Jurnal
Syntax Transformation Vol.
1 No. 4, Juni 2020 p-ISSN
: 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 Sosial Sains
EVEKTIVITAS
PERFOMANCE MANAGEMENT MENGGUNAKAN WHISTLEBLOWING �SYSTEM PADA PT. ARTA BOGA
CEMERLANG DEPO SUKABUMI
Salman Muhammad Rezab, Ery Sunarya
dan Nor Norisanti
Universitas Muhammadiyah Sukabumi
Email: [email protected], [email protected]
����������� Dan [email protected]
info artikel �����������������abstrak
|
Diterima 2 Juni 2020 Diterima dalam bentuk revisi 15 Juni 2020 Diterima dalam bentuk revisi 20 Juni 2020 Kata kunci: whistleblowing, performance management, shitleblowing |
PT.Arta Boga cemerlang
depo sukabumi merupakan sebuah perusahaan yang begerak dalam bidang distributor dan merupakan
distributor tunggal produk
produk PT.Orang tua seperti Tanggo,
teh gelas ,kiranti ,sikat gigi formula batu baterai ABC dll. PT.Arta boga mempunyai estimasi karyawan sekitar 200 orang dari berbagai lini dan mayoritas dari karyawan tersebut adalah salesman.
Pada penelitian ini peneliti menggali mengenai efektivitas perfomance management menggunakan
whistleblowing systeme pada PT. Arta
Boga Cemerlang Depo Sukabumi,
metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Pengumpulan data
pada penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Dan teknik sampling menggunakan sampling jenuh.
Dari hasil wawancara dan pengolahan data pada penelitian
ini menunjukan bahwa whistleblowing system masih
efektif untuk performance management perusahaan. Dan whistleshitleblowing
system memeberikan pengaruh
sebesar 65,3% terhadap keefektifan perfomance manajemen pada PT. Arta Boga Cemerlang
Depo Sukabumi. |
Pendahuluan
��������� Kantor atau instansi merupakan suatu
wadah, tempat orang-orang bernaung untuk melakukan suatu kerja sama dalam rangka
meraih tujuan yang sudah ditentukan (Riono, Syaifulloh, & Utami, 2020).
��������� Sebuah organisasi
atau perusahaan umumnya mempunyai sebuah formula atau sistem yang dimana betujuan untuk meningkatkan integritas serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan meminimalsir fraud
yang dilakukan. Karna penyimpangan
ini bukan main main dalam memberikan
dampak yang sangat merugikan bagi perusahaan. Dalam penelitian yang dilakukan (Aurelio,
2018) mengambarkan
data Report to the Nations yang dirilis oleh ACFE tahun 2016 menjelaskan bahwa total kerugian yang disebabkan oleh 2.410 kasus fraud
dalam penelitian ACFE melebihi $ 6,3 miliar. Ini adalah jumlah
yang sangat besar, mengingat kasus-kasus ini hanya mewakili
sepotong kecil dari ribuan, atau
bahkan jutaan, fraud yang kemungkinan terjadi di seluruh dunia selama periode survei (Januari 2014 hingga Oktober 2015).�
Dan oleh sebab itu menurut
Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Global
Economic Crime Survey, berkesimpulan bahwa salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah dan memberantas praktik kecurangan adalah melalui mekanisme pelaporan pelanggaran (whistleblowing
system). Whistle blowing system merupakan
salah satu dari bentuk anti fraud
control yang mana sistem ini
sangat efektif itu mencegah dan meminimalisir fraud menurut
penelitian yang dilakukan
oleh (Zarefar
& Arfan, 2017) organisasi
yang mempunyai anti fraud
control, kerugian penipuannya
14,3% -54% lebih rendah dari pada organisasi yang tidak mempunyai anti fraud control dan penipuan
yang terdeteksi 33,3% -50% lebih
tinggi.
Salah satu aset suatu
organisasi atau instansi adalah untuk menjadikan sumber daya manusia
yang efisien dan berproduktifitas.
