Aah
Khoriah/Jurnal
Syntax Transformastion, Vol 1, No 1 Maret 2020
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP MOTIVASI
BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS X TKR SMK ISLAMIC CENTRE CIREBON
Institut Agama Islam Iai Bunga Bangsa
Cirebon
Email: [email protected]
info artikel ������������������������abstrak
|
Diterima 2 Februari
2020 Diterima dalam bentuk revisi 15 Februari 2020 Diterima dalam bentuk revisi 20 Februari 2020 Kata kunci: Pengaruh, Model pembelajaran Kooperatif
Tipe Jigsaw, Motivasi Belajar. |
Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh data tentang seberapa baik penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw siswa kelas X SMK Islamic Centre Cirebon. (2) memperoleh data tentang seberapa tinggi motivasi belajar PAI siswa kelas X SMK Islamic
Centre Cirebon. (3) memperoleh data tentang seberapa besar pengaruh penggunaan model pembelajaraan kooperatif tipe jigsaw terhadap motivasi belajar PAI siswa kelas X SMK Islamic Centre Cirebon. Metode
yang digunakan adalah metode kuantitatif . Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X TKR SMK ISLAMIC CENTRE CIREBON yang berjumlah 170 siswa yang dibagi dalam 5 kelas. Sempel yang diambil adalah 34 siswa. Dalam penelitian ini terdapat pengaruh positif dan signifikan dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap motivasi belajar PAI siswa kelas X TKR SMK Islamic
Centre Cirebon yang ditunjukan dengan
hasil analisis korelasi sebesar 0,31 dengan tingkat hubungan rendahdan uji hipotesis diperoleh harga thitung sebesar 1,842 sedangkan ttabel pada taraf signifikan 0,05% sebesar 1,697 ternyata thitung (1,842) ≥ ttabel (1,697) sehingga dengan demikian tolak Ho dan Ha diterima. |
Pendahuluan
Setiap orang mengetahui dan menyadari bahwasanya pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan,
karena pendidikan adalah suatu proses yang menentukan maju mundurnya suatu peradaban di dunia baik itu bangsa ataupun
negara(Indonesia, 2003).
Pendidikan menurut Hermino (2015) adalah kata kunci dalam setiap usaha meningkatkan kualitas kehidupan manusia, dimana di dalamnya memiliki peranan dan objektif untuk �memanusiakan manusia� (Saepudin, 2018).
Pendidikan sebagai proses belajar mengajar merupakan suatu hal yang paling actual, menarik dan yang paling hangat dibicarakan sepanjang zaman bahkan sampai sekarang Pendidikan sendiri merupakan suatu proses yang memerlukan perhatian banyak orang, tidak hanya guru sebagai pendidik bahkan peran orang tua, serta peserta didik perlu diperhatikan oleh berbagai pihak guna meningkatkan kehidupan yang semakin maju ini. Undang-Undang RI no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa:
Pendidikan
adalah Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kemampuan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,ahlak
mulia,serta keterampilan
yang di perlukan dirinya.
Terdapat dua istilah
dalam pendidikan yaitu paedagogie dan pedagogiek. Paedagogie artinya pendidikan, sedangkan paedagogiek berarti ilmu pendidikan.
Paedagogos berasal dari kata paedos (anak) dan agoge
(saya membimbing,memimpin).
Perkataan paedagogos yang mulanya berarti �rendah� (pelayan, bujang), sekarang dipakain untuk pekerjaan yang mulia. Paedagoog (pendidik atau ahli didik)
ialah seseorang yang tugasnya membimbing anak dalam pertumbuhannya
agar dapat berdiri sendiri(Ngalim purwanto, 2006).
Pendidikan
adalah usaha yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis untuk memotivasi, membina, membantu serta membimbing seseorang untuk mengembangkan segala potensinya sehingga ia mencapai kulaitas
diri yang lebih baik. Inti Pendidikan adalah usaha pendewasaan manusia seutuhnya (lahir dan batin), baik oleh orang lain maupun oleh dirinya sendiri, dalam arti tuntutan agar anak didik memiliki
kemerdekaan berpikir, merasa, berbicara, dan bertindak serta percaya diri dengan
penuh rasa tanggung jawab dalam setiap
tindakan dan perilaku kehidupannya sehari-hari (Hamdani hamid dan Beni Ahmad Saebani, 2013).
Pendidikan
menurut Ahmad D. Marimba adalah
bimbingan jasmani dan rohani untuk membentuk
kepribadian utama, membimbing keterampilan jasmaniah dan rohaniah sebagai perilaku konkret yang memberi manfaat pada kehidupan siswa di masyarakat.
Proses
pendidikan pada umumnya dilangsungkan di sekolah melalui kegiatan pembelajaran yang merupakan sebuah proses perubahan tingkah laku. Perubahan
itu meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Seharusnya hasil pembelajaran tersebut berdampak baik bagi mutu pendidikan
dan kehidupan bangsa
Indonesia. Disamping itu siswa masih banyak
yang pasif dan belum berani mengutarakan gagasan. Siswa hanya terbiasa menjadi pendengar sedangkan guru banyak mendominasikan pembelajaran yang dituju.
Pada
umumnya proses belajar mengajar yang terjadi di sekolah menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Sehingga
menyebabkan interaksi di kelas masih kurang
optimal karena siswa kurang aktif dalam
mengikuti pembelajaran di dalam kelas.
Berdasarkan hasil observasi
pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam dengan materi
hormat dan patuh kepada orang tua dan guru di kelas X TKR SMK Islamic Centre Cirebon yang menunjukan bahwa apa yang telah dilakukan dan melihat dari buku nilai
guru permasalahan yang dihadapi
pada peserta didik adalah rendahnya nilai siswa di karenakan motivasi belajar siswa rendah,
sehingga siswa tidak bisa mengikuti
pembelajaran dengan baik, akibatnya siswa belum mengerti
pelajaran yang di sampaikan
oleh guru. Hal ini terjadi karena dalam proses pembelajaran kurang adanya inovasi dalam proses mengajar guru.
Motivasi merupakan keadaan
atau kondisi pribadi pada siswa yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu dengan tujuan untuk mencapai
apa yang menjadi tujuan siswa yang bersangkutan.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan
metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada
filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,
teknik pengambilan sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, penggunaan data menggunakan
instrument penelitian, analisis
data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji
hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2016a). Dengan kata lain proses penelitian ini adalah suatu proses pengususan atas suatu masalah yang bersifat ilmiah untuk mendapatkan sebuah data dengan tujuan tertentu.
Adapun
jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei.
Metode survei ialah metode yang digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi penelitian melakukan perlakuan dalam mengumpulkan data, misalnya dengan mengedarkan kuesioner, test, wawancara terstuktur, dan sebagainya (perlakuan tidak seperti dalam eksperimen)
(Sugiyono, 2016b).
Hasil dan Pembahasan
Setelah melakukan analisis data hasil
penelitian, maka dari hasil penelitian
tersebut dihasilkan bahwa model kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran PAI di kelas X TKR SMK
Islamic Centre Cirebon yang didapatkan dengan tes angket
yang disebarkan kepada 34 responden atau siswa dengan 10 item angket, dihasilkan nilai persentase 84% berada pada interval 76% - 85% yang termasuk
dalam kategori baik. Dengan demikian
dapat diartikan bahwa penerapan model kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran PAI di kelas X TKR SMK Islamic Centre Cirebon termasuk
dalam kategori baik.
Sementara
itu nilai motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas X TKR SMK
Islamic Centre Cirebon berdasarkan angket 10 item dari 34 siswa yang dijadikan semple dalam penelitian,
dihasilkan nilai persentase dalam penelitian sebesar 82% berada pada interval 76% - 85% termasuk
dalam kategori tinggi. Dengan demikian dapat diartikan bahwa penerapan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran
PAI siswa kelas X TKR SMK
Islamic Centre Cirebon termasuk dalam
kategori tinggi.
Selanjutnya untuk mengetahui
variabel X dengan variabel Y ditempuh dengan menghitung normalitas data kedua variabel. Berdasarkan hasil uji normalitas data di dapatkan bahwa variabel X (model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw) berada pada kondisi normal yaitu Xhitung ≤ Xtabel (-144,1828 ≤ 7,815), artinya data berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Untuk variabel Y (Motivasi belajar PAI) berada pada kondisi normal yaitu Xhitung ≤ Xtabel
(-72,4744 ≤ 7,815), artinya data berasal dari populasi
yang berdistribusi normal. Dikarenakan
kedua variabel berdistribusi normal, maka penelitian ini dilanjutkan dengan perhitungan analisis Korelasi Person
Product Moment.
Dari hasil perhitungan analisis Korelasi Person Product Moment (PPM) diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,31 dimana terdapat pengaruh rendah antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Motivasi Belajar PAI. Selanjutnya diperoleh hasil perhitungan analisis Statistic Person Product Moment (PPM), diperoleh hasil perhitungan t hitung (1,842) ≥ t tabel (1,697) artinya terdapat pengaruh yang significan antara model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap motivasi belajar PAI siswa kelas X TKR SMK Islamic
Centre Cirebon.
Adanya pengaruh yang rendah
0,31% antara Model Pembelajaran
Kooperatif tipe Jigsaw terhadap Motivasi Belajar PAI siswa, sehingga pengaruhnya 9,61%. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa, terdapat pengaruh yang rendah antara Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw.
Kesimpulan
Penerapan
model pembelajaran kooperatif
tipe jigsaw pada mata pelajaran PAI di kelas X SMK
Islamic Centre Cirebon, berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai persentase sebesar 84% termasuk dalam kategori baik.
Motivasi belajar siswa
pada mata pelajaran PAI di kelas X TKR SMK Islamic Centre Cirebon, berdasarkan
hasil analisis data didapatkan nilai persentase sebesar 82% termasuk dalam kategori baik.
Terdapat pengaruh yang positif
dan signifikan dari pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap motivasi belajar PAI siswa kelas X TKR SMK Islamic Centre Cirebon yang ditunjukan dengan hasil analisis korelasi sebesar 0,31% dengan hasil tingkat
hubungan rendah dan uji hipotesis diperoleh harga thitung sebesar
(1,842) sedangkan ttabel
pada taraf signifikan 0,05%
sebesar (1,697) ternyata thitung (1,842) ≥ ttabel (1,697). Sehingga dengan demikian tolak Ho yang berarti terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara model pembelajaran Kooperatif tipe jigsaw terhadap motivasi belajar PAI siswa kelas X TKR SMK Islamic
Centre Cirebon.
Bibliografi
Hamdani hamid dan Beni Ahmad Saebani.
(2013). Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung: CV.PUSTAKA SETIA.
Indonesia, R. (2003). Undang-undang
Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Jakarta:
Pemerintah Republik Indonesia.
Ngalim purwanto. (2006). Ilmu pendidikan
teoritis dan praktis. Bandung: PT Remaja Rostakarya offset.
Saepudin, A. (2018). Konsep Pendidikan
Karakter dalam Perspektif Psikologi dan Islam. Syntax Literate; Jurnal
Ilmiah Indonesia, 3(1), 11�20.
Sugiyono. (2016a). Metode Penelitian
Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2016b). Metode Penelitian
Pendidikan. Bandung: Alfabeta.