|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 5, Mei �2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
TINJAUAN KRITIS: KOMPLEKSITAS SOSIAL CAREGIVER
DEMENSIA DALAM KELUARGA USIA LANJUT
Kreshna Manggala Putra dan Ida Ruwaida Noor
Universitas Indonesia (UI) Depok JakartaJawa Barat, Indonesia
Email: [email protected]
dan [email protected]
|
INFO
ARTIKEL |
ABSTRACT |
|
Diterima 21 Direvisi 2 Disetujui 15 |
This
article aims to provide a critical review of the study of Struckmeyer and
Roberts which focuses on examining the family dynamics of 2 (two) cases in
the lives of 2 family couples who take the role of caregiver to care for
People with Dementia in their household. Methods using qualitative literature
study was conducted to see
the strengths and limitations of this issue. His strength is to be able to
explore the dynamics of the caregiver life of People with Dementia,
especially related to the depiction of the dynamics of the interaction
between husband and wife in families who experience the caregiving process in
old age. Struckmeyer is able to address issues that is rarely get attention
in other studies of dementia problems in general, namely, the special
problems experienced by the caregiver itself. Meanwhile, Struckmeyer is
limited in exploring the subjects family's social background and social
environment. The conclusion of this article places Struckmeyer in less
demonstrating the social characteristics of the family and the local
environment due to help readers understand other supportive situations that
shape the meaning of informants in living their lives as dementia caregivers. ABSTRAK Artikel ini bertujuan memberi tinjauan kritis (critical review) terhadap studi Struckmeyer dan Roberts yang berfokus mengkaji dinamika keluarga dari 2 (dua) kasus kehidupan 2 sepasang keluarga yang melangsungkan peran Caregiver untuk merawat ODD dalam rumah tangganya.
Metode Kualitatif melalui
studi literatur
dilakukan untuk melihat kekuatan maupun keterbatasan dari isu ini.
Kekuatannya
mampu menggali
dinamika kehidupan caregiver
ODD, khususnya terkait penggambaran dinamika interaksi pasangan suami-istri dalam keluarga yang mengalami proses caregiving
di masa tua. Struckmeyer mampu mengetengahkan persoalan yang jarang mendapatkan atensi dalam kajian masalah demensia lain pada umumnya, yakni persoalan khusus yang dialami oleh caregiver
itu tersendiri.
Sementara Struckmeyer terbatas dalam menggali latar belakang sosial keluarga maupun lingkungan sosialnya. Kesimpulan artikel ini menempatkan
Struckmeyer kurang
menyajikan gambaran karakteristik sosial keluarga maupun lingkungan setempat guna
membantu pembaca memahami
situasi pendukung lainnya yang membentuk pemaknaan informan-informannya dalam menjalani
kehidupannya sebagai
caregiver ODD.
|
|
Keywords: dementia; caregiver; �family, Social Support Kata Kunci: Demensia, Caregiver, Keluarga., Dukungan
Sosial
|
Pendahuluan
Perdebatan tentang
bagaimana masyarakat atau individu dalam
mengasuh lansia bukanlah suatu isu� baru. Dimana
secara mendasar merujuk pada definisi Merrian-Webster Caregiver adalah
orang yang memberikan perawatan
langsung kepada anak-anak, orang tua, atau orang yang sedang sakit kronis. Berbagai
disiplin ilmu telah menaruh atensi
pada isu ini, termasuk ilmu sosial,
antara lain: kajian-kajian� sosiologis
yang fokus pada aspek sosial dalam menangani
persoalan-persoalan lansia.
Terdapat Penelitian terdahulu yang
relevan, pertama berkenaan
dengan perilaku masyarakat terhadap isu kesehatan mental lansia, studi Kroska (et al., 2014) (Kroska et al., 2014) menarik untuk
dilihat. Ia menemukan relevansi yang signifikan antara kesehatan mental lansia dengan tindakan masyarakat untuk menjaga jarak sosial
(social distancing). Studinya menyoroti
perilaku publik dalam menjaga jarak
dengan pasien yang memiliki riwayat penyakit depresi dan skizofrenia. Literatur ini memperlihatkan bahwa keberadaan pasien dengan riwayat
kejiwaan rentan diperlakukan kurang
baik oleh publik.
Di sisi
lain, Studi (Abu Bakar et al., 2014) Bakar (2014) cukup menarik dalam
membahas persoalan demensia. Studi ini melihat persoalan
demensia merupakan persoalan
multidimensi. Terlepas sebagai persoalan klinis, Bakar mengekspos keberadaan caregiver sebagai elemen utama dalam
penanggulangan demensia di
Malaysia. Ia menemukan bahwa caregiver mengalami
detrimental efek. Seperti beban finansial, emosi, fisik, dan sosial dalam upaya
menanggulangi persoalan demensia. Terlebih beban yang sangat dirasakan bagi caregiver
informal.
Salah satu studi sosial
lain teraktual lainnya adalah
studi yang dikemukakan
Kristopher Struckmeyer (Struckmeyer, 2021)(Struckmeyer et al., 2021) seorang praktisi di dari Oklahoma State University, Amerika telah
banyak mengembangkan kajian dan riset dalam ilmu Gerontology. Studi-studinya berfokus untuk membangun pemahaman dan interaksi antara lansia dengan
lingkungan sosial� seperti
kaitannya pada aspek layanan kesehatan, dukungan sosial, pelatihan pendidikan, serta pada peningkatan kapasitas legislasi masyarakat untuk menghadapi masalah kesehatan masyarakat. Selaras dengan
konsep dukungan sosial Pinkerton
& Canavan (2016) (Pinkerton et al., 2016) yang melihat bentuk pendampingan atau asistensi untuk seseorang yang membutuhkan.� Dalam hal ini, pendampingan
tersebut dapat diperoleh melalui dukungan formal maupun informal, seperti dengan menggunakan jasa tenaga profesional, jasa panti sosial
atau hanya dengan bantuan keluarga, keluarga besar, kerabat serta tetangga.
Dalam studinya
ia memperlihatkan pendamping ODD selaku perempuan atau istri cenderung tidak bisa menerima
atau kecewa dengan fakta untuk
dapat menangani suami dengan demensia
sepenuhnya. Terlebih, anak perempuan juga enggan menerima keberadaan ODD dengan tidak mengakuinya ke publik karena
malu. Seiring dengan itu, penanganan
ini dianggap beban juga didorong oleh faktor budaya patriarki
yang menempatkan perempuan berperan dalam peran domestik termasuk terkait hal asuh-mengasuh untuk merawat lansia.
Studinya ini menggambarkan dinamika interaksi pasangan suami-istri dalam keluarga yang mengalami proses
caregiving di masa tua. Studi
ini akan penulis kupas lebih
lanjut pada artikel ini.
Hal baru yang menarik dikembangkan pada penelitian ini bermula pada terbatasnya penelitian-penelitian di atas
yang mengulas secara spesifik tentang bagaimana penyakit demensia dapat berpengaruh besar pada kehidupan pasangan dalam usia pernikahan
yang lebih lanjut. Penelitian ini mengulas
kehidupan pasangan lanjut usia dalam
menghadapi persoalan-persoalan
dementia dan caregiving,
Perdebatan tentang bagaimana masyarakat atau individu dalam
mengasuh lansia (caregiver) bukanlah sesuatu hal yang baru. Ragam studi
telah menaruh atensi pada isu ini, termasuk dalam ilmu sosial turut berkembang
kajian-kajian yang mengedepankan aspek sosial guna menangani persoalan-persoalan
lansia.� Salah satu yang dikenal dalam
studi-studi ini dikemukakan oleh Kristopher Struckmeyer (Struckmeyer, 2021) seorang praktisi di bidang caregiver dari Oklahoma State
University, Amerika telah banyak mengembangkan kajian dan riset dalam ilmu
Gerontology. Studi-studinya berfokus untuk membangun pemahaman dan interaksi
antara lansia dan lingkungan mereka seperti pada aspek layanan kesehatan,
dukungan sosial, pelatihan pendidikan, serta pada peningkatan kapasitas
legislasi masyarakat untuk menghadapi masalah kesehatan masyarakat. Salah satu
studi terkininya (Roberts &
Struckmeyer, 2019) adalah �Ours is the
Strangest Situation, Ours is Different from Most Peoples�: Spousal
Caregiver Perspectives on the Complex Challenges of Dementia Caregiving in
Late-Life Marriage yang menggambarkan dinamika interaksi pasangan
suami-istri dalam keluarga yang mengalami proses caregiving di masa tua. Studi
ini akan penulis kupas lebih lanjut pada artikel ini.
Hal menarik yang dikembangkan pada penelitiannya ini bermula pada
terbatasnya penelitian-penelitian yang mengulas secara spesifik tentang
bagaimana penyakit demensia dapat berpengaruh besar pada kehidupan pasangan
dalam usia pernikahan yang lebih lanjut. Penelitiannya mengulas secara lebih
dalam kehidupan pasangan usia lanjut dalam menghadapi persoalan-persoalan
dementia. Oleh karenanya, sampai penelitiannya tersebut dihasilkan, artikel
yang juga dikemukakan melalui tulisan ini�
akan menampilkan isu yang berkenaan dengan isu kesehatan publik,
caregiving, pengorbanan dan kesamaan serta perbedaan peran dalam pernikahan
secara seksama untuk merespon gagasan dan temuan yang disampaikan melalui
penelitian tersebut[Ai1] .
Metode Penelitian[Ai2]
Metode Studi
literatur dilakukan untuk melihat kekuatan
maupun keterbatasan dari isu ini.
Pendekatan penelitian yang
digunakan oleh Struckmeyer dkk adalah pendekatan
kualitatif yakni studi kasus (Creswell & Creswell, 2017) (Creswell, 2013) �dengan
strategi wawancara mendalam
(indepth interview) pada 2 (dua)
perempuan yang berperan sebagai� caregiver dari suami yang
mengalami Demensia atau dikenal dengan
istilah Orang Dengan Demensia (ODD). Kedua perempuan tersebut adalah� Doris (69 tahun)� dan Ginger. (78 tahun).
Struckmeyer dkk
melakukan penelitian� selama
6� (enam)� bulan. Fokus kajiannya menggali dan membandingkan dinamika keluarga dari 2 (dua) kasus,
yakni para Istri sebagai caregiver dari suami-suaminya yang ODD.
Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk
memberi tinjauan kritis (critical
review) terhadap
studip Struckmeyer dan Roberts (Roberts &
Struckmeyer, 2019) yang berfokus mengkaji dinamika keluarga dari 2 (dua) kasus kehidupan
2 sepasang keluarga yang melangsungkan peran Caregiver untuk merawat ODD dalam rumah tangganya.
-Ginger dan Jack
Struckmeyer mengemukakan bahwa Ginger adalah seorang wanita Kaukasian berusia 78 tahun yang tinggal di Midwestern. Dia menikah dengan Jack, yang merupakan suami keduanya. Ginger dan Jack sebelumnya telah berteman dekat selama bertahun-tahun. Ginger kehilangan suami pertamanya karena kanker yang diidap mantan suaminya selama 4 tahun. Seiring itu ia
masih menjaga hubungan baik dengan
Jack selama beberapa tahun terakhir, yang kemudian membuat mereka memutuskan untuk menikah pada tahun 2006. Dimana, dalam pernikahannya dengan Jack saat ia sudah
didiagnosa sakit demensia pada usia 75 tahun. Saat ini
usia pernikahannya sudah berlangsung selama 10 tahun. Ginger dan Jack sama-sama membawa anak dari hasil
pernikahannya masing-masing dengan
pasangan yang sebelumnya.
Ginger memiliki putra dan putri dan dua cucu
dan Jack memiliki seorang putri dewasa dan satu cucu.
Pada suatu kondisi dalam
dinamika hubungan mereka, Jack mengatakan kepada Ginger bahwa ia berhenti dari
pekerjaannya sebagai sebagai pegawai kantor pos. Ginger menceritakan bahwa ini adalah
momen transisi dalam pernikahan mereka. Dimana ia merasa seketika mendapatkan beban tanggung jawab baru yang berkali lipat dimana ia
tersadarkan untuk wajib merawat suaminya
yang ODD. Khususnya keharusannya
dalam menyiapkan dana yang besar untuk biaya
perawat demensia Jack dan keberlangsungan hidup mereka kedepannya. Dalam 1 tahun awal
pernikahannya, Ginger menjadi
sadar bahwa mimpi-mimpi yang dia miliki sebelumnya untuk hidup tenang
dan damai tidak akan mampu terwujud
dalam situasinya kini. Hal ini pada akhirnya membawa Ginger dalam situasi yang sangat stress, penuh konflik dan mendorong keraguannya tentang pernikahannya dengan Jack selama beberapa tahun ke depan.
-Doris
dan Frank
Struckmeyer mendeskripsikan Doris adalah seorang wanita Kaukasia berusia 69 tahun yang telah bercerai darinya suami pertamanya Frank selama 20 tahun. Frank diagnosis demensia pada tahun 2012. Sebaliknya, sempat terpisah selama 4 tahun setelah mereka
bercerai, Doris dan Frank memutuskan
untuk menikah lagi pada tahun 2016 dan memiliki dua orang dewasa putri dan satu cucu. Frank sekarang berusia 65 tahun.
Hal yang mendorong Doris untuk kembali menerima Jack, adalah karena dorongan
perasaan dimana ia merasa penting
untuk mendampingi Frank saat kondisi kesehatannya
akibat demensia semakin memburuk. Sehingga kondisi dan situasi ini membuat
Doris terpanggil lagi untuk mendampingi Jack di masa akhir hidupnya. Di samping itu, keputusannya
untuk menikahi Frank kembali ini didorong
oleh keyakinannya atas takdir yang menggiring pendiriannya untuk menerima kenyataan akan kondisi Frank yang sepenuhnya dapat dengan ikhlas menerima
keadaan.
Pendekatan penelitian yang digunakan oleh penulis di
atas adalah pendekatan kualitatif yang digunakan untuk memahami dinamika
kehidupan� pasangan usia lanjut� dalam menghadapi dementia. Metode yang
digunakannya adalah studi kasus dengan strategi wawancara mendalam (indepth
interview) yang berfokus pada dua (2) perempuan caregiver dari suami seorang Orang Dengan Demensia (ODD) yang
diwawancara selama kurun waktu enam (6) bulan. Keduanya bernama Doris dan
Ginger. Penelitian ini mencoba menelusuri beberapa aspek dari kehidupan kedua
pasangan tersebut, yaitu aspek (1) dinamika keluarga, (2) keterisolasian, (3)
dinamika keuangan keluarga, dan (4) penerimaannya terhadap pasangannya yang
mengalami demensia.
Hasil
dan Pembahasan
Dari aspek yang difokuskan Struckmeyer berkenaan dengan aspek dinamika keluarga, pasangan ODD. Temuan� Struckmeyer atas 2 (dua) pasangan
yang menjadi subyek penelitiannya� menunjukkan adanya� perbedaan:� : pertama, Doris memilih kembali untuk merawat suami
pertamanya yang ODD setelah� ia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan dengan suami keduanya.
ementara Ginger menikahi Jack suaminya berdasarkan harapannya untuk memulai kehidupan baru. Keduanya harus menerima kekecewaan, kemarahan dan rasa bersalah bersamaan terkait dengan realitas keadaan yang mereka hadapi sebagai
caregiver, keduanya juga menemukan
diri dalam persoalan keuangan. Dimana tekanan-tekanan tentang uang ini relatif selalu
ada dibenak untuk perempuan.
Terlepas dari
kesamaan dalam pengalaman Caregiving mereka,
Ginger dan Doris memiliki serangkaian
kebutuhan dan situasi yang berbeda. Doris mencoba untuk berdamai dengan situasi di tengah keberadaan anak-anaknya yang tidak memperdulikan kondisi dan kesulitan yang dialami oleh nya dan suaminya yang demensia. Ditambah anak-anaknya belum mampu untuk menerima
keberadaan ayahnya menikah kembali dengan ibunya. Di sisi lain, dalam soal pengasuhan, Ginger mungkin memiliki hasil yang relatif lebih baik dari
pernikahannya yang kedua.
Akan tetapi, kekecewaan
yang ia rasakan dalam pernikahannya tersebut sebagian besar adalah alasan
atas rasa bersalahnya kepada Jack, menurutnya dengan kembalinya bersama Jack ia meyakini Jack adalah tempat yang tepat untuk melampiaskan perasaannya. Lalu secara reflektif dengan hidup bersama Jack menghadapi cobaan demi cobaan dalam rumah
tangganya ia merasa justru menjadi
lebih tangguh secara emosional dan fisik dalam perannya
sebagai pengasuh caregiver
Jack.
Jika ditelisik
secara seksama, dapat dikatakan jurnal ini cukup
komprehensif menggambarkan� dinamika
hubungan pasangan usia lanjut dalam
menghadapi persoalan demensia. Diawali dengan penulis menggambarkan analisa situasi, dimana penulis menjelaskan setting umum persoalan-persoalan demensia yang tengah berkembang. Penulis mampu mengetengahkan persoalan yang jarang mendapatkan atensi dalam masalah demensia
pada umumnya, yakni persoalan yang dialami oleh
caregiver. Sebagaimana (Connidis,
2010) mengatakan terdapat banyak faktor yang memberatkan
caregiver dalam mengasuh lansia, sehingga kehidupannya caregiver menjadi
tidak seimbang. Beberapa faktor penting di antaranya turut mampu penulis
eksplorasi secara lebih mendalam dalam artikelnya seperti faktor-faktor yang telah disebutkan sebelumnya.
Dalam menelusuri
faktor-faktor tersebut, penulis dengan tepat menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus untuk
memahami semua dinamika persoalan yang terjadi terhadap informan-informan yang dituju.
Strategi wawancara mendalam
digunakan penulis dengan menerapkan interview protocol yang ketat. Secara etis
juga penulis membangun kesepakatan (consent)
dengan informan-informannya.
Sebab menurut (Alzheimer,
2019)
melakukan wawancara dalam penanganan ODD pada umumnya merupakan suatu hal yang khusus, sehingga membutuhkan� prosedur tertentu. Secara lebih jauh,
penulis secara khusus juga mampu menyajikan hasil wawancaranya ke dalam tema-tema dalam penelitiannya. Selaras pada (Yin,
2013), kategorisasi
hasil wawancara dalam studi kasus
ia sebut sebagai proses coding
dalam tahap pengolahan data yang nantinya bermanfaat untuk dapat dianalisa dan disajikan secara lebih lanjut.
Lebih lanjut, penelitian ini membuka wawasan publik dalam memahami
dinamika persoalan pasangan usia lanjut
dalam menangani demensia. Khususnya dari sisi peran
caregiver yang dialami oleh istri
seorang ODD. Melalui kehidupan keluarga Doris dan
Ginger sebagaimana yang dideskripsikan
sebelumnya, terdapat ragam pemaknaan persoalan demensia yang dihadapi oleh keduanya. Aspek penolakan (denial) dan penerimaan
(acceptance) serta
dialami sebagai proses yang
tidak mudah dilalui oleh mereka dalam menghadapi suaminya yang ODD. Serupa dengan (Miron et al., 2019) dalam studinya menjelaskan fenomena fear incompetence yakni munculnya perasaan takut yang dialami oleh anggota keluarga atau masyarakat untuk berinteraksi dengan ODD dikarenakan terdapat perbedaan perilaku yang dialami ODD. Fenomena ini membatasi
interaksi dan menimbulkan jarak sosial antar
hubungan ODD dengan individu lainnya, dalam hal ini
adalah anak sehingga membatasi dukungan sosial yang diberikan.� Melihat hal ini,
penelitian ini serta membantu pembaca mendapatkan gambaran khusus bagi caregiver-caregiver lainnya
yang juga mengalami hal serupa.�
Melihat lebih jauh, adapun tulisan penulis ini juga memiliki beberapa kekurangan. Pertama, penulis kurang menggambarkan secara lebih detail bentuk karakterteristik demografi keluarga dari tiap
informannya. Misalnya, berapa jumlah anaknya,
usia, agama, etnis dan jenis kelaminnya maupun kondisi sosial dari lingkungan
tetangganya. Penulis dengan sederhana hanya mendeskripsikan dari salah satu informannya Doris yang hanya sebatas memiliki
anak yang tidak mampu menerima (acceptance) terhadap
kondisi ayahnya yang ODD. Tanpa dideskripsikan lebih lengkap, hal ini membuat
pembaca sulit untuk menangkap situasi utuh yang mempengaruhi kondisi sosial keluarga dari tiap informannya.
Jika
dibandingkan, seperti studi (Rote et al.,
2019)
dan (Khan
et al., 2017) mengemukakan
bahwa bentuk karakteristik keluarga berpengaruh besar dalam keberlangsungan hidup caregiver maupun ODD secara signifikan. Dalam studinya, keluarga dengan anggota keluarga yang lebih banyak relatif
mampu memberikan berbagai dukungan kepada ODD dibandingkan dengan jumlah anggota
keluarga yang lebih sedikit. Selaras dengan itu, studi
(Ezeigbo,
2017) serta menunjukan aspek etnis turut menentukan
nilai penghormatan terhadap lansia dalam memberikan bentuk dukungan-dukungan keluarga yang diberikan kepada ODD. Dalam studinya dikemukakan keberadaan etnis campuran� Mexico-Amerika, Korea-Amerika, Jepang-Kanada di amerika memiliki kecenderungan nilai penghormatan terhadap lansia yang begitu tinggi.
Kesimpulan
Dengan demikian,
secara seksama studi penulis akan
lebih komprehensif apabila dapat memenuhi
beberapa aspek di atas, khususnya terkait bagaimana penulis menyajikan gambaran�������� karakteristik sosial keluarga maupun lingkungan setempat. Sebab, dengan dituangkannya
penggambaran tersebut, pembaca maupun publik secara umum
dapat memahami situasi pendukung lainnya yang membentuk pemaknaan informan-informannya dalam menjalani kehidupannya sebagai caregiver
ODD.
Adapun,
disaat bersamaan studi ini juga dapat dikatakan sebagai studi yang berhasil mengangkat dinamika kehidupan caregiver ODD secara umum. Penulis
mampu untuk menyajikannya secara tertulis dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus,
dimana penulis mampu untuk mengeksplorasi
segala bentuk pemaknaan-pemaknaan informan secara lebih mendalam.
Di tambah, studi yang penulis angkat ini merupakan studi
yang jarang dikemukakan
oleh peneliti lain pada umumnya
yang mengulas sisi kehidupan dari kelompok caregiver. Dimana dalam persoalan sosial demensia, juga merupakan elemen penting yang harus mendapatkan atensi.
Akhir
kata, dari studinya penulis dapat menilai
bahwa tulisannya ini dapat bermanfaat
secara khusus bagi kelompok caregiver baik dari keluarga
maupun profesional dalam menanggulangi maupun menghadapi persoalan demensia dalam kehidupan sehari-hari. Studinya sangat direkomendasikan bagi keluarga, pekerja sosial, mahasiswa, akademisi, NGO, praktisi maupun pemerintah yang memiliki atensi besar dalam
menanggulangi demensia di komunitasnya.
Bibliografi[Ai3]
Alzheimer,
Y. I. (2019). Alzheimers Indonesia. alzi.or.id. Retrieved Maret Kamis, 2021,
from https://alzi.or.id/
Anca,
M. M., Thompson, A. E., Bagley, A., Anderson, J., Melotik, E., & Rowley, S.
(2019). Fear of Incompetence in Intergenerational Relationships with a Family
Member with Dementia. Journal
of Intergenerational Relationships, 17(4), 449�467. Google Scholar
Bakar, A. (2014). Projecting Social Support Needs
of Informal Caregivers in
Malaysia. Health and Social Care in the Community, 22((2)), :144�54. Google Scholar
Cresswell, J.
(2013) Research design: Qualitative, quantitative and mixed methods approaches. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar. Google Scholar
.Definition
of caregiver. (n.d.). caregiver. Retrieved Maret 29, 2021, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/caregiver. Google Scholar
Ezeigbo,
P. U. (2017). Staff
And Family Perspectives Regarding The Feeling Of Long-Term Care Patients
Expression Of Being Deserted. Capella University. Google Scholar
Ezeigbo,
U. P. (2017). Taff And Family Perspectives Regarding The Feeling Of Long-Term
Care Patients Expression
Of Being Deserted. Capella University. Google Scholar
Khan,
H. T., Hussein, S., & Deane, J. (2017). Nexus Between Demographic Change
and Elderly Care Need in the Gulf Cooperation Council (GCC) Countries: Some
Policy Implications. Ageing International, 42(4), 466�487. Google Scholar
Kroska,
Amy, & Sarah K. (2014).
Illness Labels
and Social Distance. Society and Mental Health, 4((3)), :215�234. Google Scholar
Pinkerton,
J., & Canavan, J.
(2016). Understanding
Family Support: Policy, Practice and Theory. Jessica Kingsley Publishers. Google Scholar
Rote,
& Hinton, L. (2019). Characteristics and Consequences of
Family Support in Latino Dementia Care. Journal of Cross-Cultural Gerontology,
34((4):), 337�354. Google Scholar
Rote,
Sunshine, Angel, J., & Hinton, L. (2019). Characteristics and Consequences of
Family Support in Latino Dementia Care. Characteristics and Consequences of
Family Support in Latino
Dementia Care, 34(4), 337�354. Google Scholar
Struckmeyer,
K. (2021). Directory. education.okstate.edu. Retrieved Maret Rabu, 2021, from
https://education.okstate.edu/departments-programs/hdfs/directory/kristopher-struckmeyer.html. Google Scholar
Struckmeyer,
K. M. .., Emily, & Roberts. (2019). Ours Is the Strangest Situation, Ours Is
Different from Most Peoples�: Spousal Caregiver Perspectives on the Complex
Challenges of Dementia Caregiving in Late-Life Marriage.� Marriage and Family Review.
Marriage and Family Review, 55(6), 584�600. Google Scholar
Yin, R. K. (2013). Studi
Kasus, Desain & Metode. Rajawali Pers, Jakarta. Google Scholar
Alzheimer, Y. I.
(2019). Alzheimers
Indonesia. alzi.or.id. Retrieved Maret Kamis, 2021, from. https://alzi.or.id/
Connidis, I. A. (2010).
Family
ties and aging. Pine Forge Press, Los Angeles. Google Scholar
Ezeigbo, P. U. (2017). Staff and Family
Perspectives Regarding the Feeling of
Long-Term Care Patients Expression of Being
Deserted. Capella University. Google Scholar
Khan, H. T. A.,
Hussein, S., & Deane, J. (2017). Nexus between demographic change and
elderly care need in the Gulf Cooperation Council (GCC) Countries: some policy
implications. Ageing International, 42(4), 466�487. Google Scholar
Miron, A. M., Thompson,
A. E., Bagley, A., Anderson, J., Melotik, E., & Rowley, S. (2019). Fear of
Incompetence in Intergenerational Relationships with a Family Member with
Dementia. Journal of
Intergenerational Relationships, 17(4), 449�467. Google Scholar
Roberts, E., &
Struckmeyer, K. M. (2019). �Ours is the Strangest Situation, Ours is Different
from Most Peoples�: Spousal Caregiver Perspectives on the Complex Challenges of
Dementia Caregiving in Late-Life Marriage. Marriage & Family
Review, 55(6), 584�600. Google Scholar
Rote, S., Angel, J.,
& Hinton, L. (2019). Characteristics and consequences of family support in
Latino dementia care. Journal of
Cross-Cultural Gerontology, 34(4), 337�354. Google Scholar
Struckmeyer, K. (2021).
Directory.
education.okstate.edu. Retrieved Maret Rabu, 2021.
https://education.okstate.edu/departments-programs/hdfs/directory/kristopher-struckmeyer.html. Google Scholar
Yin, R. K. (2013). Studi Kasus, Desain
& Metode. Rajawali Pers, Jakarta.1-9. Google Scholar
|
|
|
First publication right This article is licensed under: |