Jurnal Syntax Transformation

Vol. 2 No. 7, Juni 2021

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

IMPLEMENTASI K-MEANS CLUSTERING ANALYSIS UNTUK MENGELOMPOKKAN KELURAHAN-KELURAHAN DI DKI JAKARTA BERDASARKAN JUMLAH POSITIF COVID-19.

 

Nurul Qomariasih

Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Email: [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

21 Juni 2021

Direvisi

2 Juli 2021

Disetujui

15 Juli 2021

 

Covid 19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona, menyerang sistem pernapasan, dan memperburuk kondisi seseorang dengna penyakit bawaan. Hingga saat ini, pemerintah masih menetapkan kasus wabah covid 19 sebagai kondisi darurat dan penetapan protokol kesehatan kepada warganya. DKI Jakarta merupakan salah satu daerah dengan kasus tertinggi covid 19. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan pengelompokkan atau clustering kelurahan-kelurahan yang ada di provinsi DKI Jakarta ke dalam kelompok kelurahan dengan kasus sangat tinggi, sedang, atau rendah menggunakan metode K-Means Clustering. Pengelompokkan ini bertujuan sebagai pemberian informasi kepada pemerintah dan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menangani kasus covid 19 serta prioritas penyediaan sarana dan prasarana medis. Penelitian K-Means Clustering dengan data yang telah di standardisasi menggunakan jarak Euclidean berhasil mengelompokkan kelurahan-kelurahan di DKI Jakarta menjadi 3 Kelompok.���

 

ABSTRACT

Covid 19 is a disease caused by the Corona Virus, attacking the respiratory system, and worsening the condition of a person with congenital disease. Until now, the government has still determined the case of the COVID-19 outbreak as an emergency and established health protocols for its citizens. DKI Jakarta is one of the areas with the highest cases of covid 19. Therefore, this study is grouping or clustering urban villages in DKI Jakarta province into groups of urban villages with very high, medium, or low cases using the K-Means Clustering method . This grouping aims to provide information to the government and as one of the considerations in dealing with COVID-19 cases as well as prioritizing the provision of medical facilities and infrastructure. The K-Means Clustering study with standardized data using Euclidean distance succeeded in grouping urban villages in DKI Jakarta into 3 groups.

Kata Kunci: Covid 19; Pengelompokkan; K-Means

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

Covid 19; Clustering; K-Means



Pendahuluan

K-Means adalah salah satu teknik dalam Data Mining yang bertujuan untuk mengelompokkan data yang mempunyai kemiripan karakteristik antara data yang satu dengan data lainnya (Wardhani & Khrisna, 2016). Teknik ini bertujuan untuk meminimalkan fungsi objektif yang diatur dalam proses pengelompokkan, meminimalkan variasi suatu kelompok dan memaksimalkan variansi antar kelompok (Maulida, 2018). Sedangkan Data Mining adalah suatu proses pencarian pola, hubungan, penggalian nilai tambah dari data yang berukuran besar berupa pengetahuan dengan tujuan menemukan hubungan dan menyederhanakan data agar didapatkan informasi yang mudah dipahami serta bermanfaat (Abdurrahman, 2016). Penelitian ini juga menggunakan data besar atau data dengan jumlah observasi besar, sehingga disebut dengan Big Data. Big Data merupakan data yang melebihi proses kapasitas dari konvensi sistem database yang ada (E. Dumbill, 2012). Teknik / algoritma K-Means bekerja dengan cara membagi data dalam sejumlah cluster untuk dianalisis faktor kesamaan (similarity) maupun ketidaksamaannya (dissimilarity) yang melekat pada kumpulan data tersebut, dan selanjutnya dianalisis pola keterhubungan antar data (Larose & Larose, 2014).

Covid 19 dari awal kemunculannya hingga saat ini masih dianggap sebagai pandemi, karena sangat banyak yang menderita dan yang meninggal karena penyakit covid 19. Serta tidak ada satu negarapun yang tidak pernah terjangkit virus Corona penyebab covid 19 ini. Jumlah penduduk yang dikonformasi statusnya, seperti ODP, PDP, serta positif berbeda dari satu negara dengna negara lainnya, dikarenakan perbedaan kebijakan dan kemampuan kepala negaranya dalam menangani tindakan pencegahan dan penindakan terhadap pandemi.

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dan mengolah data suspek dan positif covid 19 di kelurahan di DKI Jakarta menggunakan Data Mining yaitu K-Means Clustering. Data akan dikelompokkan berdasarkan kesamaan yang terdekat. Kelurahan yang jumlah kasus nya tinggi akan berkelompok dengna kelurahan yang mirip, yaitu yang jumlah kasusnya tinggi juga. Sehingga pemerintah atau organisasi lain dapat mengetahui wilayah prioritas bantuan Covid 19 dan mengurangi dampak pandemi ini sebanyak mungkin (Indraputra & Fitriana, 2020).

 

Metode Penelitian

A.     Data Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yaitu jumlah suspek dan jumlah positif Covid-19 di 267 kelurahan di DKI Jakarta pada tanggal 8 September 2020. Data yang digunakan dalam penelitian berasal dari halaman website Open Data Jakarta(https://data.jakarta.go.id/dataset/rekap-data-covid-19-per-kelurahan-provins i-dki-jakarta-bulan-september-2020). Data set yang didapat adalah riwayat Covid-19 per kelurahan di Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 8 September 2020. Dataset tersebut berisi berbagai macam variabel dan merupakan penjumlahan dari variabel yang ada seperti : ODP ( Proses Pemantauan + Selesai Pemantauan), PDP ( Masih Dirawat + Pulang dan Sehat), Positif (Dirawat + Sembuh + Meninggal + Self Isolation).

Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah: pertama, dilakukan preprocessing data yang meliputi pengumpulan data dari basis data, pembersihan data, serta transformasi data (Fayyad et al., 1996). Data ditransformasi ke dalam bentuk Z score atau biasa disebut normalisasi. Data hasil normalisasi akan berada pada rentang 0 sampai 1. Proses normalisasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa tidak ada parameter yang mendominasi dalam perhitungan jarak antar data (Hann & Kamber, 2000). Tahap selanjutnya adalah uji asumsi multikolinearitas dengan melakukan uji pearson untuk memastikan variabel yang digunakan tidak saling berhubungan/saling bebas.

B.      Penelitian Terkait

Berikut merupakan beberapa ������penelitian menggunakan metode k-means clustering untuk pengelompokkan data:

 

Tahun

Judul

Subjek Observasi

2020

Analisis K-Means Clustering pada Data Sepeda Motor

Sepeda Motor merek Honda dan Yamaha

2020

K-Means Clustering Data Covid-19

Data kasus covid-19 dari seluruh provinsi di dunia

2021

Clustering Kualitas Kinerja Karyawan pada Perusahaan Bahan Kimia Menggunakan Algoritma K-Means

Pegawai PT Clariant Adsorbent Indonesia

 

C.     K-Means Clustering

K-Means Clustering merupakan teknik pengelompokkan data non-hirarki dan bersifat unsupervised (tanpa arahan), yaitu tidak mempunyai anggota cluster yang pasti. Namun, terkadang peneliti menentukan jumlah cluster berdasarkan pengalaman atau melalui metode tertentu, sehingga K-Means Clustering disebut juga sebagai semi-supervised classification (Agusta, 2007). Langkah pertama adalah menentukan k sebagai jumlah clusternya. Selanjutnya mengukur jarak kesamaan menggunakan jarak Euclidean. Sarwono dalam bukunya bahwa algoritma K-Means adalah sebagai berikut (Rohmawati et al., 2015):

  1. Menentukan nilai k sebagai jumlah cluster yang ingin dibentuk
  2. Menentukan ilai acak untuk pusat cluster awal centroid sebanyak k untuk menghitung jarak setiap data input terhadap masing-masing centroid dengan menggunakan rumus jarak Euclid, yaitu:

 

 

 

  1. Mengelompokkan setiap data berdasarkan kedekatannya dengan centroid atau mencari jarak terkecil
  2. Memperbaharui nilai centroid baru, nilai diperoleh dari rata-rata cluster yang bersangkutan.

 

 

 

  1. Apabila data setiap cluster belum berhenti, lakukan perulangan dari langkah 2 hingga 5, sampai anggota tiap cluster tidak ada yang berubah.

 

Hasil Dan Pembahasan

Berdasarkan grafik jumlah kasus positif di DKI Jakarta tahun 2020 bulan September hingga Oktober, terjadi pelonjakan jumlah yang signifikan pada tanggal 8 September (Qomariasih, 2021). Oleh karena itu, kejadian lonjakan tersebut akan dianalisis dan dihasilkan tingkat keparahan di masing-masing kelurahan, yaitu Tinggi (Parah), Sedang, Rendah.

Berikut ditampilkan hasil pengujian asumsi multikolinearitas bagi kedua variabel yang digunakan (Tabel 1):

 

 

 

 

 

Tabel 1

Nilai VIF Variabel Suspek dan Positif Covid 19

Coefficients

Term

Coef

SE Coef

T-Value

P-Value

VIF

Constant

21,23

5,19

4,09

0,000

 

Suspek

0,3445

0,0183

18,78

0,000

1,00

Coefficients

Term

Coef

SE Coef

T-Value

P-Value

VIF

Constant

68,0

11,0

6,20

0,000

 

Positif

1,6574

0,0882

18,78

0,000

1,00

 

Jika hipotesis bagi uji multikolinearitas ini adalah:

H0: Tidak terjadi multikolinearitas

H1: Terjadi multikolinearitas

Dengan kriteria uji tolak H0 jika VIF >5, maka berdasarkan tabel 1, kesimpulannya terima H0 untuk variabel suspek maupun variabel positif.

Penentuan jumlah cluster dengan K-Means dapat ditentukan secara subjektif oleh peneliti. Namun pada penelitian ini tetap dibuat dendogram dari variabel jumlah suspek dan variabel jumlah positif covid 19 tiap kelurahan yang telah distandarisasi menjadi nilai Z. Dendogram dibuat dengan berbagai Linkage Method sebagai referensi penentuan jumlah cluster pada analisis K-Means (Grafik 1,2, dan 3). Pada Tabel 1, dendogram dengan Average Linkage memiliki garis yang lebih panjang dari garis lainnya yaitu ada sebanyak 3 garis pertama, sehingga kalau diambil k menjadi 4 cluster.

 

Grafik 1

Dendogram Kelurahan dengan Jarak Euclid dan Average Linkage

 

 

Grafik 2

Dendogram Kelurahan dengan Jarak Euclid dan Centroid Linkage

 


 

Gambar 3

Dendogram Kelurahan dengan Jarak Euclid dan Complete Linkage

 


 

 

Penentuan jumlah cluster yang akan diambil dapat dilihat dari panjang garis dendogram. Garis yang dekat menandakan similarity yang paling dekat, semakin jauh dan semakin panjang garisnya, maka similarity nya atau kesamaannya juga semakin jauh. Berdasarkan tiga grafik dendogram di atas, maka kita bisa mengambil cluster �sebanyak 2, 3, atau 4. Agar sesuai dan relevan dengan konteks penelitian, serta mengingat ragam yang besar dari data yang ada, maka akan diambil jumlah cluster sebanyak 3, dengan penamaan cluster nya yaitu parah, sedang dan rendah. Berikut merupakan hasil pengolahan menggunakan K-Means Clustering:

 

Tabel 2

Informasi Jarak Cluster dengan titik pusat

 

 

Number of
observations

Within
cluster
sum of
squares

Average
distance
from
centroid

Maximum
distance
from
centroid

 

 

 

 

 

Cluster1

34

81,952

1,171

6,623

Cluster2

120

63,070

0,647

1,783

Cluster3

113

34,409

0,494

1,111

 

 

 

 

 

 

Tabel 3

Informasi Pusat Cluster

 

Variable

Cluster1

Cluster2

Cluster3

Grand
centroid

 

 

 

 

 

Positif

1,9343

0,1514

-0,7428

0,0000

suspek

1,6319

0,2398

-0,7456

0,0000

 

Terlihat dari Tabel 2 di atas bahwa terdapat 34 kelurahan berada pada Cluster 1, 120 kelurahan berada pada Cluster 2, dan 113 kelurahan berada pada Cluster 3. Kolom ketiga (Within cluster sum of square) memberikan informasi jarak kuadrat antar Cluster. Kolom keempat (Average distance from centroid) adalah jarak rata-rata tiap kelurahan pada satu cluster ke pusatnya (centroid). Sedangkan kolom terakhir (Maximum distance from centroid) menunjukkan jarak terjauh kelurahan yang berada pada masing-masing cluster ke pusat clusternya. Titik pusat (centroid) ditampilkan pada Tabel 3. Adapun hasil pengelompokkan kelurahan-kelurahan di DKI Jakarta ditunjukkan melalui tabel berikut:

 

No.

Kelurahan

Cluster

1

ANCOL

2

2

ANGKE

2

3

BALE KAMBANG

3

4

BALI MESTER

3

5

BAMBU APUS

3

6

BANGKA

3

7

BARU

3

8

BATU AMPAR

2

9

BENDUNGAN HILIR

2

10

BIDARA CINA

2

11

BINTARO

2

12

BUKIT DURI

3

13

BUNGUR

3

14

CAKUNG BARAT

3

15

CAKUNG TIMUR

3

16

CAWANG

3

17

CEGER

3

18

CEMPAKA BARU

1

19

CEMPAKA PUTIH BARAT

1

20

CEMPAKA PUTIH TIMUR

1

21

CENGKARENG BARAT

2

22

CENGKARENG TIMUR

1

23

CIBUBUR

2

24

CIDENG

2

25

CIGANJUR

2

26

CIJANTUNG

2

27

CIKINI

3

28

CIKOKO

3

29

CILANDAK BARAT

2

30

CILANDAK TIMUR

2

31

CILANGKAP

3

32

CILILITAN

2

33

CILINCING

1

34

CIPAYUNG

2

35

CIPEDAK

2

36

CIPETE SELATAN

3

37

CIPETE UTARA

2

38

CIPINANG

2

39

CIPINANG BESAR SELATAN

3

40

CIPINANG BESAR UTARA

3

41

CIPINANG CEMPEDAK

3

42

CIPINANG MELAYU

2

43

CIPINANG MUARA

2

44

CIPULIR

2

45

CIRACAS

2

46

DUKUH

3

47

DUREN SAWIT

1

48

DUREN TIGA

3

49

DURI KEPA

2

50

DURI KOSAMBI

2

51

DURI PULO

3

52

DURI SELATAN

3

53

DURI UTARA

3

54

GALUR

3

55

GAMBIR

3

56

GANDARIA SELATAN

3

57

GANDARIA UTARA

2

58

GEDONG

2

59

GELORA

3

60

GLODOK

3

61

GONDANGDIA

3

62

GROGOL

2

63

GROGOL SELATAN

2

64

GROGOL UTARA

2

65

GUNTUR

3

66

GUNUNG

3

67

GUNUNG SAHARI SELATAN

3

68

GUNUNG SAHARI UTARA

3

69

HALIM PERDANA KUSUMAH

2

70

HARAPAN MULIA

2

71

JAGAKARSA

1

72

JATI

2

73

JATI PADANG

3

74

JATI PULO

2

75

JATINEGARA

2

76

JATINEGARA KAUM

3

77

JELAMBAR

2

78

JELAMBAR BARU

3

79

JEMBATAN BESI

2

80

JEMBATAN LIMA

3

81

JOGLO

3

82

JOHAR BARU

1

83

KALI ANYAR

2

84

KALI BARU

2

85

KALIBATA

2

86

KALIDERES

1

87

KALISARI

2

88

KAMAL

3

89

KAMAL MUARA

3

90

KAMPUNG BALI

3

91

KAMPUNG MELAYU

3

92

KAMPUNG RAWA

2

93

KAMPUNG TENGAH

2

94

KAPUK

1

95

KAPUK MUARA

3

96

KARANG ANYAR

2

97

KARET

3

98

KARET KUNINGAN

3

99

KARET SEMANGGI

3

100

KARET TENGSIN

3

101

KARTINI

2

102

KAYU MANIS

3

103

KAYU PUTIH

2

104

KEAGUNGAN

3

105

KEBAGUSAN

2

106

KEBAYORAN LAMA SELATAN

2

107

KEBAYORAN LAMA UTARA

3

108

KEBON BARU

3

109

KEBON BAWANG

1

110

KEBON JERUK

1

111

KEBON KACANG

1

112

KEBON KELAPA

3

113

KEBON KOSONG

2

114

KEBON MANGGIS

3

115

KEBON MELATI

1

116

KEBON PALA

3

117

KEBON SIRIH

3

118

KEDAUNG KALI ANGKE

2

119

KEDOYA SELATAN

3

120

KEDOYA UTARA

3

121

KELAPA DUA

3

122

KELAPA DUA WETAN

2

123

KELAPA GADING BARAT

1

124

KELAPA GADING TIMUR

2

125

KEMANGGISAN

2

126

KEMAYORAN

2

127

KEMBANGAN SELATAN

3

128

KEMBANGAN UTARA

2

129

KENARI

2

130

KERENDANG

3

131

KLENDER

1

132

