Jurnal Syntax Transformation

Vol. 2 No. 7, Juli 2021

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM

 

Diky Wahyudi, Cahya Ayu Kamila, Sri Wulandari Agustin

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur, Indonesia������

Email: [email protected], [email protected], [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

10 Juli 2021

Direvisi

19 Juli 2021

Disetujui

23 Juli 2021

 

Di era sekarang ini, perkembangan lembaga pendidikan Islam di Indonesia nampaknya semakin rumit. Model pengelolaannya membutuhkan penataan yang lebih modern dan relevan terhadap perkembangan zaman agar mampu bersaing dengan lembaga publik lainnya. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan menjadi isu penting yang memerlukan perhatian dan penanganan lebih oleh pihak-pihak terkait. Hal ini erat kaitannya dengan kepemimpinan dan manajemen sekolah. Selain itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan harus memperhatikan seluruh aspek sekolah, termasuk input, proses dan output. Kualitas pendidikan dipandang perlu untuk perbaikan dan transformasi di semua departemen, termasuk departemen kepemimpinan dan manajemen. Keberhasilan sekolah tergantung pada manajemen yang efektif, dan manajemen yang efektif tergantung pada kepemimpinan profesional. Tanggung jawab seorang pemimpin sebagai manajer meliputi perencanaan dan evaluasi, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, serta pemantauan dan evaluasi berkelanjutan untuk tindakan di masa depan.

 

ABSTRACT

In the current era, the development of Islamic educational institutions in Indonesia seems to be increasingly complicated. The management model requires a more modern and relevant arrangement to the times in order to be able to compete with other public institutions. Therefore, improving the quality of education is an important issue that requires more attention and handling by the relevant parties. This is closely related to school leadership and management. In addition, to improve the quality of education must pay attention to all aspects of the school, including inputs, processes and outputs. The quality of education is seen as necessary for improvement and transformation in all departments, including the leadership and management departments. School success depends on effective management, and effective management depends on professional leadership. A leader's responsibilities as a manager include planning and evaluation, organising, directing and monitoring, and ongoing monitoring and evaluation for future action

Kata Kunci:

kepemimpinan; manajemen sekolah; lembaga pendidikan Islam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

leadership; school management; islamic educational institutions


 


Pendahuluan

Pendidikan dan perubahan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Pendidikan yang tidak mengalami perubahan akan tertinggal. Mengikuti perkembangan zaman, pendidikan menjadi aspek penting yang perlu mendapat perhatian serius agar dapat melakukan perubahan sesuai dengan perkembangan teknologi. Karena lembaga pendidikan yang tidak peka dengan perkembangan zaman, generasi baru akan meminum keterampilan. Perubahan ini tidak hanya melibatkan dunia industri, tetapi juga mencakup sistem kerja, kursus, dan struktur organisasi sekolah. Tidak terkecuali dalam memajukan pendidikan Islam di Indonesia. Lembaga pendidikan Islam memegang peranan penting dalam membentuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Masalahnya, pendidikan Islam sering dipandang sebelah mata karena opini yang mengemuka menyerang sistem pendidikan Islam yang terlalu berorientasi pada aspek kognitif dan normatif, dan mengabaikan kemampuan berpikir kritis. Hasilnya, keberadaan lembaga pendidikan Islam sebagian besar mengalami kebuntuan pembaruan.

Dari segi infrastruktur, sebagian besar lembaga pendidikan Islam, bisa dikatakan tidak berdaya. Oleh karena itu, alumni lembaga tersebut dianggap tidak berkualitas. Lembaga pendidikan Islam yang dimaksud dinilai tidak mudah bersaing dengan lembaga publik lainnya. Meskipun beberapa alumni dapat menggambarkan kualitas mereka sebagai lulusan Madrasah yang unggul, hal ini tidak serta merta menunjukkan situasi sebenarnya di balik kualitas mereka. Dalam kajian manajemen pendidikan Islam, pembahasan tentang kepemimpinan ini tidak dapat dipungkiri lagi. Dalam manajemen pendidikan Islam, kepemimpinan menjadi fokus membimbing lembaga pendidikan untuk berkembang ke arah yang lebih baik (Subhan, 2014) Kepemimpinan mempunyai kedudukan penting dalam membina, membimbing dan membimbing seluruh sumber daya agar bergerak sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kepemimpinan menempatkan diri sebagai penggerak untuk menggerakkan sumber daya dalam mengerjakan apa yang harus dikerjakan.

