|
Jurnal Syntax Transformation |
Vol. 2 No. 12, Desember 2021 |
|
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial Sains |
RISIKO OPERASIONAL PADA PENGEMBANGAN UNIT CABIN HOSTEL DI �INAP AT CAPSULE HOSTEL � JAKARTA
Steven Messakh
Universitas Kristen Indonesia Jakarta, �Indonesia
Email: [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 10 November 2021 Direvisi 6 Desember 2021 Disetujui 10 Desember 2021 |
Pembangunan unit cabin Inap At Capsule di Jakarta dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi proses bisnis, menghitung besarnya risiko, dan menetapkan mitigasi risiko pada pengembangan unit cabin hostel di Inap At �Capsule Hostel � Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan non-probability sampling, �. Hasil penelitian ini diantaranya, proses bisnis pengembangan unit cabin hostel inap at capsule ada tiga tahap, tahap perencanaan, tahap perancangan, dan tahap pelaksanaan. Ketiga risiko terbesar diperoleh, Ruang Lingkup Pekerjaan Proyek Tidak Jelas, Tidak mendapat izin mendirikan bangunan, dan rancangan desain pembangunan tidak sesuai. Untuk risiko ruang lingkup pekerjaan proyek tidak jelas, mitigasinya yaitu proyek dikerjakan dengan mempertimbangkan beban; dana; dan waktu yang dimiliki, mengecek kembali terkait kepastian proyek kepada pihak kontraktor terkait. Untuk risiko tidak mendapatkan izin mendirikan bangunan, mitigasinya yaitu memastikan setiap dokumen persyaratan yang diperlukan dalam pembuatan IMB, tidak melakukan pembangunan secara tergesa-gesa, memperbaiki komunikasi internal dari struktur organisasi secara vertikal, dan melakukan follow up secara berkala terkait izin kepada instansi terkait. Untuk risiko rancangan desain yang tidak sesuai, mitigasinya yaitu konsultasi kepada orang yang ahli bidang desain pembangunan, menggunakan desain sesuai kebutuhan, memastikan kembali desain yang digunakan sudah cocok dengan kondisi lapangan, tidak melakukan konsultasi desain sebelum memastikan persetujuan desain.
ABSTRACT Construction of the Inap At Capsule cabin unit in Jakarta in an effort to improve service quality. The purpose of this study is to identify business processes, calculate the magnitude of risk, and determine risk mitigation in the development� of� cabin� hostel� units� at� Inap� At Capsule� Hostel� �� Jakarta.� The� research� method� is quantitative. The results of this study include, the business process of developing cabin hostel units at capsules, there are three stages, the planning stage, the design stage, and the implementation stage. The three biggest risks are obtained, the scope of project work is unclear, does not get a building permit, and the development design is not appropriate. For the risk that the scope of project work is not clear, the mitigation is that the project is carried out by considering the load; fund; and time available, re- checking the project certainty to the relevant contractor. For the risk of not getting a building permit, the mitigation is to ensure that every required document is required in the manufacture of IMB, not to carry out construction in a hurry, to improve internal communication from the vertical organizational structure, and to carry out regular follow-up regarding permits to the relevant agencies. For the risk of design design that is not suitable, the mitigation is consulting with people who are experts in the field of development design, using the design as needed, making sure the design used is in accordance with field conditions, not conducting design consultations before ensuring design approval. |
|
Kata Kunci: Risiko, Mitigasi, Penilaian
Keywords: Risk, Mitigation, Assessment |
Pendahuluan
Setiap aktivitas kehidupan manusia selalu akan menimbulkan risiko. Risiko muncul karena ada kondisi ketidakpastian, karena itu tidak ada kegiatan yang bebas dari risiko, sehingga pola pikir bahwa segala sesuatu yang terjadi sesuai dengan rencana (AGAP atau All Goes According to Plan) harus diubah dengan pola pendekatan WHIf Analysis (What Happens If) yaitu pola pendekatan dengan mempertanyakan apa yang terjadi bila sesuatu tidak sesuai dengan rencana (Flanagan, 1993).
Pembangunan unit cabin Inap At Capsule di Jakarta dalam upaya pengembangan guna meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing nya proyek ini mengalami beberapa risiko yang tidak di inginkan pihak manajemen perusahaan sehingga membuat tujuan menjadi tidak sesuai. Urgensi pengembangan unit capsule ini berdasarkan hasil survei pelanggan dan form keluhan pelanggan yang dimiliki oleh pihak manajemen dalam upaya memuaskan pelanggan dan meningkatkan income hostel secara sutainable.
Era globalisasi pada saat ini, sangat mudah masyarakat internasional dalam bermobilisasi ke penjuru dunia, salah satunya adalah untuk tujuan pariwisata (Hariansyah, 2018). Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata serta usaha�usaha yang terkait di bidang tersebut lalu usaha pariwisata sendiri adalah kegiatan yang memiliki tujuan dalam menyelenggarakan jasa pariwisata atau menyediakan atau mengusahakan objek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait dibidang tersebut (Sulastiyono, 2006).
Berbicara mengenai kepariwisataan maka topik ini tidak terlepas dari destinasi tempat penginapan seperti layanan penginapan seperti hotel. Hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang melakukan perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus (Sulastiyono, 2011). Dalam era industrialisasi yang semakin kompetitif, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam dunia industri akan memberikan perhatian penuh pada kualitas. Perhatian penuh pada kualitas akan memberikan dampak positif kepada bisnis melalui dua cara, yaitu dampak terhadap biaya produksi dan dampak terhadap pendapatan. Sisi yang ditinjau dari hal ini yaitu risiko operasional yang muncul dalam pengembangan unit cabin hostel Inap At Capsule � Jakarta guna dapat bersaing secara sustainable kedepannya melalui pengembangan ini di tengah era persaingan bisnis pada saat ini.
Berdasarkan hal tersebut para pelaku bisnis berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik untuk menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara, selain itu perhotelan merupakan bidang dimana yang membutuhkan manajemen relevan dan terorganisir untuk memberikan pengaruh tingkat hunian yang dimana akan berdampak pada kemajuan bisnis perhotelan tersebut. Oleh karena itu, tempat yang bersih, nyaman, dan aman adalah menjadi hal yang dibutuhkan oleh konsumen. Adalah menjadi hal wajib bagi pihak hotel untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada setiap konsumennya. Setiap konsumen pastinya menginginkan yang terbaik dalam setiap jasa yang ia beli karena itu adalah menjadi haknya. Setiap konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan, informasi yang benar dan jujur dan perlakuan atau pelayanan secara benar atas apa yang ia beli (Arifin, 2007).
Upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen wisatawan dari luar negeri maupun dalam negeri mendorong pelaku usaha perhotelan untuk terus berekspansi (Revida et al., 2020). Pembangunan hotel berbintang dan hotel backpacker harus berjalan seiring dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan wisatawan. INAP at Capsule merupakan hotel backpacker atau biasa disebut hostel. Secara design hostel adalah konsep penginapan berbentuk dormitory atau asrama. Sebagai hostel ternama di Bandung dan Jakarta INAP at Capsule perlu meningkatkan fasilitasnya (Benedicta, 2016). Fasilitas yang dimaksud adalah segala hal yang merupakan sarana pokok dan penunjang kemudahan dan kenyamanan yang secara sengaja disediakan oleh pihak hostel untuk dipakai, dimanfaatkan, dinikmati oleh tamu selama ia tinggal di hostel. Pembangunan pengembangan akomodasi yang sudah ada menjadi alternatif yang sangat memungkinkan untuk dipilih. Dalam memenuhi permintaan pada musim tamu (Sari, 2019).
