|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 7, Juni 2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
IMPLEMENTASI K-MEANS CLUSTERING ANALYSIS UNTUK MENGELOMPOKKAN
KELURAHAN-KELURAHAN DI DKI JAKARTA BERDASARKAN JUMLAH POSITIF COVID-19.
Nurul Qomariasih
Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) Bogor, Jawa Barat,
Indonesia
Email: [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 21 Juni 2021 Direvisi 2 Juli 2021 Disetujui 15 Juli 2021 |
Covid 19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona, menyerang
sistem pernapasan, dan memperburuk kondisi seseorang dengna penyakit bawaan. Hingga saat ini,
pemerintah masih menetapkan kasus wabah covid 19 sebagai kondisi darurat dan penetapan protokol kesehatan kepada warganya. DKI Jakarta merupakan
salah satu daerah dengan kasus tertinggi covid 19. Oleh karena
itu, penelitian ini melakukan pengelompokkan atau clustering
kelurahan-kelurahan yang ada
di provinsi DKI Jakarta ke
dalam kelompok kelurahan dengan kasus sangat tinggi, sedang, atau rendah menggunakan
metode K-Means Clustering. Pengelompokkan ini bertujuan sebagai pemberian informasi kepada pemerintah dan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menangani kasus covid 19 serta prioritas penyediaan sarana dan prasarana medis. Penelitian K-Means
Clustering dengan data yang telah
di standardisasi menggunakan
jarak Euclidean berhasil mengelompokkan kelurahan-kelurahan
di DKI Jakarta menjadi 3 Kelompok.��� ABSTRACT Covid 19 is a disease
caused by the Corona Virus, attacking the respiratory system, and worsening
the condition of a person with congenital disease. Until now, the government
has still determined the case of the COVID-19 outbreak as an emergency and
established health protocols for its citizens. DKI Jakarta is one of the
areas with the highest cases of covid 19. Therefore, this study is grouping
or clustering urban villages in DKI Jakarta province into groups of urban
villages with very high, medium, or low cases using the K-Means Clustering method . This grouping aims to provide information to the
government and as one of the considerations in dealing with COVID-19 cases as
well as prioritizing the provision of medical facilities and infrastructure.
The K-Means Clustering study with standardized data using Euclidean distance
succeeded in grouping urban villages in DKI Jakarta into 3 groups. |
|
Kata Kunci: Covid 19; Pengelompokkan;
K-Means Keywords: Covid 19;
Clustering; K-Means |
Pendahuluan
K-Means adalah salah satu
teknik dalam Data Mining
yang bertujuan untuk mengelompokkan data yang mempunyai
kemiripan karakteristik antara data yang satu dengan data lainnya (Wardhani & Khrisna, 2016).
Teknik ini bertujuan untuk meminimalkan fungsi objektif yang diatur dalam proses pengelompokkan, meminimalkan variasi suatu kelompok
dan memaksimalkan variansi antar kelompok (Maulida, 2018).
Sedangkan Data Mining adalah
suatu proses pencarian pola, hubungan, penggalian nilai tambah dari data yang berukuran besar berupa pengetahuan dengan tujuan menemukan
hubungan dan menyederhanakan
data agar didapatkan informasi
yang mudah dipahami serta bermanfaat (Abdurrahman, 2016).
Penelitian ini juga menggunakan data besar atau data dengan jumlah observasi besar, sehingga disebut dengan Big Data. Big
Data merupakan data yang melebihi
proses kapasitas dari konvensi sistem database yang ada (E. Dumbill, 2012).
Teknik / algoritma K-Means bekerja
dengan cara membagi data dalam sejumlah cluster untuk dianalisis faktor kesamaan (similarity) maupun
ketidaksamaannya (dissimilarity) yang melekat pada kumpulan data tersebut, dan selanjutnya dianalisis pola keterhubungan antar data (Larose & Larose, 2014).
Covid
19 dari awal kemunculannya hingga saat ini masih
dianggap sebagai pandemi, karena sangat banyak yang menderita dan yang meninggal karena penyakit covid 19. Serta tidak ada satu
negarapun yang tidak pernah terjangkit virus Corona
penyebab covid 19 ini. Jumlah penduduk yang dikonformasi statusnya, seperti ODP, PDP, serta positif berbeda dari satu negara dengna negara lainnya, dikarenakan perbedaan kebijakan dan kemampuan kepala negaranya dalam menangani tindakan pencegahan dan penindakan terhadap pandemi.
Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan dan mengolah
data suspek dan positif
covid 19 di kelurahan di DKI Jakarta menggunakan Data Mining yaitu
K-Means Clustering. Data akan dikelompokkan
berdasarkan kesamaan yang terdekat. Kelurahan yang jumlah kasus nya
tinggi akan berkelompok dengna kelurahan yang mirip, yaitu yang jumlah kasusnya tinggi juga. Sehingga pemerintah atau organisasi lain dapat mengetahui wilayah prioritas bantuan Covid 19 dan mengurangi dampak pandemi ini sebanyak
mungkin (Indraputra & Fitriana, 2020).
Metode Penelitian
A.
Data Penelitian
Data
yang digunakan dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yaitu jumlah suspek
dan jumlah positif Covid-19
di 267 kelurahan di DKI Jakarta pada tanggal 8 September 2020. Data yang digunakan
dalam penelitian berasal dari halaman
website Open Data Jakarta(https://data.jakarta.go.id/dataset/rekap-data-covid-19-per-kelurahan-provins
i-dki-jakarta-bulan-september-2020). Data set yang didapat
adalah riwayat Covid-19 per
kelurahan di Provinsi DKI
Jakarta pada tanggal 8 September 2020. Dataset tersebut berisi berbagai macam variabel dan merupakan penjumlahan dari variabel yang ada seperti :
ODP ( Proses Pemantauan + Selesai
Pemantauan), PDP ( Masih Dirawat
+ Pulang dan Sehat), Positif (Dirawat + Sembuh + Meninggal + Self
Isolation).
Penelitian ini dilakukan
dengan beberapa langkah: pertama, dilakukan preprocessing data yang meliputi pengumpulan data dari basis data, pembersihan
data, serta transformasi
data (Fayyad et al., 1996).
Data ditransformasi ke
dalam bentuk Z score
atau biasa disebut normalisasi. Data hasil normalisasi akan berada pada rentang 0 sampai 1. Proses normalisasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa tidak ada
parameter yang mendominasi dalam
perhitungan jarak antar data (Hann & Kamber, 2000). Tahap selanjutnya adalah
uji asumsi multikolinearitas
dengan melakukan uji pearson untuk memastikan
variabel yang digunakan tidak saling berhubungan/saling bebas.
B.
Penelitian Terkait
Berikut merupakan beberapa ������penelitian menggunakan metode k-means clustering untuk
pengelompokkan data:
|
Tahun |
Judul |
Subjek Observasi |
|
2020 |
Analisis K-Means Clustering
pada Data Sepeda Motor |
Sepeda Motor merek
Honda dan Yamaha |
|
2020 |
K-Means Clustering Data Covid-19 |
Data kasus covid-19 dari
seluruh provinsi di dunia |
|
2021 |
Clustering Kualitas Kinerja Karyawan pada Perusahaan Bahan
Kimia Menggunakan Algoritma
K-Means |
Pegawai PT Clariant
Adsorbent Indonesia |
C.
K-Means Clustering
K-Means Clustering merupakan teknik
pengelompokkan data non-hirarki
dan bersifat unsupervised (tanpa
arahan), yaitu tidak mempunyai anggota cluster yang pasti.
Namun, terkadang peneliti menentukan jumlah cluster berdasarkan
pengalaman atau melalui metode tertentu, sehingga K-Means
Clustering disebut juga sebagai
semi-supervised classification (Agusta, 2007).
Langkah pertama adalah menentukan k sebagai jumlah clusternya. Selanjutnya mengukur jarak kesamaan menggunakan jarak Euclidean. Sarwono dalam bukunya
bahwa algoritma K-Means adalah sebagai berikut (Rohmawati et al., 2015):
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Hasil Dan Pembahasan
Berdasarkan grafik jumlah kasus positif
di DKI Jakarta tahun 2020 bulan
September hingga Oktober, terjadi pelonjakan jumlah yang signifikan pada tanggal 8 September (Qomariasih, 2021).
Oleh karena itu, kejadian lonjakan tersebut akan dianalisis
dan dihasilkan tingkat keparahan di masing-masing kelurahan,
yaitu Tinggi (Parah),
Sedang, Rendah.
Berikut ditampilkan
hasil pengujian asumsi multikolinearitas bagi kedua variabel
yang digunakan (Tabel 1):
Tabel 1
Nilai VIF Variabel Suspek dan Positif Covid 19
|
Coefficients
|
||||||||||||||||||
|
Coefficients
|
Jika hipotesis bagi
uji multikolinearitas ini adalah:
H0: Tidak
terjadi multikolinearitas
H1: Terjadi
multikolinearitas
Dengan kriteria uji tolak H0 jika VIF >5, maka berdasarkan tabel 1, kesimpulannya terima H0 untuk variabel suspek maupun variabel
positif.
Penentuan jumlah cluster dengan K-Means dapat ditentukan secara subjektif oleh peneliti. Namun pada penelitian ini tetap dibuat
dendogram dari variabel jumlah suspek dan variabel jumlah positif covid 19 tiap kelurahan yang telah distandarisasi menjadi nilai Z. Dendogram dibuat dengan berbagai Linkage Method
sebagai referensi penentuan jumlah cluster
pada analisis K-Means (Grafik
1,2, dan 3). Pada Tabel 1, dendogram
dengan Average Linkage memiliki
garis yang lebih panjang dari garis lainnya yaitu ada sebanyak
3 garis pertama, sehingga kalau diambil k menjadi 4 cluster.

Grafik 1
Dendogram Kelurahan
dengan Jarak Euclid dan Average Linkage

Grafik 2
Dendogram Kelurahan dengan Jarak Euclid
dan Centroid Linkage


Gambar
3
Dendogram Kelurahan dengan Jarak Euclid
dan Complete Linkage


Penentuan jumlah cluster yang akan diambil dapat
dilihat dari panjang garis dendogram. Garis yang dekat menandakan similarity
yang paling dekat, semakin jauh dan semakin panjang garisnya, maka similarity
nya atau kesamaannya juga semakin jauh. Berdasarkan tiga grafik dendogram
di atas, maka kita bisa mengambil cluster �sebanyak 2, 3, atau 4. Agar sesuai dan relevan
dengan konteks penelitian, serta mengingat ragam yang besar dari data yang ada,
maka akan diambil jumlah cluster sebanyak 3, dengan penamaan cluster nya
yaitu parah, sedang dan rendah. Berikut merupakan hasil pengolahan menggunakan K-Means
Clustering:
Tabel 2
Informasi Jarak Cluster dengan
titik pusat
|
|
Number of |
Within |
Average |
Maximum |
|
|
|
|
|
|
|
Cluster1 |
34 |
81,952 |
1,171 |
6,623 |
|
Cluster2 |
120 |
63,070 |
0,647 |
1,783 |
|
Cluster3 |
113 |
34,409 |
0,494 |
1,111 |
|
|
|
|
|
|
Tabel 3
Informasi Pusat Cluster
|
Variable |
Cluster1 |
Cluster2 |
Cluster3 |
Grand |
|
|
|
|
|
|
|
Positif |
1,9343 |
0,1514 |
-0,7428 |
0,0000 |
|
suspek |
1,6319 |
0,2398 |
-0,7456 |
0,0000 |
Terlihat dari Tabel 2 di atas bahwa terdapat
34 kelurahan berada pada Cluster
1, 120 kelurahan berada
pada Cluster 2, dan 113 kelurahan berada pada Cluster 3. Kolom ketiga
(Within cluster sum of square) memberikan informasi jarak kuadrat antar Cluster. Kolom
keempat (Average distance from centroid) adalah jarak rata-rata tiap kelurahan pada satu cluster ke pusatnya (centroid). Sedangkan
kolom terakhir (Maximum
distance from centroid) menunjukkan jarak terjauh kelurahan
yang berada pada masing-masing cluster ke pusat clusternya.
Titik pusat (centroid)
ditampilkan pada Tabel 3.
Adapun hasil pengelompokkan
kelurahan-kelurahan di DKI Jakarta ditunjukkan melalui tabel berikut:
|
No. |
Kelurahan |
Cluster |
|
1 |
ANCOL |
2 |
|
2 |
ANGKE |
2 |
|
3 |
BALE KAMBANG |
3 |
|
4 |
BALI MESTER |
3 |
|
5 |
BAMBU APUS |
3 |
|
6 |
BANGKA |
3 |
|
7 |
BARU |
3 |
|
8 |
BATU AMPAR |
2 |
|
9 |
BENDUNGAN HILIR |
2 |
|
10 |
BIDARA CINA |
2 |
|
11 |
BINTARO |
2 |
|
12 |
BUKIT DURI |
3 |
|
13 |
BUNGUR |
3 |
|
14 |
CAKUNG BARAT |
3 |
|
15 |
CAKUNG TIMUR |
3 |
|
16 |
CAWANG |
3 |
|
17 |
CEGER |
3 |
|
18 |
CEMPAKA BARU |
1 |
|
19 |
CEMPAKA PUTIH BARAT |
1 |
|
20 |
CEMPAKA PUTIH TIMUR |
1 |
|
21 |
CENGKARENG BARAT |
2 |
|
22 |
CENGKARENG TIMUR |
1 |
|
23 |
CIBUBUR |
2 |
|
24 |
CIDENG |
2 |
|
25 |
CIGANJUR |
2 |
|
26 |
CIJANTUNG |
2 |
|
27 |
CIKINI |
3 |
|
28 |
CIKOKO |
3 |
|
29 |
CILANDAK BARAT |
2 |
|
30 |
CILANDAK TIMUR |
2 |
|
31 |
CILANGKAP |
3 |
|
32 |
CILILITAN |
2 |
|
33 |
CILINCING |
1 |
|
34 |
CIPAYUNG |
2 |
|
35 |
CIPEDAK |
2 |
|
36 |
CIPETE SELATAN |
3 |
|
37 |
CIPETE UTARA |
2 |
|
38 |
CIPINANG |
2 |
|
39 |
CIPINANG BESAR SELATAN |
3 |
|
40 |
CIPINANG BESAR UTARA |
3 |
|
41 |
CIPINANG CEMPEDAK |
3 |
|
42 |
CIPINANG MELAYU |
2 |
|
43 |
CIPINANG MUARA |
2 |
|
44 |
CIPULIR |
2 |
|
45 |
CIRACAS |
2 |
|
46 |
DUKUH |
3 |
|
47 |
DUREN SAWIT |
1 |
|
48 |
DUREN TIGA |
3 |
|
49 |
DURI KEPA |
2 |
|
50 |
DURI KOSAMBI |
2 |
|
51 |
DURI PULO |
3 |
|
52 |
DURI SELATAN |
3 |
|
53 |
DURI UTARA |
3 |
|
54 |
GALUR |
3 |
|
55 |
GAMBIR |
3 |
|
56 |
GANDARIA SELATAN |
3 |
|
57 |
GANDARIA UTARA |
2 |
|
58 |
GEDONG |
2 |
|
59 |
GELORA |
3 |
|
60 |
GLODOK |
3 |
|
61 |
GONDANGDIA |
3 |
|
62 |
GROGOL |
2 |
|
63 |
GROGOL SELATAN |
2 |
|
64 |
GROGOL UTARA |
2 |
|
65 |
GUNTUR |
3 |
|
66 |
GUNUNG |
3 |
|
67 |
GUNUNG SAHARI SELATAN |
3 |
|
68 |
GUNUNG SAHARI UTARA |
3 |
|
69 |
HALIM PERDANA KUSUMAH |
2 |
|
70 |
HARAPAN MULIA |
2 |
|
71 |
JAGAKARSA |
1 |
|
72 |
JATI |
2 |
|
73 |
JATI PADANG |
3 |
|
74 |
JATI PULO |
2 |
|
75 |
JATINEGARA |
2 |
|
76 |
JATINEGARA KAUM |
3 |
|
77 |
JELAMBAR |
2 |
|
78 |
JELAMBAR BARU |
3 |
|
79 |
JEMBATAN BESI |
2 |
|
80 |
JEMBATAN LIMA |
3 |
|
81 |
JOGLO |
3 |
|
82 |
JOHAR BARU |
1 |
|
83 |
KALI ANYAR |
2 |
|
84 |
KALI BARU |
2 |
|
85 |
KALIBATA |
2 |
|
86 |
KALIDERES |
1 |
|
87 |
KALISARI |
2 |
|
88 |
KAMAL |
3 |
|
89 |
KAMAL MUARA |
3 |
|
90 |
KAMPUNG BALI |
3 |
|
91 |
KAMPUNG MELAYU |
3 |
|
92 |
KAMPUNG RAWA |
2 |
|
93 |
KAMPUNG TENGAH |
2 |
|
94 |
KAPUK |
1 |
|
95 |
KAPUK MUARA |
3 |
|
96 |
KARANG ANYAR |
2 |
|
97 |
KARET |
3 |
|
98 |
KARET KUNINGAN |
3 |
|
99 |
KARET SEMANGGI |
3 |
|
100 |
KARET TENGSIN |
3 |
|
101 |
KARTINI |
2 |
|
102 |
KAYU MANIS |
3 |
|
103 |
KAYU PUTIH |
2 |
|
104 |
KEAGUNGAN |
3 |
|
105 |
KEBAGUSAN |
2 |
|
106 |
KEBAYORAN LAMA SELATAN |
2 |
|
107 |
KEBAYORAN LAMA UTARA |
3 |
|
108 |
KEBON BARU |
3 |
|
109 |
KEBON BAWANG |
1 |
|
110 |
KEBON JERUK |
1 |
|
111 |
KEBON KACANG |
1 |
|
112 |
KEBON KELAPA |
3 |
|
113 |
KEBON KOSONG |
2 |
|
114 |
KEBON MANGGIS |
3 |
|
115 |
KEBON MELATI |
1 |
|
116 |
KEBON PALA |
3 |
|
117 |
KEBON SIRIH |
3 |
|
118 |
KEDAUNG KALI ANGKE |
2 |
|
119 |
KEDOYA SELATAN |
3 |
|
120 |
KEDOYA UTARA |
3 |
|
121 |
KELAPA DUA |
3 |
|
122 |
KELAPA DUA WETAN |
2 |
|
123 |
KELAPA GADING BARAT |
1 |
|
124 |
KELAPA GADING TIMUR |
2 |
|
125 |
KEMANGGISAN |
2 |
|
126 |
KEMAYORAN |
2 |
|
127 |
KEMBANGAN SELATAN |
3 |
|
128 |
KEMBANGAN UTARA |
2 |
|
129 |
KENARI |
2 |
|
130 |
KERENDANG |
3 |
|
131 |
KLENDER |
1 |
|
132 |
KOJA |
2 |
|
133 |
KOTA BAMBU SELATAN |
2 |
|
134 |
KOTA BAMBU UTARA |
2 |
|
135 |
KRAMAT |
2 |
|
136 |
KRAMAT JATI |
2 |
|
137 |
KRAMAT PELA |
3 |
|
138 |
KRUKUT |
3 |
|
139 |
KUNINGAN BARAT |
3 |
|
140 |
KUNINGAN TIMUR |
3 |
|
141 |
KWITANG |
3 |
|
142 |
LAGOA |
1 |
|
143 |
LEBAK BULUS |
2 |
|
144 |
LENTENG AGUNG |
2 |
|
145 |
LUBANG BUAYA |
2 |
|
146 |
MAKASAR |
3 |
|
147 |
MALAKA JAYA |
2 |
|
148 |
MALAKA SARI |
3 |
|
149 |
MAMPANG PRAPATAN |
2 |
|
150 |
MANGGA BESAR |
3 |
|
151 |
MANGGA DUA SELATAN |
2 |
|
152 |
MANGGARAI |
3 |
|
153 |
MANGGARAI SELATAN |
3 |
|
154 |
MAPHAR |
2 |
|
155 |
MARUNDA |
3 |
|
156 |
MELAWAI |
3 |
|
157 |
MENTENG |
2 |
|
158 |
MENTENG ATAS |
2 |
|
159 |
MENTENG DALAM |
2 |
|
160 |
MERUYA SELATAN |
3 |
|
161 |
MERUYA UTARA |
2 |
|
162 |
MUNJUL |
3 |
|
163 |
PADEMANGAN BARAT |
1 |
|
164 |
PADEMANGAN TIMUR |
2 |
|
165 |
PAL MERIAM |
2 |
|
166 |
PALMERAH |
1 |
|
167 |
PANCORAN |
2 |
|
168 |
PAPANGGO |
2 |
|
169 |
PASAR BARU |
3 |
|
170 |
PASAR MANGGIS |
3 |
|
171 |
PASAR MINGGU |
2 |
|
172 |
PASEBAN |
2 |
|
173 |
PEGADUNGAN |
2 |
|
174 |
PEGANGSAAN |
1 |
|
175 |
PEGANGSAAN DUA |
1 |
|
176 |
PEJAGALAN |
2 |
|
177 |
PEJATEN BARAT |
2 |
|
178 |
PEJATEN TIMUR |
2 |
|
179 |
PEKAYON |
2 |
|
180 |
PEKOJAN |
3 |
|
181 |
PELA MAMPANG |
2 |
|
182 |
PENGADEGAN |
3 |
|
183 |
PENGGILINGAN |
1 |
|
184 |
PENJARINGAN |
1 |
|
185 |
PESANGGRAHAN |
2 |
|
186 |
PETAMBURAN |
1 |
|
187 |
PETOGOGAN |
3 |
|
188 |
PETOJO SELATAN |
2 |
|
189 |
PETOJO UTARA |
3 |
|
190 |
PETUKANGAN SELATAN |
3 |
|
191 |
PETUKANGAN UTARA |
2 |
|
192 |
PINANG RANTI |
3 |
|
193 |
PINANGSIA |
3 |
|
194 |
PISANGAN BARU |
2 |
|
195 |
PISANGAN TIMUR |
2 |
|
196 |
PLUIT |
2 |
|
197 |
PONDOK BAMBU |
1 |
|
198 |
PONDOK KELAPA |
1 |
|
199 |
PONDOK KOPI |
2 |
|
200 |
PONDOK LABU |
3 |
|
201 |
PONDOK PINANG |
2 |
|
202 |
PONDOK RANGGON |
3 |
|
203 |
PULAU HARAPAN |
3 |
|
204 |
PULAU KELAPA |
3 |
|
205 |
PULAU PANGGANG |
3 |
|
206 |
PULAU PARI |
3 |
|
207 |
PULAU TIDUNG |
3 |
|
208 |
PULAU UNTUNG JAWA |
3 |
|
209 |
PULO |
3 |
|
210 |
PULO GADUNG |
2 |
|
211 |
PULO GEBANG |
2 |
|
212 |
RAGUNAN |
2 |
|
213 |
RAMBUTAN |
2 |
|
214 |
RAWA BADAK SELATAN |
1 |
|
215 |
RAWA BADAK UTARA |
2 |
|
216 |
RAWA BARAT |
3 |
|
217 |
RAWA BUAYA |
2 |
|
218 |
RAWA BUNGA |
3 |
|
219 |
RAWA JATI |
3 |
|
220 |
RAWA TERATE |
3 |
|
221 |
RAWAMANGUN |
2 |
|
222 |
RAWASARI |
1 |
|
223 |
ROA MALAKA |
3 |
|
224 |
ROROTAN |
3 |
|
225 |
SELONG |
3 |
|
226 |
SEMANAN |
2 |
|
227 |
SEMPER BARAT |
1 |
|
228 |
SEMPER TIMUR |
2 |
|
229 |
SENAYAN |
3 |
|
230 |
SENEN |
3 |
|
231 |
SERDANG |
2 |
|
232 |
SETIA BUDI |
3 |
|
233 |
SETU |
3 |
|
234 |
SLIPI |
2 |
|
235 |
SRENGSENG |
2 |
|
236 |
SRENGSENG SAWAH |
2 |
|
237 |
SUKABUMI SELATAN |
3 |
|
238 |
SUKABUMI UTARA |
3 |
|
239 |
SUKAPURA |
1 |
|
240 |
SUMUR BATU |
2 |
|
241 |
SUNGAI BAMBU |
3 |
|
242 |
SUNTER AGUNG |
1 |
|
243 |
SUNTER JAYA |
1 |
|
244 |
SUSUKAN |
3 |
|
245 |
TAMAN SARI |
3 |
|
246 |
TAMBORA |
3 |
|
247 |
TANAH SEREAL |
2 |
|
248 |
TANAH TINGGI |
1 |
|
249 |
TANGKI |
3 |
|
250 |
TANJUNG BARAT |
2 |
|
251 |
TANJUNG DUREN SELATAN |
2 |
|
252 |
TANJUNG DUREN UTARA |
3 |
|
253 |
TANJUNG PRIOK |
2 |
|
254 |
TEBET BARAT |
2 |
|
255 |
TEBET TIMUR |
3 |
|
256 |
TEGAL ALUR |
2 |
|
257 |
TEGAL PARANG |
2 |
|
258 |
TOMANG |
2 |
|
259 |
TUGU SELATAN |
2 |
|
260 |
TUGU UTARA |
1 |
|
261 |
UJUNG MENTENG |
3 |
|
262 |
ULUJAMI |
2 |
|
263 |
UTAN KAYU SELATAN |
2 |
|
264 |
UTAN KAYU UTARA |
2 |
|
265 |
UTAN PANJANG |
2 |
|
266 |
WARAKAS |
2 |
|
267 |
WIJAYA KUSUMA |
2 |
Berdasarkan tabel di atas, kelurahan yang berada pada cluster
1 merupakan kelurahan dengan tingkat kasus covid 19 yang paling tinggi,
diikuti cluster 2 dengan
kondisi sedang, dan cluster
3 rendah.
Kesimpulan
Metode K-Means Clustering mampu
mengelompokkan kelurahan-kelurahan
di DKI Jakarta� berdasarkan tingkat keparahan Covid 19. Data diperoleh
dari publikasi pemerintah DKI Jakarta melalui website
Open Data Jakarta. Dari penelitian ini, diharapkan pemerintah dan khalayak dapat tetap waspada
khususnya jika berada atau tinggal
di kelurahan dengna tingkat keparahan yang tinggi.
Abdurrahman,
G. (2016). Clustering Data Ujian Tengah Semester (UTS) Data Mining Menggunakan
Algoritma K-Means. JUSTINDO (Jurnal Sistem Dan Teknologi Informasi
Indonesia), 1(2). Google Scholar
Agusta,
Y. (2007). K-means�penerapan, permasalahan dan metode terkait. Jurnal Sistem
Dan Informatika, 3(1), 47�60. Google Scholar
E.
Dumbill. (2012). Big Data Now Current Perspective. O�Reilly Media.
Fayyad,
U., Piatetsky-Shapiro, G., & Smyth, P. (1996). From data mining to
knowledge discovery in databases. AI Magazine, 17(3), 37. Google Scholar
Hann,
J., & Kamber, M. (2000). Data mining: concepts and techniques.
Morgan Kaufman Publish. Google Scholar
Indraputra,
R. A., & Fitriana, R. (2020). K-Means Clustering Data COVID-19. Jurnal
Teknik Industri, 10(3), 275�282. Google Scholar
Larose,
D. T., & Larose, C. D. (2014). Discovering knowledge in data: an
introduction to data mining (Vol. 4). John Wiley & Sons. Google Scholar
Maulida,
L. (2018). Penerapan Data Mining dalam Mengelompokkan Kunjungan Wisatawan ke
Objek Wisata Unggulan di Prov. DKI Jakarta dengan K-Means. JISKA (Jurnal
Informatika Sunan Kalijaga), 2(3), 167�174. Google Scholar
Qomariasih,
N. (2021). Peramalan Kasus Covid-19 di DKI Jakarta dengan Model Arima. Jurnal
Syntax Transformation, 2(6), 849�855. Google Scholar
Rohmawati,
N., Defiyanti, S., & Jajuli, M. (2015). Implementasi Algoritma K-Means
Dalam Pengklasteran Mahasiswa Pelamar Beasiswa. Jurnal Ilmiah Teknologi
Infomasi Terapan, 1(2). Google Scholar
Wardhani,
A. K., & Khrisna, A. (2016). Implementasi Algoritma K-Means untuk
Pengelompokkan Penyakit Pasien pada Puskesmas Kajen Pekalongan. J. Transform,
14(1), 30�37. Google Scholar
|
Copyright holder : Nurul Qomariasih (2021) |
|
First publication right
: This article is licensed under: |