Dalam mencapai hal tersebut maka
suatu organisasi atau instansi harus
dapat menciptakan suatu� kondisi yang
nyaman bagi pegawai sehingga dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan dan keterampilan pegawai secara optimal, Salah satu strategi pengelolaan kinerja perusahaan yang efektif adalah dengan cara menerapkan
manajemen kinerja atau perfomance
management. Manajemen kinerja
merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari perencanaan kinerja, pemantauan/ peninjauan kinerja, penilaian kinerja dan tindak lanjut berupa
pemberian penghargaan dan hukuman. Rangkaian kegiatan tersebut haruslah dijalankan secara berkelanjutan untuk hasil yang optimal pada sebuah perusahaan Penekanannya adalah pada peningkatan, pembelajaran dan pengembangan untuk mencapai strategi bisnis secara keseluruhan dan untuk menciptakan tenaga kerja berkinerja
tinggi. Hasil penelitian
yang dilakukan oleh janifa stili cambise (Syahputra, 2018) mengenai dampak sistem manajemen
kinerja terhadap kinerja karyawan menyimpulkan ada hubungan antara kinerja manajemen sistem dan karyawan secara signifikan.
Salah satu perusahaan yakni PT.Arta
Boga cemerlang depo sukabumi
merupakan sebuah perusahaan yang begerak dalam bidang distributor dan merupakan distributor tunggal produk produk PT.Orang
tua seperti Tanggo, teh gelas
,kiranti ,sikat gigi formula batu baterai ABC dll. PT.Arta boga mempunyai estimasi karyawan sekitar 200 orang dari berbagai lini
dan mayoritas dari karyawan tersebut adalah salesman. Setelah melakukan
observasi langsung penulis menemukan sebuah ruangan ICC (internal
contact center)Yang
mana di dalamnya memfasilitasi
whistle blowing system. Namun pada peraktiknya pada PT. Arta boga sendiri masih banyak
terjadi tindakan froud yang merugikan perusahaan. Berkaca kepada latar belakang
yang di ambil peneliti dan realita yang di hadapi dilapangan maka peneliti tertarik untuk mengetahui :
a.
�Seberapa efektif perfomance
management menggunakan whistle blowing system pada
PT.Arta Boga Cemerlang depo Sukabumi
b.
Seberapa besar pengaruh whistle
blowing system terhadap keefektifan
perfomance management
Metode Penelitian
��������� Dalam
penelitian ini peneliti langsung mengobservasi office dari PT.Arta Boga Cemerlang
Depo Sukabumi yang beralamat
di jalan Babakan,Cibeurem,Kota
Sukabumi Waktu untuk penelitian ini dimulai pada bulan februari sampai dengan bulan maret
2020 Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif dan deskriptif.
��������� Metode
penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian ilmiah karena metode kuantitatif
ini bersifat kongkrit atau empiris,
obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Di sebut kuantitatif karena metode ini
menggunakan data yang berupa
angka-angka dan analisisnya
menggunakan statistik. (Sugiono,
2019).
��������� Pendekatan
yang digunakan penulis dalam penyusunan jurnal ini adalah
pendekatan deskriptif dan pendekatan asosiatif, karena adanya variabel-variabel
yang akan ditelaah hubungannya serta bertujuan untuk menyajikan gambaran secara terstruktur, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan antara variabel yang akan diteliti dan juga peneliti menggunakan pendekatan deskriptif guna menjabarkan dari hasil yang sudah diperoleh dalam bentuk kesimpulan.
��������� Populasi
dan Sampel dari penelitian ini adalah seluruh pegawai PT.Arta
boga cemerlang depo sukabumi Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel simple random sampling yang dimana menurut (Sugiono 2019) ialah teknik pengambilan sampel dari populasi
dilakuka secara acak tanpa memperhatikan
strata yang ada dalam populasi itu. Simple random samp;ing �in dilakukan pada semua populasi yang berada pada PT.Arta boga cemerlang depo sukabumi
��������� Jenis
data yang dipakai pada penelitian
ini adalah data primer.
Data primer yang digunakan berupa
hasil kuesioner yang telah diisi oleh para responden. Kuesioner dibagikan kepada semua karyawan yang bekerja di PT.Arta
boga cemerlang depo sukabumi.
��������� Teknik pengumpulan
data yang dipakai dalam penelitian ini ada dua cara,
yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan.�
1. Studi kepustakaan,
yaitu dengan mempelajari buku teks perkuliahan, jurnal, dan bukubuku penunjang lainnya yang berkaitan dengan tema yang diangkat dalam penelitian ini.�
2. �Studi lapangan dilakukan melalui kuesioner.
Hasil dan Pembahasan
��������� Adapun hasil yang diperoleh
peneliti setelah melakukan penyebaran kuesioner melalui google from yaitu sebagai berikut:
Tabel 1 Hasil Uji Validitas
X dan Y
|
Variabel |
Rhitung |
Rtabel |
Sig. |
Hasil |
|
X1 |
0,832 |
0,361 |
0.000 |
Valid |
|
X2 |
0,701 |
0,361 |
0.000 |
Valid |
|
X3 |
0,775 |
0,361 |
0.000 |
Valid |
|
X4 |
0,901 |
0,361 |
0.000 |
Valid |
|
X5 |
0,758 |
0,361 |
0.000 |
Valid |
|
Y1 |
0,730 |
0,361 |
0.000 |
Valid |
|
Y2 |
0,843 |
0,361 |
0.000 |
Valid |
|
Y3 |
0,777 |
0,361 |
0.000 |
Valid |
|
Y4 |
0,722 |
0,361 |
0.000 |
Valid |
|
Y5 |
0,702 |
0,361 |
0.000 |
Valid |
|
Y6 |
0,650 |
0,361 |
0.000 |
Valid |
|
Y7 |
0,602 |
0,361 |
0,001 |
Valid |
|
Y8 |
0,472 |
0,361 |
0,013 |
Valid |
Sumber : Diolah peneliti, 2020
Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas
Y Dan X
|
Reliability Statistic Y |
Reliability Statistic X |
||
|
Cronbach�s
Alphai |
N
of items |
Cronbach�s
Alphai |
N
of item |
|
0,839 |
8 |
0,856 |
5 |
Sumber : Diolah peneliti,2020
��������� Reliabilitas variabel Y adalah 0,839 dan reliabilitas variabel X adalah 0,856 skor diatas r Kritis
0,3 maka akan dikatakan reliabel sehingga dapat mengukur analisis data.
Tabel 3 Analisis Regresi Linear
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized
Coefficients |
Standardized
Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std.
Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
4,269 |
4,216 |
|
1,012 |
,321 |
|
X |
1,146 |
,167 |
,808 |
6,855 |
,000 |
|
|
a. Dependent Variable: Y |
||||||
Sumber : Diolah
peneliti,2019
��������� Tabel diatas menjelaskan
bahwa nilai konstansta sebesar 4,269 sedangkan nilai variabel X 1,146 sehingga persamaan ditulis sebagai berikut :
Y = a + bX + e
Y = 4,269 + 1,146� + ɛ
1.
Persamaan diatas menjelaskan
konstanta sebesar 4,269
yang berarti nilai konsisten variabel Y� sebesar
4,269 .
2.
Koefisien regresi X sebesar
1,146 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 % nilai x . maka
nilai partisipasi bertambah 1,146� . Koefisien regresi bernilai positif� dikatakan
3.
bahwa Efektivitas perfomance
management menggunakan whistleblowing system adalah berpengaruh positif.
Tabel 4 Koefisien Korelasi
|
Model Summary |
|||
|
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the Estimate |
|
|
,653 |
,639 |
2,62741 |
|
|
a. Predictors: (Constant), X |
|||
Sumber : Diolah
peneliti,2020
Berdasarkan tabel diatas dijelaskan
bahwa besarnya nilai korelasi (R) yang tinggi yaitu sebesar
0,808 dan diperoleh koefisien
determinasi ( R Square ) sebesar 0,653 yang berarti bahwa variabel perfomance management� (x) menggunakan whistleblowing
system (y) adalah sebesar
65,3 % .
Tabel 5 Hasil Uji F
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of
Squares |
Df |
Mean
Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
324,380 |
1 |
324,380 |
46,989 |
,000b |
|
Residual |
172,582 |
25 |
6,903 |
|
|
|
|
Total |
496,963 |
26 |
|
|
|
|
|
a. Dependent Variable: Y |
||||||
|
b. Predictors: (Constant), X |
||||||
Sumber : Diolah peneliti, 2019
Tabel ditas menjelaskan
bahwa nilai Fhitung = 46,989 dan nilai regresi memiliki tingkat signifikan 0.000 <
0.05. maka dapat disimpulkan bahwa adanya� pengaruh yang
positif dan signifikan antara variabel disiplin kerja ( x ) terhadap
variabel Kinerja Karyawan (
y ) diterima.
Tabel 6 Hasil Uji T
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized
Coefficients |
Standardized
Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std.
Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
4,269 |
4,216 |
|
1,012 |
,321 |
|
X |
1,146 |
,167 |
,808 |
6,855 |
,000 |
|
|
a. Dependent Variable: Y |
||||||
Sumber : Diolah peneliti, 2020
Tabel diatas menjelaskan
bahwa nilai signifikan sebesar 0.000 <
0.05. maka dapat disimpulkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara keefektifavan perfomance
managemrnt (x) menggunakan
whistleblowing system ( y ) . sedangkan nilai Thitung dan Ttabel yaitu 6,855 < 2,042272456. maka dapat
diartikan adanya pengaruh positif dan signifikan antara keeektivan perfomance
management menggunakan whistleblowing system
Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang dilakukan peneliti menemukan beberapa kesimpulan untuk menjawab pertanyaan pada penelitian ini. Dengan teknik analisis
regresi sederhana diketahui bahwa total pengaruh variabel X terhadap variabel Y adalah sebesar 0,653 atau 65,3 % dan epsilon atau sisa pengaruh independent lainnya yang berpengaruh terhadap penggunaan whistleblowing
system �(Y)� namun tidak diteliti adalah sebesar 0,347 atau 34,7 % Selanjutnya setelah dilakukan hipotesis secara parsial dan simultan didapatkan hasil penelitian yang menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan yang efektiv antara perfomance
management menggunakan whistleblowing system �Dan setelah peneliti mewawancarai seorang STE teritory engeneer daripada perusahaan PT Arta Boga Cemerlang
Depo sukabumi terdapat 2 poin yang dapat dijadikan kesimpulan :
1.
Whistle blowing system ini sangat membantu dalam internal control daripada
PT.Arta Boga itu sendiri meskipun
masih terjadi tindakan fraud namun jumalah dari tindakan
fraud ersebut dapat di tekan dari tahun
ke tahun nya.
2.
Dari hasil penelitian yang dilakukan daat di simpulkan bahwa whiste blowing system memberikan pengaruh sebesar 65,3% terhadap efektivitas perfomance managemen. Hal tersebut dapat dilihat dari
hasil koefisien kolerasi yang menunjukan besaran pengaruh sebsar 65,3%.
Bibliografi
Aurelio,
C. (2018). Efektivitas Whistle Blowing System Dalam Mencegah Fraud.
Riono, S. B., Syaifulloh, M., &
Utami, S. N. (2020). Pengaruh Komunikasi Organisasi, Budaya Organisasi, Dan
Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Di Rumah Sakit dr. Soeselo Kabupaten
Tegal. Syntax, 2(4), 139.
Sugiono. (2019). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syahputra, F. A. (2018). Dampak
Sistem Manajemen Kinerja Terhadap Kinerja Karyawan F A Syahputra. (July), 0�7.
https://doi.org/10.13140/RG.2.2.35168.99843
Zarefar, A., & Arfan, T.
(2017). Efektivitas Whistleblowing System Internal. Jurnal Akuntansi Keuangan
Dan Bisnis, 10(2), 25�33.