Jurnal Syntax Transformation

Vol. 2 No. 9, September 2021

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

PENGARUH KEPEDULIAN REMAJA DALAM KEGIATAN KEAGAMAAN DENGAN PENGAMALAN KEAGAMAANNYA

 

Jimatul Arrobi, Hikmat Purnama, Eki Agustin, Muhamad Darusalam

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI ) Sukabumi Jawa Barat, Indonesia��

Email: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

5 September 2021

Direvisi

13 September 2021

Disetujui

15 September 2021

 

Kegiatan keagamaan masyarakat merupakan usaha atau aktivitas religius yang meliputi proses pengembangan diri, jiwa dan kemampuan seseorang untuk menghasilkan output yang berakhlak dan berdaya guna tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fakta empirik mengenai kepedulian remaja RW 01 Desa Purabaya dalam mengikuti kegiatan keagamaan, pengamalan keagamaan mereka, serta hubungan antara kedua variabel tersebut.� Untuk mengukur masalah tersebut variabel pertamanya adalah partisipasi (keikutsertaan), perhatian dan kontribusi. Sedangkan variabel kedua mempertimbangkan indikator pengamalan keagamaan mereka, yaitu hubungan dengan Allah, manusia dan alam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif lewat �observasi, wawancara dan angket. Sedangkan teknik pengolahan datanya dilakukan berdasarkan analisis statistika yakni uji korelasi. Dari hasil pengolahan data didapatkan bahwa remaja RW 01 Desa Purabaya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat dengan nilai 4,1 dan pengamalan keagamaan mereka yang mencapai nilai 4,0. Karenanya, ada hubungan yang signifikan antara kepedulian remaja RW 01 terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat dengan pengamalan keagamaan mereka. Hubungan tersebut ditujukan dengan adanya nilai koefisien korelasi 0,73 yang dikategorikan memiliki korelasi tinggi karena berada pada interval 0,70 � 0,90. Sedangkan, besarnya pengaruh kepedulian remaja terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat kepada pengamalan keagamaan mereka sebesar 31% dan masih ada 69% lagi yang dipengaruhi oleh faktor lain.

 

ABSTRACT

Community religious activities are �religious efforts or activities that include the process of developing diri, the soul and the ability of a person to produce moral andhigh-use �output. The purpose of this study is to describe empirical facts about the concern of rw 01 purabaya village youth in participating in religious activities, their religious practice, andthe relationship of antaraboth variables.� To measure the problem,his first variablesare participation, attention and contribution. While the second variable considers the indicators oftheir religious practice, namely the relationship with God, man and alam. Penelitian iniuses descriptive methods �through observation, interview and questionnaire. While the data processing technique is carried out based on statistical analysis, namely correlation tests. From the results of data processing, rw 01 purabaya village has a high concern for religious activities in the community with a value of 4.1 and their religious practice which reaches a value of 4.0. Therefore, thereis asignificant relationship between rw 01 youth's concern for religious activities in the community and their religious practice. The relationship is intended with the value of the co-relation coefficientof0.73 which inthecategorywill have a high correlation becauseit is at intervals of 0.70 - 0.90. Meanwhile, �the magnitude of the influence of adolescent concern for religious activities in the community to their religious practice by 31% and there are still 69% more influenced by other factors.

Kata Kunci:

kepedulian remaja, kegiatan keagamaan, masyarakat, pengamalan keagamaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

adolescent care, religious activities, society, religious practice



Pendahuluan

Upaya penanamn nilai-nilai ajaran agama yang tepat ditujukan untuk mengarahkan manusia sesuai dengan keberadaannya dan juga menjadikannya bermakna baik bagi dirinya maupun lingkungannya.(Nasukah et al., 2020)

�Salah satu upaya tersebut dilaksanakan dengan diadakannya kegiatan keagamaan. Kegiatan keagamaan yang ada di masyarakat merupakan suatu usaha atau aktivitas religius yang meliputi proses pengembangan diri, jiwa dan kemampuan seseorang, untuk menghasilkan output yang berdaya guna dan lebih baik dari sebelumnya (Dacholfany, 2017).

Dalam ruang lingkup masyarakat, kegiatan keagamaan akan lebih baik apabila berdasarkan ajaran yang sudah mutlak kebenarannya, yaitu Al-Qur�an dan Hadits. Ajaran Islam adalah risalah yang disampaikan Allah kepada Rasulullah sebagai petunjuk bagi manusia dalam menjalankan kehidupan yang nyata serta mengatur hubungan dengan dan tanggung jawab kepada Allah, masyarakat dan sekitarnya (Kasyidi, 2015)

Adapun indikator pengalaman keagamaan yang dimaksud dalam kegiatan keagamaan, pertama penilaian aspek ibadah Ibadah dalam bentuk perkataan (dzikir, do�a), ibadah dalam bentuk perbuatan (menolong orang lain), ibadah dalam bentuk pekerjaan (shalat, puasa) dan ibadah dalam bentuk menggugurkan hak seperti memaafkan orang yang telah melakukan kesalahan. Kedua, penilaian aspek akhlak Akhlak terhadap Allah SWT dan �Akhlak terhadap manusia (Achmad, 2019).

Kegiatan keagamaan pada hakikatnya bersifat lebih umum karena termasuk segala usaha yang dilakukan pengikutnya dalam melaksanakan segala anjuran yang dituntut oleh agamanya. Terdapat beberapa tujuan dasar dari kegiatan keagamaan, yaitu pertama menjelaskan serta menerangkan tentang perkara benar, tentang tugas kewajiban manusia untuk mengikuti yang benar dan menjauhi yang bathil. Kedua, merealisasikan keseimbangan hidup antara rohaniah dan jasmaniah, baik di dunia maupun di akhirat (Duryat, 2021)

Dalam mencapai suatu tujuan tersebut, perlu dirumuskan secara sederhana dan mudah dimengerti oleh peserta (remaja), agar mudah dijabarkan dalam bentuk-bentuk perbuatan oleh remaja (Hamali, 2014) Remaja adalah bagian dari lapisan masyarakat yang sedang membentuk diri, akibat adanya interaksi yang berkelanjutan antara pertumbuhan dan perubahan fisik, psikologis dan lingkungan sosial.(Suharto, 2005) Selain itu, kegiatan keagamaan bersifat sejalan dengan pertumbuhan kemampuannya dalam memahami arti hidup, sehingga cukup potensial bagi remaja untuk memperdalam arti agama bagi dirinya.

Sejalan dengan perkembangan jasmani dan rohani, maka agama pada remaja turut dipengaruhi perkembangannya, maksudnya penghayatan para remaja terhadap ajaran agama dan tindak keagamaan yang tampak pada para remaja banyak berkaitan dengan faktor perkembangan tersebut. (Gumati & Juharah, 2020)

Terkait hal itu, peneliti telah melakukan studi pendahuluan di RW 01 Desa Purabaya sebagai sampel penelitian bahwa disana �biasa diselenggarakan berbagai kegiatan keagamaan bagi para remaja yang bertujuan agar para remaja dapat mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan keagamaan tersebut dapat dilihat dari wujud penyelenggaraannya berupa, shalat berjamaah, pengajian rutin, PHBI, serta kegiatan pesantren kilat pada bulan Ramadhan.

Dalam proses kegiatan keagamaan tersebut, peranan remaja sangat terlihat sekali mulai dari pencarian dana, persiapan tempat dan sarana yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan setiap acara.(Husein, 2019). Tanggung jawab tersebut seluruhnya ditangani oleh para remaja, bila kegiatan itu dilaksanakan untuk masyarakat umum. Sedangkan, dalam acara kegiatan yang dikhususkan untuk para remaja, biasanya seluruh remaja menyempatkan menghadiri acara tersebut.

Di sisi lain menurut keterangan dari para orang tua, bahwa remaja di RW 01 Desa Purabaya ini juga banyak melakukan perbuatan yang mengarah pada hal-hal yang negatif. Tidak jarang banyak remaja yang masih suka berkata kotor, berbohong, kurang sopan kepada orang tua, bolos sekolah hingga berkelahi.

Biasanya remaja yang peduli akan kegiatan keagamaan, mereka selalu hidup sesuai dengan tuntunan dan syariat Islam, menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Dampak positif lainnya adalah mereka tidak berbuat hal-hal yang kurang diinginkan oleh masyarakat seperti pergaulan bebas, narkoba, tawuran dsb. Hal tersebut merupakan suatu keniscayaan karena agama mengajarkan agar hidup sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.(Waruwu, 2014)

Untuk mengoptimalkan keberadaannya, remaja harus ikut aktif dalam kegiatan keagamaan, bahkan antusias remaja terhadap kegiatan keagamaan harus lebih dibandingkan dengan para orang tua. Ini berarti kegiatan keagamaan diharapkan bisa melengkapi dan menambah pengetahuan serta keterampilan mereka berkenaan dengan aspek-aspek keagamaan yang dikembangkan. Sehingga segala potensi dan kemampuan remaja melalui kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di tempat tinggalnya mampu memberikan kontribusi akan pemahaman dan penghayatan serta pengamalan dari kegiatan mereka. (Ridwanullah & Herdiana, 2018)

Namun, kita belum pernah mendengar ada semacam evaluasi terhadap kegiatan keagamaan yang begitu intens misalnya sekedar untuk mengetahui sejauh mana hubungan kegiatan keagamaan itu terhadap pengamalan keagamaan mereka. Atau adakah korelasi antara kegiatan keagamaan yang begitu semangat dengan pengamalan keagamaan mereka. Sejalan dengan fenomena tersebut, penulis merasa tertarik untuk meneliti kesenjangan antara intensitas kegiatan keagamaan dengan tingkat kenakalan remaja yang ada. Hal lain yang menjadi fokus perhatian adalah bagaimana pengamalan keagamaan mereka. apakah ada pengaruh kepedulian remaja terhadap kegiatan keagamaan dengan pengamalan keagamaan remaja.���

 

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analitik deskriptif (Arikunto, 2010). Dengan pendekatan ini penelitian dipusatkan pada masalah-masalah yang ada saat ini dan bersifat aktual (Surakhmad, 1990) Selain itu, data yang terkumpul mula-mula disusun, dijelaskan kemudian dianalisis Sehingga pendekatan ini sangat cocok untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan yang hangat dan aktual.

Populasi merupakan keseluruhan objek penelitian (Arikunto, 2010). Adapun, populasi penelitian ini adalah seluruh remaja RW 01 Desa Purabaya Kec. Purabaya Kab. Sukabumi, yang terdiri dari enam RT dengan total populasi sebanyak 45 orang remaja. Sedangkan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2010). Berdasarkan teori yang ada, untuk menentukan sampelnya penulis berpedoman bahwa apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Untuk lebih jelasnya akan digambarkan pada table populasi dan sampel penelitian di bawah ini.

 

Table 1

Populasi dan Sampel Penelitian

No.

RT

Jumlah Remaja

Populasi

Sampel

1

RT 01

7

7

2

RT 02

8

8

3

RT 03

7

7

4

RT 04

8

8

5

RT 05

7

7

6

RT 06

7

7

Jumlah

45

45

Sumber: Data Penduduk Desa Purabaya

 

Agar hasil penelitian lebih akurat dan valid, dalam penelitian ini penulisan metode pengumpulan data, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Pertama, angket, merupakan cara pengumpulan data dengan menggunakan daftar isian atau daftar pertanyaan yang telah disiapkan dan disusun sedemikian rupa sehingga responden hanya tinggal mengisi atau menandainya dengan mudah dan cepat (Moleong, 2007). Teknik ini penulis gunakan untuk menggali data tentang kepedulian remaja RW 01 Desa Purabaya Kec. Purabaya Kab. Sukabumi terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat hubungannya dengan pengamalan keagamaan mereka dengan pola pertanyaan dan jawaban yang sudah terikat. Melalui teknik ini, peneliti mengharapkan memperoleh jawaban dari responden yang langsung dapat diidentifikasinya. Untuk keperluan penskoran terhadap alternatif jawaban yang dipilih responden pada masing-masing option sebagaimana tetrera dalam angket, penulis mempertimbangkan orientasi item angket yang diajukan dan rentang alternatif jawaban. Kedua, observasi yang merupakan teknik pengamatan dan pencatatan sistematis dari fenomena-fenomena yang di selidiki. Dengan observasi diharapkan dapat membantu penafsiran data yang diperoleh dengan teknik lainnya. Adapun alasan yang paling mendasar digunakannya teknik observasi pada penelitian ini adalah untuk mendapat informasi secara aktual berdasarkan pengamatan langsung. Dalam praktiknya, teknik ini diarahkan untuk melihat gambaran umum dari lokasi penelitian, seperti keadaan RW 01 Desa Purabaya Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi, kegiatan keagamaan remajanya dan kegiatan lainnya selain keagamaan.

Ketiga, wawancara untuk mendapatkan data tentang keadan wilayah, kegiatan keagamaan dan perbuatan-perbuatan negatif yang dilakukan oleh anak-anak remaja RW 01 Desa Purabaya Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi secara langsung dan jelas. Disamping itu, jawaban yang diharapkan lebih terarah serta menunjang terhadap hasil yang diperoleh melalui angket. Wawancara ini juga dilakukan terhadap aparat desa, ketua RW dan masyarakat RW 01 Desa Purabaya Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi. Hasil wawancara akan dijadikan sebagai penguat terhadap data-data yang dihasilkan dengan menggunakan metode lainnya, dan sekaligus dijadikan kriterium bagi data lainnya. Terakhir, studi kepustakaan untuk memberikan suatu gambaran yang menyeluruh mengenai persoalan dengan pengetahuan yang didapat secara teoretis dan lengkap. Oleh karena itu, untuk memperoleh informasi penulis menggunakan dan mencari informasi dari buku-buku, artikel dan sumber lainnya. Dengan teknik ini penulis akan berusaha untuk memperoleh teori dan konsep yang berhubungan dengan kepedulian remaja terhadap kegiatan keagamaan dan pengamalannya dalam kehidupan.

 

Hasil dan Pembahasan Penelitian

Hasil analisis dampak bahwa kepedulian remaja RW 01 terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat menunjukan kualifikasi/kategori baik/tinggi. Begitu pula pengamalan keagamaan mereka berkualifikasi tinggi. Hal ini berarti memberikan asumsi bahwa ada hubungan dan pengaruh antara kepedulian remaja terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat dengan pengamalan keagamaan mereka. Secara teori bahwa ada hubungan kepedulian remaja terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat dengan pengamalan keagamaan mereka, karena dengan pengamalan tersebut membuktikan adanya kepedulian terhadap kegiatan keagamaan.

Uji hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan nilai thitung dan ttabel. Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai t hitung = 6,9, dan dengan jumlah data 45 serta taraf signifikansi 5% diperoleh nilai ttabel sebesar 1,68. Dengan demikian rhitung (6,9) > ttabel (1,680). Artinya bahwa Ha (Hipotesis Kerja) yang menyatakan ada hubungan antara kepedulian remaja terhadap kegiatan keagamaan dengan pengamalan keagamaan mereka diterima, dan H0 (hipotesis nol) ditolak.

Dari perhitungan terhadap data variable X dan variable Y ternyata kedua-duanya berdistribusi normal dan berregresi linier maka rumus yang digunakan untuk mencari nilai koefisien korelasi adalah produk momen dan diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,73. Ini termasuk kategori tinggi, karena berada pada interval 0,70-0,90 skala korelasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang tinggi (signifikan) antara kepedulian remaja terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat dengan pengamalan keagamaan mereka.