INAP at Capsule Hostel memandang dalam pengembangan unit cabin hostel pada bangunan lama dan berjalan berdampingan dengan operasional hostel dikarenakan� pihak manajemen hostel tidak ingin kehilangan income. Dalam rangka mengefisiensi kamar-kamar hostel yang menganggur dan masih dapat digunakan �walaupun proses (SALSABILAH, 2019).
Pembangunan pengembangan pada hostel yang sedang beroperasi memiliki tantangan yang lebih besar karena di satu sisi melaksanakan pembangunan tetapi di sisi lain hostel juga harus tetap beroperasi tanpa penutupan (Suwardono, 2015). Memadukan keduanya tentu tidak mudah. Akses jalan masuk, penempatan material, kebisingan, debu, bau, keamanan tamu dan staff hostel, jam kerja, demonstrasi dan sebagainya harus diperhitungkan dengan cermat. Sampai saat ini INAP Capsule � Jakarta belum pernah melakukan melakukan identifikasi risiko dan manajemen risiko untuk mengatasi risiko- risiko yang mungkin terjadi di dalam perusahaan. Masalah risiko yg muncul dari segi perencanaan, proyek, manusia, teknis, pemasaran, dan lingkungan disadari pihak INAP Capsule � Jakarta dikarenakan telah terjadi beberapa kejadian yang berhubungan dengan operasional perusahaan yang tidak diduga sebelumnya dan merugikan pihak perusahaan sebagai contoh pada faktor pemasaran risiko yang ditimbulkan akibat pengambangan unit cabin hostel yang berjalan ini menjadikan harga sewa menurun dikarenakan konsumen cenderung tidak memilih hostel yang sedang terdapat proyek karena dapat mengganggu kenyamanan pelanggan sehingga pihak manajemen terpaksa menurunkan harga sewa guna menarik pelanggan dan tetap mendapatkan income.
Berdasarkan penjabaran tersebut tujuan penelitian ini dirancang untuk menyusun kerangka manajemen risiko untuk INAP Capsule Hostel - Jakarta. Proses perencanaan manajemen risiko melewati tahap identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, perlakuan risiko, pemantauan dan tinjauan. Dalam mengidentifikasi dan mengukur potensi risiko berfokus pada operasional yang ada pada INAP Capsule Hostel�Jakarta, dikarenakan risiko-risiko yang dihadapi dapat terlihat pada bagian opersional perusahaan.
Penelitian ini menganalisis risiko yang dihadapi INAP at Capsule dalam penambahan unit cabin yang dilaksanakan dalam kondisi hostel sedang beroperasi (Oktriana, 2016). Data primer diperoleh dengan pembuatan kuesioner dan data sekunder berasal dari jurnal, penelitian sejenis, studi literature dan data yang diperoleh dari pihak INAP at Capsule. Data yang diperoleh dari hasil kuesioner kemudian diproses dengan menentukan skala penilaian untuk mengetahui nilai kemungkinan dan besarnya pengaruh dari risiko tersebut. Selanjutnya dilakukan analisis tingkat penerimaan risiko (risk acceptability) yang tergantung pada nilai risiko yaitu hasil perkalian antara kemungkinan (likelihood) dengan kosekuensi (consequences) risiko. Risiko yang bersifat dominan (major risk) yaitu risiko dengan kategori tidak dapat diterima (unacceptable) dan tidak diharapkan (undesirable), selanjutnya dilakukan pengalokasian kepemilikan tanggung jawab risiko sehingga dapat dialokasikan secara transparan pihak mana yang dapat dimintai pertanggungjawaban terhadap proyek yang ditangani.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah badan usaha yang bergerak di bidang consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015-2019 (Gunawan, 2016). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan non-probability sampling, yaitu purposive sampling, dimana sampel yang digunakan ditentukan berdasarkan kriteria tertentu yaitu termasuk kedalam golongan perusahaan yang bergerak di bidang consumer goods sesuai dengan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Perusahaan harus memiliki laporan keuangan yang telah diaudit selama lima tahun berturut-turut, yaitu 2015-2019. Perusahaan yang memiliki laba positif selama lima tahun berturut-turut, yaitu dimulai dari tahun 2015 hingga tahun 2019. Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang memiliki data yang lengkap mengenai tanggal publikasi laporan keuangan, net income, harga tertinggi dan terendah saham, ask dan bid, pendapatan, kas operasi (APRILIA, 2021).
Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang berupa laporan keuangan tahunan perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015-2019 (Pratiwi, 2015). Selain itu juga dari website Yahoo Finance, website pefindo, website market risk premia. Sedangkan metode analisanya menggunakan uji statistik deskriptif dan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, dan uji multikolinearitas. Selain itu juga dilakukan uji koefisien determinasi untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Dan yang terakhir adalah uji hipotesis berupa uji statistik t, seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen, serta uji statistik f, seberapa jauh semua variabel independen yang dimaksud dalam penelitian mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen pengembangan sedang berjalan pihak hostel tetap membuka operasional hostel guna mendapatkan income sehingga pihak hostel tidak perlu melakukan pengurangan karyawan dikarenakan pada saat pandemi saat ini pihak perusahaan mengalami penurunan income yang signifikan.
Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian ini diantaranya Proses bisnis pada pengembangan unit cabin hostel inap at capsule terbagi menjadi tiga, yang pertama adalah tahap perencanaan, kedua tahap perancangan, dan yang ketiga adalah tahap pelaksanaan. Diantara ketiga proses bisnis tersebut terdapat 6 faktor yang menjadi sumber risiko yaitu perencanaan, proyek, manusia, teknis, pemasaran, dan lingkungan. Total jumlah risiko terdapat 13 risiko yaitu diantaranya, tidak mendapatkan izin mendirikan bangunan, rancangan desain pembangunan tidak sesuai, ruang lingkup pekerjaan proyek tidak jelas, bahan material tidak sesuai spesifikasi, kontraktor tidak berkompeten dalam melaksanakan pembangunan, tenaga kerja kurang, terjadi kecelakaan kerja, berkurangnya lahan parkir untuk tamu hotel, hotel menjadi kotor, tingkat okupansi menurun, sulit memasarkan hotel selama pembangunan, harga sewa kamar turun, dan lingkungan di sekitar hotel menjadi tercemar.

Gambar 1 Diagram fishbone Identifikasi Risiko Pengembangan Unit Cabin Inap At Capsule - Jakarta

Gambar 2 Heatmap Seluruh Risiko Pada Pengembangan Unit Cabin Hostel Inap At Capsule Jakarta Sebelum Mitigasi
Semua faktor risiko masuk kategori Undesirable sebelum tindakan mitigasi. Tindakan mitigasi yang dilakukan untuk meminimalisir risiko (Kumalasari, Magda, Subowo Subowo, 2014). Untuk risiko tidak mendapatkan izin mendirikan bangunan, maka mitigasi yang dilakukan yaitu membuat izin IMB, tidak melakukan pembangunan secara tergesa-gesa, memperbaiki komunikasi internal dari struktur organisasi secara vertikal, dan melakukan follow up secara berkala terkait izin kepada instansi terkait. Untuk risiko rancangan desain yang tidak sesuai, maka mitigasi yang dilakukan yaitu konsultasi kepada orang yang benar-benar ahli dalam bidang desain pembangunan tersebut, menggunakan pola desain sesuai kebutuhan, memastikan kembali desain yang digunakan sudah cocok dengan kondisi lapangan, tidak melakukan konsultasi desain sebelum memastikan persetujuan desain sudah disetujui oleh semua pihak terkait di Hostel. Untuk risiko ruang lingkup pekerjaan proyek tidak jelas, maka mitigasi yang dilakukan yaitu proyek dikerjakan dengan mempertimbangkan beban; dana; dan waktu yang dimiliki, mengecek kembali terkait kepastian proyek kepada pihak kontraktor terkait. Untuk risiko bahan material tidak sesuai spesifikasi, maka mitigasi yang dilakukan yaitu tidak tergiur bahan material murah namun tidak awet, melakukan pengecekan material. Untuk risiko kontraktor tidak berkompeten dalam melaksanakan pembangunan, maka mitigasi yang dilakukan yaitu memilih kontraktor yang terpercaya dan kredibel, melakukan pemeriksaan standarisasi kompetensi kontraktor. Untuk risiko tenaga kerja kurang, maka mitigasi yang dilakukan yaitu melakukan sistem kerja shifting yang flexible, melakukan pengecekan absensi terhadap karyawan yang lalai. Untuk risiko terjadi kecelakaan kerja, maka mitigasi yang dilakukan yaitu menerapkan dan mengedepankan K3 pada Hostel, melakukan penyuluhan K3 terhadap staff operasional. Untuk risiko berkurangnya lahan parkir untuk tamu hotel, maka mitigasi yang dilakukan yaitu melakukan peluasan area parkir pada lahan yang tidak terpakai milik INAP AT Capsule guna mengefisiensi lahan parkir, memperbaiki sistem parkir dengan melakukan teknik parkir paralel guna efisiensi lahan parkir. Untuk risiko hotel menjadi kotor, maka mitigasi yang dilakukan yaitu melakukan pemisahan area proyek dengan kamar hotel yang akan disewakan kepada pelanggan, tidak menaruh bahan material di dekat ruangan utama Hostel. Untuk risiko tingkat okupansi menurun, maka mitigasi yang dilakukan yaitu meningkatkan pelayanan dan kualitas Hostel, melakukan kerjasama ekspansi hunian pada unit cabang lain sehingga dapat meningkatkan okupansi. Untuk risiko sulit memasarkan hotel selama pembangunan, maka mitigasi yang dilakukan yaitu melakukan promosi dan diskon hunian, melakukan kerjasama dengan platform digital untuk dapat tetap melakukan pemasaran Hostel secara online. Untuk risiko harga sewa kamar turun, maka mitigasi yang dilakukan yaitu melakukan efisiensi biaya operasional, melakukan perawatan Hostel terhadap kerusakan kerusakan yang dapat meimbulkan kerugian minor secara berkelanjutan. Untuk risiko lingkungan di sekitar hotel menjadi tercemar, maka mitigasi yang dilakukan yaitu tidak sembarangan melakukan pembuangan limbah Hostel ke lingkungan, melakukan pengolahan air limbah dengan bahan kimiawi yang tepat sehingga limbah yang dibuang sudah sesuai standar Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Setelah tindakan mitigasi terjadi perubahan katagori keberterimaan risiko menjadi Acceptable, kecuali pada risiko 3 yaitu �Ruang lingkup pekerjaan proyek tidak jelas�

Gambar 3. Heatmap Seluruh Risiko Pada Pengembangan Unit Cabin Hostel Inap At Capsule Jakarta Setelah Mitigasi
Berdasarkan Gambar 3 dapat disimpulkan bahwa mitigasi risiko tingkat keberterimaan risiko menjadi lebih bisa diterima dengan bergesernya beberapa risiko ke arah Acceptable dimana sebelumnya seluruh risiko berada pada wilayah Undesirable, meskipun masih risiko yang masih masuk dalam kategori Undesirable yaitu pada risiko 3 hal ini disebabkan karena risiko memang bersifat tidak dapat dihilangkan dan memungkinkan ada risiko sisa yang tertinggal.
Kesimpulan
Hasil penelitian ini diantaranya, proses bisnis pengembangan unit cabin hostel inap at capsule ada tiga tahap, tahap perencanaan, tahap perancangan, dan tahap pelaksanaan. Ketiga risiko terbesar diperoleh, Ruang Lingkup Pekerjaan Proyek Tidak Jelas, Tidak mendapat izin mendirikan bangunan, dan Rancangan design pembangunan tidak sesuai. Untuk risiko ruang lingkup pekerjaan proyek tidak jelas, mitigasinya yaitu proyek dikerjakan dengan mempertimbangkan beban; dana; dan waktu yang dimiliki, mengecek kembali terkait kepastian proyek kepada pihak kontraktor terkait. Untuk risiko tidak mendapatkan izin mendirikan bangunan, mitigasinya yaitu memastikan setiap dokumen persyaratan yang diperlukan dalam pembuatan IMB, tidak melakukan pembangunan secara tergesa-gesa, memperbaiki komunikasi internal dari struktur organisasi secara vertikal, dan melakukan follow up secara berkala terkait izin kepada instansi terkait. Untuk risiko rancangan desain yang tidak sesuai, mitigasinya yaitu konsultasi kepada orang yang ahli bidang desain pembangunan, menggunakan desain sesuai kebutuhan, memastikan kembali desain yang digunakan sudah cocok dengan kondisi lapangan, tidak melakukan konsultasi desain sebelum memastikan persetujuan desain.
Bibliografi
Aprilia, H. D. S. (2021). Pengaruh Financial Distress, Leverage, Audit Tenure Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Integritas Laporan Keuangan (Studi Empiris Pada Perusahaan BUMN Yang Terdaftardi Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2015-2019). Universitas Pendidikan Ganesha.Google Scholar
Arifin, I. (2007). Membuka Cakrawala Ekonomi. PT Grafindo Media Pratama. Google Scholar
Benedicta, H. L. (2016). Redesain Interior Hotel Grand Sumatera Sebagai Hotel Backpacker Dengan Konsep Nuansa Indonesia Dan Eco Green Living. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Google Scholar
Flanagan, M. T. (1993). Anglo�Norman Change And Continuity: The Castle Of Telach Cail In Delbna. Irish Historical Studies, 28(112), 385�389. Google Scholar
Gunawan, I. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif. Retrieved June, 7, 2017. Google Scholar
Hariansyah, M. (2018). Millenials �Bukan Generasi Micin.� Guepedia. Google Scholar
Kumalasari, Magda, Subowo Subowo,� And I. A. (2014). Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Luas Pengungkapan Manajemen Risiko. Accounting Analysis Journal, 3(1). Google Scholar
Oktriana, T. (2016). Tugas Manajemen Risiko. Bandung: Universitas Duta Padjajaran. Google Scholar
Pratiwi, R. D. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan. Jurnal Dinamika Akuntansi, 7(1), 85�97. Google Scholar
Revida, E., Gaspersz, S., Uktolseja, L. J., Nasrullah, N., Warella, S. Y., Nurmiati, N., Alwi, M. H., Simarmata, H. M. P., Manurung, T., & Purba, R. A. (2020). Pengantar Pariwisata. Yayasan Kita Menulis. Google Scholar
Salsabilah, I. Z. A. (2019). Bisnis Model Canvas" Capsule Motel Di Km 207 A Tol Kanci, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat". Google Scholar
Sari, S. R. (2019). Pembangunan Aplikasi Rekomendasi Dan Akomodasi Objek Wisata Di Kota Sukabumi Berbasis Android. Universitas Komputer Indonesia. Google Scholar
Sulastiyono, A. (2006). Manajemen Penyelenggaraan Hotel. Bandung. Google Scholar
Sulastiyono, A. (2011). Manajemen Penyelenggaraan Hotel. Google Scholar
Suwardono, H. (2015). Potensi Pengembangan Pariwisata Perhotelan Di Kota Semarang (Kajian Dari Perspektif Syariah). UNS (Sebelas Maret University). Google Scholar
|
Steven Messakh (2021).
|
|
|
First publication right :
This article is licensed under: |
|