|
Vol. 2 No. 11, November 2021 |
|
|
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial Sains |
DAMPAK PARIWISATA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI DI TAMAN MINI INDONESIA INDAH
�PADA ERA NEW NORMAL
Rafitra Amira Putri, Liliana Dewi, Ines Windyarti, Alya Farika, Yasmin Nur Sya�ban
Universitas Nasional Jakarta (UNJ) Indonesia���
Email: [email protected],
[email protected],
[email protected],
[email protected], [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima
10 Oktober
2021 Direvisi 6 November 2021 Disetujui 17 November 2021 |
Menurut UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Pariwisata adalah macam-macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Salah satu kawasan pariwisata yang dimiliki
Indonesia adalah Wisata
Taman Mini Indonesia Indah. Pada masa pandemi saat ini tingkat
kunjungan pariwisata di indonesia khusus nya di wisata taman mini indonesia indah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak Ekonomi di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah, mengetahui
pebandingan pendapatan
para Pedagang sebelum dan
sesudah Era New Normal di Objek
Wisata Taman Mini Indonesia Indah, Serta Mengetahui siapa saja yang terdampak Ekonomi di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah. Metode
yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif (Mix Method). Data kuantitatif
diperoleh melalui kuesioner dan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara serta observasi lapang. Teknik dalam penentuan responden penelitian menggunakan cluster accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan dan pedagang di wisata taman mini indonesia indah mengalami penurunan ekonomi. ABSTRACT According to
Law no. 10 of 2009 concerning Tourism, Tourism is a variety of tourist
activities and is supported by various facilities and services provided by
the community, businessmen, government and local governments. One of the
tourism areas that Indonesia has is Taman Mini Indonesia Indah Tourism.
During the current pandemic, the level of tourism visits in Indonesia,
especially in the Taman Mini Indonesia Indah tour, has decreased quite significantly.
This study aims to determine how the economic impact on the Taman Mini
Indonesia Indah Tourism Object, to know the comparison of the income of
traders before and after the New Normal Era at Taman Mini Indonesia Indah
Tourism Object, and to find out who is affected by the economy at the Taman
Mini Indonesia Indah Tourism Object. The method used is a qualitative and
quantitative approach (Mix Method). Quantitative data were obtained through
questionnaires and qualitative data were obtained through in-depth interviews
using interview guides and field observations. Techniques in determining
research respondents using cluster accidental sampling. The results showed
that most of the employees and traders in the Taman Mini Indonesia Indah tour
experienced an economic decline. |
|
Kata Kunci: Ekonomi, pandemi, wisata taman mini indonesia indah. Keywords: Economy,
pandemic, Indonesia beautiful mini park tourism |
Pendahuluan
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan sebuah taman wisata yang bertemakan budaya Indonesia di
Jakarta Timur. Area seluas kurang
lebih 150 hektar atau 1,5 kilometer persegi ini terletak pada koordinat 6 derajat 18'6.8''LS,
106 derajat 53'47.2''BT. Di Indonesia, hampir setiap suku
bangsa memiliki bentuk dan corak arsitektur yang berbeda-beda, dan
tidak jarang suatu suku bangsa
memiliki lebih dari satu jenis
bangunan tradisional (Taman Mini Indonesia Indah, 2016).
Di TMII, citra tersebut tercermin pada anjungan daerah yang merepresentasikan suku bangsa dari
33 provinsi di Indonesia. Anjungan
provinsi dibangun mengitari danau, terdapat kepulauan kecil Indonesia di atas danau, temanya terbagi dalam enam
wilayah yaitu Jawa,
Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara, Pulau
Rugu dan Papua. Setiap anjungan tersebut menampilkan arsitektur lokal yang khas.
Taman yang merupakan rangkuman budaya nasional Indonesia yang meliputi seluruh aspek kehidupan
sehari-hari masyarakat 33 provinsi (1975) di Indonesia tersebut
ditampilkan di anjungan daerah dengan arsitektur
tradisional, serta berbagai kostum, tarian, dan budaya lokal ditampilkan. Selain itu terdapat
sebuah danau di tengah TMII yang menggambarkan miniatur pulau-pulau Indonesia, kereta gantung, berbagai museum, serta Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku. Beragam fasilitas hiburan tersebut menjadikan TMIII sebagai kawasan wisata negara unggulan.
Logo TMII pada dasarnya
terdiri dari huruf TMII yang merupakan singkatan dari �"Taman Mini
Indonesia Indah". Maskot tersebut
adalah tokoh wayang Hannoman yang disebut NITRA (Anjani Putra). Ibu Tien Soeharto
meluncurkan maskot Taman
Mini Indonesia Indah pada tahun 1991, bertepatan dengan dwi windu usia
TMII.
Ide membangun miniatur yang melingkupi seluruh Indonesia dikemukakan oleh
Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih
dikenal. Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta pada tanggal
13 Maret 1970. Diharapkan melalui pembangunan miniature
�Indonesia Indah� ini dapat
menggugah rasa bangga dan cinta tanah air seluruh masyarakat Indonesia.
yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita.TMII didirikan pada tahun 1972 dan dibuka pada tanggal 20 April 1975.
Areal seluas 150 hektar ini menampilkan
seluruh aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia yang diperoleh dengan teknologi modern. Awalnya desainer menginginkan permukaan wilayah
TMII yang berbukit. Tim desain
menggunakan tanah yang tidak rata ini untuk menciptakan lanskap dan lanskap yang kaya,
yang menggambarkan berbagai
jenis lingkungan hidup di Indonesia.
Pandemi
COVID-19 membekukan seluruh
aktivitas pariwisata hingga mati suri.
Sekalipun semua orang ingin traveling, kesehatan diri dan keluarga jadi prioritas tertinggi saat ini (Putera, 2021). Maka, tetap tinggal
di rumah jadi pilihan terbaik. Berbagai macam Destinasi wisata di Indonesia ditutup akibat covid-19 ini (Paramita & Putra, 2020).
Namun setelah diberlakukannya new normal, wisatawisata
itupun dibuka kembali namun, dengan menerapkan protokal Kesehatan (Puspa et al., 2020). Penyebaran virus Corona menyebabkan
wisatawan yang berkunjung ke Indonesia akan berkurang. Sektor-sektor penunjang pariwisata seperti hotel, restoran. maupun pengusaha retail pun juga akan terpengaruh dengan adanya virus Corona. Sepinya wisatawan juga berdampak pada restoran atau rumah makan
yang sebagian besar konsumennya adalah para wisatawan (Ananta et al�������� `., 2020). Hal itu berdampak pada penurunan pendapatan sektor pariwisata secara global, termasuk Indonesia.
Penerbangan dibatasi,
hotel-hotel tidak terisi, hingga berbagai tempat wisata sepi
pengunjung (Asmoro & Aziz, 2020).
Wabah
virus corona yang menyebabkan wabah
Covid-19 berdampak pada banyaknya
wisatawan yang berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur (Kendar Umi Kulsum, 2021). Humas Taman Mini
Indonesia Indah mengatakan wabah
virus corona telah mengurangi
jumlah pengunjung harian ke TMII.� Bahkan pada masa
Era Normal pengunjung tidak
pernah mencapai target sehingga pendapatan sangat menurun sehingga pihak pengelola melakukan penghematan untuk memperkecil pengeluaran biaya operasional (Parinduri et al., 2020). Para pekerja TMII tidak mendapatkan gaji yang penuh dan para UMKM Taman Mini Indonesia Indah merasa kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena pendapatan yang berkurang. UMKM merupakan usaha perdagangan yang dikelola oleh badan komersial atau perseorangan yang dimaksud dengan usaha ekonomi produktif
sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008.� UMKM juga dapat diartikan adalah usaha yang dijalankan oleh perseorangan, rumah tangga, atau badan usaha kecil .
Pada Era New Normal, TMII sudah
menyiapkan banyak fasilitas hand sanitizer di banyak
tempat serta melakukan penyemmprotan disenfektan di gerbang masuk Taman Mini Indonesia Indah. TMII juga membatasi jam operasional dari pukul 08.00 hingga 19.00 WIB namun, pelayanan wahana hanya sampai pukul
17.00 (Hamzah et al., 2018) .
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Apsari et al., 2020)
dengan hasil Pengelolaan wisata di Agrowisata Sirah Kencong dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan seperti pengunjung wajib memakai masker, mencuci tangan saat memasuki kawasan
wisata, dan menjaga jarak antar pengunjung.

Gambar 1
Data Pengunjung Objek Wisata Taman Mini Indonesia
Indah Bulan Maret 2021
Sumber: Kabid Humas Taman Mini Indonesia Indah (2021)
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dan kuantitatif (Mix Method) Teknik pengambilan
data kuantitatif dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada masyarakat sekitar Taman Mini
yang merasakan dampak Sosial Ekonomi terhadap Taman Mini Indonesia Indah pada Era New Normal (Riantoni, 2021). Teknik analisis data kuisioner� menggunakan skala� likert. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Sampling, teknik sampling secara berkelompok. Pengambilan sampel jenis ini
dilakukan berdasar kelompok / area tertentu. Menurut (Medriosa, 2014) Tujuan metode
Cluster Random Sampling antara lain untuk meneliti tentang suatu hal
pada bagian-bagian yang berbeda
di dalam suatu instansi (Sugiyono, 2013).
Data diperoleh
adalah data primer dan data sekunder.
Data� primer diperoleh� dari� hasil survey melalui penyebaran kuesioner� tanggal 19 april tahun� 2021. Kriteria� responden� adalah masyarakat di sekitar Kawasan
Taman Mini Indonesia Indah seperti Pedagang, Penjual Souvenir, UMKM,
dan Pekerja. Data� yang�
dikumpulkan�
melalui�
survei yaitu��� kondisi ekonomi�� pada masa pandemi dan setelah diberlakukannya Era New Normal khususnya� terkaitan pendapatan dan kerugian pada Usaha
disekitar Kawasan Taman Mini, maupun
finansial usaha�� dalam�� membayarkan tunjangan dan kebutuhan sehari-hari. Banyaknya sampel diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin.
Lalu� metode� deskriptif� ini� akan� memakai� data� kuantitatif�
yang� nantinya
akan� di olah� secara� statistik.� Selain itu dengan
menggunakan deskriptif kualitatif, pendekatan kualitatif di pilih untuk memperoeh� gambaran� diskriptif� yang� lebih luas� mengenai��� fenomena yang diamati (Moleong, 2013). Data kualitatif
dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara kepada Kabid Humas Taman Mini Indonesia Indah dan beberapa masyarakat� sekitar Taman Mini
yang� merasakan� dampak Sosial Ekonomi terhadap Taman Mini Indonesia Indah pada Era New Normal karena pendekatan� kualitatif� dipandang mampu menggali pemaknaan� terhadap� fenomena� secara� lebih� mendalam (Hadi, 1967) Penelitian dilaksanakan
sejak bulan Maret hingga April 2021 di
Lokasi�� penelitian�� mengambil di Taman
Mini Indonesia Indah (TMII), Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus
Ibu Kota Jakarta.
Hasil
dan Pembahasan
A. Kondisi Ekonomi masyarakat
di objek wisata Taman Mini
Indonesia Indah
Menurut
hasil penelitian Objek wisata Taman Mini Indonesia
Indah tak jauh berbeda dengan objek-objek wisata lainnya di Indonesia. Pada era new normal terjadi penurunan pengunjung membuat berkurangnya hasil pendapatan dari objek wisata tersebut,
sepinya wisatawan berdampak pada pengurangan gaji karyawan dan penghasilan warga sekitar yang menjual souvenir ataupun rumah makan
serta para penjual jasa lainnya.
Walaupun
terjadi penurunan pendapatan, pihak pengelola objek wisata TMII melakukan penghematan biaya oprasional dan pengurangan gaji karyawan untuk
mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan. Dari pihak Taman Mini sendiri untuk mempertahankan sektor pariwisata Taman Mini
Indonesia Indah dengan cara
menyelenggarakan pementasan
seni budaya secara virtual. Hal ini untuk memberitahu masyarakat bahwa TMII tetap beraktivitas.
Taman Mini Indonesia Indah meminimalisir
penyebaran covid-19 dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan sebelum memasuki objek wisata TMII, pengecekan suhu tubuh di pintu masuk dan menyediakan tempat cuci tangan
dan sabun di kawasan objek wisata, serta
secara rutin para petugas diharuskan untuk selalu menghimbau
kepada para wisatawan agar mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di TMII.
B. Hasil Kuesioner
Pada bagian ini peneliti akan
menguraikan hasil kuesioner untuk dapat menggambarkan secara lebih rinci
hasil dari penelitian ini. Berikut merupakan hasilnya:
Penurunan
hasil pendapatan tidak hanya pada objek wisatanya saja, penurunan hasil pendapatan pun juga terjadi pada masyarakat yang berjualan di objek wisata taman mini indonesia indah.� Untuk melihat dampak langsung pandemi�� covid-19��
terhadap��
destinasi wisata� yang�
ada� di
Taman Mini Indonesia Indah dilakukan survei dengan menyebaran
kuesioner menggunakan metode skala liker. Setelah dilihat dan di teliti langsung ke lapangan
mengenai dampak pandemi covid-19 yang berada di
TMII kami menyebarkan sebanyak
32 responden, hasil responden kami peroleh dengan menggunakan rumus slovin.
![]()
Keterangan :
n : Ukuran sampel
N : Ukuran Populasi
e : Persen Kelonggaran Ketidaktelitian
Karena kesalahan Pengambilan
sampel yang masih dapat di tolerir atau diinginkan.
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Pernyataan
nomor 1 berbunyi �Tingkat pembelian konsumen menurun saat Era New Normal.� Pernyataan ini berusaha mengetahui seberapa menurut tingkat pembelian konsumi di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah.
Selama
masa new normal mengalami penurunan
tingkat pembelian konsumen dengan persentase 50% dibandingkan sebelum masa pandemi, sebelum masa new normal dengan tingkat penurunan sebanyak 43,8%. Jadi bisa kita simpulkan bahwa masa new normal sangat memberikan
dampak penurunan yang drastis mencapai 50%.
Tabel 1
Masyarakat yang terkena
dampak ekonomi setelah Era New Normal
|
Jawaban |
Frekuensi |
Presentase% |
|
Sangat setuju |
16 |
50% |
|
Setuju |
14 |
43.8% |
|
Netral |
2 |
% |
|
Total |
32 |
100% |
Sumber
: Data diolah
Pernyataan
nomor 2 berbunyi �Tingkat pendapatan Bapak/Ibu terkecukupi dengan kondisi TMII saat ini.� Pernyataan
ini berusaha mengetahui seberapa tingkat tercukupinya� kondisi
pendapatan pendagang di Objek Wisata Taman Mini Indonesia
Indah.
Selama masa new
normal 43.8% baik karyawan maupun pedagang tidak bisa mencukupi
kebutuhan hidupnya akibat kondisi New normal ini. Dan hanya 3.1% yang tercukupi pendapatannya di Era
New Normal ini.
Tabel 2
Masyarakat yang terkena
dampak ekonomi setelah Era New Normal
|
Frekuensi |
Presentase% |
|
|
Sangat setuju |
1 |
3.1 % |
|
Setuju |
6 |
18.8 % |
|
Netral |
8 |
25.0 % |
|
Tidak setuju |
14 |
43.8 % |
|
Sangat tidak
setuju |
3 |
9.4 % |
|
Total |
32 |
100% |
�Sumber : Data diolah
Pernyataan
nomor 3 berbunyi �Terjadi kesulitan untuk membayar uang sewa tempat karena
penurunan pendapatan setelah Era New Normal.� Pernyataan
ini berusaha mengetahui seberapa sulit para Pedagang dan Karyawan untuk membayar uang sewa karena penurunan pendapatan di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah. Sebanyak
56.3% pedagang dan Karyawan
sangat mengalami kesulitan untuk membayar uang sewa tempat karena
penurunan pendapatan
Setelah Era New Normal. Sebelum Era New Normal terdapat 21.9% yang berpendapat bahwa sudah merasakan
kesulitan dari masa Pandemi.
Tabel 3
Masyarakat yang terkena
dampak ekonomi setelah Era New Normal
|
Jawaban |
Frekuensi |
Presentase% |
|
Sangat setuju |
7 |
21.9 % |
|
Setuju |
18 |
56.3 % |
|
Netral |
7 |
21.9 % |
|
Total |
32 |
100% |
�Sumber : Data diolah
Pertanyaan
nomor 4 berbunyi �Terjadi kerugian yang sangat besar setelah Era New Normal.� Pertanyaan ini berusaha mengetahui seberapa besar kerugian para Pendagang dan Karyawan yang terjadi setelah Era New Normal di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah.
Sebanyak 56.3% pedagang dan Karyawan sangat mengalami kesulitan untuk membayar uang sewa tempat karena
penurunan pendapatan
Setelah Era New Normal. Sebelum Era New Normal terdapat 21.9% yang berpendapat bahwa sudah merasakan
kesulitan dari masa Pandemi.
Tabel 4
Masyarakat
yang terkena dampak ekonomi setelah Era New Normal
|
Frekuensi |
Presentase% |
|
|
Sangat setuju |
15 |
46.9 % |
|
Setuju |
11 |
34.4 % |
|
Netral |
3 |
9.4 % |
|
Tidak setuju |
3 |
9.4 % |
|
Total |
32 |
100% |
�Sumber : Data diolah
Pertanyaan
nomor 5 berbunyi �Pada masa
Era New Normal, Terjadi peningkatan
harga penjualan.� Pertanyaan ini berusaha mengetahui seberapa meningkatnya harga penjualan di Objek Wisata Taman Mini Indonesia
Indah.
Sebanyak 56.9% Pedagang dan Karyawan tidak melakukan peningkatan harga penjualan di Era New Normal. Dan terdapat
12.5% pedagang dan Karyawan
yang melakukan peningkatan harga penjualan pada masa Pandemi.
Tabel
5 Masyarakat yang terkena dampak
ekonomi setelah Era New
Normal
|
Frekuensi |
Presentase% |
|
|
Setuju |
4 |
12.5 % |
|
Netral |
8 |
25.0 % |
|
Tidak Setuju |
15 |
46.9 % |
|
Sangat Tidak
Setuju |
5 |
15.6 % |
|
Total |
32 |
100% |
�Sumber : Data diolah
Pertanyaan
nomor 6 berbunyi �Pada masa
Era New Normal, Terjadi penurunan
harga penjualan.� Pertanyaan ini berusaha mengetahui seberapa turunnya harga penjualan di Objek Wisata Taman Mini Indonesia
Indah.
Sebanyak
40.6% Pedagang dan Karyawan
melakukan penurunan harga penjualan pada Era New
Normal. Dan terdapat 34.4% pedagang
yang tetap mempertahankan harga penjualan pada masa Pandemi.
Tabel 6
Masyarakat
yang terkena dampak ekonomi setelah Era New Normal
�Sumber : Data diolah
Pertanyaan
nomor 7 berbunyi �Pada masa
liburan di saat pandemi, tingkat penjualan sama seperti saat masa liburan setelah Era New
Normal.�� Pertanyaan
ini berusaha mengetahui perbandingan tingat penjualan pada masa liburan di saat pandemi, dengan saat masa liburan setelah Era New Normal di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah.
Sebanyak
40.6% pedagang dan karyawan
berpendapat bahwa tingkat penjualan pada masa liburan di saat pandemi sangat berbeda dengan liburan setelah Era New Normal.�
Dan terdapat 21.9% yang berpendapat
bahwa penjualan pada masa liburan di saat pandemi berbeda dengan liburan setelah Era New Normal.
Tabel 7
Masyarakat yang terkena
dampak ekonomi setelah Era New Normal
|
Jawaban |
Frekuensi |
Presentase% |
|
�Sangat Setuju |
1 |
3.1 % |
|
Setuju |
7 |
21.9 % |
|
Netral |
6 |
18.8 % |
|
Tidak Setuju |
13 |
40.6 % |
|
Sangat Tidak Setuju |
5 |
15.6 % |
|
Total |
32 |
100% |
�Sumber : Data diolah
Pertanyaan
nomor 8 berbunyi �Peraturan di era new normal mempersulit
dalam pendapatan ekonomi.� Pertanyaan ini berusaha mengetahui
apakah peraturan di Era New
Normal mempersulit pendapatan
Ekonomi bagi para pedagang atau karyawan
di Objek Wisata Taman Mini
Indonesia Indah.
Sebanyak
37.5%� Pedagang dan Karyawan setuju bahwa peraturan
di Era New Normal mempersulit dalam
pendapatan Ekonomi mereka. Hanyak 9.4% Pedagang yang tidak setuju bahwa peraturan
di Era New Normal mempersulit dalam
pendapatan Ekonomi mereka.
Tabel 8
Masyarakat yang terkena
dampak ekonomi setelah Era New Normal
|
Jawaban |
Frekuensi |
Presentase% |
|
Sangat Setuju |
8 |
25.0 % |
|
Setuju |
12 |
�37.5 % |
|
Netral |
9 |
28.1 % |
|
Tidak Setuju |
3 |
9.4 % |
|
Total |
32 |
100% |
�Sumber : Data diolah
Pertanyaan
nomor 9 berbunyi �Selama pandemi, barang yang dijual banyak yang rusak/basi karena sepi
peminat.� Pertanyaan ini berusaha mengetahui
apakah barang/makanan yang dijual banyak yang rusak/basi karena sepinya
pembeli di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah.
Sebanyak
31.3% Pedagang dan Karyawan
mengakui bahwa barang/makanan yang mereka jual banyak
yang rusak/basi karena sepinya pembeli. Dan 31.3% Pedagang berpendapat bahwa barang/makanan yang mereka jual tidak
rusak/basi dikarenakan sepinya pembeli.
Tabel 9
Masyarakat
yang terkena dampak ekonomi setelah Era New Normal
|
Jawaban |
Frekuensi |
Presentase% |
|
�Sangat Setuju |
3 |
9.4 % |
|
Setuju |
10 |
31.3 % |
|
Netral |
9 |
28.1 % |
|
Tidak Setuju |
10 |
31.3 % |
|
Total |
32 |
100% |
�Sumber : Data diolah
Pertanyaan
nomor 10 berbunyi �Sebelum pandemi, TMII dapat meningkatkan perekonomian para pengusaha.� Pertanyaan ini berusaha mengetahui apakah sebelum masa pandemi para Pedagang dan Karyawan dapat meningkatkan perekonomiannya dengan berjualan di Objek Wisata Taman Mini Indonesia
Indah. Sebanyak 46.9% Pedagang
dan karyawaberpendapat bahwa
Taman Mini Indonesia Indah membantu untuk perekonomian mereka, dan 37.5% mengakui bahwa Taman Mini Indonesia Indah sangat membantu
perekonomian mereka.
Pertanyaan
nomor 12 berbunyi �Terdapat Dampak Positif dari Era New Normal ini.� Pertanyaan ini berusaha mengetahui
apakah para Pedagang dan Karyawan mendapatkan Dampak Positif karena adanya Era New Normal di Objek Wisata Taman Mini Indonesia
Indah.
Hanyak
sebanyak 6.3% saja yang merasakan dampak positif dari adanya
Era New Normal ini. Sebanyak
43.8% tidak merasakan dampak Positif dari adanya Era New Normal ini.
Tabel� 10�
ekonomi setelah
Era New Normal
|
Jawaban |
Frekuensi |
Presentase% |
|
Setuju |
2 |
6.3 % |
|
Netral |
14 |
43.8 % |
|
Tidak Setuju |
10 |
31.3 % |
|
Sangat Tidak Setuju |
6 |
18.8 % |
|
Total |
32 |
100% |
�Sumber : Data diolah
Taman Mini Indonesia Indah masa� pandemi� adalah biaya operasional dan uang sewa tidak memadai
masa� pandemi. usaha kecil mengalami
kesulitan membiayai operasional usaha selama pandemi. Kondisi ini terjadi
karena adanya Kebijakan pemerintah untuk menutup destinasi
wisata dan pembatasan� aktifitas� di� fasilitas� umum, penutupan serta pembatasan penerbangan yang mengakibatkan penurunan kunjungan��� wisatawan mancan negara maupun wisatawan lokal, mengakibatkan menurunnya pendapatan usaha pariwisata baik swasta maupun pemerintah.
Kesimpulan
Pada era new normal terjadi penurunan
pengunjung membuat berkurangnya hasil pendapatan dari objek wisata tersebut,
sepinya wisatawan berdampak pada pengurangan gaji karyawan dan penghasilan warga sekitar yang menjual souvenir ataupun rumah makan
serta para penjual jasa lainnya. Taman Mini
Indonesia Indah meminimalisir penyebaran
covid-19 dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan sebelum memasuki objek wisata TMII, pengecekan suhu tubuh di pintu
masuk dan menyediakan tempat cuci tangan
dan sabun di kawasan objek wisata, serta
secara rutin para petugas diharuskan untuk selalu menghimbau
kepada para wisatawan agar mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di TMII.
Berdasarkan tabel di atas dapat
disimpulkan bahwa penurunan hasil pendapatan yang terjadi di TMII tidak hanya berdampak
pada objek wisatanya saja melainkan masyarakat yang berjualan di Objek Wisata TMII juga terkena imbasnya.� Pada masa Era New Normal mengalami
penurunan tingkat pembelian konsumen dengan persentase 50% dibandingkan sebelum masa pandemi. Pada masa new normal 43.8% baik
karyawan maupun pedagang tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya akibat kondisi New normal ini karena berkurangnya
pendapatan bahkan sebanyak 56,3% para pedagang di Objek Wisata TMII merasa kesulitan untuk membayar uang sewa tempat. Dengan
begitu sangat besar dampak yang dirasakan oleh para pedagang dan karyawan di Era New
Normal karena berkurangnya pendapatan mereka. Padahal sebelum terjadi pandemi sebanyak 46.9%� Pedagang dan
Karyawan mengaku bahwa Taman Mini Indonesia Indah sangat membantu
perekonomian mereka dengan persantase 37.5% mengakui bahwa Taman Mini
Indonesia Indah sangat membantu perekonomian
mereka.
Seiring berjalannya kehidupan normal yang
baru, memunculkan semangat baru bagi
masyarakat untuk memulihkan sektor ekonomi dan menunjukkan bahwa mereka harus
mematuhi perotokol kesehatan Covid-19 untuk menghindari hal-hal yang tidak perlu. dampak
Covid-19 sangat serius, karena
pemerintah telah memberikan kebijakan untuk membatasi aktivitas masyarakat. Diyakini pendapatan UMKM turun tajam hingga
60%, sehingga pengelola
Taman Mini Indonesia Indah ini berharap
meski tidak segera kembali ke kehidupan normal, secara bertahap mereka bisa mengurangi
kerugian mereka melalui kehidupan normal yang baru, Karena perkembangan usaha kecil dan menengah dipengaruhi oleh daya beli masyarakat,
kesenjangan dalam masyarakat telah menyebabkan penurunan tajam pada usaha kecil dan menenga.
Bibliografi
Ananta, H.,
Rizkon, A., Swastikasari, A., Karim, M. A., Prastyanto, L. D., & Mularsih,
S. (2020). Analisis dampak Covid-19 terhadap Sektor Pariwisata Sikembang Park
Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Faklutas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu
Sosial, Fakultas Bahasa Dan Seni, Universitas Negeri Semarang, 17.Google Scholar
Apsari, R.
W., Billah, E. N., & Insan, N. (2020). Dampak Covid-19 Terhadap Pengelolaan
Agrowisata Perkebunan Teh Sirah Kencong Kabupaten Blitar sebagai Obyek Wisata
Berkelanjutan. EDUTOURISM Journal Of Tourism Research, 2(02), 61�72. Google Scholar
Asmoro, A.
Y., & Aziz, M. (2020). Potensi Pengembangan Setigi sebagai Destinasi
Wisata. (JMK) Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 5(3), 228�253. Google Scholar
Hadi, S. (1967).
Metodologi research. Google Scholar
Hamzah, F.,
Hermawan, H., & Wigati, W. (2018). Evaluasi Dampak Pariwisata Terhadap Sosial
Ekonomi Masyarakat Lokal. Jurnal Pariwisata, 5(3), 195�202. Google Scholar
Kendar Umi
Kulsum. (2021). kebijakan sektor wisata ditengah Pandemi Covid-19.
Medriosa,
H. (2014). Metode Cluster Analysis. Jurnal Momentum ISSN 1693-752X, 16(2). Google Scholar
Moleong, L.
J. (2013). Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mosal. Google Scholar
Paramita,
I. B. G., & Putra, I. G. G. P. A. (2020). New Normal Bagi Pariwisata Bali
Di Masa Pandemi Covid 19. Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Agama Dan Budaya,
5(2), 57�65. Google Scholar
Parinduri,
L., Hasdiana, S., Purba, P. B., Sudarso, A., Marzuki, I., Armus, R., Rozaini, N.,
Purba, B., Purba, S., & Ahdiyat, M. (2020). Manajemen Operasional: Teori
dan Strategi. Yayasan Kita Menulis. Google
Scholar
Puspa, I.
A. T., Agung, I. G. N. P., & Mertayasa, I. K. A. (2020). Seni Majejaitan
Dan Metanding Sebagai Atraksi Wisata Di Era New Normal. Pariwisata Budaya:
Jurnal Ilmiah Agama Dan Budaya, 5(2), 82�90.
Google Scholar
Putera, G.
D. H. (2021). Manajemen krisis Public Relations Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Jawa Barat dalam menghadapi pandemi COVID-19. UIN Sunan Gunung
Djati Bandung. Google Scholar
Riantoni,
C. (2021). Metode Penelitian Campuran: Konsep, Prosedur Dan Contoh Penerapan.
Penerbit Nem. Google Scholar
Sugiyono,
C. M. M. (2013). Skripsi. Tesis, dan Disertasi. Penerbit Alfabeta.
Bandung. Google Scholar
Taman Mini
Indonesia Indah. (2016). Tentang TMII.
https://www.tamanmini.com/pesona_indonesia/tentang_tmii.php
|
Copyright holder : Rafitra Amira Putri, Liliana Dewi,
Ines Windyarti, , Alya Farika, Yasmin Nur Sya�ban (2021). |
|
|
First publication right
: This article is licensed under: |
|