Dengan begitu, Jika suatu organisasi tidak memiliki pemimpin yang dapat mempengaruhi anggotanya, maka tujuan yang diharapkan tidak akan pernah tercapai. Dalam menjalankan roda organisasi, kendala selalu ditemui. Oleh karena itu, pemimpin yang baik merupakan prasyarat keberhasilan lembaga pendidikan. Padahal, orang-orang yang bekerja di lembaga pendidikan membutuhkan seseorang yang dapat mempromosikan karyanya dan menginspirasi, membimbing, membimbing dan mengawasi mereka dalam berbagai kegiatan. Oleh karena itu, berhasil tidaknya lembaga pendidikan tergantung pada kualitas pemimpinnya.

 

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif Sesuai dengan objek kajian ini maka jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research) (Sugiyono, 2012), yaitu dengan mencari sumber bacaan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pembahasan ini. Secara umum pada setiap pembahasan didapatkan dalam literatur-literatur dan sumber-sumber, Untuk mendapatkan segala kebutuhan tersebut, bisa dihasilkan melalui studi kepustakaan, seperti artikel, atau jurnal yang berkaitan dengan pembahasan yang akan diteliti, dengan menggunakan data-data dari berbagai referensi tersebut dikumpulkan dengan jalan membaca (text reading), mengkaji, mempelajari, dan mencatat literatur yang ada kaitannya dengan masalah yang dibahas dalam tulisan ini.

 

Hasil dan Pembahasan

1.       Pengertian Dan Fungsi Kepemimpinan

Kepemimpinan berasal dari kata �leadership� yang berawal dari kata leader. Yaitu pemimpin, sedangkan pimpinan merupakan jabatanya. Secara etimologi, istilah kepemimpinan berasal dari kata �pimpin� yang artinya bimbing atau tuntun. Dari kata pimpin tersebut maka lahirlah kata kerja yaitu memimpin (Syafar, 2017).

Hadari Nawawi, berpendapat bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam menggerakkan, dan memberikan motivasi untuk mempengaruhi orang-orang agar melakukan tindakan atau inovasi yang ter struktur untuk mencapai tujuan melalui keberanian dan mengambil keputusan tentang kegiatan yang dilakukan. Sedangkan menurut Murwahid Shulhan, memberikan definisi kepemimpinan dan kaitanya dengan lembaga pendidikan islam. kepemimpinan merupakan kemapuan seseorang untuk menggerakkan, dan mempengaruhi anggota dan sumber daya manusia yang terdapat di sekolah/madrasah sehingga dapat di daya gunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan (Syafar, 2017).

Dapat disimpulkan bahwa secara umum defenisi kepemimpinan berarti kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan, mengarahkan, dan memaksa seseorang atau organisasi tersebut agar mengikuti dan berbuat sesuatu yang dapat membantu tercapainya suatu tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Tujuan tersebut tentu suatu capaian yang diinginkan dalam peroses kegiatan keorganisasian.

Secara operasional, kepemimpinan berfungsi sebagai tindakan yang dilakukan oleh pemimpin dalam upaya menggerakkan bawahanya agar mau mengikuti guna menjalankan perogram-perogram kerja yang telah dirumuskan sebelumnya, dalam konteks ini, berhasil atau tidaknya program pemberdayaan sumber daya manusia dalam organisasi, maka sebagian besar ditentukan oleh kemampuan pemimpin dalam menjalankan funsi-fungsi pokok kepemimpinan, baik sebagai leader maupun manager (Bashori, 2018).

Lembaga pendidikan yang bermutu dapat terwujud apabila didukung oleh pemimpin yang paham tentang manajemen karena salah satu aspek terpenting mempengaruhi kualitas pendidikan adalah kepemimpinan dan manajemen mutu. Tujuan dari manajemen mutu pendidikan adalah untuk memelihara dan meningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan (sustainable), yang dijalankan secara sistemik untuk memenuhi kebutuhan stakeholders. Pencapaian ini membutuhkan sebuah manajemen yang efektif dan kepemimpinan yang kuat agar tujuan tersebut mampu memenuhi harapan dan keinginan masyarakat. Karena itu, visi mutu lembaga pendidikan harus mengambil peran aktif mewujudkan keinginan stakeholders. Agar keinginan tersebut tercapai, maka sangat dibutuhkan seorang pemimpin pendidikan yang kaya ide, dan berani mengambil keputusan-keputusan strategis (Ginting & Haryati, 2012).

Secara operasional terdapat lima fungsi pokok dalam menjalankan kepemimpinan yaitu (Ginting & Haryati, 2012):

a.       Fungsi instruksi

Fungsi ini bersifat komunikasi. Pemimpin sebagai komunikator yang dapat menentukan apa, bagaimana, dan dimana perintah itu dijalankan agar keputusan dapat dilaksanakan secara efektif. Kepemimpinan yang efektif yaitu pemimpin yang mampu untuk menggerakkan dan memotivasi orang lain agar mau menjalankan apa yang diperitahkan oleh pemimpin.

 

b.       Fungsi konsultasi

Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Tahap pertama ketika menetapkan keputusan, pemimpin kerapkali memerlukan bahan pertimbangan yang itu mengharuskan untuk berkonsultasi dengan orang yang dipimpinya yang dinilai mempunyai barbagai informasi atau masukan yang dibutuhkan dalam menetapkan keputusan. Tahap berikutnya yaitu konsultasi dari pimpinan pada orang-orang yang dipimpin. Konsultasi itu dimaksudkan untuk memperoleh masukan berupa sanggahan, untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan. Dengan menjalankan fungsi konsultatif dapat diharapkan keputusan-keputusan pimpinan akan mendapat dukungan dan lebih mudah menginstruksikannya, sehingga kepemimpinan berlangsung efektif.

c.       Fungsi partisipasi

Dalam menjalankan fungsi ini pemimpin harus berusaha untuk yang dipimpin agar aktif dan ikut dalam keikutsertaan mengambil keputusan. Partisipasi tidak berarti bebas berbuat semaunya, tetapi dilakukan secara terkendali dan terarah berupa kerja sama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain. Keikutsertaan pemimpin harus tetap dalam fungsi sebagai pemimpin bukan pelaksana.

d.       Fungsi pengendalian

Bahwa kepemimpinan yang sukses dan efektif yaitu mampu mengkordinir anggotanya secara terarah sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Fungsi pengendalian ini dapat dilakukan melalui bimbingan, pengarahan, kordinasi dan pengawasan.

maka perananan dalam kepemimpinan sangat jelas memiliki andil besar dalam memajukan sebuah lembaga atau keorganisasian. Semua hal itu harus dibarengi dengan peranan kepemipinan yang mumpuni dalam banyak hal. Selain sebagai seorang pemimpin yang mampu menggerakkan, tetapi juga harus dibarengan dengan inovasi perubahan kebijakan yang akan mampu memberikan perubahan yang positif.

2.       Pengembangan Mutu Pendidikan

Pendidikan memiliki peranan penting dalam mengembangkan pradaban islam dan mencapai kejayaan ummat islam. pendidikan menjadi sarana kemampuan manusia untuk di bahas dan dikembangkan. Jika suatu negara ingin mencapai kemajuan maka harus ada penyempurnaan pendidikan. Bahwa Negara-negara Eropah yang terkenal sebagai kawasan Negara-negara yang maju itu sebenarnya sebagai akibat dari pembangunan pendidikannya. Pendidikan merupakan suatu masalah yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Maju tidaknya suatu bangsa sangat tergantung pada pendidikan bangsa tersebut. Dalam artian jika pendidikan suatu bangsa dapat menghasilkan manusia yang seutuhnya, maka dengan sendirinya bangsa tersebut akan maju, damai, dan tenteram. Sebaliknya jika pendidikan suatu bangsa mengalami stagnasi maka bangsa itu akan terbelakang disegala bidang (Mubarak, 2015).

Mutu dalam produk pendidikan akan dipengaruhi oleh sejauh mana lembaga mampu mengelola seluruhnya secara optimal, yang itu meliputi tenaga kependidikan, peserta didik, proses pembelajaran, sarana pendidikan, keuangan dan termasuk hubungan masyarakat. Maka dari itu, lembaga pendidikan islam harus merubah paradigma baru pendidikan yang berorientasi pada mutu semua aktifitas yang berinteraksi di dalamnya, seluruhnya mengarah pada pencapaian mutu (Mubarak, 2015).

Secara umum, aspek pada mutu pendidikan mengacu pada peroses belajar dan pembelajaran serta hasil belajar. pada titik ini, lembaga pendidikan islam perlu menunjukkan eksistensinya. Bila tolak ukur kualitas merujuk pada peroses pendidikan maka lembaga pendidikan islam dituntut mampu memperbaiki kualitas pendidikan islam mulai dari tingkatan Madrasah Diniyah hingga Madrasah Aliyah.

Acuan utama adalah Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang telah ditetapkan sebagai kriteria minimal yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan dan penyelenggara pendidikan. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas, (1) Standar Kompetensi Lulusan, (2) Standar Isi, (3) Standar Proses, (4) Standar Penilaian, (5) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, (6) Standar Pengelolaan, (7) Standar Sarana dan Prasarana, dan (8) Standar Pembiayaan (Hadi, 2020).

Bahwasanya mutu pendidikan bersifat menyeluruh dan menyangkut semua komponen yang ada, masalah mutu yang dihadapi oleh dunia pendidikan, seperti mutu lulusan, mutu pengajaran, serta mutu profesionalisme dan kinerja guru. Mutu-mutu tersebut terkait dengan mutu manajerial para pimpinan pendidikan, keterbatasan dana, sarana dan prasarana, fasilitas pendidikan, media, sumber belajar, alat dan bahan latihan, iklim sekolah, lingkungan pendidikan, kelemahan mutu dari komponen komponen tersebut berujung pada rendahnya mutu lulusan (Hadi, 2020).

3.       Peran Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Peran Kepemimpinan Peranan berasal dari kata peran, berarti sesuatu yangmenjadi bagian atau memegang pimpinan yang terutama. Peranan menurut Levinson sebagaimana dikutip oleh (Soejono, 2015) peranan adalah suatu konsep prihal apa yang dapat dilakukan individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat, peranan meliputi norma-norma yang dikembangkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat, peranan dalam arti ini merupakan rangkaian peraturan-peraturan yang membimbing seseorang dalam kehidupan kemasyarakatan. Menurut Biddle dan Thomas, peran adalah serangkaian rumusan yang membatasi perilaku-perilaku yang diharapkan dari pemegang kedudukan tertentu. Misalnya dalam keluarga, perilaku ibu dalam keluarga diharapkan bisa memberi anjuran, memberi penilaian, memberi sangsi dan lain-lain.

Mengadopsi pendapat kedua para ahli tersebut, bahwa peran kepemimpinan merupakan suatu perilaku-perilaku yang diharapkan oleh pemimpin dalam menduduki suatu posisi tertentu diharapkan bisa berperan untuk mempengaruhi, membimbing, mengevalauasi bawahannya kearah pencapaian tujuan sebuah organisasi. Ketika istilah peran digunakan dalam lingkungan pekerjaan terutama seorang pemimpin, maka seseorang yang diberi (atau mendapatkan) sesuatu posisi, juga diharapkan menjalankan perannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pekerjaan tersebut. Karena itulah ada yang disebut dengan role expectation. Harapan mengenai peran seseorang dalam posisinya, dapat dibedakan atas harapan dari si pemberi tugas dan harapan dari orang yang menerima manfaat dari pekerjaan/posisi tersebut.

Bertolak dari definisi secara umum tersebut, maka peran kepemimpinan tidak lain dari sikap dan perilaku dalam memengaruhi Sumber Daya Manusia atau pegawai, agar mereka mau dan bersedia bekerja dan bekerja sama, untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien, sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Mengadopsi pendapat (Daswati, 2012), menyatakan pendapat tersebut bahwa seorang pemimpin akan tanpak bila dapat melakukan peran secara nyata di dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti menentukan arah bagi bawahannya/staf, mengajak bawahannya untuk berpartisipasi melaksanakan kebijakan atau mengahadapi berbagai perubahan, menjadi juru bicara dalam mengambil keputusan untuk kepentingan organisasi dan kesejahteraan para anggotanya walaupun keputusan tersebut berisiko, dan siap menjadi pelatih dengan memberi teladan bagi bawahannya. (Komariya & Nurani, n.d.), (Daswati, 2012) mengilustrasikan bahwa ada 4 (empat) peran penting bagi kepemimpinan efektif yaitu:

a.       Penentu arah, pemimpin harus mampu melakukan seleksi dan menetapkan sasaran dengan mempertimbangkan lingkungan eksternal masa depan yang menjadi tujuan pengerahan seluruh sumber daya organisasi dalam mencapai visi, pemimpin yang dapat berperan sebagai penentu arah adalah pemimpin visioner.

b.       Agen perubahan, pemimpin harus mampu mengantisipasi berbagai perubahan dan perkembangan lingkungan global dan membuat prediksi tentang implikasinya terhadap organisasi, mampu membuat skala prioritas bagi perubahan yang diisyaratkan visinya, serta mampu mempromosikan eksperimentasi dengan partisipasi orang- orang untuk menghasilkan perubahan yang diinginkan.

c.       Juru bicara, pemimpin harus mampu menjadi negosiator dan pembentuk jaringan hubungan eksternal, menyusun visi dan mengkomunikasikannya melakukan pemberdayaan serta melakukan perubahan.

d.       Pelatih, pemimpin harus memberitahu orang lain tentang realita saat ini, apa visinya atau ke mana tujuan, bagaimana merealisasikannya. Selalu member semangat untuk maju dan menuntun bagaimana mengaktualisasikan potensi mencapai visi. Mencermati peran kepemimpinan yang dinyatakan oleh Nanus, penulis mengaggap peran tersebut dapat terwujud jika para pemimpin memiliki kredibilitas dan integritas yang memadai dalam menggerakkan pengikut untuk bertindak, dan arena tindakan itu. organisasi akan berkembang dan mengalami kemajuan. Karena organisasi harus bergerak maju, maka peran visi dalam mengarahkan organisasi ke depan tidak dapat diabaikan.

Kepemimpinan kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi orang lain, terutama bawahannya, untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.

Seorang pemimpin dapat dikatakan sukses atau tidaknya suatu oraganisasi mencapai tujuan yang telah ditentukan dan sangat tergantung atas kemampuan para anggota pimpinannya untuk menggerakkan sumber-sumber serta alat-alat tersebut sehingga penggunaannya berlangsung dengan efisien, ekonomis dan efektif.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kepemimpinan dapat berperan dengan baik, antara lain:

a.       Yang menjadi dasar utama dalam efektivitas kepemimpinan bukan pengangkatan atau penunjukannya

b.       Efektivitas kepemimpinan tercermin dari kemampuannya untuk tumbuh dan berkembang

c.       Efektivitas kepemimpinan menuntut kemahiran untukmembacasituasi

d.       Perilaku seseorang tidak terbentuk begitu saja, melainkan melalui pertumbuhan dan perkembangan

e.       Kehidupan organisasi yang dinamis dan serasi dapat tercipta bila setiap anggota mau menyesuaikan cara berfikir dan bertindaknya untuk mencapai tujuan organisasi

Fungsi pemimpin menurut (Alfalaqqul et al., 2016)Memandu, menuntun, membimbing, memberi atau membangun motivasi kerja, mengemudikan organisasi, menjalin jaringan komunikasi yang baik, memberikan supervisi atau pengawasan yang efisien, dan membawa para pengikutnya kepada sasaran yang ingin dituju sesuai ketentuan waktu perencanaan�.

Peran Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan, Kegiatan pengambilan keputusan merupakan salah satu bentuk kepemimpinan, sehingga:

a.       Teori keputusan merupakan metodologi untuk menstrukturkan dan menganalisis situasi yang tidak pasti atau berisiko, dalam konteks ini keputusan lebih bersifat perspektif daripada deskriptif

b.       Pengambilan keputusan adalah proses mental dimana seorang manajermem peroleh dan menggunakan data dengan menanyakan hal lainnya, menggeser jawaban untuk menemukan informasi yang relevan dan menganalisis data; manajer, secara individual dan dalam tim, mengatur dan mengawasi informasi terutama informasi bisnisnya

c.       Pengambilan keputusan adalah proses memilih di antara alternatif-alternatif tindakan untuk mengatasi masalah.

Ada beberapa aspek dalam pengambilan keputusan, yaitu: a). Identifikasi masalah b). Mendefinisikan masalah c). Memformulasikan dan mengembangkan alternatif d). Implementasi keputusan e.) Evaluasi keputusan.

Gaya adalah lear habit atau kebiasaan yang dipelajari. Gaya pengambilan keputusan merupakan kuadran yang dibatasi oleh dimensi:

a.       Cara berpikir terdiri dari: Logis dan rasional; mengolah informasi secara serial; Intuitif dan kreatif; memahami sesuatu secara keseluruhan.

b.       Toleransi terhadap ambiguitas: Kebutuhan yang tinggi untuk menstruktur informasi dengan cara meminimalkan ambiguitas; Kebutuhan yang rendah untuk menstruktur informasi, sehingga dapat memproses banyak pemikiran pada saat yang sama.

Kombinasi dari kedua dimensi diatas menghasilkan gaya pengambilan keputusan seperti:

a.       Direktif

b.       Analitik

c.       Konseptual

d.       Behavioral

Berdasarkan uraian di atas, maka berikut adalah upaya-upaya yang perlu ditempuh seperti:

a.       Cerna masalah

b.       Identifikasi alternativ

c.       Tentukan proritas 4. Ambil langkah

 

Kesimpulan

Dalam dunia pendidikan tentunya tidak luput dari perubahan. Adanya perubahan teknologi yang mengikuti perkembangan zaman, serta perubahan sistem kerja, pengaturan kurikulum, dan pimpinan internal organisasi. Namun peran paling aktif yang perlu diperhatikan di sini adalah seorang pemimpin.yang mana, pemimpinlah yang mengatur lembaganya agar berjalan dengan baik, dan tidak ketinggalan zaman.Kepemimpinan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan telah melakukan diantaranya: pembinaan dan kerjasama kepada seluruh warga sekolah, meningkatkan partisipasi warga sekolah, masyarakat, stakeholder, menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait, mengadakan bimbingan dan pelatihan, mengundang nara sumber, pendalaman materi, penggalian dana, bakti sosial, promosi, dan lainnya. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus dilahirkan dengan karakter seorang pemimpin, atau memiliki karakter pemimpin dari perilaku itu sendiri, memiliki keterampilan, dan mampu bekerja sama dengan bawahan. Dengan karakter ini, pemimpin dapat membuat organisasinya lebih maju dan berkembang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Alfalaqqul, R., Susilo, H., & Ruhana, I. (2016). Analisis Peran Pemimpin Dalam Memotivasi Dan Mengawasi Karyawan (Studi Pada PT. Citra Perdana Kendedes Malang). Jurnal Administrasi Bisnis, 31(1), 184�191. Google Scholar

 

Bashori, B. (2018). Konsep Kepemimpinan dalam Pendidikan Islam. Hikmah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(2), 156�192. Google Scholar

 

Daswati, D. (2012). Implementasi Peran Kepemimpinan Dengan Gaya Kepemimpinan Menuju Kesuksesan Organisasi. Academica, 4(1). Google Scholar

 

Ginting, R., & Haryati, T. (2012). Kepemimpinan dan konteks peningkatan mutu pendidikan. CIVIS, 2(2). Google Scholar

 

Hadi, S. (2020). Model pengembangan mutu di lembaga pendidikan. PENSA, 2(3), 321�347. Google Scholar

 

Komariya, S. N., & Nurani, F. (n.d.). Potret Pemimpin Ideal Untuk Indonesia (Studi Kasus Pada Pemerintahan Jakarta Masa Kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama). Google Scholar

 

Mubarak, F. (2015). Faktor dan Indikator Mutu Pendidikan Islam. Management of Education, 1(1). Google Scholar

 

Soejono, S. M. (2015). Penelitian Hukum Normatof Suatu Tinjauan Singkat, Cetakan 17, Edisi 1. Rajawali Pers.

 

Subhan, M. (2014). Kepemimpinan islami dalam peningkatan mutu lembaga pendidikan islam. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 125�140. Google Scholar

 

Sugiyono, P. D. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (Vol. 8). Alfabeta. Bandung.

 

Syafar, D. (2017). Teori Kepemimpinan Dalam Lembaga Pendidikan islam. Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(1), 147�155. Google Scholar


Copyright holder:

Diky Wahyudi, Cahya Ayu Kamila, Sri Wulandari Agustin (2021)

 

First publication right:

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: