|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 8, Agustus 2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR PADA HOTEL
SYARIAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Muhammad
Abdul Aziz, Unggul Priyadi
Universitas Islam Indonesia
(UII) Yogyakarta, Indonesia
Email: [email protected], [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 10 Juli 2021 Direvisi 15 Agustus 2021 Disetujui 19 Agustus 2021 |
Hotel syariah dengan pelayanan dan produk halal memiliki berbagai
keunggulan dan lebih aman bagi konsumen. Konsumen bersedia membayar jasa penginapan
hotel syariah dibandingkan dengan hotel konvensional pada tingkat harga
tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai kesediaan
membayar konsumen dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada hotel syariah di
Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini ada penelitian
kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 94
responden menggunakan purposive sampling. Data penelitian bersumber dari
penyebaran angket secara langsung dan daring pada tamu hotel syariah periode
2019-2020. Penelitian ini menggunakan analisis valuasi kontigensi dengan
pertanyaan terbuka untuk mengukur nilai kesediaan membayar konsumen dan
regresi berganda dengan persamaan kuadrat kecil biasa untuk menguji
hipotesis. Hasil menunjukkan bahwa nilai rataan kesediaan membayar pada hotel
syariah di Yogyakarta sebesar Rp 545.479. Nilai WTP yang dihasilkan lebih
besar dibanding tarif yang ditawarkan manajemen hotel syariah di Yogyakarta.
Faktor yang memengaruhi kesediaan membayar pada hotel syariah di Yogyakarta yaitu
religiusitas dan fasilitas. Variabel religiusitas dan fasilitas berpengaruh
positif signifikan, sedangkan motivasi wisata, pengetahuan, merek/citra, dan
pelayanan tidak berpengaruh. ABSTRACT Sharia hotel with halal services and product that have various advantages
and are safer for consumers. Consumers are willing to pay for sharia hotel
lodging services compared to conventional hotels at a certain price level.
This study aims to analyze the value of the willingness to pay of consumers
and the factors that influence it at sharia hotel in Special Region of
Yogyakarta. The method used in this research is quantitative research. The
research sample was 94 respondent using purposive sampling. The research data
was sourced from direct and online questionnaries from sharia hotel guests
period of 2019-2020. This study using contingent valuation analysis with open
ended question to measure the value of willingness to pay and multiple
regression with ordinary least square to test the hypothesis. The results show
that the average value of WTP at
sharia hotels in Yogyakarta is IDR 545,479. WTP value is greater than the
rate offered by sharia hotel management in Yogyakarta. Factors that
influence WTP at sharia hotel in
Yogyakarta are religiosity and facilities. The variables of religiosity and
facilities have a significant positive affect, while tourism motivation,
knowledge, brand/image, and service do not affect WTP. |
|
Kata Kunci: hotel syariah, kesediaan
membayar, valuasi kontigensi, religiusitas, fasilitas. Keywords: Sharia
hotel, willingness to pay, contingent valuation method, religiosity, facilities. |
Pendahuluan
Pariwisata
merupakan sektor yang potensial di dunia dan menjadi faktor penting dalam pendapatan devisa, penyerapan tenaga kerja, serta
infrastruktur. Pada tahun
2019 sektor menurut
laporan World Tourism and Travel Council, pariwisata
menyumbang 10,3% terhadap produk domestik (PDB) global (Christian, 2020)
Salah satu yang menjadi sorotan bagi sektor
pariwisata adalah konsumen muslim. Segmen konsumen muslim ini mendorong
pertumbuhan pariwisata
halal di berbagai negara (Battour et al., 2018)
Berbagai negara yang mengembangkan
wisata halal memiliki konsep dan prinsip berbeda namun berfokus
pada menciptakan susana
yang ramah muslim dengan menyediakan makanan yang halal, tidak mengandung babi, minuman yang tidak memabukkan, dan fasilitas ruang ibadah (Jaelani, 2018).
Laporan
Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019, Indonesia berhasil
menjadi di urutan pertama destinasi pariwisata halal bersama
Malaysia. Pencapaian ini memberikan gambaran potensi besar Indonesia di sektor pariwisata syariah dan industri pendukungnya. Salah satunya yaitu hotel yang menjadi prioritas utama tempat yang harus menyediakan layanan berbasis syariah. Di Indonesia,
Hotel Sofyan menjadi pelopor hotel syarih mulai tahun 1994, kemudian berkembang secara masif tahun
2011. Pertumbuhan hotel syariah
karena tingginya kebutuhan konsumen kelas menengah muslim. Secara umum ada lima alasan
pemilihan hotel syariah, yakni kesesuaian syariat Islam, kenyamanan, keamanan, kehalalan makanan-minuman, dan pelayanan
yang Islami (Yuswohadi, et al., 2014 dalam Junaidi, et al.,2020).
Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai salah satu daerah pengembangan
wisata syariah memiliki potensi karena secara historis
kental dengan nuansa islam, pusat
seni budaya jawa, dan memiliki kemudahan akses transportasi. Potensi wisata juga ditunjukkan dengan tingginya tingkat hunian kamar yang meningkat dari tahun 2017-2019, sedangkan pada tahun 2020 terjadi penurunan karena pandemi COVID-19.
Rata-rata tingkat hunian selama 4 tahun sebesar 54,12%, bahkan untuk hotel berbintang sebesar 68,61% (Bappeda Daerah
Istimewa Yogyakarta, 2021).
Laporan
tahun 2019 menunjukkan jumlah wisatawan yang menggunakan jasa akomodasi meningkat 16% dari tahun sebelumnya,
serta masih didominasi wisatawan nusantara sebesar 6.116.354 orang
atau 93,3% dari seluruh wisatawan. Dominasi wisatawan nusantara juga masih terlihat di tahun 2020 sebesar 1.256.196 orang atau
94,7% dari seluruh wisatawan (Bappeda Daerah Istimewa Yogyakarta, 2021). Potensi
ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan hotel syariah di DIY
karena wisatawan nusantara mayoritas beragama Islam.
Laporan
Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 peringkat
Yogyakarta sebagai destinasi
wisata syariah turun 2 peringkat karena baru terdapat
3 hotel syariah dan 7 restoran
hotel dengan sertifikat
halal (Index, I. M. T., 2019). Direktori Hotel dan Akomodasi Lain Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2019 mencatat total perusahaan penyediaan akomodasi sebanyak 1.799 usaha. Direktori tersebut tidak menyebutkan klasifikasi khusus untuk hotel syariah. Sedangkan beberapa sumber lainnya seperti tabel 1, jumlah hotel syariah dan hotel halal atau muslim friendly hotel baru sebesar 1% dari jumlah keseluruhan hotel di DIY. Kondisi ini menunjukkan
secara komersil, hotel syariah di Yogyakarta belum dapat dikembangankan secara optimal oleh investor.
Potensi
wisatawan dan hotel di Yogyakarta yang tinggi, di lain sisi berdampak pada persaingan antar hotel. Pada tingkat okupasi di bawah 60% atau ketika low season terjadi persaingan harga kamar (Wardhani & Aziz, 2018)
Harga jual yang kompetitif merupakan faktor yang strategis dalam memasarkan kamar hotel. Di sisi lain, jika harga ditentukan terlalu rendah akan menyulitkan hotel menutup biaya operasional.
Kondisi ini menjadi kendala bagi hotel syariah karena membutuhkan biaya yang lebih besar (Junaidi, 2020). Biaya ini meliputi
penyediaan makan minuman bersertifikat halal, fasilitas ibadah, kebersihan kamar, dan pembekalan aturan syariah bagi karyawan. Sedangkan studi (Jeaheng et al., 2020)
menunjukkan hotel syariah perlu meningkatkan layanan, fasilitas, dan kualitas makanan hotel.
Manajemen
hotel perlu memahami konsep elastisitas harga permintaan sebagai bahan evaluasi
jika tingkat hunian
kamar menjadi variabel yang menentukan harga maupun sebaliknya dalam teknik forecasting (Wiyasha, 2014). Pada musim liburan akan
tercipta permintaan tidak elastis, pada kondisi normal
dapat tercipta harga permintaan elastis atau peka terhadap
perubahan harga (LUKMANA, 2012).
Jika volume dan harga penjualan
dapat dikendalikan dengan baik, maka
ini dapat menambah keunggulan hotel syariah selain dari pelayanan dan produk halal yang aman bagi Muslim maupun non Muslim.
Penelitian
mengenai kesediaan membayar (WTP) tamu hotel telah dilakukan (Segovia-Pérez et al., 2019)
menunjukkan hal sebaliknya. Pada konteks hotel syariah dengan segmentasi khusus, nilai motivasi
yang tinggi berpengaruh
pada kesediaan membayar harga lebih tinggi
(Maghrifani, 2018; Stangl, et al.,
2019; Fitrianty, et al.,2020). Hotel syariah juga dipilih wisatawan muslim karena nilai-nilai yang melekat di dalamnya (Rahardi & Wiliasih, 2016)
(Sahida et al., 2011) (Mariyanti et al., 2018)
Berdasarkan
uraian yang telah dipaparkan, maka penelitian ini berfokus pada bagaimana dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi kesediaan membayar (willingness
to pay) hotel syariah di Daerah Istimewa
Yogyakarta. Variabel dan metode penelitian yang berbeda dengan terdahulu diterapkan
untuk pengembangan penelitian hotel syariah. Penelitian ini akan memberikan kontribusi pemahaman tarif, karakter
konsumen sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan produk, layanan,
pemasaran dan pengambilan kebijakan hotel syariah.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penggunaan metode penelitian tersebut dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui willingness to pay tamu
hotel syariah di D.I. Yogyakarta. Setiap
hipotesis dianalisis menggunakan SPSS Statistics 17 untuk
menguji hubungan antar variabel.
Populasi penelitian ini
adalah keseluruhan dari obyek penelitian
yang akan diteliti. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh
tamu hotel syariah di
wilayah Daerah Istimewa yang berjumlah sebanyak 20 hotel syariah. Teknik
sampling yang digunakan penyusun
dalam penelitian ini adalah metode
purposive sampling. Sampel penelitian
difokuskan pada tamu hotel syariah dengan kriteria merupakan seorang muslim dan tamu hotel syariah wilayah Daerah
Istimewa Yogyakarta pada periode Januari
2019 sampai dengan Desember 2020.
Penelitian ini, jumlah
populasi tidak diketahui secara pasti maka jumlah
sampel ditentukan menurut pertimbangan peneliti (Juliandi & Manurung, 2014). Menurut
Roschoe sebaiknya ukuran sampel di antara 30 sampai dengan 500 elemen dan harus 10 kali lebih besar dari jumlah
variabel yang akan dianalisis (Riyanto & Hatmawan, 2020) Metode lain menggunakan
formula dari Green (1991) dalam
(Hermawan & Yusran, 2017), untuk
mengetahui jumlah sampel penelitian dapat menggunakan rumus N ≥ 50+8(p), dalam hal ini p adalah
jumlah prediktor atau variabel independen.
Berdasarkan rumus tersebut, dapat dihitung
menjadi ≥
50+8(6) = 98 responden, atau
dibulatkan sebesar 100 responden.
Penelitian ini menggunakan
data primer yang bersumber langsung
dari tamu yang pernah menginap di hotel syariah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran angket (kuesioner) secara langsung dan melalui media daring
(online). Data variabel WTP diperoleh
dari responden menggunakan teknik CVM dengan cara pertanyaan
terbuka, kemudian dikonversi menjadi 5 skor nilai interval. Perinciannya adalah sebagai berikut:
Angka 1 = ≤ Rp 250.000
Angka 2 = Rp 250.001- Rp
500.000
Angka 3 = Rp 500.001- Rp
750.000
Angka 4 = Rp 750.001- Rp
1.000.000
Angka 5 = > Rp
1.000.000
Sedangkan untuk
mengukur pendapat responden yang berupa variabel motivasi, religiusitas, pengetahuan, merek, fasilitas, dan pelayanan digunakan skala Likert 1 sampai 5, dimana nilai 1 = sangat
tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju,dan
5 = sangat setuju.
Hasil
pengumpulan data dianalisis secara deskriptif untuk memberi gambaran objek yang
diteliti secara sistematis untuk
memberikan gambaran secara umum. Analisis Valuasi Kontingensi atau Contingent Valuation
Method (CVM) digunakan untuk mengukur dan menganalisa nilai
kesediaan untuk membayar (WTP) tamu hotel (Masiero, et al.. 2015, dan
Nieto-García, et al., 2020). Data valid jika nilai r hitung> r tabel (Moleong
& Edisi, 2004). Sedangkan data reliabel jika Cronbach
Alpha > 0,60 (Ghozali, 2016). Analisis data berikutnya yang digunakan adalan
analisis regresi berganda dengan
persamaan kuadrat kecil biasa atau
Ordinary Least Square (OLS) untuk menguji hipotesis.
Hipotesis diterima jika t-hitung lebih besar dari t-tabel (Ghozali, 2016).
Hasil dan Pembahasan
A. Hasil
Penelitian
Hasil analisis deskriptif
digunakan untuk mengetahui tingkat tanggapan responden. Berikut ini hasil
statistik deskriptif dari masing-masing variabel independen penelitian yang digunakan
Tabel 1
Jawaban Responden terhadap
Item-Item Pertanyaan
|
Indikator |
Skor
Jawaban |
Total |
|||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
|||
|
X1 |
F |
1 |
7 |
99 |
145 |
312 |
564 |
|
Presentase |
0,18% |
1,24% |
17,55% |
25,71% |
55,32% |
100% |
|
|
X2 |
F |
0 |
2 |
42 |
111 |
221 |
376 |
|
Presentase |
0,00% |
0,53% |
11,17% |
29,52% |
58,78% |
100% |
|
|
X3 |
F |
0 |
0 |
21 |
128 |
415 |
564 |
|
Presentase |
0,00% |
0,00% |
3,72% |
22,70% |
73,58% |
100% |
|
|
X4 |
F |
3 |
8 |
96 |
215 |
242 |
564 |
|
Presentase |
0,53% |
1,42% |
17,02% |
38,12% |
42,91% |
100% |
|
|
X5 |
F |
1 |
4 |
89 |
208 |
356 |
658 |
|
Presentase |
0,15% |
0,61% |
13,53% |
31,61% |
54,10% |
100% |
|
|
X6 |
F |
1 |
6 |
79 |
275 |
297 |
658 |
|
Presentase |
0,15% |
0,91% |
12,01% |
41,79% |
45,14% |
100% |
|
Sumber:
Data primer diolah
Berdasarkan hasil statistik deskriptif pada tabel 1 dapat diketahui
bahwa rata-rata penilaian sebagian besar responden terhadap seluruh pertanyaan menjawab sangat setuju dan setuju. Responden memiliki motivasi wisata tinggi terhadap hotel syariah. Responden memiliki religiusitas yang tinggi. Responden memiliki pengetahuan tentang hotel syariah yang sangat baik. Merek/citra hotel syariah dikenal sangat baik oleh responden. Fasilitas hotel syariah dirasakan sangat baik dan lengkap oleh responden. Pelayanan hotel syariah dirasakan sangat nyaman dan ramah oleh responden.
Tabel 2
Nilai WTP Responden Hotel Syariah
|
Kategori |
Skor |
Frekuensi |
Persentase (%) |
|
≤ 250.000 |
1 |
12 |
12,77 |
|
250.001-500.000 |
2 |
45 |
47,87 |
|
500.001-750.000 |
3 |
25 |
26,60 |
|
750.001-1.000.000 |
4 |
9 |
9,57 |
|
>
1.000.000 |
5 |
3 |
3,19 |
|
Total |
94 |
100 |
|
Sumber:
Data primer diolah
Pada
variabel WTP, hasil jawaban terbuka responden dikategorikan menjadi 5 skor nilai. Hasil statistik deskriptif pada tabel 2 dapat diketahui bahwa mayoritas penilaian responden terhadap WTP berada pada kategori Rp 250.001- Rp 500.000.
Tabel 3. Statistik WTP
Responden Hotel Syariah
|
Deskripsi |
Hasil (Rp) |
|
Sum |
51.275.000 |
|
Minimun |
150.000 |
|
Maximum |
1.500.000 |
|
Average |
545.478 |
Sumber: Data primer diolah
Hasil penelitian menunjukkan EWTP
didapatkan dugaan rataan WTP terhadap pembayaran tarif kamar per malam pada
hotel syariah di DIY sebesar Rp 545.478. Nilai tersebut mencerminkan pengalaman
dan harapan responden terhadap hotel syariah wilayah DIY yang pernah dikunjungi.
Tabel 4 Uji Validitas dan Reliabilitas
|
Item Pertanyaan |
r hitung |
r tabel |
Keterangan |
|
X1.1 |
0,601 |
0,1966 |
Valid |
|
X1.2 |
0,648 |
0,1966 |
Valid |
|
X1.3 |
0,658 |
0,1966 |
Valid |
|
X1.4 |
0,667 |
0,1966 |
Valid |
|
X1.5 |
0,625 |
0,1966 |
Valid |
|
X1.6 |
0,658 |
0,1966 |
Valid |
Sumber: Data primer diolah
Tabel 5
Uji Validitas
Religiusitas
|
Item Pertanyaan |
r hitung |
r tabel |
Keterangan |
|
X2.1 |
0,469 |
0,1966 |
Valid |
|
X2.2 |
0,757 |
0,1966 |
Valid |
|
X2.3 |
0,807 |
0,1966 |
Valid |
|
X2.4 |
0,647 |
0,1966 |
Valid |
Sumber: Data primer diolah
Tabel 6
Uji Validitas
Pengetahuan
|
Item Pertanyaan |
r hitung |
r tabel |
Keterangan |
|
X3.1 |
0,778 |
0,1966 |
Valid |
|
X3.2 |
0,659 |
0,1966 |
Valid |
|
X3.3 |
0,713 |
0,1966 |
Valid |
|
X3.4 |
0,592 |
0,1966 |
Valid |
|
X3.5 |
0,831 |
0,1966 |
Valid |
|
X3.6 |
0,763 |
0,1966 |
Valid |
Sumber: Data primer diolah
Table 7
Uji Validitas
Merek
|
Item Pertanyaan |
r
hitung |
r
tabel |
Keterangan |
|
X4.1 |
0,786 |
0,1966 |
Valid |
|
X4.2 |
0,805 |
0,1966 |
Valid |
|
X4.3 |
0,846 |
0,1966 |
Valid |
|
X4.4 |
0,872 |
0,1966 |
Valid |
|
X4.5 |
0,766 |
0,1966 |
Valid |
|
X4.6 |
0,877 |
0,1966 |
Valid |
Sumber: Data primer diolah
Tabel 8
Uji Validitas
Fasilitas
|
Item Pertanyaan |
r hitung |
r tabel |
Keterangan |
|
X5.1 |
0,719 |
0,1966 |
Valid |
|
X5.2 |
0,776 |
0,1966 |
Valid |
|
X5.3 |
0,757 |
0,1966 |
Valid |
|
X5.4 |
0,736 |
0,1966 |
Valid |
|
X5.5 |
0,818 |
0,1966 |
Valid |
|
X5.6 |
0,798 |
0,1966 |
Valid |
|
X5.7 |
0,656 |
0,1966 |
Valid |
Sumber: Data primer diolah
Tabel 9
Uji Validitas
Pelayanan
|
Item Pertanyaan |
r hitung |
r tabel |
Keterangan |
|
Pelayanan (X6) |
|||
|
X6.1 |
0,802 |
0,1966 |
Valid |
|
X6.2 |
0,727 |
0,1966 |
Valid |
|
X6.3 |
0,757 |
0,1966 |
Valid |
|
X6.4 |
0,849 |
0,1966 |
Valid |
|
X6.5 |
0,790 |
0,1966 |
Valid |
|
X6.6 |
0,817 |
0,1966 |
Valid |
|
X6.7 |
0,901 |
0,1966 |
Valid |
Sumber: Data primer diolah
Berdasarkan hasil pengujian
dapat disimpulkan bahwa baik pertanyaan-pertanyaan
variabel motivasi wisata, religiusitas, pengetahuan, merek/citra, fasilitas, dan pelayanan adalah valid.
Tabel 10
Uji Reliabilitas
|
Variabel |
Cronbach's Alpha |
Keterangan |
|
Motivasi Wisata (X1) |
0,700 |
Reliabel |
|
Religiusitas (X2) |
0,603 |
Reliabel |
|
Pengetahuan (X3) |
0,814 |
Reliabel |
|
Merek/citra (X4) |
0,903 |
Reliabel |
|
Fasilitas (X5) |
0,863 |
Reliabel |
|
Pelayanan (X6) |
0,910 |
Reliabel |
Sumber: Data primer diolah
Suatu instrumen pertanyaan
penelitaian dikatakan reliabel apabila nila Cronbach’s Alpha lebih dari 0,60. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa baik variabel
motivasi wisata, religiusitas, pengetahuan, merek/citra, fasilitas,
dan pelayanan memiliki nilai diatas 0,60 maka dapat dikatakan
bahwa semua variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah reliabel.
Pengujian hipotesis dilakukan
dengan menggunakan regresi linear berganda. Berikut ini hasil
analisis regresi berganda sebagai berikut.
Tabel 11
Hasil Analisis
Regresi Berganda
|
Variabel |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
|
B |
Beta |
|||
|
Constant |
-2,621 |
|
-1,948 |
0,055 |
|
Motivasi wisata (X1) |
-0,026 |
-0,081 |
-0,580 |
0,563 |
|
Religiusitas (X2) |
0,261 |
0,417 |
4,456 |
0,000 |
|
Pengetahuan (X3) |
-0,074 |
-0,163 |
-1,502 |
0,137 |
|
Merek/citra (X4) |
0,059 |
0,244 |
1,397 |
0,166 |
|
Fasilitas (X5) |
0,083 |
0,334 |
2,268 |
0,026 |
|
Pelayanan (X6) |
-0,041 |
-0,178 |
-1,035 |
0,303 |
|
R Square |
0,321 |
|||
|
F |
6,856 |
|||
|
Sig. |
0,000 |
|||
Sumber: Data primer diolah
Persamaan matematis pada model
dapat ditulis sebagai berikut:
Y = -2,621- 0,026 X_1 + 0,261 X_2 - 0,074 X_3+ 0,059
X_4+ 0,083 X_5- 0,041 X_6
Nilai koefisien determinasi sebesar 0,321 menunjukkan bahwa 32,1% variasi WTP (Y) dipengaruhi oleh variabel motivasi wisata (X1), religiusitas (X2), pengetahuan (X3), merek/citra (X4), fasilitas (X5) dan pelayanan (X6), sedangkan sebesar 57,9% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.
Hasil uji signifikansi simultan nilai F hitung sebesar 6,856 dengan tingkat signifinaksi 0,00. Nilai F hitung
lebih besar dari F tabel atau diatas 2,20 serta probabilitas signifikansi tersebut kurang dari 0,05, maka model regresi ini dapat digunakan
untuk memprediksi variabel WTP (Y). Variabel motivasi wisata (X1), religiusitas (X2), pengetahuan (X3),
merek/citra (X4), fasilitas (X5) dan pelayanan (X6)
secara bersama-sama berpengaruh terhadap WTP (Y).
Hasil uji parsial variabel motivasi wisata menunjukkan nilai t hitung -0,580 lebih kecil dari
t tabel 1,986 dan probabilitas
signifikansi sebesar 0,563 lebih besar dari
0,05. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi wisata secara parsial
tidak berpengaruh terhadap variabel WTP hotel syariah. Hasil uji parsial variabel religiusitas menunjukkan nilai t hitung 4,456 lebih besar dari t tabel 1,986 dan probabilitas signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari
0,05. Hal ini menunjukkan bahwa religiusitas secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap variabel WTP hotel syariah.
Hasil uji parsial variabel religiusitas menunjukkan nilai t hitung -1,502 lebih kecil dari t tabel
1,986 dan probabilitas signifikansi
sebesar 0,137 lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel WTP hotel syariah. Hasil uji parsial variabel merek menunjukkan nilai t hitung 1,397 lebih kecil dari t tabel
1,986 dan probabilitas signifikansi
sebesar 0,166 lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa merek secara
parsial tidak berpengaruh terhadap variabel WTP hotel syariah. Hasil
uji parsial variabel fasilitas menunjukkan nilai t hitung 2,268 lebih besar dari
t tabel 1,986 dan probabilitas
signifikansi sebesar 0,026 lebih kecil dari
0,05. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap variabel WTP hotel syariah. Hasil
uji parsial variabel fasilitas menunjukkan nilai t hitung -1,035 lebih kecil dari
t tabel 1,986 dan probabilitas
signifikansi sebesar 0,303 lebih besar dari
0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel WTP hotel syariah.
B. Pembahasan
1. Analisis nilai kesediaan membayar (WTP) hotel syariah di D. I. Yogyakarta
Hasil penelitian menunjukkan nilai maksimal WTP untuk menginap di hotel syariah yaitu Rp 2.000.000 menunjukkan bahwa responden bersedia membayar hotel syariah diatas tarif tertinggi yang ditawarkan operator hotel syariah
seperti ditunjukkan tabel Sedangkan nilai terendah WTP yaitu Rp 100.000 dimungkinkan karena pengalaman dan pemahaman kurang baik dari responden
terhadap hotel syariah
wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Besarnya interval
nilai WTP terendah dan tertinggi juga dimungkinkan berdasarkan pengalaman responden yang menginap di hotel syariah dengan jenis beragam baik
hotel non bintang maupun berbintang serta intensitas menginap yang masih rendah sejalan
dengan teori Nagle dan
Holden (2002) dalam (Baker & Hart, 2008). Nilai WTP
yang paling banyak disebutkan
responden adalah Rp 500.000
dengan rataan nilai Rp 574.570. Nilai rataan WTP hotel syariah masih terjangkau konsumen.
2. Pengaruh motivasi wisata terhadap kesediaan membayar (WTP) pada
hotel syariah
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi wisata tidak mempunyai
pengaruh terhadap WTP hotel
syariah. Berdasarkan hal ini maka
hipotesis 1 dinyatakan ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan
oleh (Fitrianty et al., 2020)
yang mengemukakan bahwa motivasi tidak memengaruhi keputusan menginap di hotel syariah. Tidak signifikannya pengaruh motivasi wisata terhadap WTP hotel syariah dikarenakan responden bersikap rasional. Skor rata-rata responden
menunjukkan bahwa responden memiliki motivasi wisata sangat tinggi terhadap
hotel syariah. Responden hanya menginginkan mendapatkan manfaat yang tinggi dari hotel syariah tetapi tidak sejalan dengan
tinggi atau rendahnya nilai yang bersedia dikeluarkan untuk membayar hotel syariah.
3. Pengaruh religiusitas terhadap kesediaan membayar (WTP) pada hotel syariah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel religiusitas mempunyai pengaruh terhadap WTP hotel syariah. Berdasarkan hal ini maka hipotesis
2 dinyatakan diterima.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sahida et al., 2011)
dan (Rahardi & Wiliasih, 2016)
yang mengemukakan bahwa religiusitas dapat berpengaruh positif terhadap WTP hotel syariah. Variabel religiusitas merupakan faktor internal yang mempengaruhi kesediaan membayar (WTP) hotel syariah
wilayah DIY. Tingkat religiusitas dapat
mempengaruhi sikap seorang muslim dalam memilih hotel syariah. Religiusitas mengukur sejauh apa perilaku konsumen
muslim dalam beragama. Kondisi ini memungkin mempengaruhi
sikap, nilai dan perilaku seseorang dalam hal pilihan
konsumtif.
4. Pengaruh pengetahuan terhadap kesediaan membayar (WTP) pada hotel syariah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan tidak mempunyai pengaruh terhadap WTP hotel syariah. Berdasarkan hal ini maka
hipotesis 3 dinyatakan ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan
oleh (Huda et al., 2018)
yang mengemukakan bahwa pengetahuan tidak memengaruhi keputusan menginap di hotel syariah.
Rata-rata responden menjawab
sangat setuju terhadap masing-masing indikator pertanyaan untuk variabel pengetahuan. Hal ini menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan tentang hotel syariah yang sangat baik baik.
Variabel pengetahuan tidak berpengaruh signifikan dalam penelitian ini dikarenakan hanya bersifat pengetahuan umum saja yang dimungkinkan informasi tentang hotel syariah sudah sering diterima.
5. Pengaruh merek terhadap kesediaan membayar (WTP) pada hotel syariah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa merek secara parsial
tidak berpengaruh terhadap variabel WTP hotel syariah. Berdasarkan hal ini maka
hipotesis 4 dinyatakan ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan
oleh (Mariyanti et al., 2018)
yang mengemukakan bahwa merek/citra tidak
memengaruhi keputusan menginap di hotel syariah. Responden menunjukkan rata-rata
hotel syariah di DIY memiliki
merek/citra yang sangat baik walaupun
jenis hotel (bintang dan
non bintang) beragam. Nilai
merek/citra hotel syariah di DIY akan tetap baik meskipun
nilai WTP yang diberikan besar atau kecil.
Citra/ merek adalah pandangan tentang suatu produk yang diasosiasikan dalam benak pelanggan. (Low & Lamb, 2000)
mengatakan merek adalah alasan atau
persepsi emosional pelanggan. Manfaat yang diinginkan oleh responden ketika menginap di hotel syariah DIY bukan pada faktor emosional seperti citra/merek.
6. Pengaruh fasilitas terhadap kesediaan membayar (WTP) pada hotel syariah
Hasil penelitian menunjukkan fasilitas secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap variabel WTP hotel syariah. Berdasarkan hal ini maka
hipotesis 5 dinyatakan diterima. Semakin tinggi fasilitas hotel syariah di DIY maka konsumen akan lebih
berpeluang memberikan nilai WTP yang tinggi pula. Hasil
penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rahardi & Wiliasih, 2016)
dan (Jeaheng et al., 2019)
yang menyebutkan bahwa fasilitas memiliki peranan dalam keputusan
menginap di hotel syariah. Fasilitas merupakan salah satu faktor penting
yang dapat diterima secara langsung oleh tamu hotel. Bahkan pada hotel syariah sangat dianjurkan memiliki fasilitas yang terpisah antara laki-laki dengan perempuan (Sahida et al., 2011).
Hotel syariah dengan kelas hotel berbintang memiliki fasilitas kamar, makanan minuman halal, dan fasilitas
ibadah lengkap akan lebih berpeluang mendapatkan nilai WTP yang tinggi.
7. Pengaruh pelayanan terhadap kesediaan membayar (WTP) pada hotel syariah
Hasil uji parsial variabel pelayanan menunjukkan pelayanan secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel WTP hotel syariah. Berdasarkan hal ini maka
hipotesis 6 dinyatakan ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan
oleh (Huda et al., 2018)
yang mengemukakan bahwa pelayanan tidak memengaruhi keputusan menginap di hotel syariah. Variabel pelayanan tidak berpengaruh dalam penelitian ini dikarenakan penilaian kualitas pelayanan hotel syariah di DIY bersifat umum dan sudah sesuai standar
perhotelan. Persepsi responden atas kualitas pelayanan hotel syariah tetap tinggi
apapun kondisinya. Hal ini juga didasari oleh pengalaman menginap responden di hotel, dilihat dari intensitas menginap yang masih rendah dibawah dua kali dalam setahun.
Kesimpulan
Nilai rataan
kesediaan membayar konsumen pada hotel syariah di
Daerah Istimewa Yogyakarta Rp 545.479. Nilai ini masih dianggap terjangkau bagi konsumen hotel syariah
dan dapat menjadi acuan tarif operator/manajemen hotel syariah di DIY. Konsumen bersedia membayarkan nilai tersebut agar mendapatkan fasilitas sesuai dengan prinsip-prinsip
syariah dan kebutuhan terpenuhi. Nilai tersebut juga mencerminkan pengalaman dan pengetahuan konsumen tentang harga kamar
hotel syariah di DIY.
Faktor yang memengaruhi kesediaan
membayar hotel syariah pada
hotel syariah di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu religiusitas dan fasilitas. Variabel religiusitas dan fasilitas berpengaruh positif signifikan, artinya jika masing-masing nilai variabel tersebut tinggi maka akan
berpengaruh pada nilai WTP
yang tinggi. Religiusitas merupakan faktor internal yang mengukur
sejauh apa perilaku konsumen dalam beragama. Sedangkan fasilitas merupakan salah satu faktor penting yang dapat diterima secara langsung oleh tamu hotel. Variabel lain yaitu motivasi wisata, pengetahuan, merek/citra, dan pelayanan tidak memengaruhi kesediaan membayar hotel syariah di DIY
BIBLIOGRAFI
Baker, M.,
& Hart, S. (2008). The marketing book. Routledge.Google Scholar
Battour,
M., Hakimian, F., Ismail, M., & Boğan, E. (2018). The perception of
non-Muslim tourists towards halal tourism: Evidence from Turkey and Malaysia. Journal
of Islamic Marketing. Google Scholar
Fitrianty,
R., Danurdara, A. B., & Safari, A. S. (2020). Pengaruh Motivasi, Persepsi
Dan Sikap Terhadap Keputusan Menginap Di Hotel Syariah Kota Bandung. Ensiklopedia
of Journal, 2(2). Google Scholar
Hermawan,
A., & Yusran, H. L. (2017). Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif.
Kencana. Google Scholar
Huda,
N., Zulihar, Z., & Rini, N. (2018). Faktor Yang Mempengaruhi Preferensi
Masyarakat Muslim Memilih Hotel Syariah. Ekuitas (Jurnal Ekonomi Dan Keuangan),
2(4), 490–511. Google Scholar
Jaelani,
E. (2018). Perlindungan Hukum Terhadap Wisatawan Dalam Rangka Pemanfaatan
Produk Dan Jasa Pariwisata Syariah (Halal Tourism). JES (Jurnal Ekonomi
Syariah), 3(2). Google Scholar
Jeaheng,
Y., Al-Ansi, A., & Han, H. (2019). Halal-friendly hotels: Impact of
halal-friendly attributes on guest purchase behaviors in the Thailand hotel
industry. Journal of Travel & Tourism Marketing, 36(6), 729–746. Google Scholar
Jeaheng,
Y., Al-Ansi, A., & Han, H. (2020). Impacts of Halal-friendly services,
facilities, and food and Beverages on Muslim travelers’ perceptions of service
quality attributes, perceived price, satisfaction, trust, and loyalty. Journal
of Hospitality Marketing & Management, 29(7), 787–811. Google Scholar
Juliandi,
A., & Manurung, S. (2014). Metodologi Penelitian Bisnis, Konsep dan
Aplikasi: Sukses Menulis Skripsi & Tesis Mandiri. Umsu Press. Google Scholar
Junaidi,
J. (2020). Halal-friendly tourism and factors influencing halal tourism. Management
Science Letters, 10(8), 1755–1762. Google Scholar
Low,
G. S., & Lamb, C. W. (2000). The measurement and dimensionality of brand
associations. Journal of Product & Brand Management. Google Scholar
Lukmana,
J. (2012). Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Reservasi Sewa Kamar Hotel
Berbasis Web (Studi Kasus Hotel Muria Semarang). Prodi Akuntansi Unika
Soegijapranata. Google Scholar
Mariyanti,
E., Sari, P. E., & Putri, S. L. (2018). Persepsi Konsumen Terhadap Minat
Berkunjung Pada Hotel Syariah Di Kota Padang. Menara Ekonomi IV, 1,
9–17. Google Scholar
Moleong,
L. J., & Edisi, P. (2004). Metodelogi penelitian. Bandung: Penerbit
Remaja Rosdakarya. Google Scholar
Rahardi,
N., & Wiliasih, R. (2016). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi
preferensi konsumen terhadap hotel syariah. Jurnal Syarikah: Jurnal Ekonomi
Islam, 2(1). Google Scholar
Riyanto,
S., & Hatmawan, A. A. (2020). Metode Riset Penelitian Kuantitatif
Penelitian Di Bidang Manajemen, Teknik, Pendidikan Dan Eksperimen.
Deepublish. Google Scholar
Rosida,
R. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Intensi Pembelian Kosmetik Halal. JEBIS
(Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam)| Journal Of Islamic Economics And Business,
4(2), 129–140. Google Scholar
Sahida,
W., Rahman, S. A., Awang, K., & Man, Y. C. (2011). The implementation of
shariah compliance concept hotel: De Palma Hotel Ampang, Malaysia. 2nd
International Conference on Humanities, Historical and Social Sciences, 17,
138–142. Google Scholar
Segovia-Pérez,
M., Figueroa-Domecq, C., Fuentes-Moraleda, L., & Muñoz-Mazón, A. (2019).
Incorporating a gender approach in the hospitality industry: Female executives’
perceptions. International Journal of Hospitality Management, 76,
184–193. GoogleScholar
Travel,
W., & Impact, T. E. (2012). World Travel and Tourism Council. Retrieved
September, 30, 2012. Google Scholar
Wardhani,
N. K., & Aziz, M. T. A. (2018). Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya
Manusia Berbasis Web (Studi Kasus: PT. Klik Teknologi Indonesia). Jurnal
TECHNO Nusa Mandiri, 15(2), 145–152. Google Scholar
|
Muhammad Abdul Aziz, Unggul
Priyadi (2021). |
|
First publication right: This article is licensed under: |