|
Jurnal
Syntax Transformation |
vol. 1
No. 4, Juni 2020 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PERBANDINGAN
PROMOSI KESEHATAN DENGAN MEDIA LEAFLET DAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN DAN
SIKAP REMAJA TENTANG PERLINDUNGAN DIRI DARI KEKERASAN DI KELAS VII DAN VIII
SMPN 14 KOTA TASIKMALAYA
Wulansari Iga Pawestri, Nunung
Mulyani dan Santi Yuliastuti
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Email: [email protected],
[email protected]
����������� dan [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 2 Juni
2020 Diterima dalam bentuk revisi 15 Juni 2020 Diterima dalam bentuk revisi 20 Juni 2020 |
Angka kekerasan
anak remaja sangat tinggi, dan setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan. Di Kota Tasikmalaya
angka kekerasan dari tahun 2016-2017 mengalami peningkatan pada tahun 2016 sebanyak 32 kasus dan pada tahun 2017 sebanyak 39 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan promosi kesehatan dengan menggunakan media
leaflet dan media video terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang perlindungan diri dari kekerasan di SMPN 14 Kota Tasikmalaya tahun 2019. Populasi penelitian ini adalah siswa/i
kelas VII dan VIII yang berusia
13-15 tahun di SMP Negeri 14 Kota Tasikmalaya sebanyak 664 orang.
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 86 orang, dengan menggunakan teknik sampeling Solvin, 43 orang untuk responden promosi kesehatan dengan media leaflet dan 43 orang untuk
responden promosi kesehatan dengan media video. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan (30 item,
20 valid, 10 tidak valid α=0,9) dan kuesioner sikap (30 item, 20
valid, 10 tidak valid α=0,912). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design dan menggunakan
control group design. Analisis data penelitian menggunakan uji
Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil uji statistik diperoleh nilai uji Mann
Whitney U test sebesar -1,970 dengan
ρvalue sebesar 0,049
hal ini menunjukkan bahwa nilai ρvalue kurang dari α (0,05). Dengan demikian ada perbedaan pengetahuan remaja tentang perlindungan diri dari kekerasan
pada kelompok eksperimen
dan kelompok kontrol sesudah diberikan promosi kesehatan di SMPN 14 Tasikmalaya. Hasil uji statistik
diperoleh nilai uji Mann
Whitney U test sebesar -2,187 dengan
ρvalue sebesar 0,029
hal ini menunjukkan bahwa nilai ρvalue kurang dari α (0,05), hal ini menunjukkan
Ha diterima. |
|
Kata kunci: promosi kesehatan, perlindungan diri dari kekerasan, pengetahuan, dan sikap. |
Pendahuluan
��������� Sekitar 60 juta
jumlah penduduk di
Indonesia berada pada usia (Maesaroh
et al., 2020) Angka kekerasan
anak remaja sangat tinggi, dan setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan. Hasil pelaporan dari SIMFONI-PPA menunjukan bahwa jumlah kasus
kekerasan selama periode 2015-2016 mengalami kenaikan yang sangat drastis. Kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan pada tahun 2015 tercatat sebanyak 1.975 kasus dan meningkat menjadi 6.820 kasus pada 2016, atau meningkat lebih dari tiga kali lipat (Statistik Gender Tematik, 2017). Di Kota Tasikmalaya
angka kekerasan dari tahun 2016-2017 mengalami peningkatan pada tahun 2016 sebanyak 32 kasus dan pada tahun 2017 sebanyak 39 kasus.
��������� Dari beberapa jenis
kekerasan yang dilaporkan, ternyata kekerasan seksual menempati posisi teratas diikuti kekerasan psikis dan kekerasan fisik. Selama tahun
2016 jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak mencapai
35% dari total jumlah kasus kekerasan terhadap anak, sementara kekerasan fisik dan kekerasan psikis masing-masing sebanyak 28% dan 23% dari total kasus. Jenis kasus
kekerasan anak lain yang persentasenya cukup besar adalah kasus
penelantaran yaitu sekitar 7% (Statistik Gender Tematik, 2017).
��������� Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbandingan promosi kesehatan dengan menggunakan media leaflet
dan media video terhadap pengetahuan
dan sikap remaja tentang perlindungan diri dari kekerasan
di SMPN 14 Kota Tasikmalaya tahun
2019 (P2TP2A Kota Tasikmalaya, 2018). Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui perbandingan promosi kesehatan dengan media leaflet
dan media video terhadap pengetahuan
dan sikap remaja tentang perlindungan diri dari kekerasan
di Kelas VII dan VIII SMPN 14 Kota Tasikmalaya tahun 2019.
��������� Menurut (Notoatmodjo,
2007) definisi
istilah promosi kesehatan dalam ilmu kesehatan masyarakat (health promotion) adalah
sebagai dari tingkat pencegahan penyakit. Adapun dalam penelitian ini mencakup ruang lingkup promosi kesehatan dalam tingkat promotif dengan tujuan agar remaja meningkatkan pengetahuan mereka tentang perlindungan diri dari kekerasan.
��������� Menurut� Soekidjo (2005) dalam buku (Mubarak,
2011) media promosi
kesehatan adalah semua sarana atau
upaya menampilkan pesan atau informasi
yang ingin disampaikan oleh
komunikator, baik melalui media cetak, elektronik, dan media luar ruang, sehingga pengetahuan sasaran dapat meningkat dan akhirnya dapat mengubah perilaku ke arah positif
terhadap kesehatan. Dalam penelitian ini, peneliti memilih
menggunakan media video dan leaflet untuk memberikan promosi kesehatan pada responden.
��������� Adapun aspek-aspek pengetahuan menurut Bloom (Azwar,
1988), yaitu
mengetahui (know), memahami
(comperhension), aplikasi
(application), analisa (analysis), sintesis dan evaluasi. Adapun faktor yang mempengaruhi pengetahuan, yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan sumber informasi.
��������� Dalam buku
(Wawan
& Dewi, 2010) menurut
(Notoatmodjo,
2010) tingkat
sikap terdiri dari menerima (receiving),
merespon (responding), menghargai
(value) dan bertanggungjawab (responsible).
Adapun faktor yang mempengaruhi
sikap, yaitu pengalaman pribadi, pengaruh orang lain yang dianggap
penting, pengaruh kebudayaan, media masa, lembaga pendidikan dan lembaga agama, dan
faktor emosional.�
��������� Untuk materi
yang disampaikan kepada responden, peneliti membahas tentang pengertian kekerasan yang diambil dari beberapa
sumber dengan kesimpulan kekerasan remaja adalah perbuatan
orang lain yang menyebabkan kerusakan
secara fisik atau barang terhadap
seseorang yang ada dalam masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dengan
batasan usia 12-24 tahun. Menurut (Huraerah,
2018) bentuk-bentuk
kekerasan terhadap remaja, yaitu kekerasan
fisik, verbal, mental dan pelecehan
seksual. Menurut (Rusmil,
2007) terdapat
dua faktor yang mempengaruhi kekerasan terhadap remaja, faktor eksternal, yaitu faktor orang tua/keluarga dan faktor lingkungan. Faktor internal yaitu faktor remaja itu
sendiri. Menurut (Huraerah,
2018) dampak
dari kekerasan terhadap remaja, yaitu remaja menjadi
agresif, murung/depresi, mudah menangis dan melakukan tindakan yang sama terhadap orang lain. Menurut (Huraerah,
2018) adapun
cara untuk mencegah kekerasan terhadap remaja, yaitu bantu remaja untuk melindungi dirinya, pembekalan ilmu bela diri
yang sederhana seperti mengetahui letak kelemahan manusia dan cara menyerangnya dan teknik-teknik untuk menghadapi kondisi dalam ancaman kekerasan,
memaksimalkan peran sekolah, pendidikan budi pekerti, dan melaporkan kepada pihak berwajib jika menjadi korban kekerasan.
Metode Penelitian
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design dan menggunakan model two control group design. Dalam penelitian ini dibagi ke
dalam dua kelompok yang diberikan promosi kesehatan dengan media yang berbeda, sebelum diberi promosi kesehatan, baik kelompok eksperimen
(yang diberikan media video) dan kelompok
kontrol (yang diberikan
media leaflet) diberi test yaitu
pretest, dengan maksud untuk mengetahui keadaan kelompok sebelum promosi kesehatan. Kemudian setelah diberikan promosi kesehatan, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberikan test yaitu posttest, untuk mengetahui keadaan kelompok setelah promosi kesehatan.
��������� Penelitian ini
di lakukan pada bulan Januari-Mei 2019 di SMPN 14 Kota Tasikmalaya
Kec. Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Populasi penelitian ini adalah siswa/i kelas VII dan VIII di SMPN 14 Kota Tasikmalaya
sebanyak 664 orang. Dalam pengambilan sampel peneliti menentukan kriteria dalam bentuk kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian menggunakan rumus Solvin dan di dapat jumlah sampel
sebanyak 86 orang. Kemudian
sampel tersebut dibagi menjadi dua kelompok dan dalam kelompok tersebut dipilih secara random antara kelas VII dan VIII, di karenakan kelas VII dan kelas VIII terdapat 11 ruang kelas, agar setiap kelas ada yang mewakili kemudian peneliti melakukan roportionate stratifield
random sampling di dapatkan tiap
kelas rata-rata di wakili
oleh empat orang.
��������� Dalam pengambilan
data peneliti menyiapkan
SAP untuk melakukan promosi kesehatan dengan durasi masing-masing
kelompok selama 30 menit. Kemudian pada kelompok yang di berikan promosi kesehatan dengan menggunakan media leaflet,
pertama-tama mereka di berikan kuesioner pre test yang telah
di uji validitas dan reliabilitas
oleh peneliti di SMPN 9 Kota Tasikmalaya
yang dianggap peneliti mempunyai karakteristik yang sama dengan SMPN 14 Kota Tasikmalaya, kemudian setelah mereka mengisi kuesioner peneliti menyebarkan leaflet yang
berisi materi tentang perlindungan diri terhadap remaja
yang sudah di nyatakan layak oleh dosen yang berkompeten dalam bidang promosi kesehatan, setelah itu peneliti menyampaikan
materi. Setelah menyampaikan
materi, peneliti menyebar kuesioner post test. Untuk kelompok yang diberikan promosi kesehatan dengan menggunakan video dalam tahap-tahap pelaksanaan pengambilan data semuanya sama hanya
media untuk melakukan promosi kesehatan yang berbeda. Video ini berdurasi � 7 menit berisikan materi tentang kekerasan terhadap remaja dan simulasi teknik perlindungan diri sederhana, kemudian video ini sudah di nyatakan
layak oleh dosen yang berkompeten dalam bidang promosi kesehatan. Analalisa data dalam penelitian ini dengan menggunakan
uji Wilcoxon digunakan untuk
mengukur pengetahuan dan sikap remaja sebelum
dan sesudah diberikan promosi kesehatan dengan menggunakan video dan
leaflet dan uji Man Whitney digunakan untuk mengukur perbandingan pengetahuan dan sikap remaja antara
kelompok yang diberikan promosi kesehatan dengan media video dan kelompok
yang diberikan promosi kesehatan dengan menggunakan media leaflet.
Hasil dan Pembahasan
a.
Analisas Univariat
Distribusi Frekuensi Pengetahuan
dan Sikap Remaja tentang Perlindungan Diri Dari Kekerasan Sebelum dan Sesudah Diberikan Promosi Kesehatan Berupa Media Leaflet Di SMPN 14 Kota.

Tabel 1 Analisas Univariat
pengetahuan dan sikap remaja
Tabel diatas, menunjukan
bahwa tingkat pengetahuan dan sikap� remaja
tentang perlindungan diri dari kekerasan
sebelum diberikan promosi kesehatan dengan menggunakan media leaflet sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori cukup dan sikap dalam kategori
tidak mendukung. Setelah dilakukan promosi kesehatan menunjukan bahwa pengetahuan dan sikap remaja tentang
perlindungan diri dari kesehatan dengan menggunakan media leaflet sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori cukup dan sikap dalam kategori
mendukung.
Distribusi Frekuensi Pengetahuan
dan Sikap Remaja tentang Perlindungan Diri Dari Kekerasan Sebelum dan Sesudah Diberikan Promosi Kesehatan Berupa Media Video di SMPN 14 Kota Tasikmalaya
Tahun 2019.
Tabel 2 Analisas Univariat
pengetahuan dan sikap remaja

Tabel diatas, menunjukan
bahwa tingkat pengetahuan dan sikap� remaja
tentang perlindungan diri dari kekerasan
sebelum diberikan promosi kesehatan dengan menggunakan media video sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori cukup dan sikap dalam kategori
tidak mendukung. Setelah dilakukan promosi kesehatan menunjukan bahwa pengetahuan dan sikap remaja tentang
perlindungan diri dari kesehatan dengan menggunakan media video sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori cukup dan sikap dalam kategori
mendukung.
b.
Analisis Bivariat
Perbedaan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang
Perlindungan diri dari kekerasan Sebelum dan Sesudah Diberikan Promosi Kesehatan Berupa Media Leaflet di SMPN 14 Kota Tasikmalaya.
Tabel 3 Analisis Bivariat Pengetahuan dan Sikap Remaja
|
Variabel |
Min |
Mak |
Mean |
Z |
ρvalue |
|
Pengetahuan |
|
|
|
|
|
|
Sebelum |
6 |
16 |
12,23 |
-2,064 |
0,039 |
|
Sesudah |
6 |
18 |
13,19 |
||
|
Sikap |
|
|
|
|
|
|
Sebelum |
47 |
67 |
58,49 |
-3,109 |
0,002 |
Tabel di atas, menunjukan
bahwa pengetahuan remaja tentang perlindungan diri dari kekerasan sebelum dan sesudah di berikan promosi kesehatan, setelah di uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxon mendapatkan hasil sebesar (Z) sebesar -2,064 dengan ρvalue
sebesar 0,039hal ini menunjukan bahw ρvalue < α (0,05), dengan demikian ada perbedaan pengetahuan
remaja sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan dengan media leaflet.
Sikap remaja tentang
perlindungan diri dari kekerasan sebelum dan sesudah di berikan promosi kesehatan, setelah di uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxon mendapatkan hasil sebesar (Z) sebesar -3,109 dengan ρvalue
sebesar 0,002 hal ini menunjukan bahw ρvalue <
α (0,05), dengan demikian
ada perbedaan sikap remaja sebelum
dan sesudah diberikan promosi kesehatan dengan media leaflet.
Perbandingan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang
Perlindungan Diri dari Kekerasan Sebelum dan Sesudah Diberikan Promosi Kesehatan dengan Media Video.
Tabel 2 Analisis Bivariat
Pengetahuan dan Sikap Remaja
|
Variabel |
Min |
Mak |
Mean |
Z |
ρvalue |
|
Pengetahuan |
|||||
|
Sebelum |
4 |
17 |
12,07 |
- |
0,00 |
|
Sesudah |
7 |
18 |
14,16 |
3,175 |
2 |
|
Sikap |
|||||
|
Sebelum |
46 |
67 |
58,42 |
- |
0,00 |
|
Sesudah |
53 |
76 |
61-84 |
3,283 |
1 |
Tabel di atas, menunjukan
bahwa pengetahuan remaja tentang perlindungan diri dari kekerasan sebelum dan sesudah di berikan promosi kesehatan, setelah di uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxon mendapatkan hasil sebesar (Z) sebesar -3,157 dengan ρvalue
sebesar 0,002 hal ini menunjukan bahw ρvalue <
α (0,05), dengan demikian
ada perbedaan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan dengan media video.
Sikap remaja tentang
perlindungan diri dari kekerasan sebelum dan sesudah di berikan promosi kesehatan, setelah di uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxon mendapatkan hasil sebesar (Z) sebesar -3,283 dengan ρvalue
sebesar 0,001 hal ini menunjukan bahwa ρvalue
< α (0,05), dengan demikian
ada perbedaan sikap remaja sebelum
dan sesudah diberikan promosi kesehatan dengan media video.
Perbandingan Promosi Kesehatan dengan Media Leaflet dan Media Video terhadap
Pengetahuan Remaja tentang Perlindungan Diri dari Kekerasan.
Tabel 3 Analisis Bivariat
Pengetahuan dan Sikap Remaja
|
No |
Statistik |
Media Video |
Media Leaflet |
|
|
1 |
Skala Minimum |
7 |
6 |
|
|
2 |
Skala Maksimum |
18 |
18 |
|
|
3 |
Mean |
14,16 |
13,19 |
|
|
4 |
Standar Deviasi |
2,419 |
2,612 |
|
|
4 |
Z |
-1,970 |
||
|
5 |
ρvalue |
0,049 |
||
Tabel di atas, menunjukan
bahwa pengetahuan remaja tentang perlindungan diri dari kekerasan setelah diberikan promosi kesehatan dengan media video, setelah di
uji statistik dengan menggunakan uji Man Whitney sebesar
-1,970 ρvalue sebesar 0,049 hal ini menunjukan bahw ρvalue <
α (0,05), dengan demikian
ada perbedaan pengetahuan remaja setelah diberikan promosi kesehatan dengan media video dan media leaflet.
Perbandingan Promosi Kesehatan dengan Media Leaflet dan Media Video terhadap
Sikap Remaja tentang perlindungan diri dari kekerasan.
Tabel 4 Analisis Bivariat
Pengetahuan dan Sikap Remaja
|
No |
Statistik |
Media
Video |
Media
Leaflet |
|
1 |
Skala Minimum |
53 |
55 |
|
2 |
Skala Maksimum |
76 |
73 |
|
3 |
Mean |
61,84 |
61,70 |
|
4 |
Standar Deviasi |
4,407 |
4,132 |
|
4 |
Z |
-2,187 |
|
|
5 |
ρvalue |
0,029 |
|
Tabel di atas menunjukan
bahwa Sikap remaja tentang perlindungan diri dari kekerasan setelah diberikan promosi kesehatan dengan media video, setelah di
uji statistik dengan menggunakan uji Man Whitney sebesar
-2,187 ρvalue� sebesar 0,029 hal ini menunjukan bahwa ρvalue
< α (0,05), dengan demikian
ada perbedaan sikap remaja setelah
diberikan promosi kesehatan dengan media video dan
media leaflet.
Kesimpulan
Kesimpulan
dari hasil penelitian ini berdasarkan pengolahan data dan hasil uji statistik yang telah di hitung didapat kesimpulan bahwa terdapat perbandingan antara promosi kesehatan dengan terhadap remaja tentang perlindungan diri dari kekerasan dengan media leaflet dan video. Media video merupakan media promosi kesehatan yang efektif, karena dilihat dari hasil penelitian,
besar peningkatan pengetahuan dan sikap remaja yang menggunakan media
video lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengetahuan dan sikap remaja yang menggunakan media leaflet.
Bibliografi
Azwar, S. (1988). Sikap
manusia: teori dan pengukurunnya. Liberty.
Huraerah, A. (2018). Kekerasan
terhadap anak. Nuansa Cendekia.
Maesaroh, M., Kartikawati,
E., & Anugrah, D. (2020). Analisis Penguasaan Konsep dan Sikap Remaja
Sekolah Terhadap Kesehatan Reproduksi. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah
Indonesia, 5(4), 121�130.
Mubarak, W. I. (2011).
Promosi kesehatan untuk kebidanan. Jakarta: Salemba Medika, 38,
1�127.
Notoatmodjo, S. (2007). Promosi
kesehatan dan ilmu perilaku.
Notoatmodjo, S. (2010).
Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta. Jakarta. Indonesia.
Rusmil. (2007). Kekerasan
dan Penelantaran Terhadap Anak.
Wawan, A., & Dewi, M.
(2010). Teori dan pengukuran pengetahuan, sikap dan perilaku manusia. Yogyakarta:
Nuha Medika, 11�18.