|
Jurnal Syntax Transformation |
Vol. 3, No. 4, April 2022 |
|
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial Sains |
EFEKTIVITAS METODE SNOWBALL THROWING DALAM KETERAMPILAN MENYIMAK UNTUK MENENTUKAN POKOK BERITA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 WATAMPONE KABUPATEN BONE
Universitas Muhammadiyah Bone, Sulawesi Selatan, Indonesia
Email: [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 23 Maret 2022 Direvisi 17 April 2022 Disetujui 23 April 2022 |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode snowball throwing dalam pembelajaran menyimak untuk menemukan pokok berita pada siswa kelas VIII SMP SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone, Pendekatan dalam penelitan ini adalah deskriptif kuantitatif� dan desain atau rancangan eksprimen yang digunakan dalam penelitian adalah Rondomized Control-Group Test Only Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone. Sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VIII A sebagai kelas kontrol dan siswa kelas VIII B sebagai kelas eksprimen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tes dengan bentuk soal pilihan ganda dan uraian. Hasil perhitungan uji t terlihat bahwa harga t-hitung adalah sebesar 4,1680 yang ternyata lebih besar dari taraf signifikan 1% untuk dk=64 diperoleh t-tabel sebesar 2,386. Dengan demikian menunjukkan bahwa t-hitung > t-tabel yaitu 4,1680 > 2,386 sehingga pada taraf 1% data yang diperoleh adalah sangat signifikan maka hipotesis Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menyimak untuk menemukan pokok berita dengan menggunakan metode snowball throwing efektif diterapkan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 74,25 dan hasil rata-rata kelas eksprimen sebesar 83,8529. Kesimpulan penelitian ini adalah metode snowball throwing efektif digunakan dalam pembelajaran menyimak pokok berita kelas VIII SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone.
ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of using the snowball throwing method in listening learning to find news headlines for class VIII students of SMP Negeri 4 Watampone Bone Regency. The approach in this research is descriptive quantitative and the design or experimental design used in this research is the Rondomized Control-Group Test Only Design. The population in this study were all eighth grade students of SMP Negeri 4 Watampone, Bone Regency. While the samples were students of class VIII A as the control class and students of class VIII B as the experimental class. The data collection technique in this study was a test technique in the form of multiple choice questions and descriptions. The results of the t-test calculation show that the t-count value is 4.1680, which is greater than the 1% significant level for dk=64. The t-table is 2.386. Thus, it shows that t-count > t-table is 4.1680 > 2.386 so that at the level of 1% the data obtained is very significant, then the Ho hypothesis is rejected. It can be concluded that listening learning to find the main news using the snowball throwing method is effectively applied to class VIII students of SMP Negeri 4 Watampone, Bone Regency. This can be seen from the average value of the control class of 74.25 and the average result of the experimental class of 83.8529. The conclusion of this research is that the snowball throwing method is effectively used in learning to listen to news stories for class VIII of SMP Negeri 4 Watampone, Bone Regency. |
|
Kata Kunci: Efektivitas; snowball throwing; menyimak; berita
Keywords: Effectiveness; snowball throwing; listening; news |
Pendahuluan
Fungsi pengajaran bahasa Indonesia yang diketahui secara umum adalah agar siswa memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa. Seseorang yang selalu dan terbiasa berpikir logis akan sangat membantu dalam proses pengajaran bahasa. Menurut (Hendri, 2017) keterampilan berbahasa mempunyai empat komponen, yaitu keterampilan menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skills), keterampilan membaca (reading skills), dan keterampilan menulis (writing skills). Keempat keterampilan tersebut mempunyai hubungan yang sangat erat, antara keterampilan yang satu dengan keterampilan yang lain saling berkaitan. Sebagaimana kita ketahui bahwa keterampilan menyimak sebagai salah satu dari empat keterampilan berbahasa mempunyai peranan yang penting di dalam kehidupan manusia. Melalui menyimak seseorang dapat mengetahui pesan yang disampaikan dari penutur sehingga maksud dari penutur dapat dipahami. Berdasarkan Kurikulum 2013, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia SMP dan MTs terdapat kompetensi dasar yang menuntut siswa untuk dapat menyimak adalah menyimak berita �(Khotijah & Ismail, 2019). �Penelitian ini dititikberatkan pada menemukan pokok-pokok berita. Untuk meningkatkan kemampuan menyimak berita, guru dituntut untuk lebih kreatif dalam memilih metode pembelajaran maupun pemanfaatan media yang digunakan.
Pengembangan keterampilan menyimak perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh sebagai salah satu aspek keterampilan berbahasa. Menyimak memang dapat dikuasai oleh siapa saja yang memiliki keterampilan intelektual yang memadai. Berbeda dengan keterampilan menulis dan berbicara, menyimak memerlukan konsentrasi yang khusus untuk mendapatkan simakan yang maksimal.
Satu hal yang menunjang kemampuan memahami berita bagi siswa adalah keterampilan guru dalam memilih metode yang tepat. Metode merupakan upaya mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Banyak siswa beranggapan bahwa mata pelajaran bahasa Indonesia membingungkan serta merupakan ilmu pengembangan yang dapat berubah seiring perkembangan zaman. Akan tetapi penerapan dan manfaatnya sangat penting. Kurangnya keterampilan guru dalam pemilihan metode pembelajaran yang variatif dapat menjadikan kendala dalam belajar (Astra & Jannah, 2012). Akibat kurang memanfaatkan media yang ada siswa cenderung pasif dan merasa bosan sehingga siswa kurang berminat mengikuti pembelajaran yang berlangsung. Oleh karena itu, penggunaan metode snowball throwing menjadi salah satu metode yang dapat menjadikan pembelajaran menjadi menarik dan diminati siswa.
Pembelajaran dengan metode snowball throwing merupakan salah satu modifikasi dari teknik bertanya yang menitikberatkan pada kemampuan merumuskan pertanyaan yang dikemas dalam sebuah permainan yang menarik yaitu saling melemparkan bola salju yang berisi pertanyaan kepada semua teman (Ludfi & Irvan, 2017). Metode yang dikemas dalam sebuah permainan membutuhkan sebuah kemampuan yang sangat sederhana yang bisa dilakukan oleh hampir semua siswa dalam mengemukakan pertanyaan sesuai dengan materi yang dipelajarinya. Metode ini dianggap lebih efektif karena dalam penyampaian materi guru hanya menyampaikan kepada ketua kelompoknya saja dan siswa yang cenderung pendiam dan pemalu akan lebih nyaman dan lebih mudah dalam menerima materi karena yang menyampaikan materi dan yang menjawab materi temannya sendiri. Seluruh siswa dituntut untuk menguasai dan harus mampu menjawab pertanyaan dari temannya sendiri (Mariyaningsih & Hidayati, 2018). Metode pembelajaran ini merangsang siswa supaya lebih aktif dalam proses pembelajaran sehingga kekurangan� terhadap antusias siswa bisa dipecahkan dengan penggunaan metode snowball throwing (Hidayani, 2020).
Pembelajaran keterampilan menyimak dapat memberikan manfaat untuk melatih siswa bernalar melalui bahasa yang disimaknya. Pembelajaran menyimak merupakan keterampilan produktif yang menuntut kemampuan siswa dalam melatih konsentrasi Akan tetapi pada kenyataannya kemampuan menyimak pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4� Watampone Kabupaten Bone masih kurang, bahkan masih rendah sehingga tidak sesuai dengan standar� atau KKM yang telah ditetapkan oleh guru Bahasa Idonesia di sekolah tersebut. Hal ini peneliti ketahui ketika melakukan observasi awal pada guru yang mengajaran di kelas VIII SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone
Faktor yang melatarbelakangi rendahnya keterampilan menyimak pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4� Watampone Kabupaten Bone adalah rendahnya minat siswa untuk mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia terutama dalam hal menyimak berita. Selain itu disebabkan pula metode pengajaran yang tidak variatif. Guru umumnya hanya menggunakan metode ceramah pada kegiatan pembelajaran. Metode ceramah tidak menuntut siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran (Hermawan, 2019). Sementara pembelajaran sekarang menuntut siswa untuk aktif di kelas. Sistem pembelajaran saat ini menuntut guru sebagai fasilitator pembelajaran bagi siswa. Sebagai akibat dari keadaan yang diuraikan tersebut, maka tidak mengherankan jika siswa tidak berminat dan kurang termotivasi dalam mempelajari bahasa dan sastra Indonesia yang mengakibatkan siswa malas belajar dan nilai keterampilan menyimak masih rendah.
Kondisi tersebut menggugah keinginan peneliti untuk melakukan penelitian mengenai kemampuan menyimak difokuskan pada materi menemukan pokok-pokok berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4� Watampone Kabupaten Bone dengan menggunakan metode snowball throwing.
Penggunaan metode snowball throwing ini sebagai alternatif pembelajaran menemukan pokok-pokok berita sehingga siswa akan lebih tertarik untuk menyimak berita yang disajikan dalam bentuk rekaman berita dan diharapkan dapat memberikan motivasi terhadap siswa agar mampu menemukan pokok-pokok berita. Berdasarkan hal itu, maka diadakan penelitian untuk mengetahui efektivitas metode snowball throwing dalam pembelajaran keterampilan menyimak khususnya pada standar kompetensi menemukan pokok-pokok berita.
Metode Penelitian
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Penelitian eksperimental (experimental research), merupakan pendekatan penelitian kuantitatif yang paling murni, dalam arti memenuhi semua persyaratan untuk menguji hubungan sebab akibat Desain penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu Menurut (Hermawan, 2019) metode eksperimen semu mengikuti prosedur dan syarat-syarat terutama berkenaan dengan pengontrolan variabel, kelompok kontrol, atau manipulasi kegiatan serta pengujian hasil.
Dengan menggunakan metode eksperimental diharapkan kemampuan menyimak berita untuk menemukan pokok-pokok berita pada siswa dapat meningkat, yaitu dengan cara memberikan perlakuan terhadap kemampuan menyimak berita dengan menggunakan metode snowball throwing kepada kelompok kelas eksperimen dan membandingkan hasilnya dengan kelompok kelas kontrol atau kelompok yang tidak menggunakan metode snowball throwing (Lusiana, 2021).
Hasil dan Pembahasan
A. Hasil Penelitian
Menghasilkan sesuatu, yakni formasi-formasi, sebuah kewajaran. Bagi Foucault analisis arkeologi dan genealogi di atas bukan merupakan dua analisis yang kontradiktoris, melainkan yang saling melengkapi (Hermanto, 2022). Arkeologi berusaha menyendirikan tingkat praktek-praktek diskursif dan untuk merumuskan aturan-aturan produksi dan transformasi bagi praktek-praktek tersebut. Di lain pihak genealogi memusatkan perhatian pada kekuatan-kekuatan dan relasi-relasi kuasa yang dikaitkan dengan praktek-praktek diskursif. Genealogi tidak bersikeras untuk memisahkan aturan-aturan untuk produksi diskursus dan relasi-relasi kuasa. Akan tetapi genealogi tidak menggantikan tempat arkeologi (Hermanto, 2022). Setelah kegiatan penelitian dilakukan, data yang dikumpulkan perlu dijabarkan secara sistematis dan dianalisis. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengamatan dengan memberikan tes kepada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Watampone tahun pelajaran 2021/2022. Untuk mengetahui efektif tidaknya penggunaan metode snowball throwing dalam pembelajaran keterampilan menyimak untuk menemukan pokok-pokok berita pada kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol.
1. Data Hasil Penelitian Menyimak Berita Kelas Kontrol
Kelas kontrol pada penelitian ini adalah kelas VIII A. Pada kelas ini siswa diajar seperti biasa dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan. Tugas yang diberikan adalah menyimak berita. Dari tes kemampuan menulis siswa diperoleh nilai tertinggi 93 dan nilai terendah 55. Data nilai keterampilan menyimak berita kelas kontrol dapat dilihat pada lampiran. Adapun distribusi frekuensi kemampuan menyimak berita dapat dibuat dalam tabel distribusi sebagai berikut.
Tabel 6
Distribusi Frekuensi Nilai Menyimak Berita Kelas Kontrol
|
No |
Interval |
Fi |
Persentase |
|
1. |
55-59 |
2 |
6,25 |
|
2. |
60-64 |
2 |
6,25 |
|
3. |
65-69 |
4 |
12,5 |
|
4. |
70-74 |
10 |
31,25 |
|
5. |
75-79 |
5 |
15,6 |
|
6. |
80-84 |
4 |
12,5 |
|
7. |
85-89 |
3 |
9,4 |
|
8. |
90-94 |
2 |
6,25 |
|
Jumlah |
32 |
100 |
|
Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui siswa yang mendapatkan nilai pada interval 55-59 berjumlah 2 siswa dengan persentase 6,25, yang mendapat nilai pada interval 60-64 berjumlah 2 siswa dengan persentase 6,25, yang mendapat nilai pada interval 65-59 berjumlah 4 siswa dengan persentase 12,5, yang mendapat nilai pada interval 70-74 berjumlah 10 siswa dengan persentase 31,25, yang mendapat nilai pada interval 75-79 berjumlah 5 siswa dengan persentase 15,6, yang mendapat nilai pada interval 80-84 berjumlah 4 siswa dengan persentase 12,5, yang mendapat nilai pada interval 85-89 berjumlah 3 siswa dengan persentase 9,4, dan yang mendapat nilai pada interval 90-94 berjumlah 2 siswa dengan persentase 6,25.
Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui siswa yang mendapatkan nilai pada interval 54,5-59,5 berjumlah 2 siswa, yang mendapat nilai pada interval 59,5-64,5 berjumlah 2 siswa, yang mendapat nilai pada interval 64,5-59,5 berjumlah 4 siswa, yang mendapat nilai pada interval 69,5-74,5 berjumlah 10 siswa, yang mendapat nilai pada interval 74,5-79,5 berjumlah 5 siswa, yang mendapat nilai pada interval 79,5 84,5 berjumlah 4 siswa, yang mendapat nilai pada interval 84,5-89,5 berjumlah 3 siswa dan yang mendapat nilai pada interval 89,5-94,5 berjumlah 2 siswa
2. Data Hasil Penelitian Menyimak Berita Kelas Eksperimen
Kelas eksperimen atau kelas pemakai metode pada penelitian ini adalah kelas VIII B yang berjumlah 34 siswa. Pada kelas ini, siswa diajar dengan menggunakan metode snowball throwing, yaitu metode yang menekankan penemuan siswa untuk mencari konsep pembelajaran. Dari kemampuan menyimak siswa diperoleh nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 58. Adapun distribusi frekuensi kemampuan menyimak berita dapat dibuat dalam tabel distribusi sebagai berikut:
Tabel 7
Distribusi Frekuensi Nilai Menyimak Berita Siswa Kelas Eksperimen
|
No |
Interval |
Fi |
Persentase |
|
1. |
58-63 |
2 |
5,9 |
|
2. |
64-69 |
1 |
2,9 |
|
3. |
70-75 |
2 |
5,9 |
|
4. |
76-81 |
5 |
15 |
|
5. |
82-87 |
10 |
29,4 |
|
6. |
88-93 |
13 |
38 |
|
7. |
94-99 |
1 |
2,9 |
|
Jumlah |
34 |
100 |
|
Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui siswa yang mendapatkan nilai pada interval 58-63 berjumlah 2 siswa dengan prosentase 5,9, yang mendapat nilai pada interval 64-92 berjumlah 1 siswa dengan prosentase 2,9, yang mendapat nilai pada interval 70-75 berjumlah 2 siswa dengan prosentase 5.9, yang mendapat nilai pada interval 76-81 berjumlah 5 siswa dengan prosentase 15, yang mendapat nilai pada interval 82-87 berjumlah 10 siswa dengan prosentase 29,4, yang mendapat nilai pada interval 88-93 berjumlah 13 siswa dengan prosentase 38, dan yang mendapat nilai pada interval 84-99 berjumlah 1 siswa dengan prosentase 2,9.
Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui siswa yang mendapatkan nilai pada interval 57,5-63,5 berjumlah 2 siswa, yang mendapat nilai pada interval 63,5-69,5 berjumlah 1 siswa, yang mendapat nilai pada interval 69,5-75,5 berjumlah 2 siswa, yang mendapat nilai pada interval 75,5-81,5 berjumlah 5 siswa, yang mendapat nilai pada interval 81,5-87,5 berjumlah 10 siswa, yang mendapat nilai pada interval 87,5 93,5 berjumlah 13 siswa, dan yang mendapat nilai pada interval 93,5-99,5 berjumlah 1 siswa.
3. Uji Hipotesis
Berdasarkan data keterampilan menyimak untuk menemukan pokok-pokok berita hasil kelas kontrol dan kelas eksperimen siswa kelas VIII-B SMP SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone� Tahun Pelajaran 2021/2022 sebagai subjek penelitian, dilakukan uji hipotesis untuk membuktikan efektifitas penggunaan metode snowball throwing dalam pembelajaran menyimak untuk menemukan pokok-pokok berita.
Hipotesis yang diajukan adalah:
H0: Tidak terdapat perbedaan kemampuan menyimak untuk menemukan pokok pokok berita antara pembelajaran dengan menggunakan metode snowball throwing dengan tidak menggunakan metode snowball throwing pada siswa kelas VIII SMP SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone� Tahun Pelajaran 2021/2022.
Ha: Terdapat perbedaan kemampuan menyimak untuk menemukan pokok-pokok berita antara pembelajaran dengan menggunakan metode snowball throwing dengan tidak menggunakan metode snowball throwing pada siswa kelas VIII SMP SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone� Tahun Pelajaran 2021/2022.
Kriteria uji hipotesis ini adalah:
Jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak. Sebaliknya Ha diterima.
Tabel 8
Rangkuman Hasil Uji Hipotesis
|
Kemampuan Menulis |
N |
t hitung |
t tabel 5% |
Simpulan |
|
Eksperimen |
34 |
4,1680 |
1,669 |
Signifikan |
|
Kontrol |
32 |
|
|
|
Dapat dilihat pada hasil perhitungan uji-t berikut.
t
����dengan
��� ����(n1 -n2)S12+(n2-1)S22
S2 =�����
������� n1+n2-2
��� �����(34-1)85,222201+(32-1)84,4516
S2 =�����
������ ����� ���34+32-2
������� �2812,2633+2617,9996
�� �=�����
������ ����� �64
�������� 5430,2629
�� �=�����
�� 64
�� �= 84,8479
�S = √888,8479
�S = 9,2113
Jadi
�
������� ��9,75
�=��������
��� 9,2113 X 0,2463
������ �9,75
�=�������� ������������������� =
4,1680
������ 2,2687
Hasil dari perhitungan uji t terlihat bahwa harga t-hitung adalah sebesar 4,1680 yang ternyata lebih besar dari harga t-tabel taraf signifikan 5% pada dk = 64 yaitu sebesar 4,1680 dan 1,669. Sedangkan pada taraf signifikan 1% untuk dk = 64 diperoleh t tabel sebesar 2,386. Dengan demikian hal ini menunjukkan bahwa t hitung > t tabel yaitu 4,1680> 2,386 sehingga pada taraf 1% data yang diperoleh adalah sangat signifikan. Dengan demikian hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan diterima. Hal ini memberikan arti bahwa melalui metode snowball throwing sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas VIII SMP SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone� Tahun Pelajaran 2021/2022.
B. Pembahasan
Dari hasil pengujian hipotesis terlihat bahwa melalui metode snowball throwing sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas VIII SMP SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone� Tahun Pelajaran 2021/2022. Kenyataan tersebut sangat beralasan, karena pembelajaran keterampilan menyimak untuk menemukan pokok-pokok berita dengan metode snowball throwing memberikan hasil yang lebih tinggi dari pada pembelajaran secara konvensional atau ceramah. Dengan nilai rata-rata hasil kelas kontrol sebesar 74,25 dan hasil rata-rata kelas eksperimen sebesar 83,8529.
Hasil dari perhitungan uji t terlihat bahwa harga t hitung adalah sebesar 4,1680 yang ternyata lebih besar dari harga t tabel taraf signifikan 5% pada dk - 64 yaitu sebesar 4,1680 dan 1,669. Sedangkan pada taraf signifikan 1% untuk dk = 64 diperoleh t tabel sebesar 2,386. Dengan demikian hal ini menunjukkan bahwa t hitung > t tabel yaitu 4,1680 > 2,386 sehingga pada taraf 1% data yang diperoleh adalah sangat signifikan.
Proses pembelajaran pada kompetensi dasar menyimak untuk menemukan pokok-pokok berita yang dilaksanakan dikelas VIII B SMP SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone bagi kelas eksperimen dengan menggunakan metode snowball throwing memberi dampak yang positif dan dapat dikatakan efektif karena diperoleh nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas VIII A selaku kelas kontrol. Pada kelas eksperimen nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 83,8529 sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 74,25. Selain itu juga nilai tertinggi dikelas eksperimen mencapai 95 artinya nilai tertinggi dapat diperoleh dikelas eksperimen, dan nilai terendahnya adalah 58. Sedangkan nilai tertinggi dikelas kontrol hanya mencapai 93 dan nilai terendah adalah 55.
Dari hasil pengujian hipotesis terlihat bahwa penggunaan metode snowball throwing efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas VIII SMP SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone. Selain itu metode snowball throwing juga mempunyai kelebihan untuk pembelajaran menyimak berita dibandingkan dengan metode ceramah diantaranya adalah: dalam penyampaian bahan metode snowball throwing digunakan kegiatan dan pengalaman langsung, metode snowball throwing lebih realistis dan mempunyai makna, metode snowball throwing merupakan salah satu metode pemecahan masalah, dengan sejumlah transfer secara langsung, metode snowball throwing banyak memberikan kesempatan bagi anak didik untuk terlibat langsung dalam kegiatan belajar, metode Snowball throwing membangkitkan gairah pada siswa, meningkatkan kognitif siswa.
Hal ini menjadikan pembelajaran keterampilan menyimak berita bukanlah hal yang sulit tetapi membutuhkan keterampilan dan metode yang sesuai yang dapat membuat siswa lebih mudah dalam proses pembelajaran. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran menyimak berita menggunakan metode snowball throwing antara lain adalah siswa lebih memahami konsep menyimak berita karena dalam pembelajarannya siswa dapat belajar dari pengalaman siswa sendiri, siswa juga lebih termotivasi dalam pembelajaran karena metode snowball throwing mengajarkan siswa untuk aktif dalam menemukan sendiri konsep pembelajaran menyimak berita. Dalam menemukan konsep siswa melakukan pengamatan, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, menarik kesimpulan dan sebagainya untuk menemukan beberapa konsep atau prinsip, sehingga metode ini bisa menumbuhkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran menyimak.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan metode snowball throwing dapat meningkatkan kemampuan menyimak berita siswa kelas VIII SMP SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone� Tahun Pelajaran 2021/2022.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone tahun pelajaran 2021/2022 maka dapat disimpulkan bahwa metode snowball throwing sangat efektif digunakan pada pembelajaran keterampilan menyimak untuk menemukan pokok berita. Hal ini dapat dilihat dari tes yang diperoleh siswa serta perhitungan uji hipotesis.
Hasil dari perhitungan uji t terlihat bahwa harga t hitung adalah sebesar 4,1680 yang ternyata lebih besar dari harga t tabel taraf signifikan 1% untuk dk= 64 diperoleh t tabel sebesar 2,386. Dengan demikian menunjukkan bahwa t hitung > t tabel yaitu 4,180� > 2,386 sehingga pada taraf 1% data yang diperoleh adalah sangat signifikan. Dengan demikian hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan diterima. Hal ini memberikan arti bahwa melalui metode snowball throwing sangat efektif dalam kemampuan menyimak siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Watampone Kabupaten Bone.
Selain itu metode snowball throwing juga mempunyai kelebihan untuk pembelajaran menyimak berita diantaranya adalah: dalam penyampaian bahan metode snowball throwing digunakan kegiatan dan pengalaman langsung, metode snowball throwing lebih realistis dan mempunyai makna, metode snowball throwing merupakan salah satu metode pemecahan masalah dengan sejumlah transfer secara langsung dalam kegiatan belajar, membangkitkan gairah belajar siswa dan meningkatkan kognitif siswa.
BIBLIOGRAFI
Astra, I. M., & Jannah, M. (2012). Pengaruh model pembelajaran problem posing tipe pre-solution posing terhadap hasil belajar fisika dan karakter siswa SMA. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 8(2). Google Scholar
Hendri, M. (2017). Pembelajaran Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Melalui Pendekatan Komunkatif. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam, 3(2), 196�210. Google Scholar
Hermanto, H. (2022). Menggunakan Metode Algoritm Silver Meal dan Algoritm Wagner Within Dengan Demand Dynamic Inventory Dalam Pengendalian Persediaan Bahan Kegiatan Purchase Order. Jurnal Syntax Transformation, 3(3), 468�485. Google Scholar
Hermawan, I. (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan (Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed Method). Hidayatul Quran. Google Scholar
Hidayani, B. N. (2020). Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa pada Materi Skala dan Perbandingan Melalui Pembelajaran Snowball Throwing di SD Negeri 11 Mataram. Jurnal Paedagogy, 7(3), 186�200. Google Scholar
Khotijah, S., & Ismail, B. (2019). Kesalahan Ejaan dalam Penulisan Artikel Web IAIN Surakarta dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 di SMP. Jurnal Kajian Bahasa Dan Sastra. Hal, 63�73. Google Scholar
Ludfi, A. D., & Irvan, M. (2017). Pengaruh Teknik Snowball Throwing terhadap Hasil Belajar IPS Pokok Bahasan Permasalahan Sosial. JP (Jurnal Pendidikan): Teori Dan Praktik, 1(2), 107�112. Google Scholar
Lusiana, L. (2021). Implementasi Metode Snowball Throwing Untuk Melatih Kemampuan Berbicara Siswa Kelas Iii Di Mi P2a Meri Kecamatan Kutasari Purbalingga. Iain Purwokerto. Google Scholar
Mariyaningsih, N., & Hidayati, M. (2018). Bukan Kelas Biasa: Teori dan Praktik Berbagai Model dan Metode Pembelajaran Menerapkan Inovasi Pembelajaran di Kelas-kelas inspiratif. CV Kekata Group. Google Scholar
|
Copyright holder : Muh. Safar (2022)
|
|
First publication right :
This article is licensed under: |