Jurnal Syntax Transformation

Vol. 2 No. 12, Desember 2021

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

INTENSITAS MENONTON KONTEN KECANTIKAN TERHADAP IMPULSE BUYING PENGGUNA APLIKASI TIKTOK

 

Akbar Abu Thalib, Mariesa Giswandhani

Universitas Fajar, Makassar, Indonesia�

Email: [email protected], [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

10 September 2021

Direvisi

15 Desember 2021

Disetujui

21 Desember 2021

Media sosial sering dijadikan sebagai sarana untuk berbagi informasi yang bermanfaat bagi banyak orang, dari satu orang ke banyak orang lainnya. Dengan membagikan informasi tersebut, maka diharapkan banyak pihak yang mengetahui tentang informasi tersebut, baik dalam skala nasional hingga internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas menonton konten kecantikan pada aplikasi tiktok terhadap sifat berbelanja secara berlebih. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaf dengan sampel sebanyak 100 responden yang merupakan pengguna aktif aplikasi TikTok dan selalu mengikuti perkembangan konten kecantikan dan melakukan pembelian produk kecantikan yang digunakan oleh kreator tiktok. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang siginifikan antara intensitas menonton terhadap dorongan berbelanja

 

ABSTRACT

Social media is often used as a means to share information that benefits many people, from one person to many others. By sharing this information, it is expected that many people who know about the information, both on a national and international scale. This study aims to analyze the effect of activity, profitability and firm size on Financial Distress. This study uses data from the company property sector, real estate and building construction are listed in the Indonesia Stock Exchange (BEI) 2017-2019, with a total sample of 60 companies. Sampling in this study using a purposive sampling method. This research uses quantitative methods with hypothesis testing using multiple linear regression methods using SPSS 25 application. The result of this research is that activity and company size variables have no influence on Financial Distress, but Profitability variable has an influence on Financial Distress.

Kata Kunci:

Intensitas menonton; konten kecantikan ; impulse buying

 

 

 

 

 

 

 

Keyword:

viewing intensity;beauty content;� impulse buying

 

 


Pendahuluan

Teknologi internet telah mempengaruhi perkembangan ekonomi saat ini. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya dilakukan dengan cara tatap muka, kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui internet salah satunya promosi lewat online (Aprilian et al., 2019).

Kehadiran media dengan segala kelebihannya telah menjadi bagian hidup manusia. Perkembangan zaman menghasilkan beragam media, salah satunya media sosial. Media sosial merupakan media di internet yang memungkinkan pengguna untuk mewakilkan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual (Savetlana & Andriyanto, 2012). Media sosial merupakan media digital tempat realitas sosial terjadi dan ruang-waktu para penggunanya berinteraksi. Nilai-nilai yang ada di masyarakat maupun komunitas juga muncul bisa dalam bentuk yang sama atau berbeda di internet (Wiradini & Erianjoni, 2019)

TikTok merupakan aplikasi video musik dan jejaring sosial asal Cina resmi yang meramaikan industri digital di Indonesia. TikTok menjadikan ponsel pengguna sebagai studio berjalan. Media sosial ini menghadirkan special effects yang menarik dan mudah digunakan sehingga semua orang bisa mencipatakan sebuah video yang keren dengan mudah (Andriani & Rasto, 2019). Saat ini video menjadi salah satu konten yang paling digemari warganet secara global, termasuk Indonesia. Video bahkan menjadi mata pencaharian baru bagi kaum milenial untuk meraup untung dari iklan yang tayang di channel video mereka. Video juga telah menjadi senjata baru untuk marketing sebagai brand communication strategy (Khanifah, 2021) guna memfasilitasi mereka dalam membuat video menarik (Rahmawati, 2018).

#GayadiRumah merupakan salah satu jenis konten yang sedang hype dari aplikasi TikTok, Yang berisikan video-video dari creator kecantikan tentang bagaimana melakukan perawatan kulit ataupun berias saat di rumah. Tagar ini sebenarnya menyesuaikan dengan kondisi pandemic covid-19 yang mengharuskan sebagian besar masyarakat� beraktivitas dari rumah. Tren #GayadiRumah memperlihatkan upaya kreator untuk tetap tampil maksimal walau hanya dirumah. Mulai dari penggunaan skincare hingga maekup. Tagar ini memiliki jumlah tayangan hingga 3,9 milyar per 15 September 2021.

Media sosial sering dijadikan sebagai sarana untuk berbagi informasi yang bermanfaat bagi banyak orang, dari satu orang ke banyak orang lainnya. Dengan membagikan informasi tersebut, maka diharapkan banyak pihak yang mengetahui tentang informasi tersebut, baik dalam skala nasional hingga internasional (Rahadi, 2017)

Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mencari apakah adanya pengaruh antara intentitas menonton konten kecatikan pada aplikasi TikTok terhadap impulse buying para penggunanya.

Menurut Kartono dan Gulo intensitas berasal dari kata �intensity� yang berarti besar atau kekuatan tingkah laku; jumlah energi fisik yang digunakan untuk merangsang salah satu indera; ukuran fisik dari energi atau data indera. Hal tersebut berarti:

1.    Sifat yang meliputi kekuatan, kemampuan, tenaga atau konsentrasi terhadap sesuatu dan hal tersebut dapat meningkatkan intensitas.

2.    Sikap yang penuh gairah serta serius dan intensitas emosi yang terdapat pada aktivitas yang dilakukannya (Pujiyanti, 2017)

Menurut �(Agunggunanto et al., 2016) menonton adalah menyajikan konten kepada sasaran program siaran yang sifatnya heterogen, menonton diharapkan memberikan umpan balik, setelah mengikuti program siaran yang disiarkan, agar dapat digunakan sebagai bahan upaya penyempurnaan (Dini�ah & Syarah, 2019). Intensitas menonton dalam penelitian ini akan di ukur melalui indikator berikut:

1.    Motivasi

Pengertian dasar motivasi adalah kegiatan internal organisme yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu (Prihartanta, 2015). Motivasi dalam penelitian ini merujuk pada tayangan video konten kecantikan yang mengajak para penontonnya untuk menyimak review skincare ataupun makeup dengan memperkenalkan brand kosmetik tertentu.

2.    Durasi

Durasi yaitu berapa lamanya kemampuan penggunaan untuk melakukan kegiatan (Andriani & Rasto, 2019). Dari indikator ini dapat dipahami bahwa motivasi akan terlihat dari kemampuan seseorang menggunakan waktunya untuk �melakukan kegiatan. Penelitian ini adalah durasi video konten kecantikan dan durasi menonton konten kecantikan pada aplikasi TikTok.

3.    Frekuensi

Frekuensi yang dimaksud adalah seringnya kegiatan itu dilaksanakan dalam periode waktu tertentu. Seberapa sering penonton melihat konten kecantikan setiap membuka aplikasi TikTok.

4.    Presentasi

Presentasi dalam penelitian ini adalah penyajian dari kreator kecantikan dalam mereview atau memperlihatkan aktivitas menggunakan skincare ataupun produk kosmetik, sehingga memberikan dorongan kepada penonton untuk melakukan perencanaan pembelian.

5.    Arah sikap

Sikap sebagai suatu kesiapan pada diri seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal yang bersifat positif ataupun negatif. Bentuknya yang negatif akan terdapat kecenderungan untuk menjauhi, menghindari, membenci, bahkan tidak menyukai objek tertentu sedangkan dalam bentuknya yang positif kecenderungan tindakan adalah mendekati, menyenangi, dan mengharapkan objek tertentu.

6.    Minat

Minat timbul apabila individu tertarik pada sesuatu karena sesuai dengan kebutuhannya atau merasakan bahwa sesuatu yang digeluti memiliki makna bagi dirinya. Minat ini erat kaitannya dengan kepribadian dan selalu mengandung unsur afektif, kognitif, dan kemauan. Ini memberikan pengertian bahwa individu tertarik dan kecenderungan pada suatu objek secara terus menerus, hingga pengalaman psikis lainnya terabaikan (Nurdin et al., 2018).

Enam indikator intensitas menonton itulah yang akan diteliti pengaruhnya terhadap impulse buying. Menurut Rook, impulse buying sebagai kecenderungan konsumen yang secara spontan dan tak terduga mengarah pada perilaku pembelian dalam situasi yang berbeda. Pembelian tak terencana adalah kegiatan pembelian mendadak tanpa ada perencanaan terlebih dahulu pada saat memasuki suatu toko. Impulse buying didefinisikan sebagai tindakan membeli yang sebelumnya tidak diakui secara sadar sebagai hasil dari suatu pertimbangan atau niat membeli yang terbentuk sebelum memasuki toko (Irdiana et al., 2021) sedangkan menurut Kwan dalam (Huljannah et al., 2020), sebagai kecenderungan konsumen untuk membeli secara spontan, reflek, tiba-tiba, dan otomatis

 

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode survei dengan jenis deskriptif. Jenis survei ini digunakan untuk mendeskripsikan populasi yang sedang diteliti, fokus penelitiannya intentistas menonton yang terdiri dari enam indikator yaitu motivasi, durasi, frekuensi, presentasi, arah sikap, dan minat terhadap impulse buying dengan pendekatan penelitian kuantitatif, yaitu tipe penelitian yang memberikan gambaran atau penjabaran tentang sesuatu objek penelitian berdasarkan karakteristik yang dimiliki. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mendapatkan informasidari sejumlah responden yang diasumsikan mewakili populasi secara spesifik.

Adapun data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yakni:

1.    Data primer yaitu data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada sampel penelitian yang telah ditentukansebelumnya.

2.    Data sekunder yakni data yang didapatkan dari kajian pustaka, jurnal-jurna ilmiah yang relevan dengan penelitian ini �(Sugiyono, 2017).

Menurut Sugiyono sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan, secara garis besar dibagi menjadi dua kategori, yaitu Probability Sampling dan NonProbability Sampling �(Sugiyono, 2017). Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan jenis teknik Convenience Sampling.Convenience Sampling adalah sebagai kumpulan informasi dan anggota-anggota populasi yang mudah diperoleh dan mampu menyediakan informasi tersebut. Namun pada populasi yang berukuran besar dengan jumlah total populasi yang tidak diketahui maka dapat digunakan rumus sebagai berikut:

 

Tabel 1

Case Processing Summary

 

 

N

%

Cases

Valid

100

100.0

 

Excludeda

0

.0

 

Total

100

100.0

 

Tabel 2

Reliability Statistics

 

Cronbach's Alpha��������������������������������� N of Items

 

.650����������������������������������������������������� 26

Berdasarkan perhitungan di atas didapatkan jumlah sampel sebesar 96,04 dan pada penelitian ini digenapkan menjadi 100 sampel atau responden untuk memudahkan dalam proses penelitian.

 

Hasil dan Pembahasan

A.   Uji Validitas dan Reabilitas Data

Uji validitas penerimaan kriteria yaitu dengan membandingkan hasil perhitungan uji validitas instrumen rhitung dengan rtabel. Instrumen dinyatakan valid jika rhitung> rtabel. Dari hasil data diatas terlihat bahwa Seluruh item pertanyaan dalam kuesioner memiliki nilai rhitung penelitian> rtabel, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pertanyaan dalam penelitian ini dinyatakan valid. Berikut tabel tingkat reliabilitas nilai Alpha:

Tabel 3

Tingkat Reliabilitas Berdasar Nilai Alpha

Alpha

Tingkat Relibilitas

0,00 s/d 0,20

>0,20 s/d 0,40

>0,40 s/d 0,60

>0,60 s/d 0,80

>0,80 s/d 1,00

Kurang Reliabel Agak Reliabel Cukup Reliabel Reliabel

Sangat Reliabel

���������������

Nilai angka Cronbach Alpha atau reliabilitas sebesar 0.650, yang jika diasosiasikan dalam tabel tingkat relibilitas berada pada rentang 0.60 0.80 yang berarti variabel X reliabel.

B.   Pengujian Secara Serempak (Uji-F)

Pengujian secara serempak intentistas menonton yang terdiri dari enam indikator yaitu motivasi, durasi, frekuensi, presentasi, arah sikap, dan minat terhadap impulse buying dapat dilihat pada tabel berikut :


 

 

 

Tabel 4

Hasil Uji F

Variabel terkait

X

R

R2

Adj R2

F

Sig

Ket

impulse buying pengguna aplikasi tiktok

1.       Motivasi

2.       Durasi

3.       Frekuensi

4.       Presentasi

5.       Arah sikap

6.       minat

0,816

0.665

0, 623

15,535

0.000

signifikan


Pada tabel diatas menunjukkan bahwa setiap indikator intensitas menonton memiliki pengaruh signifikan terhadap impulse buying, secara simultan:

1.    Koefisien Korelasi Ganda

Bahwa angka R sebesar 0.816 menggambarkan korelasi atau hubungan variabel terikat dengan variabel bebas adalah kuat artinya sektar 81.6% dipengaruhi oleh variabel bebas.

2.    Koefisien Determina

Koefisien Determinasi (R Square) diperoleh nilai 0.665, hal ini menggambarkan bahwa 66.5% variasi naik turunnya variabel terikat ditentukan oleh variabel bebas.

3.    F Hitung (F Change)

Hasil pengujian anova diperoleh nilai F Hitung sebesar 15.535 dengan tingkat signifikansi 0,000 < alpha 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa secara statistik ada pengaruh signifikan.

 

C.   Pengujian Secara Parsial (Uji-t)

Selanjutnya melakukan pengujian secara parsial (Uji-t) untuk mengetahui apakah semua variabel bebas (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Y). Berikut tabel pengujian secara parsial:

 


Tabel 5

Tabel Anova Hasil Uji-t

Model

 

Sum of square

Df

Mean Square

F

Sig

1

Regression

94.873

5

18,975

100.202

.000a

 

Residual

32,571

172

.189

 

 

 

Total

127,444

177

 

 

 

 

Tabel 6

Tabel Coefficients Hasil Uji-t

 

Unstandardized Coefficients

Urutan Pengaruh

 

Variabel Bebas

 

 

 

t

Sig.

 

B

Std. Error

Signifikansi Rank

 

(Constant)

-.752

.298

 

-2.520

.013

Motivasi

.000

.099

6

-.010

.992

Durasi

.477

.111

3

4.280

.000

Frekuensi

-.004

.066

5

-.055

.956

Presentasi

.819

.043

1

19.528

.000

Arah Sikap

-.012

.015

4

-.788

.432

Minat

.620

.172

2

3.614

.000


 


Berdasarkan hasil pengolaan data sesuai tabel diatas maka diperoleh hasil sebagai berikut :

1.    Indikator� motivasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap impulse buying, berdasarkan hasil olah data kuesioner dan pengujian (Uji � t) menggunakan aplikasi SPSS yang ditemukan signifikansi mempunyai nilai 0.992 > 0.05.

2.    Indikator durasi memberikan pengaruh yang siginifikan terhadap impulse buying. Berdasarkan hasil Uji � t yang dilakukan menggunakan aplikasi SPSS didapatkan hasil nilai 0.000 < 0.05 yang berarti signifikan.

3.    Indikator frekuensi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap impulse buying. Hal ini dapat dilihat dari hasil Uji � t menggunakan aplikasi SPSS yang memiliki nilai 0.956 > 0.05.

4.    Indikator presentasi merupakan indikator dari variabel bebas yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap variabel terikat. Hal ini berdasarkan hasil Uji � t menggunakan aplikasi SPSS, terbukti bahwa indikator presentasi dalam penyajian video dari creator kecantikan memiliki pengaruh paling signifikan dengan nilai 0.000 > 0.05 dan skor kuesioner tertinggi.

5.    Indikator arah sikap berpengaruh terhadap impulse buying. Dapat dilihat dari hasil Uji � t menggunakan aplikasi SPPS indikator arah sikap mempunyai nilai 0.432 > 0.05.

6.    Indikator minat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil Uji-t dengan menggunakan aplikasi SPSS didapatkan nilai 0.000>0.05.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian diatas, baik secara simultan maupun parsial, maka dapat dijadikan bahan kesimpulan dan keputusan terhadap hipotesis penelitian yang diajukan sebelumnya sebagai berikut:

H0: Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara intensitas menonton konten kecantikan pada aplikasi TikTok terhadap impulse buying.

Ha : Indikator presentasi memiliki pengaruh paling signifikan terhadap impulse buying.

H0: Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara intensitas menonton konten kecantikan pada aplikasi TikTok terhadap impulse buying.

Ha : Indikator presentasi memiliki pengaruh paling signifikan terhadap impulse buying.

Bibliografi

Agunggunanto, E. Y., Arianti, F., Kushartono, E. W., & Darwanto, D. (2016). Pengembangan desa mandiri melalui pengelolaan badan usaha milik desa (BUMDes). Jurnal Dinamika Ekonomi & Bisnis, 13(1). Google Scholar

 

Andriani, R., & Rasto, R. (2019). Motivasi belajar sebagai determinan hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran (JPManper), 4(1), 80�86. Google Scholar

 

Aprilian, D., Elita, Y., & Afriyati, V. (2019). Hubungan Antara Penggunaan Aplikasi Tiktok Dengan Perilaku Narsisme Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 8 Kota Bengkulu. Consilia: Jurnal Ilmiah Bimbingan Dan Konseling, 2(3), 220�228. Google Scholar

 

Dini�ah, Z., & Syarah, M. M. (2019). Analisis Produksi Program Khazanah Trans7 Episode Khazanah Etalase. Komunika: Journal of Communication Science and Islamic Da�wah, 3(1), 157�169. Google Scholar

 

Huljannah, M., Atridayansyah, R., & Eryanto, S. (2020). Influence Price Discount and Shopping Lifestyle Against Impulse Buying. Journal of Islamic Economic Scholar, 1(2). Google Scholar

 

Irdiana, S., Darmawan, K., & Ariyono, K. Y. (2021). Impulse Buying Di Masa Pandemi Covid 19. Conference on Economic and Business Innovation, 1(1), 1297�1310. Google Scholar

 

Khanifah, L. N. (2021). Peran Strategi Marketing Pada Sosial Media (Tiktok). Peran Strategi Marketing Pada Sosial Media (Tiktok). Google Scholar

 

Nurdin, E., Wawo, A. B., & Julia, L. (2018). Pengaruh pengembangan kapasitas sumber daya manusia aparatur pemerintah daerah terhadap kinerja pegawai (studi pada badan pengelola keuangan dan aset daerah Kota Kendari). Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 3(1). Google Scholar

 

Prihartanta, W. (2015). Teori-teori motivasi. Jurnal Adabiya, 1(83), 1�14. Google Scholar

 

Pujiyanti, A. (2017). Pengaruh Intensitas Mengikuti Mentoring (Liqā�) Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa. Hibualamo: Seri Ilmu-Ilmu Sosial Dan Kependidikan, 1(1), 13�20. Google Scholar

 

Rahadi, D. R. (2017). Perilaku pengguna dan informasi hoax di media sosial. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 5(1), 58�70. Google Scholar

 

Rahmawati, S. (2018). Fenomena Pengguna Aplikasi Tik Tok Dikalangan Mahasiswa Universitas Pasundan Bandung. PERPUSTAKAAN. Google Scholar

 

Savetlana, S., & Andriyanto, A. (2012). Sifat-Sifat Mekanik Komposit Serat TKKS-Poliester. Mecahnical, 3(1), 45�50. Google Scholar

 

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif. Google Scholar

 

Wiradini, R., & Erianjoni, E. (2019). Representasi Kelas Sosial Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Baiturrahmah Padang Melalui Instagram. Jurnal Perspektif, 2(2), 75�79. Google Scholar


 

Copyright holder :

Akbar Abu Thalib, Mariesa Giswandhani (2021).

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: