|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 1
No. 3 Mei 2020 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
STRATEGI
PENGEMBANGAN POTENSI DAN DAYA TARIK WISATA MUSEUM SEPULUH NOPEMBER DI SURABAYA
Miranti,
Sherina Aureliza Revilia
dan Ananta Prathama
Program Studi Administrasi Negara, FISIP UPN �Veteran�JawaTimur
Email:� [email protected], �[email protected] dan [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 22 April 2020 Diterima dalam bentuk revisi 15 Mei 2020 Diterima dalam bentuk revisi 20 Mei 2020 |
Surabaya memiliki
beberapa tempat pariwisata salah satunya adalah museum. Museum merupakan
sebuah benda yang mengumpulkan, mendokumentasikan, melindungi, memamerkan dan
menunjukkan materi bukti dan memberikan informasi pada masa lampau ke
informasi umum. Penelitian ini dilaksanakan di Museum Sepuluh November
Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan
daya tarik wisata di Museum Sepuluh November Surabaya. Metode penelitian yang
digunakan menggunakan analisis SWOT dan literatur review, kombinasi antara
analisis SWOT dan literatur review jurnal bahwa strategi pengembangan Museum
Sepuluh November Surabaya menarik para wisatawan karena menarik wisatawan
karena Museum Sepuluh Nopember adalah letak museum yang strategis berada
ditengah kota Surabaya sehingga akses jalan menuju museum sepuluh nopember
tersbut mudah untuk dikunjungi wisatawan dan akan menjadi keuntungan bagi
pemerintah kota Surabaya. |
|
Kata
kunci: Museum, SWOT, Wisata. |
Pendahuluan
Indonesia memiliki
potensi yang akan kaya sumber daya alam
dan memiliki berbagai ragam kebudayaan dan kesenian, sehingga masing-masing daerah mempunyai suatu ciri khas
yang dapat dipamerkan kedaerah-daerah lain bahkan mancanegara. Ciri khas yang dimiliki suatu daerah tersebut
bisa dijadikan sebagai objek wisata
yang menariksehingga dengan
ketertarikan objek wisata yang dimiliki dapat membantu dalam meningkatkan daya tarik kunjungan
wisatawan, baik wisatawan asing maupun wisatawan nusantara. Adapun usaha-usaha untuk mendatangkan wisatawan antara lain menjaga keaslian bangunan atau benda-benda
dan mempromosikan objek wisata sebagai daya tarik wisata,
yaitu dengan pemanfaatan keindahan alam, seni budaya
dan keramahtamahan penduduknya.
Hal ini membuat pariwisata di Indonesia khususnya
di Kota Surabaya pada museum sepuluh Nopember mengalami jumlah tingkatan wisatawan setiap tahunnya.
Pada umumnya
berwisata merupakan suatu proses berpergian sementara oleh seseorang sendiri ataupun berkelompok ke tempat lain diluar tempat tinggalnya guna mendapatkan kesennagan hiburan atau pendidikan. Adanya dorongan untuk pergi karena
berbagai kepentingan, seperti karena adanya rasa ingin tahu, menambah wawasan dan menambah pengalaman.Kota Surabaya merupakan
kota terbesar kedua di Indonesia dan tertua di
Indonesia, dalam (Wikipedia, 2018) total wilayah 330,45 km2 dan jumlah
penduduk lebih dari 2.827.892 dan tingkat kepadatan penduduk sebesar 8.067 jiwa/km2 pada tahun 2017, yang terdiri dari 666 kecamatan 777 kelurahan dan 7.724 desa. Kota
Surabaya provinsi jawa
Timur yang berbatasan langsung
dengan Selat Madura sebelah utara dan timur, sebelah selatan Kabupaten Sidoarjo dan sebelah barat Kabupaten Gresik. Kota Surabaya memiliki
potensi dan menarik untuk dikembangkan selain memiliki objek sejarah Surabaya juga memiliki objek alam yang diantaranya adalah Pantai Kanjeran dan Ekowisata Mangrove Wonorejo.� Museum Sepuluh Nopember letaknya yang strtegis yaitu berada ditengah Kota Surabaya, sehingga akses jalan menuju objek
wisata tersebut mudah dikunjungi oleh wisatawan dan menjadi wisata museum terbesar dan tertua yang ada di Kota Surabaya.
Pemerintah Kota Surabaya selalu
memberikan perhatian pada objek wista museum sepuluh Nopember guna membantu untuk
perkembangan kedepannya.
Kota Surabaya yang memiliki tempat-tempat
wisata yang menarik perhatian sehingga memiliki potensi untuk di kembangkan.
Dapat dilihat dari
(Surabaya, 2019) bahwa tingkat
kunjungan wisatawan pada objek wisata museum sepuluh Nopember pada akhir September 2019 lalu mengalami peningkatan dari sebelumnya, sekitar 30 ribu orang pengunjung wisatawan domestik atau pun wisatawan mancanegara seperti dari Jepang,
Korea dan Belanda. Hal ini terjadi
karena adanya beberapa faktor-faktor yang terjadi sehingga mengkibatkan adanya peningkatan jumlah pengunjung. Dengan terjdinya tingkatan kunjungan pada objek wisata akan menghsilkan
dampak dalam membantu meningkatkan perekonomian secara tidak langsung. Museum sepuluh Nopember� banyak
dikunjungi wisatawan dikarenakan memiliki potensi dan daya tarik yang bagus serta menarik wisatawan
sehingga objek wisata ini akan
lebih dikembangkan kedepannya oleh Pemerintah Kota
Surabaya agar bisa menjadi objek wisata yang dikenal wisatawan domestik maupun mancanegera. Dalam (Rasa, 2020) Museum Sepuluh Nopember adalah tempat koleksi peninggalan para pahlawan yang telah gugur dalam
perang kemerdekaan melawan para penjajah di� Surabaya seperti
Bung Tomo, Residen Soedirman, Gubernur Soerjo, Ketua KNI Doel Arnowo, Roeslan Abdulgani, Drg. Moestopo dan HR Mohamad Mangoendiprodjo
yang merupakan tokoh-tokoh pejuang Surabaya dimasa revolusi nasional 1945. Maka untuk mengenang
parapahlawan yang telah gugur dibuatlah patung-patung para pahlawan dan ditempatkan didalam Museum Sepuluh Nopember, selain itu juga terdapat peninggalan sejarah lainnya yaitu seperti alat-alat
senjata yang digunakan para
pahlawan dalam melawan para penjajah. Museum Sepuluh Nopember berada dibawah Tugu Pahlawan sebagai
ciri bahwa gugurnya para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Tugu pahlawan dan Museum sepuluh Nopember merupakan satu tempat sehingga lokasi ini menjadi
salah satu tempat warga untuk rekreasi.
Selain untuk rekreasi tujuan utama para wisatawan adalah untuk mengenang
sejarah perjuangan para pahlawan yang telah gugur dalam melawan
penjajah yang terdapat didalam museum. Adanya museum Sepuluh Nopember ini merupakan suatu
kebanggaan rakyat Surabaya guna untuk mengenang
jasa Pahlawan. Adapun potensi-potensi yang dimiliki
Museum Sepuluh Nopember di
Kota Surabaya yaitu museum perjuangan
dan keaslian tekstur bangunan yang kaya akan nilai sejarah sehingga
benda yang ada didalam museum tersebut asli dan pernah dipakai langsung oleh para pejuang, letak museum yang strategis yaitu ditengah Kota Surabaya maka dapat menguntungkan karena letaknya yang strategis mudah dikunjungi dan tepat dipinggir jalan raya.
Metode Penelitian
Metodologi ini menggunakan
metode kualitatif yaitu mendalami isi analisis dengan menguraikan bentuk
deskriptif dengan menggunakan kata-kata yang fakta sesuai dengan kenyataan yang
sesuai didapatkan penelitian ini. Untuk keperluan memaparkan teknik pengumpulan
data dalam subbab ini merupakan akumulasi dari semua teknik pengumpulan data
yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan pertanyaan nomor satu dan dua, yakni
teknik pengumpulan data berbentuk wawancara, observasi, dokumentasi (Murni,2017)
dalam (Wahidmurni, 2017). Dari pengertian diatas bahwa bahwa metode kualitatif
didapatkan dengan data yang nyata yang mempunyai cara tersendiri menggunakan
bentuk deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan data pada literatur review
data yang diambil dari berita online, jurnal yang relavan dan menggunakan
analisis SWOT menurut Sutojo dan Kleinsteuber (2002: 8) dalam (Tamara, 2016) SWOT adalah menentukan tujuan usaha yang realistis, yang sesuai dengan
kondisi perusahaannya agar diharapkan lebih mudah tercapai yang diinginkan.
Dalam (HM, 2015) poin-poin analisis swot yaitu mencakup a) kekuatan (strength)
kekuatan adalah sumber daya atau yang menunjukkan keunggulan-keunggulan
kompetitif yang dimiliki masing-masing para pengusaha. b) kelemahan (Weakness)
kelemahan merupakan keterbatasan yang dimiliki yang menjadi penghambat sesuatu
c.) peluang (Oppurtunities) peluang yang bisa diraih dikemudian hari d)
ancaman (threats) ancaman yang akan dihadapi oleh para perusahaanya
1.
Potensi dan
Daya Tarik Wisata Museum di Surabaya
Potensi yang
utamanya dalam pengembangan potensi dan daya tarik wisata Museum sepuluh
Nopember di Surabaya adalah letak museum yang strategis yaitu berada ditengah
kota Surabaya sehingga akses jalan menuju objek wisata mudah untuk dikunjungi
oleh wisatawan dan bisa menjadi keuntungan bagi Pemerintah dalam mempromosikan museum yang kaya akan nilai sejarahnya.
Dan juga, adanya koleksi-koleksi didalam museum yang masih asli peninggalan
para pahlawan yang kaya akan nilai sejarah seperti radio, senjata dan peluru.
Hal ini karena benda-benda yang ada didalam museum sepuluh Nopember pernah
dipakai langsung oleh para pahlawan pada saat kemerdekaan seperti dalam (Sudarso
Aldi, 2016) yang ada pada ruang bawah I museum
sepuluh nopember adanya bidang dinding yang diisi nama-nama tokoh dan
organisasi yang terlibat dalam pertempuran Sepuluh Nopember 1945, dan
Market� Tugu Pahlawan. Sedangkan diruang
bawah II pertama ada Hall Of Fame yaitu
sekelompok gugus patung perjumlah sepuluh yang menggambarkan peristiwa
kepahlawanan yang mengerahkan semangat kejuangan dan nilai pratriotisme yang
berjuang tanpa pamrih untuk mencapai kemerdekaan bangsa. Kedua ada, Studio
Drama Mendengarkan Pidato Bung Tomo yang merupakan gambaran pada saat
mendengarkan pidato Bung Tomo yang berapi-api disalah satu markas kecil yang
terdiri dari berbagai pemuda antara lain pemuda sakera, PMI, BKR, PETA, PRI,
dapur umum. Ketiga, koleksi gambar Surabaya tempoe dulu seperti : Gambar
Pejuang (Semangat Mengabdi), Simpang Straat Soerabaja 1930 Rs. Simpang/CBZ/ Centrale Borgerlijke Zickenin Richting (Surabaya Plaza), Jembatan Merah Soerabaja, Lindeteves Stokvis Soerabaja 1930 (Perempatan Kebonrojo), Peresmian
Tugu Pahlawan dan Konggres Pemuda, Profil seorang pemuda kampung siap siaga
menghadapi segala kemungkinan (Sungkem Ibunda), Simpang Societit Soerabaia 1940 (Balai Pemuda), Koleksi Replika
Bambu Runcing. Selain itu, museum ini juga di jadikan sebagai kawasan ruang
terbuka hijau yang berada di tengah besar.
2.
Analisis
Faktor Internal� dan Eksternal
Adapun beberapa
faktor internal sebagai penentu dan penunjang kekuatan pengembangan potensi dan
daya tarik wisata Museum sepuluh Nopember yaitu :
a.
Museum terdapat benda-benda koleksi
bersejarah dan pernah dipakai langsung oleh para pejuang dalam mempertahankan
kemerdekaan Indonesia seperti senjata, peluru, dan radio.
b.
�Keaslian benda yang kaya akan nilai
sejarah� masih tersimpan rapi dan bisa
dilihat pada ruang bawah I museum sepuluh nopember seperti adanya bidang
dinding yang diisi nama-nama tokoh dan organisasi yang terlibat dalam
pertempuran Sepuluh Nopember 1945, dan Market�
Tugu Pahlawan. Sedangkan diruang bawah II pertama ada Hall Of Fame yaitu sekelompok gugus
patung perjumlah sepuluh yang menggambarkan peristiwa kepahlawanan yang
mengerahkan semangat kejuangan dan nilai pratriotisme yang berjuang tanpa
pamrih untuk mencapai kemerdekaan bangsa.
c.
Letaknya yang strategis berada di tengah
Kota Surabaya sehingga dapat memudahkan masyarakat umum atapun wisatawan yang
ingin berkunjung mudah untuk mengakses jalan menuju museum.
d.
Museum sepuluh nopember juga memiliki
kawasan terbuka hijau untuk memberikan ruang agar wisatawan atau pengunjung
merasa nyaman menikmati wisata museum serta tidak bosan pada saat mengunjungi
museum.
�Ada beberapa faktor eksternal sebagai penentu
dan penunjang kekuatan pengembangan potensi dan daya tarik wisata Museum
sepuluh Nopember yaitu :
a.
Memiliki potensi yang menarik untuk di
kembangkan sehingga dengan adanya potensi yang ada akan dapat membantu museum
dapat lebih berkembang kedepannya.
b.
Adanya jumlah tingkatan wisatawan yang
berkunjung hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi pemerintah dan pengelola
museum agar bisa meningkatkan strategi serta promosi untuk memperkenalkan
museum sepuluh nopember yang ada di Surabaya.
c.
Adanya dukungan pemerintah juga sangat
diperlukan museum sepuluh nopember untuk meberikan dukungan serta support untuk
mengembangkan museum sepuluh nopember selain itu untuk memperbaiki kekurangan
yang ada di museum sepuluh nopember serta membantu fasilitas dan sarana
prasarana museum tersebut.
d.
Museum sepuluh nopember juga sudah mulai
dikenal oleh kalangan pelajar dan umum karena museum tersebut memberikan ilmu
pengetahuan tentang pentingnya peninggalan sejarah yang harus dikembangkan dan
dilestarikan oleh kalangan pelajar dan umum.
e.
Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat
terhadap peninggalan sejarah menjadi kendala tersendiri maka dari itu
pemerintah ataupun pengelola museum harus meberitahukan tntang kesadaran
masyarakat untuk menyadari adanya peninggalan sejarah di kotanya dengan cara
mensosialisasikan kepada masyarakat tentang betapa pentingnya jika masyarakat
sadar akan nilai peninggalan sejarah tersebut.
f.
Sedikitnya pengetahuan masyarakat
terhadap museum juga akan menjadi kendala dalam mengembangkan museum maka dari
itu perlu melakukan sosialisasi tentang pentingnya nilai museum bagi kota yang
memiliki museum.
3.
Analisis
Matriks SWOT
Setelah
dilakukan analisis faktor internal dan eksternal maka dilakukan pemaduan antara
kekuatan dan kelemahan peluang dan ancaman melalui analisis SWOT. Hal ini untuk
mengetahui strategi yang akan dipilih untuk mengembangkan potensi dan daya
tarik wisata Museum sepuluh Nopember di Surabaya. Dari analisis SWOT ada empat
kemungkinan strategi alternative yaitu :
a. Strategi
SO (Strength and Opportunities), adalah staregi yang
mengoptimalkan kekuatan (strength) untuk memanfaatkan
peluang (Opportunities), adalah :
1)
Museum sepuluh Nopember memeliki benda
yang pernah dipakai langsung oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia yang kaya
akan nilai sejarah. Hal tersebut merupakan potensi yang dapat dikembangkan dan
dipromosikan oleh pemerintah Surabaya dan pengelola Museum sepuluh Nopember.
Adapun benda yang pernah dipakai langsung oleh para pejuang yaitu : Radio yang
terdapat di lantai. II Museum Sepuluh Nopember merupakan sumbangan dari
keluarga Bung Tomo. Adapun Radio tersebut pada mulanya merupakan pemberian dari
rakyat Tanah Abang Jakarta pada Bung Tomo. Selain radio benda yang lainnya yang
pernah dipakai langsung adalah senjata dan peluru.
Tabel 1 koleksi
benda Museum Sepuluh Nopember
|
Senjata |
Peluru |
|
Karaben LE Kirof No. 5 MK V �Snp Steyr Kal
6.5 mm �Snp. LE No. 1 MK
III Kal 303 �Karaben US 30 M
MI (Jungle-Rifle) �Karaben Yapan
Kal 6,5 mm �Karaben Steyr Kal
7,7 mm �Senapan LE MK I Rev. 38 Colt Police US Rifle 30 M- I Garrand �SLR 30 Belgi �Pistol Vikers
M.11 Parabeleum Kal. 9 Pistol Isyarat 15 mm Piro Tehnik Rev. 38 Colt Police �Rev. 38 Wembly
Short Rev. 45 91 Buldog A 140 �Rev. 38 Wembly
Short Pistol Colt M 1911 A-I US Pistol Colt M 1911 A-I �Snp. Arisaaka SMR Madsen 51 kal 9 mm PM Owen Kal.9 mm SMR Bren MK II Kal 7.7 mm SMR bren MK III Kal 7.7 mm �PM Austene MK I
Kal 9 mm �PM Austene MK I
Kal 9 mm �PM Stend MK III
Kal 9 mm �Snp Johnson Kal
7.7 mm �Panser Brend
Carrier27 |
PM Carl Gustav Kal 9 mm ME PSU Bofors L-60 Kal. 40 mm PM US Kal 9 mm Mortir Kal 50 mm MK VIII Mortir Kal 80 mm PSM Mortir Kal 120 mm Yugo SMS Hotkies Yap Kal 7,7 mm SMR Bren mk I/II Kal 7.7 mm SMS Yapan Kal 7.7 mm SMR Madsen M. 15 Kal 6.5 mm �Karaben M.95
Genie Kal 6.5 mm �Karaben Jungle
US Kal 7.62 mm Karaben Mouser Kal 7.92 mm Snp. Era kal 7.92 mm �SMR Bruno kal
6.5 mm �SMR Yapan Brend
Kal 6.5 mm �SMB Refle Boys
Kal 13,2 mm �PM Stand MK II
Kal 9 mm �Gew garand 30 Rev Buldoc M.91 Kal 10.41 mm Pistol Colt Kal 7.7 mm �SNP SLR Belgie
Kal 7.62 mm �SNP Yapan Kal
7.7 mm Snp. Springfiel Kal 7.62 mm SMS Browning Md. 41 SMS Besa . 30 �PM Mod 40 kal 9
mm |
Sumber :
(Sudarso Aldi, 2016)
2)
Mengajak kerjasama antar lembaga
pemerintahan seperti Dinas Pendidikan sangat penting karena peran lembaga dapat
membantu untuk menyebarluaskan informasi-informasi mengenai museum guna
menambah ilmu atau wawasan kepada kalangan pelajar ataupun kalangan masyarakat
tentang pentingnya nilai sejarah.
3)
Mengajak masyarakat memahami nilai
sejarah dan museum agar dapat berkembang jika masyarakat sudah memahami betapa
pentingnya nilai sejarah yang ada dimuseum sepuluh nopember maka masyarakat
akan berkontribusi dalam mengembangkan museum tersebut.
b. Strategi
WO (Weaknesses and Opportunities), yaitu strategi yang
meminimalkan kelemahan (Weaknesses) untuk memanfaatkan peluang (opportunities), adalah :
1)
Melakukan promosi serta kerjasama dengan
pemerintahan agar museum sepuluh nopember bisa dikenal oleh masyarakat sekitar
Surabaya, dan oleh wisatawan. Dengan adanya promosi maka dengan mudah orang
lain atau wisatawan bisa dengan mudah mendapatkan informassi secara detail
tentang museum sepuluh nopember.
2)
Memperbaiki kualitas sarana dan
prasarana yang ada dimuseum sepuluh nopember agar masyarakat atau wisatawan
yang berkunjung mendapatkan pelayanan yang memadai dan merasakan kenyamanan
saat berkunjung.
c. Strategi� ST� (Strength� and� Threats), yaitu� strategi�
yang� menggunakan kekuatan (Strength)
untuk mengatasi ancaman (Threats), adalah :
1)
Letak Museum sepuluh Nopember yang
strategis ditengah kota Surabaya sehingga akses jalan menuju museum sepuluh
nopember tersbut mudah untuk dikunjungi wisatawan dan akan menjadi keuntungan
bagi pemerintah kota Surabaya jika semakin banyak yang berkunjung.
2)
Mempertahankan tekstur bangunan yang
masih asli sehingga kaya akan nilai sejarah adapun koleksi-koleksi yang ada
didalam museum sepuluh nopember tersebut yaitu radio, senjata, dan peluru, hal
ini karena benda-benda tersebut merupakan benda asli yang pernah dipakai
langsung oleh para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
d. Strategi
WT (Weaknesses and Threats),
adalah strategi yang meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan menghindari
ancaman (Threats), yaitu :
1)
Meningkatkan sarana dan prasarana museum
yang masih belum lengkap dan kurang agar museum sepuluh nopember memiliki
fasilitas yang lengkap guna menunjang kebutuhan pengunjung baik dari masyarakat
setempat, kalangan pelajar ataupun wisatawan.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan
analisis data penelitian dengan judul strategi pengembangan potensi dan daya
tarik wisata museum sepuluh nopember di Surabaya dapat ditarik kesimpulan,
bahwa� museum sepuluh nopember memiliki
pengembangan potensi dan daya tarik wisata yang menarik wisatawan karena Museum
Sepuluh Nopember adalah letak museum yang strategis berada ditengah kota
Surabaya sehingga akses jalan menuju museum sepuluh nopember tersbut mudah untuk
dikunjungi wisatawan dan akan menjadi keuntungan bagi pemerintah kota Surabaya.
Adapun koleksi-koleksi yang ada didalam museum sepuluh nopember teksturnya
masih asli yang kaya akan nilai sejarahnya, hal ini karena benda-benda tersebut
merupakan benda asli yang pernah dipakai langsung oleh para pahlawan dalam
mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, museum sepuluh nopember juga
memiliki kawasan ruang terbuka hijau yang berada ditengah kota besar.
Dari analisis SWOT strategi yang
digunakan adalah SO (Strength� and�
Opportunities), dengan pertimbangan bahwa Museum Sepuluh Nopember
memiliki potensi dan daya tarik yang cukup besar untuk dikembangkan. Dari
analisis SWOT strategi yang digunakan adalah SO�
(Strength� and� Opportunities), bahwa Museum Sepuluh
Nopember mempunyai� potensi dan daya
tarik yang besar untuk dikembangkan, akan tetapi belum termanfaatkan dengan
baik, dalam mengembangkan Museum Sepuluh Nopember harus menciptakan strategi
dengan menggunakan kekuatan (Strength) untuk memanfaatkan peluang
(Opportunities). Maka dari itu atas
dasar hasil analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal tersebut di
atas, maka kebijakan pengembangan Museum Sepuluh Nopember adalah lebih
meningkatkan promosi mengenai objek wisata museum sepuluh nopember melalui
berbagai media cetak atau elektronik. Selain itu juga dapat melakukakan
pemeran-pameran wisata museum, serta melakukan sosialisasi terhadap kalangan
pelajar maupun umum
BIBLIOGRAFI
Rasa, A. (2020). Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh
Nopember Surabaya. Bangga Surabaya. file:///D:/0919_js/js/Monumen Tugu
Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember Surabaya dfus tokoh.html.
Sudarso Aldi. (2016). Strategi
Komunikasi Pemasaran Pariwisata Landmark Museum Sepuluh Nopember Tugu Pahlawan
Surabaya. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabay.
Surabaya, B. (2019). Tingkatkan
Pengunjung, Museum 10 Nopember Surabaya Dilengkapi Hologram. Bangga
Surabaya. https://humas.surabaya.go.id/2019/10/22/tingkatkan-pengunjung-museum-10-nopember-surabaya-dilengkapi-hologram/
Tamara, A. (2016). Implementasi
analisis SWOT dalam strategi pemasaran produk mandiri tabungan bisnis. Jurnal
Riset Bisnis Dan Manajemen, 4(3).
Wahidmurni, D. (2017). Pemaparan
Metode Penelitian Kuantitatif.
Wikipedia. (2018). Kota Surabaya.
Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Surabaya#Alam
|
Copyright
holder : Miranti, Sherina Aureliza Revilia dan Ananta Prathama (2020). |
|
First
publication right : This
article is licensed under: |