|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 10, Oktober 2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG METODE PENGUJIAN KEKUATAN BETON UNTUK
PROGRAM PEMELIHARAAN GEDUNG
Erna Septiandini, Rosmawita Saleh,
Irika Widiasanti, Nadia
Fanny Renita
Fakultas Teknik Universitas Negeri
Jakarta (UNJ) Indonesia������
Email: [email protected],
[email protected], [email protected], [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima
23 September 2021 Direvisi 5 Oktober
2021 Disetujui 12 Oktober
2021 |
Kerjasama perguruan tinggi dengan SMK sesuai amanat Inpres Nomor 9 Tahun 2016, melalui peningkatan aspek pengetahuan tentang metode pengetesan kekuatan struktur beton untuk program pemeliharaan bangunan gedung sesuai Permen PU No:
24/PRT/M/2008 bagi siswa
SMK di bekasi melalui
webinar. Metode yang digunakan
dalam kegiatan ini adalah dalam
bentuk pelatihan berbasis kompetensi. Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi, dan
Evaluasi. �Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan dari 5 SMK di Jakarta dan Bekasi sebanyak
67 peserta yang dilaksanakan
12 September 2020. Manfaat dan dampak
kegiatan: (1) terukur dari instrumen evaluasi kegiatan dengan instrumen pertanyaan pre-test dan post-test akan
peningkatan aspek pengetahuan peserta; (2) manfaat untuk penyelenggara sebagai lembaga pendidikan berkewajiban mempersiapkan anggota masyarakat berkualitas dan fungsi pendidikan sebagai transfer pengetahuan; (3) Nilai tambah
yang didapatkan untuk mengembangkan lagi metode yang efektif. Hasil evaluasi dari 61 responden menunjukan: (1) terjadi peningkatan pengetahuan siswa SMK tentang regulasi di industri konstruksi yang berada pada 24% - 32% atau bertambah menjadi 15 sampai 20 orang dari sebelumnya yang mengetahui hanya pada rentang 24 � 30
orang; dan (2) Peningkatan aspek
pengetahuan untuk metode pengetesan kekuatan struktur beton sesuai SNI 2847:2013 untuk program pemeliharaan bangunan gedung meningkat antara� 10% sampai 17% atau terjadi penambahan 6 -� 10 orang. ABSTRACT The cooperation
of the college with SMK in accordance with the mandate of Presidential Decree
No. 9 of 2016, through increasing aspects of knowledge about the method of
testing the strength of concrete structures for building maintenance programs
in accordance with Permen PU No: 24 / PRT / M /
2008 for vocational students in Bekasi through webinars. The number of
participants who participated in activities from 5 vocational schools in
Jakarta and Bekasi as many as 67 participants held on September 12, 2020.
Benefits and impacts of activities: (1) measurable of the activity evaluation
instrument with pre-test and post-test question instruments will improve
aspects of participants' knowledge; (2) benefits to the organizer as an
educational institution are obliged to prepare qualified community members
and the function of education as a transfer of knowledge; (3) Added value
obtained to develop effective methods again. The evaluation results of 61
respondents showed: (1) there was an increase in vocational students'
knowledge about regulation in the construction industry which was at 24% -
32% or increased to 15 to 20 people from previously who knew only in the
range of 24 - 30 people; and (2) Increase the knowledge aspect for the method
of testing the strength of concrete structures in accordance with SNI
2847:2013 for building maintenance programs increased between 10% to 17% or
the addition of 6 - 10 people. |
|
Kata Kunci: Lingkup struktural, Pemeliharaan dan Perawatan, Struktur Beton. Keywords: scope,
Maintenance and Maintenance, Concrete Structure |
|
|
|
|
Pendahuluan
Tingkat pengangguran terbuka di
Kabupaten Bekasi sebesar 10,97% tahun 2017 lebih besar dibandingkan secara
nasional sebesar 5,5 pada tahun yang sama dan 5,3% tahun 2019. Jumlah siswa
tahun 2019/2020 sebanyak 49.379 siswa SMU dan SMK sebanyak 60.805 siswa (BPS Kabupaten Bekasi, 2020). Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tercatat
paling tinggi di antara lulusan dari jenjang pendidikan lainnya. Kendala utama
antara jumlah SMK dengan jumlah industri sangat jomplang . Keterbatasan guru juga jadi masalah untuk
pengembangan lulusan SMK. Adapun beragam upaya peningkatan kualitas SMK telah
tertuang dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Revitalisasi SMK dalam Rangka
Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia (Inpres Nomor 9, 2016). Upaya yang
dimaksud di antaranya pembuatan peta jalan pengembangan SMK, pengembangan dan
penyelarasan kurikulum. Selain itu, inovasi pemenuhan dan peningkatan
profesioalitas guru dan tenaga pendidik, kerja sama sekolah dengan dunia usaha
dan industri maupun perguruan tinggi, peningkatan akses sertifikasi lulusan dan
akreditasi SMK, serta pembentukan kelompok kerja pengembangan SMK.
Peningkatan kualitas sumberdaya
manusia yang menggeluti pekerjaan konstruksi baik itu desain pekerjaan jalan dan
jembatan, desain hidro mekanik pekerjaan sumber daya air maupun untuk desain
pekerjaan di bidang bangunan gedung merupakan upaya untuk memperoleh produk
konstruksi dengan kualitas yang diinginkan (DPU, 2007). Melalui kerjasama
antara sekolah mengengah kejuruan (SMK) dengan perguruan tinggi dalam hal ini
Program Studi D3 Teknik Konstruksi Bangunan Gedung, Fakultas Teknik,
Universitas Negeri Jakarta sesuai amanat Inpres Nomor 9 Tahun 2016 Tentang
Revitalisasi SMK dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya
Manusia Indonesia. Kerjasama ini telah dilaksanakan sebagai upaya peningkatan
aspek pengetahuan akan metode pengetesan kekuatan struktur beton untuk program
pemeliharaan bangunan gedung bagi siswa SMK di Bekasi. Pelaksanaan kegiatan
pada tanggal 12 September 2020 menggunakan Webinar berbasis �Zoom Cluod Meeting�
yang diikuti 67 peserta dari 5 SMK Bekasi dan Jakarta.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian
pada masyarakat bertujuan untuk mengedukasi melalui Peningkatan Pengetahuan
siswa SMK dengan Pelatihan menggunakan webinar, secara khusus tujuannya adalah mengenalkan kepada siswa SMK
tentang regulasi di industri konstruksi terkait dengan kompetensi pengetesan
kekuatan struktur beton berdasarkan (SNI 2847, 2013) untuk program pemeliharaan bangunan gedung sesuai Permen PU nomor 24 tahun 2008 �dan memberikan
gambaran pengetesan kekuatan struktur beton sesuai SNI 2847:2013 untuk program
pemeliharaan bangunan gedung sesuai Permen PU No.24/PRT/M/2008.
Tiga aspek yang harus
diperhatikan dan dijawab dalam mengukur keberhasilan webinar (Mulyono et al., 2020) yaitu manfaat
dan dampak untuk peserta, manfaat untuk penyelenggara dan nilai tambah apa saja yang didapat penyelenggara
webinar.
Edukasi terhadap masyarakat
secara terus-menerus akan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia
sehingga mampu berkompetisi di dunia kerja terutama sektor konstruksi. Sebagai
tenaga pelaksana dalam pelaksana lapangan pekerjaan pemeliharaan dan perawatan
bangunan gedung lingkup struktural sesuai peraturan menteri pekerjaan umum
nomor: 24/PRT/M/2008, lulusan SMK haruslah yang berkualitas sesuai dengan
kebutuhan lapangan untuk meningkatkan keberhasilan pelaksanaan pekerjaan.
Pekerja yang akan bekerja di bidang
pemeliharaan dan perawatan gedung termasuk didalamnya jenis pekerjaan
pemeriksaan dan pengujian (Permen PU No.24/PRT/M/2008). Lingkup pekerjaannya mencakup dan meliputi pekerjaan
arsitektural, struktural, mekanika, elektrikal dan tata ruang luar serta Tata
grha. Lingkup Struktural pemeliharaan bangunan gedung meliputi (a) Memelihara
secara baik dan teratur unsur-unsur struktur bangunan gedung dari pengaruh
korosi, cuaca, kelembaban, dan pembebanan di luar batas kemampuan struktur,
serta pencemaran lainnya; (b) Memelihara secara baik dan teratur unsur-unsur
pelindung struktur; (c) Melakukan pemeriksaan berkala sebagai bagian dari
perawatan preventif (preventive maintenance); (d) Mencegah dilakukan perubahan
dan/atau penambahan fungsi kegiatan yang menyebabkan meningkatnya beban yang
berkerja pada bangunan gedung, di luar batas beban yang direncanakan; (e)
Melakukan cara pemeliharaan dan perbaikan struktur yang benar oleh petugas yang
mempunyai keahlian dan/atau kompetensi di bidangnya; dan (f) Memelihara
bangunan agar difungsikan sesuai dengan penggunaan yang direncanakan (Suryani et al., 2021)
Metode Penelitian
Metode yang
digunakan dalam kegiatan ini adalah dalam bentuk pelatihan berbasis kompetensi
(Pribadi, 2016). Pelatihan Berbasis
Kompetensi adalah pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan standar
yang ditetapkan dan persyaratan
di tempat kerja (Permen Nakertrans No 8, 2014). �Pelaksanaan
pelatihan melalui metode ceramah untuk memberikan penjelasan kepada
khalayak sasaran dan metode diskusi digunakan untuk berdiskusi dan tanya jawab
dengan khalayak sasaran mengenai materi yang disampaikan. menggunakan Webinar.
Evaluasi
keberhasilan program pengabdian masyarakat di ukur dengan instrumen test
pengetahuan secara tertulis dan di analisis secara deskriptif. Test ini
digunakan untuk mengevaluasi pengetahuan khalayak sasaran mengenai materi yang
disampaikan melalui webinar. Test pengetahuan dalam bentuk instrumen pertanyaan
sesuai Tabel 1 Pernyataannya menggunakan �ya� dan
�tidak� dan menggunakan pernyataan pilihan untuk melihat peningkatan kompetensi
aspek pengetahuan dan sebaran pengetahuannya.
Tabel 1
Instrumen Pre Test dan Post Test
|
Instrumen |
Deskripsi Pre Test |
Deskripti Post
Test |
|
Q1 |
Nama Saudara |
Nama Saudara |
|
Q2 |
No. Hand Phone |
No. Hand Phone |
|
Q3 |
Tingkat Pendidikan Saudara |
Tingkat Pendidikan Saudara |
|
Q4 |
Jenis Kelamin |
Jenis Kelamin |
|
Q5 |
apakah saudara tahu tentang "pedoman pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung nomor: 24/PRT/M/2008" |
apakah saudara sudah tahu tentang "pedoman pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung nomor:
24/PRT/M/2008" |
|
Q6 |
apakah saudara tahu "tujuan pemeliharaan bangunan gedung" |
apakah saudara sudah tahu "tujuan pemeliharaan bangunan gedung" |
|
Q7 |
apakah saudara tahu lingkup struktural pemeliharaan bangunan gedung |
apakah saudara sudah tahu lingkup struktural pemeliharaan bangunan gedung |
|
Q8 |
mana saja yang
saudara ketahui tentang "komponen pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung" |
mana saja yang
saudara sudah ketahui tentang "komponen pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung" |
|
Q9 |
manakah yang saudara ketahui
tentang "lingkup perawatan bangunan gedung" |
manakah yang saudara sudah ketahui tentang "lingkup perawatan bangunan gedung" |
|
Q10 |
apakah saudara tahu tentang pengetesan/pengujian kekuatan struktur beton |
apakah saudara sudah mengetahui tentang pengetesan/pengujian kekuatan struktur beton |
Hasil
dan Pembahasan
Pelaksanaan webinar diikuti 67 peserta dan 61 peserta mengisi instrumen. Data peserta distribusinya menunjukan sebesar 93,433%� adalah SMK kelas 12 yang diikuti oleh� 42,11% laki laki dan 68,895% perempuan. Siswa kelas 11 sebesar 3,279% dengan
masing-masing 1 laki lali
dan perempuan serta siswa kelas 11 sebesar 3,279% dengan semuanya perempuan (Butir instrumen Q3 dan Q4). Menggunakan pertanyaan dengan pernyataan �Ya� dan �Tidak� untuk mengetahui tentang kompetensi dari aspek pengetahuan
secara umum tentang Permen PU No.24/PRT/2008
(Q5. Sebelum pelatihan dengan webinar, 73,77%, tidak atau belum mengetahui
tentang "Pedoman pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung Nomor: 24/PRT/M/2008" sebanyak
46 orang dan setelah webinar berkurang
yang tidak tahu sebanyak 40,984% atau meningkat sebesar 32,79% atau peserta yang tidak mengetahui� berkurang
menjadi 26 orang.
Hasil pernyataan responden,
jika melihat pengetahuan (Q6) tentang "Tujuan Pemeliharaan bangunan gedung" (Widiasanti, 2021)
sebelum dan setelah pelatihan meingkat pengetahuannya sebesar 24,590% atau sebanyak 15 peserta tambahan yang sudah mengetahui tujuan pemeliharaan. Aspek pengetahuan tentang lingkup struktural pemeliharaan bangunan gedung (Q7) meningkat sebesar 32,79% dari 52,46% yang tidak tahu berkurang menjadi 19,67%� atau yang mengerti dari 47,51% menjadi 80,33% atau yang telah meningkat pengetahuannya sebanyak 49 orang seperti dalam Gambar 1. Secara umum aspek
pengetahuan dengan pernyataan tahu atau tidak tahu
mengalami kenaikan dengan rentang pengetahuan peserta berada pada 24% - 32% atau bertambah menjadi 15 sampai 20 orang dari sebelumnya yang mengetahui hanya pada rentang 24 � 30 orang.

Gambar 1: Evaluasi Sebelum dan Setelah Pelatihan untuk Tingkat Pengetahuan Peserta tentang pedoman (Q5), tujuan (6), lingkup struktural pemeliharaan bangunan gedung (Q9) sesuai Permen PU Nomor: 24/PRT/M/2008
Menggunakan pertanyaan dengan pilihan apa saja
yang sudah diketahui secara umum dengan
pertanyaan Q8: Pengetahuan Tentang "Komponen Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung" (Widiasanti & Nugraha, 2016)
hasilnya dalam Tabel 2 peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah sebesar 17,33%. Berdasarkan instrumen butir Q9: Pengetahuan Tentang ""Lingkup perawatan bangunan gedung" hasilnya dalam Tabel 2 terjadi
kenaikan sebesar 12,46%.
Tabel
2
Sebaran Pernyataan Peserta Sesuai Butir Instrumen
Q8: Pengetahuan Tentang"Komponen
Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung"
|
Pengetahuan tentang |
Pre Test |
Post Test |
Kenaikan |
|
Arsitektural |
55,74% |
70,49% |
14,75% |
|
Struktural |
52,46% |
73,77% |
21,31% |
|
Mekanikal |
27,87% |
52,46% |
24,59% |
|
Elektrikal |
37,70% |
47,54% |
9,84% |
|
Tata ruang luar |
19,67% |
50,82% |
31,15% |
|
Tata grha (house keeping) |
27,87% |
68,85% |
40,98% |
|
Saya Tidak mengetahui semuanya |
26,23% |
4,92% |
-21,31% |
|
Rata-rata Peningkatan Pengetahuan |
35,36% |
52,69% |
17,33% |
Tabel 3
Sebaran Pernyataan Peserta Sesuai Butir Instrumen
Q9: Pengetahuan Tentang
""Lingkup perawatan
bangunan Gedung�
|
Pengetahuan tentang |
Pre Test |
Post Test |
Kenaikan |
|
Pekerjaan Rehabilitasi |
19,67% |
47,54% |
27,87% |
|
Pekerjaan Renovasi |
57,38% |
67,21% |
9,84% |
|
Pekerjaan Restorasi |
24,59% |
37,70% |
13,11% |
|
Tingkat kerusakan |
22,95% |
42,62% |
19,67% |
|
Saya Tidak mengetahui semuanya |
27,87% |
19,67% |
-8,20% |
|
|
30,49% |
42,95% |
12,46% |
Menggunakan pertanyaan dengan pre-test (Q10) Apakah saudara tahu tentang Pengetesan/pengujian kekuatan struktur beton? (Fusya et al., 2020)
dan post test (Q10) apakah saudara sudah mengetahui
tentang pengetesan/pengujian kekuatan struktur beton?. Hasilnya dalam
Tabel 6.8 terjadi kenaikan rata-rata sebesar 10,49%
(6 orang).
Tabel
4
Sebaran Pernyataan Peserta Sesuai Butir Instrumen
Q10: pengetesan/pengujian kekuatan struktur beton
|
Pengetahuan tentang |
Pre Test |
Post Test |
Peningkatan |
|
Pengujian tidak merusak
(Non-Destructive Test) menggunakan Alat Hummer Test |
18,03% |
49,18% |
31,15% |
|
Metode dan Prosedur sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI 1974:2011) untuk pengujian struktur beton |
45,90% |
50,82% |
4,92% |
|
Perkiraan Kuat Tekan Hasil Uji
Beton dengan Hummer Test |
29,51% |
47,54% |
18,03% |
|
Pelaporan hasil uji |
16,39% |
26,23% |
9,84% |
|
Saya tidak tahu semua |
40,98% |
29,51% |
-11,48% |
|
Rata-rata Peningkatan Pengetahuan
(10,491%) |
30,16% |
40,66% |
10,49% |
|
Rata-rata Peningkatan Pengetahuan |
25,68% |
43,99% |
18,31% |
Secara umum peningkatan sebaran pengetahuan terkait dengan metode pengetesan kekuatan struktur beton untuk program pemeliharaan bangunan gedung sebagai upaya peningkatan aspek pengetahuan tentang metode pengetesan kekuatan struktur beton untuk program pemeliharaan bangunan gedung bagi siswa SMK di bekasi melalui webinar, meningkat antara� 10% sampai 17% atau terjadi penambahan 6 - 10 orang
yang sudah bertambah pengetahuannya.
Merujuk pada tiga aspek (Triyono, 2020)
yang harus diperhatikan dan
dijawab dalam mengukur keberhasilan webinar, yaitu; (1) manfaat dan dampak untuk peserta
terukur dari instrumen evaluasi kegiatan dengan peningkatan aspek pengetahuan peserta; (2) manfaat untuk penyelenggara
sebagai lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) dengan mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah
(Raho, 2016)
dan fungsi pendidikan sebagai transfer pengetahuan (Popenoe, 1999)
serta memberikan dan atau meningkatkan pengetahuan/pengertian, menimbulkan sikap positif serta memberikan
atau meningkatkan ketrampilan masyarakat/individu tentang aspek-aspek yang bersangkutan, sehingga dicapai suatu masyarakat yang berkembang (Notoadmodjo, 2002)
(3) Nilai tambah yang didapat
penyelenggara webinar dapat
mengembangkan lagi metode yang paling efektif. Kuat Tarik Belah
Dan Kuat Tarik Lentur Beton Mutu Ultra Tinggi Menggunakan Fly Ash Batu Bara Sebagai
Aditif Dan Bijih Besi Sebagai Filler (Studi Komparasi Agregat Maksimum Berukuran 5 Mm Dan 10 Mm)
Kesimpulan
Hasil pelaksanaan kegiatan
sesuai tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari instrumen evaluasi 61 responden dari 67 peserta yang berasal dari 5 SMK dapat disimpulkan bahwa����� mengenalkan kepada siswa SMK tentang regulasi di industri konstruksi terkait dengan kompetensi pemeliharaan dan perawatan gedung untuk pengetesan
kekuatan struktur beton untuk program pemeliharaan bangunan gedung, yaitu dengan
cara pelatihan daring dari yang tidak tahu menjadi tahu
dengan pengetahuan peserta peserta berada pada 24% - 32% atau bertambah menjadi 15 sampai 20 orang dari sebelumnya yang mengetahui hanya pada rentang 24 � 30 orang;
dan peningkatan pengetahuan
untuk metode pengetesan kekuatan struktur beton sesuai SNI 2847:2013 untuk
program pemeliharaan bangunan
gedung sesuai Permen PU No.24/PRT/M/2008 meningkat
antara� 10% sampai 17% atau terjadi penambahan 6 -� 10 orang yang sudah
bertambah pengetahuannya dari 61 responden/peserta.
Bibliografi
BPS
Kabupaten Bekasi. (2020). Kabupaten bekasi dalam angka (Bekasi Regenci in
Figure) 2020. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bekasi.
DPU.
(2007). Modul Pelatihan Ahli Pengawas Konstruksi Bangunan Gedung
(Construction Supervision Engineer Of Buildings. Departemen Pekerjaan Umum
- Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia - Pusat Pembinaan
Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi.Google Scholar
Fusya, T.,
Putra, R., & Aulia, T. B. (2020). Kuat Tarik Belah dan Kuat Tarik Lentur
Beton Mutu Ultra Tinggi Menggunakan Fly Ash Batu Bara sebagai Aditif dan Bijih
Besi sebagai Filler (Studi Komparasi Agregat Maksimum Berukuran 5 mm dan 10
mm). Journal of The Civil Engineering Student, 2(3), 288�294.
Inpres
Nomor 9. (2016). Inpres Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Revitalisasi SMK dalam
Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Google Scholar
Mulyono,
T., Purnomo, A., & Anisah, A. (2020). Peningkatan Pengetahuan Siswa Smk Di
Bekasi Untuk Pengetahuan Akan Pembuatan Beton Tembus Sebagai Upaya Mengatasi
Degradasi Lingkungan Melalui Webinar. Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi,
7(2), 192�200. Google Scholar
Notoadmodjo,
S. (2002). Metodotologi Penelitian. Jakarta: Penerbit. Rineka Cipta. Google Scholar
Permen
Nakertrans No 8. (2014). Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor
8 tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi. Google Scholar
Permen PU
24. (2008). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 24/PRT/M/2008 tentang
Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung.
Google Scholar
Popenoe, D.
(1999). Sociology, trans. LiQiang, et Al., Beijing: China Renmin University. Google Scholar
Pribadi, B.
A. (2016). Desain dan pengembangan program pelatihan berbasis kompetensi
implementasi model ADDIE. Kencana. Google Scholar
Raho, B.
(2016). Sosiologi. Penerbit Ledalero. Google Scholar
SNI 2847.
(2013). SNI 2847:2013 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. In Badan
Standardisasi Indonesia. Google Scholar
Suryani,
F., Widiasanti, I., Satrio, D., Yunianto, A., Mulyono, T., & Luthfiana, Y.
(2021). A dominant factor of human resources performance of construction
management in supervising high rise building construction phase. IOP
Conference Series: Materials Science and Engineering, 1098(2),
22038. Google Scholar
Triyono, S.
(2020). Mengukur Efektivitas Webinar. Media Indonesia. Google Scholar
Widiasanti,
I. (2021). Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Muhammad Syafei (Y. Umaya
(ed.)). Ahlimedia Press.
Widiasanti,
I., & Nugraha, R. E. M. (2016). Kajian Pengelolaan Pemeliharaan dan
Perawatan Gedung Perguruan Tinggi: Studi Kasus Universitas Negeri Jakarta. Jurnal
Teknologi Rekayasa, 1(1), 41�46. Google Scholar
|
Copyright holder : Erna Septiandini, Rosmawita Saleh, Irika Widiasanti, Nadia Fanny Renita (2021). |
|
First publication right
: This article is licensed under: |