|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 3,
No. 5, Mei 2022 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
ADAPTABILITAS
KARIR, MOTIVASI DAN PELATIHAN SERTA PROFESIONALISME SEBAGAI FAKTOR YANG
BERPENGARUH TERHADAP PENGEMBANGAN KARIR KARYAWAN DI MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI
LITERATUR)
Hanto Widyastomo, Achmad Fauzi , Handitya Kusuma Wibowo, Rospika Tamba, Ulia Swasti, Anggara
Rahmat
Universitas Terbuka, Banten,
Indonesia
Email: [email protected], [email protected], [email protected],
[email protected], [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima
23 Maret 2022 Direvisi 17 Mei 2022 Disetujui 23 Mei 2022 |
Penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) di Indonesia ditetapkan sebagai bencana nasional nonalam melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 12 Tahun 2020 tanggal 13 April 2020. Covid-19 menjadi
pandemi virus yang menyebar
hampir ke seluruh negara di dunia dan menyebabkan
berbagai dampak ke berbagai sektor
termasuk ke sektor ketenagakerjaan. Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja
pada fasel awal pandemi covid-19 periode bulan April s.d. Agustus 2020 terdapat sekitar 2 juta pekerja terdampak, baik yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan sementara dan kelompok usaha yang mengalami kebangkrutan usaha. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan karir karyawan di tengah kesulitan pandemi covid-19 yang
dialami oleh berbagai institusi dari berbagai sektor. Variabel yang digunakan yaitu faktor adaptabilitas karir, faktor motivasi, faktor pelatihan dan faktor profesionalisme. ABSTRACT The spread of the
corona virus disease 2019 (Covid-19) in Indonesia was designated as a
non-natural national disaster through Presidential Decree (Kepres) No. 12 of 2020 dated April 13, 2020. Covid-19
became a viral pandemic that spread to almost all countries in the world and
caused various impacts. to various sectors, including the labor sector. Based
on data from the Ministry of Manpower in the early phases of the COVID-19
pandemic, the period from April to d. In August
2020 there were around 2 million workers affected, both those who experienced
Termination of Employment (PHK), temporarily laid off and business groups
that experienced business bankruptcy. This literature study aims to determine
the career development of employees in the midst of the difficulties of the
COVID-19 pandemic experienced by various institutions from various sectors.
The variables used are career adaptability factors, motivation factors,
training factors and professionalism factors. |
|
Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Pengembangan karir, karyawan, pelatihan, motivasi, adaptabilitas karir, profesionalisme Keywords: Covid-19 pandemic, Career
development, employees, training, motivation, career adaptability,
professionalism |
Pendahuluan
Untuk mendapatkan peningkatan
kinerja perusahaan harus didukung oleh terpenuhinya pelatihan yang didapatkan oleh karyawan untuk mengembangkan keterampilannya. Perusahaan biasa
di masa pandemi harus menginvestasikan modal untuk pengadaan program pelatihan (Abdullah, 2014).
Program yang menunjang pengembangan
karir karyawan saat ini belum
menjadi fokus perusahaan sehingga hal ini menimbulkan
permasalahan yang akan merugikan perusahaan, dikarenakan kurangnya program pelatihan karyawan maka akan menimbulkan
minat untuk mencari perusahaan lain yang mampu menyediakan pelatihan untuk menunjang karir karyawan. Berdasarkan sumber dari Hrnote
Asia menjelaskan bahwa pengembangan karir adalah serangkaian kegiatan untuk menambah pengetahuan, menggali serta sikap untuk menentukan
keputusan dengan tujuan meraih karir
oleh seseorang atau karyawan.
Imbas Pandemi Covid-19 yang ditetapkan
Pemerintah Indonesia sejak awal 2020 telah mengubah pola hidup
masyarakat. Sektor UMKM
yang modal operasionalnya day-to-day terpuruk sangat dalam. Pekerja kantoran yang dipaksa bekerja dari rumah, ditambah
harus mendampingi anaknya yang juga belajar dari rumah. Kegiatan-kegiatan
tatap muka dan melibatkan mobilisasi banyak orang pun terpaksa dihentikan sebagai upaya untuk menahan
laju penularan COVID-19. Sektor-sektor terkait, antara lain: ekonomi, transportasi, pendidikan, pariwisata, dsb terdampak negatif.
Press release subjek ketenagakerjaan yang dikeluarkan BPS berdasarkan data
per Agustus 2021 menyatakan
setidaknya terdapat sekitar 21,3 juta pekerja atau karyawan
serta calon angkatan kerja yang terdampak oleh pandemic Covid-19. Mulai
dari terkena PHK hingga kesulitan mendapatkan pekerjaan efek dari banyak
perusahaan yang melakukan efisiensi.�
�� Berdasarkan data di lapangan,
momok terburuk dari efek pandemi
ini adalah pemutusan hubungan kerja. masih cukup
dikatakan beruntung jika hanya di-WFH-kan dengan konsekuensi
pengurangan jam kerja dan gaji. jika bisa
bertahan pada tempat kerja saja sudah
cukup berat, maka meningkatkan jenjang karir merupakan
tantangan luar yang entah kapan berakhir
ini.
Dari data dan penjelasan di atas menunjukkan bahwa efek pandemi telah
membuat karir seseorang bergejolak tak menentu. Maka
dibutuhkan extra effort untuk
pengembangan karir melalui berbagai cara peningkatan bahkan peningkatan skill dimana selama WFH terdapat waktu luang yang dapat dimanfaatkan. Artikel ini membahas pengaruh pelatihan yang dilakukan untuk pengembangan kapasitas, faktor motivasi diri, faktor adaptabilitas pekerja atas karir
yang ditekuninya, dan faktor
sikap profesionalisme terhadap pengembangan karir, suatu studi
literatur manajemen sumber daya manusia.
Metode Penelitian
Dalam
penyusunan artikel ini, menggunakan metode literatur review dan penilaian secara kualitatif atas berbagai sumber data dari� berbagai� artikel ilmiah hasil penelitian terdahulu (Cahyono et al., 2019).
Hasil
dan Pembahasan
Sampai saat ini
belum banyak diperoleh referensi yang cukup yang mengaitkan antara pelatihan, motivasi, adaptabilitas karir dan profesionalisme terhadap pengembangan karir. Hal ini menjadikan judul literatur review ini sebagai sebuah novelty, yaitu penelitian baru yang belum pernah diteliti orang peneliti sebelumnya. Namun dapat dipaparkan
beberapa penelitian sebelumnya yang cukup relevan diantaranya:
A.
Hubungan dan pengaruh adaptabilitas
karir terhadap pengembangan karir karyawan
Menurut (Ramadani, D., Fachrurrazi, M., & Hidayat, 2020)
�, adaptasi dalam karir yang dimiliki karyawan akan dapat membantu
dalam menyelesaikan permasalahan, mengembangkan karir, perubahan pekerjaan hingga mengatasi adanya trauma kerja.
Transisi dan krisis global pada masa pandemi Covid-19 menyebabkan kemampuan beradaptasi karir menjadi keterampilan
penting dalam dunia kerja karena terjadi
perubahan pekerjaan yang tidak terduga, keputusan PHK dan cuti dari pekerjaan (Lee et al., 2021).
Maka dari itu dengan adaptabilitas
karir membantu individu melihat kemungkinan, memanfaatkan perubahan dan antisipasi pada ketidakpastian yang dapat diperkirakan (Rudolph et al., 2017).
Pada masa perubahan, proses adaptasi
dapat menjadi kesulitan tersendiri yang dialami karyawan dalam melakukan penyesuaian kerja. Untuk itu para karyawan perlu memiliki kemampuan untuk adaptasi dalam situasi dan interaksi kerja serta tuntutan kerja yang baru (Effendy & Widianingtanti, 2020).
Pada Masa pandemi
Covid-19 ini merupakan situasi yang menyebabkan banyak orang mengalami keterpurukan karir. Hal-hal yang dapat dilakukan dalam menghadapi permasalahan selama masa pandemic yaitu mengembangkan kemampuan adaptasi karir dan resiliensi karir (Ramadani et al., 2020).
B.
Hubungan dan pengaruh motivasi
terhadap pengembangan karir karyawan
Motivasi mempunyai hubungan
dengan pengembangan karir, dimana motivasi
merupakan faktor pendorong seseorang yang terpengaruhi oleh orang lain, lingkungan
maupun diri sendiri. Motivasi dalam kerja pada dasarnya dapat menajadi faktor mendorong agar dapat menjalankan pekerjaan dengan lebih baik
secara benar untuk mencapai tujuan organisasi (Bahagia & Putri, 2021).
Penelitian juga dilakukan
oleh (Yarberry & Sims, 2021)
mengenai� motivasi saat melakukan
work from home dari rumah, bahwa bekerja secara
Remote dapat meningkatkan Efikasi dini dan pemberdayaan diri terhadap potensi pengembangan karir. Namun juga kurang akan komunikasi dan rasa memiliki.
C.
Hubungan dan pengaruh pelatihan
terhadap pengembangan karir karyawan
Pelatihan mempunyai pengaruh
terhadap pengembangan karir studi kasus
pada PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung (Andriyani & Utama, 2017).
Hasil penelitian� menunjukkan
bahwa�� frekuensi pengadaan pendidikan dan pelatihan bnerdampak pada pengembangan karir yang lebih baik. Kemudian dari hasil penelitian
(Husin et al., 2017)
bahwa pelatihan mempunyai pengaruh signifikan terhadap pengembangan karir pada studi kasus tenaga
kependidikan pada SD N 148 Kecamatan
Limun Kabupaten Sarolangun. Hasil penelitian menunjukkan semakin banyak pelatihan yang diterima, berpengaruh positif terhadap pengembangan karir tenaga kependidikan. Hal ini serupa dengan
penelitian (Rezeki et al., 2020)
bahwa variabel pengalaman kerja dan pelatihan mempunyai pengaruh positif terhadap pengembangan karir pada studi kasus karyawan di Dinas PPKB Kota
Medan Provinsi Sumatera Utara. Kemudian
hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian (Supeni & Sujana, 2021)
bahwa pendidikan pelatihan, pengalaman kerja, serta prestasi
kerja berpengaruh terhadap pengembangan karir karyawan karyawan studi kasus pada karyawan PDAM Kabupaten Buleleng. Kemudian riset ini diperkuat dengan
riset (Upasuji et al., 2020)
bahwa pelatihan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan karir. Hal tersebut mengindikasikan adanya berbagai pelatihan dapat membnatu peluang karyawan untuk mengembangkan karir lebih baik.
Dari berbagai hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan
bahwa terdapat pengaruh yang positif antara pelatihan terhadap perkembangan karir. Artinya semakin sering mengikuti pelatihan maka semakin besar
peluang untuk mengembangkan karir.
D.
Hubungan dan pengaruh profesionalisme
terhadap pengembangan karir karyawan
Menurut (Priyangga & Franksiska, 2019)
berdasar penelitian yang dilakukan terhadap karyawan di Kota Salatiga memberikan kesimpulan hasil bahwa profesionalisme
berpengaruh secara positif terhadap pengembangan karir. Hal tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang mengedapankan
sikap profesionalisme yang ditandai dengan kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan berkualitas akan dapat lebih mudah
dalam menyesuaikan dirinya untuk meningkatkan
karirnya dalam bekerja.
Sedangkan menurut (Diao et al., 2021),
berdasar penelitian yang dilakukan terhadap tenaga medis selama
menangani kasus pandemi covid-19 memberikan kesimpulan bahwa adanya sikap
profesionalisme memberikan motivasi bagi para tenaga medis untuk
tetap memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien serta memberikan pertimbangan untuk tetap bertahan dalam mengembangkan karir mereka sebagai
tenaga medis.
Dari kedua
hasil penelitian tersebut memberikan menunjukkan sikap profesionalisme memberikan pengaruh positif dalam pengembangan karir. Artinya dengan sifat profesionalisme
peluang untuk mengembangkan karir akan lebih terbuka.
E.
Kerangka Konseptual
Sesuai rumusan masalah
pada awal artikel serta berbagai studi literatur dari artikel terdahulu� yang relevan,
maka dapat disusun kerangka konseptual pembahasan artikel sebagai berikut :

Gambar
1. Kerangka Konseptual
Dari hasil studi literatur dan hasil ulasan berbagai artikel terdahulu yang relevan serta bagan
kerangka konseptual di atas, menunjukkan bahwa� adaptabilitas
karir , motivasi dan pelatihan serta profesionalisme mempunyai berpengaruh yang positif terhadap perkembangan karir. Selain faktor
yang telah dibahas tersebut, tidak menutup kemungkinan masih terdapat hal lain yang juga dapat mempengaruhi pengembangan karir misalnya faktor leadership dari pimpinan perusahaan. Namun, dalam pembahasan
ini dibatasi hanya pada empat faktor yang telah diuraikan tersebut
Kesimpulan
Berdasarkan rumusan artikel
dan pembahasan maka dapat dirumuskan hipotesis untuk riset selanjutnya: Pelatihan memiliki hubungan dan berpengaruh terhadap pengembangan karir karyawan, Motivasi memiliki hubungan dan berpengaruh terhadap pengembangan karir karyawan, Adaptabilitas karir memiliki hubungan dan berpengaruh terhadap pengembangan karir karyawan, Profesionalisme memiliki hubungan dan berpengaruh terhadap pengembangan karir karyawan di masa pandemi Covid-19
BIBLIOGRAFI
Abdullah,
M. (2014). Manajemen dan evaluasi kinerja karyawan. Aswaja Pressindo. Google Scholar
Andriyani,
N. P. D., & Utama, W. M. (2017). Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Serta
Pengalaman Kerja Terhadap Pengembangan Karir Pada Pdam Tirta Mangutama
Kabupaten Badung. E-Jurnal Manajemen Unud, 6(11), 5859�5882. Google Scholar
Bahagia,
R., & Putri, L. P. (2021). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Kepuasan Kerja Karyawan. Jurnal AKMAMI (Akuntansi Manajemen Ekonomi), 2(1),
182�191. Google Scholar
Cahyono,
E. A., Sutomo, N., & Hartono, A. (2019). Literatur review; panduan
penulisan dan penyusunan. Jurnal Keperawatan, 12(2), 12. Google Scholar
Diao,
J. A., Wang, J. K., Chui, W. F., Mountain, V., Gullapally, S. C., Srinivasan,
R., Mitchell, R. N., Glass, B., Hoffman, S., & Rao, S. K. (2021).
Human-interpretable image features derived from densely mapped cancer pathology
slides predict diverse molecular phenotypes. Nature Communications, 12(1),
1�15. Google Scholar
Effendy,
N., & Widianingtanti, L. T. (2020). Peran Meaning dan Personal Growth
Initiative (PGI) pada Pandemi Covid-19 (Tatanan Dunia Baru). Buletin
Psikologi, 28(2), 166�181. Google Scholar
Husin,
H., Adisalamun, Sy, Y., Asnawi, T. M., & Hasfita, F. (2017). Pt
nanoparticle on La0. 02Na0. 98TaO3 catalyst for hydrogen evolution from
glycerol aqueous solution. AIP Conference Proceedings, 1788(1),
30073. Google Scholar
Lee,
P. C., Xu, S. T., & Yang, W. (2021). Is career adaptability a double-edged
sword? The impact of work social support and career adaptability on turnover
intentions during the COVID-19 pandemic. International Journal of
Hospitality Management, 94, 102875. Google Scholar
Priyangga,
R. D., & Franksiska, R. (2019). Job Hopping sebagai Intervening pada
Pengaruh Profesionalisme terhadap Perkembangan Karir. Jurnal Imiah
Pendidikan Dan Pembelajaran, 3(3), 373�383. Google Scholar
Ramadani,
D., Fachrurrazi, M., & Hidayat, D. R. (2020). Adaptabilitas Karir dalam
Perspektif Teori Perkembangan Karir Mark L. Savickas. Jurnal Ilmiah
Bimbingan Konseling Undiksha, 11(1). Google Scholar
Ramadani,
D., Fachrurrazi, M., & Hidayat, D. R. (2020). Adaptabilitas Karir dalam
Perspektif Teori Perkembangan Karir Mark L. Savickas. Jurnal Ilmiah
Bimbingan Konseling Undiksha, 11(1). Google Scholar
Rezeki,
A. P., Maulidasari, C. D., & Zhafira, N. H. (2020). Pengalaman Kerja Dan
Pelatihan Sebagai Variabel Determinasi Terhadap Pengembangan Karir Pegawai
Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kota Medan. Jurnal Bisnis
Dan Kajian Strategi Manajemen, 4(2). Google Scholar
Rudolph,
C. W., Katz, I. M., Lavigne, K. N., & Zacher, H. (2017). Job crafting: A
meta-analysis of relationships with individual differences, job
characteristics, and work outcomes. Journal of Vocational Behavior, 102,
112�138. Google Scholar
Supeni,
P. D., & Sujana, I. N. (2021). Pengaruh Pendidikan Pelatihan, Pengalaman
Kerja, Dan Prestasi Kerja Terhadap Pengembangan Karir Karyawan Pada PDAM
Kabupaten Buleleng. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 13(2),
352�356. Google Scholar
Upasuji,
N. K. E., Satrya, I. G. B. H., & Gusti Bagus, H. (2020). Pengaruh
Pengalaman Kerja, Pelatihan, Dan Penilaian Kinerja Terhadap Pengembangan Karir
Karyawan. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 9(12). Google Scholar
Yarberry,
S., & Sims, C. (2021). The impact of Covid-19-prompted virtual/remote work
environments on employees� career development: Social learning theory,
belongingness, and self-empowerment. Advances in Developing Human Resources,
23(3), 237�252. Google Scholar
|
Copyright holder : Endro Triwahjudi Suswardana (2022) |
|
First publication right
: This article is licensed under: |
![]()