Jurnal Syntax Transformation

Vol. 3, No. 2, Februari 2022

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

PENGARUH KOMPONEN AKRUAL DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI DI MASA DEPAN

 

Eriska Dwi Apriana, Usep Syaipudin, Yenni Agustina, Einde Evana

Universitas Lampung, Indonesia

Email:  eriskadwii43@gmail.com, yenni_shofa@yahoo.co.id, usepsyaipudin@gmail.com, eindeevana@yahoo.co.id

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

2 Februari 2022

Direvisi

11 Februari 2021

Disetujui

18 Februari 2022

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh komponen akrual dalam memprediksi arus kas aktivitas operasi di masa depan. Penelitian ini menggunakan tiga komponen akrual sebagai variabel bebas, yaitu perubahan piutang usaha, perubahan utang usaha, dan perubahan persediaan.  Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dari laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015-2018. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan piutang usaha berpengaruh signifikan terhadap arus kas aktivitas operasi di masa depan. Sedangkan variabel perubahan utang usaha dan perubahan persediaan tidak berpengaruh terhadap arus kas aktivitas operasi di masa depan. Perubahan Piutang Usaha, Perubahan Utang Usaha, Perubahan Persediaan Dan Arus Kas Operasi Masa Depan.

 

ABSTRACT

This research aimed to give an empirical evidence about the influence of accrual components in predicting activity of operating future cash flow. This research used 3 accrual components as the independent variables which were changes in receivable, change in payable, and changes in inventory. The data used in this research was secondary data of financial statements of manufacturing companies which were registered in Indonesian Stock Exchange in period 2015 – 2018. Purposive sampling was used in this research and used multiple regression. The results showed that changes in receivable significantly influenced activity of operating cash flow in the future, while changes in payable and changes in inventory didn’t influence activity of operating future cash flow.Changes In Receivable, Changes In Payable, Changes In Inventory, Cash Flow, Future Cash Flow, Accrual Components

Kata Kunci:

Perubahan piutang; Perubahan hutang; Perubahan inventaris; Arus kas; Arus kas masa depan; Komponen akrual

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

Changes in receivable; Changes in payable; Changes in inventory; Cash flow; Future cash flow; Accrual components

 


Pendahuluan

Arus kas dari aktivitas operasi dapat memprediksi kegiatan mendatang kas di masa mendatang dalam sistem akuntansi dan keuangan dalam meningkatkan laba perusahaan. Arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan akitivitas penghasil utama pendapatan perusahaan (Sirait, 2021). Dalam memprediksi kondisi perusahaan masa depan, para pelaku ekonomi membutuhkan data historis dan laporan keuangan, yang dapat membantu para pelaku ekonomi memprediksi hal tersebut. Dalam hal ini pemakai laporan keuangan adalah investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor, pelanggan, pemerintah dan seluruh masyarakat. Berdasarkan PSAK No. 2 Tahun 2014, semua perusahaan diwajibkan membuat laporan arus kas. Laporan arus kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan (Maruta, 2017). Penyajian dalam laporan arus kas dapat secara langsung (direct method) dan penyajian tidak langsung (indirect method). Laba memiliki kemampuan dalam memprediksi arus kas di masa depan dan memiliki kemampuan lebih baik dibandingkan dengan arus kas jika laba dipecah ke dalam komponen akrual (Junita, 2012). Penelitian mengenai kemampuan laba dan arus kas sudah banyak diteliti, salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Supatmi (2008) dan (Prayoga, & Irfan, Bagus, 2012) melakukan penelitian dengan menjadikan komponen-komponen akrual sebagai prediktor arus kas di masa depan. Hasil dari penelitian tersebut, pada periode krisis hanya komponen beban depresiasi yang berpengaruh terhadap arus kas di masa depan. Sedangkan pada periode kedua, saat kondisi ekonomi stabil, secara parsial semua komponen akrual berpengaruh terhadap arus kas di masa depan. Berdasarkan pada penelitian terdahulu yang telah dilaksanakan menunjukan masih terjadi perbedaan hasil penelitian (research gap). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menguji kembali komponen-komponen akrual dalam memprediksi arus kas aktivitas operasi di masa depan. Peneliti menggunakan data laporan keuangan yang sudah dipublikasikan kepada masyarakat luas yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia, peneliti akan menyempitkan penelitiannya pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian mengenai Prediksi Arus Kas Aktivitas Operasi Di Masa Depan sudah cukup banyak. Umumnya para peneliti terdahulu menggunakan laba bersih, laba kotor, dan laba operasional dalam memprediksi arus kas aktivitas operasi di masa depan. Laba dalam laporan arus kas tidak berpengaruh dalam metode langsung penyusunan laporan arus kas. Sedangkan komponen akrual berpengaruh dalam penyusunan laporan arus kas seperti perubahan piutang yang mempengaruhi arus kas masuk sebuah perusahaan dalam kegiatan operasioanal perusahaan. Berdasarkan permasalahan di atas, maka peneliti tertarik untuk menguji kembali komponen-komponen akrual yaitu perubahan piutang, perubahan hutang, dan perubahan persediaan dalam memprediksi arus kas operasi di masa depan sebagai penjelas masalah yang terkait yang tidak bisa dijelaskan pada penelitian-penelitian sebelumnya. Dalam penjelasan dan fenomena diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Komponen Akrual Dalam Memprediksi Arus Kas Aktivitas Operasi Di Masa Depan”.  Tujuan penelitian dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Untuk memberikan bukti empiris pengaruh positif perubahan piutang usaha  dalam memprediksi arus kas aktivitas operasi di masa depan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2018. (2) Untuk memberikan bukti empiris pengaruh positif perubahan hutang usaha  dalam memprediksi arus kas aktivitas operasi di masa depan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2018. (3) Untuk memberikan bukti empiris pengaruh positif perubahan persediaan dalam memprediksi arus kas aktivitas operasi di masa depan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2018.


 

 

 

 

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini  adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah. Menurut (Sugiyono, 2019) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2018 terdiri dari 654 perusahaan. Sampel yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2018  terdiri dari 62 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah pusposive sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi atau studi pustaka.  Definisi Operasional Variabel dalam penelitian ini yaitu  (1) Prediksi Arus Kas Operasi Masa Depan Arus kas yang dapat digunakan merupakan arus kas operasi yang disesuaikan atas bagian akrual dari item-item dan discontinued operastions. (2) Perubahan Piutang Usaha (Ebaid, 2011) perubahan piutang usaha diperoleh dari selisih piutang usaha tahun berikutnya dengan tahun amatan atau pada periode t dari laporan keuangan. (3) Perubahan Hutang Usaha (Ebaid, 2011) perubahan hutang usaha diperoleh dari selisih hutang usaha tahun berikutnya dengan tahun amatan atau pada periode t dari laporan keuangan. (4) Perubahan Persediaan (Ebaid, 2011) perubahan persediaan diperoleh dari selisih persediaan tahun berikutnya dengan tahun amatan atau pada periode t pada laporan keuangan. Teknik Analisis Data dalam penelitian ini yaitu Analisis Deskriptif, Uji Asusmsi Klasik (Uji Normalitas dan Uji Multikolinearitas), Uji Autokorelasi, Uji Heteroskedastisitas. Uji Kalayakan Model dalam penelitian yaitu Uji F, Koefisien Determinasi, Analisis Regresi Linear Berganda, Pengujian Hipotesis (Uji t).

 

Hasil dan Pembahasan

a.    Pengaruh Piutang Terhadap Arus Kas Operasi Masa Depan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2018

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,042 yang artinya terjadi hubungan positif antara Piutang terhadap Arus Kas Operasi Masa Depan.. Selain itu, hal tersebut ditunjukkan dengan nilai t hitung > t statistik (1,954 > 1,645) dengan nilai signifikansi sebesar 0,042 lebih kecil dari 0,05 yang berarti signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima atau terdukung. Hal tersebut berarti piutang memberikan pengaruh terhadap Arus Kas Operasi Masa Depan pada pelaporan keuangan perusahaan manufaktur pada tahun 2015-2018. Penjualan yang dilakukan secara kredit akan menghasilkan peningkatan piutang, dimana pengumpulan kas dilakukan beberapa waktu mendatang. Jadi kenaikan penjualan kredit akan diikuti kenaikan atau perubahan dalam piutang, dan aliran kas masuk operasi setelah penjualan (lags sales). Hasil penelitian ini juga mendukung teori yang menyatakan bahwa rasio piutang merupakan perputaran piutang yang dialami perusahaan akibat dari penjualan kredit. Semakin cepat piutang perusahaan dapat berputar atau piutang perusahaan dapat tertagih maka akan semakin cepat pula perusahaan menerima kas. Lamanya perputaran piutang sangat tergantung sekali pada syarat penjualan yang disepaati oleh perusahaan dengan pelanggan. Semakin cepat syarat jatuh tempo pembayaran maka akan semakin cepat pula perusahaan mengalami perputaran piutang dan sudah barang tentu semakin cepat pula perusahaan mendapat pelunasan dari pelanggan berupa kas. Hal ini akan memberikan sinyal bagipara investor dalam pengambilan keputusan investasi karena semakin cepat perusahaan dapat menerima kas dari pelunasan piutang maka investor akan dapat memprediksi arus kas operasi masa depan semakin cepat diperoleh. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh (Wanti, 2012), dan (Rifiyanti, 2017) yang menemukan bahwa variabel rasio piutang berpengaruh signifikan dalam memprediksi arus kas operasi masa depan pada perusahaan food and beverage di Bursa Efek Indonesia. Namun, penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian (Yulianti et al., 2017) serta (Triyono, 2011) yang menyatakan perubahan piutang tidak berpengaruh signifikan terhadap arus kas di masa  depan.

b.    Pengaruh Utang Usaha Terhadap Arus Kas Operasi Masa Depan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2018

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,059 yang artinya terjadi hubungan positif antara utang usaha terhadap Arus kas operasi masa depan. Selain itu, hal tersebut ditunjukkan dengan nilai t hitung < t statistik (0,868 < 1,645) dengan nilai signifikansi sebesar 0,386 lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak signifikan atau dengan kata lain H2 tidak terdukung.  Hasil perhitungan diperoleh bahwa tidak ada pengaruh yang  signifikan antara perubahan utang usaha terhadap arus kas masa mendatang secara parsial. Hasil ini menjelaskan bahwa besarnya utang usaha yang ada pada periode berjalan tidak secara langsung memberikan andil yang besar pada perubahan arus kas masa mendatang. Hal ini disebabkan karena nampaknya beberapa utang yang dimiliki perusahaan pada satu periode merupakan utang dalam jangka waktu yang tidak hanya dapat tertagih selama satu tahun ke depan, namun bisa pada beberapa tahun ke depan, sehingga efek utang terhadap arus kas masa mendatang menjadi tidak nyata, namun seringkali dicatat dalam bentuk akrual. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Triyono, 2011) yang menyatakan bahwa Perubahan Hutang tidak memiliki kemampuan yang lebih baik terhadap Arus Kas Masa Depan. Penelitian yang dilakukan oleh (Yulianti et al., 2017) juga menyatakan bahwa Perubahan Hutang tidak memiliki kemampuan yang lebih baik terhadap Arus Kas Masa Depan. Namun penelitian ini menghasilkan kesimpulan yang berbeda dengan penelitian (Ebaid, 2011) yang menyimpulkan bahwa komponen akrual yaitu hutang usaha berpengaruh dalam memprediksi arus kas operasi dimasa depan.

c.       Pengaruh Perubahan Persediaan Terhadap Arus Kas Operasi Masa Depan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2018

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,009 yang artinya terjadi hubungan positif antara Perubahan Persediaan terhadap Arus Kas Operasi Masa Depan. Selain itu, hal tersebut ditunjukkan dengan nilai t hitung  > t statistik (0,826 > 1,645) dengan nilai signifikansi sebesar 0,220 lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak signifikan atau dengan kata lain H3 tidak terdukung. Para pengguna informasi laporan keuangan terutama investor dalam berinvestasi dan kepentingan lainnya tidak perlu memperhatikan nilai perubahan persediaan sebagai salah satu prediktor arus kas operasi masa depan, karena walaupun persediaan suatu perusahaan besar yang diperkirakan berpengaruh terhadap penjualan yang besar dan kuantitas pendapatan atau laba perusahaan yang tinggi namun belum tentu berpengaruh terhadap arus kas operasi suatu perusahaan. Persediaan yang tetap banyak setiap akhir tahun tentu mengindikasikan penjualan tidak memenuhi target sehingga pendapatan merosot dan akan sejalan dengan penerimaan kas yang kecil pula, hal ini cendrung membuat arus kas operasi menjadi negatif apabila terus berkelanjutan. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Rahmania, Rasuli, M., 2013) yang menyatakan bahwa perubahan persediaan tidak berpengaruh dalam memprediksi arus kas operasi masa depan. selain itu penelitian ini didukung dengan adanya hasil penelitian dari penelitian (Salehudin, 2017) dan (Martini, 2017) yang menyimpulkan bahwa perubahan persediaan tidak berpengaruh dalam memprediksi arus kas operasi masa depan.  Namun, penelitian ini menghasilkan kesimpulan yang berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sulistyawan, 2015) yang menunjukkan bahwa perubahan persediaan berpengaruh dalam memprediksi arus kas operasi masa depan, (Sumiyati & Ika, 2011) serta hasil penelitian (Ebaid, 2011) yang juga menyatakan bahwa perubahan persediaan berpengaruh signifikan terhadap arus kas operasi di masa depan.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil temuan penelitian dan pengujian hipotesis didapatkan hasil sebagai berikut.

Piutang Usaha berpengaruh positif dan sigifikan dalam memprediksi arus kas operasi masa depan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2018.

Utang Usaha tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam memprediksi arus kas operasi masa depan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2018.

Perubahan Persediaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam memprediksi arus kas operasi masa depan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2018.

 

BIBLIOGRAFI

Ebaid, I. E. (2011). Accruals and the prediction of future cash flows: empirical evidence from an emerging market. Management Research Review. Google Scholar

 

Martini. (2017). Pengaruh laba bersih, ukuran perusahaan dan komponen akrual terhadap arus kas aktivitas operasi dimasa mendatang. Artikel Prodi Akuntansi UMRAH. Google Scholar

 

Maruta, H. (2017). Pengertian, Kegunaan, Tujuan Dan Langkah-Langkah Penyusunan Laporan Arus Kas. JAS (Jurnal Akuntansi Syariah), 1(2), 239–257. Google Scholar

 

Migayana; Andalan, T. R. (2014). Analisis Pengaruh Laba Bersih Dan Komponen Akrual Terhadap Arus Kas Di Masa Mendatang. Media Ekonomi Dan Manajemen, 29(2). Google Scholar

 

Prayoga, & Irfan, Bagus, D. (2012). Pengaruh laba bersih dan komponen-komponen akrual terhadap arus kas aktivitas operasi di masa depan. Diponegoro Journal Of Accounting.

 

Rahmania, Rasuli, M., & A. A. (2013). Pengaruh Laba, Ukuran Perusahaan dan Komponen Akrual Terhadap Arus Kas Aktivitas Operasi Masa Depan. Jom Fekon. Universitas Riau. Vol. 1, No. 2.

 

Rifiyanti, F. N. (2017). Kemampuan Laba Bersih Rasio Piutang dan Dividen Kas dalam Memprediksi Arus Kas Operasi Masa Depan. STIE Perbanas Surabaya. Google Scholar

 

Salehudin. (2017). Pengaruh Laba Bersih Dan Komponen Akrual Dalam Memprediksi Arus Kas Operasi Masa Depan (Riset Pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Property Dan Real Estate Tahun 2012-2015). Artikel Akuntansi Universitas PGRI Yogyakarta. Google Scholar

 

SIRAIT, S. F. (2021). Pengaruh Laba Kotor, Laba Operasi Dan Laba Bersih Dalam Memprediksi Arus Kas Di Masa Mendatang.

 

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif R&D. Alfabeta. Google Scholar

 

Sulistyawan, M. (2015). Pengaruh laba bersih, arus kas operasi dan komponen-komponen akrual dalam memprediksi arus kas operasi di masa depan. Diponegoro Journal of Accounting, 4(4), 1–11. Google Scholar

 

Sumiyati & Ika, S. A. (2011). Komponen Akuntansi Akrual Sebagai Prediktor Arus Kas Operasi. Jurnal Akuntansi, 10(2), 48–58. Google Scholar

 

Triyono. (2011). Dampak Kualitas Laba Terhadap Kemampuan Prediksi Laba, Arus Kas, Dan Komponen Akrual. Jurnal Simposium Nasional Akuntansi XIV Aceh.

 

Wanti, F. K. P. (2012). Kemampuan laba bersih, arus kas operasi, dan rasio piutang untuk mempengaruhi arus kas masa mendatang pada perusahaan food and beverage di BEI. Berkala Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 1(3), 36–41. Google Scholar

 

Yulianti, Y., Wahdi, N., & Saifudin, S. (2017). Model Prediksi Arus Kas Masa Depan Pada Emiten Lq45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 17(2), 323–337. Google Scholar




Copyright holder :

Eriska Dwi Apriana, Usep Syaipudin, Yenni Agustina, Einde Evana (2022)

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: