|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 7, Juli 2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN ONLINE
Nurullah Sururi Afif, Putie
Maharani Basa, Anantha Zakharia
Universitas Bina Sarana Informatika, Indonesia�
Email : [email protected], [email protected], [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 10 Juni 2021 Direvisi 20 Juni 2021 Disetujui 10 Juli 2021 |
Dunia saat ini yang sedang dilanda Pandemi Covid- 19 yang terjadi disemua
negara. Pandemi Covid- 19 telah menjadikan tatanan hidup warga mengalami
perubahan yang sangat besar, termasuk pada kegiatan pembelajaran. khususnya
pada kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di Indonesia, Pemerintah sudah
membuat kebijakan tentang proses belajar mengajar secara daring atau secara
online. terkait kegiatan pembelajaran secara daring ini, maka dilakukan Riset
untuk memahami kondisi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran daring. Riset
ini memakai tata cara analisis deskriptif kuantitatif dengan instrumen riset
berbentuk kuesioner yang disebar secara online melalui google form. Riset ini
bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pendidikan daring di
Universitas Bina sarana Informatika Kaliabang Bekasi, dimana mereka sudah ikut
serta dalam pembelajaran daring sepanjang masa pandemi Covid- 19. Tujuan
penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana persepsi mahasiswa terhadap
pendidikan daring di masa pandemi Covid- 19,�
dimana dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah sebanyak 180
orang. Hasil analisis deskriptif, diketahui bahwa mayoritas mahasiswa
mempunyai persepsi yang cukup baik terhadap penerapan perkuliahan secara
daring. ABSTRACT The world is currently being hit by thepandemic Covid-19 that is
happening in all countries. Thepandemic Covid-19 has made the living
arrangements of citizens undergo enormous changes, including in learning
activities. particularly on learning activities carried out in Indonesia, the
government has made a policy of teaching and learning online or
online.related to online learning activities, research is carried out to
understand the condition of students in online learning activities. This research
uses a quantitative descriptive analysis procedure with a research instrument
in the form of a questionnaire distributed online through the google form.
This research aims to determine students' perceptions of online education at
the University of Bina Sarana Informatika Kaliabang Bekasi, where they have
participated in online learning throughout thepandemic Covid-19. The purpose
of this study is to understand how students perceive online education during
thepandemic Covid-19. 19, where in this study the sample used was 180 people.
The results of descriptive analysis, it is known that the majority of
students have a fairly good perception of the application of online lectures. |
|
Kata Kunci: persepsi mahasiswa; pendidikan; daring; �online; Covid- 19 Keywords: student perception; education; online; on line; Covid-19 |
Pendahuluan
Pandemi
Covid- 19 yang terjadi disemua
negara. Pandemi Covid- 19 telah
menjadikan tatanan hidup warga mengalami
perubahan yang sangat besar. Keadaan ini menimbulkan dampak terhadap aktivitas masyarakat, kegiatan ekonomi serta kegiatan pembelajaran masyarakat,� Pandemi
Covid- 19 sangat mempengaruhi
kita dalam melaksanakan sesuatu pekerjaan serta berinteraksi melalui di hampir semua kegiatan.
Pembatasan kegiatan serta aturan menjaga
jarak dalam setiap kegiatan. Perubahan yang terjadi menjadikan pergantian yang cepat berhubungan dengan kegiatan masyarakat, dimana banyak kegiatan pertemuan, rapat, bahkan pembelajaran dilakukan secara online (Putri, 2015)
Kegiatan
yang dilakukan secara
online menjadi pilihan terbaik khususnya dalam hal kegiatan
pembelajaran, dimana hal ini sejalan
dengan arahan pemerintah yang sudah membuat kebijakan terkait proses belajar mengajar secara daring melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 bagi Satuan Pendidikan dan Nomor
36962/MPK.A/HK/2020 tentang Pembelajaran
Daring, serta kegiatan Bekerja dari Rumah
dalam Rangka Pencegahan Covid-19 (Dewi, 2020).
Kebutuhan
mahasiswa dan pelajar akan pembelajaran harus terakomodir dan tidak boleh terhenti.
Kegiatan pembelajaran
daring menjadi pilihan dan sudah diberlakukan di seluruh Indonesia, seiring dengan meningkatnya Pandemi Covid- 19 yang terjadi, dimana selama pandemi
ini pembelajaran daring dilakukan disemua tingkat pendidikan.� Penggunaan internet
oleh masyarakat untuk pembelajaran daring sudah menjadi hal yang rutin dilakukan selama masa pandemi ini, dimana semua
masyarakat menjadikan kegiatan daring ini sebagai sesuatu yang menjadi biasa (Sanjaya, 2020).
Meningkatnya
pemahaman masyarakat, mahasiswa dan pelajar terhadap teknologi informasi, diharapkan dapat menjadikan kondisi pembelajaran daring menjadi lebih mudah
di terima oleh masyarakat, mahasiswa bahkan pelajar (Fitriyani et al., 2020).
Penelitian
ini dilakukan untuk memahami persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran online. Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi bagaimana persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran online di Universitas Bina sarana
Informatika Kaliabang
Bekasi. Peneliti melakukan penelitian mengenai �Persepsi Mahasiswa terhadap Pembelajaran Online
(Universitas Bina Sarana Informatika kampus Kaliabang Bekasi)�.
Pembelajaran
online sudah mulai dilakukan dari beberapa tahun yang lalu, bahkan jauh
sebelum terjadinya pandemi Covid- 19. Kegiatan pembelajaran daring semakin banyak dilakukan pada masa pandemi� Covid- 19, dan menjadi
wajib dilakukan untuk menghindari kerumunan. Pembelajaran secara online mampu menjalin interaksi antara dosen dengan
mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran melalui bantuan internet� dalam (Sadikin & Hamidah, 2020)
. Berdasarkan penelitian
yang dilakukan (Sadikin & Hamidah, 2020),
menyatakan bahwa pembelajaran secara online efektif dilakukan serta memungkinkan dosen berinteraksi dengan mahasiswa.
Hubungan
iteraksi yang baik dalam proses pembelajaran amatlah penting. Berdasarkan penelitian yang dilakukan (Pangalila, 2017),
menyatakan bahwa jika dalam kegiatan
pembelajaran, hubungan interaksi antara mahasiswa dengan dosen yang berjalan baik, maka ilmu
yang akan di ajarkan dapat dengan mudah
diterima oleh mahasiswa. Sebaliknya jika hubungan interaksi kurang baik, maka
maka ilmu yang akan di ajarkan dapat menjadi sukar
diterima oleh mahasiswa.
Metode Penelitian
Data primer serta data sekunder digunakan
dalam penelitian ini. Data primer adalah data yang
didasarkan pada hasil pendataan oleh peneliti. Data
primer merupakan presepsi responden terhadap variable penelitian (Sugiyono, 2008).
Populasi penelitian merupakan
mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika,
Kampus Kaliabang, Bekasi sebanyak 600 Mahasiswa.
Sampel penelitian ini
sebanyak 180 mahasiwa. Pendapat Arikunto dalam (Zuriah, 2007), jika
peneliti memiliki beberapa ratus subjek dalam populasi, maka mareka dapat
menentukan kurang lebih 25 � 30% dari jumlah tersebut.
Penelitian ini menggunakan
Strategi penelitian deskriptif.� Menurut (Sugiyono, 2008) penelitian ini
dilakukan dalam memahami nilai variabel secara mandiri, dengan tidak melakukan perbandingan, baik hanya pada satu variabel atau lebih.
Jadi, dalam penelitian ini mendeskripsikan bukti yang terjadi tentang persepsi mahasiswa.
Untuk mengetahui tingkat
capaian respondendalam penelitian ini, digunakan rumus tingkat capaian responden:
TCR =��� ����������Jumlah
rata-rata������ x� 100%
���������� Skor ideal maksimum
Pengkategorian nilai dari tingkat
capaian responden menggunakan skor:
Tabel 1
Kategori Derajat Pencapaian
|
Persentase |
Interpretasi |
|
81% - 100% |
Sangat Baik |
|
61% - 80% |
Baik |
|
41% - 60% |
Cukup |
|
21% - 40% |
Rendah |
|
0% - 20% |
Sangat Rendah |
Sumber: Riduwan
dalam (Aida, 2017)
Hasil dan Pembahasan
Dari analisis terhadap
angket, didapatkan hasil sebagai berikut:
1. Hasil angket
persepsi mahasiswa terhadap kemudahan berinteraksi dengan dosen dalam pebelajaran
online (Ningsih, 2020).
Dari angket ini� menggambarkan
bahwa sebanyak 30% menyatakan tidak setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar
62,7 %. Hal ini memberi gambaran bahwa interaksi dalam keadaan baik.� Sebagian besar mahasiswa masih dapat berinteraksi dengan dosennya walaupun dalam kegiatan pembelajaran secara online
2. Interaksi dengan
dosen lebih mudah akrab dengan
perkuliahan online (Pangalila, 2017).
Berdasarkan angket ini menyatakan bahwa 34,4 % tidak setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar
60 %.� Hal ini memberi gambaran bahwa keakraban mahasiswa dengan dosen dapat dikatakan
dalam kondisi yang cukup baik.
3. Penyampaian mahasiswa
untuk mengutarakan permasalahan yang dihadapi dalam perkuliahan kepada dosen. Berdasarkan
angket ini menyatakan bahwa 28,3 % responden� tidak setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar
62,2 %.� Hal ini
memberi gambaran bahwa mahasiswa dapat mengutarakan permasalahan kepada dosen secara baik.
4. Miskomunikasi antara
dosen dan mahasiswa dalam perkuliahan online yang jarang terjadi. Berdasarkan angket ini menyatakan bahwa 30 % tidak setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar
60,6 %.� Hal ini
memberi gambaran bahwa komunikasi mahasiswa dengan dosen dapat dikatakan
masih kondisi yang cukup baik.
5. Perkuliahan online lebih memberi kemudahan
dalam berinteraksi dengan sesama mahasiswa.
Berdasarkan angket ini menyatakan bahwa 37,8 % responden� tidak
setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar
58,5 %.� Hal ini
memberi gambaran bahwa mahasiswa dapat berinteraksi dengan sesama mahasiswa
dengan cukup baik.
6. Miskomunikasi sesama
mahasiswa tidak terjadi dalam perkuliahan
online. Berdasarkan angket ini menyatakan bahwa 28,9 % tidak setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar
61,7 %.� Hal ini
memberi gambaran bahwa komunikasi sesama mahasiswa dalam kondisi yang baik.
7. Kolaborasi dengan
sesama mahasiswa seperti membuat tugas kelompok lebih mudah dilakukan.
Berdasarkan angket ini menyatakan bahwa 42,2 % tidak setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar
55,4 %.� Hal ini
memberi gambaran bahwa Kolaborasi dengan sesama mahasiswa
dapat dilakukan secara cukup baik.
8. Lingkungan belajar
perkuliahan online membantu
mahasiswa memahami materi pembelajaran lebih mudah. Berdasarkan
angket ini menyatakan bahwa 32,8 % tidak setuju. Sedangkan
angka TCR nya sebesar 56,6 %.� Hal ini memberi gambaran
bahwa Kolaborasi dengan sesama mahasiswa
dapat memahami materi pembelajaran secara cukup baik.
9. Lingkungan belajar
pada perkuliahan online membangkitkan
mahasiswa untuk belajar lebih giat
dalam memahami materi. Berdasarkan angket ini menyatakan
bahwa 25 % tidak setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar
64 %.� Hal ini memberi gambaran bahwa semangat belajar mahasiswa dalam memahami materi dalam keadaan
yang baik.
10. Lingkungan belajar
pada perkuliahan online yang mendorong
mahasiswa mengambil perkuliahan online. Berdasarkan angket ini menyatakan
bahwa 32,8 % tidak setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar
59 %.� Hal ini memberi gambaran bahwa keinginan mahasiswa dalam mengambil perkuliahan online dalam keadaan yang cukup baik.
11. Mahasiswa merasa
nyaman untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang diberikan dalam perkuliahan online. Berdasarkan angket ini menyatakan
bahwa 8,3 % tidak setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar
72,2 %.� Hal ini
memberi gambaran bahwa mahasiswa nyaman dalam menjawab
pertanyaan secara online.
12. Saya lebih
senang lingkungan belajar pada perkuliahan online daripada tatap muka. Berdasarkan angket ini menyatakan
bahwa 37,8 % tidak setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar
51,6 %.� Hal ini
memberi gambaran bahwa mahasiswa lebih senang memilih
perkuliahan online dengan tingkat yang cukup baik.
13. Lingkungan belajar
pada perkuliahan online berkontribusi
besar pada kepuasan mahasiswa dalam belajar. Berdasarkan angket ini menyatakan
bahwa 26,7 % tidak setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar
59,6 %.� Hal ini
memberi gambaran bahwa kepuasan mahasiswa dalam perkuliahan online berada pada tingkat yang cukup baik.
14. Mahasiswa lebih
suka merespon pertanyaan secara online daripada secara tatap muka. Berdasarkan
angket ini menyatakan bahwa 26,1 % tidak setuju. Sedangkan
angka TCR nya sebesar 64,5 %.� Hal ini memberi gambaran
bahwa keinginan mahasiswa lebih memilih menjawab pertanyaan online, dimana pilihan mahasiswa ini berada pada tingkat yang baik.
15. Lingkungan belajar
pada perkuliahan online membuat
mahasiwa lebih mudah menemukan kebutuhan belajar saya. Berdasarkan angket ini menyatakan
bahwa 26,1 % tidak setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar
60,4 %.� Hal ini
memberi gambaran bahwa pemenuhan kebutuhan pembelajaran� mahasiswa
melalui perkuliahan online dalam keadaan yang cukup baik.
16. Mahasiswa menyarankan
lebih banyak lagi perkuliahan diadakan dalam bentuk online. Berdasarkan angket ini menyatakan
bahwa 35,6 % tidak setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar
52,8 %.� Hal ini
memberi gambaran bahwa perkuliahan online menjadi pilihan cukup baik.
Kesimpulan
Dari hasil analisa
dapat disimpulkan bahwa variabel kenyamanan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan
dalam perkuliahan online mempunyai nilai TCR terbesar, yaitu sebesar 72,2 %. Hal ini menggambarkan bahwa mahasiswa menerima secara baik mekanisme
online seperti ini.
Sedangkan secara
rata rata keseluruhan hasil TCR ini, sebanyak 37,5% menyatakan persepsi secara baik dan sisanya 62,5% menyatakan cukup baik .
Hal ini dapat diartikan bahwa mahasiswa dapat menerima pembelajaran secara online ini.
Bahkan mahasiswa menyatakan bahwa Lingkungan belajar pada perkuliahan online membangkitkan mahasiswa untuk belajar lebih giat
dalam memahami materi (Priyastuti & Suhadi, 2020).
Hal ini terlihat dengan nilai TCR sebesar 64%, yang mana mempunyai interpretasi baik
Aida, W.
(2017). Analisis Minat Membaca Mahasiswa Angkatan I Program Studi Pendidikan
IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasir Pengaraian. Edu
Research, 6(2), 61�69. Google Scholar
Dewi,
W. A. F. (2020). Dampak Covid-19 terhadap implementasi pembelajaran daring di
Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 55�61. Google Scholar
Fitriyani,
Y., Fauzi, I., & Sari, M. Z. (2020). Motivasi belajar mahasiswa pada
pembelajaran daring selama pandemik covid-19. Jurnal Kependidikan: Jurnal
Hasil Penelitian Dan Kajian Kepustakaan Di Bidang Pendidikan, Pengajaran Dan
Pembelajaran, 6(2), 165�175. Google Scholar
Ningsih,
S. (2020). Persepsi Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi
Covid-19. JINOTEP (Jurnal Inovasi Dan Teknologi Pembelajaran): Kajian Dan
Riset Dalam Teknologi Pembelajaran, 7(2), 124�132. Google Scholar
Pangalila,
T. (2017). Interaksi Sosial Dosen dan Mahasiswa Dalam Proses Perkuliahan di
Jurusan PPKn FIS Unima. Google Scholar
Priyastuti,
M. T., & Suhadi, S. (2020). Kepuasaan Mahasiswa terhadap Pembelajaran Daring
Selama Pandemi Covid-19. Journal of Language and Health, 1(2),
49�56. Google Scholar
Putri,
R. E. (2015). Model Interaksi dalam E-learning. Seminar Nasional Informatika
(SEMNASIF), 1(1). Google Scholar
Sadikin,
A., & Hamidah, A. (2020). Pembelajaran Daring di Tengah Wabah
Covid-19:(Online Learning in the Middle of the Covid-19 Pandemic). Biodik,
6(2), 214�224. Google Scholar
Sanjaya,
R. (2020). 21 Refleksi Pembelajaran Daring di Masa Darurat. SCU
Knowledge Media. Google Scholar
Sugiyono.
(2008). Metode penelitian pendidikan:(pendekatan kuantitatif, kualitatif dan
R & D). Alfabeta. Google Scholar
Zuriah,
N. (2007). Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan (Jakarta: Bumi
Aksara). Google Scholar
|
Copyright holder : Nurullah Sururi Afif, Putie Maharani Basa, Anantha Zakharia (2021). |
|
First publication right
: This article is licensed under: |