Jurnal Syntax Transformation

Vol. 2 No. 12, Desember 2021

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

PERAN ORANGTUA DALAM MENDAMPINGI PEMBELAJARAN SISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19

 

Nurfadlilah Muhyi

Prodi Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana, Universitas Hasyim Asy�ari

Jombang, Jawa Timur, Indonesia.

Email: [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

13 November 2021

Direvisi

6 Desember 2021

Disetujui

15 Desember 2021

Peran orangtua sangatlah di butuhkan dalam proses pembelajaran siswa selama belajar dari rumah, peran orangtua tersebut sangatlah di perlukan terutama dalam mendampingi pembelajaran siswa. Perlunya perhatian lebih dari orang tua untuk mengarahkan anak dalam belajar. Disebabkan adanya pandemi yang sedang mewabah mengakibatkan siswa tidak bisa belajar di sekolah bersama guru seperti biasanya. Penelitian ini untuk mengetahui peran orangtua dalam mendampingi pembelajaran siswa pada masa pandemi covid 19 di SDN Kwaron 2. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis, data yang diperoleh data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan: data reduction, data display, data verification. Untuk pengecekan keabsahan data dengan cara: (1) kredibilitas yang terdiri : a. perpanjangan keikutsertaan, b. ketekunan pengamatan, c. trianggulasi, (2) transferability, (3) dependability, (4) konfirmability. Hasil penelitian ini adalah orangtua dapat mendampingi pembelajaran siswa di rumah dengan baik dan disesuaikan dengan kesibukan orangtua untuk mengembangkan dan mengsukseskan pendidikan siswa.

 

ABSTRACT

The role of parents is needed in the learning process of students while studying from home, the role of parents is very much needed, especially in accompanying student learning. Because the need for more attention from parents to direct children in learning. Due to the current pandemic, students cannot study at school with teachers as usual. This study was to determine the role of parents in assisting student learning during the COVID-19 pandemic at SDN Kwaron 2. By using phenomenological qualitative research methods, the data obtained were using observation, interview, and documentation. For data analysis techniques using: data reduction, data display, data verification. To check the validity of the data by: (1) credibility: a. participation extension, b. persistence of observation, c. triangulation, (2) transferability, (3) dependability, (4) confirmability. The results of this study are parents can assist students' learning at home properly and are adjusted to the busyness of parents to develop and succeed in student education.

Kata Kunci:

Peran orang tua, pembelajaran siswa, pandemic covid-19

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

Role of parents, student learning, pandemic covid-19



 

 

 

 

Pendahuluan

Pendidikan merupakan aspek terpenting dan paling utama dalam kehidupan manusia. Dengan pendidikan menciptakan karakter yang baik pada setiap manusia (Wardi, 2012). Dalam proses pendidikan ini dilaksnakan dilingkup formal maupun non formal. Secara formal berarti proses belajar terjadi dilingkup sekolahan sedangkan non formal terjadi dilingkungan keluarga dan masyarakat (Muchtar & Suryani, 2019).

Saat ini negara kita dihebohkan dengan adanya penyakit yang mewabah diseluruh dunia yaitu covid 19. Virus ini mengakibatkan tingkat kematian yang begitu tinggi sehingga pemerintah mengambil keputusan untuk pelakukan pembatasaan kegiatan masyarakat secara besar. Hal ini mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat di Indonesia. Pemerintah menganjurkan masyarakat untuk tidak keluar rumah (Muchtar & Suryani, 2019).

Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 untuk memutus merebaknya virus Covid-19� salah satunya dengan mengalihkan pembelajaran yang tadinya di sekolah berpindah ke rumah masing-masing. Berdasarkan kebijakan pemerintah para siswa diarahkan untuk belajar dari rumah, dan para pekerja serta pegawai diinstruksikan untuk bekerja dari rumah. Hal ini ditujukan untuk mencegah penyebaran dan banyaknya orang yang terinfeksi (Ri et al., 2020).

