|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 8 Agustus, 2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
STRATEGI�
HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN CITRA PERUSAHAAN
Patricia
Gaby Pranabella, Durinta Puspasari
Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
�Jawa Timur, Indonesia�
Email : [email protected],
[email protected],
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima
10 Juli 2021 Direvisi 15 Agustus 2021 Disetujui 21 Agustus �2021 |
Strategi komunikasi perusahaan digunakan untuk membantu organisasi
menghadapi dekade berikutnya dengan strategi dan perangkat yang dimiliki
organisasi saat ini. Melalui Public
Relation atau humas strategi komunikasi perusahaan juga membantu untuk mengikuti
dan menjadi yang terdepan dalam perubahan yang mungkin berlaku di masa depan.
Karena reputasi organisasi merupakan faktor utama untuk memutuskan strategi
komunikasi yang koheren. PT. Kantor Pos Indonesia Pusat Surabaya menjadi
objek penelitian kali ini. Kantor Pos Pusat Surabaya telah membuat program-program pelayanan jasa �yang akan mengubah persepsi publiknya dari
negatif menjadi positif� yang kemudian
akan menciptakan reputasi positif di masa depan. Fokus penelitian ini adalah
untuk memahami strategi Humas yang digunakan oleh Kantor Pos Pusat Surabaya. Teori
yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Strategig Public Relations
dan reputasi untuk membentuk citra yang positif. Metode penelitian yang digunakan
deskriptif kualitatif dengan studi kasus yang dibatasi secara jelas melalui
fokus penelitian yang ada. Pengumpulan data diperoleh melalui data primer
yaitu wawancara mendalam dan observasi, data sekunder dari studi pustaka dan
dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa humas PT. Pos Indonesia
Pusat Surabaya telah menjalankan strategi PENCILS
dengan baik melalui indikator Strategi : 1)Publisitas,
2) Event (acara), 3)
News (berita), 4) Community
(keterlibatan masyarakat), 5) Inform (citra), 6)
Lobi dan negosiasi, 7) Social responbility
(tanggung jawab sosial). Indikator Citra 1) Persepsi, 2) Kognisi, 3)
Motivasi, 4) Sikap. ABSTRACT Corporate
communication strategies are used to help organizations face the next decade
with the strategies and tools that organizations have today. Through Public
Relations or public relations the company's communication strategy also helps
to follow and be at the forefront of changes that may occur in the future.
Because the reputation of the organization is the main factor to decide on a
coherent communication strategy. PT. The Central Indonesia Post Office in
Surabaya is the object of this research. The Surabaya Central Post Office has
created service programs that will change its public perception from negative
to positive which will then create a positive reputation in the future. The
focus of this research is to understand the PR strategy used by the Surabaya
Central Post Office. The theory used in this research is the theory of
Strategic Public Relations and reputation to form a positive image. The research
method used is descriptive qualitative with case studies that are clearly
demarcated through the existing research focus. Data collection was obtained
through primary data, namely in-depth interviews and observations, secondary
data from literature studies and documentation. The results of this study
indicate that the PR of PT. Pos Indonesia Pusat Surabaya has implemented the
PENCILS strategy well through Strategy indicators: 1) Publicity, 2) Event
(events), 3) News (news), 4) Community (community involvement), 5) Inform
(image), 6) Lobby and negotiation, 7) Social responsibility (social
responsibility)). Image Indicators 1) Perception, 2) Cognition, 3)
Motivation, 4) Attitude. |
|
Kata Kunci: citra perusahaan; hubungan
masyarakat; strategi Keywords: corporate
image; public relations;
strategy |
Pendahuluan
Hubungan Masyarakat (Humas) atau yang lebih
dikenal dengan istilah Public Relations nampaknya bukan suatu yang asing
lagi.� Peran HUMAS sangat dibutuhkan
untuk menciptakan suatu hubungan dengan publik sehingga menjadi utama dalam
mewakili institusi, organisasi, dan perusahaan sehingga tercipta hubungan yang
saling memahami, dan harmonis dengan masyarakat. Tidak hanya menjalin hubungan
yang baik, fungsi HUMAS dalam manajemen adalah fungsi yang mempertahankan dan
membangun hubungan yang bermanfaat antara organisasi dengan publik yang dapat
berpengaruh pada� kegagalan atau
kesuksesan organisasi tersebut. Dengan kata lain HUMAS mendukung kegiatan
manajemen dalam mencapai tujuan organisasi (Lela, N. & Rustiana, 2018)
Perencanaan strategi hubungan masyarakat
(Humas) mencakup semua aktivitas penyusunan hubungan baik kegiatan ke dalam
maupun kegiatan ke luar antara instansi dan masyarakat yang memiliki tujuan
untuk mencapai saling percaya dan memahami (Ruslan, 2010)
Adapun dalam pelaksanaannya, HUMAS harus mempunyai strategi dalam membangun
citra. Strategi itu sendiri menurut (Morissan, 2008)
didefinisikan� sebagai penentuan tujuan jangka
panjang perusahaan dan memutuskan arah tindakan serta mendapatkan sumber-sumber
yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Menurut (Ruslan, 2010)
salah satu bagian dari strategi adalah rencana (plan), rencana tersebut
dapat dikatakan suatu perencanaan (planning), sedangkan perencanaan itu
sendiri �termasuk salah satu fungsi dasar
proses manajemen. Planning dan proses manajemen adalah poin penting dalam strategi
agar dapat mencapai tujuan. Dapat dikatakan strategi itu sendiri adalah penentu
arah� dan target sebuah institusi atau
lembaga.
Pencapaian rencana dan tujuan instansi
memerlukan strategi humas. Proses humas harus mementingkan visi dan misi agar tujuan
yang diinginkan dapat tercapai. Tujuan Public Relations� adalah memelihara perusahaan agar citra yang
baik dapat ditingkatkan dan diciptakan melalui situasi yang sesuai dengan
kondisi masyarakat dan memperbaiki jika image rusak atau menurun. Citra itu
sendiri berkaitan dengan tanggapan atau penilaian masyarakat yang berhubungan dengan
adanya� kesan dan simpati yang baik dan
memberikan keuntungan terhadap�
institusi� yang dipercayakan kepada
public relations.
PT. Pos Indonesia merupakan Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang bergerak dibidang jasa, kurir, logistik, dan transaksi keuangan.
PT. Pos Indonesia pertama kali didirikan pada 26 Agustus 1746 di Batavia oleh
Gubernur Jendral G. W. Baron. PT. Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya
merupakan salah satu anak cabang dari PT. Pos Indonesia. Pada awal berdirinya
275 tahun yang lalu pelayanan jasa pos masih digunakan dan dimanfaatkan oleh
masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu kemajuan teknologi dan era digitalisasi
maka turut mempengaruhi perkembangan dan layanan PT. Pos Indonesia Pusat Kebon
Rojo Surabaya saat ini. Masalah yang dihadapi PT. Pos Indonesia Pusat Kebon
Rojo Surabaya saat ini adalah berkurangnya minat pengguna jasa pos karena
perubahan kultur serta trend usaha yang berdatangan yang terlihat dengan adanya
pesaing atau tandingan ekspedisi paket dari pihak swasta antara lain J&T
Express, Sicepat, JNE, Ninja Express, Shopee Express, dan lain-lain. Kompetitor
tersebut memiliki kelebihan dalam promosi karena support dari investor asing yang
masuk ke Indonesia sehingga budget untuk promosi dengan biaya tinggi bisa tercapai
sehingga masyarakat lebih mengenal mereka dibanding layanan PT. Pos Indonesia
Pusat Kebon Rojo Surabaya. Kondisi seperti ini menimbulkan penurunan income
pada PT. Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya karena paradigma yang
berkembang sejak lama bahwa layanan pos itu masyarakat mengenal hanya berkirim
surat, barang, dan wessel. Dengan kemajuan teknologi dan era digitalisasi, surat
menyurat sudah tergantikan dengan SMS (Short Message System),� permintaan masyarakat juga menginginkan akses
yang mudah bisa terima barang COD (Cost On Delivery), pelayanan
pelanggan 24 jam, dan akses tanpa batas atau online.
Permasalahan tersebut ternyata menimbulkan
berkurangnya kepercayaan di kalangan masyarakat untuk menggunakan layanan pos
dan beralih untuk menggunakan layanan swasta yang lebih canggih. Sehingga
mempengaruhi citra perusahaan yang terdapat di PT. Pos Indonesia Pusat Kebon
Rojo Surabaya. Padahal PT. Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya saat ini
juga sudah mengejar ketinggalan dengan menambah fitur-fitur layanan yang baru,
tidak hanya sekedar mengirim surat atau dokumen dan wessel, pengiriman barang
atau paket dalam bentuk kecil, paket atau kontainer di seluruh Indonesia, bahkan
luar negeri juga dapat diakses. Bahkan sekarang menambah fitur baru seperti perbankan
yaitu bisa kirim uang atau transfer, beli pulsa token listrik atau data, bayar
pajak, perpanjangan SIM, pembayaran kepada merchat shopee, lazada, dan lain-lain,
bayar listrik, air, dan telpon juga dapat dilakukan di PT. Pos Indonesia Pusat
Kebon Rojo Surabaya.
Penelitian ini didukung� oleh (Santari, A.N. & Sunarya, 2017)
�yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa
tim Humas telah menjalankan fungsi Humas dengan menggunakan strategi PENCILS
(Publisitas, Acara, Berita, Keterlibatan dalam Masyarakat, Inform atau Citra,
Lobi dan Negosiasi, Tanggung Jawab sosial). Penelitian serupa juga dilakukan
oleh (Purwo, R.H.S. & Puspasari, 2020)
yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa peran Humas BPSDM di Provinsi Jawa
Timur yaitu sebagai fasilitator komunikasi, expert advisor, fasilitator problem
solving, dan teknisi komunikasi sudah berjalan dengan baik.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Santari, A.N. & Sunarya, 2017)
hanya melakukan penelitian dalam strategi humas melalui PENCILS dalam
penyebaran smart card. Kali ini penulis memadukan strategi humas melalui
PENCILS sebagai stimulus atau rangsangan untuk menaikkan citra melalui proses pembentukan
citra yaitu Persepsi-Kognisi-Motivasi-Sikap sebagai indikator Citra. Pentingnya
penelitian ini dilakukan �untuk mendapatkan
kepercayaan masyarakat pada PT. Pos Pusat Kebonrojo Surabaya ditengah
persaingan degan perusahaan layanan swasta �yang sejenis.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan
dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi hubungan masyarakat
dalam meningkatkan citra perusahaan (studi pada PT. Pos Indonesia Pusat Kebon
Rojo Surabaya).
Thomas L. Harris
mendefinisikan Marketing Humas adalah kegiatan Public Relations �yang mendukung tujuan pemasaran. Lebih lanjut
secara konsep dituangkan sebagai PENCILS atau singkatan dari (Publication, Event, News, Community
Involvement, Image/Inform, Lobying and Negotiating, Social responsibility)
Humas terkait dalam menjalankan fungsi dan perannya harus sesuai dengan kaidah
yang didalam konsepnya memiliki bagian-bagian yang saling terkait dalam praktek
kerja Public Relations. Jika
diuraikan secara rinci terdapat komponen penting dari Public Relation PENCILS, antara lain: 1) Publikasi dan publisitas (publications and publicity). Tugas dan
fungsi Public Relations yaitu
mengadakan publikasi atau mengumumkan informasi melalui berbagai media tentang
aktivitas organisasi atau perusahaan, agar diketahui oleh masyarakat. Kemudian
setelah itu Humas juga
menciptakan publikasi untuk mendapat respon positif secara lebih luas dari
publik; 2) Penyusunan program acara (event).
Public Relations juga mengagendakan
beberapa kegiatan dalam jangka waktu, tempat, dan objek tertentu yang secara
khusus untuk mempengaruhi masyarakat. Ada beberapa jenis event (calender event, special event, moments event);
3) News (membuat berita). Membuat
pemberitaan diupayakan melalui bulletin,news letter, dan press release dan
lain-lain yang hal ini selalu menunjuk pada cara penulisan 5W+1H (Who, What,
Where, When, Why, dan How). Tehniknya menggunakan
sistematika� �piramida terbalik�. Di
tengah batang berita selalu ditujukan hal yang paling penting; 4) Komunitas
kepedulian (community involvement).� Humas memiliki tugas dan kewenangan untuk
membuat komunikasi� dengan kelompok
masyarakat, untuk membina keakraban yang baik (community relations dan humanity relations) bersama lembaga atau organisasi
yang diwakilinya; 5) Menginformasikan citra (inform or image).� Humas
memiliki fungsi utama , yaitu dengan menarik perhatian masyarakat atau
memberikan sesuatu pada khalayak publik� agar
bisa mendapatkan citra yang baik. Proses dari �nothing� menjadi� �something�. Dari yang tidak mengerti
menjadi mengerti, sesudah mengerti menjadi suka, lalu kemudian diharapkan
muncul sesuatu (something) yang bisa
disebut citra; 6) Negosiasi dan pendekatan (lobbying
and negotiating). Kemampuan yang ditujukan dengan mendekati seseorang
sebagai individu, dan keterampilan menegosiasikan sesuatu amat dibutuhkan bagi
seorang humas profesional, agar semua konsepsi, dan tujuan dapat terencana
dalam pelaksanaan acara sehingga dapat mewujudkan keinginan dari seseorang dan
institusi. Agar tercipta sesuatu yang dapat memberi keuntungan satu sama lain (win-win solution); 7) Pertanggung
jawaban kepada masyarakat (social
responsibility). Humas bukan hanya merencanakan keuntungan bagi organisasi
atau lembaga serta tokoh yang diwakilinya, tetapi juga memberikan kontribusi dan
peduli kepada masyarakat. Aspek ini menjadi penting, agar menumbuhkan dan
memperoleh empati dan simpati dari kalangan masyarakat. Berikutlah yang tertera
dalam teori Public Relations dapat
dikatakan sebagai social marketing (Soemirat & Ardianto, 2017).
Citra yaitu pandangan yang didapat individu
melalui ilmu dan pemahaman mengenai kenyataan.�
Pembentukan citra dipengaruhi dari komunikasi efek kognitif. Citra dibentuk
melalui ilmu pengetahuan dan berita yang diterima, agar citra seseorang dapat
dipahami dalam sebuah objek dan dapat dilihat melalui sikap terhadap objek
tersebut. (Soemirat & Ardianto, 2017).
Adapun model pembentukan citra dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1.
Model Pembentukan Citra Pengalaman Mengenai Stimulus
����� Sumber: Soemirat & Ardianto (2017)
Humas dalam public
relations dilukiskan sebagai input-output, proses pembentukan image ini
melalui proses intern yang memberikan masukan atau input stimulus atau
rangsangan,sehingga diperoleh output atau tanggapan perilaku tertentu. Model terbentuknya
citra ini terlihat dari rangsangan yang berasal dari luar untuk mempengaruhi
respon. Individu dapat menolak atau menerima stimulus tersebut. Walter Lipman
dalam �picture in our head� membagi
citra melalui empat komponen yaitu persepsi-kognisi-motivasi-sikap. 1) Persepsi
bila dikaitkan dengan proses pemaknaan dapat diartikan sebagai hasil pemantauan
pada unsur lingkungan dengan kata lain�
individu akan memperoleh pengalamannya mengenai stimulus rangsangan dari
apa yang diterima. 2)� Kognisi didapat
dari kepercayaan diri melalui individu pada rangsangan stimulus. Informasi yang
diberikan kepada individu harus cukup untuk menimbulkan perkembangan kognisi.
3) Motivasi dari sikap akan menimbulkan tanggapan sesuai stimulus yang
diberikan. Motif adalah dorongan dari individu dalam menjalankan aktivitas agar
tujuan tercapai. 4) Sikap diartikan sebagai berpikir, berpersepsi,
kecenderungan melakukan sesuatu, dan merasa dalam menghadapi ide, objek, nilai,
atau situasi (Soemirat & Ardianto, 2017).
Metode Penelitian
Hasil dan Pembahasan
1.
Strategi Hubungan Masyarakat dalam Meningkatkan Citra
Perusahaan (Studi pada PT.Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya)
Hasil dan pembahasan
untuk strategi hubungan masyarakat dalam meningkatkan citra perusahaan (studi
pada PT. Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya) dapat dipaparkan sebagai
berikut. Berdasarkan indikator dari stategi Humas terdiri dari:
a.
Publications and Publicity (Publikasi
dan Publisitas)
Publisitas setiap tugas
dan fungsi humas adalah menyebarluaskan informasi atau menyelenggarakan publikasi� melalui berbagai media tentang kegiatan organisasi
atau perusahaan yang pantas untuk diketahui publik.
�
Gambar 2.
Persentase Publications And Publicity
Sumber: data diolah peneliti (2021)
Berdasarkan
gambar 2 dari angket yang telah disebarkan melalui google form, terkait Humas
PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya sudah menyebarluaskan informasi melalui
berbagai media tentang kegiatan perusahaan, dapat diketahui bahwa 55% pegawai menyatakan
sangat setuju, 40% setuju, 3% ragu-ragu, dan 2% tidak setuju. Hal ini diperkuat
dengan hasil wawancara dan triangulasi sumber yang menyatakan bahwa publikasi
yang dilakukan oleh Humas PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya merupakan
langkah awal yang baik dengan menggandeng media Radio Suara Surabaya, koran
Jawa Pos, dan majalah serta media sosial dengan menyebarluaskan kegiatan
kantor pos yang berkaitan dengan layanan produk dan perkembangan layanan yang
terbaru dan update yang bisa diakses oleh
masyarakat. PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya juga
melakukan sosialisasi melalui media elektronik dengan acara bincang-bincang di
radio dan TV Surabaya serta melalui pameran. Publikasi yang dilakukan PT. Pos
Pusat Surabaya juga mengalami kendala terhadap biaya bila memasukkan iklan di TV
secara massif dan terus menerus biayanya terlalu mahal, tetapi apabila
dilakukan melalui selebaran poster secara konvensional juga tidak efektif. Maka
Langkah yang diambil oleh PT. Pos Pusat Surabaya adalah upaya pendekatan
melalui media sosial.
Sarana komunikasi yang dapat digunakan dalam �the power Public Relations Schools, melalui paid advertisement menggunakan radio, website, email, komunikasi yang proaktif serta press release. Penggunaan media sosial
mempunyai beberapa fungsi yang bermanfaat bagi setiap penggunanya. Salah satu
fungsinya dalam hal komunikasi. Dengan menggunakan media sosial, komunikasi
dapat lebih efektif dan efisien. Menurut pendapat peneliti keprofesionalan dalam setiap media publikasi
dilakukan dengan cara yaitu menunjuk seorang staf yang bertanggung jawab untuk
mengupdate isi informasi media yang
bersangkutan. Jika melihat dari sisi isi atau konten media publikasi tersebut
harus selalu aktual dan relevan sesuai dengan kebutuhan para pencari informasi.
Penelitian ini didukung oleh (Rahmatunisa,S. & Febriani, 2019)
yang menyatakan melalui aplikasi yang diunggah di media sosial membuat
segalanya menjadi praktis dan mudah yaitu memberikan hasil atau manfaat bagi
Muklay dalam berkomunikasi dengan pengikutnya yang tidak dapat melihat karyanya
secara langsung. Dengan mengunggah foto dari karya Muklay, pengikutnya di instagram
tetap dapat melihat karyanya walaupun tidak datang langsung ke tempat
berlangsungnya acara tersebut. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Aprinta, 2014)
menunjukkan bahwa prosentase partisipan 95% lebih suka mengakses berita atau
artikel dari internet.
(Wahid & Puspita, 2017)
dalam penelitiannya publikasi melalui branding merk dapat menumbuhkan
kepercayaan hingga mengubah pola pikir masyarakat. Disamping itu penggunaan media
sosial yang terkait dengan smartphone
dapat mendukung publikasi. Senada dengan hal tersebut, penelitian (Ismaulidina,I. , Hasibuan, E.J. & Hidayat, 2020)
juga menunjukkan bahwa ingatan atau memory masyarakat dapat ditumbuhkan
melalui pengulangan berita yang disiarkan radio secara terus menerus hal ini
diperkuat melalui hasil yang ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah calon haji
dan umroh setiap tahunnya.
b.
Event (Penyusunan Program Acara)
Sejumlah
event diadakan untuk mendekatkan diri pada khalayak atau masyarakat pada
umumnya untuk memperkenalkan atau mempopulerkan sesuatu untuk menarik perhatian
masyarakat melalui produk atau jasa.

Gambar 3. Persentase Event (Penyusunan Program Acara)
Sumber: data diolah peneliti (2021)
Berdasarkan gambar 3 dari angket yang telah disebarkan
melalui google form, terkait Humas PT Pos Indonesia
Pusat Kebon Rojo Surabaya selalu
merancang regular event pada bulan tertentu
sepanjang tahun, dapat diketahui bahwa 54%
pegawai menyatakan sangat setuju, 44% setuju, dan 2% tidak setuju. Hal ini diperkuat
dengan hasil wawancara dan triangulasi sumber yang menyatakan bahwa Humas PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya
juga mendesain acara-acara terpilih dalam periode tempat dan objek tertentu
secara khusus. Sebelum pandemic covid- 19 banyak event yg selalu diikuti PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya per bulan atau triwulan, seperti:
pameran di mall pusat perbelanjaan, event di Jatim Expo, acara yang diadakan
Pemkot dan Pemda juga sering diikuti, bersama Kominfo juga sering mengadakan
kegiatan-kegiatan seminar.
Menurut pendapat peneliti, moment event merupakan salah satu strategi
yang dapat menarik perhatian masyarakat, melalui
event tersebut perusahaan dapat
memperkenalkan dan membentuk opini publik terhadap produk. Hal ini juga menjelaskan tujuan dari event salah satunya yaitu melalui ajang
khusus yang dirancang secara kreatif dan menarik diharapkan mendapat feed back
�dengan mendapatkan partner atau
new comer dalam bisnis. Hal ini juga dibuktikan dengan bertambahnya
jumlah pengikut di media sosial yang mengalami peningkatan melalui program atau
kegiatan event yang diselenggarakan.
Penelitian ini didukung oleh (Yasril et al., 2020)
menunjukkan bahwa sebuah acara atau event
yang direncanakan untuk mendapatkan perhatian masyarakat akan memberikan
pengalaman kepada masyarakat yang mengikuti event
tersebut.

Gambar 4. Event Bumn� Bersama Cheers Water ������
Sumber:
https://www.instagram.com/kantorpossurabaya60000/
c.
News (Menciptakan Berita)
Gambar 5. �Persentase News (Menciptakan Berita)
Sumber: data diolah
peneliti (2021)
Berdasarkan gambar 5 dari angket yang telah
disebarkan melalui google form,
terkait Humas PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya selalu menciptakan
berita melalui press release, news letter, bulletin, dan lain-lain, dapat diketahui
bahwa 38% pegawai menyatakan sangat setuju dan 62% setuju. Hal ini diperkuat
dengan hasil wawancara dan triangulasi sumber yang menyatakan bahwa berita merupakan
kumpulan informasi yang dikemas berdasarkan peristiwa yang memiliki nilai dan
kemudian disebarkan pada masyarakat melalui media. Berita ini dihasilkan oleh
Humas untuk meningkatkan kesadaran akan layanan jasa PT Pos Indonesia Pusat
Kebon Rojo Surabaya serta untuk mengenalkan fitur produk-produk kantor pos.
Melalui penggunaan internet atau website
resmi kantor pos mengirimkan siaran pers terkait kegiatan kantor pos yang
sedang berlangsung, keunggulan dan promosi ke media massa yang akan dipublikasikan
melalui media cetak dan online. PT
Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya juga sering bekerjasama dengan beberapa
media misalnya melalui radio Suara Surabaya untuk membagikan informasi acara
yang diikuti oleh kantor pos dan keterlibatannya serta jadwal di acara atau event yang akan diikuti oleh kantor pos
serta aktif di dalam postingan instagram untuk kegiatannya.
Menurut pendapat peneliti bahwa dengan pemberitaan
yang baik dapat mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap perusahaan tersebut
sehingga akan meningkatkan dan menciptakan pandangan positif masyarakat. Hal
ini ditunjukkan dengan setiap berita atau press
release yang dipublikasikan akan mendatangkan beragam profit.
Penelitian ini didukung oleh (Berguna,M.Y. & Angelina, 2018)
yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pemasaran melalui internet
berpengaruh positif terhadap brand
awarness dan word of mouth, namun
tidak secara langsung memberikan pengaruh positif dari mulut ke mulut. Baik brand awareness maupun word of mouth berpengaruh positif
terhadap niat membeli. Hasil penelitian (Aprinta, 2014)
menunjukkan bahwa menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlin mendefinisikan
kelompok aplikasi yang memakai aksesbilitas tinggi yang lebih dikenal dengan
internet sangat membantu dalam pemanfaatan media sosial.

Gambar 6.� Pemberitaan Pt. Pos Dalam Liputan 6
Sumber: https://www.liputan6.com/
d.
Community Involvement (Kepedulian pada Komunitas)
Gambar 7. �Persentase Community
Involvement (Kepedulian Pada Komunitas)
Sumber: data diolah
peneliti (2021)
Berdasarkan gambar 7 dari angket yang telah
disebarkan melalui google form,
terkait Humas PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya selalu berinteraksi atau
melibatkan diri dalam kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, dapat diketahui bahwa 45% pegawai menyatakan
sangat setuju, 51% setuju, dan 4% ragu-ragu. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara
dan triangulasi sumber yang menyatakan bahwa kedekatan masyarakat dibangun
dengan mengundang masyarakat yang ada dalam setiap kegiatan yang
diselenggarakan oleh PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya pada acara yang
mengundang jurnalis agar bisa mempublikasikan setiap acara yang diadakan, misalnya saja dalam penyaluran Bantuan
Sosial Tunai (BST). PT.Pos Surabaya mendata warga yang sudah mendapatkan
kartu/jaminan sosial tunai bagi warga yang terkena dampak krisis ekonomi
dikarenakan wabah covid 19 atau warga yang terkena dampak PHK untuk mengambil
bantuan dana di cabang terdekat Pos Surabaya. Kurang lebih per-hari dalam
membagikan �penyaluran BST mencapai 200-500KK
(Kartu Keluarga) dari keseluruhan 600.000KK.
Menurut pendapat peneliti community relation
bukanlah program dari perusahaaan melainkan program untuk perusahaan dan
komunitas sehingga manfaat yang didapatkan dari keduanya saling menguntungkan.
Sehingga hubungan semakin erat dan baik. Hal ini merupakan salah satu aspek
dalam membangun personal branding dan
lebih membuka jalan untuk melakukan kolaborasi dengan banyak hal.
Penelitian ini
didukung� oleh (Santari, A.N. & Sunarya, 2017)� yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa komunitas binaan selain eksternal juga� internal terkait didalamnya yaitu karyawan. �Keeratan yang terjalin dalam
komunitas pegawai membuat berita pada lembaga atau perusahaan �dapat diterima dengan baik oleh pegawai dan
dapat menyebarluaskan berita dengan cepat di perusahaan atau lembaga tersebut. Sedangkan penelitian (Sekar,A. & Setianingrum, 2019)
menunjukkan bahwa salah satu yang menjadi titik keberhasilan dalam memperkenalkan
produk beauty queen series adalah
Mustika Ratu dipercaya pada upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia untuk menjadi
sponsor make up di istana negara Jakarta.

Gambar 8. �Kepedulian Komunitas PT. Pos Pusat Kebonrojo
Surabaya Dalam Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Tahap 11
Sumber: https://www.instagram.com/kantorpossurabaya60000/
e. Inform or Image (Memberitahukan atau Meraih Citra)
Fungsi utama Humas yaitu: menginformasikan sesuatu kepada publik atau
menarik perhatian sehingga diharapkan mendapatkan citra atau respon yang
positif.

Gambar
9. Persentase Inform/Image
(Memberitahukan/Meraih Citra)
Sumber: data diolah
peneliti (2021)
Berdasarkan gambar 9
dari angket yang telah disebarkan melalui google
form, terkait informasi yang disampaikan kepada publik oleh Humas PT Pos
Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya selalu mendapakan respon yang positif, dapat diketahui
bahwa 45% pegawai menyatakan sangat setuju, 51% setuju, dan 4% ragu-ragu. Hal
ini diperkuat dengan hasil wawancara dan triangulasi sumber yang menyatakan
bahwa bersama dengan pemerintah Jatim Surabaya, PT Pos Indonesia Pusat Kebon
Rojo Surabaya memasarkan jual sembako murah dalam acara Lumbung Pangan Jatim
yang dipasarkan pada acara pemberian Bantuan Sosial Tunai (BST), pada pamflet
yang terpajang di kantor pos, juga di media sosial melalui digital marketing facebook dan
instagram, sembako murah ini ditujukan khusus bagi masyarakat tidak mampu
dan arahnya menuju ke warga di desa-desa tertinggal.
Menurut pendapat peneliti salah satu fungsi dari media relation yaitu meningkatkan relasi
dari beragam publik, seperti halnya mendapat liputan dari berbagai media yang
mendatangkan publik lebih banyak untuk melihat produk. Hal ini berguna juga
untuk menginformasikan atau meraih citra dapat digunakan logo sebagai identitas
atau seragam yang dikenakan oleh sebuah perusahaan yang memberikan warna-warna
yang memiliki padu padan harmonis namun iconic sehingga masyarakat apabila
bertemu dapat mudah mengenali dan mengingat.
Penelitian ini didukung oleh (Berguna,M.Y. & Angelina, 2018) yang hasil
penelitiannya menunjukkan bahwa proses dari nothing menjadi something
dari yang tidak tahu menjadi tahu setelah itu menjadi suka dan kemudian diharapkan
timbul sesuatu yang merupakan citra. Sedangkan hasil penelitian (Sekar,A. & Setianingrum, 2019)
menunjukkan bahwa dengan mengikuti dan menjadi sponsor untuk acara besar yang
diselenggarakan dapat memberikan bukti bahwa produk tersebut bagus dan layak
untuk dicoba.

Gambar 10. Pembagian Sembako Murah Bersama Lumbung
Pangan JATIM
Sumber: https://www.instagram.com/kantorpossurabaya60000/
f.
Lobbying and Negotiating (Pendekatan dan
Bernegosiasi)
Lobi dan negosiasi merupakan upaya pendekatan salah satu pihak yang berkepentingan
untuk mendapat dukungan dari pihak lain yang dianggap memiliki pengaruh atau kewenangan.
Gambar
11. Persentase Lobbying And Negotiating
(Pendekatan Dan Bernegosiasi)
Sumber: data diolah peneliti (2021)
Berdasarkan gambar 11 dari angket yang telah
disebarkan melalui google form,
terkait Humas PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya selalu melakukan
pendekatan (lobbying) kepada masyarakat, dapat diketahui bahwa
60% pegawai menyatakan sangat setuju, 30% setuju, dan 10% ragu-ragu. Hal ini diperkuat
dengan hasil wawancara dan triangulasi sumber yang menyatakan bahwa lobbying atau pendekatan yang dilakukan
oleh Humas PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya bertujuan untuk
memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk mensosialisasikan program
pelayanan kerja pos yaitu memberikan layanan terbaik bagi pengguna atau customer kantor pos.
Menurut pendapat
peneliti lobbying perlu dilakukan oleh pihak terkait agar instansi atau lembaga
mendapatkan pemahaman yang sependapat. Hal ini menunjukan bahwa strategi untuk negosiasi
dapat berupa win-win yaitu strategi
yang dipilih apabila pihak-pihak menginginkan penyelesaian kesepakatan dengan
kedua belah pihak saling menguntungkan.
Hal ini terlihat dari beberapa instansi yang
berhasil di Lobi PT. Pos Pusat Surabaya diantaranya: Bersama dengan Ditlantas
Polda Jatim PT. Pos Pusat Surabaya menandatangani Kerjasama untuk aplikasi
perpanjangan SIM Online Delivery pada
Maret 2021. Penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT. Pertani (Persero)
merupakan bentuk sinergi BUMN dalam percepatan industri pangan tanah air. Selanjutnya
PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya bekerjasama dengan aplikasi Nujek
atau Nusantara Ojek pada tanggal 24 April 2021. Kerjasama itu untuk memberikan
layanan jemput kiriman atau pick up
service kepada pelanggan PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya secara
gratis tanpa biaya tambahan apapun. Ini adalah inovasi dan pengalaman baru bagi
pelanggan karena customer dapat
mengirimkan paket pos tanpa harus datang ke kantor pos.
Penelitian ini didukung oleh (Wahid & Puspita, 2017) menunjukkan bahwa proses lobbying
dan negosiasi yang dilakukan Go-jek kepada pemerintah dimana sebuah perusahaan
membutuhkan perizinan dari pemerintah untuk mendirikan perusahaan supaya dapat berjalan
lancar melalui bimbingan dan pendekatan kini Go-jek dibanding dengan ojol (ojek
online) yang sejenis mempunyai mitra driver terbanyak. Sedangkan penelitian (Yunidyawati Azlina, 2021)
menunjukkan bahwa kegiatan lobbying
dapat dilakukan dengan pihak eksternal seperti perusahaan-perusahaan dengan
menjalin kerjasama atau Mutual of Understanding (MOU). Hal ini berguna untuk menyalurkan peserta didik
mereka yang berprestasi agar setelah lulus bisa bergabung dengan perusahaan
tersebut, ataupun pemberian tempat magang bagi peserta didik yang sudah memasuki
tahun terakhir di SMK sebagai bentuk adaptasi mereka dengan dunia kerja yang
akan mereka masuki.

Gambar 12. Penandatanganan Mou Bersama Ditlantas
Perpanjangan Sim Delivery
Sumber: https://www.instagram.com/kantorpossurabaya60000/
g. Social Responsibility (Tanggung Jawab Sosial)

Gambar 13. Persentase Social Responsibility (Tanggung Jawab
Sosial)
Sumber: data diolah peneliti (2021)
Berdasarkan gambar 13
dari angket yang telah disebarkan melalui google
form, terkait Humas PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya selalu melakukan
tanggung jawab sosial kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian kepada
masyarakat sekitar, dapat diketahui bahwa 46% pegawai menyatakan sangat setuju, 51% setuju,
dan 3% ragu-ragu. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara dan triangulasi sumber
yang menyatakan bahwa Humas PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya
melakukan tanggung jawab sosial dalam bentuk bantuan sosial berupa penanaman
seribu pohon di Surabaya bersama Ibu Risma.
Menurut pendapat
peneliti social responsibility terhadap
masyarakat sekitar bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dimana didalamnya
untuk memajukan keberlangsungan perusahaan tetapi juga melakukan sumbangsih
kepada masyarakat sekitar perlu adanya peningkatan dan diagendakan.
Penelitian ini didukung oleh (Kurnia,I.H. , Santoso,D. & Rahmanto, 2013)
yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa citra tanggung jawab sosial atau social responsibility adalah citra
yang dibentuk perusahaan
atau organisasi untuk menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap perkembangan
masyarakat sekitar melalui perusahaan yang dikenal� ramah lingkungan.

Gambar 14.
Tanggung Jawab Sosial Bersama Dengan Ibu Risma Melakukan Penanaman 1000 Pohon
Sumber:
https://jatim.tribunnews.com/
Berdasarkan
indikator dari citra perusahaan terdiri dari:
1.
Persepsi

Gambar 15. Persentase Persepsi
Sumber: data diolah peneliti (2021)
Terkait PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya
menciptakan citra perusahaan yang baik agar dapat meningkatkan persepsi yang
baik di kalangan masyarakat, yang dapat dilihat di gambar 15 yang diambil dari
angket yang telah disebarkan melalui google
form, hasilnya menunjukkan bahwa
79% pegawai menyatakan sangat setuju dan 21% setuju. Hal ini diperkuat dengan
hasil wawancara dan triangulasi sumber yang menyatakan bahwa PT Pos Indonesia
Pusat Kebon Rojo Surabaya menciptakan citra perusahaan yang baik agar dapat
meningkatkan persepsi yang baik di kalangan masyarakat. Kegiatannya dalam bentuk membangun image PT Pos Indonesia
Pusat Kebon Rojo Surabaya melalui layanan produk Pos Giro.
Menurut peneliti, persepsi� atau anggapan masyarakat terhadap jati diri
perusahaan berdasarkan pada pemikiran apa yang mereka ketahui dan mereka
pikirkan tentang perusahaan tersebut. Dahulu layanan Pos Giro dikatakan exclusive karena dahulu Pos Giro dikenal
sebagai satu-satunya yang mendapat hak eksklusif untuk memberikan layanan jasa
kirim surat, dokumen, tetapi karena ada pencabutan Undang-Undang jasa perposan
pengiriman surat kurang dari 3 kg dicabut oleh pemerintah, sehinga swasta
menjadi turut bersaing bersama dengan PT. Pos sehingga di era Digital PT. Pos
harus turut bersaing memperbaharui layanan dan fitur-fiturnya untuk bisa
bersaing bersama jasa-jasa layanan yang sejenis.
Penelitian ini didukung (Lela, N. & Rustiana, 2018)
yang menunjukkan bahwa citra sengaja diciptakan agar bernilai positif. (Wahid & Puspita, 2017)
dalam penelitiannya menunjukkan bahwa cara efektif menarik minat yaitu melalui
promosi yang dibuat semenarik mungkin� terhadap
layanan atau produk sebuah perusahaan. Sedangkan penelitian (Darwis,Y. & Rizal, 2015)
menyatakan bahwa jati diri perusahaan yang baik tidak lebih dan tidak kurang
akan membentuk persepsi tampilan image yang baik.

Gambar 16. Layanan
Jasa Produk Pos Giro
Sumber:
https://www.posindonesia.co.id/en#

Gambar 17. Jenis-Jenis
Layanan Terbaru Produk Pos Indonesia
Sumber: https://www.instagram.com/kantorpossurabaya60000/
2.
Kognisi

Gambar
18. Persentase Kognisi
Sumber: data diolah peneliti
(2021)
Terkait informasi
yang diberikan dapat mempengaruhi keyakinan masyarakat terhadap citra PT Pos
Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya, yang dapat dilihat di gambar 21 yang
diambil dari angket yang telah disebarkan melalui google form, hasilnya menunjukkan
bahwa 51% pegawai menyatakan sangat setuju dan 49% setuju. Hal ini juga
diperkuat dengan hasil wawancara dan triangulasi sumber yang menyatakan bahwa
fitur-fitur PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya sekarang tidak hanya
untuk layanan pengiriman surat, paket, dokumen, dan wesel saja, PT Pos Indonesia
Pusat Kebon Rojo Surabaya sekarang menambah fitur layanannya seperti perbankan,
bisa membayar pajak, listrik, air, tagihan-tagihan layanan tv kabel, pembelian
pulsa atau token, pembayaran ke merchant
seperti shopee, lazada, dan lain-lain, bahkan sekarang fitur yang lebih baru
bisa transfer dana ke bank berbeda tanpa terkena biaya administrasi melalui
aplikasi @posgiromobile. Jadi saat ini PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo
Surabaya sedang fokus mengembangkan fitur layanan digital dalam aplikasi tersebut dan mempublikasikannya. Menurut peneliti,
citra perusahaan menggambarkan sekumpulan kepercayaan (benefit), kesan (impressions),
dan sikap (attitudes), yang ada dalam
pemikaran customer atau pelanggan terhadap institusi/lembaga perusahaan.
Penelitian serupa
juga dilakukan oleh (Wahid & Puspita, 2017)
yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kegiatan
marketing dimulai dari jajak pendapat
dan terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat
serta menyesuaikan dan mengikuti perkembangan�
teknologi era digital dan mengadakan promosi untuk menarik minat masyarakat
untuk mencoba� layanan atau jasa. Ketika masyarakat sudah mengenal dan merasakan pelayanan yang baik maka
citra positif terbentuk dengan sendirinya, lalu berkembang kepada rasa loyal
dan setia. Sedangkan penelitian (Darwis,Y. & Rizal, 2015)
menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan �humas
adalah melaksanakan kegiatan sesuai program hal ini dapat mempertahankan citra
yang baik.

Gambar 19. Fitur Layanan Aplikasi @ Pos Giro Mobile
Sumber:https://www.instagram.com/kantorpossurabaya60000/
3. Motivasi

Gambar
20. Persentase Motivasi
Sumber: data diolah peneliti (2021)
Terkait kegiatan
yang dilakukan Humas dapat menciptakan respon yang positif terhadap citra PT
Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya, yang dapat dilihat di gambar 20 yang
diambil dari angket yang telah disebarkan melalui google form, hasilnya menunjukkan
bahwa 60% pegawai menyatakan sangat setuju dan 40% setuju. Hal ini diperkuat
dengan hasil wawancara dan triangulasi sumber yang menyatakan bahwa dampak bagi
masyarakatpun positif, dapat dilihat dari respon masyarakat mengenai iklan-iklan
yang ada dan aplikasi @ posgiromobile.
PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya juga bisa melihat statistik data
yang menggunakan aplikasi, mendownload, dan lainnya. Sehingga kita bisa
mengetahui feedback dari masyarakat.
Bahkan untuk hal ini PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya mengadakan event customer rewards yaitu mengajak
masyarakat mendownload apilkasi @
posgiromobile agar meningkatkan terus transaksi setiap hari untuk mendapatkan
motor atau mobil dan hadiah menarik lainnya. Menurut peneliti, service atau pelayanan yang ada harus semakin ditingkatkan
sehingga masyarakat Indonesia dapat merasakan dan mengakses aplikasi yang
digunakan perusahaan.
Penelitian ini
didukung oleh (Aprinta, 2014)
yang menunjukan bahwa kegiatan HUMAS (hubungan masyarakat) adalah merancang pengalaman
yang melibatkan berbagai perasaan baik terutama emosi dan perasaan terhubung
yang sejalan dengan profesi Public Relations. Sedangkan
penelitian (Darwis,Y. & Rizal, 2015) menyatakan bahwa saat berita dan
informasi� yang ditayangkan� memberikan edukasi dan motivasi dengan baik,
akhirnya sikap positif terbentuk dengan sendirinya sehingga dapat menimbulkan
citra positif.

Gambar 21. Event
Customer Reward Pos Giro Mobile
Sumber: https://www.instagram.com/kantorpossurabaya60000/
4.
Sikap

Gambar
22. Persentase Sikap
Sumber: data diolah peneliti (2021)
Terkait kegiatan yang dilakukan Humas dapat menciptakan sikap masyarakat
yang baik terhadap citra PT Pos Indonesia Pusat Kebon Rojo Surabaya, yang dapat
dilihat di gambar 22 yang diambil dari angket yang telah disebarkan melalui google form, hasilnya menunjukkan bahwa 40% pegawai menyatakan
sangat setuju dan 60% setuju. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara dan
triangulasi sumber yang menyatakan bahwa melalui acara-acara yang
diselenggarakan oleh agen pos yang tersebar di Indonesia, PT Pos Indonesia Pusat
Kebon Rojo Surabaya mempunyai agen kurang lebih 135 agen pos pay dan 1000 agen
pos kurir dimana 20% merupakan agen kemitraan dan 80% kurir pegawai tetap.
Peran agen pos dalam memberikan kontribusi pendapatan bagi PT. Pos Indonesia
Pusat Kebon Rojo Surabaya memiliki posisi yang sangat strategis.Tahun 2020 mitra
agen pos menyumbang 25% dari kesulurahan pendapatan jasa kurir (surat dan
paket). Harapannya begitu pula di tahun mendatang dan seterusnya.
Menurut peneliti, pandangan masyarakat dapat berubah terkait informasi
di media sosial. Pemberitaan yang relevan dan baik membuat pandangan masyarakat
yang semula tidak mendukung menjadi mendukung.

Gambar 23. Peluang Dan
Usaha Kemitraan Menjadi Agen Pos
Sumber:
https://www.instagram.com/kantorpossurabaya60000/
Pada akhirnya dalam
proses pembentukan citra menurut Walter Lipman�
�picture in our head� melalui input stimulus yang
diberikan yaitu melalui persepsi-kognisi-sikap-motivasi akan membuahkan output
atau hasil sebagai perilaku. Sejauh ini dalam penelitian yang dilakukan
peneliti melalui stimulus yang dilakukan humas dengan strategi PENCILS
menghasilkan suatu rangsangan yang bersifat positif dan membangun sehingga� akan menghasilkan output yaitu
perilaku dalam hal ini citra yang ditampilkan yaitu menghasilkan citra yang positif
pula pada PT. Kantor Pos Pusat Kebonrojo Surabaya. Hal ini dapat dilihat dengan
bertambahnya jumlah mitra agen pos yang bergabung, kemudian ditunjukan pula dengan
loyalitas customer yang mengadakan
pembelian ulang dalam pelayanan jasa, dan adanya aplikasi @posgiromobile juga membantu untuk meningkatkan pelayanan dan
menambah customer sehingga pada
akhirnya PT. Kantor Pos Pusat Kebonrojo Surabaya dapat bersaing dengan
perusahaan pelayanan swasta yang sejenis.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan tersebut dapat disimpulkan
untuk
indikator dari stategi Humas PENCILS yaitu: 1) Publikasi melalui media sosial
harus dilakukan secara professional dengan cara menunjuk seorang staf yang
bertanggung jawab untuk mengupdate pemberitaan secara aktual dan relevan sesuai
dengan kebutuhan para pencari informasi; 2) Event yang dirancang secara kreatif
dan menarik diharapkan mendapat feed back�
dengan mendapatkan partner atau new comer dalam bisnis. Hal ini juga
dibuktikan dengan bertambahnya jumlah pengikut di media sosial yang mengalami
peningkatan melalui program atau kegiatan event yang diselenggarakan; 3) News
(menciptakan berita) dengan pemberitaan yang baik dapat mempengaruhi dan
menciptakan pandangan positif masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan setiap berita
atau press release yang dipublikasikan akan mendatangkan beragam profit; 4)
Community involvement (kepedulian pada komunitas) hal ini merupakan salah satu
aspek dalam membangun personal branding dan lebih membuka jalan untuk melakukan
kolaborasi dengan banyak hal; 5) Inform or image (memberitahukan atau meraih
citra) salah satu fungsi dari media relation yaitu meningkatkan relasi dari beragam
publik, seperti halnya mendapat liputan dari berbagai media yang mendatangkan
publik lebih banyak untuk melihat produk; 6) Lobbying bersama lembaga terkait
dilakukan dengan strategi win-win solution dimana kesepakatan tercapai dengan
kedua belah pihak saling menguntungkan sehingga terjadi kesepakatan kerja sama (MOU)
telah dilakukan dengan baik terlihat dari beberapa instansi yang bekerja sama;
7) Social responsibility (tanggung jawab sosial) terhadap masyarakat sekitar
bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dimana didalamnya untuk memajukan
keberlangsungan perusahaan tetapi juga melakukan sumbangsih kepada masyarakat
sekitar perlu adanya peningkatan dan diagendakan.
Untuk indikator dari citra
perusahaan: 1) Persepsi yang dilakukan dengan menciptakan citra perusahaan yang
baik agar dapat meningkatkan pandangan yang baik di kalangan masyarakat; 2)
Kognisi yang dilakukan dengan menamabah fitur layanan @ posgiromobile untuk
menyesuaikan perkembangan teknologi dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat; 3)
Motivasi yang dilakukan yaitu dengan service atau pelayanan yang ada harus
semakin ditingkatkan sehingga masyarakat Indonesia dapat merasakan dan
mengakses aplikasi yang digunakan perusahaan; 4) Sikap yang dilakukan yatu
dengan membuat pandangan masyarakat dapat berubah terkait informasi di media
sosial. Pemberitaan yang relevan dan baik membuat pandangan masyarakat yang semula
tidak mendukung menjadi mendukung.
BIBLIOGRAFI
Aprinta, G.
(2014). Strategi Cyber Public Relations dalam Pembentukan Citra Institusi
Pendidikan Tinggi Swasta. Jurnal The Messenger, 6(1), 1�6.
https://doi.org/10.26623/themessenger.v6i1.161 Google Scholar
Berguna,M.Y.
& Angelina, D. (2018). Strategi Hubungan Publik Dalam Meningkatkan
Kesadaran Merek Terang Gas 5,5 KG DI PT Pertamina (Persero) MOR III. Jurnal Humaniora,
9(3), 241�247. https://research.binus.ac.id/publication/D8A5FDFA-1415-43AA-BE82-401D5DEDEED9/public-relation-strategy-in-improving-brand-awareness-of-bright-gas-55-kg-at-pt-pertamina-persero-mor-iii/
Darwis,Y.
& Rizal, Y. (2015). Pengaruh Kualitas Informasi Facebook Terhadap Pembentukan
Citra Positif Pemerintah Kota Padang ( Studi Pada Media Sosial Facebook Humas
dan Protokol Kota Padang, September 2014- Maret 2015). Journal Communication,
6(2), 146�163.
https://journal.budiluhur.ac.id/index.php/comm/article/view/41 Google Scholar
Ismaulidina,I.
, Hasibuan, E.J. & Hidayat, T. W. (2020). Strategi Komunikasi Public
Relation Dalam Membangun Citra Dan Kepercayaan Calon Jemaah Haji dan Umroh. Jurnal
Ilmu Pemerintahan, Administrasi Publik, Dan Ilmu Komunikasi (JIPIKOM), 2(1),
12�17. https://doi.org/10.31289/jipikom.v2i1.175 Google Scholar
Kurnia,I.H.
, Santoso,D. & Rahmanto, A. (2013). Strategi Humas Dalam Meningkatkan
Reputasi Sekolah (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Surakarta) Indhira. Jupe UNS,
I(2), 1�7.https://media.neliti.com/media/publications/13532-ID-strategi-humas-dalam-meningkatkan-reputasi-sekolah-studi-kasus-di-sma-negeri-1-s.pdf Google Scholar
Lela,
N. & Rustiana, A. (2018). Peran Humas Sebagai Communicator, Relationship,
Backup Management, Dan Good Image Maker Terhadap Citra Perusahaan. Economic
Education Analysis Journal, 7(1), 329�340. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj Google Scholar
Meliala,
R. M. (2021). Strategi Marketing Public Relations PT Lotte Indonesia dalam
Memperingati Hari Ibu Marketing Public Relations Strategy of PT Lotte Indonesia
in Commemorating Mother � s Day. Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema,
3(2), 128�145. https://jurnal.amikom.ac.id/index.php/pikma/article/view/461 Google Scholar
Morissan,
M. A. (2008). Strategi Menjadi Humas Profesional. Jakarta: Prenada Media
Group. Google Scholar
Purwo,
R.H.S. & Puspasari, D. (2020). Peran Humas Dalam Meningkatkan Citra Positif
Pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur. Jurnal
Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 8(3), 458�467. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpap/article/view/8903 Google Scholar
Rahmatunisa,S.
& Febriani, E. (2019). Strategi Public Relations Dalam Membangun Personal
Branding Seniman Visual (Studi Deskriptif Kualitatif Strategi Public Relations
Dalam Membangun Personal Branding Muklay Sebagai Seniman Visual). KOMUNIKOLOGI:
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 16(2), 104�111.
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Kom/article/view/2998 Google Scholar
Ruslan,
R. (2010). Manajemen public relations dan media komunikasi. Jakarta: Rajawali
Pers, 134. Google Scholar
Santari,
A.N. & Sunarya, D. M. (2017). Strategi Hubungan Masyarakat Penyebaran Smart
Card Indonesia Pada PT Kementerian Pendidikan Indonesia Anastasia Niken Santari
, Dini Maryani Sunarya Fakultas Komunikasi dan Humas Universitas Budi Luhur PENGANTAR
Humas di setiap perusahaan merupakan divisi. Jurnal Internasional Matematika
Murni Dan Terapan, 117(15), 873�883. https://jom.fikom.budiluhur.ac.id/index.php/Pantarei/article/view/53
Sekar,A.
& Setianingrum, V. M. (2019). Event Marketing Sebagai Strategi Dalam
Meningkatkan Brand Activation. Commercium, 02(02), 6�13.
https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/Commercium/article/view/30828 \
Soemirat,
S., & Ardianto, E. (2008). Dasar-Dasar Public Relations. PT.Remaja
Rosdakarya. Google Scholar
Soemirat,
S., & Ardianto, E. (2017). Dasar-Dasar Public Relations. PT.Remaja
Rosdakarya. Google Scholar
Wahid,
U., & Puspita, A. E. (2017). Upaya Peningkatkan Brand Awareness PT. Go-Jek
Indonesia Melalui Aktivitas Marketing Public Relations. Jurnal Komunikasi,
9(1), 31. https://doi.org/10.24912/jk.v9i1.265 Google Scholar
Yasril,
T. C., Lestari, R., Komunikasi, F. I., & Luhur, U. B. (2020). Strategi
Public Relations Warung Kongkow Pasar Lama Tangerang. PANTAREI, 4
no 02.
https://jom.fikom.budiluhur.ac.id/index.php/Pantarei/article/view/506 Google Scholar
Yunidyawati
Azlina. (2021). Analisis Strategi Marketing Public Relations Dalam
Repositioning Citra Positif SMK Swasta di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal
AKRAB JUARA, 6 no 2, 67�83. http://akrabjuara.com/index.php/akrabjuara/article/view/1455. Google Scholar
|
Patricia Gaby Pranabella, Durinta Puspasari (2021). |
|
First publication right : This article is licensed under: |