Jurnal Syntax Transformation

Vol. 2 No. 11, November 2021

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN LABA dan ASIMETRI INFORMASI TERHADAP PERUSAHAAN CONSUMER GOODS COST of EQUITY

 

Ade Onny Siagian

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta, Indonesia���

Email: [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

10 Oktober 2021 September 2021

Direvisi

6 November 2021

Disetujui

10 November 2021

Perusahaan akan melakukan manajemen laba dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan pribadinya dan terkadang terjadi hubungan antara agent dengan perusahaan sehingga agent akan ikut untuk melakukan manipulasi laba agar investor mau menanamkan modalnya diperusahaan tersebut dan bagi investor yang menggunakan jasa agent, jika sepenuhnya percaya kepada agent maka investor itu akan mau menanamkan modalnya kepada perusahaan yang disarankan agent, tetapi dengan laba yang cukup tinggi maka investor akan meminta tingkat imbal hasil yang lebih besar dari biasanya. Maka dari itu manajemen tentunya memilih untuk mempercantik laporan keuangan dengan mempertahankan labanya sedangkan investor menginginkan adanya dividen yang besar dari perusahaan sehingga adanya perbedaan kepentingan ini memicu adanya praktik manajemen laba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh manajemen laba dan asimteri informasi terhadap cost of equity. Penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder dan dengan metode pengambilan sampel berupa purposive sampling diperoleh 100 perusahaan consumer goods yang terdaftar di BEI dari tahun 2015-2019 sebagai sampel. Pengolahan analisa data menggunakan software SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen laba dan asimetri informasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap cost of equity. Demikian juga secara bersama-sama menunjukkan bahwa manajemen laba dan asimetri informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap cost of equity.

 

ABSTRACT

The company will conduct profit management with the aim to meet its personal interests and sometimes there is a relationship between the agent and the company so that the agent will participate in profit manipulation so that investors want to invest in the company and for investors who use the services of agents, if they fully trust the agent then the investor will want to invest in the company suggested by the agent,�� But with a high enough profit, investors will ask for a greater rate of return than usual. Therefore, management certainly chooses to beautify financial statements by maintaining their profits while investors want a large dividend from the company so that this difference in interest triggers profit management practices. The purpose of this study is to find out the effect of profit management and information asymptomatic on the cost of equity. This quantitative research uses secondary data and with sampling methods in the form of purposive sampling obtained by 100 consumer goods companies registered with the IDX from 2015-2019 as samples. Processing data analysis using SPSS software version 23. The results showed that profit management and information asymmetry partially had no significant effect on the cost of equity. Likewise, it also jointly shows that profit management and information asymmetry have no significant effect on the cost of equity.

Kata Kunci:

Pemegang Saham, Cost of Equity, Manajemen Laba, Asimetri Informasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

shareholders, Cost of Equity, Earnings Management, Information Asymmetry


 


Pendahuluan

Investor mempunyai dana untuk ditanamkan pada perusahaan sebagai modal perusahaan dalam melakukan aktivitas usahanya. Menurut (Tandelilin, 2010) pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas, sedangkan tempat dimana terjadinya jual beli sekuritas disebut dengan bursa efek. Pihak yang membutuhkan dana ialah perusahaan sedangkan yang memiliki kelebihan dana ialah investor. Dalam memperoleh modal yang lebih besar, perusahaan membutuhkan pihak eksternal. Pihak eksternal dalam hal ini adalah investor. Menurut (Sasongko et al., 2016) dalam menjalankan kelangsungan bisnisnya, perusahaan membutuhkan dana dari pemberi pinjaman dan investor dan dana tersebut yang mana didapat dari saham atau obligasi yang diperdagangkan di pasar modal. (L. P. K. S. Dewi et al., 2017) menyatakan bahwa perusahaan sebagai pihak yang memerlukan dana, tentunya untuk mendapatkan dana tersebut perusahaan mengeluarkan biaya modal ekuitas atau dikenal dengan cost of equity capital.

Investor dan perusahaan akan senang apabila laba perusahaan besar. Akan tetapi ada perbedaam kepentingan antara manajer selaku yang menjalankan operasional perusahaan dan investor selaku pihak eksternal yang juga mempunyai kepentingan dalam perusahaan. Subramanyam dalam (Wiyadi, n.d.) menyatakan bahwa manajemen secara sengaja mencampuri proses penentuan laba, biasanya untuk memenuhi tujuan pribadi. Menurut (L. P. K. S. Dewi et al., 2017) perusahaan akan melakukan manajemen laba dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan pribadinya dan terkadang terjadi hubungan antara agent dengan perusahaan sehingga agent akan ikut untuk melakukan manipulasi laba agar investor mau menanamkan modalnya diperusahaan tersebut dan bagi investor yang menggunakan jasa agent, jika sepenuhnya percaya kepada agent maka investor itu akan mau menanamkan modalnya kepada perusahaan yang disarankan agent, tetapi dengan laba yang cukup tinggi maka investor akan meminta tingkat imbal hasil yang lebih besar dari biasanya. Maka dari itu manajemen tentunya memilih untuk mempercantik laporan keuangan dengan mempertahankan labanya sedangkan investor menginginkan adanya dividen yang besar dari perusahaan sehingga adanya perbedaan kepentingan ini memicu adanya praktik manajemen laba.

Maka dengan adanya asimetri informasi juga mempengaruhi cost of equity perusahaan. Menurut (Nurjanati & Rodoni, 2015) asimetri informasi terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antara manajemen dengan pemilik modal. Selain itu, asimetri informasi muncul ketika manajer lebih mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan di masa depan dibandingkan dengan pemegang saham (Sunaryo & Saripujiana, 2018) (Nurjanati & Rodoni, 2015) asimetri Informasi adalah situasi yang terbentuk karena principal (pemegang saham) tidak memiliki informasi yang cukup mengenai kinerja agent (para manajer) sehingga principal tidak pernah dapat menentukan kontribusi usaha-usaha agent terhadap hasil-hasil perusahaan yang sesungguhnya. Beberapa peneliti telah�� melakukan�� penelitian mengenai asimetri informasi terhadap cost of equity dan menunjukkan hasil yang tidak sama. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (He et al., 2013) (L. P. K. S. Dewi et al., 2017), dan (Sasongko et al., 2016) menunjukkan bahwa asimetri informasi memilik pengaruh positif dan signifikan terhadap cost of equity capital. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (L. P. K. S. Dewi et al., 2017) menunjukkan bahwa asimetri  informasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap cost of equity. Namun sebaliknya, hasil penelitian yang dilakukan oleh (Sunaryo & Saripujiana, 2018) menunjukan bahwa asimetri informasi tidak berpengaruh terhadap cost of equity .

Namun beberapa penelitian mengenai manajemen laba dan cost of equity dan menunjukkan hasil yang tidak sama. Penelitian yang dilakukan oleh (S. P. Dewi & Chandra, 2016) menunjukkan bahwa manajemen laba memiliki pengaruh terhadap cost of equity capital. Begitu pula dengan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh (L. P. K. S. Dewi et al., 2017) serta (Nuryanti, 2020) yang keduanya menunjukkan manajemen laba berpengaruh positif dan signifikan terhadap cost of equity capital. Namun hasil sebaliknya ditunjukkan oleh (Sasongko et al., 2016) yang menyatakan bahwa manajemen laba terbukti tidak berpengaruh terhadap cost of equity capital.

Metode Penelitian

Populasi pada penelitian ini adalah badan usaha yang bergerak di bidang consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015-2019. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan non-probability sampling, yaitu purposive sampling, dimana sampel yang digunakan ditentukan berdasarkan kriteria tertentu (Vehovar et al., 2016).

Termasuk kedalam golongan perusahaan yang bergerak di bidang consumer goods sesuai dengan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan harus memiliki laporan keuangan yang telah diaudit selama lima tahun berturut-turut, yaitu 2015 � 2019 (APRILIA, 2021). Perusahaan yang memiliki laba positif selama lima tahun berturut-turut, yaitu dimulai dari tahun 2015 hingga tahun 2019. Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang memiliki data yang lengkap mengenai tanggal publikasi laporan keuangan, net income, harga tertinggi dan terendah saham, ask dan bid, pendapatan, kas operasi (Siagian & Indra, 2019).

Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang berupa laporan keuangan tahunan perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015-2019 (N. E. Putri & Azzahra, 2021). Selain itu juga dari website Yahoo Finance,website pefindo, website market risk premia. Sedangkan metode analisanya menggunakan uji statistik deskriptif dan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, dan uji multikolinearitas. Selain itu juga dilakukan uji koefisien determinasi untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Dan yang terakhir adalah uji hipotesis berupa uji statistik t, seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen, serta uji statistik f, seberapa jauh semua variabel independen yang dimaksud dalam penelitian mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen

 


 

 

 

 

Hasil dan Pembahasan

Tabel 1

Hasil Uji Statistik Desktriptif

 

Min

Max

Mean

Std. Deviation

Manajemen Laba

-.08

.39

.1103

.06223

Asimetri Informasi

-200.000

200.000

11.0697

52.04789

Cost of Equity

7.21

11.94

9.2760

1.05437

Sumber: Data Diolah

 


Berdasarkan Tabel 1 di atas dapat diketahui bahwa jumlah sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 sampel, yaitu 20 perusahaan dikali dengan tahun yang diteliti yaitu selama 5 tahun. Cost of equity yang dihitung menggunakan metode Ohlson menunjukan nilai tingkat pengembalian minimum sebesar 7,21 dan tingkat pengembalian maksimum sebesar 11,94.


 

Tabel 2

Hasil Uji Normalitas

One-sample kologorof-smirnov test

Unstandardized Residual

N

100

Kolmogorov Smirnov

.044

Asymp. Sig (2-tailed)

.200

Sumber: Data diolah SPSS 23

 

Sumber: Data Diolah

 


Nilai minimum variabel cost of equity (COE) sebesar 7,21% dimiliki oleh kode perusahaan DLTA, sementara nilai maksimum sebesar 11,94% dimiliki oleh kode perusahaan ADES. Serta dapat diketahui bahwa rata-rata tingkat pengembalian selama tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 yang diharapkan oleh investor (cost of equity) adalah sebesar 9.2760. Standar deviasi pada tingkat cost of equity sebesar 1.05437.

Variabel Manajamen laba yang dihitung menggunakan The Modified Jones Model memiliki nilai minimum sebesar - 0,08, dan nilai maksimum sebesar 0,39, nilai rata-rata sebesar 0,1103, dan memiliki standar deviasi sebesar 0,06223. Nilai minimum sebesar �0,08 dimiliki oleh kode perusahaan HMSP, dan nilai maksimum sebesar 0,39 juga dimiliki oleh kode perusahaan HMSP.

Variabel asimetri informasi dihitung dengan menggunakan rumus relative ask-bid spread, dengan melihat nilai penawaran dan permintaan harga saham dari suatu perusahaan. Variabel asimetri informasi memiliki nilai minimum sebesar -200,000 kode perushaan SKLT dan nilai maksimum 200,000 kode perushaan GGRM. Nilai rata-rata asimetri informasi menunjukan bahwa perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki rata-rata sebesar 11.0697. Serta standar deviasi pada tingkat asimetri informasi sebesar 52.04789.

Sementara itu berdasarkan tampilan tabel 3 di atas, angka yang diambil untuk dibandingkan adalah angka dalam baris Asymp. Sig (2-tailed). Dari hasil pengujian didapat nilai sebesar 0.200 yaitu berada di atas 0.05, maka data terdistribusi normal. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa model regresi berdistribusi normal dan data layak digunakan untuk menguji pengaruh manajemen laba dan asimetri informasi terhadap cost of equity.


 

Tabel 3

Hasil Uji Multikolinearitas

Variabel

Collinearity Statistics

Kesimpulan

Tolerance

VIF

Manajemen Laba

.994

1.006

Tidak terjadi multikolinearitas

Asimetri Informasi

.994

1.006

Tidak terjadi multikolinearitas

Sumber: Data diolah SPSS 23

 


Berdasarkan Tabel 3 di atas menunjukkan bahwa variabel Manajemen Laba memiliki tolerance sebesar 0,994 dan VIF 1,006 dan asimetri informasi memiliki tolerance 0,994 dan VIF 1,006. Masing-masing variabel independen memiliki nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10, hal ini menunjukkan tidak terjadi masalah multikolinearitas, yang artinya dalam model regresi ini tidak terdapat korelasi hubungan antar variabel independennya. Suatu model regresi dapat dikatakan baik apabila tidak terdapat masalah multikolinearitas di dalamnya, sehingga data ini dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut.

 


 

Tabel 4

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Variabel

Sig

Kesimpulan

Manajemen Laba

.352

Tidak terjadi multikolinearitas

Asimetri Informasi

.249

Tidak terjadi multikolinearitas

Sumber: Data diolah SPSS 23

 


Berdasarkan Tabel 4, variabel manajemen laba memiliki nilai signifikansi residual sebesar 0,352 dan asimetri informasi memiliki nilai signifikansi residual sebesar 0,249. Karena nilai signifikansi residual setiap variabel lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan tidak terdapat masalah heteroskedastisitas.


 

Tabel 5

Hasil Uji Autokorelasi

Variabel Dependen

Durbin-Watson

Kesimpulan

Cost of Equity

1.911

Tidak terjadi Autokorelasi

Sumber: Data diolah SPSS 23

 


Berdasarkan hasil uji autokorelasi dengan menggunakan metode DurbinWatson seperti yang dapat dilihat pada Tabel di atas, didapatkan nilai Durbin-Watson sebesar 1,911, yang berada diatas nilai dU sebesar 1,6337 (lihat pada Tabel DurbinWatson), dan lebih rendah dari 4-dU atau sebesar 2,3663. Sehingga diperoleh hasil 1,6337 < 1,911 < 2,2663, dimana nilai Durbin-Watson sebesar 1,966 berada diantara nilai dU dan 4-dU. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model regresi pada������ penelitian�������� ini������� tidak terdapat�� masalah autokorelasi.

 


Tabel 6

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Variabel Dependen

Adjusted R

Square

Kesimpulan

Cost of Equity

.015

Rendah

Sumber: Data diolah SPSS 23

 


Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,015 atau 1,5% artinya variasi variabel yang dapat dijelaskan oleh variabel manajemen laba dan asimetri informasi adalah sebesar 1,5% dan sisanya yang berjumlash 98,5% dijelakan oleh variasi variabel lainnya yang tidak terdapat dalam model penelitian ini.


 

Tabel 7

Hasil Uji t

Model

Unstandardized

Coeff.

Standardized

Coeff.

t

Sig

B

Std. Error

Betta

1(sonstant)

9.180

217

 

42.318

.000

ML

1.213

1.695

072

.715

.476

AL

-,003

.002

-168

1.675

0.97

a.Dependent Variable: Cost_Of_Equity

Sumber: Data dioleh dengan SPSS 23

 


Berdasarkan hasil uji statistik t yang telah dilakukan seperti pada tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:

1      Variabel manajemen laba (X1) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,476 atau lebih besar dari 0,05 (0,476 > 0,05). Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel manajemen laba secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap cost of equity, atau dengan kata lain hipotesis (H1) ditolak.

2      Variabel asimetri informasi (X2) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,097 atau lebih besar dari 0,05 (0,097 > 0,05). Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel asimetri informasi secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap cost of equity, atau dengan kata lain hipotesis (H2) ditolak.


 

Tabel 8

Hasil Uji F

Anovaa

Model

Sum of square

df

Mean square

f

Sig

Regression

3.857

2

1.929

1.761

.177

Residual

106.201

97

1.0295

 

 

Total

110.058

99

 

 

 

Dependent Variable: Cost_Of_Equity

Predictors: (Constant), Manajemen_Laba, Asimetri_Informasi

Sumber: Data diolah SPSS 23

 


Berdasarkan uji F pada tabel di atas diperolah nilai F hitung sebesar 1,761 dengan probabilitas signifikan 0,177. Nilai probabilitas (signifikan) adalah sebesar 0,177, yaitu lebih kecil dari 0,05, maka dapat Hipotesis 1 pada penelitian ini adalah manajemen laba berpengaruh terhadap cost of equity.

Berdasarkan pada pembahasan diatas disimpulkan bahwa manajemen laba dan asimetri informasi secara bersama-sama tidak berpengaruh secara signifikan terhadap cost of equity. tabel 8, hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,476. Hal ini menunjukkan bahwa nilai 0,476 > 0.05. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis yang diajukan ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen laba tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap cost of equity. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Perwira & Darsono, 2016) yang telah melakukan penelitian pada perusahaan manufaktur serta (Sasongko et al., 2016) yang menunjukkan bahwa manajemen laba terbukti tidak berpengaruh terhadap cost of equity capital. Hipotesis 2 pada penelitian ini adalah asimetri informasi mempunyai pengaruh terhadap cost of equity. Berdasarkan tabel 8, hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan dapat terlihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,097. Hal ini menunjukkan bahwa nilai 0,097 > 0.05, yang artinya bahwa hipotesis yang diajukan ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asimetri informasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap cost of equity. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (D. H. Putri, 2018) yang menunjukkan bahwa asimetri informasi tidak bepengaruh signifikan terhadap cost of equity capital.

Hipotesis pada penelitian ���������� ini adalah manajemen laba dan asimetri informasi berpengaruh terhadap cost of equity. Berdasarkan pada tabel 8, diperolah nilai F hitung sebesar 1,761 dengan probabilitas signifikan 0,177. Nilai probabilitas (signifikan) adalah sebesar 0,177, yaitu lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen laba dan asimetri informasi secara bersama-sama tidak berpengaruh secara signifikan terhadap cost of equity. Dan hasil nilai Adjusted R Square sebesar 0,015 atau 1,5% artinya variasi variabel yang dapat dijelaskan oleh variabel manajemen laba dan asimetri informasi adalah sebesar 1,5% dan sisanya yang berjumlash 98,5% dijelaskan oleh variasi variabel lainnya yang tidak terdapat dalam model penelitian ini.

 

 

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa manajemen laba dan asimetri informasi berpengaruh terhadap cost of equity. Berdasarkan pada tabel 8, diperolah nilai F hitung sebesar 1,761 dengan probabilitas signifikan 0,177. Nilai probabilitas (signifikan) adalah sebesar 0,177, yaitu lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen laba dan asimetri informasi secara bersama-sama tidak berpengaruh secara signifikan terhadap cost of equity. Dan hasil nilai Adjusted R Square sebesar 0,015 atau 1,5% artinya variasi variabel yang dapat dijelaskan oleh variabel manajemen laba dan asimetri informasi adalah sebesar 1,5% dan sisanya yang berjumlash 98,5% dijelaskan oleh variasi variabel lainnya yang tidak terdapat dalam model penelitian ini.

 

Bibliografi

Aprilia, H. D. S. (2021). Pengaruh Financial Distress, Leverage, Audit Tenure Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Integritas Laporan Keuangan (Studi Empiris Pada Perusahaan Bumn Yang Terdaftardi Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2015-2019). Universitas Pendidikan Ganesha. Google Scholar

 

Dewi, L. P. K. S., Wahyuni, M. A., & Edy Sujana, S. E. (2017). Pengaruh Asimetri Informasi, Pengungkapan Sukarela, Manajemen Laba Dan Beta Saham Terhadap Cost Of Equity Capital (Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2013-2015). Jimat (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha, 7(1). Google Scholar

 

Dewi, S. P., & Chandra, J. S. (2016). Pengaruh Pengungkapan Sukarela, Asimetri Informasi, Dan Manajemen Laba Terhadap Cost Of Equity Capital Pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, 18(1), 25�32. Google Scholar

He, W. P., Lepone, A., & Leung, H. (2013). Information Asymmetry And The Cost Of Equity Capital. International Review Of Economics & Finance, 27, 611�620. Google Scholar

 

Nurjanati, R., & Rodoni, A. (2015). Pengaruh Asimetri Informasi Dan Tingkat Disclosure Terhadap Biaya Ekuitas Dengan Kepemilikan Manajerial Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia). Esensi: Jurnal Bisnis Dan Manajemen, 5(2). Google Scholar

 

Nuryanti, I. (2020). Pengaruh Kinerja Modal Intelektual, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas Dan Leverage Terhadap Pengungkapan Modal Intelektual. Universitas Negeri Semarang. Google Scholar

 

Perwira, E. A., & Darsono, S. H. (2016). Problem Jual Beli Tanah Berstatus Letter C Studi Kasus Di Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Google Scholar

 

Putri, D. H. (2018). The Effect Of Intellectual Capital Disclosure, Information Asymmetry, And Firm Size On Cost Of Equity Capital With Managerial Ownership As A Moderating Variable. The Indonesian Accounting Review, 8(2), 163�173. Google Scholar

 

Putri, N. E., & Azzahra, F. (2021). Pengaruh Manajemen Laba Dan Asimetri Informasi Terhadap Cost Of Equity Pada Perusahaan Consumer Goods. Ikra-Ith Ekonomika, 4(3), 37�46. Google Scholar

 

Sasongko, N., Admadianto, H. N., & Trisnawati, R. (2016). Effect Of Earnings Management, Intellectual Capital Disclosures, Information Asymmetry And Firm Size To Cost Of Equity Capital. South East Asia Journal Of Contemporary Business, Economic And Law, 11(1), 22�28. Google Scholar

 

Siagian, A. O., & Indra, N. (2019). Pengetahuan Akuntansi Pelaku Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Umkm) Terhadap Laporan Keuangan. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 4(12), 17�35. Google Scholar

 

Sunaryo, R. I., & Saripujiana, D. (2018). The Effects Of Information Asymmetry, Earning Management, Voluntary Disclosure And Market Value Of Equity On Cost Of Equity Capital. Journal Of Economics, Business, And Accountancy Ventura, 21(1), 79�88. Google Scholar

Tandelilin, E. (2010). Portofolio Dan Investasi: Teori Dan Aplikasi. Kanisius. Google Scholar

 

Vehovar, V., Toepoel, V., & Steinmetz, S. (2016). Non-Probability Sampling. The Sage Handbook Of Survey Methods, 329�345. Google Scholar

 

Wiyadi, T. (N.D.). R., Sasongko, N., & Fauzi, I.(2015). The Effect Of Information Assymmetry, Firm Size, Leverage, Profitability And Employee Stock Ownership On Earnings Management With Accrual Model. International Journal Of Businness And Management And Low. Google Scholar


Copyright holder :

Ade Onny Siagian (2021).

 

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: