Jurnal Syntax Transformation

Vol. 2 No. 10, Oktober 2021

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

PENGARUH PENDIDIKAN KARAKTER, MOTIVASI BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR 

 

Emy, Margono Mitrohardjono

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Budi Luhur Jakarta, Indonesia

Email: emmy_suamrdja@yahoo.com, margono.mitrohardjono@gmail.com

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

1 September 2021

Direvisi

13 Oktober 2021

Disetujui

15 Oktober 2021

Keberhasilan belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari belajar yang mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Oleh karena itu dalam penilaian hasil belajar, peranan ujian instruksional yang berisi rumusan kemampuan dan tingkah laku yang diinginkan dikuasai oleh siswa menjadi unsur penting sebagai  dasar dan acuan penilaian.  Keberhasilan belajar juga merupakan keberhasilan siswa dalam membentuk kompetensi dan mencapai tujuan serta keberhasilan guru dalam membimbing siswa dalam pembelajaran. Analisis data dan pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana untuk menguji hipotesis secara parsial, dan analisis regresi berganda untuk menguji hipotesis secara simultan. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui dan menguji pengaruh Pendidikan Karakter, Motivasi Belajar dan Aktivitas Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa,  baik secara parsial maupun secara simultanHasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar dengan taraf signifikansi 0,029. Motivasi belajar secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar dengan taraf signifikansi 0,001. Aktivitas belajar secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar, namun secara simultan berpengaruh tidak signifikan dengan taraf signifikansi 0,172. Motivasi belajar dan aktivitas belajar secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar, berdasarkan hasil perhitungan statistik. Nilai F adalah 91,931 sedangkan nilai F tabel untuk jumlah sampel adalah 54 (0,95, 3; 54) dari (2,78), sehingga nilai F hitung lebih besar dari F tabel. Terakhir, pendidikan karakter, motivasi belajar dan aktivitas belajar secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Penelitian berikutnya disarankan dapat menggunakan jumlah sampel yang lebih besar dengan melibatkan siswa, orang tua siswa dan guru.

 

ABSTRACT

Learning success is a change in behavior as a result of learning that covers the cognitive, affective, and psychomotor fields. Therefore, in the assessment of learning outcomes, the role of instructional examinations that contain formulation of abilities and behaviors desired by students becomes an important element as a basis and reference for assessment. Learning success is also the success of students in forming competencies and achieving goals as well as the success of teachers in guiding students in learning. Data analysis and hypothesis testing are done using simple regression analysis to partially test hypotheses, and multiple regression analysis to test hypotheses simultaneously. This research has the goal of knowing and testing the influence of Character Education, Learning Motivation and Learning Activities on Student Learning Achievement, both partially and simultaneously, research shows that character education partially or simultaneously positively and significantly affects learning achievement with a significance level of 0.029. Learning motivation partially and simultaneously has a positive and significant effect on learning achievement with a significance level of 0.001. Learning activities partially positively and significantly affect with a significance level of 0.172. Learning motivation and learning activities simultaneously have a positive and significant effect on learning achievement, based on the results of statistical calculations. The value of F is 91.931 while the table F value for the sample number is 54 (0.95, 3; 54) from (2.78), so the value of F calculates greater than F of the table. Lastly, character education, learning motivation and learning activities simultaneously have a positive and significant influence on learning achievement. Subsequent research suggested it could use a larger sample number by involving students, parents of students and teachers.

Kata Kunci:

Pendidikan karakter, motivasi belajar, aktivitas belajar, prestasi belajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

Character education, learning motivation, learning activities, learning achievement


 


Pendahuluan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkapkan selama pandemi Covid-19, pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Indonesia memberikan dampak  pada nilai akademis siswa terlebih pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan dasar menengah (Maryam, 2021). Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa  hasil evaluasi prestasi belajar siswa terdapat  banyak sekali keterbatasan. Keterbatasan ini berkaitan dengan tracing guru, tracing siswa, dan berkaitan dengan pemantauan dan pengawasan. Keterbatasan juga berkaitan dengan proses belajar mengajar secara daring, secara akademis, berdampak penurunan hasil belajar siswa. Para guru diharapkan untuk dapat melakukan penilaian atas dasar tidak hanya hasil menjawab soal, tetapi kesungguhan, motivasi, kedisiplinan, anak-anak kita dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) di rumah seharusnya menjadi satu penilaian, itu bagian dari penilaian karakter (Abidin et al., 2020).

Definisi pendidikan secara luas adalah mengartikan pendidikan sebagai hidup (Nasution, 2018). Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam lingkungan dan sepanjang hidup (long life education) (Xingyan, 2008). Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Secara simplistik pendidikan didefinisikan sebagai sekolah, yakni pengajaran yang dilaksanakan atau diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan- hubungan dan tugas sosial mereka. Secara alternatif pendidikan didefinisikan sebagai usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan yang berlangsung di sekolah dan luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan secara tepat di masa yang akan datang (Sholichah, 2018)

Keberhasilan belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari belajar yang mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik (Setiawati & Psi, 2018). Oleh karena itu dalam penilaian hasil belajar, peranan ujian instruksional yang berisi rumusan kemampuan dan tingkah laku yang diinginkan dikuasai oleh siswa menjadi unsur penting sebagai  dasar dan acuan penilaian.  Keberhasilan belajar juga merupakan keberhasilan siswa dalam membentuk kompetensi dan mencapai tujuan serta keberhasilan guru dalam membimbing siswa dalam pembelajaran. Saat ini kurikulum yang diterapkan di Indonesia yaitu kurikulum 2013, kurikulum 2013 yang dijadikan sebagai rujukan proses pembelajaran pada satuan pendidikan perlu mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) (Mulyasa, 2021). Yang dimaksud dalam integrasi tersebut bukan sebagai program tambahan atau sisipan, melainkan sebagai cara mendidik dan belajar bagi seluruh pelaku pendidikan di satuan Pendidikan.

Dalam Perpres No 87 Tahun 2017 yang terdapat pada Pasal 1 Ayat 1 tentang PPK mendefinisikan PPK sebagai Gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi oleh hati, olah rasa, dan olah raga dengan pelibatan dan kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental". Pendidikan karakter di sekolah merupakan elemen yang sangat penting untuk diterapkan di lingkungan sekolah di mana pendidikan ini memiliki fungsi sebagai pembentuk karakter dan juga moral siswa dalam interaksinya di tengah-tengah masyarakat (Sukatin, 2020). Pendidikan karakter bisa dilakukan mulai dari hal yang paling kecil misalnya membiasakan anak untuk mencium tangan guru dan orang tua ketika tiba di sekolah, mengucapkan salam ketika guru masuk ke kelas, dan lainnya

Motivasi berasal dari kata latin, yaitu ”movere” yang artinya dorongan atau daya penggerak (Sulastri, 2007). Dalam buku Mangkunegara (2017:93) mengatakan bahwa “motivation as an energizing condition of the organism that services to direct that organism toward the goal of a certain class” (motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia ke arah suatu tujuan tertentu). Menurut (Sari, 2018) motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.

Aktivitas adalah segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun nonfisik. Sedangkan aktivitas siswa dalam belajar adalah segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam proses pembelajaran baik itu melibatkan fisik maupun mental siswa, sehingga terjadi perubahan tingkah laku yang baru di dalam diri siswa setelah berakhirnya pembelajaran (Pane & Dasopang, 2017). Pada prinsipnya belajar adalah berbuat untuk melakukan kegiatan. Tidak ada belajar tanpa aktivitas. Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting di dalam interaksi belajar mengajar, tanpa aktivitas proses belajar tidak akan berlangsung dengan baik. (Pane & Dasopang, 2017)

Prestasi belajar adalah hasil pengajaran yang diperoleh dari kegiatan belajar di sekolah Perguruan Tinggi yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan nilai penilaian (Djamarah, 1994). Setelah mempelajari hasil prestasi yang dicapai dari siswa  - siswi kelas 6 dari kelas 4 sampai kelas 6 mengalami grafik yang  turun naik yang disebabkan karena rendahnya motivasi belajar  dan aktivitas belajar siswa – siswi tersebut sehingga prestasi yang diraih mengalami penurunan, dimasa pandemic seperti ini guru–guru mengalami kesulitan memonitoring motivasi belajar dan aktivitas belajar yang ada diharapkan hanya kesadaran dari dalam diri siswa tersebut.

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Swasta Harapan Bangsa Modernland Tangerang. Objek penelitian ini adalah siswa Kelas 6. Jumlah siswa yang dijadikan sebagai responden adalah 54 siswa dari 69 siswa yang diambil secara acak. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan  kuesioner kepada siswa terpilih (sampel) dan siswa sebagai responden. Pengisian kuesioner dipandu langsung oleh peneliti melalui aplikasi Google meeting.  Pengisian kuesioner secara mandiri didampingi oleh masing- masing orang tua.

Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh (Gunawan, 2018) dengan hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keaktifan siswa dalam mewujudkan prestasi belajar siswa. Artikel ini berkesimpulan bahwa prestasi belajar siswa dapat terwujud dengan baik yaitu dengan keaktifan siswa dan motivasi belajar yang optimal. Kebaruan dalam penelitian ini adalah variabel indokator yang digunakan lebih kompleks dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.

Penelitian ini penting dilakukan guna memberikan khazanah keilmuan baru dalam kajian ilmu pendidikan tentunya yang terkait dengan metode meningkatakan prestasi belajar siswa.

Agar penelitian lebih terarah dan tidak menimbulkan perluasan masalah maka penulis perlu dibatasi masalah dalam penelitian ini, merujuk dari pada tema yang telah dibuat oleh penulis maka masalah yang akan dikaji hanya dalam ruang lingkup pengaruh pendidikan karakter, motivasi belajar, aktivitas belajar terhadap prestasi belajar siswa sekolah dasar studi pada siswa kelas 6 Sekolah Dasar di Harapan Bangsa, Modernland  – Tangerang .

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh Pendidikan Karakter, Motivasi Belajar dan Aktivitas Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa,  baik secara parsial maupun secara simultan, pada peserta didik di Sekolah Dasar Harapan Bangsa Modernland – Tangerang

 

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan kuantitatif deskriptif (Prajitno, 2013), yaitu jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan pendekatan korelasi (correlational research) (Soendari, 2012).

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah melalui kuesioner. Bentuk kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup membatasi responden dengan memilih jawaban yang telah disediakan oleh peneliti.

Skala yang digunakan adalah skala ordinal dengan sistem likert yaitu skala yang disusun berdasarkan jenjang atau rangking (kurang atau lebih). Skala Likert adalah skala yang paling sering digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi responden terhadap sesuatu objek, bentuk standar skala likert adalah 1 sampai 5.

 

 

Hasil dan Pembahasan

Pengujian hipotesis pertama dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear sederhana untuk menentukan pengaruh pendidikan karakter terhadap prestasi belajar. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel dibawah ini:


 

Tabel 1

Hasil Regresi Sederhana Pengaruh Pendidikan Karakter terhadap Prestasi Belajar

Model

R

R

Square

Adjused

Rsquare

Std. error of the Estimate

Change Statistic

Durbin- Watson

R

Square Change

F Change

Sig. F Change

 

1

884

0,781

0.777

2.14613

0.781

185313

0.000

1.179

a.     Predictors : (constant) Pendidikan Karakter

b.    Dependent Variabel : Prestasi Belajar

Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25

 


Koefisien Korelasi (R) menunjukkan hubungan antara variabel dependen terhadap variabel independen yang diamati (korelasi). Berdasarkan hasil analisis ditemukan Nilai R sebesar 0.884 atau 88.4%, artinya variabel pendidikan karakter memiliki hubungan yang kuat dengan prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland Tangerang.

Koefisien Determinasi diukur dari (R2). Berdasarkan hasil analisis regresi nilai R2 sebesar 0.781 atau 78.1% yang berarti bahwa pendidikan karakter, merupakan prediktor/determinan prestasi belajar siswa sebagaimana dipersepsikan oleh siswa SDS Harapan Bangsa sebesar 78.1 %. Sementara 21,9% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak digunakan dalam model.

Uji t (t-test) digunakan untuk menguji apakah variabel independen yang digunakan dalam model penelitian secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis dapat diterima apabila nilai dari thitung lebih besar dari ttabel. Derajat kesalahan yang ditoleransi sebesar 0.05 dan derajat keyakinan (confidence interval) sebesar 0.95. taraf signifikansi yang digunakan dalam analisis ini sebesar 0.05..


Tabel 2

Hasil Uji t (t-test) Pengujian Hipotesis 1

Model

Unstandarized

Coeficients

Standarized

Coeficients

T

sig

Collieniaryty

Statiscics

1

 

B

Std. Error

Betta

Tolerance

VIF

Constant

8.852

5.572

 

1.589

0.1118

 

 

Pendidikan Karakter

0.793

0.058

0.884

13.613

0.000

1.000

1.000

a.       Dependent Variabel : Prestasi Belajar

Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25

 


Berdasarkan hasil uji t (parsial) di atas dapat dijelaskan bahwa Pendidikan karakter memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.793 dengan nilai thitung sebesar 13.613 > 1.96 (ttabel), dengan taraf signifikansi 0.000, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau derajat kesalahan  = 5%. Dengan demikian pendidikan karakter memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland Tangerang.

Pengujian hipotesis kedua dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear sederhana untuk menentukan pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel dibawah ini:


Tabel 3

Hasil Regresi Sederhana Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar

Model

R

R

Square

Adjused

Rsquare

Std. error of the Estimate

Change Statistic

Durbin- Watson

R

Square Change

F Change

Sig. F Change

 

1

.898a

0.806

0.803

2.01785

0.806

216.445

0.000

1.785

c.     Predictors : (constant) Motivasi Belajar

d.    Dependent Variabel : Prestasi Belajar

Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25

 


Koefisien Korelasi R menunjukkan hubungan antara variabel dependen terhadap variabel independen yang diamati (korelasi). Berdasarkan hasil analisis ditemukan Nilai R sebesar 0.898 atau 89.8%, artinya variabel motivasi belajar memiliki hubungan yang kuat dengan prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland  Tangerang.

Koefisien Determinasi diukur dari (R2). Berdasarkan hasil analisis regresi nilai R2 sebesar 0.806 atau 80.6% yang berarti bahwa motivasi belajar, merupakan prediktor/determinan prestasi belajar siswa sebagaimana dipersepsikan oleh siswa SDS Harapan Bangsa sebesar 80.6 %. Sementara 19,4% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak digunakan dalam model. Semakin besar nilai R2, semakin besar kemampuan model dalam menjelaskan fenomena yang diamati.


 

Tabel 4

Hasil Uji t (t-test) Pengujian Hipotesis 2

Model

Unstandarized

Coeficients

Standarized

Coeficients

t

sig

Collieniaryty

Statiscics

1

 

B

Std. Error

Betta

Tolerance

VIF

Constant

18.038

4.532

 

3.980

0.000

 

 

Motivasi Belajar

0.798

0.054

0.898

14.712

0.000

1.000

1.000

  1. Dependent Variabel : Motivasi  Belajar

Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25

 


Berdasarkan hasil uji t (parsial) di atas dapat dijelaskan bahwa motivasi belajar memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.798 dengan nilai thitung sebesar 14.712 > 1.96 (ttabel), dengan taraf signifikansi 0.000, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau derajat kesalahan  = 5%. Dengan demikian motivasi belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland  Tangerang.

 


 

 

 

 

Tabel 5

Hasil Regresi Sederhana Pengaruh Aktivitas Belajar terhadap Prestasi Belajar

Model

R

R

Square

Adjused

Rsquare

Std. error of the Estimate

Change Statistic

Durbin- Watson

R

Square Change

F Change

Sig. F Change

 

1

859a

0.737

0.732

2.34985

0.737

145.950

0.000

0.501

a.     Predictors : (constant) Kativitas belajar

b.    Dependent Variabel : Prestasi Belajar

Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25   

 


Koefisien Korelasi R menunjukkan hubungan antara variabel dependen terhadap variabel independen yang diamati (korelasi). Berdasarkan hasil analisis ditemukan Nilai R sebesar 0.859 atau 85.9%, artinya variabel aktivitas belajar memiliki hubungan yang kuat dengan prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland Tangerang.

Koefisien Determinasi diukur dari (R2). Berdasarkan hasil analisis regresi nilai R2 sebesar 0.737 atau 73.7% yang berarti bahwa aktivitas belajar merupakan prediktor/determinan prestasi belajar siswa sebagaimana dipersepsikan oleh siswa SDS Harapan Bangsa sebesar 73.7 %. Sementara 26,3% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak digunakan dalam model. Semakin besar nilai R2, semakin besar kemampuan model dalam menjelaskan fenomena yang diamati.

 


 

Tabel 6

Hasil Uji t (t-test) Pengujian Hipotesis 3

Model

Unstandarized

Coeficients

Standarized

Coeficients

t

sig

Collieniaryty

Statiscics

1

 

B

Std. Error

Betta

Tolerance

VIF

Constant

16.486

5.647

 

2.920

0.005

 

 

Aktivitas Belajar

0.832

0.069

0.859

12.081

0.000

1.000

1.000

  1. Dependent Variabel : Prestasi  Belajar

Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25 

 


Berdasarkan hasil uji t (parsial) di atas dapat dijelaskan bahwa Pendidikan Karakter memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.832 dengan nilai thitung sebesar 12.081 > 1.96 (ttabel), dengan taraf signifikansi 0.000, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau derajat kesalahan  = 5%. Dengan demikian aktivitas belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Kota Modern Tangerang.

 


 

 

 

Tabel 7

Hasil Analisis Regresi Berganda

Model

R

R

Square

Adjused

Rsquare

Std. error of the Estimate

Change Statistic

Durbin- Watson

R

Square Change

F Change

Sig. F Change

 

1

920a

0.847

0.837

1.83167

    0.847                                                                                                                                            

91. 931

0.00

1.136

c.     Predictors : (constant) Aktivitas belajar, motivasi belajar, pendidikan karakter.

d.    Dependent Variabel : Prestasi Belajar

Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25

 


Koefisien Korelasi (R), Nilai R menunjukkan hubungan antara variabel dependen terhadap variabel independen yang diamati (korelasi). Berdasarkan hasil analisis ditemukan Nilai R sebesar 0.920 atau 92.0%, artinya variabel pendidikan karakter, motivasi belajar dan aktivitas belajar secara bersama-sama memiliki hubungan yang kuat dengan prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland  Tangerang.

Koefisien Determinasi (R2), Koefisien Determinasi diukur dari (R2). Berdasarkan hasil analisis regresi nilai R2 sebesar 0.847 atau 84.7% yang berarti bahwa pendidikan karakter, motivasi belajar dan aktivitas belajar merupakan prediktor pendidikan karakter, motivasi belajar dan aktivitas belajar merupakan prediktor/determinan prestasi belajar siswa sebagaimana dipersepsikan oleh siswa SDS Harapan Bangsa sebesar 84.7 %. Semenatara 15,3% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak digunakan dalam model. Semakin besar nilai R2, semakin besar kemampuan model dalam menjelaskan fenomena yang diamati.

Uji F (Simultan), F test digunakan untuk menunjukkan apakah variabel independen yang digunakan dalam model penelitian secara serentak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis dapat diterima apabila nilai dari Fhitung lebih besar dari Ftabel. Derajat kesalahan yang ditoleransi sebesar 0.05 dan derajat keyakinan (confidence interval) sebesar 0.95. taraf signifikansi yang digunakan dalam analisis ini sebesar 0.05. apabila nilai sig lebih kecil dari 0.05, maka pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dapat dinyatakan signifikan dan hipotesis dapat diterima. Hasil uji F selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 8.

 


Tabel 8

Hasil Uji F (F-test) Pengujian Hipotesis 4

Model

Sum of Square

df

Mean Square

F

Sig

1

Regression

925.286

3

308.429

91.931

.000b

Ressidual

167.751

50

3.355

 

 

Total

1093.037

53

 

 

 

a.     Dependent Variabel : Prestasi Belajar

b.    Predictors (constant) Aktivitas Belajar, Motivasi belajar, Pendidikan Karakter

Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25

 


Nilai signifikan F atau Fhitung menunjukkan signifikansi koefisien determinan atau membuktikan kecocokan model regresi, artinya persamaan regresi yang dihasilkan mampu menjelaskan variasi Y. Pada tabel di atas Fhitung sebesar 91.931 > F tabel dan sig F adalah 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan sesuai dengan model yang dikembangkan dan hasil analisis dapat digeneralisasikan pada populasi dengan derajat kesalahan 5% dan derajat keyakinan 95%.

Berdasarkan hasil perhitungan statistik, diperoleh hasil nilai F sebesar 91.931 sedangkan nilai F tabel untuk jumlah sampel sebanyak 54 (0.95, 3; 54) sebesar (3.79), sehingga nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel. Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat dibuktikan bahwa pendidikan karakter, motivasi belajar dan aktivitas belajar secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa SDS Harapan Bangsa Modernland  Tangerang.

Uji t (Parsial), Uji t digunakan untuk menunjukkan seberapa besar pengaruh suatu variabel independen atau variabel bebas secara individual terhadap variabel dependen atau variabel terikat secara parsial (Ghozali 2016). Uji t (t-test) digunakan untuk menguji apakah variabel independen yang digunakan dalam model penelitian secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis dapat diterima apabila nilai dari thitung lebih besar dari ttabel. Derajat kesalahan yang ditoleransi sebesar 0.05 dan derajat keyakinan (confidence interval) sebesar 0.95. taraf signifikansi yang digunakan dalam analisis ini sebesar 0.05.

 


 

Tabel 9

Hasil Uji t (t-test) Pengujian Hipotesis 4

Model

Unstandarized

Coeficients

Standarized

Coeficients

t

sig

Collieniaryty

Statiscics

1

 

B

Std. Error

Betta

Tolerance

VIF

Constant

9.222

4.796

 

1.923

0.060

 

 

Pendidikan karakter

0.281

0.125

0.313

2.247

0.029

0.159

6.307

Motivasi belajar

0.413

0.117

0.465

3.522

0.001

0.176

5.675

Aktivitas belajar

0.173

0.125

0.178

1.384

0.172

0.186

5.386

  1. Dependent Variabel : Prestasi  Belajar

 


Berdasarkan hasil uji t (parsial) di atas dapat dijelaskan beberapa hal sebagai berikut

1      Pendidikan karakter memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.281 dengan nilai thitung sebesar 2.247 > 1.96 (ttabel), dengan taraf signifikansi 0.029, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau derajat kesalahan  = 5%. Dengan demikian pendidikan karakter memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland  Tangerang.

2      Motivasi belajar memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.413 dengan nilai thitung sebesar 3.522 > 1.96 (ttabel), dengan taraf signifikansi 0.001, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau derajat kesalahan  = 5%. Dengan demikian motivasi belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland  Tangerang.

3      Aktivitas belajar memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.173 dengan nilai thitung sebesar 1.384 > 1.96 (ttabel), dengan taraf signifikansi 0.172, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau derajat kesalahan  = 5%. Dengan demikian aktivitas belajar memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland  Tangerang.

Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan analisis regresi, persamaan regresi hasil penelitian ini dapat diformulasikan sebagai berikut:

Prestasi = 9,222 + 0,281 PK + 0,413 MB + 0,173 AB + 

Prestasi Belajar bila dinaikan 10 satuan maka akan naik 0,281 kali 10 satuan pendidikan karakter , naik  0,413 kali 10 satuan motivasi belajar, naik  0,173 kali 10 aktivitas belajar pada konstanta 9,222.  

Ringkasan hasil pengujian dan pembuktian hipotesis baik secara parsial maupun simultan diperoleh keterangan berikut:

1.    Pendidikan karakter memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.281 dengan nilai thitung sebesar 2.247 > 1.96 (ttabel), dengan taraf signifikansi 0.029, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau derajat kesalahan  = 5%. Dengan demikian, hipotesis 1 yang menyatakan bahwa pendidikan karakter memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland  Tangerang secara statistik diterima.

2.    Motivasi belajar memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.413 dengan nilai thitung sebesar 3.522 > 1.96 (ttabel), dengan taraf signifikansi 0.001, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau derajat kesalahan  = 5%. Dengan demikian hipotesis 2 yang menyatakan bahwa motivasi belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland  Tangerang secara statistik diterima.

3.    Aktivitas belajar memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.173 dengan nilai thitung sebesar 1.384 > 1.96 (ttabel), dengan taraf signifikansi 0.172, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau derajat kesalahan  = 5%. Dengan demikian hipotesis 3 yang menyatakan bahwa aktivitas belajar memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland  Tangerang secara statistik ditolak.

4.    Pendidikan karakter, motivasi belajar dan aktivitas belajar secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa SDS Harapan Bangsa Kota Modern Tangerang, berdasarkan hasil perhitungan statistik, diperoleh hasil nilai F sebesar 91.931 sedangkan nilai F tabel untuk jumlah sampel sebanyak 54 (0.95, 3; 54) sebesar (2.78), sehingga nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel.  Dengan demikian hipotesis 4 yang menyatakan bahwa  Pendidikan karakter, motivasi belajar, dan aktivitas belajar secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa SDS Harapan Bangsa Modernland  Tangerang secara statistik diterima.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan beberapa hal yaitu Pendidikan karakter berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi siswa. Semakin bagus karakter siswa seperti karakter disiplin, percaya diri dan mandiri memiliki hubungan yang erat dengan motivasi belajar, aktivitas belajar dan prestasi belajar siswa. Karakter kejujuran merupakan karakter paling dominan yang ditunjukkan oleh siswa.

Motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Siswa yang termotivasi menunjukkan perilaku positif dalam proses belajar mengajar, seperti rajin, aktif, komunikatif, dan memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi. Pada umumnya mereka lebih berprestasi jika dibandingkan dengan siswa yang tidak termotivasi. Indikator motivasi yang paling menonjol dari siswa adalah kesungguhan mereka mengikuti proses belajar mengajar dan mengerjakan tugas.

Aktivitas belajar berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap prestasi belajar. Hal ini merupakan satu temuan yang menarik bahwa semasa pandemi, aktivitas proses belajar mengajar sangat terbatas. Guru tidak dapat merancang proses pembelajaran yang bervariasi, karena umumnya proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Tidak hanya proses belajar dan mengajar saja yang terganggu, namun pelaksanaan kegiatan di sekolah juga berubah dan tidak lagi sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan sebelumnya. Sebagian besar aktivitas belajar mengajar adalah kegiatan mencatat dan menghafal, sehingga memberikan pemahaman atas suatu konsep dalam materi pelajaran perlu didorong dan ditingkatkan.

Secara simultan, pendidikan karakter, motivasi belajar, aktivitas belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar. Hubungan keempat variabel juga positif. Siswa dengan pendidikan karakter yang baik seperti disiplin, tanggung jawab, mandiri, dan siswa dengan motivasi yang tinggi dan aktivitas belajar yang menarik, dalam beberapa penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan jika dibanding siswa yang tidak memperoleh pendidikan karakter yang cukup, tidak termotivasi dan dengan aktivitas pembelajaran yang rendah.

 

 

 

Bibliografi

 

Abidin, Z., Hudaya, A., & Anjani, D. (2020). Efektivitas pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi covid-19. Research and Development Journal of Education, 1(1), 131–146.Google Scholar

Djamarah, S. B. (1994). Prestasi belajar dan kompetensi guru. Surabaya: usaha nasional. Google Scholar

Gunawan, Y. I. P. (2018). Pengaruh motivasi belajar terhadap keaktifan siswa dalam mewujudkan prestasi belajar siswa. Khazanah Akademia, 2(1), 74–84. Google Scholar

Maryam, S. (2021). Pengaruh Kedisiplinan Siswa Saat Pembelajaran Jarak Jauh Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Universitas Pendidikan Indonesia. Google Scholar

Mulyasa, H. E. (2021). Implementasi Kurikulum 2013 Revisi: Dalam Era Industri 4.0. Bumi Aksara. Google Scholar

Nasution, T. (2018). Membangun Kemandirian Siswa Melalui Pendidikan Karakter. Ijtimaiyah: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(1). Google Scholar

Pane, A., & Dasopang, M. D. (2017). Belajar dan pembelajaran. Fitrah: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(2), 333–352. Google Scholar

Prajitno, S. B. (2013). Metodologi penelitian kuantitatif. Jurnal. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati.(Tersedia Di Http://Komunikasi. Uinsgd. Ac. Id). Google Scholar

Sari, I. (2018). Motivasi belajar mahasiswa program studi manajemen dalam penguasaan keterampilan berbicara (speaking) bahasa Inggris. Jumant, 9(1), 41–52. Google Scholar

Setiawati, S. M., & Psi, S. (2018). Telaah Teoritis: Apa Itu Belajar. Jurnal Helper, 35(1), 31–46. Google Scholar

Sholichah, A. S. (2018). Teori-teori pendidikan dalam Al-Qur’an. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 7(01), 23–46. Google Scholar

Soendari, T. (2012). Metode Penelitian Deskriptif. Bandung, UPI. Stuss, Magdalena & Herdan, Agnieszka, 17. Google Scholar

Sukatin, H. S. (2020). MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER. Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 10(2), 39–51. Google Scholar

Sulastri, T. (2007). Hubungan motivasi berprestasi dan disiplin dengan kinerja dosen. Optimal: Jurnal Ekonomi Dan Kewirausahaan, 1(1), 13–21. Google Scholar

Xingyan, X. (2008). Study on life education for college students. Frontiers of Education in China, 3(3), 448–459. Google Scholar


Copyright holder :

Emy, Margono Mitrohardjono (2021).

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: