|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 8, Agustus 2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI
BELAJAR PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Nurhasanah
Universitas Universitas Pancasakti Bekasi, Jawa Barat. Indonesia����������
Email: [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 10 Juli 2021 Direvisi 16 Agustus 2021 Disetujui 19 Agustus 2021 |
Pendemi corona virus
disease bukan hanya berdampak pada dunia kesehatan
dan ekonomi, tetapi juga dirasakan oleh dunia pendidikan.
Kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah resmi dihentikan sementara diganti dengan School from
home (SFH). Hal ini berdampak
terhadap kecerdasan emosional peserta didik selama pembelajaran dirumah (Shool From Home). Penelitian ini di mempunyai fungsi untuk mengetahui apakah terdapat Kecerdasan Emosional pada prestasi Belajar siswa kelas 8 ( Delapan) pada mata pembelajaran Ilmu pengetahuan social SMPN 17
Bekasi. Metode penelitian
yang di gunakan pada penelitian
ini adalah deskripsif regresi yaitu suatu model pemecahan yang mencari pengaruh antara variable atau lebih. Dengan
karakteristik variable nya
yaitu variable independen
dan variable dipenden. Pemecahan
masalah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan
uji statistic dengan langkah
� langkah pengumpulan
data, klasifikasi, analisis
serta pengelolaan data
dan mebuat kesimpulan tersebut. Emotional Intelligence (EQ) begitu penting dalam dunia pendidikan saat ini, sebab
berpegaruh pada pencapaian
dan kemajuan prestasi belajar siswa. Kecerdasan emosioanl yaitu kemampuan seseorang untuk mengatur kehidupan emosinya dengan intelegensi (to manage our emotional life with
intelligence) menjaga keselarasan
emosi dan mengungkapkan (the
appropriateness of emotion and its pression) melalui
keterampilan kesadaran jiwa, motivasi jiwa, empati, dan keterampilan social. Berdasarkan
hasil penelitian dengan menggunakan SPSS (Statistika Product Servese Solution)
di ketahui bahwa persamaan regresi linier bergandanya adalah : Y = 59,474 + 0,325 X, sehingga
dapat disumpulkan bahwa Hipotesis (Ha) diterima, buktinya adalah ada pengaruh
dari kecerdasan emosional pada prestasi belajar. Dari persamaan regresi tersebut bisa di artikan yaitu dengan regresi 59,474 prestasi belajar siswa ( Y) di pengaruhi oleh peningkatan kecerdasan emosional (X) sebesar 0, 325. ABSTRACT The corona virus disease
pandemic has not only had an impact on the world of health and the economy,
but also the world of education. Face-to-face learning activities in schools
have been temporarily suspended and replaced with School from home (SFH).
This has an impact on the emotional intelligence of students during learning
at home (Shool From Home).
This research has a function to determine whether there is Emotional
Intelligence in the learning achievement of 8th graders (Eighth) in social
science subjects at SMPN 17 Bekasi. The research method used in this study is
descriptive regression, which is a solution model that seeks the influence of
one or more variables. With its variable characteristics, namely the
independent variable and the dependent variable. Problem solving in this
study uses a quantitative approach that uses statistical tests with the steps
of data collection, classification, analysis and data management and making
these conclusions. Emotional Intelligence (EQ) is so important in the world
of education today, because it affects the achievement and progress of
student achievement. Emotional intelligence is a person's ability to manage
his emotional life with intelligence (to manage our emotional life with
intelligence) maintain emotional harmony and express (the appropriateness of
emotion and its pression) through mental awareness skills, mental motivation,
empathy, and social skills. Based on the results of research using SPSS
(Statistical Product Service Solution) it is known that the multiple linear
regression equation is: Y = 59.474 + 0.325 X, so it can be concluded that the
hypothesis (Ha) is accepted, the evidence is that there is an influence of
emotional intelligence on learning achievement. From the regression equation,
it can be interpreted that the regression of 59.474 student achievement (Y)
is influenced by an increase in emotional intelligence (X) of 0.325. |
|
Kata Kunci: kecerdasan emosional dan� prestasi belajar. Keywords: emotional
intelligence and learning achievements. |
Pendahuluan
Pendidikan merupakan usaha memperoleh ilmu pengetahuan dan wawasan yang di lakukan oleh seseorang untuk mencapai cita- cita di masa yang akan datang. Setiap
orang harus memperoleh pendidikan seperti yang di terangkan dalam Undang- undang Dasar 1945 pasal 31 di jelaskan bahwa tiap tiap
warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Manfaat penelitian ini sebagai bahan
referensi yang dapat digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan masukan bagi peserta didik
untuk meningkatkan kecerdasan emosionalnya, hasil penelitian ini dapat memberikan
informasi tambahan bagi guru mengenai masalah prestasi belajar di sekolah serta diharapkan sebagai tambahan wawasan pengamalan dan pengetahuan dalam mempraktikkan ilmu dan teori tentang pendidikan
serta sebagai tambahan pengetahuan untuk bekal terjun
ke masyarakat.
Pendidikan sangat berpengaruh dari kegiatan belajar
dimana merupakan suatu proses yang dilaksanakan
orang untuk menuju suatu keinginan. Proses pembelajaran disekolah, setiap anak tentu
mengharapkan bisa memcapai prestasi yang bagus, baik dan memuaskan sesuai dengan proses yang telah di laksanakan. Prestasi belajar adalah hasil belajar yang di gapai setelah melalui
perjalanan kegiatan belajar mengajar, perjalanan pembelajaran di inginkan bias meningkatkan prestasi belajar.
Kegiatan Belajar adalah
suatu kondisi yang dengan disengaja diadakan oleh guru yang berfungsi
untuk menggapai apa yang diharapkan (Ramadhani et al., 2020).
Situasi belajar mengajar secara aktif dan melaksanakan perjalanan yang menumbuhkan dan mendorong peserta didik melakukan wawasan pengetahuan yang baru. Belajar merupakan
suatu perjalanan usaha yang dilaksanakan orang�orang
untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baik, dan baru secara keseluruhan,
sebagai bukti pengamalannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan sekitarnya.
Belajar sangat penting bagi para siswa untuk meningkatkan wawasannya, supaya peningkatan belajar belum tercapai dan maksimal karena suatu kondisi emosi
para siswa juga sangat mempengaruhi serta kondisi pemahaman siswa yang mengikuti era perkembangan kurikukulum Pendidikan
(Suciati, 2016). Suatu cara dala
mengembangkan kualitas
system pendidikan adalah dengan mempromosikan dan pengembangan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi) sejak dini dalam
pendidikan formal sebab anak didik merupakan
sumber daya manusia di masa yang akan datang (NURCHOLIS, n.d.). Indonesia dalam memajukan pendidikan dapat dilihat dari berbagai
macam, diantaranya adalah dengan mengembangkan
kurikulum-kurikulum yang sudah
ada. Tahun 2006� merupakan
berlakunya kurikulum 2006 atau yang biasa di sebut dengan KTSP,� selanjutnya pada tahun 2013 menteri pendidikan mencetuskan kembali kurikulum 2013 atau K13. Pergantian kurikulum yang terjadi dalam system pendidikan merupakan bukti bahwa lembaga pendidikan
tidak berhenti dalam pengembangan system pendidikan. Proses belajar dalam system pendidikan, guru harus mempunyai peran penting di bidang pendidikan, dalam proses pembelajaran guru menjadi suri tauladan
generasi- generasi penerus bangsa, selsain itu juga guru memiliki peranan yang sangat penting di lingkungan sekolah adalah guru sebagai fasilitator, motivator, pemacu, perekayasa pembelajaran, sebagai orang tua dan sebagai inspirasi motivasi terhadap peserta didik, sehingga akan terjadi
sebuah proses belajar dan mengajar yang kondusif.
Keberhasilan proses belajar
dan mengajar dipengaruhi
salah satunya IQ (Intelligence Quotient) dan
EQ (Emotional Intelligence). Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang dalam menata kehidupan
emosinya dengan Intelegensi (To manage our emotional life with intelligence),
menjaga keselarasan menjaga kesetabilan emosi dan pengungkapannya (The
appropriateness of emotional and is expression) kecerdasan
emosional adalah kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi stres, mengendalikan dorongan dan tidak melebih-lebihkan kebahagian mengatur suasana hati, dan menjaga supaya beban prustasi tidak melumpuhkan kemampuan untuk berfikir, berempati serta mempengaruhi sikap pada peserta didik (Uno, 2006)
Pendidikan kecerdasan emosional
dapat meringankan peserta didik dalam
menumbuhkan sikap antara lain adalah : a) disiplin, jujur dan tulus pada diri sendiri, menumbuhkan
kekuatan dan kesadaran diri, mendengarkan suara hati, bertanggung
jawab, hormat terhadap sesame. b). memantapkan jiwa, terus maju,
tekun, dan menumbuhkan isnpirasi secara kesinambungan. c) menumbuhkan watak dan kewibawaan, meningkatkan potensi, dan mengintegrasikan tujuan belajar kedalam tujuan kehidupannya. d). memanfaatkan peluang dan menciptakan masa depan yang lebih baik (Widhianningrum, 2017). Jenis kecerdasan emosi untuk menguatkan
sikap diri sendiri dan sesamanya atau istilah kecerdasan
emosioanl El (Emotional Intelligence) (Mayer et al., 2004)
mengatakan bahwa kecerdasan emosional� sebagai himpunan bagian kecerdasan social yang melibatkan
kemampuan memantau perasaan emosi baik dari diri
sendiri maupun pada orang
lain, memilah- milah semuanya, dan menggunakan informasi ini untuk
mengajarkan fikiran dan perbuatan. Hal ini berarti bahwasannya kecerdasan emosional adalah kemampuan peserta didik untuk
dapat mengenal emosi jiwa, mengendalkan
emosi jiwa, memotivasi jiwa, memahami emosi orang lain dan kemampuan untuk membimbing hubungan baik dengan orang lain. Sebagai penunjang hasil belajar anak
didik, maka pengetahuan persoalan kecerdasan emosional sangat penting di miliki oleh setiap guru agar dapat mengembangkan kecerdasan emosional anak didik.
Para siswa yang memiliki
kecerdasan emosional yang stabil bisa mengendalikan
dirinya dengan baik dalam mengikuti
perjalanan pembelajaran dan
mempunyai kesadaran yang cukup baik untuk
belajar. Hal tersebut yang bisa menjadikan salah satu penyebab peserta
didik dalam hal memdapatkan prestasi belajar dengan baik dalam
hal akademik maupun bukan akademik
(SOBIRIN, 2020)
EQ adalah kunci kesuksesan belajar siswa, pendidikan di sekolah bukan hanya
perlu pengembangan rationalintellignece adalah model
pemahaman pada umumnya di pahami siswa saja,
bahkan juga perlu mengembangkan emotional intelligence siswa yang outnya berpengaruh pada nilai prestasi belajar siswa yang dapat kita lihat dari
hasil Ujian tengeh semester siswa. Hasil belajar merupakan� kemapuan
yang di dapat oleh peserta didik melalui kegiatan
belajar, dalam kegiatan pembelajaran yang terarah, terinci, terprogram dan terkontrol yang di
sebut� kegiatan pembelajaran, manfaat dan tujuan belajar adalah dapat mencapai tujuan � tujuan pembelajaran. Di antaranya nilai belajar salah satunya, pola pola
perbuatan, sikap, pengertian, apresiasi dan keterampilan. Banyak factor yang mempengaruhi
hasil belajar salah satunya adalah kebiasaan belajar seseorang dan kecerdasan emosional hingga memungkinkan factor tersebut mempunyai hubungan dengan hasil belajar
(Pratiwi,
2017)
Pendidikan adalah bagian
yang tidak bisa di pisahkan dari kehidupan
manusia dan pendidikan juga
merupakan kunci dalam kesuksesan pembangunan. Masalah yang paling sering di temukan dalam setiap menginovasi
system pendidikan nasional merupakan tingkat kualitas dan kuantitasnya. Masalah ini sulit
di tangani secara simultan karena dalam upaya meningkatkan
kualitas, masalah kuantitas sering kali terabaikan dan sebaliknya. Karena
seperti itulah pendidikan tidak pernah berhasil dimanapun termasuk di negara maju sekalipun .
Kejadian tawuran, perkelahian, antar kelompok, antar pelajar antar agama, yang sering terjadi di negeri ini menimbulkan bahwa masih kurang
adanya perhatian terhadap kecerdasan emosional selama ini. Konflik yang timbul menggambarkan bahwa masing � masing kelompok sama sama kurang
cerdas secara emosional. Konsep kecerdasan emosioanal memang masih relative baru, oleh Karena itu belum dikenal sebagimana
kita mengenal hebatnya kecerdasan intelektual, juga belum banyak di kembangkan oleh dunia pendidikan. Sehingga konsep- konsep dan praktik pendidikan yang berlangsung masih cenderung mengutamakan kecerdasan intelektual.
Secara garis besar kecerdasan emosional berperan lebih penting daripada kecerdasan intelektual. Semakin banyak kalangan pendidikan mempercayai bahwa peserta didik yang menerima pendidikan akademi semata� tetapi
kurang pendidikan kecerdasan emosioanal jadi kemungkinan kurang mampu menghadapi� tantangan masa depan, baik sebagai
individu ataupun sebagai anggota masyarakat. Kecerdasan emosional adalah kunci pertama dalam
meraih kebahagian. Pengawasan pendidikan terhadap persoalan pengembangan kecerdasan emosional memang melalui proses belajar di harapkan dapat di capai tujuan pendidikan.
Di rasa masih belum mampu, sehingga pendidikan perlu bebenah guna meningkatanya.
Kemudian hal nya dengan mainstream masyarakat perlu dirubah bahwasanya cerdas tidak cukup
hanya cerdas Intelektual namun juga cerdas secara emosional.
Pendidikan kecerdasan emosional
seharusnya di laksanakan
pada semua jalur pendidikan baik pendidikan formal, non formal, maupun informal, masing- masing dengan
strategi dan implementasi yang sebenarnya.
Walaupun prestasi akademik sangat penting ada hal
hal lain yang lebih penting dalam kehidupan
kita. Seselarasan emosional tidak hanya berkontribusi dengan prestasi akademik, tetapi pada kesehatan fisik yang lebih baik, keluarga
bahagia dan pengalaman kerja yang memuaskan dalam kehidupan kita.
Kegiatan belajar adalah kegiatan yang paling utama dalam keseluruhan
perjalanan pendidikan. Hal tersebut mempunyai makna bahwa berhasill
tidaknya pencapaian tujuan pendidikan tujuan pendidikan banyak tergantung pada perjalanan belajar yang di alami peserta didik
secara aktif dalam kegiatan belajar baik fisik,
mental ataupun emosional . pada umumnya masyarakat memponis bahwa IQ merupakan kecerdasan yang di anggap paling utama karena selalu
menjadi tolak ukur kecerdasan seseorang ketika memasuki dunia pendidikan ataupun dunia kerja, bahkan hal tersebut
menggambarkan bahwa kecerdasan emosional juga mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan dan prestasi seseorang. Berdasarkan latar belakang ini,mak
penelitian ingin mengukur lebih jauh pengaruh kecerdasan
emosional terhadap prestasi belajar ilmu pengetahuan social kelas VIII (delapan) SMPN 17
Bekasi . Maksud tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengetahui
dan menjabarkan tentang : (1) kecerdasan emosional siswa (2) prestasi belajar ilmu pengetahuan social siswa, dan (3) pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar IPS.
Berdasarkan hasil dari latar belakang
masalah di atas, maka penulis sangat
tertarik untuk meneliti mengeinai � Pengaruh Kecerdasan
terhadap prestasi belajar siswa kelas
VIII pada mata pelajaran
IPS SMPN 17 Bekasi.
Metode penelitian
Metode yang di pergunakan pada penelitian
ini merupakan deskripsif regresi, adalah suatu model pemecahan masalah yang mencari pengaruh antara variable yaitu variable independen (variable yang mempengaruhi)
dan variable dipenden (variable yang di pengaruhi ).
Dan pemecahan masalah dalam penelitian tersebut mengenakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan uji statistic dengan langkah pengumpulan data, klasifikasi, analisis serta pengelohan data, dan menyimpulkan yang di akhiri dengan pembuatan laporan hasil penelitian . dalam penelitian tersebut, penulis memakai dua variable adalah X dan Y
Adapun variabelnya yaitu
X Y
![]()
Gambar 1
Variabel X dan Y
Keterangan :
X : Kecerdasan Emosional
Y : Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan
Sosial
Rumus yang di gunakan
untuk mengetahui jumlah sampel dari
suatu populasi yaitu rumus Taro Yamene, adalah� ����������� ![]()
Keterangan :
n : besar sampel
N : besar populasi
D : nilai presisi
atau batas toleransi kesalahan pengambilan sampel (0,05 )
Berdasarkan data jumlah
siswa kelas VIII SMPN
Bekasi di ketahui bahwa
total populasi dalam penelitian tersebut yaitu 120 peserta didik. Maka dengan
demikian berdasarkan rumus di atas maka
dapat di gambarkan bahwa jumlah sampel
dalam penelitian ini adalah :
![]()
n =![]()
n = 92,3
n = 92 Peserta Didik
Untuk menentukan jumlah sample pada setiap kelas, dapat menggunakan
cara proportional random sampling, dengan menggunakan rumus
Ni = ( Ni : N) x n
Keterangan :
ni : Jumlah sampel perkelas
Ni : Jumlah siswa
dalam kelas tersebut
n ��: sample
N ��: besaran populasi
Hasil dan pembahasan
1.
Hasil penelitian
Prestasi belajar mata pelajaran
IPS di pengaruhi oleh kecerdasan
emosional siswa, hal tersebut dapat
di lihat dari perhitungan anava sederhana� di dapat nilai p � value lebih kecil dari 0,05 dengan demikian Ho di tolak, regresi Y atau X merupakan signifikan atau kecerdasan emosional berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS, dengan kesamaan Y = 59,474 + 0,35
X, demikian hipotesis penelitian di dukung oleh data empiris.
2.
Pembahasan
Hasil dari pengujian hipotesa penelitian, menggambarkan bahwa hipotesis kerja penelitian ini dapat di terima.
Adapun pengaruh kecerdasan emosional terhadap Prestasi belajar Ilmu pengetahuan social.
Menurut (Yaumi, 2017)
Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang untuk mengatur kehidupan emosinya dengan intelegence ( to manage our emotional life with
intelligence ) ; menjaga kesetabilan
emosi dan mengungkapkan (the
appropriateness of emotion and its epression) melalui keterampilan kesadaran diri, motivasi diri, empati dan keterampilan social, adapun individu memiliki kecerdasan emosional yang tiggi, dan mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dalam segala bentuk
kondisi. Menurut sudjana dalam (Yulianingsih & Sobandi, 2017)�� �����prestasi belajar merupakan� suatu penyebab dari proses belajar dengan menggunakan alat pengukuran, yaitu berpa tes
yang di susun secara tertara, terencana, baik tes tulisan, tes lisan ataupun
tes perbuatan. Berdasarkan Urain ini, kesimpulannya bahwa emosi merupakan
suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah
laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam ataupun
dari luar dirinya, berdasarkan urain di atas dapat
di simpulkan bahwa emosi adalah suatu
perasaan yang mendukung individu untuk merespon atau bertingkah
laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dirinya ataupun
berasal dari orang lain dan
akan mempengaruhi proses fisiologis pada diri seseorang tersebut.
Keterampilan EQ juga bukan sekedar lawan
keterampilan IQ atau keterampilan kognitif, bahkan keduanya berinteraksi secara dinamis, baik pada tingkatan konseptual ataupun di dunia nyata (HM, 2016). Selain itu juga, EQ tidak seperti di pengaruhi oleh factor keturunan. Keterampilan IQ atau keterampilan kognitif yang tinggi tidak dapat
menjamin siswa untuk selalu berprestasi
baik, seperti yang di jelaskan sebelumnya bahwa peserta didik
yang mempunyai tingkat kecerdasan rasional yang tinggi memperoleh nilai rata- rata atau bahkan di bawah rata- rata yang sangat bermakna adalah sebuah kegagalan
dalam belajar. Hal ini bisa terjadi
karena kecenderungan peserta didik yang hanya menggunakan kecerdasan rasional dan tidak memberdayakan kecerdasan emosionalnya sehingga memungkinkan peserta didik mendapatkan
banyak hambatan (Mashar, 2015)
sering terjadi contohnya stress, bosan atau jenuh hal
tersebut dapat menyebabkan pada menurunnya minat dan motivasi untuk belajar. Gangguan emosional dapat menyebabkan kehidupan mental, para siswa yang
cerdas, marah atau depresi yang akan mengakibatkan kesulitan belajar (Hafni, 2005).
Orang orang yang terjebak dalam situasi ini
juga menemui kesukaran menyerap informasi dengan efesien atau efektif .
Kecerdasan emosional yang tidak di jaga dengan baik akan
mempengaruhi tingkat perkembangan emosional dalam jiwa siswa
(Mangkunegara & Puspitasari, 2015). Emosional
yang tidak dapat di control
dengan baik menimbulkan efek tidak baik pada daya fikir siswa
yang demikian akan berpengaruh juga pada kecerdasan rasional (kognitif) peserta didik. Efek bekelanjutan tersebut akan menimbulkan
pada prestasi belajar siswa yang mengalami penurunan. Kecerdasan emosional yang di maksud oleh peneliti merupakan kemampuan individu untuk mengenali perasaannya sehingga bisa mengatur dirinya
sendiri dan menimbulkan motivasi dalam dirinya untuk menumbuhkan
prestasi belajar siswa. Sementara di lingkungan social ia mampu berempati dan membimbing hubungan baik terhadap orang lain.
Berdasarkan hasil penelitian bahwasannya, Prestasi belajar mata pelajaran
ilmu pengetahuan social peserta didik di pengaruhi oleh kecerdasan siswa, hal tersebut
bisa di lihat dari perhitungan anava sederhana di dapat nilai P-value lebih kecil dari
0,05 dengan kemudian Ho ditolak, regresi Y atau X merupakan signifikan atau kecerdasan emosional berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS, dengan persamaan Y = 59,474 +
0,325 X, sehingga dapat di
Tarik dari kesimpulan bahwa hipotesis ( Ha) di terima, terbukti bahwa ada pengeruh
dari kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar. Dari persamaan regresi ini dapat di simpulkan
bahwa dengan regresi 59,474 prestasi belajar siswa (
Y) di pengaruhi oleh peningkatan
kecerdasan emosioanl ( X) sebesar 0,325
Kesimpulan
Setelah penelitian data di peroleh dengan menggunakan instrument ukur yang disusun oleh peneliti, maka dilakukan analisi data secara kuantitif, hal tersebut dilaksanakan
untuk menjawab masalah melalui pengujian terhadap hipotesis penelitian. Hasil dari pengujian hipotesis, maka dapat ditarik Prestasi
belajar mata pelajaran IPS peserta didik di pengaruhi oleh kecerdasan emosional siswa, hal tersebut
dapat di lihat dari perhitungan anava sederhana didapat nilai p-value lebih kecil dari
0,05 dengan demikian Ho di tolak, regresi Y atau X merupakan signifikan atau kecerdasan emosional mempengaruhi prestasi belajar ilmu pengetahuan
social, dengan persamaan Y
+ 59,474 + 0,325 X, demikian hipotesis
penelitian di dukung oleh
data empiris.
BIBLIOGRAFI
Hafni,
M. (2005). Studi Tentang Hubungan Antara Kemampuan Mengendalikan Emosi Dasar
Negatif Dengan Prestasi Belajar.Google Scholar
HM,
E. M. (2016). Mengelola kecerdasan emosi. Tadrib, 2(2), 198�213. Google Scholar
Kusrini,
K., Supriyadi, S., Bahri, S., Palittin, I. D., Rahayu, M., Silubun, H. A.,
& Loupatty, M. (2018). Efektivitas model pembelajaran discovery learning
berbantuan media powerpoint untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Musamus
Journal of Science Education, 1(1), 27�32. Google Scholar
Mangkunegara,
A. A. A. P., & Puspitasari, M. (2015). Kecerdasan emosi guru, stres kerja,
dan kinerja guru SMA. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran,
45(2). Google Scholar
Mashar,
R. (2015). Emosi anak usia dini dan strategi pengembangannya. Kencana. Google Scholar
Mayer,
J. D., Salovey, P., & Caruso, D. R. (2004). AUTHORS�RESPONSES:" A
further consideration of the issues of emotional intelligence". Psychological
Inquiry, 15(3), 249�255. Google Scholar
NURCHOLIS,
M. (n.d.). Bukti Penugasan Ujian Mahasiswa S3 Fakulytas Pertanian dan
Geografi UGM, serta Mahasiswa UNSOED. Google Scholar
Pratiwi,
N. K. (2017). Pengaruh tingkat pendidikan, perhatian orang tua, dan minat
belajar siswa terhadap prestasi belajar bahasa indonesia siswa smk kesehatan di
kota tangerang. Pujangga, 1(2), 31. Google Scholar
Ramadhani,
R., Masrul, M., Nofriansyah, D., Abi Hamid, M., Sudarsana, I. K., Sahri, S.,
Simarmata, J., Safitri, M., & Suhelayanti, S. (2020). Belajar dan
Pembelajaran: Konsep dan Pengembangan. Yayasan Kita Menulis. Google Scholar
Sobirin,
U. A. (2020). Analisis Kecerdasan Emosional Terhadap Prestasi Belajar Siswa
Kelas Iv Sd Negeri Jatimalang Kecamatan Arjosari Tahun Pelajaran 2019/2020.
STKIP PGRI Pacitan. Google Scholar
Suciati,
W. (2016). Kiat Sukses Melalui Kecerdasan Emosional dan Kemandirian Belajar.
Rasibook. Google Scholar
Uno,
H. B. (2006). Orientasi baru dalam psikologi penbelajaran. Google Scholar
Widhianningrum,
P. (2017). The Influence of Intellectual Intelligence, Emotional Intelligence
and Spiritual Intelligence on Understanding Magnitude of Behavioral Accounting.
Journal of Accounting and Business Education, 1(2), 191�207. Google Scholar
Yaumi,
M. (2017). Prinsip-prinsip desain pembelajaran: Disesuaikan dengan kurikulum
2013 edisi Kedua. Kencana. Google Scholar
Yulianingsih,
L. T., & Sobandi, A. (2017). Kinerja mengajar guru sebagai faktor
determinan prestasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran,
2(2), 49. Google Scholar
|
Copyright holder : Nurhasanah (2021). |
|
First publication right
: This article is licensed under: |