, F. (2012). Copenhagen Economics: Airport Competition In Europe Google Scholar.

Tsai, W.-H., Hsu, W., & Chou, W.-C. (2011). A Gap Analysis Model For Improving Airport Service Quality. Total Quality Management & Business Excellence, 22(10), 1025�1040 Google Scholar.

Wojnicki, A. C., & Godes, D. (2011). Signaling Success: Strategically-Positive Word Of Mouth. University Of Maryland, College Park Working Paper Google Scholar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Copyright holder :

Arsan Bayu, Mombang Sihite dan Derriawan (2021).

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under:

Creative Commons License