Jurnal Syntax Transformation

Vol. 2 No. 11, November 2021

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

DAMPAK PARIWISATA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI DI TAMAN MINI INDONESIA INDAH PADA ERA NEW NORMAL

 

Rafitra Amira Putri, Liliana Dewi, Ines Windyarti, Alya Farika, Yasmin Nur Sya�ban

Universitas Nasional Jakarta (UNJ) Indonesia���

Email: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

10 Oktober 2021

Direvisi

6 November 2021

Disetujui

17 November 2021

Menurut UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Pariwisata adalah macam-macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Salah satu kawasan pariwisata yang dimiliki Indonesia adalah Wisata Taman Mini Indonesia Indah. Pada masa pandemi saat ini tingkat kunjungan pariwisata di indonesia khusus nya di wisata taman mini indonesia indah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak Ekonomi di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah, mengetahui pebandingan pendapatan para Pedagang sebelum dan sesudah Era New Normal di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah, Serta Mengetahui siapa saja yang terdampak Ekonomi di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif (Mix Method). Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner dan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara serta observasi lapang. Teknik dalam penentuan responden penelitian menggunakan cluster accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan dan pedagang di wisata taman mini indonesia indah mengalami penurunan ekonomi.

 

ABSTRACT

According to Law no. 10 of 2009 concerning Tourism, Tourism is a variety of tourist activities and is supported by various facilities and services provided by the community, businessmen, government and local governments. One of the tourism areas that Indonesia has is Taman Mini Indonesia Indah Tourism. During the current pandemic, the level of tourism visits in Indonesia, especially in the Taman Mini Indonesia Indah tour, has decreased quite significantly. This study aims to determine how the economic impact on the Taman Mini Indonesia Indah Tourism Object, to know the comparison of the income of traders before and after the New Normal Era at Taman Mini Indonesia Indah Tourism Object, and to find out who is affected by the economy at the Taman Mini Indonesia Indah Tourism Object. The method used is a qualitative and quantitative approach (Mix Method). Quantitative data were obtained through questionnaires and qualitative data were obtained through in-depth interviews using interview guides and field observations. Techniques in determining research respondents using cluster accidental sampling. The results showed that most of the employees and traders in the Taman Mini Indonesia Indah tour experienced an economic decline.

Kata Kunci:

Ekonomi, pandemi, wisata taman mini indonesia indah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

Economy, pandemic, Indonesia beautiful mini park tourism


Pendahuluan

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan sebuah taman wisata yang bertemakan budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektar atau 1,5 kilometer persegi ini terletak pada koordinat 6 derajat 18'6.8''LS, 106 derajat 53'47.2''BT. Di Indonesia, hampir setiap suku bangsa memiliki bentuk dan corak arsitektur yang berbeda-beda, dan tidak jarang suatu suku bangsa memiliki lebih dari satu jenis bangunan tradisional (Taman Mini Indonesia Indah, 2016). Di TMII, citra tersebut tercermin pada anjungan daerah yang merepresentasikan suku bangsa dari 33 provinsi di Indonesia. Anjungan provinsi dibangun mengitari danau, terdapat kepulauan kecil Indonesia di atas danau, temanya terbagi dalam enam wilayah yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara, Pulau Rugu dan Papua. Setiap anjungan tersebut menampilkan arsitektur lokal yang khas.

Taman yang merupakan rangkuman budaya nasional Indonesia yang meliputi seluruh aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 33 provinsi (1975) di Indonesia tersebut ditampilkan di anjungan daerah dengan arsitektur tradisional, serta berbagai kostum, tarian, dan budaya lokal ditampilkan. Selain itu terdapat sebuah danau di tengah TMII yang menggambarkan miniatur pulau-pulau Indonesia, kereta gantung, berbagai museum, serta Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku. Beragam fasilitas hiburan tersebut menjadikan TMIII sebagai kawasan wisata negara unggulan.

Logo TMII pada dasarnya terdiri dari huruf TMII yang merupakan singkatan dari "Taman Mini Indonesia Indah". Maskot tersebut adalah tokoh wayang Hannoman yang disebut NITRA (Anjani Putra). Ibu Tien Soeharto meluncurkan maskot Taman Mini Indonesia Indah pada tahun 1991, bertepatan dengan dwi windu usia TMII.

Ide membangun miniatur yang melingkupi seluruh Indonesia dikemukakan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal. Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970. Diharapkan melalui pembangunan miniature �Indonesia Indah� ini dapat menggugah rasa bangga dan cinta tanah air seluruh masyarakat Indonesia. yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita.TMII didirikan pada tahun 1972 dan dibuka pada tanggal 20 April 1975.

Areal seluas 150 hektar ini menampilkan seluruh aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia yang diperoleh dengan teknologi modern. Awalnya desainer menginginkan permukaan wilayah TMII yang berbukit. Tim desain menggunakan tanah yang tidak rata ini untuk menciptakan lanskap dan lanskap yang kaya, yang menggambarkan berbagai jenis lingkungan hidup di Indonesia.

Pandemi COVID-19 membekukan seluruh aktivitas pariwisata hingga mati suri. Sekalipun semua orang ingin traveling, kesehatan diri dan keluarga jadi prioritas tertinggi saat ini (Putera, 2021). Maka, tetap tinggal di rumah jadi pilihan terbaik. Berbagai macam Destinasi wisata di Indonesia ditutup akibat covid-19 ini (Paramita & Putra, 2020). Namun setelah diberlakukannya new normal, wisatawisata itupun dibuka kembali namun, dengan menerapkan protokal Kesehatan (Puspa et al., 2020). Penyebaran virus Corona menyebabkan wisatawan yang berkunjung ke Indonesia akan berkurang. Sektor-sektor penunjang pariwisata seperti hotel, restoran. maupun pengusaha retail pun juga akan terpengaruh dengan adanya virus Corona. Sepinya wisatawan juga berdampak pada restoran atau rumah makan yang sebagian besar konsumennya adalah para wisatawan (Ananta et al�������� `., 2020). Hal itu berdampak pada penurunan pendapatan sektor pariwisata secara global, termasuk Indonesia. Penerbangan dibatasi, hotel-hotel tidak terisi, hingga berbagai tempat wisata sepi pengunjung (Asmoro & Aziz, 2020).

Wabah virus corona yang menyebabkan wabah Covid-19 berdampak pada banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur (Kendar Umi Kulsum, 2021). Humas Taman Mini Indonesia Indah mengatakan wabah virus corona telah mengurangi jumlah pengunjung harian ke TMII.Bahkan pada masa Era Normal pengunjung tidak pernah mencapai target sehingga pendapatan sangat menurun sehingga pihak pengelola melakukan penghematan untuk memperkecil pengeluaran biaya operasional (Parinduri et al., 2020). Para pekerja TMII tidak mendapatkan gaji yang penuh dan para UMKM Taman Mini Indonesia Indah merasa kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena pendapatan yang berkurang. UMKM merupakan usaha perdagangan yang dikelola oleh badan komersial atau perseorangan yang dimaksud dengan usaha ekonomi produktif sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008.UMKM juga dapat diartikan adalah usaha yang dijalankan oleh perseorangan, rumah tangga, atau badan usaha kecil .

Pada Era New Normal, TMII sudah menyiapkan banyak fasilitas hand sanitizer di banyak tempat serta melakukan penyemmprotan disenfektan di gerbang masuk Taman Mini Indonesia Indah. TMII juga membatasi jam operasional dari pukul 08.00 hingga 19.00 WIB namun, pelayanan wahana hanya sampai pukul 17.00 (Hamzah et al., 2018) .

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Apsari et al., 2020) dengan hasil Pengelolaan wisata di Agrowisata Sirah Kencong dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan seperti pengunjung wajib memakai masker, mencuci tangan saat memasuki kawasan wisata, dan menjaga jarak antar pengunjung.

Gambar 1

Data Pengunjung Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah Bulan Maret 2021

Sumber: Kabid Humas Taman Mini Indonesia Indah (2021)

 

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (Mix Method) Teknik pengambilan data kuantitatif dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada masyarakat sekitar Taman Mini yang merasakan dampak Sosial Ekonomi terhadap Taman Mini Indonesia Indah pada Era New Normal (Riantoni, 2021). Teknik analisis data kuisionermenggunakan skalalikert. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Sampling, teknik sampling secara berkelompok. Pengambilan sampel jenis ini dilakukan berdasar kelompok / area tertentu. Menurut (Medriosa, 2014) Tujuan metode Cluster Random Sampling antara lain untuk meneliti tentang suatu hal pada bagian-bagian yang berbeda di dalam suatu instansi (Sugiyono, 2013).

Data diperoleh adalah data primer dan data sekunder. Dataprimer diperolehdarihasil survey melalui penyebaran kuesionertanggal 19 april tahun2021. Kriteriarespondenadalah masyarakat di sekitar Kawasan Taman Mini Indonesia Indah seperti Pedagang, Penjual Souvenir, UMKM, dan Pekerja. Datayangdikumpulkanmelaluisurvei yaitu��� kondisi ekonomi�� pada masa pandemi dan setelah diberlakukannya Era New Normal khususnyaterkaitan pendapatan dan kerugian pada Usaha disekitar Kawasan Taman Mini, maupun finansial usaha�� dalam�� membayarkan tunjangan dan kebutuhan sehari-hari. Banyaknya sampel diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin.

Lalumetodedeskriptifiniakanmemakaidatakuantitatifyangnantinya akandi olahsecarastatistik.Selain itu dengan menggunakan deskriptif kualitatif, pendekatan kualitatif di pilih untuk memperoehgambarandiskriptifyanglebih luasmengenai��� fenomena yang diamati (Moleong, 2013). Data kualitatif dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara kepada Kabid Humas Taman Mini Indonesia Indah dan beberapa masyarakatsekitar Taman Mini yangmerasakandampak Sosial Ekonomi terhadap Taman Mini Indonesia Indah pada Era New Normal karena pendekatankualitatifdipandang mampu menggali pemaknaanterhadapfenomenasecaralebihmendalam (Hadi, 1967) Penelitian dilaksanakan sejak bulan Maret hingga April 2021 di Lokasi�� penelitian�� mengambil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

 

Hasil dan Pembahasan

A.   Kondisi Ekonomi masyarakat di objek wisata Taman Mini Indonesia Indah

Menurut hasil penelitian Objek wisata Taman Mini Indonesia Indah tak jauh berbeda dengan objek-objek wisata lainnya di Indonesia. Pada era new normal terjadi penurunan pengunjung membuat berkurangnya hasil pendapatan dari objek wisata tersebut, sepinya wisatawan berdampak pada pengurangan gaji karyawan dan penghasilan warga sekitar yang menjual souvenir ataupun rumah makan serta para penjual jasa lainnya.

Walaupun terjadi penurunan pendapatan, pihak pengelola objek wisata TMII melakukan penghematan biaya oprasional dan pengurangan gaji karyawan untuk mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan. Dari pihak Taman Mini sendiri untuk mempertahankan sektor pariwisata Taman Mini Indonesia Indah dengan cara menyelenggarakan pementasan seni budaya secara virtual. Hal ini untuk memberitahu masyarakat bahwa TMII tetap beraktivitas.

Taman Mini Indonesia Indah meminimalisir penyebaran covid-19 dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan sebelum memasuki objek wisata TMII, pengecekan suhu tubuh di pintu masuk dan menyediakan tempat cuci tangan dan sabun di kawasan objek wisata, serta secara rutin para petugas diharuskan untuk selalu menghimbau kepada para wisatawan agar mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di TMII.

B.   Hasil Kuesioner

Pada bagian ini peneliti akan menguraikan hasil kuesioner untuk dapat menggambarkan secara lebih rinci hasil dari penelitian ini. Berikut merupakan hasilnya:

Penurunan hasil pendapatan tidak hanya pada objek wisatanya saja, penurunan hasil pendapatan pun juga terjadi pada masyarakat yang berjualan di objek wisata taman mini indonesia indah.Untuk melihat dampak langsung pandemi�� covid-19�� terhadap�� destinasi wisatayangadadi Taman Mini Indonesia Indah dilakukan survei dengan menyebaran kuesioner menggunakan metode skala liker. Setelah dilihat dan di teliti langsung ke lapangan mengenai dampak pandemi covid-19 yang berada di TMII kami menyebarkan sebanyak 32 responden, hasil responden kami peroleh dengan menggunakan rumus slovin.

Keterangan :

n : Ukuran sampel

N : Ukuran Populasi

e : Persen Kelonggaran Ketidaktelitian Karena kesalahan Pengambilan sampel yang masih dapat di tolerir atau diinginkan.

Pernyataan nomor 1 berbunyi �Tingkat pembelian konsumen menurun saat Era New Normal.� Pernyataan ini berusaha mengetahui seberapa menurut tingkat pembelian konsumi di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah.

Selama masa new normal mengalami penurunan tingkat pembelian konsumen dengan persentase 50% dibandingkan sebelum masa pandemi, sebelum masa new normal dengan tingkat penurunan sebanyak 43,8%. Jadi bisa kita simpulkan bahwa masa new normal sangat memberikan dampak penurunan yang drastis mencapai 50%.

Tabel 1

Masyarakat yang terkena dampak ekonomi setelah Era New Normal

Jawaban

Frekuensi

Presentase%

Sangat setuju

16

50%

Setuju

14

43.8%

Netral

2

%

Total

32

100%

Sumber : Data diolah

 

Pernyataan nomor 2 berbunyi �Tingkat pendapatan Bapak/Ibu terkecukupi dengan kondisi TMII saat ini.� Pernyataan ini berusaha mengetahui seberapa tingkat tercukupinyakondisi pendapatan pendagang di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah.

Selama masa new normal 43.8% baik karyawan maupun pedagang tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya akibat kondisi New normal ini. Dan hanya 3.1% yang tercukupi pendapatannya di Era New Normal ini.

 

Tabel 2

Masyarakat yang terkena dampak ekonomi setelah Era New Normal

Jawaban

Frekuensi

Presentase%

Sangat setuju

1

3.1 %

Setuju

6

18.8 %

Netral

8

25.0 %

Tidak setuju

14

43.8 %

Sangat tidak setuju

3

9.4 %

Total

32

100%

Sumber : Data diolah

 

Pernyataan nomor 3 berbunyiTerjadi kesulitan untuk membayar uang sewa tempat karena penurunan pendapatan setelah Era New Normal.� Pernyataan ini berusaha mengetahui seberapa sulit para Pedagang dan Karyawan untuk membayar uang sewa karena penurunan pendapatan di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah. Sebanyak 56.3% pedagang dan Karyawan sangat mengalami kesulitan untuk membayar uang sewa tempat karena penurunan pendapatan Setelah Era New Normal. Sebelum Era New Normal terdapat 21.9% yang berpendapat bahwa sudah merasakan kesulitan dari masa Pandemi.

 

 

 

 

 

Tabel 3

Masyarakat yang terkena dampak ekonomi setelah Era New Normal

Jawaban

Frekuensi

Presentase%

Sangat setuju

7

21.9 %

Setuju

18

56.3 %

Netral

7

21.9 %

Total

32

100%

Sumber : Data diolah

 

Pertanyaan nomor 4 berbunyiTerjadi kerugian yang sangat besar setelah Era New Normal.� Pertanyaan ini berusaha mengetahui seberapa besar kerugian para Pendagang dan Karyawan yang terjadi setelah Era New Normal di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah.

Sebanyak 56.3% pedagang dan Karyawan sangat mengalami kesulitan untuk membayar uang sewa tempat karena penurunan pendapatan Setelah Era New Normal. Sebelum Era New Normal terdapat 21.9% yang berpendapat bahwa sudah merasakan kesulitan dari masa Pandemi.

Tabel 4

Masyarakat yang terkena dampak ekonomi setelah Era New Normal

Jawaban

Frekuensi

Presentase%

Sangat setuju

15

46.9 %

Setuju

11

34.4 %

Netral

3

9.4 %

Tidak setuju

3

9.4 %

Total

32

100%

Sumber : Data diolah

 

Pertanyaan nomor 5 berbunyi �Pada masa Era New Normal, Terjadi peningkatan harga penjualan.� Pertanyaan ini berusaha mengetahui seberapa meningkatnya harga penjualan di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah.

Sebanyak 56.9% Pedagang dan Karyawan tidak melakukan peningkatan harga penjualan di Era New Normal. Dan terdapat 12.5% pedagang dan Karyawan yang melakukan peningkatan harga penjualan pada masa Pandemi.

Tabel 5 Masyarakat yang terkena dampak ekonomi setelah Era New Normal

Jawaban

Frekuensi

Presentase%

Setuju

4

12.5 %

Netral

8

25.0 %

Tidak Setuju

15

46.9 %

Sangat Tidak Setuju

5

15.6 %

Total

32

100%

Sumber : Data diolah

 

Pertanyaan nomor 6 berbunyi �Pada masa Era New Normal, Terjadi penurunan harga penjualan.� Pertanyaan ini berusaha mengetahui seberapa turunnya harga penjualan di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah.

Sebanyak 40.6% Pedagang dan Karyawan melakukan penurunan harga penjualan pada Era New Normal. Dan terdapat 34.4% pedagang yang tetap mempertahankan harga penjualan pada masa Pandemi.

Tabel 6

Masyarakat yang terkena dampak ekonomi setelah Era New Normal

Jawaban

Frekuensi

Presentase%

Setuju

13

40.6 %

Netral

8

25.0 %

Tidak Setuju

11

34.4 %

Total

32

100%

Sumber : Data diolah

 

Pertanyaan nomor 7 berbunyi �Pada masa liburan di saat pandemi, tingkat penjualan sama seperti saat masa liburan setelah Era New Normal.�Pertanyaan ini berusaha mengetahui perbandingan tingat penjualan pada masa liburan di saat pandemi, dengan saat masa liburan setelah Era New Normal di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah.

Sebanyak 40.6% pedagang dan karyawan berpendapat bahwa tingkat penjualan pada masa liburan di saat pandemi sangat berbeda dengan liburan setelah Era New Normal.Dan terdapat 21.9% yang berpendapat bahwa penjualan pada masa liburan di saat pandemi berbeda dengan liburan setelah Era New Normal.

 

Tabel 7

Masyarakat yang terkena dampak ekonomi setelah Era New Normal

Jawaban

Frekuensi

Presentase%

Sangat Setuju

1

3.1 %

Setuju

7

21.9 %

Netral

6

18.8 %

Tidak Setuju

13

40.6 %

Sangat Tidak Setuju

5

15.6 %

Total

32

100%

Sumber : Data diolah

 

Pertanyaan nomor 8 berbunyiPeraturan di era new normal mempersulit dalam pendapatan ekonomi.� Pertanyaan ini berusaha mengetahui apakah peraturan di Era New Normal mempersulit pendapatan Ekonomi bagi para pedagang atau karyawan di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah.

Sebanyak 37.5%Pedagang dan Karyawan setuju bahwa peraturan di Era New Normal mempersulit dalam pendapatan Ekonomi mereka. Hanyak 9.4% Pedagang yang tidak setuju bahwa peraturan di Era New Normal mempersulit dalam pendapatan Ekonomi mereka.

Tabel 8

Masyarakat yang terkena dampak ekonomi setelah Era New Normal

Jawaban

Frekuensi

Presentase%

Sangat Setuju

8

25.0 %

Setuju

12

37.5 %

Netral

9

28.1 %

Tidak Setuju

3

9.4 %

Total

32

100%

Sumber : Data diolah

Pertanyaan nomor 9 berbunyiSelama pandemi, barang yang dijual banyak yang rusak/basi karena sepi peminat.� Pertanyaan ini berusaha mengetahui apakah barang/makanan yang dijual banyak yang rusak/basi karena sepinya pembeli di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah.

Sebanyak 31.3% Pedagang dan Karyawan mengakui bahwa barang/makanan yang mereka jual banyak yang rusak/basi karena sepinya pembeli. Dan 31.3% Pedagang berpendapat bahwa barang/makanan yang mereka jual tidak rusak/basi dikarenakan sepinya pembeli.

Tabel 9

Masyarakat yang terkena dampak ekonomi setelah Era New Normal

Jawaban

Frekuensi

Presentase%

Sangat Setuju

3

9.4 %

Setuju

10

31.3 %

Netral

9

28.1 %

Tidak Setuju

10

31.3 %

Total

32

100%

Sumber : Data diolah

 

Pertanyaan nomor 10 berbunyiSebelum pandemi, TMII dapat meningkatkan perekonomian para pengusaha.� Pertanyaan ini berusaha mengetahui apakah sebelum masa pandemi para Pedagang dan Karyawan dapat meningkatkan perekonomiannya dengan berjualan di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah. Sebanyak 46.9% Pedagang dan karyawaberpendapat bahwa Taman Mini Indonesia Indah membantu untuk perekonomian mereka, dan 37.5% mengakui bahwa Taman Mini Indonesia Indah sangat membantu perekonomian mereka.

Pertanyaan nomor 12 berbunyiTerdapat Dampak Positif dari Era New Normal ini.� Pertanyaan ini berusaha mengetahui apakah para Pedagang dan Karyawan mendapatkan Dampak Positif karena adanya Era New Normal di Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah.

Hanyak sebanyak 6.3% saja yang merasakan dampak positif dari adanya Era New Normal ini. Sebanyak 43.8% tidak merasakan dampak Positif dari adanya Era New Normal ini.

 

 

Tabel10

ekonomi setelah Era New Normal

Jawaban

Frekuensi

Presentase%

Setuju

2

6.3 %

Netral

14

43.8 %

Tidak Setuju

10

31.3 %

Sangat Tidak Setuju

6

18.8 %

Total

32

100%

Sumber : Data diolah

 

Taman Mini Indonesia Indah masapandemiadalah biaya operasional dan uang sewa tidak memadai masapandemi. usaha kecil mengalami kesulitan membiayai operasional usaha selama pandemi. Kondisi ini terjadi karena adanya Kebijakan pemerintah untuk menutup destinasi wisata dan pembatasanaktifitasdifasilitasumum, penutupan serta pembatasan penerbangan yang mengakibatkan penurunan kunjungan��� wisatawan mancan negara maupun wisatawan lokal, mengakibatkan menurunnya pendapatan usaha pariwisata baik swasta maupun pemerintah.

 

Kesimpulan

Pada era new normal terjadi penurunan pengunjung membuat berkurangnya hasil pendapatan dari objek wisata tersebut, sepinya wisatawan berdampak pada pengurangan gaji karyawan dan penghasilan warga sekitar yang menjual souvenir ataupun rumah makan serta para penjual jasa lainnya. Taman Mini Indonesia Indah meminimalisir penyebaran covid-19 dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan sebelum memasuki objek wisata TMII, pengecekan suhu tubuh di pintu masuk dan menyediakan tempat cuci tangan dan sabun di kawasan objek wisata, serta secara rutin para petugas diharuskan untuk selalu menghimbau kepada para wisatawan agar mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di TMII.

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa penurunan hasil pendapatan yang terjadi di TMII tidak hanya berdampak pada objek wisatanya saja melainkan masyarakat yang berjualan di Objek Wisata TMII juga terkena imbasnya.Pada masa Era New Normal mengalami penurunan tingkat pembelian konsumen dengan persentase 50% dibandingkan sebelum masa pandemi. Pada masa new normal 43.8% baik karyawan maupun pedagang tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya akibat kondisi New normal ini karena berkurangnya pendapatan bahkan sebanyak 56,3% para pedagang di Objek Wisata TMII merasa kesulitan untuk membayar uang sewa tempat. Dengan begitu sangat besar dampak yang dirasakan oleh para pedagang dan karyawan di Era New Normal karena berkurangnya pendapatan mereka. Padahal sebelum terjadi pandemi sebanyak 46.9%Pedagang dan Karyawan mengaku bahwa Taman Mini Indonesia Indah sangat membantu perekonomian mereka dengan persantase 37.5% mengakui bahwa Taman Mini Indonesia Indah sangat membantu perekonomian mereka.

Seiring berjalannya kehidupan normal yang baru, memunculkan semangat baru bagi masyarakat untuk memulihkan sektor ekonomi dan menunjukkan bahwa mereka harus mematuhi perotokol kesehatan Covid-19 untuk menghindari hal-hal yang tidak perlu. dampak Covid-19 sangat serius, karena pemerintah telah memberikan kebijakan untuk membatasi aktivitas masyarakat. Diyakini pendapatan UMKM turun tajam hingga 60%, sehingga pengelola Taman Mini Indonesia Indah ini berharap meski tidak segera kembali ke kehidupan normal, secara bertahap mereka bisa mengurangi kerugian mereka melalui kehidupan normal yang baru, Karena perkembangan usaha kecil dan menengah dipengaruhi oleh daya beli masyarakat, kesenjangan dalam masyarakat telah menyebabkan penurunan tajam pada usaha kecil dan menenga.

 

 

 

Bibliografi

Ananta, H., Rizkon, A., Swastikasari, A., Karim, M. A., Prastyanto, L. D., & Mularsih, S. (2020). Analisis dampak Covid-19 terhadap Sektor Pariwisata Sikembang Park Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Faklutas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Bahasa Dan Seni, Universitas Negeri Semarang, 17.Google Scholar

Apsari, R. W., Billah, E. N., & Insan, N. (2020). Dampak Covid-19 Terhadap Pengelolaan Agrowisata Perkebunan Teh Sirah Kencong Kabupaten Blitar sebagai Obyek Wisata Berkelanjutan. EDUTOURISM Journal Of Tourism Research, 2(02), 61�72. Google Scholar

Asmoro, A. Y., & Aziz, M. (2020). Potensi Pengembangan Setigi sebagai Destinasi Wisata. (JMK) Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 5(3), 228�253. Google Scholar

Hadi, S. (1967). Metodologi research. Google Scholar

Hamzah, F., Hermawan, H., & Wigati, W. (2018). Evaluasi Dampak Pariwisata Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal. Jurnal Pariwisata, 5(3), 195�202. Google Scholar

Kendar Umi Kulsum. (2021). kebijakan sektor wisata ditengah Pandemi Covid-19.

Medriosa, H. (2014). Metode Cluster Analysis. Jurnal Momentum ISSN 1693-752X, 16(2). Google Scholar

Moleong, L. J. (2013). Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya. Mosal. Google Scholar

Paramita, I. B. G., & Putra, I. G. G. P. A. (2020). New Normal Bagi Pariwisata Bali Di Masa Pandemi Covid 19. Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Agama Dan Budaya, 5(2), 57�65. Google Scholar

Parinduri, L., Hasdiana, S., Purba, P. B., Sudarso, A., Marzuki, I., Armus, R., Rozaini, N., Purba, B., Purba, S., & Ahdiyat, M. (2020). Manajemen Operasional: Teori dan Strategi. Yayasan Kita Menulis. Google Scholar

Puspa, I. A. T., Agung, I. G. N. P., & Mertayasa, I. K. A. (2020). Seni Majejaitan Dan Metanding Sebagai Atraksi Wisata Di Era New Normal. Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Agama Dan Budaya, 5(2), 82�90. Google Scholar

Putera, G. D. H. (2021). Manajemen krisis Public Relations Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat dalam menghadapi pandemi COVID-19. UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Google Scholar

Riantoni, C. (2021). Metode Penelitian Campuran: Konsep, Prosedur Dan Contoh Penerapan. Penerbit Nem. Google Scholar

Sugiyono, C. M. M. (2013). Skripsi. Tesis, dan Disertasi. Penerbit Alfabeta. Bandung. Google Scholar

Taman Mini Indonesia Indah. (2016). Tentang TMII. https://www.tamanmini.com/pesona_indonesia/tentang_tmii.php


Copyright holder :

Rafitra Amira Putri, Liliana Dewi, Ines Windyarti, , Alya Farika, Yasmin Nur Sya�ban (2021).

 

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: