|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 6, Juni 2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENGGUNAAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA
TALK SHOW KICK ANDY EDISI �KELUARGAKU KEKUATANKU�
Santi Aulia, Poppy Lutfiyani,
Haerul Tamimi
Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia���
Email: [email protected],
[email protected],
[email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRACT |
|
Diterima 30 Mei 2021 Direvisi 5 Juni 2021 Disetujui 10 Juni 2021 |
Language is key in every
human being communicating. Nowadays, kunikasi packed a lot of television, one
of them with a talk show. This research aims to discuss the principle of
civility that existed in the Talk Show Kick Andy edition of "My Family
My Strength". The method in this study is to use
descriptive-qualitative. Data collection using read and write methods. In
addition, the author also uses library studies by reading theories. The
results of this study show that the principle of modesty will be used by talk
show hosts to the speakers and vice versa. As on Kick Andy Talk Show, Andy as
the host will use the principle of politeness to the speakers even the
speakers will use the principle of politeness. So it can be concluded that in
the Talk Show Kick Andy edition of "My Family My Strength" applies
the principle of language civility. ABSTRAK Bahasa merupakan kunci
dalam setiap manusia berkomunikasi. Dewasa ini kunikasi dikemas banyak
dikemas dalam televisi salah satunya dengan acara talkshow. Penelitian ini
bertujuan untuk membahas prinsip kesantunan yang ada pada acara Talk Show
Kick Andy edisi �Keluargaku Kekuatanku�. Metode dalam penelitian ini adalah
menggunakan deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak
dan penulisan. Selain itu penulis juga mengunakan studi pustaka dengan
membaca teori-teori yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
prinsip kesantunan akan digunakan oleh pembawa acara Talk Show kepada para
narasumber begitupun dengan sebaliknya. Seperti pada acara Talk Show Kick
Andy, Andy sebagai pembawa acara akan menggunakan prinsip kesopanan kepada
para narasumbernya bahkan narasumbernya pun akan menggunakan prinsip
kesopanan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam Talk Show Kick Andy
edisi �Keluargaku Kekuatanku� menerapkan prinsip kesantunan berbahasa. |
|
Keywords: politeness principle, talk show Kata Kunci: prinsip kesantunan,
talk show |
Pendahuluan
Era industry 4.0, tuntutan Manusia
adalah makhluk hidup yang tidak bisa lepas dari kegiatan berbahasa. Bahasa
sudah dijadikan manusia sebagai alat komunikasi dalam setiap waktu. Berbahasa
manusia akan dengan mudah menyampaikan informasi dan menerima informasi dari
sesama manusia. Berbahasa menjadi salah satu kegiatan manusia yang setara
dengan kegiatan bernafas, yang dapat dilakukan kapan saja dan setiap waktu.
Kegiatan berbahasa bukanlah suatu kegiatan yang rumit. Bagaimana pun keadaan
manusia, apapun pekerjaan manusia pasti selalu menggunakan bahasa. Akan tetapi
dalam menggunakan bahasa manusia seringkali tidak menyadari bahwa menggunakan
bahasa bukanlah hanya sekedar bunyi.
Sebuah percakapan yang
terjadi sangat ditentukan oleh konteks pelaku (penutur dan lawan tutur) usia,
jenis kelamin, tempat terjadinya percakapan dan sebagainya. Dalam percakapan
inilah ilmu pragmatik diterapkan. Pengertian pragmatik menurut Levinson adalah
kajian mengenai penggunaan bahasa atau kajian bahasa dan perspektif fungsional.
Kajian ini mencoba menjelaskan aspek-aspek struktur bahasa dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh
dan sebab-sebab nonbahasa (Levinson, 1987).
Setiap manusia memiliki
pemahaman berbeda-beda dalam menggunakan bahasa. Hal itu menjadikan penggunaan
bahasa pada setiap orang bisa mencerminkan karakter dirinya. Berbahasa� tiap-tiap orang� memiiki�
kebebasan� dalam� menggunakan�
pilihan� kata atau� diksi�
yang� mengandung� arti- arti�
sesuatu, sehingga� maksud� dari�
penggunaan bahasa tersebut dapat tersampaikan kepada orang lain.�
Hidup sebagai masyarakat
tentunya kita akan sering sekali menggunakan bahasa untuk menyampaikan dan menerima
berbagai informasi. Kegiatan berbahasa tersebut tentunya manusia harus
memperhatikan prinsip kesantunan. Kesantunan�
bersifat� relatif� di�
dalam� masyarakat.� Ujaran�
tertentu� bisa dikatakan� santun�
di� dalam� suatu�
kelompok� masyarakat� tertentu,�
akan� tetapi� di kelompok�
masyarakat� lain� bisa�
dikatakan� tidak� santun (Tarmini & Safi�i, 2018).� Itulah sebabnya cerminan karakter seseorang terlihat
dari bagaimana ia menempatkan bahasa dalam dirinya.
Santun atau tidak santunnya
bahasa dikarenakan adanya setuju atau tidak setujunya masyarakat dalam
penggunaan bahasa tersebut. Dalam hal setuju atau tidaknya masyarakat dalam
penggunaan bahasa dipengaruhi oleh norma budaya.
Apabila bahasa merupakan
cerminan dari isi pikiran seseorang, maka cara berbahasa dipengaruhi oleh tata budaya
atau norma-norma budaya (Arifin, 2018).
Saat ini banyak saluran
siaran televisi yang menghadirkan acara Talk Show yang menghibur dan
memotivasi. Kebanyakan acara Talk Show adalah menceritakan kesuksesan
perjalanan hidup seseorang. Menceritakan kehidupan seseorang tersebut acara
Talk Show tersebut bertujuan untuk menjadikan narasumber sebagai inspirasi
banyak orang. Talk Show merupakan perpaduan antara seni panggung dan teknik
wawancara jurnalistik (Chairil, 2019).
Wawancara dilakukan ditengah atau di sela- sela pertunjukan, apakah itu musik,
lawakan, peragaan busana, dan sebagainya. Talk Show dapat dijadikan mata acara
tetap, tetapi dapat pula diadakan secara khusus, pertanyaan diajukan secara
santai atau non-formal, tetapi harus tetap berbobot.�
Pada acara Talk Show tentu
saja ada pembawa acara sebagai petutur dan narasumber sebagai kawan tutur.
Seperti yang telah dijelaskan di atas pertanyaan yang diajukan pada acara Talk
Show bersifat santai dan non-formal. Hal itu tentu saja sikap kesantunan akan
muncul kepada seseorang yang jarak sosialnya jauh. Seperti halnya dikehidupan
sehari-hari, jika kita bertemu dengan orang yang belum pernah kita kenal kita
akan memakai dengan sapaan yang lebih formal seperti �Pak� dan �Ibu�. Akan
tetapi jika kita memiliki hubungan sosial yang cukup dekat maka sapaan akan
berubah menjadi sapaan yang non-formal.
Berdasarkan penjelasan di
atas, pada penelitian ini penulis tertarik dengan penggunaan prinsip kesantunan
dalam Talk Show Kick Andy edisi �Keluargaku Kekuatanku�. Dimana terdapat
keunikan pada pembawa acaranya yakni Andy, membahas mengenai keluarga adalah
sumber kekuatan yang sesungguhnya. Kemudian juga para narasumber yang bersedia
menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan, pekerjaan orang tua
yang seadanya tetapi bisa menghidupkan bahkan menyekolahkan anaknya sampai ke tingkat
yang lebih tinggi. Tidak hanya itu, semangat juang yang dimiliki para anak dari
narasumber juga mendukung pencapaiannya. Mereka juga sudah diajarkan
kedisiplinan sejak meraka masih kecil oleh orang tuanya. Mereka terbiasa dengan
apa yang sudah dibiasakan sejak masih kecil. Adanya motivasi yang muncul dalam
acara Talk Show tersebut dari para narasumber. Menjadi inspirasi untuk para
penonton agar mensyukuri setiap keadaan yang terjadi dalam hidup. Serta tetap
semangat dalam keadaan apapun yang sedang dialami.
Tujuan dilakukan penelitian
penggunaan prinsip kesantunan dalam Talk Show Kick Andy edisi keluargaku
kekuatanku adalah (1) untuk mengetahui penggunaan prinsip kesantunan yang
terdapat dalam acara Talk Show tersebut dan (2) mendeskripsikan keenam maksim
yang ada pada prinsip kesantunan menurut teori Leech (Setiyawati, 2015).
(3) mengaitkan jarak sosial dan budaya antara penutur dan kawan tutur.
Berbeda dengan penelitian
sebelumnya yang dilakukan oleh (Prameswari & M.Hum M.M, 2019) yang mana beliau baru
membahas tentang enam maksim kesantunan. Penelitian ini selain membahas enam
maksim tersebut juga meneliti tentang penggunaan prinsip kesantunan dan
mengaitkan jarak sosial dan budaya antar penutur dan lawan tutur.
Metode
Penelitian
Penelitian
ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber penelitian adalah bahasa
lisan pada Talk Show Kick Andy edisi �Keluargaku Kekuatanku�. Menurut (Moleong, 2017) penelitian kualitatif adalah penelitian yang
bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek
penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll. Secara
holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada
suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode
alamiah.
Pengumpulan data yang dipakai�
dalam� penelitian� ini�
adalah metode� simak� dan�
penulisan, yakni dengan menyimak penggunaan prinsip kesantunan berbahasa
dalam bahasa lisan di video Talk Show yang diunggah dalam aplikasi Youtube. Penulis
mengumpulkan berupa tuturan yang dilakukan oleh Andy dengan para narasumbernya
dalam acara Talk Show Kick Andy. Dalam penelitian ini, penulis melakukan
pendekatan secara studi pustaka dengan cara membaca teori-teori tentang
kesantunan berhasa.
Hasil dan Pembahasan
Peneliti meneliti tentang penggunaan prinsip
kesantunan berbahasa dalam Talk Show Kick Andy edisi �Keluargaku Kekuatanku�.
Peneliti menganalisis penerapan prinsip kesantunan antara Andy dengan para narasumbernya.
Maksim kesantunan yang akan dianalisis adalah 1)
maksim kebijaksanaan (tact maxim), 2) maksim kedermawanan (generosity maxim),
3) maksim penerimaan (approbation maxim), 4) maxim kerendahan hati (modesty
maxim), 5) maksim kesetujuan (agreement maxim), 6)� maksim kesimpatian (sympathy maxim) (Setiyawati, 2015).
Penerapan Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Talk
Show Kick Andy
1.
Maksim Kebijaksanaan (Tact Maxim)
Maksim
kebijaksanaan yaitu maksim yang menggariskan bahwa setiap peserta pertuturan
hendaknya berpegang pada prinsip untuk selalu mengurangi keuntungan dirinya
sendiri dan memaksimalkan keuntungan pihak lain dalam kegiatan bertutur (Wahidah & Wijaya, 2017).
Pada data berikut ini terdapat penerapan prinsip kesantunan berupa maksim
kebijaksanaan antara Andy dengan Yunianti.
Andy ��������� : �oh ada bunganya ya?�
Yunianti ���� : �ada jasanya�
Andy ���� �����: �baik tapi kenapa anda engga kasih tau
anak-anak?�
Yunianti ��� : �saya takut pak Andy, takut enggak sesuai
dengan apa yang saya inginkan. Ah.... nanti malah ada anak yang malu, malah
nanti ga mau sekolah atau ga mau engga jadi kuliah kan saya juga yang pusing�
Konteksnya:
Andy menanyakan perihal hutang Yunianti kepada tetangganya yang hal itu bahkan
tidak diketahui oleh anaknya. Karena Yunianti tidak mau anaknya malu dan
memutuskan sekolah apabila mereka tau bahwa Yunianti mempunyai hutang kepada
tetangga untuk membiayai sekolah mereka. Yunianti lebih memilih merahasiakan
hal itu agar konsentrasi anak tidak terpecah dan bisa tetap� bersekolah seperti biasa.
Jarak sosial:
Penutur dan kawan tutur memiliki jarak sosial yang terbilang jauh. Karena
terdapat pada kawan tutur memakai sapaan �Pak� kepada penutur. Hal itu dapat
dikatakan bahwa jarak sosial antara penutur dan kawan tutur dapat terbilang
jauh
Jarak budaya: -
Berdasarkan
tuturan di atas menunjukkan bahwa terdapat maksim kebijaksanaan, dimana adanya
meminimalkan kerugian orang lain dan memaksimalkan keuntungan kepada orang lain
pula. Dalam tuturan tersebut terlihat bahwa Yunianti menyembunyikan persoalan
peminjaman uang yang ia pinjam kepada tetangganya agar anaknya terus bersekolah
dan merasa tidak malu karena uang yang dipakai untuk biaya sekolah adalah uang
hasil pinjaman kepada tetangganya.
2.
Maksim Kedermawanan (Generosity Maxim)
Kurangi
ekspresi/ucapan yang menguntungkan diri sendiri dan maksimalkan keuntungan
pihak lain (Tri Rina Budiwati, 2017).
Pada data berikut ini terdapat penerapan prinsip kesantunan pada maksim
kedermawanan antara Andy dan Yunianti.
Andy ����������� : �bu Yunianti
apakah anda pernah membayangkan Satya bisa jadi doktor waktu itu?�
Yunianti : �bayangan
engga ada cuman keinginan mudah-mudahan kelak tuh dapat pendidikan yang lebih
baik dari saya gitu aja�.
Konteksnya:
Andy sedang bertanya kepada Yunianti apakah dahulu Yunianti pernah membayangkan
anaknya yang bernama Satya akan menjadi doktor. Yunianti menjawab bahwa ia
tidak ada bayangan anaknya Satya menjadi doktor, ia hanya membayangkan Satya
dapat pendidikan yang lebih baik dari dirinya. Sebagai seorang ibu pastinya
akan menginginkan anaknya memiliki pendidikn yang lebih baik dari dirinya. Agar
kehidupan anaknya tidak seperti apa yang ia alami saat itu.
Jarak sosial: Penutur dan
kawan tutur memiliki jarak sosial yang jauh. Terlihat pada penutur yang
menggunakan sapaan �Bu� kepada kawan tutur. Itu artinya ada jarak sosial yang
jauh antara penutur dan kawan tutur.
Jarak budaya: -
Berdasarkan tuturan di
atas menunjukkan bahwa terdapat maksim kedermawanan, dimana adanya tuturan
seseorang yang sederhana dan tidak menyombongkan diri. Dalam tuturan tersebut
dapat dilihat bahwa Yunianti tidak berharap sangat tinggi kepada anaknya Satya
untuk menjadi doktor, dia hanya mengharapkan anak-anaknya bisa dapat pendidikan
yang lebih baik dari dirinya.
3. Maksim
Penerimaan
Kurangi
ungkapan ketidaksetujuan antara diri dan pihak lain; maksimalkan ungkapan persetujuan
antara diri dan pihak lain (Eti Ramaniyar, 2019).
Pada data
berikut ini terdapat penerapan prinsip kesantunan pada maksim penerimaan antara
Andy dan Yunianti.
Andy
������������� : �nah kalau ibu sendiri
bagaimana menghadapi omongan orang tentang anak ini ko anak durhaka tidak mau
bekerja untuk membantu meringankan beban orang tua karena secara ekonomi orang
tua sulit. Bagaimana anda menghadapi omongan-omongan seperti ini?�
Yunianti
�������� : �kalo ikuti omongan orang kan
belum tentu eh... hasilnya juga untuk orang itu sendiri. Orang bebas mau
ngomong silahkan yang mau menjalani kan kita, nah gitu jadi justru buat cambuk�
Konteksnya: Andy menanyakan
kepada Yunianti mengenai omongan orang lain terhadap anaknya Satya yang lebih
memilih meneruskan sekolah yang lebih tinggi sampai S3 dibandingkan bekerja
untuk menggantikan orang tua sebagai tulang punggung keluarga. Omongan-omongan
orang yang menganggap bahwa anaknya telah durhaka kepada orang tua karena tidak
mau langsung bekerja untuk meringankan beban orang tua. Lalu kemudian Yunianti
menjawab bahwa ia tidak sama sekali terganggu dengan omongan-omongan orang lain
karena menurut dirinya omongan orang-orang itu belum pasti kebenarannya dan
merekalah yang dapat merasakan hasilnya bukan orang-orang tersebut. Bahkan
Yulianti juga mengatakan bahwa omongan-omongan orang tersebut justru dijadikan
cambuk untuk tetap menjalani kehidupan yang lebih baik lagi.
Jarak sosial: Penutur
dan kawan tutur memiliki jarak sosial yang jauh. Dilihat dari penutur yang
memakai sapaan �Ibu� kepaa kawan tutur. Itu artinya jarak sosial keduanya
dikatakan jauh. Jauh dari segi umur ataupun jauh dari segi hubungan sosial.
Karena pembawa acara dan narasumber terlihat bahwa tidak ada hubungan seperti
hubungan pertemanan atau rekan kerja dan sebagainya.
Jarak budaya: -
Berdasarkan tuturan di
atas menunjukkan bahwa terdapat maksim penerimaan, dimana adanya memaksimalkan
kerugian bagi diri sendiri dan meminimalkan keuntungan bagi dirinya sendiri.
Dalam tuturan tersebut dapat dilihat bahwa Yunianti menerima apa yang sedang
menimpa dirinya seperti cemoohan orang lain mengenai anaknya yang disebut
sebagai anak durhaka karena tidak langsung bekerja melainkan memilih untuk
melanjutkan kuliahnya sampai S3. Dapat dikatakan bahwa Yunianti dapat menerima
kerugian dari cemoohan orang lain dan ia meminimalkan keuntungan bagi dirinya
bahwa ia berpikir positif tentang omongan orang yng dijadikan cambuk baginya
agar tetap semangat untuk hidup yang lebih baik.
4.
Maksim Kerendahan Hati (Modesty Maxim)
Kurangi ungkapan
memuji diri sendiri maksimalkan ungkapan tidak memuji/menonjolkan diri sendiri (Eti Ramaniyar, 2019).
Pada data berikut ini terdapat penerapan prinsip kesantunan pada maksim
kerendahan hati antara Andy dan Zum.
Andy ��� : �lalu kalau boleh tau ada nilai-nilai atau
prinsip yang Zum dapatkan dari orang tua apa?�
Zum �� : �kami sekeluarga itu percaya kalo dengan
melalui pendidikan inilah cara kami untuk mengentaskan dari masa-masa yang
suram�.
Konteksnya:
Andy bertanya kepada Zum mengenai nilai-nilai atau prinsip apa yang didapatkan
dari orang tuanya. Zum lalu menjawab bahwa untuk mengentaskan masa-masa suram
yang telah dialaminya bisa dengan melalui pendidikan yang telah Zum lalui saat
itu. Orang tua Zum telah menanamkan kepercayaan kepada anak-anaknya bahwa hanya
dengan pendidikan keluarga mereka akan keluar dari masa-masa yang suram.
Jarak sosial:
Jarak sosial antara penutur dan kawan tutur terlihat jauh. Dilihat dari penutur
menggunakan kata �kalau boleh tau� kepada kawan tutur. Itu dapat digambarkan
bahwa penutur dan kawan tutur tidak ada hubungan sosial antara keduanya. Kata
yang digunakan penutur tersebut menggambarkan bahwa penutur bermaksud menjaga
perasaan dari kawan tutur. Agar kawan tutur tidak merasa tersinggung dengan apa
yang ditanyakan oleh penutur. Dengan penggunaan kata tersebut dapat dikatakan
bahwa penutur dan kawan tutur memiliki jarak sosial yang jauh.
Jarak budaya:
-
Berdasarkan
tuturan di atas menunjukkan bahwa terdapat maksim kerendahan hati, dimana
adanya meminimalkan pujian terhadap dirinya sendiri. Dalam tuturan tersebut
dapat dilihat bahwa orang tua Zum telah menanamkan kerendahan hati pada diri
Zum. Dimana ia mengatakan bahwa cara keluarganya mengentaskan masa-masa suram
adalah dengan melalui pendidikan yang tinggi, bukan keuangan atau bahkan
jabatan. Tetapi, pendidikanlah yang menjadikan ia dan keluarga dapat keluar
dari masa-masa suram yang telah dilaluinya. Dapat dikatakan bahwa Zum memiliki
kerendahan hati yang sudah ditanam oarang tuanya dalam diri Zum.
5.
Maksim Kesetujuan (Agreement Maxim)
Menghendaki
agar setiap penutur dan lawan tutur memaksimalkan kesetujuan di antara mereka
dan meminimalkan ketidaksetujuan di antara mereka (Nisa, 2016).
Pada data berikut ini terdapat penerapan prinsip kesantunan pada maksim
kesetujuan antara Andy dan Satya.
Andy : �jadi
anda memang menyimpan rahasia ini ya, baik eh.... sekarang udah ketauan ngutang
beneran yaa. Saya dengar ada nama ini saya catat Dr. Siti Sulastri dan Prof.
Nuryono yang juga berjasa dalam hidup anda�.
Satya �� : �betul sekali�
Konteksnya:
Andy sebagai pembawa acara mengatakan bahwa mengenai hal meminjam uang kepada
tetangga sudahlah diketahui oleh anak Yunianti yaitu Satya. Bukanlah suatu hal
yang perlu dirahasiakan lagi oleh Yunianti kepada anak-anaknya. Lalu Andy juga
mengatakan ada dua orang selain orang tua Satya yang turut berjasa dalam hidup
Satya yaitu Dr. Siti Sulastri dan Prof. Nuryono. Satya membenarkan apa yang
dikatakan Andy itu memang benar terjadi, benar bahwa dua orang tersebut sangat
berjasa dalam hidup Satya. Selain orang tua tentu saja kedua orang tersebut
sangatlah berjasa dalam hidupnya. Mereka membantu Satya dalam meneruskan
kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga Satya dapat memiliki kemudahan
dalam meneruskan S2 dan S3 nya.
Jarak sosial:
Pada tuturan diatas antara penutur dan kawan tutur memiliki jarak sosial yang
jauh. Dapat dilihat dari kata yang digunakan penutur �Saya dengar� kepada kawan
tutur. Kata yang digunakan oleh penutur kepada kawan tutur adalah dengan tujuan
agar kawan tutur tidak merasa tersinggung dan menjaga kesopanan kepada kawan
tutur. Dengan tujuan tersebut dapat dikatakan bahwa antara penutur dan kawan
tutur tidak ada hubungan sosial antara keduanya. Dengan kata lain penutur dan
kawan tutur memiliki jarak yang jauh.
Jarak budaya:
-
Berdasarkan
tuturan di atas, menunjukkan bahwa terdapat maksim kesetujuan, dimana adanya
meminimalkan ketidaksetujuan antara dirinya dengan orang lain, dirinya sendiri
dan mitra tuturnya. Dalam tuturan tersebut dapat dilihat bahwa Satya setuju
dengan apa yang dikatakan oleh Andy yaitu Dr. Siti Sulastri dan Prof. Nuryono
adalah orang yang juga berjasa dlam hidupnya selain kedua orang tauanya.
6.
Maksim Kesimpatian (Sympathy Maxim)
Maksim
kesimpatian adalah maksim yang berhubungan dengan penilaian buruk atau naik
penutur terhadap dirinya sendiri atau orang lain (Putri et al., 2019).
Pada data berikut ini terdapat penerapan prinsip kesantunan pada maksim
kesimpatian antara Andy dan Yunianti.
Andy : �apresiasi
senilai 10 juta ya mudah-mudahan ini memberikan keyakinan bahwa apa yang ibu
lakukan adalah suatu hal yang positif yang baik dan bisa menginspirasi kami
semua yang ada distudio maupun penonton yang ada di rumah. Terima kasih mas Ali
terima kasih ibu sampai ketemu lagi�.
Yunianti : �sehat
selalu untuk pak Andy�
Konteksnya:
Yunianti diberikan uang senilai 10 juta rupiah dari ketua yayasan Kick Andy
bernama Ali Sadikin. Uang tersebut berasal dari donatur dan penonton Kick Andy
untuk mengapresiasi Yunianti atas semangatnya untuk menyekolahkan anaknya
dengan setinggi mungkin walaupun hanya seorang buruh cuci dan untuk menjadikan
anaknya sebagai orang yang lebih baik dari dirinya. Andy mengatakan bahwa
semoga apa yang selama ini dilakukan oleh Yunianti adalah suatu hal yang
positif dan dapat menginspirasi banyak orang. Kemudian Yunianti membalasnya
dengan mendoakan Andy agar diberikan kesehatan selalu.
Jarak sosial:
Pada tuturan di atas antara penutur dan kawan tutur memiliki jarak sosial yang
jauh. Dapat dilihat terdapat kata sapaan �Ibu� yang digunakan penutur untuk
kawan tutur dan kata sapaan �Pak� yang digunakan kawan tutur untuk penutur.
Kata sapaan tersebut dapat diartikan bahwa jarak sosial antara penutur dan
kawan tutur jauh dan tidak ada hubungan sosial antara keduanya. Berbeda dengan penutur
menggunakan sebutan �Mas� kepada ketua yayasan Kick Andy, itu artinya ada
kedekatan antara keduanya sehingga sapaan �Mas� tersebut digunakan ketika
sedang di atas panggung.
Jarak budaya:
-
Berdasarkan
tuturan diatas, menunjukkan bahwa terdapat maksim kesimpatian, dimana adanya
memaksimalkan rasa simpati dan meminimalkan rasa antipati antara pihak penutur
dan mitra tutur. Dalam tuturan tersebut dapat dilihat bahwa Yunianti memberikan
rasa simpatinya dengan mendoakan kesehatan untuk Andy. Rasa simpati yang
ditunjukkan oleh Yunianti tersebut termasuk kedalam rasa simpati yang tulus.
Karena rasa simpati itu sudah ditunjukkan dengan mendoakan kesehatan untuk si
penutur.
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam
Talk Show Kick Andy edisi �Keluargaku Kekuatanku� menerapkan prinsip kesantunan
berbahasa. Pada tuturan Andy dengan Yunianti terdapat maksim kebijaksanaan,
maksim kedermawanan, maksim penerimaan, maksim kesimpatian. Lalu pada tuturan
Andy dengan Zum terdapat maksim kerendahan hati dan pada tuturan Andy dengan
Satya terdapat maksim Kesetujuan. Selain itu, penutur dan kawan tutur juga
dapat dikaitkan dengan jarak sosial dan budaya antara keduanya. Jarak sosial
yang dekat maka kesantunan akan berkurang tetapi sebaliknya jika jarak sosial
itu jauh maka kesantunan akan dijaga dengan sebaik-baiknya.
Arifin,
M. (2018). Hubungan Budaya dan Pengajaran Bahasa. 24.
https://www.researchgate.net/publication/328052056_Hubungan_Budaya_Dan_Pengajaran_Bahasa.
Google Scholar
Chairil,
A. (2019). Pengaruh Tayangan Talkshow � Indonesia Lawyers Club .� Jurnal Professional
FIS UNIVED, 6(2), 59�67. Google Scholar
Eti
Ramaniyar, F. W. dan W. W. (2019). Maksim Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Dalam
Diskusi Kelas. Jurnal Metamorfosa, 7(2), 252-258. Google Scholar
Levinson,
S. C. (1987). Pragmatics and the grammar of anaphora: A partial pragmatic
reduction of Binding and Control phenomena. Journal of Linguistics, 23(2),
379�434. Google Scholar
Moleong,
L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Revisi). PT Remaja
Rosdakarya. Google Scholar
Nisa,
F. (2016). Pelanggaran Prinsip Kesantunan Dalam Wacana Tutur Basuki Tjahaja
Purnama. Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 1(1),
19�30. Google Scholar
Prameswari,
R. W., & M.Hum M.M, A. N. (2019). Analisis Kesantunan Berbahasa dalam
Acara Kick Andy dengan Tema �Keluarga Kekuatanku.� Universitas Muhammadiyah
Surakarta. Google Scholar
Putri,
S. W., Gani, E., Syahrul, R., Bahasa, P., Universitas, I., & Padang, N.
(2019). Penggunaan Prinsip Kesantunan Berbahasa Dalam Talk Show Mata Najwa
Edisi � 100 Hari Anies-Sandi Memerintah Jakarta .� Jurnal Bahasa, Sastra,
Dan Pengajarannya, 15(21), 76�84. Google Scholar
Setiyawati,
U. (2015). Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Prinsip Kesantunan pada Dialog
Ketoprak Asmara Rinaseng Nala. In Skripsi. Universitas Negeri Semarang. Google Scholar
Tarmini,
W., & Safi�i, I. (2018). Kesantunan Berbahasa Civitas Academica
Uhamka : Kajian Sosio-Pragmatik. Imajeri, 01(1), 77�91. Google Scholar
Tri
Rina Budiwati. (2017). Kesantunan Berbahasa Mahasiswa dalam Berinteraksi dengan
Dosen di Universitas Ahmad Dahlan : Analisis Pragmatik Abstrak. The
5Th Urecol Proceeding, February, 557�571. Google Scholar
Wahidah,
Y. L., & Wijaya, H. (2017). Analisis Kesantunan Berbahasa Menurut Leech
Pada Tuturan Berbahasa Arab Guru Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta
Tahunajaran 2016/2017 (Kajian Pragmatik). Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan
Pendidikan Bahasa Arab, 9(1). Google Scholar
|
Santi Aulia, Poppy Lutfiyani, Haerul Tamimi (2021). |
|
First publication right : This article is licensed under: |