KOJA

2

133

KOTA BAMBU SELATAN

2

134

KOTA BAMBU UTARA

2

135

KRAMAT

2

136

KRAMAT JATI

2

137

KRAMAT PELA

3

138

KRUKUT

3

139

KUNINGAN BARAT

3

140

KUNINGAN TIMUR

3

141

KWITANG

3

142

LAGOA

1

143

LEBAK BULUS

2

144

LENTENG AGUNG

2

145

LUBANG BUAYA

2

146

MAKASAR

3

147

MALAKA JAYA

2

148

MALAKA SARI

3

149

MAMPANG PRAPATAN

2

150

MANGGA BESAR

3

151

MANGGA DUA SELATAN

2

152

MANGGARAI

3

153

MANGGARAI SELATAN

3

154

MAPHAR

2

155

MARUNDA

3

156

MELAWAI

3

157

MENTENG

2

158

MENTENG ATAS

2

159

MENTENG DALAM

2

160

MERUYA SELATAN

3

161

MERUYA UTARA

2

162

MUNJUL

3

163

PADEMANGAN BARAT

1

164

PADEMANGAN TIMUR

2

165

PAL MERIAM

2

166

PALMERAH

1

167

PANCORAN

2

168

PAPANGGO

2

169

PASAR BARU

3

170

PASAR MANGGIS

3

171

PASAR MINGGU

2

172

PASEBAN

2

173

PEGADUNGAN

2

174

PEGANGSAAN

1

175

PEGANGSAAN DUA

1

176

PEJAGALAN

2

177

PEJATEN BARAT

2

178

PEJATEN TIMUR

2

179

PEKAYON

2

180

PEKOJAN

3

181

PELA MAMPANG

2

182

PENGADEGAN

3

183

PENGGILINGAN

1

184

PENJARINGAN

1

185

PESANGGRAHAN

2

186

PETAMBURAN

1

187

PETOGOGAN

3

188

PETOJO SELATAN

2

189

PETOJO UTARA

3

190

PETUKANGAN SELATAN

3

191

PETUKANGAN UTARA

2

192

PINANG RANTI

3

193

PINANGSIA

3

194

PISANGAN BARU

2

195

PISANGAN TIMUR

2

196

PLUIT

2

197

PONDOK BAMBU

1

198

PONDOK KELAPA

1

199

PONDOK KOPI

2

200

PONDOK LABU

3

201

PONDOK PINANG

2

202

PONDOK RANGGON

3

203

PULAU HARAPAN

3

204

PULAU KELAPA

3

205

PULAU PANGGANG

3

206

PULAU PARI

3

207

PULAU TIDUNG

3

208

PULAU UNTUNG JAWA

3

209

PULO

3

210

PULO GADUNG

2

211

PULO GEBANG

2

212

RAGUNAN

2

213

RAMBUTAN

2

214

RAWA BADAK SELATAN

1

215

RAWA BADAK UTARA

2

216

RAWA BARAT

3

217

RAWA BUAYA

2

218

RAWA BUNGA

3

219

RAWA JATI

3

220

RAWA TERATE

3

221

RAWAMANGUN

2

222

RAWASARI

1

223

ROA MALAKA

3

224

ROROTAN

3

225

SELONG

3

226

SEMANAN

2

227

SEMPER BARAT

1

228

SEMPER TIMUR

2

229

SENAYAN

3

230

SENEN

3

231

SERDANG

2

232

SETIA BUDI

3

233

SETU

3

234

SLIPI

2

235

SRENGSENG

2

236

SRENGSENG SAWAH

2

237

SUKABUMI SELATAN

3

238

SUKABUMI UTARA

3

239

SUKAPURA

1

240

SUMUR BATU

2

241

SUNGAI BAMBU

3

242

SUNTER AGUNG

1

243

SUNTER JAYA

1

244

SUSUKAN

3

245

TAMAN SARI

3

246

TAMBORA

3

247

TANAH SEREAL

2

248

TANAH TINGGI

1

249

TANGKI

3

250

TANJUNG BARAT

2

251

TANJUNG DUREN SELATAN

2

252

TANJUNG DUREN UTARA

3

253

TANJUNG PRIOK

2

254

TEBET BARAT

2

255

TEBET TIMUR

3

256

TEGAL ALUR

2

257

TEGAL PARANG

2

258

TOMANG

2

259

TUGU SELATAN

2

260

TUGU UTARA

1

261

UJUNG MENTENG

3

262

ULUJAMI

2

263

UTAN KAYU SELATAN

2

264

UTAN KAYU UTARA

2

265

UTAN PANJANG

2

266

WARAKAS

2

267

WIJAYA KUSUMA

2

 

Berdasarkan tabel di atas, kelurahan yang berada pada cluster 1 merupakan kelurahan dengan tingkat kasus covid 19 yang paling tinggi, diikuti cluster 2 dengan kondisi sedang, dan cluster 3 rendah.

 

 

 

Kesimpulan

Metode K-Means Clustering mampu mengelompokkan kelurahan-kelurahan di DKI Jakarta� berdasarkan tingkat keparahan Covid 19. Data diperoleh dari publikasi pemerintah DKI Jakarta melalui website Open Data Jakarta. Dari penelitian ini, diharapkan pemerintah dan khalayak dapat tetap waspada khususnya jika berada atau tinggal di kelurahan dengna tingkat keparahan yang tinggi.

 

BIBLIOGRAFI

 

Abdurrahman, G. (2016). Clustering Data Ujian Tengah Semester (UTS) Data Mining Menggunakan Algoritma K-Means. JUSTINDO (Jurnal Sistem Dan Teknologi Informasi Indonesia), 1(2). Google Scholar

 

Agusta, Y. (2007). K-means�penerapan, permasalahan dan metode terkait. Jurnal Sistem Dan Informatika, 3(1), 47�60. Google Scholar

 

E. Dumbill. (2012). Big Data Now Current Perspective. O�Reilly Media.

 

Fayyad, U., Piatetsky-Shapiro, G., & Smyth, P. (1996). From data mining to knowledge discovery in databases. AI Magazine, 17(3), 37. Google Scholar

 

Hann, J., & Kamber, M. (2000). Data mining: concepts and techniques. Morgan Kaufman Publish. Google Scholar

 

Indraputra, R. A., & Fitriana, R. (2020). K-Means Clustering Data COVID-19. Jurnal Teknik Industri, 10(3), 275�282. Google Scholar

 

Larose, D. T., & Larose, C. D. (2014). Discovering knowledge in data: an introduction to data mining (Vol. 4). John Wiley & Sons. Google Scholar

 

Maulida, L. (2018). Penerapan Data Mining dalam Mengelompokkan Kunjungan Wisatawan ke Objek Wisata Unggulan di Prov. DKI Jakarta dengan K-Means. JISKA (Jurnal Informatika Sunan Kalijaga), 2(3), 167�174. Google Scholar

 

Qomariasih, N. (2021). Peramalan Kasus Covid-19 di DKI Jakarta dengan Model Arima. Jurnal Syntax Transformation, 2(6), 849�855. Google Scholar

 

Rohmawati, N., Defiyanti, S., & Jajuli, M. (2015). Implementasi Algoritma K-Means Dalam Pengklasteran Mahasiswa Pelamar Beasiswa. Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan, 1(2). Google Scholar

 

Wardhani, A. K., & Khrisna, A. (2016). Implementasi Algoritma K-Means untuk Pengelompokkan Penyakit Pasien pada Puskesmas Kajen Pekalongan. J. Transform, 14(1), 30�37. Google Scholar

 

 

 

 


Copyright holder :

Nurul Qomariasih (2021)

 

First publication right :

Journal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: