|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 7, Juli 2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENERAPAN VIDEO PEMBELAJARAN DARING ANAK USIA DINI
PADA MASA PANDEMI COVID-19
Wahyuni,
Rita Aryani
Universitas Pancasakti Bekasi, Indonesia����������
Email : [email protected], [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 10 Juli 2021 Direvisi 20 Juli 2021 Disetujui 23 Juli 2021 |
Media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang penting dalam
kegiatan pembelajaran.� Media menjadi
perantara antara pendidik dan peserta didik dalam penyampaian materi pembelajaran.� Mewabahnya pandemi COVID-19 di Indonesia
memberikan dampak yang signifikan terhadap pendidikan Indonesia. Salah satu
media pembelajaran yang menjadi alternative pilihan pendidik saat pandemi COVID-19 adalah penggunaan media video pembelajaran.� Penelitian ini bertujuan untuk membahas dan
meninjau tentang media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran pada
Anak Usia Dini pada saat daring yang digunakan sebagai media pembelajaran di
PAUD Sahabat Dhika Gunung Sindur Bogor selama di masa pandemi covid-19.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu menggunakan
analisis pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan cara mendeskripsikan
media pembelajaran apa yang digunakan dan penerapannya di PAUD Sahabat Dhika
Gunung-Sindur Bogor.Pembelajaran daring di PAUD Sahabat Dhika menggunakan
beberapa tahapan berupa perencanaan awal, persiapan, penyimpanan, penggunaan,
pengembangan, evaluasi media pembelajaran dan juga menjelaskan penerapan
tentang isi video pembelajaran daring. Sehingga dapat menarik kesimpulan bahwa
video pembelajaran daring yang berisi hasil video guru diambil dari kegiatan
mengajar dikelas yang dibuat oleh para dewan guru secara bergantian kemudian
di berikan melalui Whatsappgroup. Sedangkan isi dari video pembelajarannya
terkait dengan materi yang disampaikan guru kepada anak didik dilakukan
secara rinci dan detail agar anak didik maupun orangtua dapat memahami
kegiatan materi yang disampaikan guru melalui video tersebut.� Hasil dari penelitian ini memperlihatkan
bahwa pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 dengan menggunakan
media video pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini berjalan dengan
baik.� Media video pembelajaran efektif
dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, karena memudahkan pendidik dalam
mengajarkan materi serta memudahkan peserta didik memahami materi
pembelajaran. ABSTRACT Learning media is one of the important factors in learning activities.
The media becomes an intermediary between educators and students in the
delivery of learning materials. The outbreak of the COVID-19 pandemic in
Indonesia has had a significant impact on Indonesian education. One of the
learning media that is an alternative choice for educators during the
COVID-19 pandemic is the use of learning video media. This study aims to
discuss and review the learning media used in early childhood learning online
which are used as learning media at PAUD Sahabat Dhika Gunung Sindur Bogor
during the COVID-19 pandemic. This study uses a qualitative research type,
namely using analysis in a special natural context by describing what
learning media is used and its application in PAUD Sahabat Dhika
Gunung-Sindur Bogor. Online learning at PAUD Sahabat Dhika uses several
stages, namely initial planning, preparation, storage. , use, development,
evaluation of learning media and also explain the application of the content
of online learning videos. So it can be concluded that online learning videos
containing the results of teacher videos are taken from classroom teaching
activities made by the teacher council in turn and then given via
Whatsappgroup. While the content of the learning videos related to the
material presented by the teacher to students is carried out in detail and
detail so that students and parents can understand the material activities
conveyed by the teacher through the video. The results of this study show
that the implementation of learning during the Covid-19 pandemic using
learning video media in Early Childhood Education is going well. Learning
video media is effective during the Covid-19 pandemic, because it makes it
easier for educators to teach material and makes it easier for students to
understand learning material. |
|
Kata Kunci: pembelajaran daring; media pembelajaran; dan video pembelajaran; COVID-19 Keywords: online learning; learning media; and learning
videos; COVID-19 |
Pendahuluan
Pandemi Coronavirus Disease atau
juga dikenal dengan COVID-19
adalah virus yang telah berlangsung di indonesia sejak Februari 2020 dan menjadi permasalahan besar bagi seluruh
dunia. Berbagai macam tindakan telah dilakukan untuk mencegah menyebarnya virus tersebut. Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan Salah satunya adalah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna pemutusan rantai penyebaran virus
covid-19.� Kebijakan
ini tentunya berdampak ke berbagai
bidang dan harus dipatuhi serta dijalani warga negara Indonesia,
salah satunya adalah sektor bidang pendidikan.
Terkhusus pendidikan Anak Usia Dini. Perubahan yang tergolong masif dan cepat ini mengharuskan
diterapkannya model pembelajaran
yang tidak memerlukan tatap muka secara
langsung, atau yang dikenal dengan pembelajaran jarak jauh. Dengan demikian
strategi, metode, dan pendekatan
pembelajaran harus disesuaikan dengan gaya pembelajaran jarak jauh.
Timbulnya
dampak berbagai macam permasalahan dan tantangan pembelajaran jarak jauh, seperti
kurangnya literasi teknologi bagi guru, anak didik dan orang tua.� Ditambah tidak meratanya akses teknologi seperti jaringan seluler di daerah-daerah pedesaan menambah tantangan yang harus dihadapi dalam pembelajaran jarak jauh (daring).� Maka beberapa perubahan kebijakan seperti halnya dalam Surat Edaran No.3 dan Surat Edaran No.
4 tahun 2020 masa darurat penyebaran covid-19 secara otomatis satuan pendidikan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan harus menggunakan dua kebijakan mendikbud
tersebut sebagai acuannya.� Pembelajaran jarak jauh (daring) atau dikenal dengan belajar dari rumah
(BDR) adalah kebijakan yang
dikeluarkan oleh Mendikbud.
(Kebudayaan & Indonesia, 2020).
Pendidikan anak usia dini
adalah salah satu jenjang pendidikan yang juga mengalami dampak adanya penyebaran Covid-19.� Anak usia dini merupakan individu yang berusia 0-6 tahun yang mempunyai keunikan tersendiri dalam proses pertumbuhan dan berkembang. Pentingnya akan kesiapan bagi
anak, maka diperlukan adanya suatu stimulus bagi anak agar dapat mengembangkan kemampuan pada dirinya (Suyadi, 2021).� Aspek perkembangan pada anak yang perlu di stimulasi antaranya adalah aspek nilai agama moral, bahasa, sosial emosional, kognitif, motorik dan seni. Enam aspek tersebut
apabila tidak di stimulasi secara optimal maka anak akan
mengalami suatu hambatan dalam perkembangannya.
Pendidikan anak usia dini
adalah suatu proses pendidikan yang diberikan kepada anak usia
0-6 tahun untuk memberikan rangsangan agar pertumbuhan dan perkembangannya terjadi secara optimal dan siap melanjutkan pendidikan selanjutnya (Anggraini & Putri, 2019).� anak usia dini adalah
saut� individu yang mengalami
terjadinya proses tumbuh kembang yang sangat pesat bagi kehidupan
berikutnya.�
Anak Usia Dini adalah
pribadi yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan bantuan orang dewasa dalam memaksimalkan
kinerja otak, sehingga anak mengalami
perkembangan sesuai dengan tingkat perkembangannya (Safriyani et al., 2021).
Dengan
demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa anak usia
dini adalah anak yang membutuhkan stimulus
yang tepat untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Seluruh aspek harus
dikembangkan dengan tepat, karena masa ini adalah masa kejayaan anak dalam
proses tumbuh kembang baik secara fisik
maupun psikis.� Pentingnya anak usia dini
dalam memperoleh pendidikan maka lembaga pendidikan pada jenjang PAUD banyak yang melakukan pembelajaran jarak jauh (daring) guna terlaksananya pembelajaran dengan normal untuk meningkatkan tumbuh kembang anak tetap optimal. Seperti halnya penelitian yang dilakukan, aktivitas utama yang digunakan dalam pembelajaran PAUD adalah penugasan dan laporan harian anak.� Dalam kegiatan laporan harian anak wali
murid melakukannya dengan pembelajaran jarak jauh (daring). (Auladi, 2020)
menjelaskan bahwa pembelajaran jarak jauh adalah pendidikan
formal yang diselenggarakan oleh lembaga
dimana guru dan siswa berada di tempat terpisah, dan menggunakan sistem teknologi komunikasi interaktif yang menghubungkan siswa,� bahan
ajar, serta pengajar.� Pendidikan jarak jauh merupakan opsi yang dipilih oleh hampir seluruh pelaku-pelaku pendidikan (Sari et al., 2020).� Hasil penelitian (Kuntarto, 2017)
menunjukkan bahwa model pembelajaran daring telah memberikan pengalaman baru yang lebih menantang daripada model pembelajaran konvensional (tatap muka).� Tak terbatas waktu dan tempat belajar memberikan peserta didik kebebasan untuk memilih saat
yang tepat dalam pembelajaran berdasarkan kepentingan mereka, sehingga kemampuan untuk menyerap bahan pembelajaran menjadi lebih tinggi
daripada belajar di dalam kelas.� Dengan pembelajaran jarak jauh atau daring pada masa pandemi tentunya yang berperan penting adalah orang tua, yaitu dukungan dari orang tua maupun lingkungan keluarga sangat diperlukan anak dalam menumbuhkan motivasi belajar pada masa pandemi ini.
Peran teknologi
dalam pendidikan mengalami banyak permasalahan dan memiliki banyak hal yang perlu untuk dikaji.� Adanya Pandemi Covid-19 yang tidak terduga membuat adanya perubahan kegiatan pembelajaran yang digantikan melalui teknologi yang berkembang saat ini.� Pentingnya teknologi digital dalam kehidupan, mengubah cara berkomunikasi dan juga mengubah cara otak
bekerja dengan cepat dan mendalam. Banyak
guru-guru yang masih mengalami
kebingungan dalam melakukan perubahan, apalagi guru harus bisa melakukan inovasi yang sesuai dengan pencapaian pada aspek perkembangan anak didik.
Pembelajaran
daring tidak mudah dilakukan terutama untuk jenjang pendidikan
anak usia dini. Banyak yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan, memperhatikan baik dari sisi
latar belakang orang tua, pekerjaan orangtua dan kondisi anak. Guru, wali murid, dan anak akan berperan
serta dalam pembelajaran daring. Guru dan wali
murid dituntut untuk bisa menjalankan aplikasi yang digunakan sebagai pilihan dalam kegiatan belajar mengajar. Banyaknya pilihan alternatif yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar tentunya banyak pula media yang akan digunakan dalam pembelajaran melalui platform yang dipilih.
media pembelajaran sangat penting dalam proses belajar anak didik,
pemilihan media tentunya harus menyesuaikan dengan keadaan, kebutuhan dan kemampuan siswa.
Media pembelajaran adalah suatu hal yang strategis dalam proses pembelajaran karena media adalah suatu penghubung
informasi yang akan diberikan guru kepada anak didik.� Media pembelajaran menurut (Ekayani, 2017)
adalah sarana fisik untuk menyampaikan
isi/materi pembelajaran seperti: buku, film, video dan sebagainya.� Menurut� Aqib media adalah sarana alat bantu guru dalam mengajar yang membawa informasi atau pesan dari
sumber belajar kepada siswa (Aqib, 2013).� Sedangkan (Umar, 2017)
mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak
maupun pandang dengar, termasuk teknologi perangkat keras.� Sehingga dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu
yang menjadi perantara atau penghubung yang dapat memberikan informasi yang dapat merangsang pikiran, perasaan dan perhatian siswa sehingga terciptanya proses kegiatan belajar pada peserta didik.
Pemilihan
media pembelajaran yang tepat
pada masa pandemi covid-19 adalah
bagian hal yang paling penting untuk pertimbangkan
dan diperhatikan. Dengan adanya media pembelajaran maka anak didik
terbantu untuk memahami materi pembelajaran yang telah diberikan, meskipun anak didik belajar
dari rumah
masing-masing.� Media pembelajaran
dapat disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik anak didik Usia Dini dalam menggunakan media tersebut (Safriyani et al., 2021)
Media video pembelajaran juga dianggap mengatasi kebosanan dan kejenuhan peserta didik saat belajar
di rumah (Ridha et al., 2021).� Media menjadi perantara antara pendidik dengan anak didik dalam
menyampaikan materi pembelajaran agar berjalan dengan baik.�� Dengan adanya media pembelajaran, peserta didik dapat
termotivasi untuk mengikuti pembelajaran-pembelajaran
karena ada hal baru yang hadir
pada kegiatan belajar Anak Usia Dini.� Media pembelajaran juga dapat memberikan peserta didik rangsangan belajar sehingga adanya pengalaman belajar yang menyenangkan dan efektif (Herani, 2021).
Pemilihan
media didasari pada karakteristik
peserta didik, karakteristik pembelajaran yang akan diajarkan dan gaya belajar peserta
didik.� Pemilihan media yang baik dapat membantu perpindahan pengetahuan secara lebih nyata
kepada peserta didik.� Media pembelajaran juga disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan oleh pendidik (Herani, 2021).� Media pembelajaran
juga harus disesuaikan dengan gaya belajar
anak yaitu visual, auditori pembelajaran dan kinestetik, oleh karena itu media yang digunakan sebaiknya memiliki tiga unsur pokok
media, yaitu visual, suara
dan gerak (Susilana & Riyana, 2008).� Sedangkan penggunaan media video pembelajaran
dapat merangsang motivasi peserta didik untuk belajar
karena ada rasa ingin tahu anak
didik mengenai video yang ditampilkan sehingga dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang diberikan.
Karena banyaknya
keunggulan penggunaan video
pembelajaran selama masa pandemi Covid-19, maka banyak pendidik yang menggunakan media ini pada kegiatan pembelajarannya.� Penelitian ini melihat sejauh
mana pelaksanaan penerapan
media video pembelajaran dilaksanakan
di PAUD selama masa pandemi
Covid-19 berdasarkan pandangan
para pendidik.
Penerapan
pembelajaran jarak jauh (daring) di masa pandemi telah berjalan dan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan
untuk menyempurnakan kebijakan khususnya terkait pembelajaran daring di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD), oleh karena itu penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para pendidik (Guru) dan orangtua dalam memberikan pengetahuan, pendampingan serta informasi saat mengajar anak
ketika di rumah, melalui video pembelajaran akan berdampak seperti apa terhadap
anak didik.� Bagi peneliti selanjutnya juga diharapkan dapat melakukan penelitian ini dengan sangat
baik. �Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran jarak jauh (daring) baik dari isi video pembelajaran maupun pengaplikasiannya.�
Dari semua uraian diatas maka perlunya
penelitian yang lebih lanjut mengenai penerapan video pembelajaran
daring Anak Usia Dini di PAUD Sahabat
Dhika Gunung Sindur Bogor.
Metode Penelitian
Metode penelitian ini
menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Yaitu penelitian yang mendeskripsikan peristiwa nyata, fleksibel, dan terbuka. Desain penelitian kualitatif bersifat fleksibel dan terbuka sedangkan datanya bersifat deskriptif yaitu berupa gejala yang dikelompokkan atau berupa lainnya seperti dokumen, foto, catatan lapangan
pada saat dilakukannya penelitian.
Lokasi dalam
penelitian ini dilakukan di kelompok B PAUD Sahabat Dhika Gunung
Sindur Bogor. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala
sekolah, 2 orang guru kelompok
B, 1 orang guru kelas B dan 11 peserta
didik kelompok B PAUD Sahabat Dhika Gunung
Sindur Bogor.� Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan tiga sumber data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan
data dengan menggunakan observasi atau pengamatan terhadap pembelajaran daring di masa pandemi.� Observasi dilakukan melalui observasi yang dilakukan dengan turun langsung,
adanya pandemi Covid-19 pembelajarannya tidak dilakukan di sekolah namun melalui daring atau melalui Whatsapp
Group maka peneliti akan melakukan observasi dengan tidak terlibat langsung pada kegiatan sumber data.
Wawancara adalah Suatu
proses interaksi secara langsung melalui tatap muka antara
pewawancara dan sumber informasi atau orang yang diwawancarai tentang suatu objek yang diteliti dan telah dirancang sebelumnya. Peneliti menggunakan teknik wawancara terencana dan tersusun. Teknik ini digunakan untuk
memperoleh informasi mengenai penerapan video pembelajaran anak usia dini di PAUD Sahabat Dhika Gunung
sindur Bogor. Dalam penelitian ini sasaran wawancara adalah kepala sekolah,
guru kelas dan anak didik kelompok B2.� Sedangkan guru kelompok B yang lain akan menjadi pelengkap dalam pemerolehan informasi. Dokumentasi yang peneliti peroleh adalah data-data sekolah, perangkat pembelajaran, foto maupun video kegiatan pembelajaran daring, dan
juga lembar kerja anak sebagai bahan
mengukur pemahaman anak terhadap video pembelajaran daring yang diberikan
guru dan juga bisa digunakan
sebagai bahan evaluasi media pembelajaran yang digunakan.
Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah peneliti sendiri yang berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sumber data, pengumpulan data dan
analisis data serta melakukan kesimpulan. Instrumen lainnya adalah pedoman wawancara dan juga lembar observasi.� Setelah
data terkumpul, kemudian dilakukannya analisis yang mengacu pada model analisis Miles
dan Huberman, analisis data dapat
melalui tiga proses kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data (Data Reduction), penyajian
data (Data Display), dan menarik kesimpulan (Verification) (Syafi�i et al., 2020)
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan hasil
observasi, wawancara, dan dokumentasi yang telah dilakukan peneliti di PAUD Sahabat Dhika Gunung
Sindur Bogor, sebelum adanya pandemi COVID-19 model pembelajaran dilakukan secara tatap muka.
Namun hal itu berubah pada akhir bulan Februari
dengan adanya pandemi novel coronavirus 19 atau
dikenal dengan sebutan covid 19 yang terjadi di seluruh belahan dunia terutama Indonesia. Pada awal-awal
dilakukannya kegiatan pembelajaran jarak jauh (daring), PAUD Sahabat Dhika melakukan peralihan dari yang awalnya kegiatan belajar mengajar dilakukan di sekolah secara tatap muka,
beralih pada kegiatan belajar dari rumah
yang dilakukan melalui
smartphone dengan whatsapp
group. Pada saat itu kegiatan belajar mengajar dilakukan di whatsapp group dan video call dengan
media berupa whatsapp teks. Guru mengirim kegiatan yang dilakukan anak-anak pada hari itu hanya dengan
mengirim pesan teks di whatsapp group. Seiring bertambahnya waktu, guru PAUD Sahabat Dhika melakukan pengembangan dari yang awal mulanya pembelajaran
melalui whatsapp teks beralih ke
pembelajaran melalui video.
Pembelajaran daring melalui whatsapp teks dilakukan karena guru pada saat itu mengalami perubahan
cepat dan mendadak sehingga, melalui media ini dinilai sebagai
tindakan sementara agar tetap terlaksananya kegiatan belajar mengajar.� Dengan dilakukannya evaluasi dan analisa kondisi setempat, guru PAUD Sahabat Dhika akhirnya
memutuskan menggunakan pembelajaran daring dengan media berupa video. Adapun penerapan
video pembelajaran daring pada Anak Usia Dini di PAUD Sahabat Dhika.
Media pembelajaran disiapkan sebelum dilakukannya kegiatan belajar mengajar. Sebelum diterapkan, maka ada beberapa
hal yang harus dilakukan dalam membuat media pembelajaran, salah
satunya melakukan perencanaan awal sebelum membuat media pembelajaran. Di PAUD Sahabat Dhika, sebelum membuat media pembelajaran melakukan beberapa hal berikut ini.
1. Perencanaan Awal Media Pembelajaran
Sebelum melakukan
kegiatan adalah hal yang paling utama dilakukan merencanakan agar kegiatan berhasil dan sesuai dengan yang diinginkan.Pada masa pandemi ini, tentunya melakukan
perencanaan kegiatan belajar mengajar harus benar-benar diperhatikan.Yang paling utama adalah pemilihan strategi pembelajaran yang tepat, baik tujuan pembelajaran,
bahan atau materi pembelajaran, karakteristik hingga sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan belajar mengajar (Syafi�i et al., 2020).� Dalam perencanaan media pembelajaran langkah pertama adalah mengidentifikasi kebutuhan media di lingkungan pendidikan anak usia dini.� Baik dilakukan melalui observasi, wawancara, maupun diskusi. Setelah ditemukannya data tentang jenis media kemudian media disesuaikan dengan tema, kemampuan dan tujuan yang akan dicapai.
Dalam perencanaan
media pembelajaran, pendidik
melakukan identifikasi terkait kebutuhan dan karakteristik anak didik.� Sebuah perencanaan media didasarkan pada kebutuhan. Hasil wawancara dengan kepala sekolah mengatakan bahwa dengan adanya kebijakan
belajar dari pembelajaran daring di PAUD Sahabat
Dhika maka sekolah melakukan identifikasi dari segi latar belakang
orangtua, salah satunya adalah pekerjaan orangtua. Kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi peserta didiknya, baik terkait kemampuan, keterampilan maupun sikap anak didik,
tentunya dengan melihat situasi dan kondisi yang ada saat pandemi COVID-19.
Latar belakang
orang tua (walimurid) yang variasi tentunya menyebabkan kegiatan pembelajaran daring ada yang mengalami hambatan.� Di PAUD Sahabat Dhika Gunung Sindur
Bogor sebagian orangtua banyak yang bekerja sebagai buruh pabrik.
Sehingga anak-anak belajar bukan hanya
bersama dengan ibu atau ayah mereka,
melainkan dengan keluarga yang lain baik itu dititipkan di tempat penitipan sejenis Daycare dan saudara atau kakek nenek
yang masih memiliki. Seperti halnya kondisi yang terdapat pada orang tua yang bekerja, tidak memiliki handphone atau kuota internet, kurang fahamnya orang tua dengan teknologi
adalah salah satu penghambat pembelajaran secara daring.seperti
pada penelitian yang dilakukan.� Hal ini merupakan salah satu pertimbangan sekolah dalam penentuan media pembelajaran daring.
Penyesuaian kemampuan
guru maupun wali murid tentu menjadi penentu
jenis kegiatan dan media pembelajaran yang dipilih guru.
Hal ini sesuai dengan pendapat Mirzon bahwa banyaknya
opsi aplikasi belajar maupun pemilihan media yang digunakan dalam belajar daring menyulitkan guru untuk menuntut wali murid memahami, misalnya dengan media video
call, zoom meeting, google meeting, classroom dan yang sejenisnya.
Namun hal itu memerlukan kuota internet yang lebih besar dan memberatkan wali murid dari segi ekonomi dan latar belakang orangtua yang berbeda-beda.
Setelah dilakukannya identifikasi,
penggunaan aplikasi whatsapp melalui whatsapp group. Mengingat banyaknya wali murid yang sudah mengenal aplikasi ini dan faham dalam pengoperasiannya dan mudah dipahami.
Disesuaikan juga dengan
gaya belajar anak adalah hal
yang harus diperhatikan dalam pemilihan media. Gaya belajar anak-anak bervariasi, ada yang memiliki tipe gaya
belajar visual seperti melihat televisi atau video, auditif yang lebih menyukai cara belajar dengan
cara mendengar, maupun kinestetik yaitu gaya belajar
yang lebih cenderung suka melakukan dibandingkan membaca dan mendengarkan. Seperti halnya pada teori yang dikatakan Les Giblin dalam bukunya skill with people, bahwa manusia belajar paling banyak dengan cara
melihat dan mendengarkan. Maka, pengambilan keputusan penggunaan media video pembelajaran sebagai media dalam pembelajaran daring di PAUD
Sahabat Dhika dinilai tepat.
Beragam keputusan
sekolah yang menerapkan pembelajaran daring melalui whatsapp baik itu
dengan whatsapp chat, video
call, melalui pesan suara atau melalui
video.� PAUD Sahabat
Dhika memilih Video sebagai media belajar anak karena mengingat
banyaknya orangtua yang bekerja sebagai buruh pabrik dengan
jam kerja yang berubah-ubah.
Jika dilakukannya video call orangtua
akan mengalami kesulitan karena orangtua tidak selalu mendampingi anak saat jam sekolah,
sehingga kepala sekolah dan guru menilai video pembelajaran cocok dilakukan di PAUD Sahabat Dhika yang pembelajarannya tidak membatasi waktu dan jam belajar.
Video pembelajaran
daring yang dilakukan di PAUD Sahabat
Dhika berisi video lengkap guru seperti mengajar di kelas sebelum adanya pandemi. Guru membuka video dengan kegiatan pembuka yaitu dengan
sapaan, motivasi, bernyanyi sambil berdoa. Kemudian dilanjut dengan kegiatan inti yang dimulai kegiatan cakap-cakap dan ditutup dengan kegiatan bernyanyi atau kegiatan praktek
yang sangat disukai anak. Menurut guru kelas B alasan membuat video pembelajaran dengan lengkap karena agar anak-anak merasa seperti sekolah seperti sebelum adanya covid-19.� Anak-anak juga dibiasakan agar nanti setelah adanya pandemi anak-anak tidak menjadi malas saat di sekolah.
Isi dari
video pembelajaran tersebut
sesuai dengan tema pada hari itu. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan anak setelah melihat
video pembelajaran dari
guru sangat beragam. Misalnya kegiatan tema tanaman membuat
kreasi bunga mawar, menyiram tanaman dan lain-lain. Hal ini akan memudahkan anak dan orangtua dalam mengikuti kegiatan belajar jarak jauh. Kegiatan
yang dilakukan sesuai dengan aspek perkembangan
Anak Usia Dini dan selalu ditanamkan melalui video pembelajaran, sehingga anak-anak berkembang sesuai dengan aspek
perkembangannya yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Seperti yang dikatakan Hamdan,
salah satu prinsip yang harus diperhatikan dalam membuat video pembelajaran adalah konten video, yaitu kesesuaian isi dengan tema (Batubara & Ariani, 2016).
Video pembelajaran
dinilai lebih efektif dan efisien dengan latar belakang
orang tua yang pekerja. Menurut Arsilestari dalam Muhdi dan Nurkholis pemilihan media yang tepat oleh guru maka proses interaksi akan terjadi secara maksimal, media audio visual merupakan
media yang dapat dijadikan sebagai media interaksi yang lebih maksimal daripada media yang lain. (2020, p. 221) Media audio visual
dapat mengoptimalkan motorik anak menjadi
lebih peka dan merasa,� Pendapat tersebut sama halnya
di PAUD Sahabat Dhika, pemberian video pembelajaran menjadikan anak-anak lebih tertarik dalam belajar tidak
membosankan, memotivasi anak dalam belajar
dan tentunya anak-anak bisa melihat wajah
ibu guru saat belajar. Perencanaan media pembelajaran tentunya juga menyesuaikan tema kegiatan yang akan dicapai dalam bentuk
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian dengan melihat tujuan yang akan dicapai.
2. Persiapan pembuatan
Media Pembelajaran
Persiapan sumber belajar
dapat diperoleh melalui dari hasil
wawancara dengan guru kelas B1 dan B2, pembuatan media pembelajaran di PAUD Sahabat Dhika membuat sendiri.
Mengingat media pembelajaran
yang digunakan adalah video
maka pembuatannya dilakukan oleh para guru dan saling
membantu.� Pengambilan video dilakukan di lingkungan sekolah baik di dalam kelas
maupun diluar kelas.� Video pembelajaran yang telah dibuat guru tanpa harus melakukan proses edit karena dari guru kelompok B masih kesulitan dalam penggunaan aplikasi edit video.
Alat dan bahan pendukung belajar anak didik
akan diberikan dan disiapkan dari sekolah agar orangtua tidak kesulitan dalam menyiapkan dan mencari alat maupun
bahan pendukung belajar anak.
Dari awal
pembelajaran dimulai dengan tahapan sebagai berikut diantaranya: menyiapkan RPPH dan bahan ajar lain sebagai pendukung seperti lembar kerja anak
didik, buku pendukung maupun gambar-gambar; guru menyiapkan� rencana
sederhana jalannya syuting yang akan dilakukan guru saat melakukannya mereka saling bekerjasama dengan sesama guru kelas.� Pada kegiatan awal guru akan menyapa dan memberikan semangat pada anak didik, kemudian
dilanjutkan dengan bercakap-cakap kegiatan nilai agama dan moral (NAM) setelah
itu dilanjutkan dengan kegiatan tema yang sudah ditentukan.� Setelah penjelasan tema anak didik diajak
guru belajar praktik langsung dengan menggunakan lembar kerja tentunya dengan demonstrasi dari guru; guru juga melakukan kegiatan recalling sebagai penutup; gambar ataupun media pendukung lainnya ditempelkan di papan tulis kemudian
direkam video dengan suara guru yang menjelaskan, dalam proses pengambilan video jika mengalami kesalahan maka guru harus menjeda dan membutuhkan istirahat dalam pembuatan video tersebut setelah selesai perekaman guru akan melihat hasilnya
kemudian mengirimkannya langsung ke whatsapp
group guru kelompok B, kemudian
ada guru yang bertugas menulis kegiatan yang akan dilakukan anak didik sesuai
dengan isi dalam video tersebut.
3. Penyimpanan dan pemeliharaan
media pembelajaran
Penyimpanan dan pemeliharaan
media pembelajaran sangatlah
penting untuk dilakukan.� Mengingat media pembelajaran tidak hanya digunakan
satu kali dalam proses kegiatan belajar. guru kelas kelompok B yang bertugas menyimpan video pembelajaran menjelaskan bahwa video pembelajaran yang telah dibuat oleh masing-masing
guru kelas akan disimpan ke laptop dan juga mengunggah ke aplikasi
Youtube pihak lembaga sekolah, agar jika suatu saat
guru akan membutuhkan video
pembelajaran ini tidak sulit membuat
kembali.
4. Penggunaan Media Pembelajaan
Penggunaan media secara
optimal dalam pembelajaran tentunya guru harus tahu akan penggunaannya
dan mengasah keterampilan
guru dalam menggunakan
media tersebut. Guru seharusnya
menggunakannya media secara
kreatif sehingga kegiatan belajar mengajar anak akan
berjalan dengan baik dan efektif. Sedangkan, penggunaan media tidak dilihat atau
dinilai dari segi kecanggihan suatu media itu, melainkan yang paling penting adalah fungsi dan perannya dalam membantu peningkatan atau pemahaman dalam proses pembelajaran (Hijriani, 2019, p. 11).�
Penggunaan video pembelajaran
di PAUD Sahabat Dhika digunakan secara optimal. Guru harus sekreatif mungkin dalam menarik
perhatian anak melalui video pembelajaran yang ia buat. Video pembelajaran daring di PAUD Sahabat
Dhika akan digunakan atau dibagikan kepada kelompok B1dan B2. Dalam pembuatannya guru akan bergantian sehingga setiap hari anak-anak
akan belajar dengan guru sesuai dengan jadwal sentra
yang berbeda setiap harinya.
5. Pengembangan Media Pembelajaran
Pengembangan media pembelajaran
sangat penting dilakukan oleh guru salah satunya
media visual seperti : gambar, audio, video, buku pendukung dan lain-lain. Prinsip-prinsip umum untuk merancang media adalah pembuatan media harus dapat digunakan
untuk perkembangan sesuai enam aspek
yang akan dicapai untuk perkembangan Anak Usia� Dini, seperti
benda balok untuk perkembangan motorik dan kognitif anak, dimana anak
mampu menyusun balok sesuai dengan
warna dan jumlah balok tersebut serta sesuai dengan
tingkat perkembangan anak. Bahan yang digunakan tidak membahayakan bagi anak dan mudah didapatkan, bisa juga menggunakan bahan bekas dengan mendaur
ulang serta mengajarkan kepada anak untuk kreatif
serta menjaga lingkungan. Pengembangan media pembelajaran dapat dilakukan dengan sesuai tema dan berbasis budaya. Seperti, permainan, transportasi dan jenis makanan.
Pendidik di PAUD Sahabat Dhika melakukan
pengembangan media pembelajaran
baik itu media pembelajaran yang berupa benda-benda di sekitar rumah maupun media video pembelajaran. Pengembangan media benda di sekitar rumah anak, nampak
pada kegiatan membantu ibu dan ayah membersihkan rumah.� Kemudian dari segi
media pembelajaran yang berupa
video, pendidik harus bisa menambahkan variasi dalam video tersebut.� Dari awal yang awalnya videonya sederhana menjadi lebih bervariasi
dan lebih menarik
juga.� Kata-kata yang digunakan
guru harus lebih menarik dan tidak membosankan bagi anak didik.� Namun pengembangan media pembelajaran dilakukan secara perlahan dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada di PAUD Sahabat Dhika agar diharapkan media pembelajarannya dapat menjadi berkembang lebih baik.
6. Evaluasi Media Pembelajaran
Evaluasi media pembelajaran
langkah yang perlu untuk dilakukan agar bertujuan untuk memperbaiki atau melihat layak tidaknya
media pembelajaran yang diberikan
kepada Anak Usia Dini.� Dalam penilaiannya harus dilihat tujuan yang telah dibuat dengan
hasil yang ada saat menerapkan media pembelajaran.� Sehingga guru akan mudah dalam kegiatan
mengevaluasi.�
Dari hasil observasi,
guru akan melakukan evaluasi setiap pergantian sub tema.� Guru akan melakukan evaluasi terkait pada alat atau bahan pendukung
video pembelajaran yang cocok
untuk anak-anak agar tetap menarik perhatian
dan juga agar anak tidak mudah bosan.� Mengevaluasi kesesuaian materi pun perlu dilakukan untuk melihat apakah
materi yang disampaikan sudah menarik bagi
Anak Usia Dini.
7. Penerapan Video Pembelajaran
Daring Anak Usia Dini
Pembelajaran daring dengan menggunakan media video adalah pembelajaran dengan alat bantu
berupa video yang didalamnya
terdapat berbagai informasi dan kegiatan bermain. Proses pembelajaran anak usia dini
berpusat pada anak, yaitu dengan menggunakan
metode Bermain, Demonstrasi, Tanya jawab, Bercerita, bercakap-cakap dan metode Pemberian Tugas agar anak dapat berperan aktif dalam proses belajar.
Hasil temuan
data penelitian yang telah dilakukan pada kelompok B PAUD Sahabat Dhika dengan
jumlah siswa 11 anak. Dalam penerapan
video pembelajaran, guru mengemas
pembelajaran daring dengan pendekatan metode, baik itu dengan
metode demonstrasi, tanya jawab maupun
unjuk kerja. Pendekatan yang dilakukan guru tentunya dimulai dengan kegiatan mengenal, anak-anak akan diajak mengenal
tema hari ini dengan pengetahuan
yang sebelumnya diketahui anak; kemudian anak-anak akan bertanya dimana guru akan memberikan kesempatan anak untuk berfikir setelah itu pada kegiatan bercakap-cakap kegiatan tema, anak akan mengumpulkan
banyak informasi karena banyak gambar
yang diberikan guru dalam
video yang dibuat. Dalam hal ini guru akan
memberikan demonstrasi untuk mengajak anak membuat kegiatan
yang sudah di siapkan bahan-bahannya dari sekolah dan kemudian anak didik akan
menyetor baik itu kegiatan unjuk
kerja atau tanya jawab melalui
rekam suara atau video yang akan dikirim orangtua kepada guru melalui whatsapp group.
Kegiatan tanya
jawab yang dilakukan tidak secara langsung,
anak-anak akan menunjukkan kemampuannya dalam menyampaikan informasi atau gagasan terhadap kegiatan atau temuan
yang telah ia temukan. Hal ini seperti pada teori Jean Piaget tentang metode pembelajaran yang dapat mengembangkan pengetahuan, dimana dalam penerapannya
pembelajaran anak dapat menggunakan metode seperti metode bercerita, demonstrasi, tanya jawab, proyek dan bermain peran (Mukholladah, 2018).
Penerapan video pembelajaran
daring di PAUD Sahabat Dhika
dilakukan dengan tahap awal yaitu
perencanaan hingga evaluasi media pembelajarannya. Dalam mengimplementasikan videonya guru membagikan video
pada jam anak belajar dari rumah. Hasil observasi yang telah peneliti lakukan, pembelajaran daring kelompok B dimulai pada pukul 08.00 WIB melalui whatsapp group. Guru akan membagikan gambar jadwal belajar
sentra pada hari itu, video yang akan dilakukan anak di rumah, setelah video pembelajaran dibagikan, anak-anak akan belajar dari rumah
bersama orangtua atau kerabat saudaranya.
Jarak waktu beberapa menit anak-anak akan mengirimkan ke whatsapp group video, foto, maupun rekam
suara kegiatan belajar, baik penyampaian
gagasan anak maupun unjuk kerja
anak sesuai dengan kemauan anak, mau di video, rekam suara atau
foto (Syafi�i et al., 2020).
Guru tidak
akan memaksakan kehendak anak dalam
belajar. guru dan orangtua sudah bekerjasama jika anak-anak sedang tidak mau
mengerjakan maka harus ditunggu hingga anak-anak mau mengerjakan atau dengan memberinya
motivasi seperti yang dilakukan guru kelompok B1 motivasi melalui pesan suara. Dari segi pengumpulan video, foto atau rekam
suara kegiatan belajar anak tidak
ada batasan waktu yang singkat.Orang
tua diberikan kelonggaran.� Jika anak tidak ada
kabar di whatsapp group selama sehari, guru akan mencari tahu
baik menghubungi orang tua atau wali
murid yang lain menanyakan kabar
atau adanya kendala dalam kegiatan
belajar.
Dengan menggunakan
video pembelajaran sebagai
media pembelajaran daring, anak
akan lebih mudah memahami pembelajaran, karena dalam penyampaiannya yang dikemas guru nampak hadir meskipun melalui video, sehingga anak-anak akan tertarik dengan adanya guru. Kecenderungan anak-anak saat belajar di rumah tentunya anak banyak
yang malas dan bosan jika belajar bersama orangtua.Anak-anak lebih percaya dengan
guru dibandingkan dengan orangtuanya.� Isi
video pembelajarannya pun rinci
dan jelas sehingga anak maupun wali
murid memahami materi yang disampaikan guru dengan baik. Banyak sekolah yang telah menggunakan teknologi canggih yang lebih efektif, namun melihat kondisi
setempat yang tidak memungkinkan maka banyak sekolah di sekitar yang pembelajaran daring menggunakan media rekam suara, gambar, atau hanya dengan
pesan di whatsapp
group.� Hal ini
akan lebih membosankan untuk anak, sehingga penerapan media pembelajaran dengan menggunakan media berupa video memiliki banyak manfaat bagi anak. pengajaran
akan lebih menarik dengan memberikan materi yang mendalam dan kepercayaan anak akan apa
yang disampaikan guru.� Penerapan media
audio visual yang berupa gabungan
antara suara dengan gambar akan
menjadi penyampaian atau perantara pesan dengan jelas
tanpa banyak tulisan.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian
dapat disimpulkan bahwa Metode pembelajaran
daring yang diterapkan di PAUD Sahabat
Dhika saat pandemi Covid-19 adalah metode bermain, bercakap-cakap, demonstrasi, bercerita dan penugasan.� Guru yang inovatif
dan kreatif dalam menyajikan materi pembelajaran dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan gaya
belajar anak agar dapat menarik minat
belajar anak meskipun proses pembelajaran dilaksanakan dirumah.� Media pembelajaran
yang digunaka di PAUD Sahabat
Dhika pada masa pandemi berupa video pembelajaran yang dibuat oleh guru yang bertugas mengajar pada hari itu dan guru melakukan pembuatan (syuting) video mengajar yang nantinya akan langsung dikirim
melalui aplikasi whatsappgroup wali murid.� Sebelum memutuskan penggunaan video pembelajaran sebagai media pembelajaran daring, pendidik atau pengajar di PAUD Sahabat Dhika melakukan
kegiatan perencanaan awal terlebih dahulu
kemudian baru dilakukan penarapannya.�
Dalam penelitian
ini ditemukan isi dan video pembelajaran yang penuh dan rinci sehingga anak didik
dan orang tua memahami kegiatan belajar yang dilakukakan pada hari itu, dan anak-anak didik tertarik untuk tetap melakukan
aktifitas belajar di rumah karena video pembelajarannya menampilkan wajah guru di PAUD Sahabat Dhika. Sehingga tidak menimbulkan kebingungan dan komunikasi yang kurang jelas antara
guru dengan anak, maupun guru dengan orangtua dalam mendampingi anak belajar.
Anggraini,
W., & Putri, A. D. (2019). Penerapan metode bermain peran (role playing)
dalam mengembangkan kognitif anak usia 5-6 tahun. JECED: Journal of Early
Childhood Education and Development, 1(2), 104�114. Google Scholar
Aqib,
Z. (2013). Model-model, media, dan strategi pembelajaran kontekstual
(inovatif). Bandung: Yrama Widya. Google Scholar
Auladi,
K. (2020). Kendala Guru Dalam Pembelajaran Tematik Jarak Jauh Selama Masa
Pandemi Covid-19 Di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ummah (Minu) Kotagede Yogyakarta.
As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan, 9(2),
163�188. Google Scholar
Batubara,
H. H., & Ariani, D. N. (2016). Pemanfaatan video sebagai media pembelajaran
Matematika SD/MI. Muallimuna, 2(1), 47�66. Google Scholar
Ekayani,
P. (2017). Pentingnya penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan prestasi
belajar siswa. Jurnal Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan
Ganesha Singaraja, 2(1), 1�11. Google Scholar
Herani,
N. E. L. I. (2021). Pemanfaatan Video Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Tematik
Terpadu Di Sekolah Dasar Saat Pandemi Covid-19. EDUTECH: Jurnal Inovasi
Pendidikan Berbantuan Teknologi, 1(1), 59�67. Google Scholar
Kebudayaan,
M. P. D. A. N., & Indonesia, R. (2020). Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020
Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus
Disease (COVID-19). Google Scholar
Kuntarto,
E. (2017). Keefektifan model pembelajaran daring dalam perkuliahan bahasa
Indonesia di perguruan tinggi. Indonesian Language Education and Literature,
3(1), 99�110. Google Scholar
Mukholladah,
K. Z. (2018). Pengaruh penerapan media video pembelajaran interaktif untuk
meningkatkan perkembangan bahasa di TK islam Al-Maarif singosari malang.
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Google Scholar
Ridha,
M., Firman, F., & Desyandri, D. (2021). Efektifitas Penggunaan Media Video
pada Pembelajaran Tematik Terpadu di Sekolah Dasar Saat Pandemi Covid-19. Jurnal
Pendidikan Tambusai, 5(1), 154�162. Google Scholar
Safriyani,
R., Wakhidah, E. W., & Supriyanto, C. (2021). Strategi Pembelajaran
Daring Anak Usia Dini pada Masa Pandemi Covid. Google Scholar
Sari,
W., Rifki, A. M., & Karmila, M. (2020). Analisis kebijakan pendidikan
terkait implementasi pembelajaran jarak jauh pada masa darurat covid 19. Jurnal
Mappesona, 2(2). Google Scholar
Susilana,
R., & Riyana, C. (2008). Media pembelajaran: hakikat, pengembangan,
pemanfaatan, dan penilaian. CV. Wacana Prima. Google Scholar
Suyadi,
M. P. I. (2021). Pengembangan Kecerdasan Majemuk dalam Pendidikan Anak Usia
Dini: Khasanah Islam dan Neurosains. UAD PRESS. Google Scholar
Syafi�i,
I., Sa�diyah, C., Wakhidah, E. W., & Umah, F. M. (2020). Penerapan Video
Pembelajaran Daring Anak Usia Dini Pada Masa Pandemi Covid-19. Al-Athfaal:
Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 140�160. Google Scholar
Umar,
U. (2017). Media pendidikan: Peran dan fungsinya dalam pembelajaran. Tarbawiyah:
Jurnal Ilmiah Pendidikan, 11(01), 131�144. Google Scholar
|
Copyright holder : Wahyuni, Rita Aryani (2021). |
|
First publication right
: This article is licensed under: |