Jurnal Syntax Transformation

Vol. 1 No. 3 Mei 2020

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI DAN DAYA TARIK WISATA MUSEUM SEPULUH NOPEMBER DI SURABAYA

 

Miranti, Sherina Aureliza Revilia dan Ananta Prathama

Program Studi Administrasi Negara, FISIP UPN �Veteran�JawaTimur

Email:[email protected], [email protected] dan [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

22 April 2020

Diterima dalam bentuk revisi

15 Mei 2020

Diterima dalam bentuk revisi

20 Mei 2020

Surabaya memiliki beberapa tempat pariwisata salah satunya adalah museum. Museum merupakan sebuah benda yang mengumpulkan, mendokumentasikan, melindungi, memamerkan dan menunjukkan materi bukti dan memberikan informasi pada masa lampau ke informasi umum. Penelitian ini dilaksanakan di Museum Sepuluh November Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan daya tarik wisata di Museum Sepuluh November Surabaya. Metode penelitian yang digunakan menggunakan analisis SWOT dan literatur review, kombinasi antara analisis SWOT dan literatur review jurnal bahwa strategi pengembangan Museum Sepuluh November Surabaya menarik para wisatawan karena menarik wisatawan karena Museum Sepuluh Nopember adalah letak museum yang strategis berada ditengah kota Surabaya sehingga akses jalan menuju museum sepuluh nopember tersbut mudah untuk dikunjungi wisatawan dan akan menjadi keuntungan bagi pemerintah kota Surabaya.

Kata kunci:

Museum, SWOT, Wisata.



Pendahuluan

Indonesia memiliki potensi yang akan kaya sumber daya alam dan memiliki berbagai ragam kebudayaan dan kesenian, sehingga masing-masing daerah mempunyai suatu ciri khas yang dapat dipamerkan kedaerah-daerah lain bahkan mancanegara. Ciri khas yang dimiliki suatu daerah tersebut bisa dijadikan sebagai objek wisata yang menariksehingga dengan ketertarikan objek wisata yang dimiliki dapat membantu dalam meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan, baik wisatawan asing maupun wisatawan nusantara. Adapun usaha-usaha untuk mendatangkan wisatawan antara lain menjaga keaslian bangunan atau benda-benda dan mempromosikan objek wisata sebagai daya tarik wisata, yaitu dengan pemanfaatan keindahan alam, seni budaya dan keramahtamahan penduduknya. Hal ini membuat pariwisata di Indonesia khususnya di Kota Surabaya pada museum sepuluh Nopember mengalami jumlah tingkatan wisatawan setiap tahunnya.

Pada umumnya berwisata merupakan suatu proses berpergian sementara oleh seseorang sendiri ataupun berkelompok ke tempat lain diluar tempat tinggalnya guna mendapatkan kesennagan hiburan atau pendidikan. Adanya dorongan untuk pergi karena berbagai kepentingan, seperti karena adanya rasa ingin tahu, menambah wawasan dan menambah pengalaman.Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia dan tertua di Indonesia, dalam (Wikipedia, 2018) total wilayah 330,45 km2 dan jumlah penduduk lebih dari 2.827.892 dan tingkat kepadatan penduduk sebesar 8.067 jiwa/km2 pada tahun 2017, yang terdiri dari 666 kecamatan 777 kelurahan dan 7.724 desa. Kota Surabaya provinsi jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Selat Madura sebelah utara dan timur, sebelah selatan Kabupaten Sidoarjo dan sebelah barat Kabupaten Gresik. Kota Surabaya memiliki potensi dan menarik untuk dikembangkan selain memiliki objek sejarah Surabaya juga memiliki objek alam yang diantaranya adalah Pantai Kanjeran dan Ekowisata Mangrove Wonorejo.Museum Sepuluh Nopember letaknya yang strtegis yaitu berada ditengah Kota Surabaya, sehingga akses jalan menuju objek wisata tersebut mudah dikunjungi oleh wisatawan dan menjadi wisata museum terbesar dan tertua yang ada di Kota Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya selalu memberikan perhatian pada objek wista museum sepuluh Nopember guna membantu untuk perkembangan kedepannya. Kota Surabaya yang memiliki tempat-tempat wisata yang menarik perhatian sehingga memiliki potensi untuk di kembangkan.

Dapat dilihat dari (Surabaya, 2019) bahwa tingkat kunjungan wisatawan pada objek wisata museum sepuluh Nopember pada akhir September 2019 lalu mengalami peningkatan dari sebelumnya, sekitar 30 ribu orang pengunjung wisatawan domestik atau pun wisatawan mancanegara seperti dari Jepang, Korea dan Belanda. Hal ini terjadi karena adanya beberapa faktor-faktor yang terjadi sehingga mengkibatkan adanya peningkatan jumlah pengunjung. Dengan terjdinya tingkatan kunjungan pada objek wisata akan menghsilkan dampak dalam membantu meningkatkan perekonomian secara tidak langsung. Museum sepuluh Nopemberbanyak dikunjungi wisatawan dikarenakan memiliki potensi dan daya tarik yang bagus serta menarik wisatawan sehingga objek wisata ini akan lebih dikembangkan kedepannya oleh Pemerintah Kota Surabaya agar bisa menjadi objek wisata yang dikenal wisatawan domestik maupun mancanegera. Dalam (Rasa, 2020) Museum Sepuluh Nopember adalah tempat koleksi peninggalan para pahlawan yang telah gugur dalam perang kemerdekaan melawan para penjajah diSurabaya seperti Bung Tomo, Residen Soedirman, Gubernur Soerjo, Ketua KNI Doel Arnowo, Roeslan Abdulgani, Drg. Moestopo dan HR Mohamad Mangoendiprodjo yang merupakan tokoh-tokoh pejuang Surabaya dimasa revolusi nasional 1945. Maka untuk mengenang parapahlawan yang telah gugur dibuatlah patung-patung para pahlawan dan ditempatkan didalam Museum Sepuluh Nopember, selain itu juga terdapat peninggalan sejarah lainnya yaitu seperti alat-alat senjata yang digunakan para pahlawan dalam melawan para penjajah. Museum Sepuluh Nopember berada dibawah Tugu Pahlawan sebagai ciri bahwa gugurnya para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tugu pahlawan dan Museum sepuluh Nopember merupakan satu tempat sehingga lokasi ini menjadi salah satu tempat warga untuk rekreasi. Selain untuk rekreasi tujuan utama para wisatawan adalah untuk mengenang sejarah perjuangan para pahlawan yang telah gugur dalam melawan penjajah yang terdapat didalam museum. Adanya museum Sepuluh Nopember ini merupakan suatu kebanggaan rakyat Surabaya guna untuk mengenang jasa Pahlawan. Adapun potensi-potensi yang dimiliki Museum Sepuluh Nopember di Kota Surabaya yaitu museum perjuangan dan keaslian tekstur bangunan yang kaya akan nilai sejarah sehingga benda yang ada didalam museum tersebut asli dan pernah dipakai langsung oleh para pejuang, letak museum yang strategis yaitu ditengah Kota Surabaya maka dapat menguntungkan karena letaknya yang strategis mudah dikunjungi dan tepat dipinggir jalan raya.

 

Metode Penelitian

Metodologi ini menggunakan metode kualitatif yaitu mendalami isi analisis dengan menguraikan bentuk deskriptif dengan menggunakan kata-kata yang fakta sesuai dengan kenyataan yang sesuai didapatkan penelitian ini. Untuk keperluan memaparkan teknik pengumpulan data dalam subbab ini merupakan akumulasi dari semua teknik pengumpulan data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan pertanyaan nomor satu dan dua, yakni teknik pengumpulan data berbentuk wawancara, observasi, dokumentasi (Murni,2017) dalam (Wahidmurni, 2017). Dari pengertian diatas bahwa bahwa metode kualitatif didapatkan dengan data yang nyata yang mempunyai cara tersendiri menggunakan bentuk deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan data pada literatur review data yang diambil dari berita online, jurnal yang relavan dan menggunakan analisis SWOT menurut Sutojo dan Kleinsteuber (2002: 8) dalam (Tamara, 2016) SWOT adalah menentukan tujuan usaha yang realistis, yang sesuai dengan kondisi perusahaannya agar diharapkan lebih mudah tercapai yang diinginkan. Dalam (HM, 2015) poin-poin analisis swot yaitu mencakup a) kekuatan (strength) kekuatan adalah sumber daya atau yang menunjukkan keunggulan-keunggulan kompetitif yang dimiliki masing-masing para pengusaha. b) kelemahan (Weakness) kelemahan merupakan keterbatasan yang dimiliki yang menjadi penghambat sesuatu c.) peluang (Oppurtunities) peluang yang bisa diraih dikemudian hari d) ancaman (threats) ancaman yang akan dihadapi oleh para perusahaanya

 

Hasil dan Pembahasan

1.    Potensi dan Daya Tarik Wisata Museum di Surabaya

Potensi yang utamanya dalam pengembangan potensi dan daya tarik wisata Museum sepuluh Nopember di Surabaya adalah letak museum yang strategis yaitu berada ditengah kota Surabaya sehingga akses jalan menuju objek wisata mudah untuk dikunjungi oleh wisatawan dan bisa menjadi keuntungan bagi Pemerintah dalam mempromosikan museum yang kaya akan nilai sejarahnya. Dan juga, adanya koleksi-koleksi didalam museum yang masih asli peninggalan para pahlawan yang kaya akan nilai sejarah seperti radio, senjata dan peluru. Hal ini karena benda-benda yang ada didalam museum sepuluh Nopember pernah dipakai langsung oleh para pahlawan pada saat kemerdekaan seperti dalam (Sudarso Aldi, 2016) yang ada pada ruang bawah I museum sepuluh nopember adanya bidang dinding yang diisi nama-nama tokoh dan organisasi yang terlibat dalam pertempuran Sepuluh Nopember 1945, dan MarketTugu Pahlawan. Sedangkan diruang bawah II pertama ada Hall Of Fame yaitu sekelompok gugus patung perjumlah sepuluh yang menggambarkan peristiwa kepahlawanan yang mengerahkan semangat kejuangan dan nilai pratriotisme yang berjuang tanpa pamrih untuk mencapai kemerdekaan bangsa. Kedua ada, Studio Drama Mendengarkan Pidato Bung Tomo yang merupakan gambaran pada saat mendengarkan pidato Bung Tomo yang berapi-api disalah satu markas kecil yang terdiri dari berbagai pemuda antara lain pemuda sakera, PMI, BKR, PETA, PRI, dapur umum. Ketiga, koleksi gambar Surabaya tempoe dulu seperti : Gambar Pejuang (Semangat Mengabdi), Simpang Straat Soerabaja 1930 Rs. Simpang/CBZ/ Centrale Borgerlijke Zickenin Richting (Surabaya Plaza), Jembatan Merah Soerabaja, Lindeteves Stokvis Soerabaja 1930 (Perempatan Kebonrojo), Peresmian Tugu Pahlawan dan Konggres Pemuda, Profil seorang pemuda kampung siap siaga menghadapi segala kemungkinan (Sungkem Ibunda), Simpang Societit Soerabaia 1940 (Balai Pemuda), Koleksi Replika Bambu Runcing. Selain itu, museum ini juga di jadikan sebagai kawasan ruang terbuka hijau yang berada di tengah besar.

2.    Analisis Faktor Internaldan Eksternal

Adapun beberapa faktor internal sebagai penentu dan penunjang kekuatan pengembangan potensi dan daya tarik wisata Museum sepuluh Nopember yaitu :

a.     Museum terdapat benda-benda koleksi bersejarah dan pernah dipakai langsung oleh para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia seperti senjata, peluru, dan radio.

b.    Keaslian benda yang kaya akan nilai sejarahmasih tersimpan rapi dan bisa dilihat pada ruang bawah I museum sepuluh nopember seperti adanya bidang dinding yang diisi nama-nama tokoh dan organisasi yang terlibat dalam pertempuran Sepuluh Nopember 1945, dan MarketTugu Pahlawan. Sedangkan diruang bawah II pertama ada Hall Of Fame yaitu sekelompok gugus patung perjumlah sepuluh yang menggambarkan peristiwa kepahlawanan yang mengerahkan semangat kejuangan dan nilai pratriotisme yang berjuang tanpa pamrih untuk mencapai kemerdekaan bangsa.

c.     Letaknya yang strategis berada di tengah Kota Surabaya sehingga dapat memudahkan masyarakat umum atapun wisatawan yang ingin berkunjung mudah untuk mengakses jalan menuju museum.

d.    Museum sepuluh nopember juga memiliki kawasan terbuka hijau untuk memberikan ruang agar wisatawan atau pengunjung merasa nyaman menikmati wisata museum serta tidak bosan pada saat mengunjungi museum.

Ada beberapa faktor eksternal sebagai penentu dan penunjang kekuatan pengembangan potensi dan daya tarik wisata Museum sepuluh Nopember yaitu :

a.     Memiliki potensi yang menarik untuk di kembangkan sehingga dengan adanya potensi yang ada akan dapat membantu museum dapat lebih berkembang kedepannya.

b.    Adanya jumlah tingkatan wisatawan yang berkunjung hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi pemerintah dan pengelola museum agar bisa meningkatkan strategi serta promosi untuk memperkenalkan museum sepuluh nopember yang ada di Surabaya.

c.     Adanya dukungan pemerintah juga sangat diperlukan museum sepuluh nopember untuk meberikan dukungan serta support untuk mengembangkan museum sepuluh nopember selain itu untuk memperbaiki kekurangan yang ada di museum sepuluh nopember serta membantu fasilitas dan sarana prasarana museum tersebut.

d.    Museum sepuluh nopember juga sudah mulai dikenal oleh kalangan pelajar dan umum karena museum tersebut memberikan ilmu pengetahuan tentang pentingnya peninggalan sejarah yang harus dikembangkan dan dilestarikan oleh kalangan pelajar dan umum.

e.     Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap peninggalan sejarah menjadi kendala tersendiri maka dari itu pemerintah ataupun pengelola museum harus meberitahukan tntang kesadaran masyarakat untuk menyadari adanya peninggalan sejarah di kotanya dengan cara mensosialisasikan kepada masyarakat tentang betapa pentingnya jika masyarakat sadar akan nilai peninggalan sejarah tersebut.

f.     Sedikitnya pengetahuan masyarakat terhadap museum juga akan menjadi kendala dalam mengembangkan museum maka dari itu perlu melakukan sosialisasi tentang pentingnya nilai museum bagi kota yang memiliki museum.

3.    Analisis Matriks SWOT

Setelah dilakukan analisis faktor internal dan eksternal maka dilakukan pemaduan antara kekuatan dan kelemahan peluang dan ancaman melalui analisis SWOT. Hal ini untuk mengetahui strategi yang akan dipilih untuk mengembangkan potensi dan daya tarik wisata Museum sepuluh Nopember di Surabaya. Dari analisis SWOT ada empat kemungkinan strategi alternative yaitu :

a.       Strategi SO (Strength and Opportunities), adalah staregi yang mengoptimalkan kekuatan (strength) untuk memanfaatkan peluang (Opportunities), adalah :

1)    Museum sepuluh Nopember memeliki benda yang pernah dipakai langsung oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia yang kaya akan nilai sejarah. Hal tersebut merupakan potensi yang dapat dikembangkan dan dipromosikan oleh pemerintah Surabaya dan pengelola Museum sepuluh Nopember. Adapun benda yang pernah dipakai langsung oleh para pejuang yaitu : Radio yang terdapat di lantai. II Museum Sepuluh Nopember merupakan sumbangan dari keluarga Bung Tomo. Adapun Radio tersebut pada mulanya merupakan pemberian dari rakyat Tanah Abang Jakarta pada Bung Tomo. Selain radio benda yang lainnya yang pernah dipakai langsung adalah senjata dan peluru.

Tabel 1 koleksi benda Museum Sepuluh Nopember

Senjata

Peluru

Karaben LE Kirof No. 5 MK V

Snp Steyr Kal 6.5 mm

Snp. LE No. 1 MK III Kal 303

Karaben US 30 M MI (Jungle-Rifle)

Karaben Yapan Kal 6,5 mm

Karaben Steyr Kal 7,7 mm

Senapan LE MK I

Rev. 38 Colt Police

US Rifle 30 M- I Garrand

SLR 30 Belgi

Pistol Vikers M.11 Parabeleum Kal. 9

Pistol Isyarat 15 mm Piro Tehnik

Rev. 38 Colt Police

Rev. 38 Wembly Short

Rev. 45 91 Buldog A 140

Rev. 38 Wembly Short

Pistol Colt M 1911 A-I US

Pistol Colt M 1911 A-I

Snp. Arisaaka

SMR Madsen 51 kal 9 mm

PM Owen Kal.9 mm

SMR Bren MK II Kal 7.7 mm

SMR bren MK III Kal 7.7 mm

PM Austene MK I Kal 9 mm

PM Austene MK I Kal 9 mm

PM Stend MK III Kal 9 mm

Snp Johnson Kal 7.7 mm

Panser Brend Carrier27

PM Carl Gustav Kal 9 mm

ME PSU Bofors L-60 Kal. 40 mm

PM US Kal 9 mm

Mortir Kal 50 mm MK VIII

Mortir Kal 80 mm PSM

Mortir Kal 120 mm Yugo

SMS Hotkies Yap Kal 7,7 mm

SMR Bren mk I/II Kal 7.7 mm

SMS Yapan Kal 7.7 mm

SMR Madsen M. 15 Kal 6.5 mm

Karaben M.95 Genie Kal 6.5 mm

Karaben Jungle US Kal 7.62 mm

Karaben Mouser Kal 7.92 mm

Snp. Era kal 7.92 mm

SMR Bruno kal 6.5 mm

SMR Yapan Brend Kal 6.5 mm

SMB Refle Boys Kal 13,2 mm

PM Stand MK II Kal 9 mm

Gew garand 30

Rev Buldoc M.91 Kal 10.41 mm

Pistol Colt Kal 7.7 mm

SNP SLR Belgie Kal 7.62 mm

SNP Yapan Kal 7.7 mm

Snp. Springfiel Kal 7.62 mm

SMS Browning Md. 41

SMS Besa . 30

PM Mod 40 kal 9 mm

Sumber : (Sudarso Aldi, 2016)

2)    Mengajak kerjasama antar lembaga pemerintahan seperti Dinas Pendidikan sangat penting karena peran lembaga dapat membantu untuk menyebarluaskan informasi-informasi mengenai museum guna menambah ilmu atau wawasan kepada kalangan pelajar ataupun kalangan masyarakat tentang pentingnya nilai sejarah.

3)    Mengajak masyarakat memahami nilai sejarah dan museum agar dapat berkembang jika masyarakat sudah memahami betapa pentingnya nilai sejarah yang ada dimuseum sepuluh nopember maka masyarakat akan berkontribusi dalam mengembangkan museum tersebut.

b.       Strategi WO (Weaknesses and Opportunities), yaitu strategi yang meminimalkan kelemahan (Weaknesses) untuk memanfaatkan peluang (opportunities), adalah :

1)      Melakukan promosi serta kerjasama dengan pemerintahan agar museum sepuluh nopember bisa dikenal oleh masyarakat sekitar Surabaya, dan oleh wisatawan. Dengan adanya promosi maka dengan mudah orang lain atau wisatawan bisa dengan mudah mendapatkan informassi secara detail tentang museum sepuluh nopember.

2)      Memperbaiki kualitas sarana dan prasarana yang ada dimuseum sepuluh nopember agar masyarakat atau wisatawan yang berkunjung mendapatkan pelayanan yang memadai dan merasakan kenyamanan saat berkunjung.

c.       StrategiST(StrengthandThreats), yaitustrategiyangmenggunakan kekuatan (Strength) untuk mengatasi ancaman (Threats), adalah :

1)      Letak Museum sepuluh Nopember yang strategis ditengah kota Surabaya sehingga akses jalan menuju museum sepuluh nopember tersbut mudah untuk dikunjungi wisatawan dan akan menjadi keuntungan bagi pemerintah kota Surabaya jika semakin banyak yang berkunjung.

2)      Mempertahankan tekstur bangunan yang masih asli sehingga kaya akan nilai sejarah adapun koleksi-koleksi yang ada didalam museum sepuluh nopember tersebut yaitu radio, senjata, dan peluru, hal ini karena benda-benda tersebut merupakan benda asli yang pernah dipakai langsung oleh para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

d.       Strategi WT (Weaknesses and Threats), adalah strategi yang meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan menghindari ancaman (Threats), yaitu :

1)      Meningkatkan sarana dan prasarana museum yang masih belum lengkap dan kurang agar museum sepuluh nopember memiliki fasilitas yang lengkap guna menunjang kebutuhan pengunjung baik dari masyarakat setempat, kalangan pelajar ataupun wisatawan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data penelitian dengan judul strategi pengembangan potensi dan daya tarik wisata museum sepuluh nopember di Surabaya dapat ditarik kesimpulan, bahwamuseum sepuluh nopember memiliki pengembangan potensi dan daya tarik wisata yang menarik wisatawan karena Museum Sepuluh Nopember adalah letak museum yang strategis berada ditengah kota Surabaya sehingga akses jalan menuju museum sepuluh nopember tersbut mudah untuk dikunjungi wisatawan dan akan menjadi keuntungan bagi pemerintah kota Surabaya. Adapun koleksi-koleksi yang ada didalam museum sepuluh nopember teksturnya masih asli yang kaya akan nilai sejarahnya, hal ini karena benda-benda tersebut merupakan benda asli yang pernah dipakai langsung oleh para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, museum sepuluh nopember juga memiliki kawasan ruang terbuka hijau yang berada ditengah kota besar.

Dari analisis SWOT strategi yang digunakan adalah SO (StrengthandOpportunities), dengan pertimbangan bahwa Museum Sepuluh Nopember memiliki potensi dan daya tarik yang cukup besar untuk dikembangkan. Dari analisis SWOT strategi yang digunakan adalah SO(StrengthandOpportunities), bahwa Museum Sepuluh Nopember mempunyaipotensi dan daya tarik yang besar untuk dikembangkan, akan tetapi belum termanfaatkan dengan baik, dalam mengembangkan Museum Sepuluh Nopember harus menciptakan strategi dengan menggunakan kekuatan (Strength) untuk memanfaatkan peluang (Opportunities). Maka dari itu atas dasar hasil analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal tersebut di atas, maka kebijakan pengembangan Museum Sepuluh Nopember adalah lebih meningkatkan promosi mengenai objek wisata museum sepuluh nopember melalui berbagai media cetak atau elektronik. Selain itu juga dapat melakukakan pemeran-pameran wisata museum, serta melakukan sosialisasi terhadap kalangan pelajar maupun umum

 

BIBLIOGRAFI

 

Rasa, A. (2020). Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember Surabaya. Bangga Surabaya. file:///D:/0919_js/js/Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember Surabaya dfus tokoh.html.

 

Sudarso Aldi. (2016). Strategi Komunikasi Pemasaran Pariwisata Landmark Museum Sepuluh Nopember Tugu Pahlawan Surabaya. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabay.

 

Surabaya, B. (2019). Tingkatkan Pengunjung, Museum 10 Nopember Surabaya Dilengkapi Hologram. Bangga Surabaya. https://humas.surabaya.go.id/2019/10/22/tingkatkan-pengunjung-museum-10-nopember-surabaya-dilengkapi-hologram/

 

Tamara, A. (2016). Implementasi analisis SWOT dalam strategi pemasaran produk mandiri tabungan bisnis. Jurnal Riset Bisnis Dan Manajemen, 4(3).

 

Wahidmurni, D. (2017). Pemaparan Metode Penelitian Kuantitatif.

 

Wikipedia. (2018). Kota Surabaya. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Surabaya#Alam

 


Copyright holder :

Miranti, Sherina Aureliza Revilia dan Ananta Prathama (2020).

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

This article is licensed under: