Jurnal Syntax Transformation

Vol. 2 No. 11, November 2021

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

PERANAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH, ETOS KERJA GURU DAN FASILITAS DALAM MENGEMBANGKAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN DARING

 

Nina Fatimah

Universitas Budi Luhur Jakarta, �Indonesia�������

Email: [email protected],

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

12 Oktober 2021

Direvisi

8 November 2021

Disetujui

20 November 2021

Dunia pendidikan Indonesia mengalami perubahan yang cukup drastis akibat dari dampak pandemik COVID 19, pembelajaran yang tadinya dilakukan dengan tatap muka harus beralih dengan pembelajaran daring di semua level termasuk pendidikan dasar. Pada pelaksanaannya ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan, agar sistem pendidikan pembelajaran daring dapat berjalan dengan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan yang terjalin antara faktor-faktor pendukung kefektivitas pembelajaran daring yaitu peranan ketrampilan manajerial kepala sekolah, kontribusi etos kerja guru dan juga pemanfaatan fasilitas belajar yang dilakukan selama pandemi Covid 19. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di SD Lazuardi Cordova GIS, dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru. Data yang diperoleh selama penelitian dianalisis dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan uji keabsahan data dilakukan dengan pengamatan triangulasi. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menguatkan bahwa sekolah sebagai lembaga pendidikan memerlukan sinergi antar berbagai komponen, masing-masing komponen saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain untuk mencapai atau meningkatkan efektivitas pembelajaran daring pada siswa sekolah dasar, dimana kefektifan pembelajaran daring sangat ditentukan oleh manajemen kepala sekolah, guru dan media pembelajaran.

 

ABSTRACT

Indonesia's education system underwent a quite drastic change due to the impact of COVID 19's pandemics, learning that had been done face-to-face must turn to online learning at all levels including in primary level. In its implementation there are several important factors that must be considered, so that the online learning education system can run effectively. This research aims to find out the relationship between factors that affect the effectiveness of online learning, namely the establishment of the principal's managerial skills, the contribution of the teacher's work ethic and also the use of learning facilities carried out during the Covid 19 pandemic. To achieve this goal, this study uses a qualitatively descriptive research method with a case study approach, data collection techniques used are interviews, observation and documentation. The research was carried out at Lazuardi Cordova GIS Elementary School, with the research subjects being principals and teachers. Data obtained during the study were analyzed by data reduction steps, data presentation, and drawing conclusions. Whereas the validity test of the data is carried out by observing triangulation. The triangulation used in this study is source triangulation and technical triangulation. Based on the results of research conducted reinforcing that schools as educational institutions require synergy between various components, each component is interconnected and influences each other to achieve or increase the effectiveness of online learning in elementary school students, where the effectiveness of online learning is largely determined by the management of the principal , teacher and learning media.

Kata Kunci:

Efektivitas Pembelajaran Daring, Keterampilan Manajerial, Etos Kerja Guru, Media Belajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

Effective Online Learning, Principal Managerial Skills, Teacher Work Ethic, Learning Facilities


 


Pendahuluan

Mulai awal tahun 2020 Indonesia mengalami perubahan yang cukup drastis akibat dari dampak pandemik COVID 19 (Martorejo, 2020). Guna memutus rantai penyebaran COVID19, banyak kebijakan pendidikan yang dilahirkan, salah satunya adalah keputusan untuk menutup intitusi pendidikan dari mulai perguruan tinggi hingga tidak terkecuali sekolah dasar (Saleh, 2020). Dalam rangka pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan agar proses pembelajaran tidak tertinggal maka pemerintah mengambil keputusan selanjutnya yaitu proses pembelajaran tetap berlangsung, tetapi pembelajaran yang tadinya dilakukan dengan tatap muka harus beralih dengan pembelajaran dalam jaringan (daring) di semua level pendidikan, termasuk pendidikan dasar (Herawati, 2016). Menurut (Dewi, 2020) beberapa sekolah di Indonesia sudah biasa menerapkan metode pembelajaran daring, namun masih banyak dari beberapa sekolah, khususnya sekolah dasar yang walaupun sudah dilengkapi dengan fasilitas komputer dan internet yang memadai namun belum mempraktekan pembelajaran berbasis digital atau e-learning. Selama ini sebagian guru hanya memanfaatkannya sebagai fungsi administrasi (Mundy & Kupczynski, n.d.).

Pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh sendiri merupakan pembelajaran yang mengutamakan kemandirian dikarenakan pembelajaran daring itu sendiri merupakan pembelajaran berbasis teknologi dengan menggunakan suatu media tanpa harus bertatap muka secara langsung (Pakpahan & Fitriani, 2020). Dalam Pembelajaran daring, para pendidik diharapkan menghadirkan proses pembelajaran menyenangkan bagi peserta didik (Astini, 2020a).

Sistem pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh memberikan banyak peluang baru dan juga banyak manfaat bagi pengajar maupun peserta didik. Namun tidak bisa dipungkiri dikarenakan pembelajaran daring ini dilakukan secara mendadak, tentu saja hal ini berpengaruh terhadap kesiapan dari pihak sekolah, para guru dan juga peserta didik. Jika tidak dilaksanakan dengan optimal tentu saja lambat laun hal ini akan berpengaruh pada prestasi dan juga motivasi peserta didik dalam memperoleh pembelajaran.

Dalam suatu lembaga pendidikan khususnya sekolah keefektivan sebuah pembelajaran sudah pasti menjadi target utama dalam proses KBM yang dijalankan. Pada pelaksanaannya ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan, agar sistem pendidikan pembelajaran daring dapat berjalan dengan efektif (Saifulloh & Darwis, 2020).

Berangkat dari permasalahan yang hendak diteliti yang di dasarkan pada batasan masalah yaitu tentang efektivitas pembelajaran daring di SD Lazuardi Cordova selama pandemi covid 19 ini. Banyak hal yang dapat mempengaruhi kefektivan pembelajaran daring tapi dalam hal ini penulis memfokuskan kepada tiga faktor yang dirasa paling dominan dan berperan dalam mencapai pembelajaran daring yang efektif, yaitu peran keterampilan manajerial kepala sekolah, etos kerja guru dan juga fasilitas pembelajaran Dalam suatu lingkungan pendidikan kunci utama keberhasilan suatu sekolah terletak pada efisiensi ketrampilan dari kepala sekolah. Di masa pandemi seperti ini kepala sekolah dalam kapasitasnya sebagai seorang manajer diharapkan agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan cepat untuk menciptakan solusi agar kegiatan pembelajaran tetap bias berjalan di tengah kendala yang sedang dihadapi bersama. Selain itu kepala sekolah diharapkan memberikan bantuan kepada guru-guru dalam usaha untuk melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dalam menggunakan sistem pembelajaran daring dengan memberikan bimbingan dalam merencanakan program kerja baru bersama guru, serta mengarahkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran daring ini agar menjadi maksimal. Kesalahan dalam menerapkan gaya manajerial kepala sekolah akan memberi dampak yang cukup signifikan bagi keberhasilan peningkatan kinerja guru di bawah pimpinannya.

Kemampuan manajerial mengacu pada kemampuan kepala sekolah dalam menggunakan input-input manajemen dengan cara yang efektif dan efisien dalam mengelola sumber daya manusia dan sumber daya lain untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan dengan melakukan fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pemantauan, dan evaluasi).

Menurut (Hersey & Blanchard, 1969) �dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas manejerial paling tidak diperlukan tiga macam bidang keterampilan, yaitu Keterampilan Konsep (Conceptual Skill),� Keterampilan Manusiawi (Human Skill), dan Keterampilan Teknik (Technical Skill)� (Hersey & Blanchard, 1969).

Selain kepala sekolah guru merupakan ujung tombak untuk meningkatkan kualitas layanan dan hasil pendidikan. Sebagai tenaga profesional, guru memegang peranan dan tanggung jawab yang penting dalam pelaksanaan menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Penguasaan keterampilan mengajar yang baik akan mempengaruhi tingkat keaktifan dan partisipasi peserta didik. Mencermati tuntutan pada guru, maka dalam melaksanakan tugasnya guru harus memiliki etos kerja yang baik. Dengan etos kerja yang baik, maka pembelajaran yang efektif akan dapat direalisasikan dengan optimal walaupun dengan segala keterbatasan sumber daya dan lingkungan yang dihadapi. Kinerja guru dalam proses belajar mengajar mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Guru yang kinerja nya rendah akan terlihat dari perilaku guru yang bersangkutan.

Menurut (Husni, 2020) �Rendahnya kinerja guru diduga karena rendahnya etos kerja guru, hal ini terlihat dari beberapa fenomena (1) guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar tidak sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan, (2) masih adanya sebagian guru yang menjadikan mengajar hanya sebagai kewajiban saja tanpa memikirkan kepentingan peserta didik dan kepentingan sekolah, (3) Kurang adanya inisiatif guru berupa kreaktifitas dalam kegiatan pembelajaran, (4) sebagian guru yang mementingkan kepentingan pribadi diatas kepentingan sekolah.�

Yang terahir dan tidak kalah pentingnya dalam lingkungan sekolah adalah sarana dan prasarana atau fasilitas belajar (Febriani & Sarino, 2017). Guru tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik tanpa didukung sarana dan prasarana yang memadai. Berdasarkan (Arsyad, 2013) untuk kegiatan belajar mengajar yang sangat dibutuhkan adalah media pembelajaran atau alat bantu pembelajaran, media ini merupakan salah satu penunjang kegiatan belajar. Adanya media pembelajaran dapat membantu peserta didik dengan cepat memahami pembelajaran dan menarik perhatian peserta didik terhadap materi yang disajikan. Dalam pembelajar dengan sistem daring seperti ini tidak dipungkiri bahwa banyak kendala yang berhubungan dengan fasilitas ataupun media belajar yang dapat digunakan oleh peserta didik (Astini, 2020b).

�

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif (Cresswell, 2017) dengan pendekatan studi kasus (case study). Yang membedakan metode penelitian studi kasus dari jenis metode penelitian kualitatif lainnya penelitian ini berfokus pada objek tertentu. Penelitian yang ingin dicapai penulis adalah penelitian untuk menghasilkan informasi yang deskriptif yang berupa gambaran yang sistematis, cermat, mendalam, dan menyeluruh terhadap situasi dan pelaksanaan proses pembelajaran Daring selama pandemi Covid 19 di SD Lazuardi Cordova GIS selama 1 tahun ajaran dari Juli 2020 � Juni 2021. Adapun subjek penelitian adalah kepala sekolah, dan 6 orang guru kelas.

Untuk mendapatkan data yang relevan, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi partisipan dimana penulis terlibat secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Mengikuti teori Miles dan Huberman, sebagaimana dikutip oleh Sugiyono bahwa "proses pengolahan data melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan" (Sugiyono, 2012) Sedangkan untuk memperoleh keabsahan data dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi data dilakukan dengan dua cara yaitu; triangulasi sumber dan triangulasi Teknik.

 

Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan hasil dari observasi, wawancara dan dokumentasi di SD Lazuardi Cordova GIS selama berlangsungnya pembelajaran daring pada Maret 2020- Juni 2021 dengan hasil penilitian yang tidak lepas dari fokus penelitian.

1      Peranan� Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dalam meningkatkan efektivitas��� pembelajaran daring selama pandemi di SD Lazuardi Cordova

Untuk mencapai sekolah yang efektif dibutuhkan kepala sekolah yang memiliki keterampilan manajerial yang baik untuk dapat memimpin kegiatan sekolahnya. Oleh sebab itu, sangat dituntut adanya kemampuan kepala sekolah dalam menyusun perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, evaluasi.

Tabel 1

Persepsi Responden Mengenai� Peranan Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Dalam Pembelajaran Daring

Persepsi Responden

Baik

Cukup baik

Kurang Baik

Perencaan manajerial Kepala Sekolah

7

 

 

Pengorganisasian

7

 

 

Pengevaluasian

7

 

 

Pengawasan

 

 

7

 

a.     Keterampilan Konsep (Conceptual Skill)

Keterampilan konsep kepala sekolah dianggap baik ketika kepala sekolah bisa memecahkan masalah, membuat keputusan dan rencana yang strategis. Berdasarkan hasil temuan penelitian penulis, bahwa kepala sekolah SD Lazuardi Cordova dalam hal perencanaan berada dalam kategori baik yang mengindikasikan bahwa kepala sekolah telah melakukan perannya dengan baik dalam membuat perencanaan dan menentukan langkah yang paling sesuai dalam menghadapi kondisi pembelajaran daring yang sedang berlangsung. Hal itu semakin ditegaskan dengan adanya dokumen berupa, Rencana Operasional sekolah selama 1 tahun serta hasil kajian wawancara tidak terstruktur dengan kepala sekolah dan beberapa guru SD Lazuardi Cordova.

b.    Keterampilan Manusiawi (Human Skill) Kepala Sekolah�

Hasil penelitian yang penulis lakukan dengan perilaku kepala sekolah yang berkaitan dengan keterampilan manusiawi di SD Lazuardi Cordova bisa dikatakan baik, hal itu diperkuat hasil wawancara dengan beberapa guru SD Lazuardi Cordova yang berkaitan dengan hal pengorganisasian. menunjukkan bahwa:

1)    Terbinanya hubungan kerjasama yang baik� antara� kepala� sekolah� dengan� guru sehingga memudahkan tercapainya tujuan sekolah, selain itu kepala sekolah memberikan wewenang dan kepercayaan kepada masing-masing guru dalam pelaksanaan pekerjaan.

2)    Kepala Sekolah selalu berusaha berkomunikasi dengan guru dan mengadakan rapat minimal seminggu sekali untuk membahas program sekolah.

3)    Kepala sekolah memberikan bimbingan dan bantuan selama proses pembelajaran daring agar pelaksanaan pembelajaran bisa berjalan secara efektif dan efisien. Termasuk dengan mendatangkan narasumber untuk membimbing guru dalam pemanfaatan tekhnologi maupun penerapan berbagai metode pembelajaran.

4)    Kepala Sekolah juga turut melibatkan orang tua melalui komite sekolah dalam penyelenggaran kegiatan sekolah.

c.     Keterampilan Teknik (Technical Skill) Kepala Sekolah

Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan dengan hal-hal yang berkaitan dengan keterampilan teknik didapat hasil bahwa kepala SD Lazuardi Cordova telah memiliki keterampilan teknis, hal ini terlihat dari bagaimana kepala Sekolah melakukan :

1)    Evaluasi

Kemampuan evaluasi kepala sekolah SD Lazuardi Cordova juga termasuk dalam kategori �baik�, kepala sekolah secara objektif mengevaluasi dan memecahkan semua masalah yang terjadi di sekolah. Adanya rapat dan evaluasi bersama dilakukan setiap minggu serta untuk melaporkan hasil program kerja guna mengkaji setiap permasalahan yang timbul selama proses belajar mengajar, sehingga dapat diambil kebijakan secara langsung jika terjadi permasalahan, Hal ini menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mampu menentukan metode dan langkah-langkah untuk mengukur keberhasilan program sekolah dan melandasi perbaikan terus-menerus dalam penyusunan program kedepannya.

2)    Pengawasan

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan ditemukan masih banyak kendala atau permasalahan dalam pelaksanaan supervisi kepala sekolah SD Lazuardi Cordova. Disini kepala sekolah kurang berperan aktif dalam melakukan supervisi kepada para guru selama proses pembelajaran daring berlangsung dari bulan Maret 2020 hingga Juni 2021. Padahal tujuan supervisi itu sendiri untuk membantu guru dan mengontrol apakah pembelajaran yang dilakukan oleh para guru sudah sesuai dengan program yang direncanakan atau tidak, sehingga dalam kondisi yang sekarang dengan kendornya supervisi yang dilakukan dapat menyebabkan terjadinya kesenjangan pengajaran pada guru yang mungkin kurang memiliki motivasi atau etos kerja yang baik.

2      Kontribusi etos kerja guru dalam meningkatkan efektivitas��� pembelajaran daring selama pandemi di SD Lazuardi Cordova

Etos kerja yang baik dapat dilihat dari 3 kegiatan utama yaitu perencanaan pengajaran, pelaksanaan proses belajar mengajar, sampai dengan penialaian hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar dalam kategori yang baik.

 

Tabel 2

Persepsi Responden Mengenai� Kontribusi Etos Kerja Guru Dalam Pembelajaran Daring

Persepsi Responden

Baik

Cukup baik

Kurang Baik

Persiapan Pembelajaran

 

7

 

Proses pembelajaran

5

2

 

Pengevaluasian pembelajaran

5

2

 

 

a.     Persiapan Pembelajaran

Dalam aspek perencanaan pembelajaran yang mencakup beberapa hal antara lain membuat program semester, membuat kriteria ketuntasan minimal (KKM), melakukan persiapan materi bahan ajar, tergolong dalam kategori �baik�. Hanya saja guru masih terkendala dalam membuat rencana pembelajaran (RPP), namun kepala sekolah disini tetap berusaha memberikan bantuan dan mengingatkan guru yang belum menyelesaikan perencanaan tersebut. Hal ini diperkuat oleh hasil dokumentasi yang berupa program semester, silabus dan hasil kajian wawancara yang dilakukan.

 

b.    Proses Pembelajaran

Sedangkan dalam proses pembelajaran yang ada di SD Lazuardi Cordova termasuk dalam kategori �baik� dalam beberapa aspek diantaranya guru selalu berusaha mencari dan menemukan model pembelajaran yang terbaik, dan melakukan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi yang ada, guru juga menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar lainnya dalam memvariasikan metode pembelajaran, guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar siswa dengan tugas kelompok ataupun diskusi, guru secara aktif melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan pembelajara, serta mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran daring ini.

c.     Penilaian

Sehubungan dengan aspek penilaian, di SD Lazuardi Cordova telah terbentuk sistem penilaian yang �baik�. Dalam hal ini, guru memfasilitasi siswa dengan memberikan pekerjaan rumah setelah menyelesaikan penyampaian mata materi. Dengan memberikan pekerjaan rumah, guru berusaha mendorong siswa untuk tetap belajar di rumah. Selain itu guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir dan meganalisis, dengan mengajak berdiskusi atau mempresentasikan topik yang berkaitan dengan tema pembelajaran, kemudian guru memberikan umpan balik secara lisan dan tertulis, dan guru mengevaluasi dan merefleksikan keberhasilan siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. Kondisi inilah yang memungkinkan nilai dalam hal penilaian tergolong dalam kategori �baik.

3      Pemanfaatan fasilitas belajar mempengaruhi efektivitas pembelajaran daring selama pandemi di SD Lazuardi Cordova

Melihat pentingnya sarana dan prasarana dalam kegiatan pembelajaran daring, kepala sekolah SD Lazuardi Cordova telah melakukan beberapa upaya untuk melengkapi kebutuhan para guru. Hal ini sejalan dengan observasi yang peniliti lakukan dimana setiap kelas sudah memiliki perlengkapan komputer yang layak dan selain itu ada juga lab komputer yang berfungsi dengan baik dan dapat dimanfaatkan oleh para guru. Selain dengan menyediakan fasilitas di sekolah, SD Lazuardi Cordova pun membagikan media belajar kepada siswa yang dapat diambil setiap bulannya. Pengadaan media pembelajaran dengan meminta pertimbangan dan masukan dari guru sebagaimana yang dilakukan oleh Kepala SD Lazuardi Cordova. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan siswa dan juga guru dalam menyampaikan materi yang membutuhkan percobaan atau praktik secara langsung. Selain itu pembagian media belajar ini juga sangat disambut baik oleh orang tua murid.

 

Tabel 3

Persepsi Responden Mengenai Pemanfaatan Fasilitas Belajar Dalam Pembelajaran Daring

Persepsi Responden

Baik

Cukup baik

Kurang Baik

Ketersediaan fasilitas belajar

6

1

 

Penggunaan fasilitas belajar

4

3

 

 

Berdasarkan hasil penelitian mengindikasikan secara keseluruhan kepala sekolah SD Lazuardi Cordova GIS mampu mengimplimentasikan fungsi-fungsi manajemen dengan baik, meliputi: (1) perencanaan; (2) pengorganisasian; (3) evaluasi; dan (4) pengawasan yang terbagi pada tiga jenis keterampilan manajemen yaitu keterampilan konseptual, keterampilan manusiawi, dan keterampilan teknik. Dari uraian di atas dapat terlihat bahwa manajemen kepala sekolah berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap efektivitas pembelajaran daring bagi peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen kepala sekolah merupakan dasar penentu kebijakan sekolah yang dapat meningkatkan kefektifan pembelajaran daring.

Sementara itu etos kerja guru di SD Lazuardi Cordova GIS juga dalam keadaan �baik� yang meliputi aspek persiapan pembelajaran, proses pembelajaran, evaluasi. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kemampuan manajemen kepala sekolah dengan etos kerja guru. Selain itu penting bagi kepala sekolah untuk selalu melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum yang dijalankan terutama dalam perencanaan pembelajaran, sehingga membuat kerja guru menjadi semangat, dan guru melaksanakan secara sunguh-sunguh untuk menunjang kefektifan pembelajaran daring. Etos kerja guru akan meningkat jika guru diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya sendiri sambil memperoleh bimbingan dan arahan dari pimpinan sekolah.

Begitu pula dengan adanya fasilitas atau media pembelajaran akan meningkatkan efektifitas dan berpengaruh positif terhadap kefektifan pembelajaran daring. Hasil analisis ini menunjukan media pembelajaran merupakan salah satu faktor eksternal yang mendukung peningkatan kefektifan pembelajaran daring. Hal ini tercermin dari hubungan antara media pembelajaran dengan interaksi siswa dan semangat untuk mengikuti pembelajaran. Dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan menonton dan mendengarkan saja, jika menggunakan eksperimen pada media pembelajaran yang disediakan, pemahaman materi tertentu akan menjadi lebih mudah. Media pembelajaran juga mampu menggugah siswa dan membawa mereka ke dalam suasana yang menyenangkan di mana ada keterlibatan emosional dan mental.

 

Kesimpulan

Kebijakan belajar di rumah pada institusi pendidikan jelas menyebabkan gangguan besar, seperti pemberian materi pada peserta didik dan juga evaluasi dari para tenaga pengajar. Berdasarkan kesimpulan dari penelitian ini, memberikan impliaksi bahwa untuk mencapai atau meningkatkan efektivitas pembelajaran daring pada siswa sekolah dasar, sangat ditentukan oleh manajemen kepala sekolah, guru dan media pembelajaran. Efektivitas pembelajaran dapat dilihat dari aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung, respon siswa terhadap pembelajaran dan penguasaan materi siswa.

Berdasarkan hal di atas, pelaksanaan pembelajaran daring di SD Lazuardi Cordova sudah dapat dikatakan efektif, ini dibuktikan dengan meningkatnya atensi peserta didik, interaksi dengan guru dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, dalam pelaksanaan pembelajaran daring siswa juga tidak hanya diberikan tugas mengerjakan soal-soal evaluasi tetapi juga selalu berinteraksi dengan guru dan teman-temannya, selain itu kinerja guru dan juga sarana dan prasaranan yang ada pun mengalami peningkatan dan sudah disesuaikan agar dapat memfasilitasi proses pembelajaran� dengan efektif.

 

Bibliografi

Arsyad, A. (2013). Media pembelajaran; Edisi revisi.Google Scholar

Astini, N. K. S. (2020a). Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran tingkat sekolah dasar pada masa pandemi covid-19. Lampuhyang, 11(2), 13�25. Google Scholar

Astini, N. K. S. (2020b). Tantangan Dan Peluang Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Pembelajaran Online Masa Covid-19. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(2), 241�255. Google Scholar

Cresswell, J. W. (2017). Research Design : Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed (Edisi Ketiga). Pustaka Belajar. Google Scholar

Dewi, W. A. F. (2020). Dampak Covid-19 terhadap implementasi pembelajaran daring di Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 55�61. Google Scholar

Febriani, P. S., & Sarino, A. (2017). Dampak cara belajar dan fasilitas belajar dalam meningkatan prestasi belajar siswa sekolah menengah kejuruan. Manajerial: Jurnal Manajemen Dan Sistem Informasi, 16(1), 163�172. Google Scholar

Herawati, N. I. (2016). Pendidikan Inklusif. EduHumaniora| Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru, 2(1). Google Scholar

Hersey, P., & Blanchard, K. H. (1969). Management of organizational behavior: Utilizing human resources. Academy of Management Briarcliff Manor, NY 10510. Google Scholar

Husni, I. (2020). Hubungan etos kerja dengan kinerja guru di SMK Negeri 1 lubuk sikaping. Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan, 2(1), 341�346. Google Scholar

Martorejo, T. N. (2020). Pandemi Covid-19: Ancaman atau Tantangan bagi Sektor Pendidikan. Jurnal Binus, 7(1), 1�15. Google Scholar

Mundy, M. A., & Kupczynski, L. (n.d.). Kee. R.(2012) Teacher�s perceptions of technology use in the schools. Sage Open. Google Scholar

Pakpahan, R., & Fitriani, Y. (2020). Analisa pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi virus corona covid-19. Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research, 4(2), 30�36. Google Scholar

Saifulloh, A. M., & Darwis, M. (2020). Manajemen Pembelajaran dalam Meningkatkan Efektivitas Proses Belajar Mengajar di Masa Pandemi Covid-19. Bidayatuna: Jurnal Pendidikan Guru Mandrasah Ibtidaiyah, 3(2), 285�312. Google Scholar

Saleh, A. M. (2020). Problematika Kebijakan pendidikan di tengah pandemi dan dampaknya terhadap proses pembelajaran di Indonesia. Google Scholar

Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. CV. Alfabeta. Google Scholar


Copyright holder :

Nina Fatimah (2021).

 

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: