Jurnal Syntax Transformation

Vol. 2 No. 10, Oktober 2021

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN MELALUI PENDEKATAN SUPERVISI KLINIS

 

Fransina Silpa Songjanan

SMA Negeri 5 Kota Tual, Maluku, Indonesia

Email: fransinasongjanan7@gmail.com

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

7 Oktober 2021

Direvisi

14 Oktober 2021

Disetujui

21 Oktober 2021

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, telah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah seperti pengadaan sarana prasarana pendidikan, pelatihan guru-guru sesuai dengan bidang yang diampu, penyelenggaraan kualifikasi guru, sertifikasi guru, dan lain sebagainya, namun saat ini masih belum menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang berarti ditinjau dari standar mutu yang ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran di sma negeri 5 tual. Dalam penelitian ini menggunakan metoda studi populasi. Studi populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Temuan dari penelitian ini adalah: program tahunan kriterianya amat baik. Program semester kriterianya amat baik. Silabus kriterianya amat baik. Rencana program pengajaran (RPP) kriterianya baik. Agenda mengajar guru kriterianya amat baik. Selesai Siklus II, terlihat terjadi peningkatan baik dari segi kesiapan guru membuat perencanaan pembelajaran maupun kesiapan guru dalam mengajar namun masih perlu ditingkatkan sehingga bisa mencapai nilai maksimal. Daftar persensi kriterianya amat baik. Daftar nilai kriterianya baik. Program perbaikan dan pengayaan kriterianya baik. Kegiatan awal pembelajaran kriterianya amat baik. Kegiatan inti pembelajaran kriterianya baik. Kegiatan penutup kriterianya amat baik

 

ABSTRACT

In order to improve the quality of education, there have been many efforts made by the government such as the procurement of educational infrastructure facilities, training teachers in accordance with the fields mastered, the implementation of teacher qualifications, teacher certification, and so on, but currently still has not shown improvement in the quality of education which means being reviewed from the quality of the specified standards. The purpose of this study is to find out whether clinical supervision can improve the ability of teachers in the learning process in state high schools 5 tual. In this study used the method of population studies. Population studies are the whole subject of the study. The findings of this study are: the annual program of criteria is very good. The semester program is very good. The syllabus criteria is very good. The teaching program plan (RPP) criteria is good. The teaching agenda of the teacher criteria is very good. Completed Cycle II, there is an increase both in terms of teacher readiness to make learning planning and teacher readiness in teaching but still need to be improved so that it can achieve maximum value. The list of criteria is very good. The list of criteria values is good. The improvement and enrichment program criteria are good. The initial activity of learning the criteria is very good. The core activities of learning criteria are good. The closing activities of the criteria are very good

Kata Kunci:

supervise klinis, kemampuan guru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

Humanitarian Conflict, East Timor, Dili Court


 


Pendahuluan

Permasalahan pendidikan yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini adalah rendahnya mutu Pendidikan (Aziz, 2015). Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, telah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah seperti pengadaan sarana prasarana pendidikan, pelatihan guru-guru sesuai dengan bidang yang diampu, penyelenggaraan kualifikasi guru, sertifikasi guru, dan lain sebagainya, namun saat ini masih belum menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang berarti ditinjau dari standar mutu yang ditentukan (SS & SE, 2013).

Permasalahan umum yang dialami oleh dunia pendidikan dewasa ini, juga terjadi dalam penyelenggaraaan pendidikan di SMA Negeri 5 Tual, dimana tingkat kemampuan guru dalam mengajar masih sangat rendah. Salah satu cara untuk mengatasi dan mengantisipasi rendahnya mutu pendidikan dilembaga pendidikan adalah dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan (Afriansyah, n.d.). Secara operasional, peningkatan kualitas layanan pendidikan dilaksanakan oleh guru. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa guru memegang peranan yang sangat vital dan strategis dalam upaya pengembangan dan pembaharuan pendidikan (Sauri, 2010). Guru merupakan kunci utama proses pendidikan. Apapun kurikulum dan sarana yang dimiliki sekolah, pada akhirnya gurulah yang menggunakan perannya dalam proses pendidikan (Maya, 2017) . Untuk itu guru dituntut agar mampu memfasilitasi kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan, memberikan motivasi kepada siswa, menyediakan iklim belajar yang kondusif, melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran, dan mampu mentransfer ilmu pengetahuan serta nilai-nilai karakter kepada siswa.

Kenyataan masih tampak bahwa guru dalam pemberian layanan kegiatan belajar-mengajar belum memenuhi harapan masyarakat sebagai pelanggan pendidikan. Kegiatan belajar-mengajar masih bersifat verbalisme sehingga belum menyentuh kehidupan sekitar siswa (Tafonao, 2018). Strategi, pendekatan, dan metode pembelajaran yang dipilih oleh guru adalah yang dipilih paling mudah dalam penyiapan maupun pelaksanaannya sehingga pengajaran cenderung monoton dan kurang merangsang siswa untuk belajar dengan aktif (Djalal, 2017). Sebagai pengajar seorang guru diharapkan menyediakan situasi dan kondisi belajar untuk siswa di dalam interaksi belajar mengajar. Maksudnya menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan siswa dalam belajar berupa pengetahuan, sikap, keterampiln, sarana maupun prasarana serta fasilitas materiil.

Kepala sekolah sekolah sebagai supervisor dan pemantau pendidikan dalam satuan pendidikan memegang peranan penting untuk memberikan bantuan pada perkembangan kemampuan guru dan personil sekolah lainnya dalam upaya mencapai tujuan Pendidikan (Juliantoro, 2017). Bantuan itu berupa dorongan, bimbingan, dan kesempatan bagi pertumbuhan, keahlian, dan kecakapan guru seperti bimbingan dalam usaha dan pelaksanaan pembaharuan dalam pendidikan dan pengajaran, pemilihan alat-alat pelajaran dan metoda mengajar yang lebih baik, serta cara-cara penilaian yang sistematis terhadap fase dari seluruh proses pengajaran (Muflihin, 2018).

Karena itu guru perlu diberikan bantuan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengatasi kelemahan atau kekurangan dalam proses belajar mengajar sehingga dapat lebih meningkatkan keterampilan mengajar dan sikap profesionalisme melalui supervisi klinis (Tanama et al., 2016). Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka sangat diperlukan adanya bantuan yang berupa dorongan, bimbingan, dan kesempatan bagi pertumbuhan kecakapan dan keahlian guru-guru di SMA Negeri 5 Tual melalui supervisi klinis.

Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ardana, 2021; Wagiyem, 2020) bahwasanya Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa supervisi kelas dapat meningkatkan kemampuan atau kompetensi profesional guru dalam pembelajaran bagi guru-guru di SMP Negeri 6 Batam. Ini terbukti dari proses dan hasil yang diperoleh pada Siklus I meningkat rata-ratanya menjadi lebih baik yaitu 81,48 % Demikian juga pada Siklus II naik rata-ratanya menjadi lebih tinggi lagi yaitu 85,19 %. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah gabungan supervisi kelas dan Penyusunan Penelitian Tindakan Sekolah dapat meningkatkan kemampuan atau kompetensi profesional guru dalam pembelajaran. Dalam penelitian yang dibuat ini merupakan penelitian yang serupa tetapi dalam penelitian ini jumlah subjek penelitian sebanyak 10 orang guru yang mengajar mata pelajaran nasional dan kewilayahan. Kemudian menggunakan metode studi populasi.

 

 

Metode Penelitian

Desain Penelitian Tindakan Untuk mengetahui kompetensi (kemampuan) guru dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 5 Tual, maka dibandingkan antara kemampuan guru mengajar sebelum dilakukan tindakan (sebelum disupervisi) dengan guru mengajar setelah dilaksanakan tindakan (setelah disupervisi) pada siklus I maupun siklus II mengalami peningkatan (Fitria et al., 2019).

Dalam penelitian ini menggunakan metode studi populasi. Studi populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto, 1991). Subyek penelitian adalah guru mata pelajaran yang bertugas di SMA negeri 5 Tual sebanyak10 orang. Dengan demikian jumlah subjek penelitian pada SMA negeri 5 Tual adalah 10 guru yang mengajar mata pelajaran nasional dan kewilayahan

Untuk mempertajam hasil penelitian ini maka yang menjadi obyek penelitian adalah kemampuan guru dalam proses pembelajaran yaitu kemampuan guru melaksanakan proses pembelajaran di kelas yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan penutup (Fauziah et al., 2013).

Tempat penelitian adalah. di SMA negeri 5 Tual. Waktu penelitian dilaksanakan selama tiga bulan yaitu mulai awal bulan September, dan ahkir pada bulan November 2019. Rencana penelitian dilakukan sebanyak dua siklus. Masing-masing siklus dilakukan sekitar lima minggu, siklus I dilakukan mulai awal bulan.

 

Hasil dan Pembahasan

A.   Hasil Penelitian

1.    Data Pengamatan Awal (Pra Siklus)


 

 

 

 

 

 

Tabel 1

Hasil Pengamatan Awal Terhadap Administrasi Guru

No

Nama Guru

Skore

Program

Skore

Rerata

Ket

1

2

3

4

5

6

7

8

 

 

 

1

A

3

3

4

3

3

3

3

3

25

3.13

C

2

B

2

2

3

2

2

4

3

2

20

2.5

C

3

C

3

3

3

3

3

3

3

3

24

3

C

4

D

3

2

3

3

3

3

3

2

22

2.75

C

5

E

3

3

4

4

4

4

3

3

28

3.5

C

6

F

3

3

3

3

2

3

3

2

22

2.75

C

7

G

3

3

2

2

2

4

3

3

22

2.75

C

8

H

3

3

2

2

2

4

3

3

22

2.75

C

9

I

3

3

3

3

3

3

3

2

23

2.88

C

10

J

3

3

3

3

4

3

3

3

25

3.13

C

Jumlah

29

28

30

28

28

34

30

26

233

29.14

 

Rata - rata

2.9

2.8

3

2.8

2.8

3.4

3

2.6

23.3

2.914

 

Kriteria

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Data Hasil Kuisioner

 


Tabel 1. Data administrasi guru setelah pengamatan awal

a.       Program tahunan rata rata 2,9 kriteria C (cukup)

b.       Program semester rata rata 2,8 kriteria C (cukup)

c.       Silabus yang dibuat rata- rata 3 kriteria C (cukup)

d.       Rencana Program Pengajaran rata rata 2,8 kriteria C (cukup)

e.       Agenda Mengajar rata rata 2,8 kriteria C (cukup)

f.        Daftar Persensi (Daftar hadir siswa) rata rata 3,4 kriteria B (Baik)

g.       Daftar Nilai rata rata 3 kriteria C (cukup)

h.       Program perbaikan dan pengayaan rata rata 2,6 kriteria C (Cukup)

Jadi rata-rata skor yang diperoleh dari administrasi mengajar guru pada pra siklus adalah: 23,3/8 = 2,9 dengan kriteria C (cukup)


Tabel 2

Hasil Pengamatan Awal Terhadap Proses Belajar Mengajar Guru

No

Nama Guru

Kegiatan Awal

Kegiatan Inti

Kegiatan Penutup

Skore

Rerata

Ket

1

A

3

3

3

9

3

C

2

B

2

2

2

6

2

C

3

C

3

3

3

9

3

C

4

D

2

2

3

7

2.33

C

5

E

3

2

3

8

2.67

C

6

F

3

2

3

8

2.67

C

7

G

3

3

3

9

3

C

8

H

3

2

3

8

2.67

C

9

I

3

2

3

8

2.67

C

10

J

3

3

3

9

3

C

Jumlah

28

24

29

81

27.01

C

Rata - rata

2.8

2.4

2.9

8.1

2.701

C

Kriteria

 

 

 

 

 

 

Sumber : Data Hasil Kuisioner

 


Tabel 2. Data Proses Belajar Mengajar Guru Pra siklus sebagai berikuit:

a  Kegiatan Awal pembelajaran rata rata 2,8 kriteria C (cukup)

b  Kegiatan inti yaitu penyajian guru dalam mengajar rata rata 2,4 kriteria C (cukup)

c  Kegiatan menutup pembelajaran yang berupa rangkuman dan penugasan, program perbaikan dan pengayaan rata rata 2,9 kriteria C (Cukup).

d  Jadi skor rata-rata yang diperoleh dari proses belajar-mengajar pada pengamatan per siklus adalah: 8,1/3 = 2,7 kriteria C (cukup).

 

2.       Data Setelah siklus I


Tabel 3

Hasil Pengamatan Administrasi Guru setelah Siklus I

 

No

 

Nama Guru

Skore

Program

 

Skore

 

Rerata

 

Ket

1

2

3

4

5

6

7

8

1

A

3

3

4

4

4

4

4

3

29

3.6

B

2

B

2

2

3

3

2

4

3

2

21

2.6

C

3

C

3

3

4

4

4

4

4

3

29

3.6

B

4

D

3

2

3

3

3

3

3

2

22

2.8

C

5

E

3

3

4

4

4

4

4

3

29

3.6

B

6

F

3

3

3

3

3

3

3

2

23

2.9

C

7

G

3

3

4

4

4

4

4

3

29

3.6

B

8

H

3

3

4

4

3

4

3

3

29

3.6

B

9

I

3

3

3

3

3

4

3

2

24

3

C

10

J

3

3

3

3

4

3

3

3

25

3.2

C

Jumlah

29

28

35

35

34

37

34

26

260

32.5

 

Rata - rata

2.9

2.8

3.5

3.5

3.4

3.7

3.4

2.6

26

3.25

 

Kriteria

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Data Hasil Kuisioner

 


Tabel 3. Data administrasi guru setelah tindakan siklus I

a.       Program tahunan rata rata 2,9 kriteria C (cukup)

b.       Program semester rata rata 2,8 kriteria C (cukup)

c.       Silabus yang dibuat rata- rata 3,5 kriteria C (cukup)

d.       Rencana Program Pengajaran rata rata 3,5 kriteria C (cukup)

e.       Agenda Mengajar rata rata 3,4 kriteria C (cukup)

f.        Daftar Persensi (Daftar hadir siswa) rata rata 3,7 kriteria B (Baik)

g.       Daftar Nilai rata rata 3,4 kriteria C (cukup)

h.       Program perbaikan dan pengayaan rata rata 2,6 kriteria C (Cukup)

Jadi rata-rata skor yang diperoleh dari administrasi mengajar guru pada siklus I adalah: 26/8 = 3,25 dengan kriteria C (cukup)

 

 


Tabel 4

Hasil Pengamatan Proses Belajar Mengajar Guru Setelah Siklus I

No

Nama Guru

Kegiatan Awal

Kegiatan Inti

Kegiatan Penutup

Skore

Rerata

Ket

1

A

5

4

4

13

4,3

B

2

B

4

3

3

10

3,3

C

3

C

4

4

4

12

4

B

4

D

3

3

3

9

3.0

C

5

E

4

4

4

12

4

B

6

F

3

3

3

9

3.0

C

7

G

4

4

4

12

4

B

8

H

3

3

3

9

3.0

C

9

I

3

3

3

9

3.0

C

10

J

3

3

3

9

3.0

C

Jumlah

36

34

34

104

12

 

Rata - rata

3.6

3.4

3.4

10.4

3.5

 

Kriteria

 

 

 

 

 

 

Sumber : Data Hasil Kuisioner

 


Tabel 4 Data Proses Belajar Mengajar Guru setelah tindakan Siklus I

a.     Kegiatan Awal pembelajaran rata rata 3,6 kriteria C (cukup)

b.    Kegiatan inti yaitu penyajian guru dalam mengajar rata rata 3,4 kriteria C (cukup)

c.     Kegiatan menutup pembelajaran yang berupa rangkuman dan penugasan, program perbaikan dan pengayaan rata rata 3,4 kriteria C (Cukup).

d.    Jadi skor rata-rata yang diperoleh dari proses belajar-mengajar pada siklus I adalah: 10,4/3 = 3.4 kriteria C (cukup).

3.       Data Setelah siklus II

 


Tabel 5

Hasil Pengamatan Administrasi Guru setelah Siklus II.

No

Nama Guru

Skore

Program

Skore

Rerata

Ket

1

2

3

4

5

6

7

8

 

 

 

1

A

5

5

5

4

5

5

4

4

37

4.6

A

2

B

5

5

5

4

4

5

4

4

36

4.5

A

3

C

5

5

5

4

5

5

4

4

37

4.6

A

4

D

5

5

5

4

5

5

4

4

37

4.6

A

5

E

5

5

5

4

5

5

4

4

37

4.6

A

6

F

5

5

5

4

4

5

4

4

36

4.5

A

7

G

5

5

5

4

5

5

4

4

37

4.6

A

8

H

5

5

5

4

4

5

4

4

36

4.5

A

9

I

5

5

5

4

4

4

4

4

35

4.4

B

10

J

5

5

5

4

4

4

4

4

35

4.4

B

Jumlah

50

50

50

40

45

48

40

40

363

45.3

 

Rata - rata

5

5

5

4

4.5

4.8

4

4

36.3

4.53

 

Kriteria

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Data Hasil Kuisioner

 


Tabel 5 Data administrasi guru setelah tindakan siklus I

a.     Program tahunan rata rata 5,0 kriteria A (Amat Baik)

b.    Program semester rata rata 5,0 kriteria A (Amat Baik)

c.     Silabus yang dibuat rata- rata 5,0 kriteria A (Amat Baik)

d.    Rencana Program Pengajaran rata rata 4,0 kriteria B (Baik)

e.     Agenda Mengajar rata rata 4,5 kriteria A (Amat Baik)

f.     Daftar Persensi (Daftar hadir siswa) rata rata 4,8 kriteria A (Amat Baik)

g.    Daftar Nilai rata rata 4,0 kriteria B (Baik)

h.    Program perbaikan dan pengayaan rata rata 4,0 kriteria B (Baik)

Jadi rata-rata skor yang diperoleh dari administrasi mengajar guru pada siklus II adalah: 36,3/8 = 4,5 dengan kriteria A (Amat Baik)


Tabel 6

Hasil Pengamatan Proses Belajar Mengajar Guru Setelah Siklus II

No

Nama Guru

Kegiatan Awal

Kegiatan Inti

Kegiatan Penutup

Skore

Rerata

Ket

1

A

5

4

5

14

4.7

A

2

B

5

4

4

13

4.3

B

3

C

5

4

5

14

4.7

A

4

D

5

4

5

14

4.7

A

5

E

5

4

5

14

4.7

A

6

F

4

4

4

12

4

B

7

G

5

4

5

14

4.7

A

8

H

5

4

4

13

4.3

B

9

I

5

4

4

13

4.3

B

10

J

5

4

5

14

4.7

A

Jumlah

49

40

46

135

45.1

 

Rata - rata

4.9

4

4.6

13.5

4.51

 

Kriteria

 

 

 

 

 

 

Sumber : Data Hasil Kuisioner

 


Tabel 6 Data Proses Belajar Mengajar Guru setelah tindakan Siklus II

a.       Kegiatan Awal pembelajaran rata rata 4,9 kriteria A (Amat Baik)

b.       Kegiatan inti yaitu penyajian guru dalam mengajar rata rata 4,0 kriteria B (Baik)

c.       Kegiatan menutup pembelajaran yang berupa rangkuman dan penugasan, program perbaikan dan pengayaan rata rata 4,6 kriteria A (Amat Baik)

Jadi skor rata-rata yang diperoleh dari proses belajar-mengajar pada siklus I adalah: 13,5/3 = 4,5 kriteria A (Amat Baik).

 

B.   Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa :

1.    Data Pengamatan Awal (Pra siklus)

Data Pra Siklus terhadap guru pada SMA Negeri 5 Tual, mulai dari persiapan maupun pelaksanaan proses belajar mengajar yang diamati dan direkam, menunjukkan bahwa persiapan administrasi guru tergolong dalam kriteria cukup, demikian juga kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dapat ditunjukkan dari data, untuk administrasi 2,9 dengan kriteria C (cukup) dan untuk proses belajar mengajar guru 2,7 dengan kriteria C (cukup). Dari analisa data di atas maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru mengajar pada pra siklus dengan jumlah skor rata - rata dari kesiapan administrasi mengajar, kegiatan belajar mengajar, dan kesadaran guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya, maka skor rata-rata yang diperoleh adalah 2,8 dengan kriteria C (cukup)

2.    Data Siklus I

Analisis data pada siklus I dari persiapan maupun pelaksanaan proses belajar mengajar yang diamati dan direkam menunjukkan bahwa persiapan administrasi guru mengajar di SMA Negeri 5 Tual, tergolong dalam kriteria Cukup, demikian juga kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dapat ditunjukkan dari data untuk administrasi 3,25 dengan kriteria C (cukup) dan untuk proses belajar mengajar guru 2,23 dengan kriteria C (cukup). Dari analisa data di atas maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru mengajar pada siklus I dengan jumlah skor rata - rata dari kesiapan administrasi mengajar, kegiatan belajar mengajar, dalam melaksanakan tugas-tugasnya, maka skor rata-rata yang diperoleh adalah 2,23 dengan kriteria C (cukup)

3.    Data Siklus II

Analisis data pada siklus II dari persiapan maupun pelaksanaan proses belajar mengajar yang diamati dan direkam menunjukkan bahwa persiapan administrasi guru mengajar di SMA Negeri 5 Tual, tergolong dalam kriteria Amat Baik, demikian juga kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dapat ditunjukkan dari data untuk administrasi 4,5 dengan kriteria A (amat baik) dan untuk proses belajar mengajar guru 4,5 dengan kriteria A (amat baik). Dari analisa data di atas maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru mengajar pada siklus II dengan jumlah skor rata - rata dari kesiapan administrasi mengajar, kegiatan belajar mengajar, dalam melaksanakan tugas-tugasnya, maka skor rata-rata yang diperoleh adalah 4,5 dengan kriteria A (amat baik).

Dari proses pengamatan dan hasil yang diperoleh beberapa catatan sebagai fefleksi terhadap apa yang direncanakan maupun yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar pada siklus I adalah:

1.    Guru dalam membuat program pengajaran baik program tahunan maupun semester masih mengkopi pada hasil kerja MGMP sehingga tidak menyesuaikan dengan hari efektif sekolah sendiri tentu saja program yang dibuat akan mubasir.

2.    Silabus yang dibuat guru juga hasil kerja MGMP sehingga belum tentu hasil kerja secara keseluruhan tetapi buah pikiran beberapa orang saja sehingga penguasaan terhadap silabus masih kurang.

3.    Rencana program pengajaran juga baku hasil MGMP seharusnya rencana pelajaran dibuat oleh guru sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah.

4.    Guru belum bisa membedakan antara Agenda dengan Jurnal mengajar, yang seharusnya agenda adalah rencana yang diisi sebelum mengajar dan jurnal adalah catatan batas akhir dari materi yang telah diajarkan oleh guru

5.    Guru belum membuat data presensi siswa untuk mengetahui kehadiran siswa yang sangat penting bagi pengelolaan kelas.

6.    Penilaian yang dilakukan hanya terbatas pada penilaian akhir kegiatan belajar mengajar, seharusnya pada saat proses pembelajaran guru melakukan nilai proses dan hal ini belum dilakukan oleh guru.

7.    Semua guru belum membuat program perbaikan dan baru akan dibuat setelah ulangan akhir semester, yang seharusnya program sudah dibuat mendahului.

8.    Kedisiplinan guru dalam mengajar masih kurang terbukti sering guru lambat dan jam jam pelajaran sering kosong sehingga berpengaruh terhadap ketertiban kelas.

9.    Guru belum membuatkan rangkuman pada siswa setelah selesai mengajar sehingga siswa tidak memiliki catatan penting yang harus dipelajari menjelang ulangan atau ujian yang harus diikuti.

Setelah selesai Siklus II, terlihat terjadi peningkatan baik dari segi kesiapan guru membuat perencanaan pembelajaran maupun kesiapan guru dalam mengajar namun masih perlu ditingkatkan sehingga bisa mencapai nilai maksimal.

1.    Pengecekan terhadap kewajiban guru untuk menyiapkan administrasi mengajar atau perencanaan pembelajaran yang baik.

2.    Penekanan terhadap perlunya guru di Supervisi dalam mengajar karena guru sebagai manusia butuh perhatian, bimbingan dan pembinaan untuk bisa melaksanakan tugas dengan baik dan juga perlu mengetahui tentang adanya inovasi baru dalam strategi pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan.

3.    Perlu adanya pendekatan pada guru untuk menumbuhkan kasadaran pribadi akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru yang profesional.

 

Kesimpulan

Dengan mencermati analisis data maka dapat di simpulkan kemampuan guru dalam mengajar baik dari sudut persiapan administrasi maupun cara pengajarnya lebih meningkat dengan adanya Supervisi klinis. Hal ini dapat ditunjukkan dari Pengamatan dengan instrumen Supervisi terhadap administrasi guru dari rata rata cukup menjadi baik. Kemampuan guru dalam mengajar dari rata rata cukup menjadi baik. Hal ini membuktikan bahwa setiap guru perlu mendapatkan perhatian, pembinaan, dan motivasi untuk dapat meningkatkan profesionalisme sebagai guru.

Bibliografi

 

Afriansyah, H. (n.d.). Mengimplementasikan Manajemen Mutu di Sekolah Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan. Google Scholar

Ardana, I. M. B. (2021). Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Proses Belajar Mengajar Melalui Pendekatan Pembelajaran Saintifik Dengan Diskusi Kelompok. Mimbar Pendidikan Indonesia, 1(3). Google Scholar

Arikunto, S. (1991). Prosedur Penelitian, Yogjakarta PT. Reneka Cipta. Google Scholar

Aziz, A. Z. (2015). Manajemen berbasis sekolah: alternatif peningkatan mutu pendidikan madrasah. El Tarbawi, 8(1), 6992. Google Scholar

Djalal, F. (2017). Optimalisasi pembelajaran melalui pendekatan, strategi, dan model pembelajaran. SABILARRASYAD: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Kependidikan, 2(1). Google Scholar

Fauziah, R., Abdullah, A. G., & Hakim, D. L. (2013). Pembelajaran saintifik elektronika dasar berorientasi pembelajaran berbasis masalah. Invotec, 9(2). Google Scholar

Fitria, H., Kristiawan, M., & Rahmat, N. (2019). Upaya meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan penelitian tindakan kelas. Abdimas Unwahas, 4(1). Google Scholar

Juliantoro, M. (2017). Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Al-Hikmah: Jurnal Kependidikan Dan Syariah, 5(2), 2438. Google Scholar

Maya, R. (2017). Esensi Guru dalam Visi-Misi Pendidikan Karakter. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 2(03). Google Scholar

Muflihin, M. H. (2018). Memaksimalkan Kembali Peran Kepala Sekolah sebagai Supervisor Pendidikan. Edukasia Islamika, 249269. Google Scholar

Sauri, S. (2010). Membangun karakter bangsa melalui pembinaan profesionalisme guru berbasis pendidikan nilai. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(2), 115. Google Scholar

SS, Y. S. D., & SE, M. M. (2013). Manajemen pembelajaran dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Jurnal Mimbar Bumi Bengawan, 6(13). Google Scholar

Tafonao, T. (2018). Peranan media pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 2(2), 103114. Google Scholar

Tanama, Y. J., Supriyanto, A., & Burhanuddin, B. (2016). Implementasi Supervisi Klinis dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 1(11), 22312235. Google Scholar

Wagiyem, W. (2020). Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Proses Pembelajaran Melalui Supervisi Kelas. Journal of Education Action Research, 4(4), 493500. Google Scholar


Copyright holder :

Fransina Silpa Songjanan (2021).

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: