|
Jurnal Syntax Transformation |
Vol. 2 No. 12, Desember 2021 |
|
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial Sains |
KECEMASAN KARYAWAN TERHADAP COVID-19 PADA CV X BOGOR
Nurullah Sururi Afif, Putie Maharani Basa, Anantha Zakharia
Universitas Bina Sarana Informatika Karawang, Jawa Barat �Indonesia���
Email: [email protected], [email protected], [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 3 Desember 2021 Direvisi 7 Desember 2021 Disetujui 21 Desember 2021 |
COVID-19 berdampak mendalam pada perusahaan perusahaan di Indonesia secara umum, terutama terhadap sikap para karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut dalam menghadapi pandemi. Keadaan ini menyebabkan adanya dampak pada karyawan dalam menyikapi kondisi pandemi yang terjadi. Banyak karyawan yang merasa cemas akan nasib mereka kedepannya akan bagaimana. Adapun dampak yang sangat dicemaskan oleh karyawan adalah pendapatan mereka sebagai karyawan yang menjadi berkurang. Kemudian faktor lain yang membuat cemas karyawan adalah mengenai kecemasan karyawan terhadap pendapatan perusahaan yang akan menurun. �Penelitian ini menggunakan Strategi penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan dalam memahami nilai variabel secara mandiri, dengan tidak melakukan perbandingan, baik hanya pada satu variabel atau lebih. Sehingga diperooleh hasil bahwa karyawan tidak merasa begitu cemas terhadap potensi karwayan akan terinfeksi Covid-19. Akan tetapi, karyawan merasa sangat cemas akan� dampak covid-19 yang ditimbulkan selain infeksi covid-19. Hal ini dapat terlihat dari hasil TCR sebesar 92%, yang memberikan interpretasi sangat cemas Adapun dampak yang sangat dicemaskan oleh karyawan adalah terhadap pendapatan karyawan yang menjadi berkurang, dimana hal ini terlihat dari angka TCR sebesar 85,3%. yang memberikan interpretasi sangat cemas. Kemudian faktor lain yang membuat cemas karyawan adalah mengenai kecemasan karyawan terhadap pendapatan perusahaan yang akan menurun. Hal ini dapat terlihat dari hasil TCR sebesar 73,3%. yang memberikan interpretasi dimana karyawan merasa cemas.
ABSTRACT COVID-19 has a profound impact on companies in Indonesia in general, especially on the attitude of employees who work at the company in the face of pandemics. This situation causes an impact on employees in responding to pandemic conditions that occur. Many employees are worried about their future fate. The impact that is very worried by employees is their income as employees who become reduced. Then another factor that makes employees anxious is about employee anxiety about the company's income that will decrease.� This research uses descriptive research strategies. This research is done in understanding the value of variables independently, by not making comparisons, either on only one or more variables. So it was obtained that the results that employees do not feel so anxious about the potential for carwayan will be infected with Covid-19. However, employees feel very anxious about the impact of covid-19 caused in addition to covid-19 infection. This can be seen from the TCR result of 92%, which gives a very anxious interpretation as for the impact that is very worried by employees is on employee income which becomes reduced, which is seen from the TCR figure of 85.3%. Which gives a very anxious interpretation. Then another factor that makes employees anxious is about employee anxiety about the company's income that will decrease. This can be seen from the TCR result of 73.3%. Which provides an interpretation of where the employee feels anxious. |
|
Kata Kunci: kecemasan karyawan, pendapatan, Covid- 19
Keywords: employee anxiety, income, Covid-19 |
Pendahuluan
Keadaan Pandemi COVID-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir, menjadikan masyarakat secara umum menjadi bingung dan merasa cemas (Muslim, 2020). Banyak Sarana sarana yang di batasi atau bahkan ditutup, sehingga menjadikan masyarakat tidak dapat beraktivitas dengan normal. Salah satu kecemasan yang dirasakan adalah adanya hal yang tidak diketahui secara jelas, apakah orang yang ada disekitar kita terkena virus covid-19 atau tidak (Fitria & Ifdil, 2020). Selain itu juga terdapat kecemasan dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari yang harus dicari (Khudzaifi, 2021). �
Secara umum COVID-19 di Indonesia mulai menurun pada tahun 2021, dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang dikeluarkan pemerintah melalui covid19.go.id hingga bulan November 2021 terdapat 9.602 orang di Indonesia terkonfirmasi COVID-19. Total kasus dari keseluruhan kasus adalah sebesar� 4.248.843 orang, dimana total kesembuhan sebanyak 4.095.663 orang (covid19.go.id, 2021).
Usaha yang keras telah banyak dilakukan oleh pemerintah, baik melalui Vaksin, pembatasan Sosial bahkan penutupan tempat-tempat kegiatan masyarakat (ILMAR & SH, 2020). Akan tetapi pada satu sisi keadaan ini berdampak terhadap kegiatan usaha dimasyarakat, yang pada ujungnya adalah menurunkan tingkat pendapatan masyarakat serta daya beli masyarakat secara umum (Albanjari et al., 2021).
Berdasarkan data dari kemenkeu.go.id menyatakan bahwa kondisi ekonomi secara global pada tahun 2020 mengalami penurunan hingga 3,2%. Demikian juga dengan Negara Indonesia, dimana pada tahun 2019 GDP Indonesia mencapai 2.735 triliun kemudian pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 2.590 triliun (Sedarmayanti, 2017).
Dampak COVID-19 berdampak mendalam pada perusahaan perusahaan di Indonesia secara umum, terutama terhadap sikap para karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut dalam menghadapi pandemic (Ebenezer & Shimawua, 2017). Keadaan ini menyebabkan adanya pengaruh yang berbeda beda pada karyawan dalam menyikapi kondisi pandemi yang terjadi.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan Strategi penelitian deskriptif.� Menurut (Gunawan, 2013) penelitian ini dilakukan dalam memahami nilai variabel secara mandiri, dengan tidak melakukan perbandingan, baik hanya pada satu variabel atau lebih. Jadi, dalam penelitian ini mendeskripsikan bukti yang terjadi tentang Kecemasan Karyawan terhadap COVID-19 pada CV X Bogor. Tujuan penelitian deskriptif adalah menggambarkan kondisi atau keadaan sebenarnya yang terjadi selama penelitian dilakukan, yang menggambarkan keadaan nyata serta akurat sesuai dengan fenomena dan faktor-faktor� yang terjadi tanpa adanya manipulasi. Dimana penelitian deskriptif hanya menggambarkan apa yang ditemukan pada suatu variabel, keadaan atau gejala. Penelitian yang dilakukan dimaksudkan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan kecemasan karyawan terhadap kondisi kerja pada saat COVID-19. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampling jenuh, yaitu mengambil seluruh jumlah populasi yang akan digunakan sebagai sample. Hal ini dilakukan karena populasi yang ada memiliki jumlah populasi yang sedikit, yaitu sebanyak 15 orang, (Sugiyono, 2013).
Untuk mengetahui TCR (tingkat capaian responden) dalam penelitian ini, rumus yang digunakan dalam tingkat capaian responden adalah sebagai berikut:
TCR =��� Jumlah rata-rata������ x� 100%
���������� Skor ideal maksimum
kategori tingkat dari nilai pencapaian dari responden dengan menggunakan skor
Tabel 1.Kategori Derajat Pencapaian
|
Persentase |
Interpretasi |
|
81% - 100% |
Sangat Cemas |
|
61% - 80% |
Cemas |
|
41% - 60% |
Cukup Cemas |
|
21% - 40% |
Tidak begitu Cemas |
|
0% - 20% |
Tidak Cemas |
Sumber: Riduwan dalam (Aida, 2017)
Hasil dan Pembahasan
Analisis terhadap angket dalam penelitian ini, mendapatkan hasil sebagai berikut:
1. Hasil angket kecemasan karyawan terhadap pendapatan pribadi yang menjadi berkurang menggambarkan bahwa sebanyak 53,3% menyatakan sangat setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar 85,3 %. Hal ini memberi gambaran bahwa karyawan merasa sangat cemas terhadap pendapatan mereka yang akan berkurang. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Wulandari & Lestari, 2018) varibael tersebut menunjukkan bahwa variabel penerimaan diri pada kondisi pensiun dan dukungan sosial memiliki hubungan terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun dan memberikan pengaruh sebesar 16,5% terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun dengan nilai signifikansi sebesar 0,000.
2. Ada Potensi pendapatan perusahaan akan menurun. menurut angket ini menyatakan bahwa sebesar 40 % meyatakan setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar 73.3 %.� Hal ini memberi gambaran bahwa kecemasan karyawan terhadap pendapatan perusahaan yang akan menurun menjadikan karyawan menjadi cemas (Sina, 2020).
3. Ada Potensi akan terjadi PHK di perusahaan di masa depan. Menurut angket ini menyatakan bahwa 33,3 % responden setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar 61,3 %.� Hal ini memberi gambaran bahwa kecamasan karyawan terhadap PHK oleh perusahaan menjadikan karyawan menjadi cemas (SHOLIHA, 2017).
4. Hasil angket Potensi terjadinya kekurangan bahan pokok di masa depan, menyatakan bahwa 46,7 % setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar 61,3 %.� Hal ini memberi gambaran bahwa Potensi terjadinya kekurangan bahan pokok di masa depan menjadikan karyawan menjadi cemas (Riniwati, 2016).
5. Berdasarkan angket Komunikasi antar bagian atau karyawan di perusahaan menjadi terhambat menyatakan bahwa 80 % responden setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar 70,6 %.� Hal ini memberi gambaran karyawan merasa cemas akan komunikasi antar bagian atau karyawan di perusahaan menjadi terhambat.
6. Berdasarkan angket ketakutan terhadap dampak covid 19 menyatakan bahwa 60 % responden sangat setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar 92 %.� Hal ini memberi gambaran karyawan merasa Sangat cemas terhadap dampak covid 19.
7. Hasil angket mengenai Potensi karyawan akan terinfeksi covid-19, menyatakan bahwa 40 % tidak setuju. Sedangkan angka TCR nya sebesar 48 %.� Hal ini memberi gambaran bahwa karyawan tidak begitu cemas akan Potensi karyawan akan terinfeksi covid-19.
Kesimpulan
Menurut hasil analisa maka dapat diambil kesimpulan bahwa karyawan tidak merasa begitu cemas terhadap potensi karwayan akan terinfeksi Covid-19. Akan tetapi, karyawan merasa sangat cemas akan� �dampak covid-19 yang ditimbulkan selain infeksi covid-19. Hal ini dapat terlihat dari hasil TCR sebesar 92%, yang memberikan interpretasi sangat cemas
Adapun dampak yang sangat dicemaskan oleh karyawan adalah terhadap pendapatan karyawan yang menjadi berkurang, dimana hal ini terlihat dari angka TCR sebesar 85,3%. yang memberikan interpretasi sangat cemas. Kemudian faktor lain yang membuat cemas karyawan adalah mengenai kecemasan karyawan terhadap pendapatan perusahaan yang akan menurun. Hal ini dapat terlihat dari hasil TCR sebesar 73,3%. yang memberikan interpretasi dimana karyawan merasa cemas.
Bibliografi
Aida, W. (2017). Analisis Minat Membaca Mahasiswa Angkatan I Program Studi Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasir Pengaraian. Edu Research, 6(2), 61�69.Google Scholar
Albanjari, F. R., Prihatin, R., & Suprianto, S. (2021). Analisa Dampak Kebijakan Pemerintah Terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia Pada Era Pandemi Corona Virus Disease-19. Musyarakah: Journal Of Islamic Economic (Mjse), 1(1), 9�19. Google Scholar
covid19.go.id. (2021). Angka Kesembuhan COVID-19 Meningkat Mencapai 4.112.292 Orang. https://covid19.go.id/berita/angka-kesembuhan-covid-19-meningkat-mencapai-4112292-orang
Ebenezer, C. D., & Shimawua, D. (2017). The effect of work environment on employee productivity: A case study of edo city transport services benin city, edo state Nigeria. Eur. J. Bus. Innov. Res, 5(5), 23�39.
Fitria, L., & Ifdil, I. (2020). Kecemasan remaja pada masa pandemi Covid-19. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(1), 1�4. Google Scholar
Gunawan, I. (2013). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara, 143. Google Scholar
Ilmar, D. R. A., & Sh, M. H. (2020). Memahami Kebijakan Pemerintah: Dalam Menangani Covid-19. Phinatama Media. Google Scholar
Khudzaifi, I. (2021). Pengaruh motivasi kerja dan kepercayaan diri karyawan terhadap kecemasan isu pemutusan hubungan kerja di masa pandemi covid-19: Studi kasus PT. Ayu Indah Tour and Travel Lamongan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Google Scholar
Muslim, M. (2020). Manajemen stress pada masa pandemi covid-19. ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis, 23(2), 192�201. Google Scholar
Riniwati, H. (2016). Manajemen Sumberdaya Manusia: Aktivitas Utama dan Pengembangan SDM. Universitas Brawijaya Press.Google Scholar
Sedarmayanti, P. (2017). Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: PT Refika Aditama. Google Scholar
Sholiha, M. (2017). Hubungan Tingkat Kecemasan Isu Ancaman Phk Dengan Tingkat Motivasi Kerja Karyawan Pt. Autokorindo Pratama. Universitas Muhammadiyah Gresik. Google Scholar
Sina, P. G. (2020). Ekonomi Rumah Tangga Di Era Pandemi Covid-19. Journal of Management: Small and Medium Enterprises (SMEs), 12(2), 239�254. Google Scholar
Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Google Scholar
Wulandari, P. D., & Lestari, M. D. (2018). Pengaruh penerimaan diri pada kondisi pensiun dan dukungan sosial terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun pada pegawai negeri sipil di Kabupaten Badung. Jurnal Psikologi Udayana, 5(2), 311�323. Google Scholar
|
Nurullah Sururi Afif, Putie Maharani Basa, Anantha Zakharia (2021).
|
|
|
First publication right :
This article is licensed under: |
|