|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 10, Oktober 2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN MELALUI
PENDEKATAN SUPERVISI KLINIS
Fransina Silpa
Songjanan
SMA Negeri 5 Kota Tual, Maluku, �Indonesia���
Email: [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima
7 Oktober
2021 Direvisi 14 Oktober
2021 Disetujui 21 Oktober
2021 |
Dalam rangka meningkatkan
mutu pendidikan, telah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah seperti pengadaan sarana prasarana pendidikan, pelatihan guru-guru sesuai dengan bidang yang diampu, penyelenggaraan kualifikasi guru, sertifikasi
guru, dan lain sebagainya, namun
saat ini masih belum menunjukkan
peningkatan mutu pendidikan yang berarti ditinjau dari standar mutu yang ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui apakah supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran di sma negeri 5 tual. Dalam penelitian
ini menggunakan metoda studi populasi. Studi populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Temuan
dari penelitian ini adalah: program tahunan kriterianya amat baik. Program semester kriterianya amat baik. Silabus kriterianya amat baik. Rencana program pengajaran (RPP) kriterianya baik. Agenda mengajar guru kriterianya amat baik. Selesai Siklus II, terlihat terjadi peningkatan baik dari segi
kesiapan guru membuat perencanaan pembelajaran maupun kesiapan guru dalam mengajar namun masih perlu
ditingkatkan sehingga bisa mencapai nilai maksimal. Daftar persensi kriterianya amat baik. Daftar nilai kriterianya baik. Program perbaikan dan pengayaan kriterianya baik. Kegiatan awal pembelajaran kriterianya amat baik. Kegiatan
inti pembelajaran kriterianya
baik. Kegiatan penutup kriterianya amat baik ABSTRACT In order to
improve the quality of education, there have been many efforts made by the
government such as the procurement of educational infrastructure facilities,
training teachers in accordance with the fields mastered, the implementation
of teacher qualifications, teacher certification, and so on, but currently
still has not shown improvement in the quality of education which means being
reviewed from the quality of the specified standards. The purpose of this
study is to find out whether clinical supervision can improve the ability of
teachers in the learning process in state high schools 5 tual.
In this study used the method of population studies. Population studies are
the whole subject of the study. The findings of this study are: the annual
program of criteria is very good. The semester program is very good. The
syllabus criteria is very good. The teaching program
plan (RPP) criteria is good. The teaching agenda of the teacher criteria is
very good. Completed Cycle II, there is an increase both in terms of teacher
readiness to make learning planning and teacher readiness in teaching but
still need to be improved so that it can achieve maximum value. The list of
criteria is very good. The list of criteria values is good. The improvement
and enrichment program criteria are good. The initial activity of learning
the criteria is very good. The core activities of learning criteria are good.
The closing activities of the criteria are very good |
|
Kata Kunci: supervise klinis,
kemampuan guru. Keywords: Humanitarian
Conflict, East Timor, Dili Court |
Pendahuluan
Permasalahan pendidikan yang
dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini adalah rendahnya mutu Pendidikan (Aziz, 2015). Dalam
rangka meningkatkan mutu pendidikan, telah banyak upaya yang dilakukan oleh
pemerintah seperti pengadaan sarana prasarana pendidikan, pelatihan guru-guru
sesuai dengan bidang yang diampu, penyelenggaraan kualifikasi guru, sertifikasi
guru, dan lain sebagainya, namun saat ini masih belum menunjukkan peningkatan
mutu pendidikan yang berarti ditinjau dari standar mutu yang ditentukan (SS & SE, 2013).
Permasalahan umum yang dialami
oleh dunia pendidikan dewasa ini, juga terjadi dalam penyelenggaraaan
pendidikan di SMA Negeri 5 Tual, dimana tingkat kemampuan guru dalam mengajar
masih sangat rendah. Salah satu cara untuk mengatasi dan mengantisipasi
rendahnya mutu pendidikan dilembaga pendidikan adalah dengan cara meningkatkan
kualitas pelayanan pendidikan (Afriansyah, n.d.). Secara operasional, peningkatan kualitas layanan
pendidikan dilaksanakan oleh guru. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa guru
memegang peranan yang sangat vital dan strategis dalam upaya pengembangan dan pembaharuan
pendidikan (Sauri, 2010). Guru merupakan kunci utama proses pendidikan.
Apapun kurikulum dan sarana yang dimiliki sekolah, pada akhirnya gurulah yang
menggunakan perannya dalam proses pendidikan (Maya, 2017)
. Untuk itu guru dituntut agar mampu
memfasilitasi kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan, memberikan motivasi
kepada siswa, menyediakan iklim belajar yang kondusif, melakukan
inovasi-inovasi dalam pembelajaran, dan mampu mentransfer ilmu pengetahuan
serta nilai-nilai karakter kepada siswa.
Kenyataan masih tampak bahwa
guru dalam pemberian layanan kegiatan belajar-mengajar belum memenuhi harapan
masyarakat sebagai pelanggan pendidikan. Kegiatan belajar-mengajar masih
bersifat verbalisme sehingga belum menyentuh kehidupan sekitar siswa (Tafonao, 2018). Strategi, pendekatan, dan metode pembelajaran yang
dipilih oleh guru adalah yang dipilih paling mudah dalam penyiapan maupun
pelaksanaannya sehingga pengajaran cenderung monoton dan kurang merangsang
siswa untuk belajar dengan aktif (Djalal, 2017). Sebagai pengajar seorang guru diharapkan menyediakan
situasi dan kondisi belajar untuk siswa di dalam interaksi belajar mengajar.
Maksudnya menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan siswa dalam belajar berupa
pengetahuan, sikap, keterampiln, sarana maupun prasarana serta fasilitas
materiil.
Kepala sekolah sekolah sebagai
supervisor dan pemantau pendidikan dalam satuan pendidikan memegang peranan
penting untuk memberikan bantuan pada perkembangan kemampuan guru dan personil
sekolah lainnya dalam upaya mencapai tujuan Pendidikan (Juliantoro, 2017). Bantuan itu berupa dorongan, bimbingan, dan
kesempatan bagi pertumbuhan, keahlian, dan kecakapan guru seperti bimbingan
dalam usaha dan pelaksanaan pembaharuan dalam pendidikan dan pengajaran,
pemilihan alat-alat pelajaran dan metoda mengajar yang lebih baik, serta
cara-cara penilaian yang sistematis terhadap fase dari seluruh proses
pengajaran (Muflihin, 2018).
Karena itu guru perlu diberikan
bantuan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengatasi kelemahan atau kekurangan
dalam proses belajar mengajar sehingga dapat lebih meningkatkan keterampilan
mengajar dan sikap profesionalisme melalui supervisi klinis (Tanama et al., 2016).
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka
sangat diperlukan adanya bantuan yang berupa dorongan, bimbingan, dan
kesempatan bagi pertumbuhan kecakapan dan keahlian guru-guru di SMA Negeri 5
Tual melalui supervisi klinis.
Sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh (Ardana, 2021; Wagiyem, 2020)
bahwasanya Hasil yang diperoleh
dari penelitian ini adalah bahwa
supervisi kelas dapat meningkatkan kemampuan atau kompetensi profesional guru dalam pembelajaran bagi guru-guru di SMP Negeri 6 Batam.
Ini terbukti dari proses dan hasil yang diperoleh pada Siklus I �meningkat
rata-ratanya menjadi lebih baik yaitu
81,48 % Demikian juga pada Siklus
II naik rata-ratanya menjadi
lebih tinggi lagi yaitu 85,19 %. �Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah gabungan supervisi kelas dan Penyusunan Penelitian Tindakan Sekolah dapat meningkatkan
kemampuan atau kompetensi profesional guru dalam pembelajaran. Dalam penelitian yang dibuat ini merupakan
penelitian yang serupa tetapi dalam penelitian
ini jumlah subjek penelitian sebanyak 10 orang guru yang mengajar
mata pelajaran nasional dan kewilayahan. Kemudian menggunakan metode studi populasi.
Metode Penelitian
Desain
Penelitian Tindakan Untuk mengetahui kompetensi (kemampuan) guru dalam proses
pembelajaran di SMA Negeri 5 Tual, maka dibandingkan antara kemampuan guru
mengajar sebelum dilakukan tindakan (sebelum disupervisi) dengan guru mengajar
setelah dilaksanakan tindakan (setelah disupervisi) pada siklus I maupun siklus
II mengalami peningkatan (Fitria et al., 2019).
Dalam
penelitian ini menggunakan metode studi populasi. Studi populasi adalah
keseluruhan subyek penelitian (Arikunto, 1991). Subyek penelitian adalah guru mata
pelajaran yang bertugas di SMA negeri 5 Tual sebanyak10 orang. Dengan demikian
jumlah subjek penelitian pada SMA negeri 5 Tual adalah 10 guru yang mengajar
mata pelajaran nasional dan kewilayahan
Untuk
mempertajam hasil penelitian ini maka yang menjadi obyek penelitian adalah
kemampuan guru dalam proses pembelajaran yaitu kemampuan guru melaksanakan
proses pembelajaran di kelas yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti,
kegiatan penutup (Fauziah et al., 2013).
Tempat
penelitian adalah. di SMA negeri 5 Tual. Waktu penelitian dilaksanakan selama
tiga bulan yaitu mulai awal bulan September, dan ahkir pada bulan November
2019. Rencana penelitian dilakukan sebanyak dua siklus. Masing-masing siklus
dilakukan sekitar lima minggu, siklus I dilakukan mulai awal bulan.
Hasil
dan Pembahasan
A.
Hasil Penelitian
1. Data
Pengamatan Awal (Pra Siklus)
Tabel 1
Hasil Pengamatan
Awal Terhadap Administrasi
Guru
|
No |
Nama Guru |
Skore |
||||||||||
|
Program |
Skore |
Rerata |
Ket |
|||||||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
|
|
|
||
|
1 |
A |
3 |
3 |
4 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
25 |
3.13 |
C |
|
2 |
B |
2 |
2 |
3 |
2 |
2 |
4 |
3 |
2 |
20 |
2.5 |
C |
|
3 |
C |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
24 |
3 |
C |
|
4 |
D |
3 |
2 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
2 |
22 |
2.75 |
C |
|
5 |
E |
3 |
3 |
4 |
4 |
4 |
4 |
3 |
3 |
28 |
3.5 |
C |
|
6 |
F |
3 |
3 |
3 |
3 |
2 |
3 |
3 |
2 |
22 |
2.75 |
C |
|
7 |
G |
3 |
3 |
2 |
2 |
2 |
4 |
3 |
3 |
22 |
2.75 |
C |
|
8 |
H |
3 |
3 |
2 |
2 |
2 |
4 |
3 |
3 |
22 |
2.75 |
C |
|
9 |
I |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
2 |
23 |
2.88 |
C |
|
10 |
J |
3 |
3 |
3 |
3 |
4 |
3 |
3 |
3 |
25 |
3.13 |
C |
|
Jumlah |
29 |
28 |
30 |
28 |
28 |
34 |
30 |
26 |
233 |
29.14 |
|
|
|
Rata - rata |
2.9 |
2.8 |
3 |
2.8 |
2.8 |
3.4 |
3 |
2.6 |
23.3 |
2.914 |
|
|
|
Kriteria |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Sumber : Data Hasil Kuisioner
Tabel
1. Data administrasi guru setelah
pengamatan awal
a. Program
tahunan rata � rata 2,9 kriteria
C (cukup)
b. Program
semester rata � rata 2,8 kriteria C (cukup)
c. Silabus yang dibuat rata- rata 3 kriteria C (cukup)
d. Rencana Program Pengajaran rata � rata 2,8 kriteria
C (cukup)
e. Agenda
Mengajar rata � rata 2,8 kriteria
C (cukup)
f.
Daftar Persensi
(Daftar hadir siswa) rata �
rata 3,4 kriteria B (Baik)
g. Daftar
Nilai rata � rata 3 kriteria C (cukup)
h. Program
perbaikan dan pengayaan
rata � rata 2,6 kriteria C (Cukup)
Jadi rata-rata skor
yang diperoleh dari administrasi mengajar guru pada pra siklus adalah:
23,3/8 = 2,9 dengan kriteria
C (cukup)
Tabel 2
�Hasil Pengamatan
Awal Terhadap Proses Belajar
Mengajar Guru
|
No |
Nama Guru |
Kegiatan Awal |
Kegiatan Inti |
Kegiatan Penutup |
Skore |
Rerata |
Ket |
|
1 |
A |
3 |
3 |
3 |
9 |
3 |
C |
|
2 |
B |
2 |
2 |
2 |
6 |
2 |
C |
|
3 |
C |
3 |
3 |
3 |
9 |
3 |
C |
|
4 |
D |
2 |
2 |
3 |
7 |
2.33 |
C |
|
5 |
E |
3 |
2 |
3 |
8 |
2.67 |
C |
|
6 |
F |
3 |
2 |
3 |
8 |
2.67 |
C |
|
7 |
G |
3 |
3 |
3 |
9 |
3 |
C |
|
8 |
H |
3 |
2 |
3 |
8 |
2.67 |
C |
|
9 |
I |
3 |
2 |
3 |
8 |
2.67 |
C |
|
10 |
J |
3 |
3 |
3 |
9 |
3 |
C |
|
Jumlah |
28 |
24 |
29 |
81 |
27.01 |
C |
|
|
Rata - rata |
2.8 |
2.4 |
2.9 |
8.1 |
2.701 |
C |
|
|
Kriteria |
|
|
|
|
|
|
|
Sumber : Data Hasil Kuisioner
Tabel
2. Data Proses Belajar Mengajar
Guru Pra siklus sebagai berikuit:
a Kegiatan Awal pembelajaran rata � rata 2,8 kriteria
C (cukup)
b Kegiatan inti yaitu penyajian guru dalam mengajar rata � rata 2,4 kriteria C (cukup)
c Kegiatan menutup pembelajaran yang berupa rangkuman dan penugasan, program perbaikan dan pengayaan rata � rata 2,9 kriteria
C (Cukup).
d Jadi
skor rata-rata yang diperoleh
dari proses belajar-mengajar
pada pengamatan per siklus adalah: 8,1/3 = 2,7 kriteria C (cukup).
2. Data Setelah siklus I
Tabel 3
Hasil Pengamatan
Administrasi Guru setelah Siklus I
|
No |
Nama Guru |
Skore |
||||||||||
|
Program |
Skore |
Rerata |
Ket |
|||||||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
|||||
|
1 |
A |
3 |
3 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
3 |
29 |
3.6 |
B |
|
2 |
B |
2 |
2 |
3 |
3 |
2 |
4 |
3 |
2 |
21 |
2.6 |
C |
|
3 |
C |
3 |
3 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
3 |
29 |
3.6 |
B |
|
4 |
D |
3 |
2 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
2 |
22 |
2.8 |
C |
|
5 |
E |
3 |
3 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
3 |
29 |
3.6 |
B |
|
6 |
F |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
2 |
23 |
2.9 |
C |
|
7 |
G |
3 |
3 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
3 |
29 |
3.6 |
B |
|
8 |
H |
3 |
3 |
4 |
4 |
3 |
4 |
3 |
3 |
29 |
3.6 |
B |
|
9 |
I |
3 |
3 |
3 |
3 |
3 |
4 |
3 |
2 |
24 |
3 |
C |
|
10 |
J |
3 |
3 |
3 |
3 |
4 |
3 |
3 |
3 |
25 |
3.2 |
C |
|
Jumlah |
29 |
28 |
35 |
35 |
34 |
37 |
34 |
26 |
260 |
32.5 |
|
|
|
Rata - rata |
2.9 |
2.8 |
3.5 |
3.5 |
3.4 |
3.7 |
3.4 |
2.6 |
26 |
3.25 |
|
|
|
Kriteria |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Sumber : Data Hasil Kuisioner
Tabel
3. Data administrasi guru setelah
tindakan siklus I
a. Program
tahunan rata � rata 2,9 kriteria
C (cukup)
b. Program
semester rata � rata 2,8 kriteria C (cukup)
c. Silabus yang dibuat rata- rata 3,5 kriteria C
(cukup)
d. Rencana Program Pengajaran rata � rata 3,5 kriteria
C (cukup)
e. Agenda
Mengajar rata � rata 3,4 kriteria
C (cukup)
f.
Daftar Persensi
(Daftar hadir siswa) rata �
rata 3,7 kriteria B (Baik)
g. Daftar
Nilai rata � rata 3,4 kriteria C (cukup)
h. Program
perbaikan dan pengayaan
rata � rata 2,6 kriteria C (Cukup)
Jadi rata-rata skor
yang diperoleh dari administrasi mengajar guru pada siklus I adalah: 26/8 = 3,25 dengan kriteria C (cukup)
Tabel 4
Hasil Pengamatan
Proses Belajar Mengajar
Guru Setelah Siklus I
|
No |
Nama Guru |
Kegiatan Awal |
Kegiatan Inti |
Kegiatan Penutup |
Skore |
Rerata |
Ket |
|
1 |
A |
5 |
4 |
4 |
13 |
4,3 |
B |
|
2 |
B |
4 |
3 |
3 |
10 |
3,3 |
C |
|
3 |
C |
4 |
4 |
4 |
12 |
4 |
B |
|
4 |
D |
3 |
3 |
3 |
9 |
3.0 |
C |
|
5 |
E |
4 |
4 |
4 |
12 |
4 |
B |
|
6 |
F |
3 |
3 |
3 |
9 |
3.0 |
C |
|
7 |
G |
4 |
4 |
4 |
12 |
4 |
B |
|
8 |
H |
3 |
3 |
3 |
9 |
3.0 |
C |
|
9 |
I |
3 |
3 |
3 |
9 |
3.0 |
C |
|
10 |
J |
3 |
3 |
3 |
9 |
3.0 |
C |
|
Jumlah |
36 |
34 |
34 |
104 |
12 |
|
|
|
Rata - rata |
3.6 |
3.4 |
3.4 |
10.4 |
3.5 |
|
|
|
Kriteria |
|
|
|
|
|
|
|
Sumber : Data Hasil Kuisioner
Tabel
4 Data Proses Belajar Mengajar
Guru setelah tindakan Siklus I
a. Kegiatan Awal pembelajaran rata � rata 3,6 kriteria
C (cukup)
b. Kegiatan inti yaitu penyajian guru dalam mengajar rata � rata 3,4 kriteria C (cukup)
c. Kegiatan menutup pembelajaran yang berupa rangkuman dan penugasan, program perbaikan dan pengayaan rata � rata 3,4 kriteria
C (Cukup).
d. Jadi
skor rata-rata yang diperoleh
dari proses belajar-mengajar
pada siklus I adalah:
10,4/3 = 3.4 kriteria C (cukup).
3. Data Setelah siklus II
Tabel 5
Hasil Pengamatan
Administrasi Guru setelah Siklus II.
|
No |
Nama Guru |
Skore |
|||||||||||
|
Program |
Skore |
Rerata |
Ket |
||||||||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
|
|
|
|||
|
1 |
A |
5 |
5 |
5 |
4 |
5 |
5 |
4 |
4 |
37 |
4.6 |
A |
|
|
2 |
B |
5 |
5 |
5 |
4 |
4 |
5 |
4 |
4 |
36 |
4.5 |
A |
|
|
3 |
C |
5 |
5 |
5 |
4 |
5 |
5 |
4 |
4 |
37 |
4.6 |
A |
|
|
4 |
D |
5 |
5 |
5 |
4 |
5 |
5 |
4 |
4 |
37 |
4.6 |
A |
|
|
5 |
E |
5 |
5 |
5 |
4 |
5 |
5 |
4 |
4 |
37 |
4.6 |
A |
|
|
6 |
F |
5 |
5 |
5 |
4 |
4 |
5 |
4 |
4 |
36 |
4.5 |
A |
|
|
7 |
G |
5 |
5 |
5 |
4 |
5 |
5 |
4 |
4 |
37 |
4.6 |
A |
|
|
8 |
H |
5 |
5 |
5 |
4 |
4 |
5 |
4 |
4 |
36 |
4.5 |
A |
|
|
9 |
I |
5 |
5 |
5 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
35 |
4.4 |
B |
|
|
10 |
J |
5 |
5 |
5 |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
35 |
4.4 |
B |
|
|
Jumlah |
50 |
50 |
50 |
40 |
45 |
48 |
40 |
40 |
363 |
45.3 |
|
||
|
Rata - rata |
5 |
5 |
5 |
4 |
4.5 |
4.8 |
4 |
4 |
36.3 |
4.53 |
|
||
|
Kriteria |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
Sumber : Data Hasil Kuisioner
Tabel
5 Data administrasi guru setelah
tindakan siklus I
a. Program
tahunan rata � rata 5,0 kriteria
A (Amat Baik)
b. Program
semester rata � rata 5,0 kriteria A (Amat Baik)
c. Silabus yang dibuat rata- rata 5,0 kriteria A
(Amat Baik)
d. Rencana Program Pengajaran rata � rata 4,0 kriteria
B (Baik)
e. Agenda
Mengajar rata � rata 4,5 kriteria
A (Amat Baik)
f. Daftar
Persensi (Daftar hadir siswa) rata � rata 4,8 kriteria A
(Amat Baik)
g. Daftar
Nilai rata � rata 4,0 kriteria B (Baik)
h. Program
perbaikan dan pengayaan
rata � rata 4,0 kriteria B (Baik)
Jadi rata-rata skor
yang diperoleh dari administrasi mengajar guru pada siklus II adalah: 36,3/8 = 4,5 dengan kriteria A (Amat Baik)
Tabel 6
Hasil Pengamatan
Proses Belajar Mengajar
Guru Setelah Siklus II
|
No |
Nama Guru |
Kegiatan Awal |
Kegiatan Inti |
Kegiatan Penutup |
Skore |
Rerata |
Ket |
|
1 |
A |
5 |
4 |
5 |
14 |
4.7 |
A |
|
2 |
B |
5 |
4 |
4 |
13 |
4.3 |
B |
|
3 |
C |
5 |
4 |
5 |
14 |
4.7 |
A |
|
4 |
D |
5 |
4 |
5 |
14 |
4.7 |
A |
|
5 |
E |
5 |
4 |
5 |
14 |
4.7 |
A |
|
6 |
F |
4 |
4 |
4 |
12 |
4 |
B |
|
7 |
G |
5 |
4 |
5 |
14 |
4.7 |
A |
|
8 |
H |
5 |
4 |
4 |
13 |
4.3 |
B |
|
9 |
I |
5 |
4 |
4 |
13 |
4.3 |
B |
|
10 |
J |
5 |
4 |
5 |
14 |
4.7 |
A |
|
Jumlah |
49 |
40 |
46 |
135 |
45.1 |
|
|
|
Rata - rata |
4.9 |
4 |
4.6 |
13.5 |
4.51 |
|
|
|
Kriteria |
|
|
|
|
|
|
|
Sumber : Data Hasil Kuisioner
Tabel
6 Data Proses Belajar Mengajar
Guru setelah tindakan Siklus II
a. Kegiatan Awal pembelajaran rata � rata 4,9 kriteria
A (Amat Baik)
b. Kegiatan inti yaitu penyajian guru dalam mengajar rata � rata 4,0 kriteria B (Baik)
c. Kegiatan menutup pembelajaran yang berupa rangkuman dan penugasan, program perbaikan dan pengayaan rata � rata 4,6 kriteria
A (Amat Baik)
Jadi skor rata-rata
yang diperoleh dari proses belajar-mengajar pada siklus I adalah: 13,5/3 = 4,5 kriteria A (Amat Baik).
B.
Pembahasan
Berdasarkan
hasil penelitian dapat diketahui bahwa :
1. Data
Pengamatan Awal (Pra siklus)
Data Pra Siklus terhadap guru pada SMA
Negeri 5 Tual, mulai dari persiapan maupun pelaksanaan proses belajar mengajar yang diamati dan direkam, menunjukkan bahwa persiapan administrasi guru tergolong dalam kriteria cukup, demikian juga kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dapat ditunjukkan dari data, untuk administrasi 2,9 dengan kriteria C (cukup) dan untuk proses belajar mengajar guru 2,7 dengan kriteria C (cukup). Dari analisa data di atas maka dapat disimpulkan
bahwa kemampuan guru mengajar pada pra siklus dengan jumlah
skor rata - rata dari kesiapan administrasi mengajar, kegiatan belajar mengajar, dan kesadaran guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya, maka skor rata-rata yang diperoleh adalah 2,8 dengan kriteria C (cukup)
2. Data
Siklus I
Analisis
data pada siklus I dari persiapan maupun pelaksanaan proses belajar mengajar yang diamati dan direkam menunjukkan bahwa persiapan administrasi guru mengajar di SMA
Negeri 5 Tual, tergolong dalam kriteria Cukup, demikian juga kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dapat ditunjukkan dari data untuk administrasi 3,25 dengan kriteria C (cukup) dan untuk proses belajar mengajar guru 2,23 dengan kriteria C (cukup). Dari analisa data di atas maka dapat
disimpulkan bahwa kemampuan guru mengajar pada siklus I dengan jumlah skor rata - rata dari kesiapan administrasi
mengajar, kegiatan belajar mengajar, dalam melaksanakan tugas-tugasnya, maka skor rata-rata yang diperoleh adalah 2,23 dengan kriteria C (cukup)
3. Data
Siklus II
Analisis
data pada siklus II dari persiapan maupun pelaksanaan proses belajar mengajar yang diamati dan direkam menunjukkan bahwa persiapan administrasi guru mengajar di SMA
Negeri 5 Tual, tergolong dalam kriteria Amat Baik, demikian
juga kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dapat ditunjukkan dari data untuk administrasi 4,5 dengan kriteria A (amat baik) dan untuk proses belajar mengajar guru 4,5 dengan kriteria A (amat baik). Dari analisa data di atas maka dapat
disimpulkan bahwa kemampuan guru mengajar pada siklus II dengan jumlah skor rata - rata dari kesiapan administrasi
mengajar, kegiatan belajar mengajar, dalam melaksanakan tugas-tugasnya, maka skor rata-rata yang diperoleh adalah 4,5 dengan kriteria A (amat baik).
Dari proses pengamatan dan hasil
yang diperoleh beberapa catatan sebagai fefleksi terhadap apa yang direncanakan maupun yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar pada siklus I adalah:
1. Guru
dalam membuat program pengajaran baik program tahunan maupun semester masih mengkopi pada hasil kerja MGMP sehingga tidak menyesuaikan dengan hari efektif sekolah
sendiri tentu saja program yang dibuat akan mubasir.
2. Silabus yang dibuat guru juga hasil kerja MGMP sehingga belum tentu hasil
kerja secara keseluruhan tetapi buah pikiran beberapa
orang saja sehingga penguasaan terhadap silabus masih kurang.
3. Rencana program pengajaran juga baku hasil MGMP seharusnya rencana pelajaran dibuat oleh guru sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah.
4. Guru
belum bisa membedakan antara Agenda dengan Jurnal mengajar,
yang seharusnya agenda adalah
rencana yang diisi sebelum mengajar dan jurnal adalah catatan
batas akhir dari materi yang telah diajarkan oleh guru
5. Guru
belum membuat data presensi siswa untuk mengetahui kehadiran siswa yang sangat penting bagi pengelolaan
kelas.
6. Penilaian yang dilakukan hanya terbatas pada penilaian akhir kegiatan belajar mengajar, seharusnya pada saat proses pembelajaran guru melakukan nilai proses dan hal ini belum dilakukan
oleh guru.
7. Semua guru belum membuat program perbaikan dan baru akan dibuat setelah
ulangan akhir semester,
yang seharusnya program sudah
dibuat mendahului.
8. Kedisiplinan guru dalam mengajar masih kurang terbukti
sering guru lambat dan jam
� jam pelajaran sering kosong sehingga berpengaruh terhadap ketertiban kelas.
9. Guru
belum membuatkan rangkuman pada siswa setelah selesai mengajar sehingga siswa tidak memiliki
catatan penting yang harus dipelajari menjelang ulangan atau ujian yang harus diikuti.
Setelah selesai Siklus
II, terlihat terjadi peningkatan baik dari segi kesiapan
guru membuat perencanaan pembelajaran maupun kesiapan guru dalam mengajar namun masih perlu ditingkatkan
sehingga bisa mencapai nilai maksimal.
1. Pengecekan terhadap kewajiban guru untuk menyiapkan administrasi mengajar atau perencanaan pembelajaran yang baik.
2. Penekanan terhadap perlunya guru di Supervisi dalam mengajar karena guru sebagai manusia butuh perhatian, bimbingan dan pembinaan untuk bisa melaksanakan
tugas dengan baik dan juga perlu mengetahui tentang adanya inovasi baru dalam strategi pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan.
3. Perlu adanya pendekatan pada guru untuk menumbuhkan kasadaran pribadi akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru yang profesional.
Kesimpulan
Dengan mencermati analisis data maka dapat di simpulkan
kemampuan guru dalam mengajar baik dari
sudut persiapan administrasi maupun cara pengajarnya lebih meningkat dengan adanya Supervisi
klinis. Hal ini dapat ditunjukkan dari Pengamatan dengan instrumen Supervisi terhadap administrasi guru dari rata �
rata cukup menjadi baik. Kemampuan guru dalam mengajar dari rata � rata cukup menjadi baik. Hal ini membuktikan bahwa setiap guru perlu mendapatkan perhatian, pembinaan, dan motivasi untuk dapat meningkatkan profesionalisme sebagai guru.
Bibliografi
Afriansyah,
H. (n.d.). Mengimplementasikan Manajemen Mutu di Sekolah Untuk Meningkatkan
Mutu Pendidikan. Google Scholar
Ardana, I.
M. B. (2021). Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Proses Belajar Mengajar
Melalui Pendekatan Pembelajaran Saintifik Dengan Diskusi Kelompok. Mimbar
Pendidikan Indonesia, 1(3). Google Scholar
Arikunto,
S. (1991). Prosedur Penelitian, Yogjakarta PT. Reneka Cipta. Google Scholar
Aziz, A. Z.
(2015). Manajemen berbasis sekolah: alternatif peningkatan mutu pendidikan
madrasah. El Tarbawi, 8(1), 69�92. Google Scholar
Djalal, F.
(2017). Optimalisasi pembelajaran melalui pendekatan, strategi, dan model
pembelajaran. SABILARRASYAD: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Kependidikan, 2(1). Google Scholar
Fauziah,
R., Abdullah, A. G., & Hakim, D. L. (2013). Pembelajaran saintifik
elektronika dasar berorientasi pembelajaran berbasis masalah. Invotec, 9(2). Google Scholar
Fitria, H.,
Kristiawan, M., & Rahmat, N. (2019). Upaya meningkatkan kompetensi guru
melalui pelatihan penelitian tindakan kelas. Abdimas Unwahas, 4(1). Google Scholar
Juliantoro,
M. (2017). Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Al-Hikmah:
Jurnal Kependidikan Dan Syariah, 5(2), 24�38. Google Scholar
Maya, R.
(2017). Esensi Guru dalam Visi-Misi Pendidikan Karakter. Edukasi Islami:
Jurnal Pendidikan Islam, 2(03). Google Scholar
Muflihin,
M. H. (2018). Memaksimalkan Kembali Peran Kepala Sekolah sebagai Supervisor
Pendidikan. Edukasia Islamika, 249�269. Google Scholar
Sauri, S.
(2010). Membangun karakter bangsa melalui pembinaan profesionalisme guru
berbasis pendidikan nilai. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(2), 1�15. Google Scholar
SS, Y. S.
D., & SE, M. M. (2013). Manajemen pembelajaran dalam upaya meningkatkan
mutu pendidikan. Jurnal Mimbar Bumi Bengawan, 6(13). Google Scholar
Tafonao, T.
(2018). Peranan media pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa. Jurnal
Komunikasi Pendidikan, 2(2), 103�114. Google Scholar
Tanama, Y.
J., Supriyanto, A., & Burhanuddin, B. (2016). Implementasi Supervisi Klinis
dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru. Jurnal Pendidikan: Teori,
Penelitian, Dan Pengembangan, 1(11), 2231�2235. Google Scholar
Wagiyem, W.
(2020). Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Proses Pembelajaran Melalui Supervisi
Kelas. Journal of Education Action Research, 4(4), 493�500. Google Scholar
|
Copyright holder : Fransina Silpa Songjanan (2021). |
|
First publication right
: This article is licensed under: |