Keadaan pandemi ini telah kegiatan belajar berubah yang seharusnya belajar di sekolah menjadi� pembelajaran dari jauh yang biasa disebut dengan pembelajaran� daring (Atsani, 2020). Terbatasnya� pemahaman tentang media teknologi menjadikan salah satu terkendalanya dalam sistem belajar ini. Terutamanya bagi para orangtua �pada keadaan seperti ini diminta untuk mendampingi siswa� belajar menggunakan teknologi dan internet. Para wali siswa yang sudah biasa dalam memakai teknologi tidaklah menjadi problem, namun untuk para wali yang tidak tahu dan awam dengan penggunaan dan pemanfaatan alat teknologi menjadikan ancaman dan kekhawatiran dalam keadaan seperti ini untuk mendampingi putra-putrinya belajar.

Kebijakan baru yang beredar ini mendesak guru dan para siswa untuk� mengajar dan belajar dari rumah, mulai dari sekolah dasar hingga dengan sekolah tinggi (Kemdikbud, 2020). Kebijakan ini tidaklah hanya berpengaruh pada murid dan juga guru selama belajar dari rumah, tapi juga tentang pentingnya peranan orangtua pada� aktualisasi BDR. Selain beradaptasi dengan kebiasaan baru seperti bekerja dari rumah. Orangtua pada waktu yang sama juga diminta untuk mendampingi anaknya belajar selama masa pandemi. Orangtua dan juga guru merupakan peranan yang berbeda.

Peranan orangtua siswa dalam sistem pembelajaran dari rumah sangatlah penting dan utama. Kita ketahui jikalau para tenaga kesehatan sebagai barisan utama dalam menanggulangi virus Covid-19, oleh karena itu para ayahanda dan ibu bertugas sebagai barisan utama dalam mendampingi dan mendidik para siswa di rumah. Mengingat betapa pentingnya peran orangtua dalam pembelajaran para siswa di rumah, dari beberapa riset yang telah dilakukan menunjukkan bahwa orangtua begitu mempunyai peranan besar kepada buah hatinya pada lingkungan pendidikan (Kurniati et al., 2020).

Lalu dalam membimbing anak belajar di rumah pastilah banyak sekali problem yang terjadi. Sebagai orangtua yang juga bekerja. Apalagi jika keterbatasan orangtua baik dari segi ekonomi maupun intelektual. Secara umum, orangtua yang pernah menempuh jenjang pendidikan tinggi akan berbeda dengan orang yang pernah menempuh pendidikan lebih rendah atau dengan orangtua yang tidak bersekolah sama sekali, dalam melakukan kewajibannya sebagai orangtua terhadap putra-putrinya (Alfin Amelia, 2021).

Permasalahan yang terjadi diantaranya� banyak orangtua siswa yang mengeluhkan dirinya keteteran. Selama ini orangtua memberikan tanggung jawab pendidikan anaknya kepada guru sekolah. Dikarenakan melihat kondisi sekarang orangtua memiliki peran ganda dalam proses pembelajaran di rumah. Selain tanggung jawab mendidik anak, orangtua dituntut mendampingi anak belajar daring di rumah sebagai ganti pembelajaran tatap muka. Dalam kondisi seperti saat ini, disadari atau tidak, para orangtua menjalankan peran ganda pendidikan. Pertama, peran utama Orangtua. Secara universal, para orangtua dituntut memikirkan dan merealisasikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. Kewajiban ini melekat pada setiap individu orangtua. Sebab hadirnya buah hati adalah sebagai penerus harapan dan masa depan keluarga dan juga peradaban sebuah bangsa. Maka jelaslah orangtua harus memastikan, melalui teladan, anaknya menjadi baik dari sisi kepribadian, keilmuan dan juga masa depan. Kedua, peran tambahan orangtua. Peran tambahan ini muncul seiring pembatasan sosial. Belajar dan bekerja di rumah menjadi solusi yang tak terelakkan. Partisipasi orangtua diperlukan dalam proses sekolah online. Pendek kata orangtua adalah guru, mewakili sekolah, di rumah. Di mana mereka berperan mengadministrasikan pembelajaran dari tahap anak mengerjakan tugas, melaporkan tugas, hingga mengerjakan ujian daring .

Selain dengan pemahaman orangtua dalam mendampingi siswa� belajar juga berpengaruh pada ketersediaan waktu orangtua dalam mendidik anak-anak, kebanyakan waktu yang tersedia memiliki keterkaitan dengan pekerjaan orangtua. Setiap orang memiliki kegiatan dan profesi yang berbeda dan tidaklah sama, sehingga ada wali yang bisa meluangkan waktunya sebaik mungkin, ada juga yang sibuk dan diburu-buru waktu.

 

Metode Penelitian

��������� Penelitian ini adalah penelitian yang dilaksanakan di lapangan dengan memakai pendekatan fenomenologi dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif (Gunawan, 2016). �Dengan menggunakan pendekatan ini peneliti bermaksud untuk mendapat pemahaman secara lebih mendalam mengenai peran orangtua dalam mendampingi anak belajar pada masa pandemi covid 19.

Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data menggunakan: data reduction, data display, data verification. Untuk pengecekan keabsahan data dengan cara: (1) kredibilitas yang terdiri dari a. perpanjangan keikutsertaan, b. ketekunan pengamatan, c. trianggulasi, (2) transferability, (3) dependability, (4) konfirmability (Darmalaksana, 2020).

 

Hasil dan Pembahasan

Setiap sekolah pastilah menerapkan sistem pembelajaran masing-masing sesuai dengan kebijakan yang diterapkan di instansi tersebut. Sistem pembelajaran merupakan suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik untuk mengembangkan kreativitas berpikir dalam suatu proses pembelajaran yang nantinya akan membawa hasil yang diinginkan. Pada masa pandemi covid 19 ini semuanya menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh berbasis online, baik itu menggunakan whatsapp, google classroom, meet ataupun zoom meeting. Hasil dari deskripsi data menunjukan bahwa sistem pembelajaran yang digunakan di SDN Kwaron 2 pada masa pandemi covid 19 ini menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh dengan metode daring menggunakan media aplikasi whatsapp. Seperti yang tertera dalam UU Sindiknas No 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa, pembelajaran jarak jauh adalah pembelajaran yang dalam proses pelaksanaanya perserta didik terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi dan media lain.

Pada pembelajaran yang dilakukan melalui teknologi biasa di sebut dengan metode pembelajaran daring yang merupakan pembelajaran yang dilakukan secara online, menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring social (kemdikbud, 2003). Sama halnya yang digunakan di SDN Kwaron 2 selama pandemi covid 19 melakukan pembelajaran menggunakan jejaringan sosial dikarenakan tidak dapat belajar bersama dengan para siswa di sekolah. Dalam menyampaikan materi guru menggunakan media whatsapp dengan membagikan link ataupun juga berupa gambar dan juga video yang dibagiakan via pesan. Dengan menggunakan whatsapp juga para guru mengontrol pekerjaan siswa dari jauh. Para siswa mengumpulkan tugas dengan beberapa macam bentuk tugas, baik foto maupun video.

Para guru �di SDN Kwaron 2 menggunakan media� berupa whatsapp disesuaikan dengan kemampuan siswa dan orangtua siswa dalam menggunakan teknologi.� Karena untuk menggunakan aplikasi lainnya perlu adanya sosialisasi terlebih dahulu menggenai aplikasi yang akan digunakan.

Namun dengan adanya pembelajaran jarak jauh pastinya memiliki dampak pada hasil pembelajaran siswa. Para guru di SDN Kwaron 2 mengungkapkan bahwa pada masa pandemi ini para siswa melaksanakan pembelajaran jarak jauh namun membuat nilai para siswa menurun. Karena dalam pembelajaran jarak jauh siswa tidak dapat memahami dengan baik materi yang diberikan oleh guru. Dan karena terkadang orangtua juga tidak bisa memahami materi yang di berikan oleh guru sehingga tidak dapat membantu anaknya memahami pelajaran. Guru tidak bisa membimbing dan mengarahkan siswa secara langsung dalam belajar. seperti yang di sampaikan oleh bapak Purwanto, jika anak-anak di rumah melakukan kesalahan dalam pembelajaran guru tidak bisa secara langsung membenarkan. Karena menurunnya hasil belajar siswa ini menimbulkan kekhawatiran yang begitu besar bagi para guru di SDN Kwaron 2.

Dengan demikian guru melakukan beberapa upaya untuk meminimalisir dampak penurunan nilai pada siswa. Upaya yang dilakukan pun bermacam-macam, hal ini dimaksudkan juga agar para siswa tetap bersemangat dalam belajar sehingga dapat menerima pelajaran dengan baik. Salah satunya dengan melakukan home visit dari rumah kerumah agar guru bisa menanyakan kesulitan dalam pembelajaran dan pelajaran yang tidak difahami, memberikan referensi dari internet ataupun dari youtube dan lainnya seperti halnya menggunakan media pemeblajaran yang menarik seperti google meet maupun classrooom. Ada juga guru yang melaksanakan tatap muka dengan waktu yang singkat untuk membenahi kekurangan-kekurangan selama pembelajaran jarak jauh.

Dapat disimpulkan bahwa sistem pembelajaran yang digunakan di SDN Kwaron 2 yaitu menggunakan pembelajaran jarak jauh dengan metode daring menggunakan media whatsapp. Dengan adanya pembelajaran jarak jauh menimbulkan dampak menurunnya hasil belajar siswa. Maka dari itu para guru berupaya meminimalisir penurunan nilai siswa dengan berbagai cara diantaranya :

1.    Melakukan home visit

2.    Memberikan referensi lain dan juga,

3.    Melaksanakan tatap muka dengan waktu yang singkat

4.    Menggunakan media yang pembelajaran yang menarik untuk memperbaiki dan memotivasi kembali semangat siswa dalam belajar.

Orangtua sangatlah berperan dalam segala hal terkait putra-putrinya. Dalam menyongsong cita-cita para siswa, pendampingan orangtua sangatlah dibutuhkan. Orangtua adalah pendidik pertama bagi anak-anak mereka, karena dari merekalah anak-anak mulai menerima pendidikan. Dengan demikian bentuk pertama pendidikan anak terdapat dalam kehidupan keluarga (Daradjat, 2017).

Dikaitkan dengan ungkapan menurut Imam Bernadib orangtua adalah pendidik utama atau primer. Karena dengan kesadaran yang mendalam serta didasari rasa cinta dan kasih sayang yang mendalam pula orangtua mengasuh atau mendidik anaknya dengan penuh tanggung jawab dan kesabaran, lagi pula sebagian besar waktu anak-anak adalah bersama dengan orangtuanya (Barnadib, 1982).

Seperti yang di sampaikan oleh beberapa narasumber bahwa peran orangtua sangatlah penting dalam mendampingi pembelajaran siswa, terutama dimasa pandemi ini. Peran orangtua sangatlah penting dalam pendidikan, karena pendidikan dan pembimbingan orangtua harus dilakukan dalam mendampingi� sang anak dari baru lahir hingga beranjak dewasa dikarenakan pada masa ini anak-anak terkadang belum mempunyai kesadaran untuk belajar sendiri. Seperti yang di sampaikan oleh ibu Ainul Fatroh bahwa dimasa pertumbahan anak saat ini anak belum memiliki kesadaran sendiri untuk belajar, sehingga butuh seseorang yang mengingatkan dan mengarahkan anak serta mendampingi proses belajar sang anak tentunya ini merupakan tugas orangtua.

Peran orangtua sangat diperlukan seperti dalam hal mengajari dan mendampingi siswa belajar, memberikan suasana nyaman supaya siswa dapat dalam fokus belajar, memberikan dorongan kepada siswa supaya bersemangat dan mau belajar, memberikan fasilitas yang diperlukan untuk belajar, mengarahkan anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh masing-masing anak.

Peran orangtua dalam pendidikan anak-anaknya tersirat dalam Q.S At Tahrim: 6

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُعَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Artinya: �Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.� (Kementrian Agama RI, 2019)

Tugas orangtua agar memelihara keluarganya dengan baik salah satunya menghindari kebodohan dengan mengutakamakan pendidikan. Berdasarkan �hasil deskripsi data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa peran orangtua dalam mendampingi pembelajaran siswa diantaranya peran orangtua� sebagai guru.

Orangtua berperan sebagai guru selama mendampingi siswa belajar dirumah dengan cara membantu siswa dalam memahami materi pelajaran yang diberikan oleh guru dari sekolah (Cahyati & Kusumah, 2020). Ungkapan ini selaras dengan hasil penelitiaan para orangtua memberikan tambahan pengetahuan dan juga mengajari pelajaran yang di berikan guru dari sekolah. Dengan demikian menunjukkan bahwa orangtua juga berperan sebagai guru dalam mendampingi siswa belajar.� hal ini pun berkaitan dengan ungkapan Hartati bahwa, peran sebagai pendidik, orangtua perlu menanamkan kepada anak-anak arti penting pendidikan dan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan dari sekolah (Samsudin, 2019). Dan juga orangtua memberikan pemahaman-pemahaman pengetahuan lainnya yang diperlukan untuk perkembangan pengetahuan siswa. Orangtua membimbing anaknya dalam belajar juga mengajari hal-hal yang perlu diajarkan kepada anaknya (Cahyati & Kusumah, 2020)

Selain peran orangtua sebagai guru, orangtua pun juga berperan sebagai fasilitator yang memenuhi segala fasilitas yang diperlukan anak untuk belajar baik sarana maupun prasarana �Hasil penelitian menunjukkan orangtua juga memberikan fasilitas yang di butuhkan oleh anak untuk belajar sehingga kebutuhan bagi anak untuk mencapai cita-citanya pun terpenuhi. Seperti memenuhi keperluan sekolah dan mengikut sertakan bimbingan belajar ketika hal itu dirasakan perlu bagi anak (Naim, 2016). �Membelikan buku-buku dan memberikan kenyamanan dirumah sehingga anak dapat fokus dalam belajar. Pada pembelajaran daring pastinya memerlukan internet sehingga orangtua juga harus menyedikan smartphone �dan juga kuota untuk keperluan siswa belajar selama pandemi ini.

Kemudian peran orangtua sebagai motivator. Orangtua perlu memotivasi siswa agar giat dalam belajarnya, dan setiap orangtua pastilah memiliki caranya tersendiri untuk memotivasi putra putrinya. Beberapa orangtua wali murid di SDN Kwaron 2 memotivasi siswa dengan cara memberikan reward berupa memperbolehkan siswa bermain handphone sesudah belajar ataupun memberikan hadiah berupa uang. Selain itu juga ada orangtua yang hanya memberikan pengertian dan mengingatkan akan pentingnya belajar agar siswa semangat dalam melaksanakan pembelajaran selama pandemi.

Orangtua juga berperan sebagai pengaruh kepada anak, yang dapat mempengaruhi dalam mengarahkan sang anak untuk mencapai dan mewujudkan cita-cita yang diimpikan. Dalam hal ini dimaksudkan� orangtua memberikan keleluasaan kepada anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya dalam hal belajar.

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa sangatlah penting peran orangtua dalam mendampingi siswa belajar selama masa pandemi. Beberapa peran orangtua dalam mendampingi siswa belajar yaitu: peran orangtua sebagai guru, peran orangtua sebagai fasilitator, peran orangtua sebagai motivator, dan juga peran orangtua sebagai pengaruh.

Dalam mendampingi pembelajaran siswa pastilah terdapat faktor-faktor yang dapat mendukung dan menghambat orangtua dalam mendampingi siswa belajar. Dikaitkan dengan ungkapan Cahyati dikutip dari Valeza beberapa hal-hal tersebut yang akan mempengaruhi dalam pelaksanaan pendampingan orangtua kepada siswa. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan beberapa data-data yang telah diperoleh peneliti menyimpulkan, beberapa hal yang menjadi faktor pendukung dan penghambat orangtua dalam mendampingi siswa belajar di masa pandemi covid 19 di SDN Kwaron 2 yaitu :

1.    Hal-hal Pendukung

Ada beberapa hal-hal yang dapat menjadi pendukung peran orangtua dalam mendampingi pembelajaran siswa di SDN Kwaron 2 diantaranya:

a.     Bagi orangtua yang tidak bekerja bisa sepenuhnya mendampingi anak belajar . Karena orangtua yang tidak bekerja seperti halnya ibu rumah tangga ini bisa lebih meluangkan waktu untuk mendampingi anak dalam belajar. Memberikan perhatian yang lebih agar anak dapat semangat dalam belajar.

b.    Adanya kesadaran orangtua atas pentingnya pendidikan bagi anak untuk kesuksesan putra putrinya. Sehingga orangtua selalu mengutamakan pendidikan anaknya dan mendampingi dalam belajar. karena jika orangtua yang kurang menyadari akan pentingnya pendidikan tidak akan begitu memperhatikan bagaimana perkembangan anak dalam belajar dan tidak mendampingi anak untuk belajar.

c.     Orangtua bisa memenuhi kebutuhan siswa baik sarana maupun prasarana untuk belajar siswa. Baik smartphone, kuota dan juga kebutuhan yang lain seperti buku dan peralatan tulis. Ketika orangtua bisa memenuhi kebutukan dan keperluan anak dengan baik merupakan pendukung dari pembelajaran anak.

d.    Orangtua melek akan teknologi, bisa menggunakan smartphone dan juga bisa menggunakan internet. Orangtua yang melek dengan teknologi akan dengan mudah mendampingi siswa belajar selama pembelajajran daring. Karena dapat mengikuti alur pembelajaran dengan baik.

2.    Hal-hal Penghambat

Yang merupakan hal-hal yang menjadi penghambat peran orangtua dalam mendampingi pembelajaran siswa di SDN Kwaron 2 diantaranya:

a.     Siswa sulit untuk diajak belajar dan menunda-nunda waktu belajar. orangtua banyak yang mengeluhkan tentang anaknya yang sulit untuk di ajak belajar ini dapat menghambat orangtua untuk melakukan kegiatan yang lain selain mendampingi anaknya untuk belajar

b.    Terbatasnya pendidikan orangtua siswa yang menyebabkan kurang maksimalnya perhatian mereka kepada putra-putrinya dalam mendampingi pembelajaran siswa di masa pandemi. Pada umumnya, orangtua yang berpendidikan tinggi berbeda dengan orangtua yang berpendidikan rendah atau dengan orangtua yang tidak berpendidikan sama sekali, dalam melaksanakan kewajibannya terhadap anaknya, sebab orangtua yang tinggi pendidikannya tentu luas pengetahuan, pengalaman, dan pandangannya.� Karena biasanya orangtua yang kurang dalam pengetahuannya kesulitan dalam mengajari anak pelajaran yang di berikan guru.

c.     Terbatasnya waktu orangtua untuk mendampingi dan memperhatikan anak karena sibuk bekerja. Waktu dan kesempatan orangtua untuk mendidik anak-anaknya, biasanya mempunyai keterkaitan dengan pekerjaan orangtua. Orangtua mempunyai pekerjaan yang berbeda-beda, sehingga ada orangtua yang dapat membagi waktu dengan baik dan ada pula yang selalu merasa dikejar-kejar waktu. Sesibuk apapun orangtua dengan berbagai kegiatan mereka, semestinya tetap meluangkan waktu untuk dapat berkomunikasi dan memberikan bimbingan dalam berbagai hal, terutama sekali dalam bimbingan belajar di rumah. Orangtua yang bersedia meluangkan waktunya untuk selalu mendampingi anak-anaknya. Pada waktu yang demikian kepada mereka diberikan bimbingan, pengarahan, dan nasehat yang bertujuan supaya mereka meningkatkan kegairahan dan cara belajarnya di sekolah, karena baik buruknya prestasi yang dicapai oleh anak di sekolah akan memberikan pengaruh kepadanya dalam perkembangan pendidikan dan kehidupannya buat selanjutnya. Jikalau orangtua tidak bisa meluangkan waktu untuk mendampingi anak dalam belajar menimbulkan anak malas untuk belajar.

d.    Terbatasnya kemampuan orangtua dalam hal ekonomi sehingga tidak bisa maksimal memenuhi fasilitas yang diperlukan anak dalam belajar. Keadaan ekonomi orangtua sangat mempengaruhi keberadaan bimbingan terhadap anak-anaknya. Sekalipun hal tersebut tidak dapat diberlakukan kepada semua orangtua. Tetapi, pada umumnya orangtuayang mempunyai ekonomi mapan akan lebih banyak memperhatikan dan membimbing anaknya dalam belajar. Hal tersebut memungkinkan orangtua yang bersangkutan memenuhi fasilitas belajar yang dibutuhkan oleh anak-anaknya dalam belajar. Di samping itu, ekonomi yang mapan memungkinkan orangtua untuk berkonsentrasi dalam memberikan bimbingan terhadap anak-anaknya dalam belajar, karena tidak perlu merasa terganggu oleh adanya desakan untuk mencari nafkah/bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

 

Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitan yang telah diuraikan dapatlah disimpulkan bahwa sistem pembelajaran yang digunakan di SDN Kwaron 2 selama pandemi covid 19 ini yaitu pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan sistem pembelajaran daring menggunakan media whatsapp. Dengan adanya pembelajaran jarak jauh menimbulkan dampak menurunnya hasil belajar siswa. Maka dari itu para guru berupaya meminimalisir penurunan nilai siswa dengan berbagai cara memberikan referensi lain, melakukan home visit serta menggunakan media pembelajaran yang manarik dan juga melaksanakan tatap muka dengan waktu yang singkat untuk memperbaiki dan memotivasi kembali semangat siswa dalam belajar.

Peran orangtua dalam mendampingi siswa belajar dimasa pandemi ini sangatlah penting, karena siswa perlulah pendampingan dan juga perhatian lebih agar dapat belajar dengan baik. Peran orangtua dalam mendampingi siswa belajar di SDN Kwaron 2. Peran orangtua sebagai guru, peran orangtua sebagai fasilitator.

 

Bibliografi

 

Alfin Amelia, Z. Z. (2021). Peran Dan Tugas Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Belajar Di Rumah Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Pelindung Jaya Kecamatan Gunung Pelindung Kabupaten Lampung Timur. Iain Purwokerto.Google Scholar

Atsani, K. H. L. G. M. Z. (2020). Transformasi Media Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19. Al-Hikmah: Jurnal Studi Islam, 1(1), 82�93. Google Scholar

Barnadib, S. I. (1982). Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis. Google Scholar

Cahyati, N., & Kusumah, R. (2020). Peran Orang Tua Dalam Menerapkan Pembelajaran Di Rumah Saat Pandemi Covid 19. Jurnal Golden Age, 4(01), 152�159. Google Scholar

Daradjat, Z. (2017). Ilmu Pendidikan Islam. Google Scholar

Darmalaksana, W. (2020). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka Dan Studi Lapangan. Pre-Print Digital Library Uin Sunan Gunung Djati Bandung. Google Scholar

Gunawan, I. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif. Retrieved June, 7, 2017. Google Scholar

Kemdikbud. (2003). Uu Sidiknas Uuri Nomer 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab 1 Pasal 1 No. 15. Google Scholar

Kemdikbud. (2020). Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Dan Tahun Akademik Baru Di Masa Covid-19. Google Scholar

Kementrian Agama Ri. (2019). Al-Qur�an Dan Tajwid. Google Scholar

Kurniati, E., Alfaeni, D. K. N., & Andriani, F. (2020). Analisis Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 241�256. Google Scholar

Muchtar, D., & Suryani, A. (2019). Pendidikan Karakter Menurut Kemendikbud. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 3(2), 50�57. Google Scholar

Naim, N. (2016). Dasar-Dasar Komunikasi Pendidikan. Google Scholar

Ri, B. K. D., Lt, G. N. I., & Subroto, J. J. G. (2020). Tantangan Pelaksanaan Kebijakan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Covid-19. Google Scholar

Samsudin, S. (2019). Pentingnya Peran Orangtua Dalam Membentuk Kepribadian Anak. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 1(2), 50�61. Google Scholar

Wardi, M. (2012). Penerapan Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Perubahan Sosial Remaja. Tadris: Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 31�44. Google Scholar


Copyright holder :

Nurfadlilah Muhyi (2021).

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: