|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 6, Juni 2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
STRATEGI PERSAINGAN ANTAR PEDAGANG DALAM PERSPEKTIF
SOSIOLOGI EKONOMI DI PASAR BLAURAN PALANGKA RAYA
Helma Ariyani, Dehen, Sri Rohaetin
Universitas Palangka Raya Kalimantan Tengah, Indonesia���������
Email: [email protected], [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRACT |
|
Diterima 10 Mei 2021 Direvisi 20 Mei 2021 Disetujui 30 Mei 2021 |
This study aims to 1) know
the strategy of competition between traders in The Blauran
Market Palangkaraya, 2) know the supporting factors
and inhibition of competition between traders in Blauran
Market Palangka Raya. The research method used is
qualitative descriptive research. Data collection techniques in this study
are observations, interviews, documentation.�
The results showed that: 1) The prevailing strategy in Blauran Palangka Raya Market so
far is a competitive strategy between traders with the concept of all buying
and selling activities carried out with a strong motivation to earn income in
a healthy way by improving the quality of goods or services. 2) Factors that
affect competition in the Blauran Palangka Raya market are price borders, quality and
varied products, strategic market locations, and promotions. Analysis of
Competition Strategy between Traders in The Effectiveness of Economic
Sociology in Blauran Palangka
Raya Market is conducted by improving the quality of services, and products
marketed to increase the turnover of traders. The process of facing
competition between traders in Blaura Palangka Raya Market is carried out through solidarity
between traders and buyers by focusing on improving the quality of services
and products that suit the needs and interests of buyers. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui strategi persaingan antar pedagang di Pasar Blauran Palangkaraya, 2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat persaingan antar pedagang di Pasar Blaura Palangka Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan
data dalam penelitian ini ialah observasi,
wawancara, dokumentasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: 1) Strategi yang berlaku
di Pasar Blauran Palangka
Raya selama ini adalah strategi persaingan antar pedagang dengan konsep segala kegiatan jual beli dilakukan
dengan motivasi yang kuat untuk mendapatkan
pendapatan dengan cara yang sehat dengan meningkatkan kualitas barang atau jasa. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi
persaingan dipasar Blauran Palangka Raya yaitu perbatasan harga, produk yang berkualitas dan bervariatif, lokasi pasar yang strategis,
dan promosi. Analisis
Strategi Persaingan Antar
Pedagang dalam Persfektif Sosiologi Ekonomi di Pasar Blauran Palangka Raya dilakukan dengan meningkatkan kualitas pelayanan, dan produk yang dipasarkan guna meningkatkan omzet pedagang. Proses menghadapi persaingan antar pedagang di Pasar Blaura Palangka Raya dilakukan melalui ikatan solidaritas antar pedagang dengan pembeli dengan berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan dan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan minat pembeli. |
|
Keywords: Competition Strategy; Quality Products; Economic Sociology Kata Kunci: Strategi Persaingan;
Produk Berkualitas; Sosiologi Ekonomi |
Pendahuluan
Perkembangan
dunia bisnis semakin pesat. Hal ini dibuktikan dengan bermunculannya pengusaha baru. Semakin ketatnya
persaingan membuat pelaku bisnis selalu
berusaha mempertahankan usahanya dan bersaing mencapai tujuan yang diharapkan (Pitoy et al., 2016).
Pertumbuhan yang selalu meningkat dari waktu ke waktu
selalu diharapkan oleh pelaku bisnis.
Berbagai
cara dilakukan oleh pelaku bisnis agar usaha yang dijalankan tetap bertahan di tengah-tengah persaingan yang ada. Suatu usaha
didirikan dan dikelola untuk menghasilkan suatu produk, baik
berupa barang maupun jasa. Produk
itu dipasarkan dan dijual kepada pihak
lain, baik individu, maupun kelompok, yang memerlukan produk tersebut untuk memenuhi sebagian kebutuhannya.
Untuk
itu, dalam pelaksanaannya diperlukan pemasaran yang baik karena pemasaran merupakan salah satu bidang fungsional yang peranannya sangat strategik dalam kehidupan suatu usaha. Karena, itulah yang menjadi alasan mengapa� para pedagang
dituntut agar dapat menjalin hubungan baik dengan pembeli
yang bertujuan untuk saling memenuhi kebutuhan satu sama lain demi keberlangsungan hidup. Kemudian, dari hal tersebut
mereka akan berhubungan melalui kontak dan komunikasi secara verbal maupun non verbal. Komunikasi verbal
yang dilakukan oleh manusia
seperti pelaku pasar termasuk penjual dan pembeli, di mana mereka melakukan komunikasi dengan menyampaikan pesan-pesan yang disampaikannya baik secara lisan
maupun secara tulisan (Nahria & Laili, 2018).
Komunikasi
yang dilakukan melalui dua arah lebih
membantu mereka dalam mendapatkan informasi secara sempurna. Selain itu, komunikasi non verbal seringkali tidak terstruktur, hal itu dikarenakan
komunikasi ini menggunakan isyarat-isyarat tubuh dalam penyampaian
informasi atau pesan (Aditya Marsela Putra, 2020).
Kontak dan komunikasi adalah bagian dari
interaksi sosial yang terdapat di kehidupan manusia.
Pasar merupakan
sekelompok penjual dan pembeli yang saling mempertukarkan barang untuk melakukan transaksi (Mauliyah et al., 2017).
Kegiatan jual beli antar pedagang
dan pembeli ini memicu terjadinya interaksi sosial. Interaksi sosial� inilah
yang dapat meningkatkan kegiatan ekonomi, serta memicu adanya
persaingan antar pedagang di Pasar Blaura Palangka Raya.
Secara
umum strategi adalah suatu proses atau cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan yang dituju. Strategi merupakan tindakan yang memiliki sifat incermental (senantiasa meningkat) secara terus menerus,
yang dilakukan bedasarkan sudut pandang tentang
tujuan yang diharapkan (Nugroho, 2017).
Persaingan
merupakan sebuah konsep yang sering digunakan memahami bagaimana pembentukan harga pasar serta keputusan penetapan harga oleh suatu industri ataupun penjual. Konsep persaingan pasar membuka mata perusahaan terhadap kumpulan pesaing aktual serta potensial yang lebih luas (Pangestuti, 2015).
Strategi bersaing
meningkatkan rencana mengenai bagaimana bisnis akan bersaing,
apa yang sepatutnya menjadi tujuannya serta kebijakan apa yang dibutuhkan untuk menggapai tujuan tersebut. Tujuan strategi bersaing untuk suatu unit usaha dalam sebuah
industri salah satunya menciptakan posisi dalam industri tersebut dimana industri bisa melindungi
diri sendiri dengan sebaik-baiknya terhadap tekanan (energi) persaingan ataupun yang bisa pengaruhi tekanan tersebut secara positif (Kartika Agustina, 2015).
Di dalam
aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada
konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi
yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran (Anggraini, 2019).
Sedangkan, sosiologi ekonomi memandang bahwa yang menjadi pembeda pedagang ialah penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang dihasilkan dari perdagangan dan hubungannya dengan ekonomi keluarga.�����
Pasar Blauran
merupakan salah satu pasar malam teramai di Palangka Raya. Pasar ini dibuka hanya waktu
sore hingga malam saja serta terletak
di jalanan Pasar Besar Baru Palangka Raya (Wakhidah, 2019).
Pasar Blauran pula termasuk
pasar tradisional yang mana transaksi
antara penjual dan pembelinya melakukan tawar menawar harga
dari suatu barang, namun terdapat
pula sebagian lapak pedagang yang menjual barang nya dengan
label harga yang lebih murah. Kegiatan di Pasar Blauran ini tidak
hanya hubungan antar penjual dan pembeli namun juga hubungan atau kerja
sama yang terjalin antar pedagang atau pemilik lapak
dengan buruh yang setiap harinya mendirikan lapak pedagang serta juga menjalin hubungan dengan pemerintah Kota Palangka Raya.
Berdasarkan
informasi temuan di lapangan para pedagang di Pasar Blauran Palangka Raya lebih banyak berjualan
kebutuhan sandang seperti pakaian, sepatu, sendal, dll serta makanan. Serta dilihat dari segi
persaingan juga lebih terlihat nampak para pedagang pakaian karena selain jenis
barang yang di jual sama dari segi
harga pula pedagang memberikan harga obral yang cukup murah diharapkan menarik pembeli yang hal tersebut membuat
pedagang lain kesulitan untuk menjual barangnya
yang masih menggunakan sistem tawar menawar.
Walaupun para pedagang pakaian itu bersaing
dalam penetapan harga namun mereka
tetap bekerja sama dalam penjualan
guna menghasilkan keuntungan bersama, misalnya dengan menjual barang pedagang lain yang tidak ada dijual dari
pedagang tersebut dengan maksud mengambil
sedikit keuntungan dari barang yang dijualkan.
Sedangkan,
berdasarkan data yang didapat
dari kepala Pasar Blauran yang menyatakan bahwa jumlah pedagang
sebanyak 216 lapak yang beralamat di jalan Halmahera dan jalan Jawa. Dari 216 lapak tersebut terbagi atasi beberapa
jenis pedagang yang berjualan di antaranya ialah berjualan pakaian, sepatu atau sendal, kosmetik, peralatan rumah tangga, tas, warung
makan, aksesoris, ponsel, mainan dan peralatan listrik. Barang yang dijual di pasar blauran relatif sama dan para penjual cukup banyak. Maka,
dari itu pedagang membutuhkan srategi tersendiri agar barang yang dijual diminati pembeli. Alasan peneliti tertarik melakukan penelitian ini karena ingin menganalisis
cara pedagang menghadapi persaingan di Pasar Blaura Palangka Raya melalui strategi persaingan antar pedagang dalam perspektif sosiologi ekonomi yaitu dengan meningkatkan
kualitas pelayanan dan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan minat pembeli.
Meski
terjadi beberapa persaingan negatif antar pedagang tetapi persaingan tersebut juga menimbulkan persaingan positif mengingat para pedagang yang ada di Pasar Blauran yang memiliki komunitas tersendiri. Hal ini menimbulkan pola dinamika sosial yang berpengaruh terhadap persaingan, dengan demikian memicu terciptanya keseimbangan pasar
dan keseimbangan harga.
Metode Penelitian
Lokasi penelitian ini adalah
di Pasar Blaura Palangka
Raya yang merupakan salah satu
pasar tradisional dan buka
pada waktu sore sampai malam saja, dan terletak di jalan Pasar Besar Baru Palangka
Raya. Data penelitian ini bersumber dari 2 orang pembeli, dan 9 orang pedagang. Berikut ini nama-nama
pedagang yang dianggap
paling tahu tentang apa yang peneliti butuhkan di Pasar Blauran Palangka Raya yaitu: Bapak Usai, Bapak Saleh, Bapak wandi,
Mas junai, Bapak ibus,
Bapak amat, Ibu irus, Mas saufi, dan Bapak H. Kani yang dianggap paling tahu tentang apa yang peneliti butuhkan di Pasar Blauran Palangka Raya.
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis dan temuan peneliti dilapangan sesuai dengan fokus penelitian
yaitu Analisis Strategi Persaingan Antar Pedagang Dalam Perspektif Sosiologi Ekonomi dan Faktor-faktor yang mempengaruhi persaingan dipasar Blauran Palangka Raya.
1.
Strategi Persaingan Antar Pedagang Dalam Perspektif Sosiologi Ekonomi di Pasar Blauran Palangka Raya
Analisis strategi
persaingan antara pedagang merupakan hal terpenting guna mengembangkan rencana bagaimana pedagang bersaing, dalam menetapkan sasaran, tujuan, kebijakan yang akan diambil dalam menjalankan
usahanya. Serta strategi inilah
yang digunakan pedagang untuk menarik minat
atau ketertarikan pembeli pada produk atau jasa yang dipasarkan yakni dengan meningkatkan dan mempertahankan standar kualitas atau mutu
pelayanan dan produk yang ditawarkan sehingga meningkatkan kualitas. Strategi persaingan yang telah digunakan di pasar dilakukan dengan baik dan memacu motivasi pedagang dalam bekerja dengan baik sehingga dapat
menambah ketertarikan pembeli. Pedagang mengatakan bahwa persaingan yang terjadi antar mereka dilakukan
secara sehat dan dilakukan dengan baik sesuai produk
atau barang yang mereka jual.
Maka dari
itu, salah satu cara yang dilakukan pedagang di Pasar Blaura Palangka Raya dalam menghadapi persaingan yang terjadi dalam mempertahankan
usahanya ialah melalui strategi persaingan antar pedagang dalam perspektif sosiologi ekonomi dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan minat pembeli.
2.
Analisis Strategi Persaingan Antar Perspektif Sosiologi Ekonomi di Pasar Blauran Palangka Raya
Strategi yang
diterapkan di Pasar Blauran
Palangka Raya adalah
strategi persaingan antar pedagang. Strategi persaingan ini dilakukan dilakukan
dengan sportif serta mendorong motivasi antar pedagang dalam bekerja, sehingga hal ini
dapat memicu ketertarikan pembeli terhadap produk atau barang yang pedagang tawarkan. Mereka mengatakan dengan adanya strategi persaingan, diharapkan dapat memotivasi para pedagang untuk terus mengoptimalkan kualitas produk yang akan diperjualbelikan.
Strategi persaingan ini memberikan dampak positif bagi kemajuan
para pedagang dalam melakukan aktivitas perdagangan sehingga mampu menarik perhatian
pembeli. Karena, setiap pedagang memiliki dorongan untuk terus meningkatkan kualitas produk atau jasa yang disediakan karena mereka telah memiliki
gambaran mengenai pesaing bisnis yang mereka hadapi. Serta, para pedagang dapat mengetahui produk atau jasa yang telah disediakan masing-masing sehingga mereka dapat mengantisipasi agar kualitas produk atau jasa yang mereka sediakan mampu memenuhi kebutuhan pembeli.
Persaingan yang terjadi sangat sehat karena
pedagang menganggap persaing yang mereka hadapi lebih kearah
yang positif yakni dengan melakukan segala upaya atau
usaha untuk mengoptimalkan kualitas produk barang atau
jasa yang telah disediakan. Serta diharapkan dapat menyebabkan kualitas pasar juga semakin meningkat.
Komitmen yang telah dibuat oleh pedagang dalam meningkatkan kualitas produk atau jasanya selama
ini telah membuktikan bahwa pedagang mampu menempatkan dirinya dalam persaingan bisnis secara sportif dan menyiapkan segala persiapan secara matang. Sehingga, pedagang selalu siap siaga menghahadapi
persaingan. Hal ini merupakan pegangan yang sangat kuat terhadap
setiap pedagang ataupun pengusaha dalam segala bidang
dalam mengembangkan usahanya sehingga mampu meningkatkan pendapatannya.
Penjualan yang telah dilakukan pedagang memiliki pemasukan yang beragam yang bergantung pada banyaknya jumlah pembeli yang datang. Pedagang harus menyiapkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi dikemudian hari. Mengingat hal tersebut, diantara
beberapa kemungkinan yang akan dihadapi tiap
pedagang ialah (1) banyaknya pembeli yang tidak menentu. Pembeli yang datang tergantung keadaan sosial lingkungan sekitar pasar. Seperti hal nya pada musim
hari raya atau lebaran maka
jumlah pembeli yang berkunjung akan meningkat. Karena kebutuhan pembeli akan meningkat� sehingga hal ini perlu
dipersiapkan secara matang oleh pedagang. (2) pembatasan ruang publik saat adanya
krisis pandemi melanda tanah air pada bulan maret lalu
sehingga, secara otomatis hal ini
dapat menyebabkan beberapa pedagang harus menutup dagangannya
di pasar karena otomatis di
pasar telah terjadi pembatasan jam operasional. Hal ini sangat berdampak
bagi pedagang karena secara otomatis
pendapatan mereka akan menurun secara
drastis.
Dampak yang didapatkan yaitu berkurangnya pemasukan para pedagang di pasar.
Selain karena pembatasan ruang publik yang terjadi juga perekonomian masyarakat semakin melemah sehingga daya beli
masyarakat akan menurun karena pendapatan masyarakat akan menurun juga. Hal ini merembet pada minat masyarakat ke pasar yang semakin menurun sehingga pendapatan pedagang juga otomatis akan semakin
menurun drastis. Salah satu cara pedagang
dalam menghadapi situasi ini ialah
dengan bersabar dan berdoa, memasarkan barang melalui media online dengan memposting di forum jual beli seperti
facebook guna mempermudah pelanggan dalam berbelanja tanpa harus ke
pasar
Keadaan inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang karena dengan keadaan seperti ini pedagang
harus mampu mengambil kebijakan agar� dagangannya
dapat bertahan dimasa pandemik ini. Kebijakan yang diambil oleh pedagang memerhatikan bahwa pembeli yang semakin berkurang otomatis saingan antar pedagang
untuk mendapatkan pembeli akan semakin
meningkat. Hal inilah yang memotivasi para pedagang untuk meningkatkan kualitas produk atau jasa yang disediakan agar dapat menarik perhatian pembeli.
Strategi persaingan antara pedagang di Blauran Palangka Raya yang dilakukan memiliki tujuan jangka panjang, yaitu sebagai berikut:
1) menjadi pasar yang mampu
menyediakan produk barang dan jasa dengan kualitas yang baik; 2) memperbanyak jenis produk yang disediakan di pasar sehingga dapat menarik minat
atau ketertarikan pembeli.
Strategi
Persaingan Antar Pedagang secara efesiensi dapat dilakukan dengan beberapa komponen penting yakni: targer pasar, jangka panjang. Berikut ini penjabaran dari kedua komponen
tersebut, yaitu:
a.
Target pasar
Target
pasar merupakan sarana mendorong motivasi antar pedagang dalam persaingan mendapatkan pembeli. Hal ini dilakukan dengan
mengoptimalkan� kualitas
pelayanan dan produk atau jasa yang disediakan, serta memberikan produk yang lebih bervariasi lagi guna menarik
minat atau keinginan pembeli. Serta memberikan kesan nyaman kepada pembeli
agar dapat meningkatkan kunjungan pembeli, hal ini dapat
dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan tempat dagang, dan menciptakan lingkungan yang kondusif.
b.
Jangka
Panjang
Jangka panjang merupakan upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari strategi persaingan secara jangka panjang, yakni mampu menyediakan
barang yang berkualitas, memperbanyak jenis produk yang dipasarkan. Untuk menambah pemahaman pembaca, berikut ini penjelasan
detailnya (Umar, 2001):
1)
Menyediakan
produk barang dan jasa yang berkualitas,ini
dilakukan agar dapat menarik minat atau
ketertarikan pembeli untuk berkunjung ke pasar;
2)
Memperbanyak
jenis produk yang dipasarkan, ini dilakukan guna meningkatkan minat pembeli ke pasar, semakin banyaknya jenis produk maka
akan semakin baik dimata pembeli
karena mampu menyediakan segala kebutuhan masyarakat dengan lengkap, jenis barang yang ditingkatkan tentu juga diiringi dengan kualitas jenis produk yang disediakan guna memberikan kesan yang baik terhadap keadaan pasar. Tujuan jangka panjang
yang sudah dilakukan memperlihatkan bahwa strategi
yang diterapkan pasar memang
sudah tepat dan efektif untuk dilakukan.
Strategi
persaingan antar pedagang dalam perspektif sosiologi ekonomi di Pasar Blauran Palangka Raya dilakukan dengan beberapa hal sebagai berikut
yaitu struktur sosial antara pedagang,
perubahan sosial antara pedagang. (1) Struktur sosial antar pedagang meliputi sebagai berikut: a) relasi; b) peguyuban.(2)
Perubahan sosial antar pedagang. Untuk memperjelas, di bawah pemaparannya secara detail, yaitu sebagai berikut:
Struktur sosial antar pedagang,
yang terdiri atas dua komponen, yaitu
1)
Relasi
Relasi
yang terjalin dengan baik antara pedagang
dengan pelanggan ini sangatlah penting,
untuk menciptakan kenyamanan dan kepuasan pelanggan karena pelanggan merupakan salah satu unsur terpenting.
2)
Struktur
peguyuban
Struktur
peguyuban dalam pelaksanaannya struktur peguyuban ini memiliki
dampak positif dan negatif. Dampak positif nya ialah
dapat mempermudah dalam proses pengendalian harga pasaran produk
barang yang sedang tren diperjualbelikan.
Sedangkan,
dampak negatifnya sebagian pedagang merasa pedagang lain seperti iri karena
salah satu kelompok yang menguasai pesanan dengan produk yang dijual di pasar blauran ini, Sehingga hal
ini harus diberikan sosialisasi maupun pengertian bagi setiap pedagang
agar saling meningkatkan relasi antar pedagang
serta juga dapat meningkatkan produktifitas dalam berdagang sehingga tidak adanya rasa ketidakadilan antar pedagang.
Selain,
beberapa hal yang telah dijelaskan di atas, Solidaritas yang terjalin di Pasar Blauran Palangka Raya juga memberikan peranan penting dalam struktur persaing antar pedagang, yakni mampu memberikan peranaan yang sangat penting terutama untuk mencegah terjadinya distorsi pasar, karena para pedagang lebih transparan mengingat mereka mempunyai ikatan yang kuat dan kepercayaan yang lebih tinggi dengan
anggota solidaritasya.
Dengan
adanya ikatan solidaritas tersebut, mampu menjadi salah satu strategi dalam menghadapi persaingan yang terjadi di Pasar Blauran Palangka Raya. Hal ini lah yang mengakibatkan meningkatnya kekuatan dalam menghadapi persaingan antar pedagang dan mengakibatkan meningkatnya kualitas pesaing antar pedagang
baik dari segi pelayanan dan produk barang atau
jasa pedagang. sehingga meningkatkan kualitas Pasar Blauran Palangka Raya.
3.
Analisis Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Persaingan
Di Pasar Blauran Palangka
Raya
Faktor-faktor yang mempengaruhi persaingan dipasar Blauran Palangka Raya yaitu perbatasan harga, produk yang berkualitas dan bervariatif, lokasi pasar yang strategis, dan promosi. Berikut ini penjabaran
dari faktor-faktor yang mempengaruhi pesaing, yaitu:
a.
Harga
Harga
merupakan salah satu komponen penting dalam suatu aktivitas
perdagangan karena mampu mempengaruhi ketertarikan pembeli (Istanti, 2017).
Harga yang ditetapkan oleh para pedagang
haruslah seragam agar persaingan yang terjadi menjadi lebih sehat.
Artinya bahwa pembeli memilih produk yang ingin dibeli dari pedagang
berdasarkan kualitas yang disediakan bukan karena harga yang tidak sesuai yang mampu mempengaruhi pilihan pembeli.
Penentuan harga untuk produk
yang dijual di pasar Blauran
Palangka Raya yaitu para pedagang menentukan harga sesuai harga
pasaran dan menyesuaikan dengan pegadang lainnya yang memiliki jenis produk dagangan
yang sama. Untuk pedagang yang jenis dagangan obral, mereka menentukan harga dengan menimbang
keuntungan minimal dan mengikuti
harga pasar pedagang obralan lainnya.
Penentuan harga juga bergantung dari harga yang relatif sesuai keadaan pasar dimana banyak pelanggan yang menawar dengan harga yang sangat rendah sehingga para pedagang perlu menyiasati dengan pemberian harga yang menyesuaikan (Al-Ghifari et al., 2019).
Keadaan pasar saat banyak pelanggan yang menawar harga yang terlalu tinggi sehingga harus disiasati dengan menentukan harga yang sesuai agar pedagang tidak mengalami kerugian.
Pemotongan harga yang diberikan dilakukan secara sedikit demi sedikit sampai mendapatkan kesepakatan dengan para pelanggan. Hal tersebut menyebabkan pelanggan merasa bahwa pedagang
memberikan harga yang murah sheingga pelanggan merasa puas saat berbelanja
serta berniat berbelanja kembali.
b.
Produk
Produk atau jasa yang ditawarkan oleh penjual terhadap pembeli merupakan suatu kekuatan yang bertujuan untuk menarik perhatian
pembeli. Produk dengan kualitas yang baik mampu menarik
pembeli untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Sebagian besar masyarakat akan lebih memperhatikan kualitas barang yang dibeli daripada hal lain.
Kualitas produk menjadi fokus utama pembeli
dalam membeli produk atau jasa
dari pedagang (Syah & Yanuar, 2013).
Daya tahan produk yang dijual dipilih yang paling bagus sehingga produknya awet tahan lama dan hanya mungkin warnanya
yang sedikit kubas sesuai lama produk yang digunakan dan cara mencucinya, karena sabun mempengaruhi ketahanan warna produk.
Produk yang beredar dipasar blauran bukan barang
branded sehingga tidak tersedianya garansi atas produk karena
jenis produk tersebut sangat riskan rusak dan harga yang lumayan rendah sehingga tidak cocok mendapatkan
garansi. Namun jika barang yang saat dipilih cacat
atau sebelum pelanggan membawa pulang produknya dan sudah terlihat cacat sehingga produknya dapat ditukar. Persediaan produk yang perlu disiapkan oleh pedagang melihat kondisi pasar.
Jika
kondisi pasar lagi ramai maka persediaan
produk akan dilebihi sehingga dapat memenuhi permintaan pelanggan. Persediaan pasar akan banyak dipersiapkan oleh pedagang saat memasuki
hari raya seperti idul fitri,
natal, dan tahun baru. Jika
saat produk yang diinginkan oleh pelanggan tidak tersedia maka pedagang akan
berusaha menanyakan kepada pedagang yang lain terlebih dahulu tentang produk yang diinginkan. Saat pedagang lain juga tidak memiliki produk tersebut maka pedagang
akan memberikan pengertian bagi pelanggan bahwa produk kosong dan jika berkenan agar menunggu sampai produk yang diinginkan tersedia kembali.
c.
Tempat
Lokasi pasar yang berada
di sekitar lingkungan tempat tinggal masyarakat menjadikan Pasar Blauran Palangka Raya sasaran masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari mereka. Lokasi yang letaknya strategis dan dapat dijangkau oleh masyarakat sekitar dengan mudah menjadi kelebihan
yang menjadikan minat pembeli semakin meningkat untuk datang ke pasar. Lokasi pasar
yang digunakan untuk berdagang menyatakan bahwa mereka memilih
lokasi dengan memerhatikan beberapa hal seperti, lapak
yang tidak tergenang air, lapak yang cukup luas, berdekatan dengan pedagang yang sejenis, dan nyaman.
Lokasi
yang dipilih merupakan lokasi yang terjangkau sehingga pelanggan mudah menemukannya dan tidak terkena genangan
air saat hujan. Namun ada beberapa
pedagang yang menyatakan bahwa lokasi berjualan
mereka yang didapat masih terkena air hujan saat hujan
karena lokasi yang tidak strategis yang diperoleh karena pada saat memilih lokasi
terlambat memilih.
d.
Promosi
Promosi merupakan kompenen yang dirasa perlu dilakukan
oleh para pedagang agar pembeli
mengatahui produk atau jasa yang ditawarkan oleh para pedagang (Arianty, 2014).
Promosi yang dilakukan untuk menarik minat
pembeli dapat berupa memperkenalkan produk dengan jelas
agar pembeli semakin penasaran dengan produk yang dijualnya. Promosi juga dapat dilakukan dengan memberikan potongan harga kepada pembeli
sehingga minat pembeli akan meningkat
karena diberikan potongan harga.
Cara
melakukan promosi ialah menawarkan kepada konsumen yang lewat agar melihat-lihat produk mereka dan menwarkannya dengan ramah sehingga pelanggan akan merasa tertarik untuk berbelanja. Selain itu, pedagang
juga mencoba menjualnya secara online seperti menjualnya lewat facebook ataupun promosi lewat whatsapp.
Promosi yang dilakukan pedagang diusahakan sesuai dengan trend masa kini yaitu dengan menjualnya
secara online ataupun dengan menawarkan kepada pelanggan saat mereka berkunjung
ke pasar dengan cara yang sopan dan nyaman sehingga pelanggan merasa tertarik untuk berbelanja disana. Hal tersebut merupakan usaha yang dibuat agar pelanggan merasa tertarik untuk berbelanja dan mendapatkan pelanggan lebih banyak lagi.
Dari penjelasan di atas,
dapat dipahami bersama bahwasanya terdapat beberapa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi persaingan di Pasar Blauran Palangka Raya yaitu diantaranya penetapan harga yang sesuai dengan pasaran,
produk yang berkualitas dan
bervariatif, lokasi pasar
yang strategis, dan promosi
yang dilakukan secara kreatif.
Berikut ini beberapa
dokumentasi yang sempat diabadikan peneliti saat melakukan penggalian data di Pasar Blauran Palangka Raya, yaitu:
Bersama bapak Usai (Pedagang
Pakaian wanita, pakaian dalam,dan
pakaian bayi) Wawancara tentang
indikator strategi tempat
dan perubahan sosial.

Bersama Pak Saleh Kerabat
Ibu Jannah Pedagang Sepatu Sendal Wawancara
tentang indikator harga, promosi, dan paguyuban

Suasana Dagangan Sepatu Sendal

Suasana Dagangan Sepatu Sendal

Bersama Bapak
Wardi (Pedagang Sepatu dan
Sendal)

Bersama Mas Junai (Pedagang Obralan Pakaian Pria) Wawancara tentang indikator harga, tempat dan perubahan sosial pedagang

Bersama Bapak Ibus (Pedagang Pakaian Wanita, pakaian dalam pria,
dan perlengkapan ibadah) Wawancara
tentang perubahan sosial pedagang
Bersama Bapak
Amat (Pedagang Pakaian Wanita) Wawancara tentang indikator produk dan perubahan sosial pedagang

Suasana dagangan obralan pakaian pria

Bersama Ibu Irus (Pedagang pakaian wanita, pakaian dalam dan perlengkapan bayi )
Wawancara tentang indikator harga dan relasi pedagang

Suasana Pasar Setelah Sholat Magrib

Suasana Pengunjung Sedang Memilih Barang

Bersama Mas Saufi (Pedagang Pakaian Pria) Wawancara
tentang relasi antar pedagang

Bersama Haji Kani (Pedagang Pakaian Anak,pakaian
dalam, dan perlengkapan shalat) Wawancara tentang indikator harga dan relasi antar pedagang
Kesimpulan
Berdasarkan hasil
penelitian dan pembahasan
yang telah dipaparkan penulis di atas, maka dapat diambil
kesimpulan mengenai
Strategi Persaingan Antar Pedagang di Pasar Blauran Palangka Raya, sebagai berikut: Pertama, Strategi yang diberlakukan di Pasar Blauran Palangka Raya selama ini adalah strategi persaingan antar pedagang dengan konsep segala kegiatan
jual beli dilakukan dengan motivasi yang kuat untuk mendapatkan pendapatan dengan cara yang sehat dengan meningkatkan kualitas barang atau jasa. Hal ini memberikan dampak positif bagi Pasar Blauran Palangka Raya yang menjadi pasar dengan kualitas barang yang baik dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan baik; Kedua, (2)��� Faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi persaingan di Pasar Blauran Palangka Raya yaitu harga yang diberikan oleh pedagang kepada pelanggan dapat dibuat secara serempak
dilakukan agar persaingan tetap sehat atau
sportif, produk yang dijual
oleh pedagang mempengaruhi ketertarikan pelanggan dalam berbelanja sehingga perlu disediakan produk yang berkualitas dan lebih banyak jenisnya agar pelanggan dapat lebih mudah memilih
produk sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. lokasi pasar yang strategis dapat meningkatkan minat atau ketertarikan pelanggan dalam berbelanja sehingga lokasi pedagang mempengaruhi minat pelanggan untuk berbelanja, dan promosi yang dilakukan pelanggan dapat meningkatkan ketertarikan pelanggan untuk berbelanja karena promosi yang diberikan menyebabkan pelanggan mengetahui jenis produk yang dijual dan bias memilih produk dengan baik;
Ketiga, (3)��� Struktur sosial sebagai strategi pedagang dalam persaingan antar pedagang di Pasar Blauran Palangka Raya yaitu dalam bentuk
menjalin relasi baik dengan pedagang,
pembeli maupun petugas pasar dan juga membentuk sebuah paguyuban agar di Pasar Blauran Palangka Raya tidak ada monopoli
dan praktek distorsi pasar lainnya. Bentuk relasi tersebut antara lain: relasi antar pedagang, relasi antar pedagang
dengan petugas pasar dan relasi antar pedagang
dengan pembeli. Selain itu, dari
struktur sosial yang ada dapat menciptakan
kelompok-kelompok sosial kecil dalam bentuk
paguyuban. Paguyuban yang terbentuk adalah paguyuban pedagang sepatu sendal dan paguyuban pedagang pakaian sebagai bentuk relasi antar pedagang
untuk bekerja sama dalam penetapan
harga; Kempat, (4)��������� Sedangkan perubahan sosial yang terbentuk merupakan perubahan sosial yang berlangsung secara lambat antar pedagang
yang ada di Pasar Blauran Palangka Raya. Seiring berjalannya waktu para pedagang memang bersaing dalam merebut pembeli, namun mereka tetap
bekerjasama dalam beberapa aktivitas, misalnya saja dalam
penetapan harga jual.� Hal tersebut dapat dilakukan karena para pedagang memiliki jaringan. Melalui jaringan tersebut para pedagang dapat melakukan komunikasi diantara mereka dalam menetapkan harga dari suatu
barang atau jasa.
Aditya
Marsela Putra, V. P. (2020). Penggunaan Komunikasi Non-Verbal Dalam Bertukar
Informasi Ketika Berkendara Bersama Dikalangan Anggota Forum Nusantaride. Jurnal
Purnama Berazam, 2(1), 37�44. Google Scholar
Al-Ghifari,
F., Rafidah, R., & Arsa, A. (2019). Mekanisme Penetapan Harga Dalam
Prilaku Permintaan Dan Penawaran pada Toko Pakaian Di Pasar Tanah Pilih Kota
Jambi. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Google Scholar
Anggraini,
A. A. (2019). Analisis Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Sebelum Dan Sesudah
Pembangunan Pasar Tradisional Di Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro. Google Scholar
Arianty,
N. (2014). Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Volume Penjualan Sepeda Motor
Yamaha Mio Pada PT. Alfa Scorpii Sentral Yamaha. Jurnal Riset Akuntansi Dan
Bisnis, 14(1), 98�110. Google Scholar
Istanti,
F. (2017). Pengaruh Harga, Kepercayaan, Kemudahan Berbelanja Dan E-Promosi
Terhadap Keputusan Pembelian Belanja Online Di Kota Surabaya. Jurnal Bisnis
Teknologi, 4(1), 14�22. Google Scholar
Kartika
Agustina. (2015). Analisis Strategi Bersaing Industri Kecil Makanan Tradisional
(Kasus Pada Usaha Lempuk Durian di Kabupaten Bengkalis ). Jurnal Online
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 1(2), 1�14. Google Scholar
Mauliyah,
N., Masrunik, E., & Wahyudi, A. (2017). Model Transaksi �Kenceng Jreng� Dan
Model �Saur Gowo� Pada Jual Beli Sayuran Di Kabupaten Blitar. Jurnal Ecoment
Global, 2(2), 1. https://doi.org/10.35908/jeg.v2i2.247. Google Scholar
Nahria,
N., & Laili, I. (2018). Studi Etnometodologi Pelanggaran Komunikasi
(Communication Breaching) Di Pasar Tradisional Youtefakota Jayapura. Jurnal
Common, 2(2), 111�122. https://doi.org/10.34010/common.v2i2.1188. Google Scholar
Nugroho,
W. (2017). Strategi Komunikasi Pemasaran Dalam Meningkatkan Minat Konsumen
Steak Ranjang Bandung. Universitas Pasundan. Google Scholar
Pangestuti,
L. P. (2015). Strategi Pedagang Kecil Muslim Dalam Persaingan Antar Pedagang
Kecil Perspektif Sosiologi Ekonomi (Studi di Pasar Wage Purwokerto, Banyumas,
Jawa Tengah). IAIN. Google Scholar
Pitoy,
V., Tumbel, A., Tielung, M., Manajemen, J., & Ekonomi, F. (2016). Analisis
Strategi Bersaing Dalam Persaingan Usaha Bisnis Document Solution (Studi Kasus
Pada Pt. Astragraphia, Tbk Manado). Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 16(3),
302�312. Google Scholar
Syah,
T. Y. R., & Yanuar, T. (2013). Perbedaan Pengaruh Citra Merek dan
Reputasi Perusahaan Terhadap Kualitas Produk, Nilai Pelanggan dan Loyalitas
Pelanggan di Pasar Bisnis. Esa Unggul University. Google Scholar
Umar,
H. (2001). Strategic management in action. Gramedia Pustaka Utama. Google Scholar
Wakhidah,
R. (2019). Pengaruh unity, equilibrium, free will, responsibility dan ihsan
terhadap pendapatan pedagang di Pasar Blauran Palangka Raya. IAIN Palangka
Raya. Google Scholar
|
Copyright holder : Helma Ariyani, Dehen, Sri Rohaetin (2021). |
|
First publication right
: This article is licensed under: |