|
Jurnal Syntax Transformation |
Vol. 2 No. 12, Desemberr 2021 |
|
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial Sains |
MODEL KEPUTUSAN PEMBELANJAAN USAHA KECIL MIKRO DAN MENENGAH (UMKM) WISATA KULINER DI PULOSARI MALANG
���������������������������������������������������������������������� ��������������������������
Dewi Nurjannah, Sudarmiatin, Agus Hermawan
Universitas Negeri Malang (UNM) Jawa Timur, �Indonesia
Email : [email protected], [email protected], [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 12 November 2021 Direvisi 7 Desember 2021 Disetujui 17 Desember 2021 |
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan kelompok usaha yang paling banyak jumlahnya. Keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan dalam pembangunan perekonomian di Indonesia. Kondisi tersebut harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah, masyarakat dan lembaga keuangan untuk lebih berpartisipasi mengembangkan UMKM di Indonesia misalnya, pemerintah dan lembaga keuangan mendukung dan membantu mengatasi permasalahan permodalan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keputusan/pembelanjaan/ sumber dana yang digunakan pada usaha kecil mikro wisata kuliner di Pulosari Malang, penelitian ini juga mendeskripsikan hambatan-hambatan akses sumber dana pada usaha mikro dan kecil wisata kuliner di Pulosari Malang, sehingga dapat dibuat suatu Model untuk Keputusan Pembelanjaan untuk usaha kecil mikro wisata kuliner di Pulosari Malang. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dirancang penelitian dengan fokus identifikasi berbagai sumber dana dan hambatan-hambatan akses sumber dana pada usaha kecil mikro wisata kuliner di Pulosari Malang, sehingga dapat ditentukan model pengembangan Keputusan Pembelanjaan pada usaha kecil mikro wisata kuliner di Pulosari Malang yang kemudian dievaluasi dan di follow up untuk meningkatkan permodalan dan peningkatan usaha. Jenis penelitian kualitatif, dengan tehnik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis diskripsi. Hasil penelitian membuktikan bahwa UMKM menggunakan modal sendiri, modal asing dan modal campuran dengan hambatan keterbatasan akses permodalan karena persyaratan administrasi, keterbatasan SDM dibidang pelaporan keuangan dan model keputusan pembelanjaan pada UMKM yang menggunakan modal sendiri dan modal asing sebaiknya menggunakan komposisi yang tepat, diatas ratio 3:1 agar semakin kuat dalam permodalan untuk pengembangan usaha.
ABSTRACT Small and medium-sized micro enterprises (MSMEs) are the most numerous business groups. The existence of MSMEs has an important role in improving people's living standards, and in economic development in Indonesia. These conditions must be utilized properly by the government, the community and financial institutions to better participate in developing MSMEs in Indonesia for example, the government and financial institutions support and help overcome capital problems. This research aims to find out the decisions / spending / sources of funds used in small businesses micro culinary tourism in Pulosari Malang, this study also describes the barriers of access to sources of funds in micro and small culinary tourism businesses in Pulosari Malang, so that a Model can be made for Spending Decisions for small businesses micro culinary tourism in Pulosari Malang. To achieve this goal, research is designed with a focus on identifying various sources of funds and barriers to access to sources of funds in small businesses micro culinary tourism in Pulosari Malang, so that it can be determined the model of development of Spending Decisions on small businesses micro culinary tourism in Pulosari Malang which is then evaluated and followed up to increase capital and business improvement. This type of qualitative research, with data collection techniques conducted with observations, interviews, and questionnaires. The data analysis used is the analysis of the inscription. The results of the study proved that MSMEs using their own capital, foreign capital and mixed capital with barriers to limited access to capital due to administrative requirements, human resource limitations in the field of financial reporting and spending decision models on MSMEs that use their own capital and foreign capital should use the right composition, above the ratio of 3: 1 to be stronger in capital for business development. |
|
Kata Kunci: UMKM, modal, Keputusan Pembelanjaan,
Keywords: UMKM, capital, Spending Decisions |
Pendahuluan
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan kelompok usaha yang paling banyak jumlahnya. Keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta dalam pembangunan perekonomian di Indonesia (P. P. Hapsari et al., 2014). Hal ini didukung oleh pernyataan Gubernur Bank Indonesia Martowardojo yang menyatakan bahwa, UMKM dinilai mampu memberikan kontribusi hingga 99% untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia, serta mampu menyerap tenaga kerja sebesar 97% sehingga mampu menyumbang sekitar 56% produk domestik bruto (Putri, 2019).
Menurut (Azeem, 2018) perkembangan UMKM di Indonesia juga dapat dilihat menurut data kementerian koperasi dan usaha kecil serta menengah Republik Indonesia dimana, pada sajian tabel tersebut menjelaskan bahwa, jumlah unit UMKM mengalami kenaikan sebesar 1,98%dari tahun 2018 s/d 2019, adanya kenaikan jumlah unit UMKM akan �memberikan dampak kenaikan juga terhadap jumlah tenaga kerja, hal ini terlihat pada sajian tabel yang menunjukan bahwa adanya kenaikan jumlah tenaga kerja dari tahun 2018 s/d 2019 yang cukup signifikan sebesar 2,21%. Uraian tersebut dapat dilihat pada sajian tabel 1 sebagai berikut :
Tabel 1
Data Pertumbuhan UMKM di Indonesia 2018-2019
|
Keterangan |
Tahun |
||
|
2017 |
2018 |
2019 |
|
|
Unit Usaha |
62.922.617 |
64.194.057 |
65.465.497 |
|
Tenaga Kerja |
116.421.224 |
116.978.631 |
119.562.843 |
Sumber: (Kemenkopukm, 2019)
Berdasarkan data pada tabel diatas dapat terlihat bahwa perkembangan usaha kecil dari tahun 2017-2019 mengalami kenaikan di setiap tahunnya, walaupun dari data tersebut terlihat bahwa kenaikan yang terjadi pada sektor usaha mikro sebesar 0,01-0,04 persen per tahun. Pada sektor Usaha Kecil jika dilihat dari data tabel tersebut mengalami kenaikan pada tahun 2018 sebesar 0,04% dari tahun sebelumnya, sedangkan pada tahun 2019 terlihat konstan namun tidak mengalami penurunan. Pada sektor Usaha Menengah mengalami peningkatan sebesar 0,01% pada tahun 2019, sedangkan ada dua tahun sebelumnya cenderung konstan. Sedangkan untuk sektor Usaha Besar selama tiga tahun berturut-turut tidak mengalami peningkatan maupun penurunan (cenderung konstan), hal tersebut mungkin terjadi belum bertambahnya jenis usaha besar atau belum terdaftarnya beberapa jenis usaha yang tergolong besar.
Pertumbuhan UMKM di beberapa kota-kota besar terus menunjukkan peningkatan, salah satunya di Kota Malang. Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan yang menjadi salah satu kota tujuan para pelajar maupun mahasiswa dari berbagai daerah, hal ini menjadi potensi besar bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya di kota Malang, khususnya di sektor makanan dan minuman. Menteri koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan menyatakan bahwa, sektor makanan dan minuman akan tetap tumbuh dan menjadi andalan sektor industri pengolahan non migas hal ini didukung oleh kuatnya permintaan konsumen di pasar domestic (Saputra, 2020).
Salah satu daerah yang juga banyak dipenuhi pelaku usaha tersebut adalah sepanjang jalan Pulosari Malang. Sepanjang Jalan Pulosari Malang yang berdekatan dengan Hipermarket GIANT merupakan tempat berkumpulnya Usaha Kecil Mikro makanan dan minuman yang menjadi wisata kuliner dan selalu menyedot perhatian penggemar kuliner terutama remaja/mahasiswa (Wahyuni, 2014).
Perkembangan UMKM tidak terlepas dari permasalahan-permasalahan, salah satunya adalah keterbatasan finansial untuk mendanai operasional UMKM �(Purba et al., 2021). Kondisi ini menghambat proses pengoptimalan UMKM, oleh karena itu perlu dukungan dalam penyedian dana, selama ini banyak UMKM yang tidak memperhatikan komposisi yang tepat dalam keputusan pembelanjaan terutama UMKM yang menggunakan pendaanaan/pembelanjaan dengan modal asing (Surya, 2021), karena pembelanjaan yang tepat akan berpengaruh pada hasil yang diperoleh, oleh karena itu perneliti melakukan penelitian tentang �Model Keputusan Pembelanjaan pada Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) wisata kuliner di Pulosari Malang�.
Tujuan penelitian ini adalah membuktikan bahwa UMKM menggunakan modal sendiri, modal asing dan modal campuran dengan hambatan keterbatasan akses permodalan karena persyaratan administrasi, keterbatasan SDM dibidang pelaporan keuangan dan model keputusan pembelanjaan pada UMKM yang menggunakan modal sendiri dan modal asing sebaiknya menggunakan komposisi yang tepat, diatas ratio 3:1 agar semakin kuat dalam permodalan untuk pengembangan usaha.
Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada usaha kecil mikro wisata kuliner makanan dan minuman di Pulosari Kota Malang. Sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti, maka jenis penelitian ini adalah survei (Morrisan, 2012). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yang berasal dari obyek penelitian dan dikumpulkan sendiri oleh peneliti serta data tersebut belum pernah dikumpulkan/diolah sebelumnya dalam bentuk/cara/waktu tertentu. Data berupa keputusan pembelanjaan, dan hambatan-hambatan akses sumber dana pada tahun 2019. Sumber data diperoleh dari responden, yaitu para pelaku usaha kecil mikro wisata kuliner di Pulosari Malang, berupa interview (wawancara) dan kuisioner.
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari usaha kecil Mikro wisata kuliner yang berdomisili di Pulosari Kota Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria, Usaha Mikro yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,00,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.300.000.000.00, bergerak disektor makanan dan minuman/kuliner, dan lokasi di sepanjang Pulosari Malang.
Hasil dan Pembahasan
Para pelaku usaha pada umumnya dalam memulai usahanya, perlu dilakukan perencanaan awal secara jelas untuk mengetahui layak atau tidak suatu usaha dijalankan (Soegoto, 2013). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap 28 responden UMKM di Pulosari Malang, terdapat sebesar 93% melakukan perencanaan awal. Hal ini dilakukan untuk mengetahui manfaat ekonomis bagi usaha itu sendiri (sering juga disebut sebagai manfaat finansial) yang berarti apakah usaha tersebut dipandang cukup menguntungkan atau tidak apabila dibandingkan dengan resiko usaha tersebut.
Pada prakteknya tidak semua perencanaan dapat dijalankan sesuai dengan yang direncanakan, namun perencanaan awal yang tepat dapat digunakan untuk mengurangi resiko yang mungkin bisa terjadi ketika usaha tersebut berjalan. Penelitian yang telah dilakukan terhadap 28 responden pada UMKM di Pulosari Malang yang usaha utamanya adalah pada makanan dan minuman sebesar 93% menyatakan bahwa usaha yang dijalankan saat ini sesuai dengan perencanaan awal. Kondisi tersebut tentunya menunjukkan bahwa perencanaan awal memiliki peran yang penting dalam keberlangsungan usaha, sedangkan 7% tidak mempunyai perencanaan awal yang matang, hanya melihat kesempatan usaha di tempat tersebut.
Pemilik usaha menjadi aktor utama dalam setiap pengambilan kebijakan dan keputusan usaha yang dijalankan, begitu pula dalam hal pengelolaan aktivitas sehari- hari (Sulasih et al., 2021). Usaha yang dimiliki perorangan atau kepemilikan tunggal memiliki tanggung jawab tidak terbatas terhadap seluruh aktivitas usaha, namun terdapat keuntungan pada usaha yang dimiliki sendiri yaitu proses pendiriannya mudah dan tidak berbelit- belit, cocok untuk usaha kecil, tidak memerlukan biaya yang berlebihan, memiliki keleluasaan dalam hal mengambil keputusan. Apabila dilihat pada hasil penelitian terhadap 28 responden pada UMKM wisata kuliner di Pulosari Malang, terdapat sebesar 96% usaha yang dijalankan adalah milik pribadi, sedangkan sisanya milik keluarga/patungan.
Sebagian besar pelaku UMKM yang menjadi responden di Pulosari Malang berasal dari modal pribadi, yakni 60% persen responden yang menggunakan modal sendiri/modal pribadi untuk menjalankan awal usahanya.. Para pelaku usaha pada umumnya lebih memilih jenis sumber dana ini karena dipandang memiliki resiko terkecil, karena tidak terkait dengan pihak lain. Jumlah modal akan bergantung pada seberapa besar usaha yang dijalankan, semakin besar usaha tersebut maka semakin besar pula kebutuhan modal yang harus terpenuhi.
Hambatan dari sumber dana yang berasal dari modal pribadi ini� bergantung pada kemampuan financial para pemilik modal. Pemilik modal dengan kemampuan yang lebih besar memliki peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usahanya karena kemampuan financial yang lebih mapan.Hal ini juga bergantung pada strategi-strategi yang diterapkan oleh para pelaku usaha. Sebaliknya bagi pemilik modal yang lebih kecil cenderung sulit untuk mengembangkan usahanya karena modal yang terbatas dan tidak ada strategi- strategi yang dapat digunakan untuk mendukung usahanya sehingga tidak dapat menunjukkan perkembangan yang semakin baik (Tristanto & Wardana, 2018).
Pada penelitian terhadap 28 responden UMKM wisata kuliner di Pulosari terdapat sebesar 40% mengalami kesulitan dikarenakan dana atau tabungan yang tersedia jumlahnya sedikit, sehingga hanya dapat digunakan untuk membuka usaha dengan ukuran kecil dan seadanya, sedangkan penjualan tidak berjalan dengan pesat. Kondisi tersebut membuat harapan untuk melakukan perluasan (ekspansi) usaha menjadi terhambat karena pendapatan yang didapatkan hanya cukup untuk keperluan usaha dan sedikit untuk tabungan pribadi.
Para pelaku usaha sebagian mengandalkan pinjaman untuk pengembangan bisnisnya, bahkan tak jarang yang memulai usaha hanya dengan bermodalkan pinjaman, namun lain halnya dengan pelaku UMKM, pelaku usaha tersebut cenderung menghindari resiko berhutang karena dianggap memiliki resiko yang besar (Marlina & Rahmat, 2018). Pada responden wisata kuliner di Pulosari Malang, yang mempunyai usaha di sektor makanan dan minuman lebih banyak menghindari pinjaman sebesar 60%, hanya sekitar 40% responden yang menggunakan modal pinjaman non bank, namun masih tetap dapat menjalankan usaha meskipun mengalami kendala pada dana sehingga modal pinjaman dirasakan sangat membantu kelancaran usaha.
Responden saat awal usahanya yang telah melakukan pinjaman dari sebagian kecil tersebut pinjaman hanya berasal dari keluarga (saudara), teman, PKK, dan gadai. Mereka masih belum memiliki keberanian untuk melakukan pinjaman kepada pihak luar untuk mengembangkan usahanya. Selain kedua jenis sumber dana yang sudah dijelaskan oleh peneliti di atas, pada prakteknya terdapat satu lagi sumber dana yakni campuran, dari 28 responden sebanyak 16 pelaku usaha yang memilih menggunakan modal campuran dikarenakan dapat digunakan untuk menambah pengembangan usaha. Jenis sumber dana ini berasal dari modal pribadi dan pinjaman. Dengan kata lain jenis sumber dana ini tidak memiliki cukup dana hanya dengan modal pribadi, sehingga melakukan pinjaman pada keluarga (saudara), teman, PKK, dan Gadai serta bank, bahkan renternir untuk mendirikan usahanya. Hambatan dari jenis sumber dana ini tentunya sama dengan kedua sumber dana yang sudah dijelaskan sebelumnya, hanya saja responden yang memilih jenis sumber dana ini lebih berani untuk mendirikan usaha dengan tidak hanya bermodalkan dana milik pribadi.
Pada perkembangannya para pelaku UMKM saat ini mulai melakukan keputusan pembelanjaan/sumber pendanaan dengan menggunakan modal campuran, yaitu modal sendiri dan modal asing, sebanyak 51% responden menggunakan modal asing untuk tambahan dananya agar dapat meningkatkan usahanya, karena mereka menginginkan usahanya semakin berkembang, seiring perkembangan wisata kuliner di berbagai tempat yang semakin banyak.
Ada beberapa hambatan yang dihadapi responden dari sumber dana/sumber pembelanjaan yang berasal dari pinjaman ini, terdapat beberapa hambatan, yakni sebagian besar responden cenderung takut untuk mengakses sumber dana dari luar atau melakukan pinjaman dari luar karena usaha mereka tergolong kecil, sebagian responden tidak ada pengetahuan untuk akses sumber dana dari luar, melalui prosedur dan persyaratan yang rumit untuk melakukan akses dana dari luar sehingga sulit dijangkau. Terdapat 40% responden mengalami kesulitan dikarenakan melakukan akses dana pada bank-bank besar sedangkan setiap bank mempunyai prosedur dan persyaratan yang berbeda-beda dan sulit untuk dipenuhi oleh sebagian usaha mikro dan kecil
Menurut (KASMAWATI, 2014) Persaingan yang terus mengalami peningkatan menyebabkan hasil penjualan tidak dapat dipastikan. Hal ini berakibat pada timbulnya kekhawatiran pelaku UMKM di Pulosari malang tidak dapat melunasi pinjaman dari pihak luar atau gagal bayar, sehingga responden tidak mau beresiko dengan beban utang.
Hambatan yang sering dialami Usaha kecil Mikro sistem administrasi yang kurang memadai. Menurut (D. P. Hapsari et al., 2017) adanya persyaratan laporan keuangan minimal 2 tahun yang biasanya diminta oleh lembaga keuangan bank, yang sulit dipenuhi oleh UMKM. Keterbatasan Sumberdaya Manusia yang dimiliki pelaku UMKM, sering menjadi kendala tidak dapat menyusun laporan keuangan dan administrasi yang memadai. Selain itu pemilik usaha sekaligus, sebagai karyawan yang mengelola semua kegiatan operasional yang terkadang menyebabkan keengganan untuk membuat administrsi yang memadai, karena waktu dan tenaganya sudah habis digunakan untuk kegiatan operasional usahanya.
Dari hasil uraian analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti, maka dapat diketahui bahwa keputusan pembelanjaan pada usaha mikro dan kecil dan menengah (UMKM) pada sektor makanan dan minuman di Pulosari Malang, lebih banyak di dominasi oleh modal pribadi. Pada awal usahanya terdapat sebesar 60%responden menggunakan modal pribadi/modal sendiri untuk membuka usaha. Kondisi ini dikarenakan rata-rata pelaku usaha UMKM takut untuk melakukan pinjaman dari pihak luar, karena mereka takut dengan beban resiko dan merasa kesulitan untuk melakukan pinjaman dari pihak luar dengan berbagai alasan.
Wisata kuliner Pulosari Malang memiliki potensi umum dan potensi sumber daya manusia yang baik untuk mengembangkan UMKM. Apalagi didukung dengan lokasi yang berdekatan dengan Universitas Merdeka Malang Malang, Universitas Negeri Malang, Akademi Kebidanan dan perkantoran yang berdekatan dengan Pulosari, sehingga memiliki target konsumen yang jelas yakni mahasiswa dan masyarakat sekitarnya. Hanya saja kondisi ini kurang didukung dengan strategi sebagian besar para pelaku usaha mikro dan kecil di Pulosari untuk mengembangkan usahanya, serta minimnya dana yang digunakan. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti, sebanyak 75% responden yang menginginkan untuk usahanya lebih berkembang, namun terdapat 25% responden yang menyatakan akan memaksimalkan yang ada. Responden yang menyatakan adanya kendala untuk mendapatkan tambahan dana sebagai keputusan pembelanjaan dari luar memiliki kendala pada modal yang digunakan untuk mengembangkan usahanya. Sehingga mereka cenderung merasa cukup dengan usaha yang saat ini dijalankan, tanpa adanya usaha lebih untuk memaksimalkan potensi yang ada.
Peneliti melihat harusnya terdapat peran aktif dari pemerintah, dalam hal ini khususnya pemerintah daerah untuk lebih memaksimalkan perkembangan UMKM. Pemerintah dapat mengadakan penyuluhan berkaitan dengan akses permodalan,agar dapat memaksimalkan potensi yang ada serta selalu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangannya, sehingga masyarakat di daerah-daerah lain yang mempunyai usaha mikro dan kecil mendapatkan pemahaman yang lebih di bidang keuangan, akses permodalan dan yang harus dipersiapkan atau hal lain yang berhubungan dengan UMKM. Dengan pemahaman yang lebih, maka diharapkan dapat meminimalkan hambatan- hambatan yang dialami oleh para pelaku usaha mikro dan kecil, tentunya juga harus didukung dengan kemauan untuk lebih berkembang.
Kesimpulan
Sumber dana yang digunakan UMKM sektor makanan dan minuman dengan� prosentase terbesar di Pulosari Malang menyatakan bahwa, sumber dana awal yang digunakan berasal menggunakan modal sendiri dikarenakan, usaha dimulai dengan kecil-kecilan, sehingga tidak membutuhkan dana yang banyak, tidak ingin terkait dengan pihak lain, tidak ingin menambah beban biaya atas usahanya misal biaya bunga, administrasi dll.
UMKM menjalankan usaha dengan cara seadanya serta kurangnya pengetahuan dalam melakukan akses sumber dana dari luar, modal awal yang dari pinjaman dari keluarga (saudara), teman, PKK dan bank (rentenir) dikarenakan, ketidakmampuanya dalam memenuhi dana yang digunakan untuk membuka usaha, meskipun pada perkembangannya terdapat UMKM yang menggunakan modal campuran dikarenakan pelaku usaha tidak memiliki cukup dana hanya dengan menggunakan modal pribadi.
Terdapat hambatan dalam mengakses sumber dana, baik dari dana pribadi maupun dana dari luar pada UMKM di Pulosari Malang. Berdasarkan hasil penelitian terhadap terdapat kendala untuk mendapatkan dana pribadi dikarenakan jumlah tabungan yang ada, tidak mencukupi sedangkan penjualan tidak terjadi secara pesat/tidak berkembang dengan baik, sehingga perputaran dana menjadi lambat, dan terdapat kendala pada akses sumber dana dari luar dikarenakan jika melakukan akses sumber dana dari luar yakni bank maka harus melalui prosedur dan persyaratan bank tersebut yang dianggap terlalu rumit bagi UMKM yang mempunyai keterbtasan dalam pengelolaan administrasi keuangannya. hal ini menjadi kendala bagi pemilik usaha sehingga terdapat UMKM di Pulosari Malang memilih untuk melakukan akses dana dari luar yaitu, keluarga (saudara), teman, PKK dan bank titil (rentenir) karena menawarkan kemudahan meskipun dengan jumlah dana yang disediakan kecil/terbatas dan bunga yang tinggi. Model kepurusan pembelanjaan dengan ratio coverage yang lebih tinggi dari perusahaan industri.
BIBLIOGRAFI
Azeem, M. R. (2018). Strategi Humas Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Dalam Pengelolaan Jejaring Sosial. Jurnal Komunikasi, 10(2), 115�130.Google Scholar
Hapsari, D. P., Andari, A., & Hasanah, A. N. (2017). Model pembukuan sederhana bagi usaha mikro di Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang. JAK (Jurnal Akuntansi) Kajian Ilmiah Akuntansi, 4(2). Google Scholar
Hapsari, P. P., Hakim, A., & Noor, I. (2014). Pengaruh Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah (Studi di Pemerintah Kota Batu). Wacana Journal of Social and Humanity Studies, 17(2), 88�96. Google Scholar
Kasmawati, K. (2014). Strategi Pemasaran Makaroni Kacang Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Pada Usaha Kelompok Mawar Merah Di Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara. Institut Agama Islam Negeri Palopo. Google Scholar
Kemenkopukm. (2019). Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, Menengah (Umkm) Dan Usaha Besar (Ub) Tahun 2018 - 2019. Kementrian Koperasi Dan Ukm Republik Indonesia. https://kemenkopukm.go.id/uploads/laporan/1617162002_SANDINGAN_DATA_UMKM_2018-2019.pdf
Marlina, L., & Rahmat, B. Z. (2018). Peran Lembaga Keuangan Syariah Dalam Mengimplementasikan Keuangan Inklusif Bagi Pelaku UMKM Tasikmalaya. Jurnal Ecodemica, 2(1), 125�135. Google Scholar
Morrisan, M. A. (2012). Metode penelitian survei. Kencana. Google Scholar
Purba, D. S., Kurniullah, A. Z., Banjarnahor, A. R., Revida, E., Purba, S., Purba, P. B., Sari, A. P., Hasyim, H., Yanti, Y., & Butarbutar, M. (2021). Manajemen Usaha Kecil dan Menengah. Yayasan Kita Menulis. Google Scholar
Putri, A. S. (2019). Peran UMKM dalam Perekonomian Indonesia. https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/20/120000469/peran-umkm-dalam-perekonomian-indonesia Google Scholar
Saputra, H. (2020). Bisnis di Kota Malang Turun 20,78 Persen, UMKM Masuki Era Baru Bangkitkan Ekonomi. https://www.malangtimes.com/baca/57254/20200905/192400/bisnis-di-kota-malang-turun-20-78-persen-umkm-masuki-era-baru-bangkitkan-ekonomi
Soegoto, E. S. (2013). Entrepreneurship menjadi pebisnis ulung. Elex Media Komputindo. Google Scholar
Sulasih, S., Manullang, S. O., Purba, B., Mardia, M., Purba, P. B., Mistriani, N., Simarmata, J., Dewi, I. K., Hasdiana, S., & Irdawati, I. (2021). Studi Kelayakan Bisnis. Yayasan Kita Menulis. Google Scholar
Surya, A. (2021). Analisis faktor penghambat umkm di kecamatan cileungsi. Jurnal Ekobis: Ekonomi Bisnis & Manajemen, 11(2), 342�350. Google Scholar
Tristanto, A. W., & Wardana, L. W. (2018). Analisis Entrepreneurial Leadership dan Hambatan Pertumbuhan Usaha di UMKM Pengolahan Tahu �RDS� Singosari Malang. Jurnal Ekonomi Pendidikan Dan Kewirausahaan, 6(1), 95�104. Google Scholar
Wahyuni, Y. (2014). Keputusan Pembelanjaan pada Usaha Mikro dan Kecil pada Sektor Makanan dan Minuman di Desa Mulyoagung Dau. University of Muhammadiyah Malang. Google Scholar
|
Dewi Nurjannah , Sudarmiatin, Agus Hermawan (2021).
|
|
|
First publication right :
This article is licensed under: |
|
��������������������������������