|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 7, Juli 2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
ANALISA ASPEK POLITIK, EKONOMI, SOSIAL, DAN TECHNOLOGY
DALAM EVALUASI STRATEGI MENANGANI KEBOCORAN DATA PERUSAHAAN
Hanun Hamidah
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan
Ampel Surabaya Jawa Timur,
Indonesia
Email: [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 10 Juni
2021 Direvisi 20 Juni
2021 Disetujui 30 Juni
2021 |
Perusahaan Tokopedia
yang bergerak dibidang digital merupakan start up bertaraf unicorn
dimana pengguna aplikasi tersebut sudah mencapai angka 100 juta pengguna,
namun di tahun 2020 ini perusahaan tersebut terseret konflik atas bocornya
data pengguna dan dijual oleh pihak yang tidak bertanggung jawab ke situs dark web. Kemudian ada beberapa
aspek yang akan mengkaji terkait kebocoran data pribadi pengguna perusahaan
tersebut yang meliputi aspek politik yang akan meninjau
mengenai tanggung jawab Perusahaan terhadap data pribadi pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran aspek politik, ekonomi, sosial, dan technology
dalam evaluasi strategi menangani kebocoran data perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum menggunakan aplikasi
tersebut, dengan munculnya berita seperti ini apakah masyarakat sosial masih
tetap untuk menggunakan aplikasi tersebut apakah akan beralih kepada marketplace lainya. Selain
itu, sebagai pelengkap evaluasi strategi sangat diperlukan untuk
mengevaluasi strategi apa yang akan digunakan perusahaan dalam menangani masalah seperti yang sedang terjadi saat ini. ABSTRACT Tokopedia company engaged
in digital is a unicorn-level start-up where users of the application application has numbered 100
million users, but in 2020 this company is dragged into conflict over the
leaking of user data and sold by irresponsible parties dark websites. Then
there are some aspects which are good name historical data of corporate users
which is the political aspect which will be the Responsibility of the Company
towards personal user data. The purpose of this study is to play a role of
political, economic, social, and technological aspects in team strategy in
its work strategy for better data companies. Which method in this study is
descriptive research. The results in this study
where there are still many people who have not application application, with the emergence of news what is this
whether the social community remains for the application as it is to the
marketplace to others. In addition, the complementary word strategy strategy is very amp. |
|
Kata
Kunci: Tokopedia; aspek politik; aspek teknologi; aspek ekonomi; aspek sosial; evaluasi strategi. Keywords: Tokopedia; political aspect; technological aspect; economi aspect; social aspect; strategy evaluation |
Pendahuluan
Tahun 2019 awal
mula muncul sebuah virus COVID 19 dimana virus tersebut dengan cepat dan mudah
menyebar dari manusia ke manusia hanya dengan melalui percikan air liur maupun
dengan handshake. Dikarenakan pandemi yang sudah berlangsung lama hingga
tahun 2021 ini membuat seluruh masyarakat memulai untuk menjaga jarak satu
dengan yang lainya (social distancing) oleh sebab itu banyak sekali
masyarakat yang mulai melakukan aktivitasnya melalui telepon genggam� dimana unsur internet sangat diperlukan untuk
memenuhi kegiatan yang dilakukan dalam telepon genggam. Saat ini teknologi digital
telah berkembang dengan sangat pesat yang memberikan manfaat cukup banyak bagi
manusia. Salah satunya dalam bidang komputer yang mendorong perkembangan software
canggih guna untuk mengolah dan menyimpan data yang sesuai dengan tujuan yang
diperlukan (Jaelani, 2018).
Perkembangan
teknologi saat ini menimbulkan berbagai dampak yang sangat besar bagi manusia,
dan beberapa aspek. Semakin berkembangnya teknologi kini semakin banyak inovasi
baru mengenai perkembangan teknologi digital, mulai dari teknologi tingkat
aspek ekonomi, aspek hukum, aspek politik, aspek teknologi dan aspek sosial.
Sudah banyak sekali perkembangan digital teknologi yang telah memicu kondisi
manusia untuk semakin mengembangkan teknologi yang telah ada pasca pandemi ini,
banyak sekali berbagai lembaga, instansi maupun perusahaan yang mulai
mengembangkan dengan aspek teknologi guna untuk mempermudah kelayanan pada
manusia.
Pertumbuhan pasar e-commerce di
Indonesia memang sudah tidak bisa diragukan lagi. Banyaknya pengguna internet
dalam kegiatan jual beli online menjadi tambang emas begitu, dimana kegiatan
tersebut akan memberikan dampak positif bagi sebagian orang yang dapat menilai
potensi kedepanya. Salah satu perusahaan startup bertaraf unicorn
yaitu Tokopedia yang telah menyediakan berbagai layanan dalam aplikasinya untuk
mempermudah penggunanya dalam melakukan aktivitas jual-beli
dalam aplikasinya tersebut (Endra & Hermawan, 2017). Dalam
aspek ekonomi kegiatan jual beli merupakan kegiatan yang hampi setiap hari
dilakukan dalam kehidupan sehari-hari oleh manusia guna untuk memenuhi
kebutuhanya, terutama kala pandemi saat ini manusia akan lebih cenderung
melakukan kegiatan jual beli melalui marketplace, dimana masyarakat
telah dihimbau oleh pemerintah untuk melakukan social distancing guna
untuk menurunkan penyebaran virus COVID 19. Oleh karena itu perusahaan Tokopedia
telah memulai berbagai inovasi untuk menarik pengguna baru
dengan berbagai inovasi yang begitu canggih dan fleksibel (Terapan & Madaniyah, 2012).
Begitu banyak
perusahaan berkembang, maka saat itu kesenjangan sosial dapat terjadi, guna
untuk mengurangi dampak
negatif tersebut, telah terbukti dengan banyak berbagai perusahaan yang telah
mengembangkan Corporate social responsibility (CSR). Hal tersebut
berfungsi untuk menaikan image perusahaan dengan menunjukan rasa
kepedulian dan tanggung jawab terhadap pihak lain yang lebih luas. Program CSR
berkaitan dengan aspek sosial, yang merupakan aspek yang menjadi perhatian
utama bagi perusahaan. Aspek sosial sangatlah mempengaruhi pada citra perusahaan, hal
tersebut menunjukan dengan banyaknya bantuan dana yang bergulir dari perusahaan
pada masyarakat guna untuk meningkatkan kesejahteraan (Rochaeni, 2008).
Namun apabila suatu hal terjadi pada
sebuah startup yang sudah sangat terpercaya di Indonesia bahkan
penggunanya sudah melebihi kapasitas maksimum
memiliki mempunyai kendala dalam aspek teknologi, dimana sebuah data yang
harusnya terjaga dan tersimpan dengan sangat rahasia yang hanya diketahui oleh
perusahaan dan pengguna mengalami kebocoran dan data
tersebut digunakan dengan tidak layak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (Nawangsari & Pramesti, 2017). Oleh
karena itu peneliti akan membahas lebih dalam mengenai kebocoran data yang
dialami Tokopedia dengan berbagai aspek dan memberikan rekomendasi
penyelesaianya. Mengevaluasi dari berbagai aspek untuk menemukan jalan keluar
atau rekomendasi penyelesaian dalam menangani kasus tersebut dan mengantisipasi
supaya hal tersebut tidak terjadi kembali (Aziza, 2019).
Metode Penelitian
�������� Metode yang digunakan adalah
metode penelitian deskriptif yaitu, Metode riset ini
mempunyai tujuan menjelaskan peristiwa tertentu yang sedang terjadi di masa sekarang dan pada
masa lampau. Ada dua jenis metode riset
dalam metode deskriptif ini, yaitu Longitudinal atau sepanjang waktu serta Cross Sectional atau
dalam waktu tertentu. Dimana peneliti memulai riset dengan
kasus terbaru yang sempat menggemparkan seluruh Indonesia dimana penggunanya sudah mencapai angka yang cukup fantastis dan nama perusahaan tersebut sudah sangat menyebar luas kepenjuru Asia. Dimana data
yang peneliti menggunakan
data kualitatif dimana penjelasan kata verbal tidak dapat dianalisis dalam bentuk bilangan
atau angka. Dalam penelitian, data kualitatif berupa gambaran mengenai objek penelitian. Data kualitatif memberikan dan menunjukkan kualitas objek penelitian yang dilakukan. Peneliti menganalisa dari berbagai sumber yang kemudian hasil dari analisa tersebut
akan dianalisa kembali dan dibahas dalam skema pembahasan
mengenai studi kasus yang telah diteliti.
Hasil dan Pembahasan
Kronologi kasus
kebocoran data yang dialami oleh Perusahaan Tokopedia, hal tersebut terjadi
pada 20 Maret 2020 berawal saat Whysodank (oknum)
mempublikasikan hasil dari peretasanya di Raid forum, kemudian salah satu akun
mencuit soal peretasan dan telah mengaku sebagai layanan pengawasan dan
kebocoran data asal Israel, sembari menyolek akun resmi perusahaan Tokopedia.
Dalam tangkapan layar pertama tersebut peretas masih harus memecahkan algoritma
untuk membuka password, kemudian tangkapan layar kedua menyertakan
informasi sebagian akun pengguna yang bisa dibuka lewat situs tersebut berupa
Nama, Email, dan nomor telepon pengguna muncul di situs. Peretasan
yang dilakukan pada 20 Maret 2020 sangat berpengaruh pada 15 juta pengguna,
meski peretas menyebutkan masih banyak lagi, basis data yang diretas termasuk
email, hash password, dan nama.
Pada Sabtu Pukul
21.00 WIB pihak Tokopedia mengkonfirmasi telah ada upaya pencurian data
pengguna yang disampaikan oleh Nuraini Razak, VP of Corporate Communications,
Tokopedia terkait isu bocornya sata belasan juta akun pengguna Tokopedia, namun Tokopedia
memastikan informasi penting pengguna seperti password yang tetap
berhasil terlindungi. Saat itu Tokopedia masih melakukan investigasi mendalam
terkait informasi tersebut, lalu keesokan harinya Whysodank selaku peretas
mengumumkan telah menjual seluruh 91 Juta data pengguna Tokopedia di forum dark web bernama
Empire
Market, Whysodank selaku peretas menggunakan
nama akun ShinyHunters yang mematahkan klaim data peretasan yang sebelumnya 15
juta akun menjadi 91 juta akun.
Situs Hackread
telah memberikan unggahan peretasan 91 juta akun Tokopedia tersebut dan
mengungkapkan bahwa akun-akun yang bocor itu dijual dengan harga Rp.74 Juta.
Selain itu Tokopedia juga sudah mengklaim telah memeriksa dan mengkonfirmasi
bahwa data pembayaran pengguna yang berupa kartu debit, credit card,
rekening dan OVO, tidak ada kebocoran data pembayaran seluruh transaksi dengan
semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit dan OVO
semua di Tokopedia tetap terjaga keamananya.�
Menurut Pratama, meski password masih dalam bentuk asal, namun
data lain sesudah
plain alias terbuka (Utami & Saputri, 2020).
Artinya semua peretas bisa memanfaatkan data tersebut untuk melakukan penipuan
dan pengambil alihan
akun-akun di internet, dimana nantinya jika password sudah berhasil
dibuka oleh pelaku, pastinya salah satu yang akan dilakukan adalah take over
akun. Lalu peretas secara random akan mencoba melakukan take over akun
media sosial dan marketplace lainya, karena ada kebiasaan penggunaan password
yang sama untuk semua platform (Zaky, 2014).
1.
Lingkup Aspek Politik
Dimana
kita sudah mengetahui bahwa Indonesia merupakan negara taat hukum jika ada
suatu tindak
kejahatan maka akan terus diusut hingga masalah tersebut berujung
terselesaikan. Saat ini dimana keadaan sudah mulai berkembang dengan berbagai
teknologi yang semakin inovatif membuat masyarakat ingin menggunakan keunggulan
tersebut sebagai penyongkong kebutuhan sehari-hari, seperti membeli keperluan
sandang, pangan. Namun apabila disaat membeli kebutuhan melalui marketplace
e-commerce dimana kita harus menginput data seperti nama email nomor
telepon bahkan
jika kita ingin menggunakan metode pembayaran secara digital pula kita juga harus
menyertakan nomor rekening (Marco, 2021).
Seperti pada kasus yang terjadi pada Tokopedia yang mengalami musibah yaitu
kebocoran data pengguna yang angkanya hampir mencapai 91 juta akun dimana akun
tersebut sangatlah privasi yang diketahui antara pemilik dan perusahaan
tersebut. Apabila terjadi seperti kasus tersebut dan data kita teretas dan
disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab kita dapat melaporkan
kepada pemilik perusahaan terkait bocornya data pribadi, seketika pemilik
perusahaan mampu menanganinya dengan koperatif dan mau bekerjasama untuk
menangani hal tersebut, hal itu akan menjadi sangat baik namun apabila sudah
mengkonfirmasi dengan pemilik perusahaan namun hasil yang dicapai menurut
kita belum seutuhnya efisien kita dapat melaporkan hal tersebut kepada lembaga
yang berwenang terhadap kasus pembobolan data pribadi.
Cyber
law merupakan suatu rezim hukum baru dengan bentuk
pengaturan yang bersifat khusus atas kegiatan-kegiatan di dalam cyberspace,
antara lain mencakup hak privacy. Privasi memungkinkan untuk membuat
pembatasan dan mengelolanya untuk melindungi diri dari gangguan yang tidak
diinginkan, dan memberi hak untuk menentukan hal apa saja yang dapat
diperlihatkan dari dirinya. Peraturan yang melindungi privasi memberikan
legitimasi terhadap hak tersebut dan menjadi penting untuk melindungi diri dan
masyarakat dari penggunaan kekuasaan yang sewenang-wenang dan tidak sah dengan
cara mengurangi apa yang bisa diketahui orang lain tentang orang
tersebut dan dilakukan sembari melindungi diri dari pihak yang ingin memaksakan
kontrol. Dalam UU IT penjelasan Pasal 26 ayat (1) menyatakan hak privasi
sebagai hak pribadi, oleh karena itu karena data yang digunakan dalam Tokopedia
adalah termasuk data pribadi yang dimana kita bisa mengeksekusi data tersebut
sesuai dengan apa yang kita inginkan, terutama supaya data tersebut tidak
disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (Arbaini, 2020).
2.
Lingkup Aspek Technology
Dalam
ruang lingkup aspek technology untuk menganalisa terkait kasus yang
terjadi kepada perusahaan Tokopedia. Perkembangan teknologi di era digital ini
membawa banyak manfaat pada kehidupan manusia. Namun, seperti dua sisi mata
uang, di balik manfaat yang ada, ternyata berbagai kejahatan pun berevolusi dan
menghadirkan kerugian berkali lipat. Salah satu yang sering terjadi di dunia
maya adalah kasus hacking kebocoran data yang dialami perusahaan startup
seperti Tokopedia hal ini termasuk berita yang cukup mengguncang dimana Tokopedia
sendiri sudah termasuk startup berbasis
Unicorn yang sudah sangat amat besar dan pastinya mengenai keamanan data
pengguna aplikasi tersebut tentunya harus sudah sangat aman dan terkendali,
kemungkinan yang terjadi saat itu adalah hardware yang digunakan
perusahan masih belum memiliki keamanan yang lebih ketat, cara memanajemen
database agar tidak terjadi kebocoran data seperti ini masih harus perlu
ditingkatkan database
system management perusahaan Tokopedia (Komalawati et al., 2021). Agar hal tersebut
tidak terulang kembali bisa melakukan berbagai hal untuk mengamankan informasi
perusahaan, yaitu rajin melakukan pemeriksaan latar belakang karyawan, dalam
sebuah perusahaan menjaga sistem informasi dapat menjadi strategi yang dapat
digunakan untuk mencegah kegagalan sistem yang dapat dilakukan dengan memeriksa
latar belakang karyawan, terutama untuk karyawan baru atau masih training (Baihaqi et al., 2019).
Dipantau selalu apabila karyawan baru mencoba mengakses data sensitif atau
menggunakan jaringan yang mencurigakan sebaiknya segera dilarang atau dibatasi.
Awal mula terjadinya suatu peretasan bisa bermula dari kesalahan dari sumber
daya manusianya. Selain itu rajin untuk melakukan pelatihan sistem Informasi,
mengapa hal tersebut perlu dilakukan dikarenakan sering terjadi kehilangan data
atau kebocoran data sering terjadi karena kecerobohan dari karyawan itu
sendiri, kesalahan ini kemungkinan disebabkan karena kurangnya pengetahuan
tentang sistem informasi dari beragam aspek, seperti mengenai virus dan cyber
attack. Untuk itu penting sekali diadakan pelatihan khusus mengenai sistem
informasi pada karyawan. Sebagai langkah untuk meminimalkan resiko kehilangan
data penting, maupun data yang diretas oleh pihak yang tidak
bertanggung jawab
(Wijayati, 2010).
3.
Lingkup Aspek Ekonomi
Lingkup
aspek ekonomi meliputi kegiatan yang dilakukan konsumen terhadap perusahaan,
apabila kasus yang terjadi seperti Tokopedia merupakan kasus tindakan kriminal
yang melibatkan data 91 juta pengguna di jual dalam situs dark web yang
sangat merugikan pihak konsumen. Setelah�
melakukan penelitian terhadap salah satu pihak yang terkena dari dampak
tersebut mengatakan bahwa sejak timbulnya kasus kebocoran data yang dialami Tokopedia
sebenarnya tidak terlalu membuat gentar, pengguna aplikasi yang terkena dampak
tersebut telah menjelaskan bahwa tidak ada data mengenai pembayaran yang juga
diretas dimana hanya data pribadi saja, pihak perusahaan juga telah
mengkonfirmasi pada pengguna-pengguna aplikasinya untuk tetap pada jalur yang
telah diarahkan dimana tidak melibatkan jatuhnya kegiatan ekonomi dalam
aplikasi tersebut, hanya saja pihak yang terkena dampak tersebut harus mulai
berwaspada terhadap data yang telah digunakan dalam Tokopedia untuk tidak
menyamakan password bagi media sosial lain supaya pihak yang tidak
bertanggung jawab tidak bisa melakukan tindak kejahatan tersebut hingga dua
kali. Untuk ruang lingkup dalam aspek ekonomi tidak berdampak buruk karena data
mengenai rekening, CC, OVO, dan data pembayaran masih aman.
4.
Ruang Lingkup Masyarakat Sosial
Pada
dasarnya manusia adalah makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri ataupun
menyendiri. karena dalam kehidupannya manusia selalu dihadapkan pada kenyataan
untuk selalu memenuhi kebutuhannya yang jelas hal tersebut harus ada interaksi
antara manusia satu dengan manusia lainnya, karena manusia memiliki naluri
untuk berhubungan dengan orang lain yang disebut �Gregariousness�.
Manusia
sebagai makhluk individu bukan berarti manusia yang hidup sendiri tanpa orang
lain, tapi manusia sebagai makhluk individu bisa diartikan bila tingkah
polahnya bersifat spesifik dari dalam dirinya bukan lagi mengikuti tingkah
polah khalayak ramai atau umum. Seorang manusia pastinya akan menyingkirkan
sifat keindividuannya apabila dia sedang berinteraksi dengan manusia lainya
dalam kelompok. Dalam perkembangannya manusia sebagai makhluk individu selalu
berhadapan dengan konflik, karena tingkah lakunya selalu ataupun ada yang
bertentangan dengan peranan yang dituntut kelompok/masyarakat (Aulia, 2021).
Pertumbuhan
individu pastinya melalui proses perkembangan dan pertumbuhan lahir maupun
batin, pertumbuhan ini tujuannya kearah yang lebih maju, lebih dewasa. akan
tetapi pertumbuhan itu tergantung dari beberapa faktor.� Untuk menanggapi kasus yang terjadi pada perusahaan Tokopedia
terkait bocornya data pengguna aplikasi membuat beberapa masyarakat yang
awalnya ingin menjadi pengguna Tokopedia akan mulai mengurungkan niatnya untuk
menggunakan dikarenakan takutnya data yang sudah diberikan keperusahan akan di
bobol lagi, terutama kaum masyarakat yang mungkin sudah di atas umur 40 tahun
akan kerap lebih memilih untuk menggunakan aplikasi lainya. Hal tersebut bisa
ditinjau lebih dalam lagi untuk merubah image perusahaan Tokopedia agar
tidak menjadikan calon penggunanya untuk mengurungkan niatnya menjadi pengguna
aplikasi Tokopedia.
5.
Evaluasi Strategi
Pihak Tokopedia
harus bertanggung jawab atas kejadian ini karena data penggunya diambil dan
diperjualbelikan. Pihak Tokopedia wajib secara berulang-ulang, dengan
menggunakan segala sarana media yang ada, mensosialisasikan apa saja yang harus
dilakukan oleh penggunanya, seperti mengganti password akun dan mengaktifkan
OTP, hingga semua penggunanya menyadari kebocoran ini dan mau mengganti
passwordnya. Kejadian tersebut bukan pertama kali di Indonesia. Sebelumnya
Bukalapak juga pernah mengalami hal serupa. Seharusnya ini menjadi peringatan
keras setiap penyedia layanan internet yang memakai banyak data masyarakat
dalam kegiatanya
(Pondaag & Soegoto, 2016).
Kemudian
penetration test harus sesering mungkin dilakukan untuk mengetahui
dimana saja letak celah keamanan. Situs marketplace akan selalu menjadi
sasaran para peretas karena banyak menghimpun data masyarakat, terutama kartu
kredit, kartu debit, dan dompet digital. Hal tersebut menjadi evaluasi bagi
perusahaan kedepannya perusahaan akan lebih teliti, dengan perkuat
pengamanan sistemnya, investasi lebih banyak untuk cyber security.
Penggunaan enkripsi harus merata terhadap semua data yang berhubungan dengan
user, jangan hanya password seperti saat ini.
Kesimpulan
Kebocoran data yang menimpa perusahaan Tokopedia
kemungkinan besar terjadi karena kurangnya keamanan securitas dalam database systemnya, selain itu juga
dalam aspek politik memungkinkan menuntut perusahaan terkait bocornya data yang
telah dipercayakan dalam perusahaan apabila terjadi kegiatan-kegiatan yang
terjadi dengan data pribadi pengguna yang tercantum dalam UU IT penjelasan
Pasal 26 ayat (1) menyatakan hak privasi sebagai hak pribadi. Selain dari aspek
politik juga dapat ditinjau dari aspek technology dimana perusahaan masih
kurang dalam memperketat keamanan, hal tersebut dapat di tanggulangin dengan
mencegah kegagalan sistem yang dapat dilakukan dengan memeriksa latar belakang
karyawan, terutama untuk karyawan baru atau masih training. Dipantau
selalu apabila karyawan baru mencoba mengakses data sensitive atau menggunakan
jaringan yang mencurigakan sebaiknya segera dilarang atau dibatasi. Dengan
perkuat pengamanan sistemnya, investasi lebih banyak untuk cyber security.
Penggunaan enkripsi harus merata terhadap semua data yang berhubungan dengan
user, jangan hanya password seperti saat ini. Dalam Aspek Ekonomi, masyarakat
masih bersyukur karena belum adanya peretasan yang menembus hingga data
pembayaran maupun dompet digital dan kartu kredit serta kartu kredit, sehingga dalam aspek ekonomi
kegiatan yang dijalankan masih terus berjalan karena dampak yang ditimbulkan
tidak terlalu mengoyak faktor ekonomi masyarakat pengguna aplikasi tersebut dan yang
terakhir aspek sosial, dimana masyarakat yang masih belum menggunakan
aplikasi tersebut menjadi mengurungkan niatnya untuk melakukan registrasi akan
terkaitnya kasus kebocoran data tersebut mereka khawatir data yang sudah
diberikan kepada perusahaan akan bocor lagi dan dimanfaatkan untuk hal yang
negatif bagi pihak yang tidak ingin bertanggung jawab. Upaya perusahaan
dalam menangani tersebut dengan membentuk image yang baru lagi untuk masyarakat
seperti mergernya dengan Gojek hingga membentuk GoTo yang mampu menarik
masyarakat untuk bergabung dengan aplikasi perusahaan Tokopedia tersebut.
Arbaini,
P. (2020). Pengaruh Consumer Online Rating Dan Review Terhadap Keputusan
Pembelian Pada Pengguna Marketplace Tokopedia. Jurnal Bisnis Dan Manajemen,
7(1). Google Scholar
Aulia,
R. I. (2021). Pengaruh Manajemen Strategi Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu
Dan Daya Saing. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(4),
1578�1586. Google Scholar
Aziza,
R. F. A. (2019). Analisa Usability Desain User Interface Pada Website Tokopedia
Menggunakan Metode Heuristics Evaluation. Jurnal Tekno Kompak, 13(1),
7�11. Google Scholar
Baihaqi,
W. M., Indartono, K., & Banat, S. (2019). Penerapan Teknik Clustering
Sebagai Strategi Pemasaran pada Penjualan Buku Di Tokopedia dan Shopee. Paradig.-J.
Komput. Dan Inform, 21(2), 243�248. Google Scholar
Endra,
R. Y., & Hermawan, D. (2017). Analisis dan Uji Kualitas Pengguna Website Tokopedia.
Com Menggunakan Metode Webqual (case: Pengguna Tokopedia. com di Universitas
Bandar Lampung). Explore: Jurnal Sistem Informasi Dan Telematika
(Telekomunikasi, Multimedia Dan Informatika), 8(2). Google Scholar
Jaelani,
E. (2018). Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Online Pada
Konsumen Tokopedia Di Bandung. JSMA (Jurnal Sains Manajemen Dan Akuntansi),
10(2), 57�64. Google Scholar
Komalawati,
D., MR, M. D., & Kartika, R. D. (2021). Kejutan Puluhan Miliar Tokopedia
Ditengah Kasus Kebocoran Data. Jurnal of Admiration, 2(1), 49�56.
Google Scholar
Marco,
E. S. (2021). Perlindungan hukum Terhadap Data Pribadi Konsumen Sebagai
Pengguna Layanan E-commerce Ditinjau Dari Kasus Kebocoran Data Pengguna Tokopedia
(Nomor 235/PDT. G/2020/PN. JkT. PST)= Legal protection of consumer personal
data as e-commerce service users in ter. Universitas Pelita Harapan. Google Scholar
Nawangsari,
S., & Pramesti, W. N. (2017). Pengaruh Kepercayaan, Kualitas Layanan, dan
Keamaan Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus Pada Tokopedia. com). Jurnal
Manajemen Dan Bisnis Indonesia, 4(3), 385�394. Google Scholar
Pondaag,
T. O., & Soegoto, A. S. (2016). Evaluasi Strategi Promosi dan Penjualan
terhadap Keunggulan Bersaing pada PT. Astragraphia, TBK Cabang Manado. Jurnal
EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 4(2). Google Scholar
Rochaeni,
A. (2008). Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Era Kompetisi. Manajerial,
410. Google Scholar
Terapan,
K., & Madaniyah, J. (2012). Achmad Juntika Nurihsan.(2005) Strategi Layanan
Bimbingan & Konseling. Bandung: PT Refika Aditama. Aeni Nur.(1997).
Intervensi Dini Bagi Anak Bermasalah. Jakarta: Rineka Cipta. Aqila
Smart.(2010). Anak Cacat Bukan Kiamat �Metode Pembelajaran dan Terapi un. Jurnal
Universitas Gunadarma, 2(1). Google Scholar
Utami,
G. R., & Saputri, M. E. (2020). Pengaruh Social Media Marketing Terhadap
Customer Engagement dan Loyalitas Merek pada Akun Instagram Tokopedia. Jurnal
Riset Manajemen Dan Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi Uniat, 5(2),
185�198. Google Scholar
Wijayati,
D. T. (2010). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Strategik pada
Organisasi Non Profit (Studi Manajemen Strategik pada Dinas Propinsi Jawa
Timur). Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan (Journal of Management and
Entrepreneurship), 12(1), 24�32. Google Scholar
Zaky,
A. (2014). Analisis Alternatif Pembiayaan Take Over Berdasarkan Prinsip Syariah
(Hawalah). Imanensi: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi Islam, 1(2),
117�134. Google Scholar
|
Copyright holder : Hanun Hamidah (2021) |
|
First publication right
: This article is licensed under: |