�
|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 10, Oktober 2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENGARUH PENDIDIKAN KARAKTER, MOTIVASI BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR
TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR�
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Budi Luhur
Jakarta, Indonesia
Email: [email protected],
[email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima
1 September 2021 Direvisi 13
Oktober 2021 Disetujui 15 Oktober 2021 |
Keberhasilan belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari belajar yang mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Oleh karena itu dalam penilaian
hasil belajar, peranan ujian instruksional yang berisi rumusan kemampuan dan tingkah laku yang diinginkan dikuasai oleh siswa menjadi unsur penting sebagai� dasar dan acuan penilaian.� Keberhasilan belajar juga merupakan keberhasilan siswa dalam membentuk kompetensi dan mencapai tujuan serta keberhasilan guru dalam membimbing siswa dalam pembelajaran. Analisis data dan pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana untuk menguji hipotesis secara parsial, dan analisis regresi berganda untuk menguji hipotesis secara simultan. Penelitian ini memiliki tujuan
mengetahui dan menguji pengaruh Pendidikan Karakter, Motivasi Belajar dan
Aktivitas Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa,� baik secara parsial maupun secara simultanHasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar dengan taraf signifikansi 0,029. Motivasi belajar secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar dengan taraf signifikansi 0,001. Aktivitas belajar secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar, namun secara simultan berpengaruh tidak signifikan dengan taraf signifikansi 0,172. Motivasi belajar dan aktivitas belajar secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar, berdasarkan hasil perhitungan statistik. Nilai F adalah 91,931 sedangkan nilai F tabel untuk jumlah sampel adalah 54 (0,95, 3; 54) dari (2,78), sehingga nilai F hitung lebih besar dari
F tabel. Terakhir, pendidikan karakter, motivasi belajar dan aktivitas belajar secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Penelitian berikutnya disarankan dapat menggunakan jumlah sampel yang lebih besar dengan
melibatkan siswa, orang tua siswa dan guru. ABSTRACT Learning
success is a change in behavior as a result of learning that covers the
cognitive, affective, and psychomotor fields. Therefore, in the assessment of
learning outcomes, the role of instructional examinations that contain
formulation of abilities and behaviors desired by students becomes an
important element as a basis and reference for assessment. Learning success
is also the success of students in forming competencies and achieving goals
as well as the success of teachers in guiding students in learning. Data
analysis and hypothesis testing are done using simple regression analysis to
partially test hypotheses, and multiple regression analysis to test
hypotheses simultaneously. This research has the goal of knowing and testing
the influence of Character Education, Learning Motivation and Learning
Activities on Student Learning Achievement, both partially and
simultaneously, research shows that character education partially or
simultaneously positively and significantly affects learning achievement with
a significance level of 0.029. Learning motivation partially and
simultaneously has a positive and significant effect on learning achievement
with a significance level of 0.001. Learning activities partially positively
and significantly affect with a significance level of 0.172. Learning
motivation and learning activities simultaneously have a positive and
significant effect on learning achievement, based on the results of
statistical calculations. The value of F is 91.931 while the table F value
for the sample number is 54 (0.95, 3; 54) from (2.78), so the value of F
calculates greater than F of the table. Lastly, character education, learning
motivation and learning activities simultaneously have a positive and
significant influence on learning achievement. Subsequent research suggested
it could use a larger sample number by involving students, parents of
students and teachers. |
|
Kata Kunci: Pendidikan karakter, motivasi belajar, aktivitas belajar, prestasi belajar. Keywords: Character education, learning motivation, learning
activities, learning achievement |
Pendahuluan
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkapkan selama pandemi Covid-19, pembelajaran
jarak jauh (PJJ) di Indonesia memberikan dampak �pada nilai akademis siswa terlebih pada
jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan dasar menengah (Maryam, 2021). Direktur Jenderal (Dirjen)
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa� hasil evaluasi prestasi belajar siswa
terdapat� banyak sekali keterbatasan.
Keterbatasan ini berkaitan dengan tracing guru, tracing siswa, dan berkaitan
dengan pemantauan dan pengawasan. Keterbatasan juga berkaitan dengan proses
belajar mengajar secara daring, secara akademis, berdampak penurunan hasil
belajar siswa. Para guru diharapkan untuk dapat melakukan penilaian atas dasar
tidak hanya hasil menjawab soal, tetapi kesungguhan, motivasi, kedisiplinan,
anak-anak kita dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) di rumah
seharusnya menjadi satu penilaian, itu bagian dari penilaian karakter (Abidin et al., 2020).
Definisi pendidikan secara luas
adalah mengartikan pendidikan sebagai hidup (Nasution, 2018). Pendidikan adalah segala
pengalaman belajar yang berlangsung dalam lingkungan dan sepanjang hidup (long
life education) (Xingyan, 2008). Pendidikan adalah segala
situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Secara simplistik
pendidikan didefinisikan sebagai sekolah, yakni pengajaran yang dilaksanakan
atau diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan
adalah segala pengaruh yang diupayakan terhadap anak dan remaja yang diserahkan
kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap
hubungan- hubungan dan tugas sosial mereka. Secara alternatif pendidikan
didefinisikan sebagai usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan
pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan yang
berlangsung di sekolah dan luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan
peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan secara
tepat di masa yang akan datang (Sholichah, 2018)
Keberhasilan belajar adalah
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari belajar yang mencakup bidang kognitif,
afektif, dan psikomotorik (Setiawati & Psi, 2018). Oleh karena itu dalam penilaian hasil belajar,
peranan ujian instruksional yang berisi rumusan kemampuan dan tingkah laku yang
diinginkan dikuasai oleh siswa menjadi unsur penting sebagai� dasar dan acuan penilaian.� Keberhasilan belajar juga merupakan
keberhasilan siswa dalam membentuk kompetensi dan mencapai tujuan serta
keberhasilan guru dalam membimbing siswa dalam pembelajaran. Saat ini kurikulum
yang diterapkan di Indonesia yaitu kurikulum 2013, kurikulum 2013 yang
dijadikan sebagai rujukan proses pembelajaran pada satuan pendidikan perlu
mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) (Mulyasa, 2021). Yang dimaksud dalam integrasi
tersebut bukan sebagai program tambahan atau sisipan, melainkan sebagai cara
mendidik dan belajar bagi seluruh pelaku pendidikan di satuan Pendidikan.
Dalam Perpres No 87 Tahun 2017
yang terdapat pada Pasal 1 Ayat 1 tentang PPK mendefinisikan PPK sebagai
Gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat
karakter peserta didik melalui harmonisasi oleh hati, olah rasa, dan olah raga
dengan pelibatan dan kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga, dan
masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental".
Pendidikan karakter di sekolah merupakan elemen yang sangat penting untuk
diterapkan di lingkungan sekolah di mana pendidikan ini memiliki fungsi sebagai
pembentuk karakter dan juga moral siswa dalam interaksinya di tengah-tengah
masyarakat (Sukatin, 2020). Pendidikan karakter bisa dilakukan mulai dari hal
yang paling kecil misalnya membiasakan anak untuk mencium tangan guru dan orang
tua ketika tiba di sekolah, mengucapkan salam ketika guru masuk ke kelas, dan
lainnya
Motivasi berasal dari kata
latin, yaitu �movere� yang artinya dorongan atau daya penggerak (Sulastri,
2007). Dalam buku Mangkunegara (2017:93) mengatakan bahwa
�motivation as an energizing condition of the organism that services to
direct that organism toward the goal of a certain class� (motivasi sebagai
suatu kondisi yang menggerakkan manusia ke arah suatu tujuan tertentu). Menurut
(Sari, 2018) motif dapat dikatakan sebagai
daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan
aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.
Aktivitas adalah segala sesuatu
yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun nonfisik.
Sedangkan aktivitas siswa dalam belajar adalah segala bentuk kegiatan yang
dilakukan oleh siswa dalam proses pembelajaran baik itu melibatkan fisik maupun
mental siswa, sehingga terjadi perubahan tingkah laku yang baru di dalam diri
siswa setelah berakhirnya pembelajaran (Pane & Dasopang, 2017). Pada prinsipnya belajar adalah berbuat untuk
melakukan kegiatan. Tidak ada belajar tanpa aktivitas. Itulah sebabnya
aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting di dalam interaksi
belajar mengajar, tanpa aktivitas proses belajar tidak akan berlangsung dengan
baik. (Pane & Dasopang, 2017)
Prestasi belajar adalah hasil
pengajaran yang diperoleh dari kegiatan belajar di sekolah Perguruan Tinggi
yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan nilai
penilaian (Djamarah, 1994). Setelah mempelajari hasil
prestasi yang dicapai dari siswa� - siswi
kelas 6 dari kelas 4 sampai kelas 6 mengalami grafik yang� turun naik yang disebabkan karena rendahnya
motivasi belajar� dan aktivitas belajar
siswa � siswi tersebut sehingga prestasi yang diraih mengalami penurunan,
dimasa pandemic seperti ini guru�guru mengalami kesulitan memonitoring motivasi
belajar dan aktivitas belajar yang ada diharapkan hanya kesadaran dari dalam
diri siswa tersebut.
Penelitian ini dilakukan di
Sekolah Dasar Swasta Harapan Bangsa Modernland Tangerang. Objek penelitian ini
adalah siswa Kelas 6. Jumlah siswa yang dijadikan sebagai responden adalah 54
siswa dari 69 siswa yang diambil secara acak. Pengambilan data dilakukan dengan
memberikan� kuesioner kepada siswa
terpilih (sampel) dan siswa sebagai responden. Pengisian kuesioner dipandu
langsung oleh peneliti melalui aplikasi Google meeting.� Pengisian kuesioner secara mandiri didampingi
oleh masing- masing orang tua.
Penelitian ini sejalan dengan
yang dilakukan oleh (Gunawan, 2018) dengan hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa
motivasi belajar berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keaktifan
siswa dalam mewujudkan prestasi belajar siswa. Artikel ini berkesimpulan bahwa
prestasi belajar siswa dapat terwujud dengan baik yaitu dengan keaktifan siswa
dan motivasi belajar yang optimal. Kebaruan dalam penelitian ini adalah
variabel indokator yang digunakan lebih kompleks dibandingkan dengan penelitian
sebelumnya.
Penelitian ini penting
dilakukan guna memberikan khazanah keilmuan baru dalam kajian ilmu pendidikan
tentunya yang terkait dengan metode meningkatakan prestasi belajar siswa.
Agar penelitian lebih terarah
dan tidak menimbulkan perluasan masalah maka penulis perlu dibatasi masalah
dalam penelitian ini, merujuk dari pada tema yang telah dibuat oleh penulis
maka masalah yang akan dikaji hanya dalam ruang lingkup pengaruh pendidikan
karakter, motivasi belajar, aktivitas belajar terhadap prestasi belajar siswa
sekolah dasar studi pada siswa kelas 6 Sekolah Dasar di Harapan Bangsa,
Modernland� � Tangerang .
Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui dan menguji pengaruh Pendidikan Karakter, Motivasi Belajar dan
Aktivitas Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa,� baik secara parsial maupun secara simultan,
pada peserta didik di Sekolah Dasar Harapan Bangsa Modernland � Tangerang
Metode Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan kuantitatif deskriptif (Prajitno, 2013), yaitu jenis
penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan
atau menggambarkan data
yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan pendekatan korelasi (correlational
research) (Soendari, 2012).
Teknik pengumpulan
data pada penelitian ini adalah melalui kuesioner. Bentuk kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Kuesioner tertutup membatasi responden dengan memilih jawaban yang telah disediakan oleh peneliti.
Skala yang digunakan adalah skala ordinal dengan sistem likert yaitu
skala yang disusun berdasarkan jenjang atau rangking (kurang atau lebih).
Skala Likert adalah skala
yang paling sering digunakan
untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi responden terhadap sesuatu objek, bentuk standar
skala likert adalah 1 sampai 5.
Hasil
dan Pembahasan
Pengujian hipotesis pertama dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear sederhana untuk menentukan pengaruh pendidikan karakter terhadap prestasi belajar. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1
Hasil Regresi Sederhana
Pengaruh Pendidikan Karakter
terhadap Prestasi Belajar
|
Model |
R |
R Square |
Adjused Rsquare |
Std. error of
the Estimate |
Change
Statistic |
Durbin- Watson |
||
|
R Square Change |
F Change |
Sig. F Change |
|
|||||
|
1 |
884 |
0,781 |
0.777 |
2.14613 |
0.781 |
185313 |
0.000 |
1.179 |
|
a.
Predictors : (constant)
Pendidikan Karakter |
||||||||
|
b.
Dependent Variabel : Prestasi Belajar |
||||||||
Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25
Koefisien Korelasi (R) menunjukkan hubungan antara variabel dependen terhadap variabel independen yang diamati (korelasi). Berdasarkan hasil analisis ditemukan Nilai R sebesar 0.884 atau 88.4%, artinya variabel pendidikan karakter memiliki hubungan yang kuat dengan prestasi belajar siswa kelas
6 SDS Harapan Bangsa Modernland
Tangerang.
Koefisien Determinasi diukur dari (R2). Berdasarkan hasil analisis regresi nilai R2 sebesar 0.781 atau 78.1% yang berarti bahwa pendidikan
karakter, merupakan prediktor/determinan prestasi belajar siswa sebagaimana dipersepsikan oleh siswa SDS
Harapan Bangsa sebesar 78.1
%. Sementara 21,9% dijelaskan
oleh variabel-variabel lain yang tidak
digunakan dalam model.
Uji t (t-test) digunakan untuk
menguji apakah variabel independen yang digunakan dalam model penelitian secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis dapat diterima apabila nilai dari
thitung lebih besar dari ttabel.
Derajat kesalahan yang ditoleransi sebesar 0.05 dan derajat keyakinan (confidence
interval) sebesar 0.95. taraf
signifikansi yang digunakan
dalam analisis ini sebesar 0.05..
Tabel 2
Hasil Uji t (t-test) Pengujian Hipotesis 1
|
Model |
Unstandarized Coeficients |
Standarized Coeficients |
T |
sig |
Collieniaryty Statiscics |
|||
|
1 |
|
B |
Std. Error |
Betta |
Tolerance |
VIF |
||
|
Constant |
8.852 |
5.572 |
|
1.589 |
0.1118 |
|
|
|
|
Pendidikan Karakter |
0.793 |
0.058 |
0.884 |
13.613 |
0.000 |
1.000 |
1.000 |
|
|
a. Dependent Variabel : Prestasi Belajar |
||||||||
Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25
Berdasarkan hasil uji t (parsial) di atas dapat dijelaskan
bahwa Pendidikan karakter memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.793 dengan nilai thitung sebesar
13.613 > 1.96 (ttabel), dengan
taraf signifikansi 0.000,
pada derajat keyakinan
(confidence interval) 95% atau derajat
kesalahan = 5%. Dengan
demikian pendidikan karakter memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland Tangerang.
Pengujian hipotesis kedua dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear sederhana untuk menentukan pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3
Hasil Regresi Sederhana
Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar
|
Model |
R |
R Square |
Adjused Rsquare |
Std. error of the Estimate |
Change Statistic |
Durbin- Watson |
||
|
R Square Change |
F Change |
Sig. F Change |
|
|||||
|
1 |
.898a |
0.806 |
0.803 |
2.01785 |
0.806 |
216.445 |
0.000 |
1.785 |
|
c.
Predictors : (constant) Motivasi Belajar |
||||||||
|
d.
Dependent Variabel : Prestasi Belajar |
||||||||
Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25
Koefisien Korelasi R menunjukkan hubungan antara variabel dependen terhadap variabel independen yang diamati (korelasi). Berdasarkan hasil analisis ditemukan Nilai R sebesar 0.898 atau 89.8%, artinya variabel motivasi belajar memiliki hubungan yang kuat dengan prestasi belajar siswa kelas
6 SDS Harapan Bangsa Modernland� Tangerang.
Koefisien Determinasi diukur dari (R2). Berdasarkan hasil analisis regresi nilai R2 sebesar 0.806 atau 80.6% yang berarti bahwa motivasi
belajar, merupakan prediktor/determinan prestasi belajar siswa sebagaimana dipersepsikan oleh siswa SDS
Harapan Bangsa sebesar 80.6
%. Sementara 19,4% dijelaskan
oleh variabel-variabel lain yang tidak
digunakan dalam model. Semakin besar nilai
R2, semakin besar kemampuan model dalam menjelaskan fenomena yang diamati.
Tabel 4
Hasil Uji t (t-test) Pengujian Hipotesis 2
|
Model |
Unstandarized Coeficients |
Standarized Coeficients |
t |
sig |
Collieniaryty Statiscics |
|||
|
1 |
|
B |
Std. Error |
Betta |
Tolerance |
VIF |
||
|
Constant |
18.038 |
4.532 |
|
3.980 |
0.000 |
|
|
|
|
Motivasi Belajar |
0.798 |
0.054 |
0.898 |
14.712 |
0.000 |
1.000 |
1.000 |
|
|
||||||||
Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25
Berdasarkan hasil uji t (parsial) di atas dapat dijelaskan
bahwa motivasi belajar memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.798 dengan nilai thitung
sebesar 14.712 > 1.96 (ttabel),
dengan taraf signifikansi 0.000, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau
derajat kesalahan
= 5%. Dengan demikian motivasi belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas
6 SDS Harapan Bangsa Modernland� Tangerang.
Tabel 5
Hasil Regresi Sederhana
Pengaruh Aktivitas Belajar terhadap Prestasi Belajar
|
Model |
R |
R Square |
Adjused Rsquare |
Std. error of the Estimate |
Change Statistic |
Durbin- Watson |
||
|
R Square Change |
F Change |
Sig. F Change |
|
|||||
|
1 |
859a |
0.737 |
0.732 |
2.34985 |
0.737 |
145.950 |
0.000 |
0.501 |
|
a.
Predictors : (constant) Kativitas belajar |
||||||||
|
b.
Dependent Variabel : Prestasi Belajar |
||||||||
Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25���
Koefisien Korelasi R menunjukkan hubungan antara variabel dependen terhadap variabel independen yang diamati (korelasi). Berdasarkan hasil analisis ditemukan Nilai R sebesar 0.859 atau 85.9%, artinya variabel aktivitas belajar memiliki hubungan yang kuat dengan prestasi belajar siswa kelas
6 SDS Harapan Bangsa Modernland
Tangerang.
Koefisien Determinasi diukur dari (R2). Berdasarkan hasil analisis regresi nilai R2 sebesar 0.737 atau 73.7% yang berarti bahwa aktivitas
belajar merupakan prediktor/determinan prestasi belajar siswa sebagaimana dipersepsikan oleh siswa SDS
Harapan Bangsa sebesar 73.7
%. Sementara 26,3% dijelaskan
oleh variabel-variabel lain yang tidak
digunakan dalam model. Semakin besar nilai
R2, semakin besar kemampuan model dalam menjelaskan fenomena yang diamati.
Tabel 6
Hasil Uji t (t-test) Pengujian Hipotesis 3
|
Model |
Unstandarized Coeficients |
Standarized Coeficients |
t |
sig |
Collieniaryty Statiscics |
|||
|
1 |
|
B |
Std. Error |
Betta |
Tolerance |
VIF |
||
|
Constant |
16.486 |
5.647 |
|
2.920 |
0.005 |
|
|
|
|
Aktivitas Belajar |
0.832 |
0.069 |
0.859 |
12.081 |
0.000 |
1.000 |
1.000 |
|
|
||||||||
Sumber:
Hasil Penelitian 2021: Diolah
dengan SPSS 25�
Berdasarkan hasil uji t (parsial) di atas dapat dijelaskan
bahwa Pendidikan Karakter memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.832 dengan nilai thitung sebesar
12.081 > 1.96 (ttabel), dengan
taraf signifikansi 0.000,
pada derajat keyakinan
(confidence interval) 95% atau derajat
kesalahan = 5%. Dengan
demikian aktivitas belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Kota Modern Tangerang.
Tabel 7
Hasil Analisis Regresi
Berganda
|
Model |
R |
R Square |
Adjused Rsquare |
Std. error of the Estimate |
Change Statistic |
Durbin- Watson |
||
|
R Square Change |
F Change |
Sig. F Change |
|
|||||
|
1 |
920a |
0.847 |
0.837 |
1.83167 |
��� 0.847�������������������������������������������������������������������������������������������������������
������������������������������������ |
91. 931 |
0.00 |
1.136 |
|
c.
Predictors : (constant) Aktivitas belajar, motivasi belajar, pendidikan karakter. |
||||||||
|
d.
Dependent Variabel : Prestasi Belajar |
||||||||
Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25
Koefisien Korelasi (R), Nilai R menunjukkan
hubungan antara variabel dependen terhadap variabel independen yang diamati (korelasi). Berdasarkan hasil analisis ditemukan Nilai R sebesar 0.920 atau 92.0%, artinya variabel pendidikan karakter, motivasi belajar dan aktivitas belajar secara bersama-sama memiliki hubungan yang kuat dengan prestasi belajar siswa kelas
6 SDS Harapan Bangsa Modernland� Tangerang.
Koefisien Determinasi (R2), Koefisien Determinasi diukur dari (R2). Berdasarkan hasil analisis regresi nilai R2 sebesar 0.847 atau 84.7% yang berarti bahwa pendidikan
karakter, motivasi belajar dan aktivitas belajar merupakan prediktor pendidikan karakter, motivasi belajar dan aktivitas belajar merupakan prediktor/determinan prestasi belajar siswa sebagaimana dipersepsikan oleh siswa SDS
Harapan Bangsa sebesar 84.7
%. Semenatara 15,3% dijelaskan
oleh variabel-variabel lain yang tidak
digunakan dalam model. Semakin besar nilai
R2, semakin besar kemampuan model dalam menjelaskan fenomena yang diamati.
Uji F (Simultan), F test digunakan
untuk menunjukkan apakah variabel independen yang digunakan dalam model penelitian secara serentak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis dapat diterima apabila nilai dari Fhitung
lebih besar dari Ftabel. Derajat
kesalahan yang ditoleransi sebesar 0.05 dan derajat keyakinan (confidence interval) sebesar
0.95. taraf signifikansi
yang digunakan dalam analisis ini sebesar
0.05. apabila nilai sig lebih kecil dari
0.05, maka pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dapat dinyatakan signifikan dan hipotesis dapat diterima. Hasil uji F selengkapnya
dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8
Hasil Uji F (F-test) Pengujian Hipotesis 4
|
Model |
Sum of Square |
df |
Mean Square |
F |
Sig |
|
|
1 |
Regression |
925.286 |
3 |
308.429 |
91.931 |
.000b |
|
Ressidual |
167.751 |
50 |
3.355 |
|
|
|
|
Total |
1093.037 |
53 |
|
|
|
|
|
a. Dependent Variabel : Prestasi Belajar |
||||||
|
b. Predictors (constant) Aktivitas Belajar, Motivasi belajar, Pendidikan Karakter |
||||||
Sumber: Hasil Penelitian 2021: Diolah dengan SPSS 25
Nilai signifikan F atau
Fhitung menunjukkan signifikansi koefisien determinan atau membuktikan kecocokan model regresi, artinya persamaan regresi yang dihasilkan mampu menjelaskan variasi Y. Pada tabel di atas Fhitung
sebesar 91.931 > F tabel
dan sig F adalah 0,000 < 0,05. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan sesuai dengan model yang dikembangkan dan hasil analisis dapat digeneralisasikan pada populasi dengan derajat kesalahan 5% dan derajat keyakinan 95%.
Berdasarkan hasil perhitungan statistik, diperoleh hasil nilai F sebesar
91.931 sedangkan nilai F tabel untuk jumlah
sampel sebanyak 54 (0.95,
3; 54) sebesar (3.79), sehingga
nilai Fhitung lebih besar dari
Ftabel. Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat dibuktikan
bahwa pendidikan karakter, motivasi belajar dan aktivitas belajar secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa SDS Harapan Bangsa Modernland� Tangerang.
Uji t (Parsial), Uji t digunakan
untuk menunjukkan seberapa besar pengaruh suatu variabel independen atau variabel bebas
secara individual terhadap variabel dependen atau variabel terikat
secara parsial (Ghozali 2016). Uji t (t-test) digunakan
untuk menguji apakah variabel independen yang digunakan dalam model penelitian secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis dapat diterima apabila nilai dari thitung
lebih besar dari ttabel. Derajat
kesalahan yang ditoleransi sebesar 0.05 dan derajat keyakinan (confidence interval) sebesar
0.95. taraf signifikansi
yang digunakan dalam analisis ini sebesar
0.05.
Tabel 9
Hasil Uji t (t-test) Pengujian Hipotesis 4
|
Model |
Unstandarized Coeficients |
Standarized Coeficients |
t |
sig |
Collieniaryty Statiscics |
|||
|
1 |
|
B |
Std.
Error |
Betta |
Tolerance |
VIF |
||
|
Constant |
9.222 |
4.796 |
|
1.923 |
0.060 |
|
|
|
|
Pendidikan karakter |
0.281 |
0.125 |
0.313 |
2.247 |
0.029 |
0.159 |
6.307 |
|
|
Motivasi belajar |
0.413 |
0.117 |
0.465 |
3.522 |
0.001 |
0.176 |
5.675 |
|
|
Aktivitas belajar |
0.173 |
0.125 |
0.178 |
1.384 |
0.172 |
0.186 |
5.386 |
|
|
||||||||
Berdasarkan hasil uji t (parsial) di atas dapat dijelaskan
beberapa hal sebagai berikut
1 Pendidikan
karakter memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.281 dengan nilai thitung
sebesar 2.247 > 1.96 (ttabel),
dengan taraf signifikansi 0.029, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau
derajat kesalahan
= 5%. Dengan demikian pendidikan karakter memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas
6 SDS Harapan Bangsa Modernland� Tangerang.
2 Motivasi belajar memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.413 dengan nilai thitung
sebesar 3.522 > 1.96 (ttabel),
dengan taraf signifikansi 0.001, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau
derajat kesalahan
= 5%. Dengan demikian motivasi belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas
6 SDS Harapan Bangsa Modernland� Tangerang.
3 Aktivitas belajar memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.173 dengan nilai thitung
sebesar 1.384 > 1.96 (ttabel),
dengan taraf signifikansi 0.172, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau
derajat kesalahan
= 5%. Dengan demikian aktivitas belajar memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas
6 SDS Harapan Bangsa Modernland� Tangerang.
Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan analisis regresi, persamaan regresi hasil penelitian ini dapat diformulasikan
sebagai berikut:
Prestasi = 9,222 + 0,281 PK + 0,413 MB + 0,173 AB +
Prestasi Belajar bila dinaikan
10 satuan maka akan naik 0,281 kali 10 satuan pendidikan karakter , naik� 0,413 kali 10
satuan motivasi belajar, naik� 0,173
kali 10 aktivitas belajar
pada konstanta 9,222.��
Ringkasan hasil pengujian dan pembuktian hipotesis baik secara parsial
maupun simultan diperoleh keterangan berikut:
1. Pendidikan
karakter memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.281 dengan nilai thitung
sebesar 2.247 > 1.96 (ttabel),
dengan taraf signifikansi 0.029, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau
derajat kesalahan
= 5%. Dengan demikian, hipotesis 1 yang menyatakan bahwa pendidikan karakter memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland� Tangerang secara statistik diterima.
2. Motivasi belajar memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.413 dengan nilai thitung
sebesar 3.522 > 1.96 (ttabel),
dengan taraf signifikansi 0.001, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau
derajat kesalahan
= 5%. Dengan demikian hipotesis 2 yang menyatakan bahwa motivasi belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 6 SDS Harapan Bangsa Modernland� Tangerang secara statistik diterima.
3. Aktivitas belajar memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar sebesar 0.173 dengan nilai thitung
sebesar 1.384 > 1.96 (ttabel),
dengan taraf signifikansi 0.172, pada derajat keyakinan (confidence interval) 95% atau
derajat kesalahan
= 5%. Dengan demikian hipotesis 3 yang menyatakan bahwa aktivitas belajar memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan
terhadap prestasi belajar siswa kelas
6 SDS Harapan Bangsa Modernland� Tangerang secara
statistik ditolak.
4. Pendidikan
karakter, motivasi belajar dan aktivitas belajar secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa SDS Harapan Bangsa Kota
Modern Tangerang, berdasarkan hasil
perhitungan statistik, diperoleh hasil nilai F sebesar 91.931 sedangkan nilai F tabel untuk jumlah
sampel sebanyak 54 (0.95,
3; 54) sebesar (2.78), sehingga
nilai Fhitung lebih besar dari
Ftabel.� Dengan demikian hipotesis 4 yang menyatakan bahwa� Pendidikan karakter,
motivasi belajar, dan aktivitas belajar secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa SDS Harapan Bangsa Modernland� Tangerang secara statistik diterima.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan beberapa hal yaitu Pendidikan karakter berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi siswa. Semakin bagus karakter siswa seperti karakter
disiplin, percaya diri dan mandiri memiliki hubungan yang erat dengan motivasi
belajar, aktivitas belajar dan prestasi belajar siswa. Karakter kejujuran merupakan karakter paling dominan yang ditunjukkan oleh siswa.
Motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Siswa yang termotivasi menunjukkan perilaku positif dalam proses belajar mengajar, seperti rajin, aktif, komunikatif,
dan memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi.
Pada umumnya mereka lebih berprestasi jika dibandingkan dengan siswa yang tidak termotivasi. Indikator motivasi yang paling menonjol dari siswa
adalah kesungguhan mereka mengikuti proses belajar mengajar dan mengerjakan tugas.
Aktivitas belajar berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap prestasi belajar. Hal ini merupakan satu temuan yang menarik bahwa semasa pandemi,
aktivitas proses belajar mengajar sangat terbatas. Guru tidak dapat merancang
proses pembelajaran yang bervariasi,
karena umumnya proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Tidak hanya proses belajar dan mengajar saja yang terganggu, namun pelaksanaan kegiatan di sekolah juga berubah dan tidak lagi sesuai dengan
jadwal yang telah direncanakan sebelumnya. Sebagian
besar aktivitas belajar mengajar adalah kegiatan mencatat dan menghafal, sehingga memberikan pemahaman atas suatu konsep dalam
materi pelajaran perlu didorong dan ditingkatkan.
Secara simultan, pendidikan karakter, motivasi belajar, aktivitas belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar. Hubungan keempat variabel juga positif. Siswa dengan pendidikan
karakter yang baik seperti disiplin, tanggung jawab, mandiri, dan siswa dengan motivasi yang tinggi dan aktivitas belajar yang menarik, dalam beberapa penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan jika dibanding siswa yang tidak memperoleh pendidikan karakter yang cukup, tidak termotivasi dan dengan aktivitas pembelajaran yang rendah.
Bibliografi
Abidin, Z.,
Hudaya, A., & Anjani, D. (2020). Efektivitas pembelajaran jarak jauh pada
masa pandemi covid-19. Research and Development Journal of Education, 1(1),
131�146.Google Scholar
Djamarah,
S. B. (1994). Prestasi belajar dan kompetensi guru. Surabaya: usaha
nasional. Google Scholar
Gunawan, Y.
I. P. (2018). Pengaruh motivasi belajar terhadap keaktifan siswa dalam
mewujudkan prestasi belajar siswa. Khazanah Akademia, 2(1),
74�84. Google Scholar
Maryam, S.
(2021). Pengaruh Kedisiplinan Siswa Saat Pembelajaran Jarak Jauh Terhadap
Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Universitas Pendidikan
Indonesia. Google Scholar
Mulyasa, H.
E. (2021). Implementasi Kurikulum 2013 Revisi: Dalam Era Industri 4.0.
Bumi Aksara. Google Scholar
Nasution,
T. (2018). Membangun Kemandirian Siswa Melalui Pendidikan Karakter. Ijtimaiyah:
Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(1). Google Scholar
Pane, A.,
& Dasopang, M. D. (2017). Belajar dan pembelajaran. Fitrah: Jurnal
Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(2), 333�352. Google Scholar
Prajitno,
S. B. (2013). Metodologi penelitian kuantitatif. Jurnal. Bandung: UIN Sunan
Gunung Djati.(Tersedia Di Http://Komunikasi. Uinsgd. Ac. Id). Google Scholar
Sari, I.
(2018). Motivasi belajar mahasiswa program studi manajemen dalam penguasaan
keterampilan berbicara (speaking) bahasa Inggris. Jumant, 9(1),
41�52. Google Scholar
Setiawati,
S. M., & Psi, S. (2018). Telaah Teoritis: Apa Itu Belajar. Jurnal Helper,
35(1), 31�46. Google Scholar
Sholichah,
A. S. (2018). Teori-teori pendidikan dalam Al-Qur�an. Edukasi Islami: Jurnal
Pendidikan Islam, 7(01), 23�46. Google Scholar
Soendari,
T. (2012). Metode Penelitian Deskriptif. Bandung, UPI. Stuss, Magdalena
& Herdan, Agnieszka, 17. Google Scholar
Sukatin, H.
S. (2020). MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER. Aktualita: Jurnal Penelitian
Sosial Keagamaan, 10(2), 39�51. Google Scholar
Sulastri,
T. (2007). Hubungan motivasi berprestasi dan disiplin dengan kinerja dosen. Optimal:
Jurnal Ekonomi Dan Kewirausahaan, 1(1), 13�21. Google Scholar
Xingyan, X.
(2008). Study on life education for college students. Frontiers of Education
in China, 3(3), 448�459. Google Scholar
|
Copyright holder : Emy, Margono Mitrohardjono (2021). |
|
First publication right
: This article is licensed under: |