Siti Naellis Sa'adah/Jurnal Syntax Transformastion, Vol 1, No 1 Maret
2020
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLE NON EXAMPLE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN
PAI SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 KOTA CIREBON
Siti Naellis Sa'adah
Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC)
Email: Naellissa'[email protected]
info artikel �����������������������abstrak
|
Diterima 2 Februari
2020 Diterima dalam bentuk revisi 15 Februari 2020 Diterima dalam bentuk revisi 20 februari 2020 Kata kunci: Pembelajaran ��Kooperatif, Pai, Example |
Pendidikan
merupakan jalan bagi seseorang untuk memperbaiki diri dan menemukan jati dirinya, serta menggali dan mengambangkan potensi dirinya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pasal 1 (Kementerian Agama, 2010). Metode penelitian
yang penulis gunakan adalah metode penelitian asosiatif dengan pendekatan survey, hal ini karena adanya
variabel-variabel yang akan
ditelaah hubungannya serta tujuan untuk menyajikan gambaran secara terstruktur, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan variabel yang diteliti. Berdasarkan perhitungan rata-rata presentasi
angket yang telah disebar dengan menggunakan model pembelajaran example non example diperoleh nilai rata-rata sebesar 33,08 nilai tersebut diinterpretasikan dengan kategori analisis deskriptif, maka tergolong dalam kategori �baik�. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran example
non example pada pembelajaran PAI siswa kelas X SMA Negeri 3 Kota Cirebon adalah �baik�.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat
disimpulkan bahwa: 1. Penggunaan model pembelajaran example non example pada pembelajaran PAI dikelas X SMA
Negeri 3 Kota Cirebon adalah �baik�. Hal ini terbukti dari hasil perhitungan analisis deskriptif dengan SPSS 17
yang menunjukan nilai
rata-rata angket sebesar
33,08. Apabila diinterpretasikan
dengan kategori analisis deskriptif, maka nilai rata-rata tersebut termasuk dalam kategori �baik�.2. Hasil belajar PAI siswa kelas X SMA Negeri 3 Kota Cirebon adalah �baik�. Hal ini terbukti dari perolehan nilai hasil belajar siswa yang menunjukan nilai rata-rata sebesar 76,33. Apabila nilai tersebut dikategorikan kedalam persentase penilaian hasil belajar siswa maka tergolong �baik�, dengan presentase sebesar 76,33%. Dan jika diinterpretasikan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar
70 maka dapat dikatakan tuntas. |
Pendahuluan
Pendidikan
merupakan jalan bagi seseorang untuk memperbaiki diri dan menemukan jati dirinya, serta
menggali dan mengambangkan potensi dirinya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pasal 1 (Kementerian Agama, 2010). �menyebutkan bahwa: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat.
Melalui pendidikan kemampuan
manusia terus diasah agar memiliki ketajaman dalam memecahkan berbagai hidup dan kehidupan, karena pendidikan sebagaimana yang telah dijelaskan oleh UNESCO
menekankan pentingnya 4
pilar yang harus dilakukan dalam semua proses pendidikan, yaitu belajar untuk mengetahui
(learning to know), belajar untuk berbuat
(learning to do), belajar
untuk mandiri (learning to be), dan belajar
untuk hidup besama (learning to
live together). Dengan kata lain, manusia yang diharapkan mampu menghadapi masa depan adalah manusia
yang memiliki cakrawala berpikir luas dan dalam, memiliki keterampilan tepat guna, memiliki kepribadian mandiri dan bertanggung jawab, serta memiliki pemahaman dan apresiasi terhadap oranglain (Engkoswara dan Aan Komariah, 2015).
Pendidikan
islam adalah proses bimbingan. secara sadar seorang pendidik
sehingga aspek jasmani,rohani akal dan potensi anak didik
tumbuh dan berkembang
menuju terbentuknya pribadi, keluarga dan masyarakat yang islami (Mahmud, 2011).
Proses
pembelajaran pada kurikulum
2013 adalah memadukan aktivitas pembelajaran dengan sintak model pembelajaran yang efektif dan menyenangkan agar pembelajaran tidak monoton dan membosankan. Dengan menggunakan beragam model pembelajaran akan menumbuhkan motivasi belajar siswa yang mana ketika suasana belajar menyenangkan akan menimbulkan rasa semangat siswa dalam belajar, sehingga penyampaian pembelajaranpun akan lebih mudah diterima
siswa dan akan mempengaruhi pada hasil belajar siswa khususnya
pada mata pembelajaran PAI.
Hasil
belajar menunjukan kemampuan siswa yang sebenarnya yang telah mengalami proses pengalihan ilmu pengetahuan dari seseorang yang dapat dikatakan dewasa atau memiliki
pengetahuan lebih. Jadi dengan adanya hasil
belajar, orang dapat mengetahui seberapa jauh siswa dapat
menangkap, memahami, memiliki materi pelajaran tertentu. Atas dasar itu pula pendidik dapat menemukan strategi belajar mengajar yang lebih baik (Farikah, 2019).
Hasil
belajar idealnya tidak hanya dalam
bentuk pemahaman semata. Suatu proses pembelajaran dikatakan berhasil jika kompetensi
yang telah ditetapkan dapat dicapai oleh semua siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Artinya ada perubahan
perilaku pada diri siswa baik dalam bentuk kognitif, afektif
maupun psikomotorik kearah yang lebih baik dari pada sebelum siswa memperoleh
pembelajaran. Karena belajar
itu adalah dari tidak tahu
menjadi tahu, dari buruk menjadi
baik, dan dari tidak bisa menjadi
bisa (Ariyanti, Man, & Bustam, 2013).
Model
pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola
yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan
pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain.
Setiap model pembelajaran mengarahkan guru/instruktur dalam mendesain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan
pembelajaran tercapai (Halili, Sulaiman, & Rashid, 2012).
Mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu pelajaran yang dirasa sulit, membosankan, dan kurang diminati siswa. Rata-rata siswa menganggap pelajaran Pendidikan
Agama Islam (PAI) itu sulit
karena banyak hafalan, membosankan, tidak menyenangkan dan membuat siswa mengantuk
saat pelajaran berlangsung. Banyak keluhan mengenai pelajaran Pendidikan Agama
Islam(PAI) karena rata-rata pembelajarannya dengan menggunakan metode ceramah.
Berdasarkan observasi dan pengamatan
yang peneliti temui di tempat PPL yaitu di SMA Negeri 3 kota Cirebon. Ketika berbincang santai dengan siswa
banyak siswa yang mengeluh perihal pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
di kelas bahkan mereka berkata ada beberapa siswa
yang mengantuk bahkan tertidur saat pelajaran
berlangsung, serta bermain Hand phone (HP)
saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sehingga, membuat hasil belajar siswa
kurang maksimal hanya sebatas standar
KKM (Kriteria Ketuntasan
Minimum) yaitu dengan nilai 70 (Mania, Nur, & Syahrir, 2017).
Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut, perlu diadakan suatu tindakan guna memperbaiki
proses pembelajaran tersebut
agar dapat mendapatkan hasil belajar siswa
yang memuaskan dan tercapainya
tujuan pembalajaran seperti yang diharapkan. Misalnya dengan menerapkan suatu model pembelajaran yang lebih inovatif,
interaktif, tidak monoton, dan memberikan keluasan berfikir pada siswa, serta siswa
ikut terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Banyak
model pembelajaran yang dapat
dilakukan oleh guru untuk mendapatkan hasil belajar yang memuaskan.
Ada
banyak model pembelajaran
yang dapat di terapkan pada
pembelajaran PAI. Salah satunya
adalah model Example non example. Model pembelajaran ini merupakan salah satu model pembelajaran yang mencoba mengeksplorasikan hubungan interaktif antara guru dan siswa, maupun antar
siwa dengan cara mengamati gambar/video, berdiskusi bersama, serta dapat bertukar informasi antar siswa. Dengan hal
ini siswa dapat mengeksplorasi sikap, nilai dan pengetahuan serta berbagai strategi pemecahan masalah. Model pembelajaran Example
non Example dapat menggali kemampuan siswa
dalam bekerja sama, berkomunikasi dan bersosialisasi. Model ini digunakan peneliti, dengan harapan agar siswa dapat menghasilkan
hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam (PAI) ini sesuai dengan harapan guru dan mendapatkan hasil yang memuaskan, serta dapat mencapai tujuan pembelajarannya.
Berdasarkan uraian di atas maka, penelitian ini meneliti tentang
�Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Example Non Example Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Siswa Kelas X SMA
Negeri 3 Kota Cirebon.�
Metode Penelitian
Penelitian kuantitatif adalah
suatu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel
tertentu. Teknik pengambilan
sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji
hipotesis yang ditetapkan (Sugiyono, 2010).
Metode kuantitatif sebagai
metode ilmiah karena memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkret atau
empiris, objektif, terukur, rasional dan sistematis. Disebut metode
kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angkadan analisis menggunakan statistik.Dalam
penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kuantitatif untuk memperoleh data yang signifikan mengenai �pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe example non example
terhadap hasil belajar pada mata pelajaran PAI siswa kelas X SMA Negeri 3 kota Cirebon�.
Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian
asosiatif dengan pendekatan survey,
hal ini karena
adanya variabel-variabel
yang akan ditelaah hubungannya serta tujuan untuk menyajikan
gambaran secara terstruktur, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan variabel yang diteliti. Menurut Masri Singarimbun dalam jurnalnya yang berjudul �Metode Penelitian Survei� yang mana pengertian survei pada umumnya dibatasi pada penelitian yang datanya dikumpulkan dari sampel atau populasi
untuk mewakili seluruh populasi. Dengan demikian, penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi
dan menggunakan kusioner sebagai alat pengumpulan
data yang pokok.51 menurut Mohammad Musa dalam bukunya yang berjudul �Metodologi Penelitian� survei memiliki arti pengamatan/penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan
keterangan yang jelas dan baik terhadap suatu
persoalan didalam suatu daerah tertentu ((http://repository.upi.edu), n.d.).
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan
perhitungan rata-rata presentasi
angket yang telah disebar dengan menggunakan model pembelajaran example non example diperoleh
nilai rata-rata sebesar
33,08 nilai tersebut diinterpretasikan dengan kategori analisis deskriptif, maka tergolong dalam kategori �baik�. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran example non example pada pembelajaran PAI siswa kelas X SMA Negeri 3 Kota Cirebon adalah
�baik�.
Sementara itu, pembelajaran
PAI siswa kelas X SMA
Negeri 3 Kota Cirebon, yang diperoleh dari dokumentasi hasil belajar yang diberikan guru PAI, menunjukan nilai rata-rata sebesar 76,33 apabila nilai tersebut
dikategorikan kedalam persentase penilaian hasil belajar siswa
maka tergolong �baik�, dengan presentase
sebesar 76,33%. Sedangkan jika dikategorikan berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) SMA Negeri 3 Kota Cirebon sebesar 70 maka hasil belajar PAI pada penelitian ini dikatakan tuntas.
Berdasarkan hasil penelitian
ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran example
non example terhadap hasil
belajar PAI siswa kelas X SMA Negeri 3 Kota Cirebon. Hal ini
terbukti dari perhitungan t hitung yang diperoleh sebesar 2,090 dengan uji hipotesis yang menunjukan bahwa t hitung > t tabel (2,090 >
1,99125) dan signifikansi < 0,05 (0,040 <
0,05).
Dengan demikian, hasil
uji hipotesis dalam penelitian ini adalah Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga kesimpulan analisis dalam penelitian ini adalah terdapat
pengaruh yang negatif dan signifikan dari penggunaan model pembelajaran example non example terhadap
hasil belajar PAI siswa kelas X SMA Negeri 3 Kota
Cirebon. Dan untuk mengetahui
seberapa kuat pengaruh model pembelajaran example non example terhadap hasil
belajar dapat dilihat pada tabel 4.7 diatas (Tabel model summary) dengan R Square (R2) sebesar 0,54 yang dipersentasikan menjadi 54%, hal ini menunjukan
bahwa hasil belajar (Y) dipengaruhi
sebesar 54% oleh penggunaan
model pembelajaran example non example (X) artinya mempunyai pengaruh yang �Cukup kuat� sedangkan sisanya 46% sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian
dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan
bahwa:
1.
Penggunaan model pembelajaran example non example pada pembelajaran PAI dikelas X SMA
Negeri 3 Kota Cirebon adalah �baik�. Hal ini
terbukti dari hasil perhitungan analisis deskriptif dengan SPSS 17
yang menunjukan nilai
rata-rata angket sebesar
33,08. Apabila diinterpretasikan
dengan kategori analisis deskriptif, maka nilai rata-rata tersebut termasuk dalam kategori �baik�.
2.
Hasil belajar PAI siswa kelas X SMA Negeri 3 Kota
Cirebon adalah �baik�. Hal ini terbukti dari perolehan
nilai hasil belajar siswa yang menunjukan nilai rata-rata sebesar 76,33. Apabila nilai tersebut dikategorikan kedalam persentase penilaian hasil belajar siswa
maka tergolong �baik�, dengan presentase
sebesar 76,33%. Dan jika diinterpretasikan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
sebesar 70 maka dapat dikatakan tuntas.
3.
Penggunaan model pembelajaran example non example berpengaruh
sebesar 54% terhadap hasil belajar PAI siswa kelas X SMA Negeri 3 Kota
Cirebon. Dengan nilai signifikansi 0,040 dan nilai t �hitung
sebesar 2,090. Dan nilai R� dipersentasikan
menjadi 54%, hal ini menunjukan bahwa hasil belajar
(Y) dipengaruhi sebesar 54%
oleh penggunaan model pembelajaran
example non example (X) artinya mempunyai pengaruh yang �Cukup kuat� sedangkan sisanya 46% sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Bibliografi
(http://repository.upi.edu). (n.d.). Metode
Penelitian, p. 79. 79.
Ariyanti, S., Man, Z., & Bustam, M. A.
(2013). Improvement of hydrophobicity of urea modified tapioca starch film with
lignin for slow release fertilizer. Advanced Materials Research, 626,
350�354. Trans Tech Publ.
Engkoswara dan Aan Komariah. (2015). Administrasi
Pendidikan,. Bandung: ALVABETA.
Farikah, T. (2019). UPAYA MENINGKATKAN
PRESTASI BELAJAR PAI MATERI MENELADANI PERJUANGAN RASULULLAH DI MAKKAH DENGAN
METODE BAMBOO DANCE PADA SISWA KELAS X SEMESTER II SMK NEGERI 3 SALATIGA TAHUN
PELAJARAN 2018/2019. IAIN SALATIGA.
Halili, S. H., Sulaiman, S., & Rashid,
M. R. A. (2012). Aplikasi prinsip pembelajaran dewasa Knowles dengan mod
penyampaian teknologi sidang video dalam kalangan pelajar jarak jauh. ASEAN
Journal of Teaching and Learning in Higher Education, 4(2), 79�90.
Kementerian Agama, R. I. (2010). Mushaf �Aisyah.
Al-Qur�an Dan Terjemah Untuk Wanita. Bandung: Jabal.
Mahmud. (2011). Pemikiran Pendidikan
Islam. Bandung: Pustaka Setia.
Mania, S., Nur, F., & Syahrir, H. A.
(2017). PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANTARA PESERTA DIDIK YANG DIBERI
TUGAS KELOMPOK DENGAN TUGAS INDIVIDU DI KELAS IX MTs. MADANI ALAUDDINPAOPAO
KABUPATEN GOWA. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 20(1),
70�84.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
|
Copyright holder : Siti Naellis Sa'adah (2020). |
|
First publication right
: This article is licensed under: |