|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 4, April �2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP KINERJA
KARYAWAN MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
Zumrotul
Masruroh dan Prayekti
Universitas Sarjanawiyata
Tamansiswa Yogyakarta
Email: [email protected], [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRACT |
|
Diterima 21 Februari 2021 Direvisi 2 Maret 2021 Disetujui 15 Maret 2021 |
This study aims to
determine the effect of the effect of Self Efficacy on work performance with
job satisfaction as a study mediation variable at the Department of Population
and Civil Registration of Trenggalek Regency. The population for this study
were employees of the Department of Population and Civil Registration of
Trenggalek Regency. This study uses a quantitative approach. The population
for this study were employees of the Department of Population and Civil
Registration of Trenggalek Regency. The sample used was 45 respondents.
Sampling in this study is saturated sampling. The data analysis technique
used in this study is multiple regression, path analysis and single test. The
results showed that Self Efficacy has a significant effect on employee
performance, Self Efficacy has a positive effect on Job Satisfaction, job
satisfaction has a positive effect on employee performance, and self efficacy
has a positive effect on employee performance with job satisfaction as a
mediating variable. ABSTRAK Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat
dimana berkumpulnya orang-orang yang bekerja sama secara sistematis,
terencana, terkendali, terorganisasi dan memiliki tujuan yang sama. Dengan
adanya visi misi serta tujuan yang sama maka sebuah organisasi akan terbentuk
sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Dengan begitu organisasi dapat
melayani masyarakat sesuai dengan kebutuhannya, maupun anggota organisasi itu
sendiri secara efektif dan efisien.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari kemanjuran Diri terhadap
kinerja kerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi studi pada Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Trenggalek. Populasi untuk
penelitian ini adalah pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.
Populasi untuk penelitian ini adalah pegawai Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kabupaten Trenggalek. Sampel yang digunakan adalah 45
responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah jenuh sampling. Teknik
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa regresi,
analisis jalur dan tes tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Self Efficacy memiliki efek yang
signifikan pada kinerja karyawan, Self
Efficacy memiliki efek positif pada Kepuasan Kerja, kepuasan kerja
memiliki efek positif pada kinerja karyawan, dan kemanjuran diri memiliki
efek positif pada kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel
mediasi. |
|
Keywords: Self Efficacy; Employee Performance; Job Satisfaction Kata Kunci: Kemanjuran diri; Kinerja Karyawan; Kepuasan Kerja |
Pendahuluan
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat
dimana berkumpulnya orang-orang yang bekerja sama secara sistematis, terencana,
terkendali, terorganisasi dan memiliki tujuan yang sama. Dengan adanya visi
misi serta tujuan yang sama maka sebuah organisasi akan terbentuk sesuai dengan
prosedur yang telah ditetapkan. Dengan begitu organisasi dapat melayani
masyarakat sesuai dengan kebutuhannya, maupun anggota organisasi itu sendiri
secara efektif dan efisien.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu organisasi yang satuan kerja
perangkat daerah Kabupaten Trenggalek yang mempunyai tugas pokok yaitu
melaksanakan urusan pemerintah dibidang kependudukan berdasarkan asas otonomi
dan pembantuan serta melaksanakan ketatausahaan dinas.
Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang
berlakunya otonomi daerah dimana otonomi daerah tersebut didefinisikan sebagai
hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri
urusan pemerintahan serta kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan
peraturan perundangan-undangan yang sudah ada.
Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan
salah satu urusan wajib pemerintah daerah yang harus dilaksanakan oleh
pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Administrasi kependudukan terdiri
dari pendaftaran penduduk dan pelayanan pencatatan sipil yang merupakan bagian
dari pelayanan publik yang harus dilaksanakan dengan baik kepada masyarakat.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada
Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Trenggalek masih adanya
kecenderungan kinerja pegawai yang masih rendah, hal tersebut dapat dilihat
dari kinerja karyawan yang rendah, kurang adanya kepuasan kerja karyawan, serta
ketetapan waktu.
Kinerja karyawan merupakan suatu program atau landasan� untuk para
karyawan mengukur seberapa karyawan tersebut sudah mewujudkan visi, misi dan
tujuan organisasi atau perusahaan. Kinerja karyawan dapat diketahui atau diukur
jika individu atau kelompok tersebut sudah mengetahui keberhasilan dari jerih
payah yang telah di usahakannya. Oleh karena itu jika suatu perusahaan atau
organisasi tidak mempunyai target untuk mencapai tujuan� maka belum dapat diukur keberhasilannya �(Moeheriono, 2012).
Menurut (Mangkunegara, 2005) kinerja
ialah hasil yang dicapai seseorang individu maupun kelompok dalam melaksankan
tugasnya dengan penuh tanngung jawab yang sudah diberikan kepadanya.
Kinerja karyawan sangatlah diperlukan dalam
perusahaan karena sebagai kemampuan pegawai dalam melakukan sesuatu keahlian
tertentu, sebab dengan kinerja yang sudah dicapai tersebut akan diketahui
seberapa jauh kemampuan seorang pegawai tersebut dalam melaksanakan tugas yang
sudah dibebankan kepadanya. Salah satu faktor yang juga yang memengaruhi kinerja
karyawan yaitu self efficacy. (Sinambela, 2012)
Self-efficacy
adalah kepercayaan seseorang pada kapasitas
kemampuan dirinya untuk mencapai kesuksesan pada tugas dan tanggung jawab yang
di embannya dalam perusahaan (Kilapong, 2013). Dengan
begitu self-efficacy merupakan tolak
ukur tinggi rendahnya kemampuan yang ada pada diri sendiri untuk menyelesaikan
masalah dalam pekerjaannya. Keyakinan dalam self-efficacy tersebut memengaruhi dan
berkaitan dengan penilaian bagaimana sebaiknya seseorang untuk melakukan
tindakan-tindakan tertentu dalam proses pengerjaan tugasnya dalam perusahaan.
Individu yang mempunyai tingkat self-efficacy
yang tidak mudah menyerah, maka akan lebih sedikit mengalami keraguan pada
dirinya sendiri dan menyenangi aktivitas baru yang akan lebih menantang, karena
semakin tinggi self-efficacy yang
dimiliki seseorang dimana dia yakin akan kemampuannya untuk mendapatkan hasil
terbaik dari pekerjaannya, dan semakin tinngi pula peluangnya untuk maju atau
berhasil. Sumber daya manusia merupakan peran penting bagi perusahaan� karena sebagai obyek pelaksana
kegiatan. Keberhasilan�
perusahaan tergantung pada kinerja karyawan yang� berada dalam perusahaan tersebut. Oleh karena
itu agar perusahaan dapat berjalan dengan baik maka perlu adanya karyawan yang
mempunyai kemampuan atau keyakinan self efficacy terhadap dirinya sendiri dalam menyelesaikan
tugas-tugasnya dan dalam mengatasi segala situasi yang muncul dihidupnya (Ghufron & Risnawati, 2010)
Menurut (Suciati, 2014) self efficacy juga dapat diartikan untuk
melakukan evaluasi seseorang mengenai kemampuannya atau kompetensi diri untuk
melakukan suatu tugas, mencapai tujuan dan juga untuk menangani sutu masalah.
Keyakinan terhadap kemampuannya sendiri maka seseorang dapat memengaruhi perasaan,
cara berfikir, motivasi, dan juga tingkah laku seseorang.
Agar tujuan perusahaan dapat terwujud, maka
pihak perusahaan harus dapat memuaskan karyawannya karena kepuasan kerja
karyawan merupakan pendorong moral, kedisiplian, dan prestasi kerja karywan.
Kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai
pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan,dan prestasi
kerja (Pratiwi, 2013).
Menurut� Kepuasan kerja
yaitu perasaan atau keadaan yang terjadi pada emosional seorang karyawan atas
senang atau tidaknya pekerjaan mereka. Kepuasaan kerja merupakan isi afektif
atau emosi pada diri seseorang yang merupakan faktor penting dalam setiap
pekerjaan.
Setiap orang pasti ingin mendapatkan kepuasan
kerja yang sepadan dengan pekerjaan apa yang sudah mereka lakukan, karena ingin
menghidupi dirinya serta keluarganya tapi kadang imbalan tersebut dirasa belum
cukup dengan apa yang sudah dilakukannya dalam pekerjaan tersebut. Sehingga ia
merasa kepuasan kerjanya belum didapatkan atau diperoleh sehingga tingkat emosional
yang tidak terkendali (Wibowo, 2013)
Kepuasan kerja yaitu sebuah ungkapan seseorang
terhadap apa yang sudah dicapai dalam pekerjaannya yaitu ketika mendapatkan
kesempatan promosi karena sudah berhasil mencapai tujuannya tersebut. Kepuasan
kerja mencerminkan sifat dari pada tingkah laku (Titisari, 2014).
Adapun faktor-faktor yang dapat memengaruhi kepuasan
kerja. (Robbins, 2010) menjelaskan
ada lima faktor yang dapat dijadikan tolak ukur yaitu:
Kepuasan dengan gaji, Kepuasan dengan promosi,
Kepuasan dengan rekan kerja, Kepuasan dengan atasan, Kepuasan dengan pekerjaan
itu sendiri.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan
diatas, maka saya tertarik untuk meneliti bagaimana pengaruh self efficacy terhadap kinerja karyawan
melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kabupaten Trenggalek. Hasil penelitian diharapkan dapat
memberikan tambahan informasi lebih lanjut bagi kemajuan Dinas Kependudukan Dan
Pencatatan Sipil Kab. Trenggalek sehingga dapat mengetahui sejauh mana pengaruh
self efficacy terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja.
Metode
Penelitian
Hasil dan Pembahasan
A. Uji Kualitas Data
1. Uji Validitas dan Uji
Realibilitas
Menurut (Kurniawan et al., 2019) uji validitas digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu
kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu
untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Hasil uji
validitas yang telah dilakukan seperti yang disajikan diatas diketahui semua
butir pertanyaan memiliki r-hitung > r-tabel = 0,2940 maka semua butir
pertanyaan pada penelitian dinyatakan valid. Tahap selanjutnya adalah uji
realibilitas. Hasil uji reliabilitas menunjukkan semua variabel dalam
penelitian memiliki nilai koefisien Alpha Cronbach > 0,6 maka dapat
disimpulkan bahwa variabel dalam penelitian ini dinyatakan reliable.
2. Uji Validitas dan Uji
Realibilitas Self Efficacy
Tabel 1
Uji Valid Pan Reali Self Efficacy
|
Vari abel |
Bu tir |
r-hitung |
Keter angan |
Koe fisien Alpha Cron bach |
Keter angan |
|
Self Effi cacy |
1 |
0,460 |
Valid |
0,683 |
Relia bel |
|
|
2 |
0,572 |
Valid |
||
|
3 |
0,477 |
Valid |
|||
|
4 |
0,502 |
Valid |
|||
|
5 |
0,361 |
Valid |
|||
|
6 |
0,439 |
Valid |
|||
|
7 |
0,622 |
Valid |
|||
|
8 |
0,504 |
Valid |
Pada tabel 1 dijelaskan bahwa nilai r-hitung lebih besar dar
r-tabel = 0,2940 maka dikatakan valid, dan nilai Koefisien Alpha Cronbach
memiliki nilai lebih dari 0,6 maka dari tu dikatakan reliabel.
3. Uji Validitas dan Uji
Reliabilitas Kepuasan Kerja
Tabel 2
Uji Valid dan Reali Kepuasan Kerja
|
Vari abel |
Bu tir |
r-hit ung |
Keter angan |
Koef isien Alpha Cron bach |
Keter angan |
|
Kepu asan Kerja |
1 |
0,656 |
Valid |
0,748 |
Reli abel |
|
|
2 |
0,612 |
Valid |
||
|
3 |
0,641 |
Valid |
|||
|
4 |
0,652 |
Valid |
|||
|
5 |
0,439 |
Valid |
|||
|
6 |
0,570 |
Valid |
|||
|
7 |
0,595 |
Valid |
|||
|
8 |
0,504 |
Valid |
Pada tabel 2 dijelaskan bahwa nilai r-hitung lebih besar dar
r-tabel = 0,2940 maka dikatakan valid, dan nilai Koefisien Alpha Cronbach
memiliki nilai lebih dari 0,6 maka dari tu dikatakan reliabel.
4. Uji Validitas dan
Reliabilitas Kinerja Karyawan
Tabel 3
Uji Valid dan Reali Kinerja Karyawan
|
Vari abel |
Bu tir |
r-hitung |
Keter angan |
Koe fisien Alpha Cron bach |
Keter angan |
|
Kin erja Kary awan |
1 |
0,494 |
Valid |
0,731 |
Relia bel |
|
|
2 |
0,568 |
Valid |
||
|
3 |
0,572 |
Valid |
|||
|
4 |
0,695 |
Valid |
|||
|
5 |
0,381 |
Valid |
|||
|
6 |
0,579 |
Valid |
|||
|
7 |
0,663 |
Valid |
|||
|
8 |
0,530 |
Valid |
Pada tabel 3 dijelaskan bahwa nilai r-hitung lebih besar dari
r-tabel = 0,2940 maka dikatakan valid, dan nilai Koefisien Alpha Cronbach
memiliki nilai lebih dari 0,6 maka dari tu dikatakan reliabel.
B. Pengaruh� Self Efficacy Terhadap Kinerja Karyawan
Nilai� koefisien�
jalur� Self Efficacy�� (X) terhadap�� Kinerja Karyawan�� (Y)� �secara��
langsung�� adalah�� sebesar��
0.286� dan� hasil uji statistik Ttest atau uji parsial
menunjukkan nilai signifikansi Self Efficacy terhadap Kinerja Karyawan adalah
0.008 yang berarti Hipotesis 1 diterima karena nilai koefisien jalur positif 0.286
dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 (0.008 < 0.05). Hal ini berarti
bahwa ada pengaruh langsung dari Self Efficacy terhadap Kinerja Karyawan pada
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Trenggalek.
Self Efficacy berpengaruh secara signifikan
dan positif pada Karyawan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Daerah Kabupaten
Trenggalek dapat dilihat dari nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel,
yang menunjukkan bahwa Self Efficacy berpengaruh secara signifikan dan positif
terhadap Kinerja Karyawan.
Adanya pengaruh Self Efficacy pada
Kinerja Karyawan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten
Trenggalek memiliki arti diantaranya semakin tinggi uasah pemimpin dalam
menerapkan self efficacy maka semakin tinggi pula kinerja karyawan di Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Trenggalek.
Menurut (Cherian
& Jacob, 2013). Menunjukkan pengaruh
bahwa self efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
individu ditempat kerja dan mekanisme dimana self efficacy seseorang menentukan
kinerja dan motivasi terkait pekerjaannya.
C. Pengaruh Self Efficacy
terhadap Kepuasan Kerja
Nilai koefisien jalur Self Efficacy
(X) terhadap Kepuasan Kerja (Z) secara langsung adalah sebesar 0,282 dan
signifikansi pada 0,004 yang berarti dapat diterima karena koefisien jalur posititf
(0,282) dan hasil signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,004<0,05). Hal ini
berarti bahwa ada pengaruh positif dan signifikan dari self efficacy (X)
terhadap kepuasan kerja (Z) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kabupaten Trenggalek.
Menurut (Chasanah,
2018) mengungkapkan bahwa
individu ini memiliki motivasi yang kuat untuk menyelesaikan pekerjaanya karena
adanya keyakinan diri untuk bisa menyelesaikan pekerjaan yang ia dapatkan,
seseorang yang memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi, maka rasa kepuasan
kerja akan tinggi pula.
D. Pengaruh Kepuasan Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan
Nilai koefisien jalur Kepuasan Kerja
(Z) Terhadap Kinerja Karyawan (Y) secara langsung adalah sebesar 0,502 dan
hasil statistic Ttes atau uji parsial menunjukkan nilai signifikansi Kepuasan
Kerja terhadap Kinerja Karyawan adalah 0.002 yang berarti Hipotesis 3 diterima
karena nilai koefisien�
jalur� positif� (0.502)�
dan �nilai� signifikansi�
lebih� kecil��� dari 0.05 (0.002< 0.05). Hal ini berarti
bahwa ada pengaruh langsung dari Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Trenggalek.
Menurut (Damayanti
et al., 2018) Ada pengaruh yang kuat
dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap kinerja. Berdasrakan penelitian
yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Kepuasan kerja dan
kinerja karyawan merupakan hal penting yang harus diperhatikan perusahaan dalam
mengelola karyawan yang bekerja di RS Islam Siti Khadijah Palembang. Kepuasan
kerja karyawan harus diperhatikan oleh perusahaan karena kepuasan kerja dapat memengaruhi
kinerja yang membuat karyawan merasa ingin memberikan usaha terbaik dan ikut
berjuang bersama untuk mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu, sangat
penting bagi manajemen RS Islam Siti Khadijah Palembang untuk memperhatikan
kedua faktor tersebut.
E. Kepuasan kerja memediasi
Self Efficacy terhadap Kinerja Karyawan
Kepuasan kerja (Z) menjelaskan
mempunyai pengaruh dengan Kinerja Karyawan (Y), sedangkan self efficacy (X),
dengan demikian pengaruh tak langsung self efficacy terhadap kinerja karyawan,
sehingga kepuasan kerja memperkuat self efficacy terhadap kinerja karyawan dibuktikan
dengan pengujian hipotesis menggunakan analisis path dan uji sobel menunjukkan
nilai t hitung = 2,1704 lebih besar dari nilai t tabel dengan tingkat
signifikansi 5% yaitu sebesar 1,681 maka dapat disimpulkan bahwa koefisien
mediasi 0.141564 signifikan yang berarti terdapat pengaruh mediasi. Berdasarkan
data hasil perhitungan dan beberapa tahapan di atas maka dapat diketahui bahwa
hipotesis keempat dapat terbukti dan dapat diterima.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai
Pengaruh Self Efficacy Terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepuasan Kerja Sebagai
Variabel Mediasi maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut
: 1) Self Efficacy secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja
karyawan. 2) Self Efficacy secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan
kerja perusahaan. 3) Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. 4) Self
Efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan
dimediasi Kepuasan Kerja
BIBLIOGRAFI
Chasanah,
L. N. (2018). Pengaruh self esteem, self efficacy dan locus of control
terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening:
Studi pada Bank Jatim Syariah Cabang Malang. Universitas Islam Negeri Maulana
Malik Ibrahim Google Scholar.
Cherian,
J., & Jacob, J. (2013). Impact of self efficacy on motivation and performance
of employees. International Journal of Business and Management, 8(14),
80 Google Scholar.
Damayanti,
R., Hanafi, A., & Cahyadi, A. (2018). Pengaruh kepuasan kerja terhadap
kinerja karyawan (studi kasus karyawan non medis RS Islam Siti Khadijah
Palembang). Sriwijaya University Google Scholar.
Ghufron,
M., & Risnawati, R. (2010). Teori psikologi. Jakarta: Ar-Ruzz Media Google Scholar.
Kilapong,
S. N. (2013). Kepemimpinan transformasional, self efficacy, self esteem
pengaruhnya terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Tropica Cocoprima Manado. Jurnal
EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 1(4) Google Scholar.
Kurniawan,
R. A., Qomariah, N., & Winahyu, P. (2019). Dampak Organizationlal Citizenship
Behavior, Motivasi Kerja, Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal
Penelitian IPTEKS, 4(2), 148�160 Google Scholar.
Mangkunegara,
A. P. (2005). Perilaku dan Budaya Organisasi Cetakan Pertama. Malang :
Remaja Rosda Karyawan Google Schoral.
Moeheriono.
(2012). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Depok. PT Rajagrafindo
Persada.
Pratiwi, Y.
(2013). Hubungan locus of control dengan kepuasan kerja karyawan Vincent
Maestro Group Surabaya. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Google Scholar.
Robbins, C.
(2010). Manajemen. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Sinambela,
L. P. (2012). Kinerja pegawai: Teori, pengukuran dan implikasi. Yogyakarta:
Graha Ilmu Google Scholar.
Suciati, R.
(2014). Perbedaan Kemampuan Self-efficacy Mahasiswa Antara Model Problem Based
Learning dengan Model Ekspositori pada Mata Kuliah Evolusi. Prosiding Simposium
Nasional Pembelajaran Sains Google Schoral.
Sugiyono,
M. P. P., & Kuantitatif, P. (2012). Kualitatif, dan R&D, Bandung:
Alfabeta. Cet. VII Google Schoral.
Titisari,
P. (2014). Peranan organizational citizenship behavior (OCB) dalam
meningkatkan kinerja karyawan Google Schoral.
Wibowo, N.
(2013). Pengaruh kualitas leader member exchange (LMX) terhadap produktivitas
kerja melalui kepuasan kerja dan komitmen organisasional pada PT. Nutrifood
Surabaya. Agora, 1(1), 58�67 Google Schoral.
|
Copyright holder : Zumrotul Masruroh dan Prakyeti (2021). |
|
First publication right
: Jurnal Syntax Transformation This article is licensed under: |