Berdasarkan perhitungan didapatkan bahwa besarnya pengaruh kepedulian remaja terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat terhadap pengamalan keagamaan mereka mencapai 31 % dan masih ada 69 % lagi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

Masa remaja merupakan proses terjadinya pematangan fungsi-fungsi jasmani dan rohani seorang insan. Pada masa ini mereka lebih banyak dan cenderung melakukakan introspeksi dan merenungi dirinya. Akhir dari perenungannya tersebut, tidak jarang mereka akan menemukan jati dirinya. Dalam fase ini remaja akan mampu menemukan keseimbangan dan keharmonisan atau keselarasan baru di antara sikap dari dalam diri dengan sikap di luar dirinya. Sehingga mereka mulai menyenangi, menghargai sesuatu yang bersifat komunitas, pola hidup dan tradisi-tradisi yang ada dalam masyarakat (Hamali, 2014)

��������� �� Dengan corak kehidupan yang bersifat sosio-religius, keberagamaan yang mentradisi dalam lingkungan yang lebih besar telah menjadi pola hidup di sebagian besar wilayah negeri ini. Jenis keberagamaan ini pun terus dipelihara hingga detik ini dengan berbagai cara dan langkah, salah satunya adalah dengan mengejawantahkan ajaran keberagamaan tersebut menjadi kegiatan keagamaan yang lebih bersahabat dengan masyarakat dan khalayak. Selain itu, kaitannya dengan kajian ini peran remaja ikut mendukung karena secara psikologis posisi mereka sangat strategis terlibat dalam kegiatan keagamaan.

���� ������� Kegiatan keagamaan adalah kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman, penghayatan, pengalaman tentang ajaran agama Islam guna pembinaan keimanan, ketakwaan dan akhlakul Karimah (Syukri et al., 2019) �Cakupan kegiatan keagamaan bersifat luas tidak sebatas kegiatan yang diadakan secara resmi dan sistematis. Namun kegiatan yang bersifat seremonial atau ibadah berjamaah juga termasuk kegiatan keagamaan seperti� penyelenggaraan shalat jumat, shalat tarawih, bahkan kegiatan tadabur alam (Hanif, 2016)

Sikap remaja terhadap agama tidak terlepas dari keberadaan agama pada dirinya yang jika terpolakan dengan baik, akan membawa ke arah yang lebih baik terhadap agamanya (Hamali, 2014) Kegiatan keagamaan bagi remaja Islam merupakan wadah yang cocok untuk menumbuhkan kesadaran religius dan mengembangkan potensi Islami yang telah ditanamkan sebelumnya. Selain itu, berbagai hambatan dan permasalahan yang harus dipecahkan bersama akan lebih cepat melatih remaja untuk beradaptasi dengan lingkungan yang tidak ideal. Ketahanan dan keutuhan agama pun terus terjaga karena berbagai kreasi dan invovasi muncul seiring datangnya permasalahan di depan. Dengan kata lain, kegiatan keagamaan akan menjadi ikhtiar terbaik bagi remaja untuk cepat menemukan jati diri dan penawar dahaga keilmuannya.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengolahan data dari angket yang disebarkan kepada 45 responden yaitu mengenai hubungan kepedulian remaja terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat dengan pengamalan keagamaan mereka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut; 1) Kepedulian remaja terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat termasuk dalam kategori tinggi, artinya bahwa remaja sangat peduli terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata jawaban yang mereka berikan dari 15 item pertanyaan yang diajukan mencapai sebesar 4,1 nilai tersebut bila ditetapkan pada skala nilai berada pada interval 3,5-4,5. 2) Realitas pengamalan keagamaan mereka termasuk ke dalam kategori tinggi, artinya bahwa pengamalan keagamaan remaja baik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata jawaban yang mereka berikan dari 15 item pertanyaan yang diajukan mencapai nilai sebesar 4,0 karena nilai tersebut bila ditetapkan pada skala nilai berada pada interval 3,5 � 4,5. 3) Realitas hubungan antara kepedulian remaja terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat dengan pengamalan keagamaan mereka menunjukkan korelasi tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan harga nilai koefisien korelasi sebesar 0,73, karena nilai tersebut bila dikonversikan pada skala korelasi berada pada interval 0,70 � 0,90. sedangkan untuk pengujian hipotesis, berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai thitung = 6,9 dan ttabel = 1,68. ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kepedulian remaja terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat dengan pengamalan keagamaan mereka, karena t hitung > t tabel. Dengan demikian hipotesis nol (Ho) yang menyatakan tidak ada hubungan antar variabel X dengan variabel Y ditolak dan hipotesis kerja (Ha) yang menyatakan ada hubungan antara variabel X dengan variabel Y diterima. Kemudian kadar pengaruh variabel X dan variabel Y, sebesar 13%. Dengan demikian, masih ada faktor lain yang mempengaruhi pengamalan keagamaan mereka sebesar 69%.

 

Bibliografi

 

Achmad, F. (2019). Agama Dan Negara: Relevansi Agama Islam Dengan Negara. Google Scholar

 

Arikunto, S. (2010). Metode peneltian. Jakarta: Rineka Cipta. Google Scholar

 

Dacholfany, M. I. (2017). Inisiasi Strategi Manajemen Lembaga Pendidikan Islam Dalam Meningkatkan Mutu Sumber Daya Manusia Islami Di Indonesia Dalam Menghadapi Era Globalisasi. At-Tajdid: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 1(01). Google Scholar

 

Duryat, H. M. (2021). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Penguatan Pendidikan Agama Islam di Institusi yang Bermutu dan Berdaya Saing. Penerbit Alfabeta. Google Scholar

 

Gumati, R. W., & Juharah, J. (2020). Psikologi Agama (Telaah Terhadap Perkembangan Studi Psikologi Agama Kontemporer). Google Scholar

 

Hamali, S. (2014). Anomali Sikap Remaja dalam Beragama. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 9(1), 1�20. Google Scholar

 

Hanif, M. (2016). Hubungan antar siswa beda agama pada ruang publik sekolah. Laporan Penelitian Individual-IAIN Purwokerto. Google Scholar

 

Husein, S. (2019). Peranan masyarakat dalam memajukan pendidikan madrasah ibtidaiyah Nurul Yaqin di Desa Sinonoan Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. IAIN Padangsidimpuan. Google Scholar

 

Kasyidi, M. F. (2015). Pendidikan keluarga berbasis tauhid: Penelitian tentang pentingnya pendidikan tauhid bagi keluarga. Daarul Hijrah Technology. Google Scholar

 

Moleong, L. J. (2007). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Google Scholar

 

Nasukah, B., Harsoyo, R., & Winarti, E. (2020). Internalisasi nilai-nilai kepemimpinan profetik di lembaga pendidikan Islam. Dirasat: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 6(1), 52�68. Google Scholar

 

Ridwanullah, A. I., & Herdiana, D. (2018). Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Masjid. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 12(1), 82�98. Google Scholar

 

Suharto, E. (2005). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. PT Refika Aditama. Google Scholar

 

Surakhmad, W. (1990). Pengantar penelitian ilmiah: dasar, metode dan teknik. Tarsito. Google Scholar

 

Syukri, I. I. F., Rizal, S. S., & Al Hamdani, M. D. (2019). Pengaruh Kegiatan Keagamaan Terhadap Kualitas Pendidikan. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam,[SL], 7(1), 17�34. Google Scholar

 

Waruwu, S. (2014). Kehidupan keagamaan remaja di Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah ditinjau dari persfektif pendidikan islam. IAIN Padangsidimpuan.Google Scholar

 

 

 


Copyright holder :

Jimatul Arrobi, Hikmat Purnama, Eki Agustin, Muhammad Darusalam (2021).

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: