|
Vol. 3,
No. 6, Juni 2022 |
|
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENGARUH
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DI SMK
INSAN AQILAH 1 KOTA SERANG DAN SMK PGRI 4 KOTA SERANG
Artilah,
Agus Gunawan, Abdul Muin
Universitas Islam Negeri (UIN)
Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Email : [email protected], [email protected],
[email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima
2 Juni 2022 Direvisi 10 Juni
2022 Disetujui 23 Juni
2022 |
Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap mutu pendidikan di SMK Insan Aqilah
1 Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang.�� Meningkatkan mutu pedidikan di SMK Smk insan aqilah dan di SMK PGRI 4 kota serang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
Survei. Populasi terjangkau adalah dewan guru di
SMK Se-Kecamata Sukamulya
sebanyak 60 orang. Instrumen
yang digunakan yaitu angket Variabel X1 (gaya kepemimpinan kepala sekolah ) 30 soal yang telah diuji validitas
dan reliabilitas, angket Variabel X2 (kinerja guru) sebanyak 30 soal yang telah diuji validitas
dan reliabilitas, dan angket
Variabel Y (Mutu
Pendidikan) guru sebanyak 30 soal
yang telah diuji validitas dan reliabilitas; Analisis data mengunakan Regresi Sederhan. Berdasarkan hasil uji regresi ganda dapat diketahui terdapat pengaruh yang signifikan antara Manajemen Sarana Prasarana dan Mutu Tenaga Pendidik terhadap Mutu Pembelajaran. Hal ini X1, X2 dan
Y adalah Ŷ = ɑ +b1X2 = 13,50 + 0,29X1 + 0,47
X2 , artinya jika X1 dan
X2 diabaikan maka Y sebesar 13,50 dan setiap penambahan 1 point pada X1 akan
memberikan tambahan Y sebesar 0,29 dan setiap penambahan 1 point pada X2 akan
memberikan tambahan Y sebesar 0,47. Persamaan regresi ini signifikan
dengan taraf signifikan 0,05 di peroleh Ftabel sebesar 3,83. Karena Fhitung > Ftabel 3,83 >
4,98, maka tolak H0 dan terima H1 dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan antara pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap mutu pendidikan di SMK Insan Aqilah 1 Kota Serang dan
SMK PGRI 4 Kota Serang. ABSTRACT This study aims to
determine the influence of the principal's leadership style and teacher
performance on the quality of education at SMK Insan
Aqilah 1 Serang City and SMK PGRI 4 Serang City.��
Improving the quality of education at SMK Smk
insan aqilah and at SMK
PGRI 4 Serang City. The method used in this study
is the Survey method. The affordable population is the teacher council at SMK
Se-Kecamata Sukamulya as
many as 60 people. The instruments used are the Variable X1 questionnaire
(the principal's leadership style) 30 questions that have been tested for
validity and reliability, the Variable X2 questionnaire (teacher performance)
as many as 30 questions that have been tested for validity and reliability,
and the 30 questions that have been tested for validity and reliability; Data
analysis using Sederhan Regression. Based on the
results of the double regression test, it can be seen that there is a
significant influence between infrastructure management and the quality of
educators on the quality of learning. This X1, X2 and Y are Ŷ = ɑ
+b1X2 = 13.50 + 0.29X1 + 0.47 X2 , meaning that if
X1 and X2 are ignored then Y is 13.50 and each addition of 1 point to X1 will
give an additional Y of 0.29 and each addition of 1 point to X2 will give an
additional Y of 0.47. This regression equation is significant with a
significant level of 0.05 in the Ftable gain of
3.83. Because Fhitung > Ftabel
3.83 > 4.98, then reject H0 and accept H1 thus there is a significant
influence between the influence of the principal's leadership style and
teacher performance on the quality of education at SMK Insan
Aqilah 1 Serang City and SMK PGRI 4 Serang City.. |
|
Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan,
Kinerja Guru, Mutu Pendidikan, profesionalisme Keywords: Leadership Style, Teacher Performance, Quality of Education, professionalism |
Pendahuluan
Mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa merupakan fungsi dari Pendidikan nasional yang bertujuan untuk menjadikan peserta didik menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (Sujana, 2019).
Selain itu juga meningkatkan kualitas SDM secara menyeluruh teraah dan terpadu yang dilakukan sedini mungkin melalui upaya yang pro aktif serta kreatif oleh berbagai komponen bangsa merupakan0bagian dari tujuan Pendidikan nasional. Untuk meningkatkan perkembangan generasi secara optimal �UUD
1945 sudah merumuskan itu semua dengan
bahwasanya pemerintah menyelenggarakan dan mengusahakan
suatu sisitem yang disebut system pengajaran nasional yang diatur melalui Undang-undang (Putra & Kumalaputra, 2020).
Islam merupakan
agama yang secara jelas dan
eksplisit menjelaskan pentingnya pendidikan bagi manusia serta
manfaat dan tujuan dari pendidikan itu sendiri. Kepala
sekolah adalah pimpinan dalam lingkungan manajamen sekolah dan memiliki faktor penting dalam kemajuan sekolah (Muhaimin, 2015).
Seorang kepala sekolah melalui perananya harus mampu mengorganisasikan personilnya serta lembaga yang dia pimpin agar bisa bekerja dengan efektif dan efisien, demokratis dan kerjasama institusi sesuai dengan kemampuan dari anggotanya (Cecep et al., 2021).
Dibawah Gaya kepemimpinan dari kepala sekolah
setiap program yang akan di
terapkan baik untuk siswa ataupun
kemajuan sekolah perlu adanya perencanaan,
pengorganisasina dan dilakukan
pendataan secara baik agar menghasilkan lulusan yang baik. Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah harus bisa dan mampu menjadi sosok
yang bisa menerapkan profesionalitas terhadap tenaga pendidik dan kependidikan, melakukan pekerjaan secara ilmiah, dan memberikan perhatian yang penuh terhadap bawahan, memiliki jiwa yang demokratis dengan berlandaskan kepada perbaikan pendidikan. Secara teoritik kepala sekolah memiliki tanggung jawab atas kemajuan
dari pendidikan disekolah tersebut.
Selain kepala sekolah dalam rangka menunjang
keberhasilan tujuan suatu pendidikan memerlukan peranan dari guru, karena guru memegang peranan penting dan krusial dalam proses Pendidikan (Nasution, 2016).
Seorang guru harus mampu memberikan kinerja yang terbaik dalam mewujudkan tujuan nasional atau pun tujuan yang sudah ditetapkan oleh lembaga pendidikan tersebut, seorang guru dikatan berkualitas atau tidiak itu
ditunjukan melalui kinerjanya bukan statusnya (Lailatussaadah, 2015).
Seorang guru bukan hanya memberikan pendidikan dan pengajaran kepada peserta didik tetapi harus
mampu menjalankan peranan dan fungsinya sebaik mungkin sebagai seorang guru, dengan kinerja yang tinggi berarti para guru telah menjadankan fungsinya dengan baik, tepat guna
dan berhasil guna sesuai dengan sadarana
yang ingin dicapai (Safitri & Sos, 2019).
Kualitas lulusan sekolah tidak terlepas dari peran seorang
guru sebagai penentu SKL itu sendiri. Menurut
(Rahmah, 2018)
bahwa �Guru merupakan salah
satu unsur dibidag kependidikan harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang�. Maka dari itu seorang
guru harus mampu menggaili kemampuan yang dimilikinya untuk memberikan pelayanan yang terbaik dalam rangka
mewujudkan mutu pendidikan yang baik, karena dengan kemampuan
itu lah sseorang
uru mampu mengukir prestasi terbaik untuk siswanya
dan lembaga itu sendiri, tanggung jawab ini lah
yang perlu ditanamkan oleh seorang guru, selain kemampuan yang harus digalai serangkaian Kinerja Guru� juga harus pahami dan di implementasikan sebagai seorang guru yang profesional.
Kinerja Guru� yang dimiliki oleh guru
mampu mengukur sejauh mana kinerja guru tersebut dan dengan kompetensi itu pula dapat menetukan spesifikasi keberhasilan yang akan diraihnya (Rulitawati et al., 2020).
kinerja guru ditunjukan mulai dari perilaku
sampai pada proses pembelajaran
itu dilakukan, kinerja guru harus menecerminkan suri tauladan yang baik untuk semua elemen
yang ada pada lembaga pendidikan.� Beberapa bagian dari� guru menujukan kinerja yang cukup baik meski
ada beberapa guru yang masih suka datang
terlambat dan manajemen kelas yang tidak efektif (Pianda, 2018). �
Tujuan pendidikan suatu lembaga bisa ditempuh
melalui tenaga pendidik yang memiliki motivasai tinggi dalam meningkatkan pendidikan tersebut, serta mereka yang mau terus berusaha
untuk meningkatkan kualitas dirinya untuk menjadi tenaga
pendidik yang handal dan professional
(Supriadi, 2018).
Melalui kinerja guru yang baik serta kecepatan
dan akurasi data yang mendukung
ditambah pengelolaan manjemen yang efektif dan efisien mampu meningkatkan
hasil belajar siswa dengan menunjukan
prestasi di sekolahnya (Idris, 2017).
Pada umumnya
Mutu Pendidikan di SMK insan
aqilah dan SMK PGRI 4 Kota Serang
masih belum maksimal. Dari dugaan sementara menunjukan bahwa kepala sekolah
dalm kepemimpinan nya belum mampu
menunjukan suri tauladan atau manajemen
yang belum maksimal sehingga berdampak pada kinerja guru pun ikut menurun yang pada akhirnya mengakibatkan mutu pendidikan pun ikut menurun� Dari observasi yang dilakukan menunjukan bahwa gaya kepemimpinan dari kedua SMK tersebut kebijakan yang diambil oleh kepela sekolah dalam proses perbaikannya tidak dilakukan secara terus menerus serta
dari berbagai komponen yang ada tidak terlibat secara aktif, inoovasi
dan perbaikan itu tidak ditempuh dengan maksimal sehingga tujuan dari lembaga tersebut
tidak berjalan secra optimal Disisi lain kinerja guru� di SMK aqilah dan SMK PGRI 4 Kota Serang
masih kurang menunjang peningkatan Mutu Pendidikan hal ini ditunjukan dengan kurang nya
persiapan yang dilakukan
oleh guru ketika hendak melakukan proses pembelajara, administrasi yang masih belum lengkap, serta masih terdapat
beberapa guru yang datang terlambat hal ini
mengakibtkan kinerja guru masih dikatakan belum maksimal
Dari penjelasan
diatas, maka penulis memiliki ketertarikan dalam melakukan sebuah
penelitian0dengan judul "Pengaruh
Gaya kepemimpinan kepala Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap
Mutu Pendidikan di SMK0Insan Aqilah 1 Kota Serang dan SMK PGRI4 Kota Serang".
Metode Penelitian
Pendekatan
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan kuantitatif (Riyanto & Hatmawan, 2020),� dengan jenis penelitian korelasional dan verivicative sebagaimana dimaksud diatas� penelitian Korelatif adalah suatu suatu
penelitian yang melibatkan tidakan pengumpulan data guna menetukan, apakah ada hubungan
dan tingkat hubungan antara dua variabel
atau lebih Penelitian korelasi juga dapat diartikan apakah didalam penelitian tersebut ada atau tidak
pengaruh yang terjadi dari dua variabel
atau beberapa variabel terhadap variabel lainnya. Variabel penelitian meliputi dua variabel
bebas yaitu Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1), Kinerja Guru (X2) dan variabel
terikat Mutu Pendidikan (Y)
(Sugiyono, 2015).
Populasi
dalam penelitian ini menyesuaikan kadidah (Siregar, 2014)
yakni terdiri 2 sekolah, dimana dari kedua sekolah
tersebut antara guru dengan kepala sekolah
berjumlah 50 orang, yaitu sekolah SMK Insan Aqilah 1 Kota Serang dan SMK PGRI 4 kota Serang
Hasil
dan Pembahasan
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Umum
Tempat penelitian ini dilakukan di SMK Insan Aqilah Kota
Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang. Kedua sekolah ini sama-sama berada di kabupaten serang, untuk sekolah SMK Insan
Aqilah Kota Serang baru berdiri selama 8 Tahun, tetapi dalam waktu yang masih
baru SMK Insan Aqilah Kota Serang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang sudah
lama berdiri baik dari prestasi maupun dari kualitas kelembagaan yang terbukti
sudah mampu menghasilkan nilai A gemuk dalam penilaian kareditas di tahun 2019.
Sedangkan SMK PGRI 4 Kota Serang� merupakan
sekolah yang sudah lama berdiri yang tidak bisa diragukan lagi kualitas dan prestasi
� prestasi yang sudah diraih oleh SMK PGRI 4 Kota Serang , dan bisa dibilang sekolah
ini termasuk kedalam sekolah yang banyak diminati oleh masyarakat padarincang.
Subyek penelitian ini yaitu guru-guru dari dua sekolah
tersebut dengan jumlah populasi sebanyak 43 orang, yang terdiri dari Kepala
Sekolah, Tenaga Pendidik dan Kependidikan, dari seluruh populasi yang ada
diambil seluruhnya untuk dijadikan sampel yang disebut dengan taknik sampel
sensus yang dikemukakan oleh arikunto, dengan pembagian sampel SMK Insan Aqilah
Kota Serang sebanyak 20 Orangg dan SMK PGRI 4 Kota Serang� sebanyak 23 Orang.
2. Statistik Deskripsi
Penyajian, penjelasan, penafsirandan kesimpulan statistik
deskriptif skor teoritik, skor empiric, rata-rata, median modus , varians,
standar deviasi table distribuse frekuensi, Prosentase, histogram data mulai
dari variabel X1, X2 dan Y. berikut adalash hasil analisis ststistik deskriptif
penelitian.
a.
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah
Hasil analisis deskriptif data yang diolah dengan variabel
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah� (X1)
adapun skor teoritik adalah antara 20 � 100. Skor empirik ha sil penelitian
Gaya Kepemimpi nan Kepala Sekolah� dengan
skor terendah 20 dan tertinggi 1. Tot al.jumlah keseluruhan.adalah 100. Perhitungan.data
secara kelom pok.rata � rata.(mean) = 72,2;.median = 73 ; modus.= 68 dan
standar deviasi = 9,03.
Kesimpulan� tingkat
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah�
berdasarkan rata-rata dibandingkan dengan skor maksimum ideal termasuk
dalam kategori baik.
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah� pada kategori sangat tidak baik mencapai 2 %,
kategori tidak baik 7%, kategori cukup baik 28% kategori baik 33 % kategori
sangat baik 30%. Frekuensi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah� kategori cukup baik, baik dan sangat baik
mencapai 91 % . kesimpulan tingkat 91 Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah� berdasarkan distribusi frekuensi kategori
sangat baik mencapai 91 %.
b.
Kinerja
Guru
Hasil analisis deskriptif data yang diolah dengan variabel
Kinerja Guru (X2) adapun skor teoritik adalah antara 20 � 100. Skor empiric
hasil penelitian Kinerja Guru dengan skor terendah 20 dan tertinggi 100. Total
jumlah keseluruhan adalah �Perhitungan data secara kelompok rata � rata (mean) =
63,46; median = 64 ; modus = 60 dan standar
deviasi = 7,72
Tingkat Kinerja Guru Berdasarkan table 1 bila dikategorikan sebagai berikiut :
Tabel 1
Kinerja guru
|
42-48 |
Sangat tidak baik |
|
49-55 |
Tidak baik |
|
56-62 |
Cukup baik |
|
63-69 |
Baik |
|
7-76 |
Sangat baik |
Table
1 menunjukan Kinerja Guru pada kategori sangat tidak baik mencapai 5 %,
kategori tidak baik 12 %, kategori cukup baik 30% kategori baik 33% kategori
sangat baik 21 %. Frekuensi Kinerja Guru kategori cukup baik, baik dan sangat
baik mencapai 84 %. kesimpulan tingkat Kinerja Guru berdasarkan distribusi frekuensi
kategori baik mencapai 84 %.�
c.
Mutu
Pendidikan
Hasil analisis deskriptif data yang diolah dengan variabel
Mutu Pendidikan� (Y) adapun skor teoritik
adalah antara 2-1 Skor empiric hasil
penelitian Mutu Pendidikan� dengan skor
terendah 20 dan tertinggi 100. Total jumlah keseluruhan adalah 100. Perhitungan
data secara kelompok rata � rata (mean) = 99,69; median = 97 ; modus = 96 dan
standar deviasi = 11,15. �Kesimpulan tingkat 83,08 berdasarkan rata-rata dibandingkan
dengan skor maksimum ideal termasuk dalam kategori baik. Tingkat Mutu
Pendidikan Berdasarkan table 4.3 bila dikategorikan sebagai berikiut :
Tabel 2
Mutu pendidikan
|
79-86 |
Sangat tidak baik |
|
87-94 |
Tidak baik |
|
95-12 |
Cukup baik |
|
13-11 |
Baik |
|
111-118 |
Sangat baik |
Table 2
menunjukan Mutu Pendidikan� pada kategori
sangat tidak baik mencapai 9 %, kategori tidak baik 21 %, kategori cukup baik
37% kategori baik 10 % kategori sangat baik 23 %. Frekuensi Mutu
Pendidikan� kategori cukup baik, baik dan
sangat baik mencapai 70 %. kesimpulan tingkat Mutu Pendidikan� berdasarkan distribusi frekuensi kategori
baik mencapai 70 %.
B. Uji Coba
Instrumen Validitas.
1.
Uji Validitas
Uji validitas dilakukan dengan ketentuan tingkat
validitas apabila r hitung lebih kecil dari r table maka tidak valid, begitu
sebaliknya. Nilai r table n=43-1=42 = 0,248 dengan tara signifikansi 5 %.
2.
Uji
Reliabilitas
a. Gaya Kepemimpinan
|
Reliability Statistics |
|
|
Cronbach's Alpha |
N of Items |
|
.922 |
17 |
b. Kinerja Guru
|
Reliability Statistics |
|
|
Cronbach's Alpha |
N of Items |
|
.891 |
15 |
c. Mutu Pendidikan
|
Reliability
Statistics |
|
|
Cronbach's Alpha |
N of Items |
|
.896 |
24 |
Dari ketiga variabel diatas
setelah menggunakan Aplikasi SPSS 16.0
diperoleh nilai variabel X1 , X2
dan Y lebih dari 0,70 maka dikatakan reliabel karena lebih dar 0,70 yang
ditentukan oleh alfa cronbach.
Uji persyaratan analisis dalam
penelitian kuantitatif merupakan uji asumsi klasik yang berkaitan dengan statistik
inferensial parametrik yang mensyaratkan pengujian � pengujian terlebih dahulu
terhadap data � data penelitian sebelum dilakukan pengujian hipotesis
penelitian sebagai berikut
1.
Uji Normalitas
Tabel 3
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
|
|
|
Unstandardized Residual |
|
N |
43 |
|
|
Normal
Parametersa |
Mean |
.0000000 |
|
Std.
Deviation |
6.43749695 |
|
|
Most
Extreme Differences |
Absolute |
.134 |
|
Positive |
.134 |
|
|
Negative |
-.108 |
|
|
Kolmogorov-Smirnov
Z |
.879 |
|
|
Asymp.
Sig. (2-tailed) |
.423 |
|
|
a.
Test distribution is Normal. |
|
|
Berdasarkan hasil uji normalitas
Kolmogorov-Smirnov melalui aplikasi SPSS 16.0 diperoleh nilai signifikansi sebesar
0,423, yang artinya nilai signifikansi�
> 0,05 sehingga dapat di ambil kesimpulan data berdistribusi Normal.
3.
Uji Linieritas
Tabel 4 �Uji Lineritas
|
ANOVA Table |
|||||||
|
|
|
|
Sum of Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
Mutu Pendidikan *
Kinerja Guru |
Between Groups |
(Combined) |
4427.236 |
17 |
260.426 |
8.243 |
.000 |
|
Linearity |
2914.775 |
1 |
2914.775 |
92.259 |
.000 |
||
|
Deviation from
Linearity |
1512.461 |
16 |
94.529 |
2.992 |
.127 |
||
|
Within Groups |
789.833 |
25 |
31.593 |
|
|
||
|
Total |
5217.070 |
42 |
|
|
|
||
Setelah diketahui
output hasil uji tes linieritas.dengan menggunakan.SPSS, maka.dilakukan uji.hipotesis linieritas.dengan taraf signifikansi (0,05). dengan asumsi sebagai
berikut:
a)
Jika nilai signifikan
deviation From linierity > 0,05
, maka terdapat Pengaruh� yang linier
antara variabel bebas dengan variabel
terikat
b)
Jika nilai signifikan
deviation From linierity < 0,05
, maka tidak terdapat Pengaruh� yang linier antara variabel bebas dengan variabel terikat.
C. Pengujian Hipotesis
Hipotesis yang telah dibuat dalam penelitian
maka harus diuji kebenarnnya atau dibuktikan secara empiric. Pengujian hipotesis penelitian Pengaruh�� Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah� dan Kinerja Guru terhadap
Mutu Pendidikan�
dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan penjelasan sebagai berikut
Tabel 5
analisis Regresi Linier Ganda
|
ANOVAb |
||||||
|
Model |
Sum of Squares |
Df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
3630.376 |
2 |
1815.188 |
45.760 |
.000a |
|
Residual |
1586.693 |
40 |
39.667 |
|
|
|
|
Total |
5217.070 |
42 |
|
|
|
|
|
a. Predictors: (Constant),
Gaya Kepemimpinan, Kinerja Guru |
|
|
||||
|
b. Dependent Variable:
Mutu Pendidikan |
|
|
|
|||
Tabel 6
Pengujian Hipotesis 1 (variabel X1 terhadap Y)
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
26.927 |
8.103 |
|
3.323 |
.002 |
|
Gaya Kepemimpinan |
1.008 |
.111 |
.816 |
9.049 |
.000 |
|
|
a. Dependent
Variable: Mutu Pendidikan |
|
|||||
Dari
gambar 6 diketahui nilai thitung sebesar
= 9,049� lebih besar dari ttabel = 2,019 (9,049 >
2,019)� dengan taraf signifikansi 0,000 <
0,05 maka dapat disimpulkan Hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak, dengan demikian maka hipotesis penelitian ini diterima yang artinya terdapat Pengaruh� yang signifikan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah� (X1) terhadap Mutu Pendidikan� (Y)
di SMK Insan Aqilah Kota Serang�
Banten� dan SMK PGRI 4 Kota Serang� provinsi Banten.
Tabel 7
Pengujian Hipotesis 2 (variabel X2 terhadapY)
|
Coeffcientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
31.261 |
9.567 |
|
3.267 |
.002 |
|
Kinerja Guru |
1.078 |
.150 |
.747 |
7.205 |
.000 |
|
|
a. Dependent
Variable: Mutu Pendidikan |
|
|
|
|||
Diketahui pada Tabel tersebut� menunjukan nilai thitung� sebesar = 7,205 lebih besar dari
ttabel = 2,019 (7,205 > 2,019)� dengan taraf signifikansi 0,000 <
0,05 maka dapat disimpulka Hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak, dengan demikian maka hipotesis penelitian ini diterima yang artinya terdapat Pengaruh� yang signifikan antara Kinerja Guru (X2) terhadap
Mutu Pendidikan�
(Y) di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang.
Tabel 8
Pengujian Hipotesis 3 (variabel X1 dan X2 terhadap Y) (uji F)
|
ANOVAb |
||||||
|
Model |
Sum of Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
3630.376 |
2 |
1815.188 |
45.760 |
.000a |
|
Residual |
1586.693 |
40 |
39.667 |
|
|
|
|
Total |
5217.070 |
42 |
|
|
|
|
|
a. Predictors:
(Constant), Gaya Kepemimpinan, Kinerja Guru |
|
|
||||
|
b. Dependent
Variable: Mutu Pendidikan |
|
|
|
|||
Berdasarkan tabel 8 diketahui
nilai Fhitung sebesar =45,760 lebih besar dari F table = 3,23 (45,760
> 3,23) pada taraf signifikansi
5% atau 0,05 sebesar 0,000
(0,000<0,005), yang berarti Ha diterima
H0 ditolak maka dapat disimpulkan Terdapat �Pengaruh� yang signifikan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah� (X1) dan Kinerja
Guru (X2) terhadap Mutu
Pendidikan� (Y)� di SMK Insan Aqilah Kota Serang Baros dan SMK PGRI 4 Kota Serang� Padarincang Kabupaten Serang.
Tabel 9
Koefisien Determinasi
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the
Estimate |
|
1 |
.816a |
.666 |
.658 |
6.51553 |
|
a. Predictors: (Constant), Gaya
Kepemimpinan |
||||
|
b. Dependent Variable: Mutu Pendidikan |
|
|||
Dari
tabel di atas koefisien determinasi �Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah� (X1) terhadap
Mutu Pendidikan�
(Y)� ry1.2 = 0,816� dan R2= 0,666 atau 66,6 %.� Ini berarti 66,6% variasi yang terjadi pada mutu pendidika (Y) memiliki Pengaruh� dengan
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah�� (X1), sisanya memiliki Pengaruh� denga faktor lain
Berdasarkan tabel di atas didapatkan nilai koefisien antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah� (X1) dan Kinerja
Guru (X2) dengan Mutu
Pendidikan� (Y) secara
bersamaan sebesar ry2.2 =
0,834 dan R2 = 0,696 atau 69,6%, maka
dapat diperoleh keterangan bahwa model penelitian ini mampu menjelaskan variasi pada Mutu Pendidikan� sebesar 69,6 % memiliki Pengaruh� dengan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah� (X1) dan
Kinerja Guru (X2) dan sisanya sebesar
30,4% memiliki hubunga dengan faktor lain.
B. Pembahasan
1.
Pembahasan Pengaruh
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) terhadap Mutu Pendidikan (Y)
Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis terbukti bahwa thitung >ttabel� (9,049 > 2,019)� dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti hipotesis diterima serta terdapat pengaruh yang signiikan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK
PGRI 4 Kota Serang , dengan
kata lain makin tinggi Gaya
Kepemimpinan Kepala Sekolah maka semakin
tinggi kontribusinya terhadap mutu pendidikan.
Begitupun sebaliknya semakin rendah Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah maka akan
semakin rendah pula mutu pendidikan.
Selanjutnya koefisien determinasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) terhadap mutu pendidikan
(Y)� ry1.2 = 0,816� dan
R2= 0,666 atau 66,6 %.� Ini berarti 66,6% variasi yang terjadi pada mutu pendidika (Y) dapat dipengaruhi oleh� Gaya Kepemimpinan
Kepala Sekolah� (X1).
2.
Pembahasan Kinerja Guru (X2) terhadap Mutu Pendidikan (Y)
Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis terbukti bahwa thitung > ttabel� (7,205 > 2,019)� serta nilai tara signifikansi
< 0,05 yaitu = 0,000 dengan
demikian Ha diterima dan H0
ditolak yang berarti hipotesis diterima serta terdapat pengaruh yang signifikan antara Kompetensi Guru Terhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK
PGRI 4 Kota Serang , dengan
kata lain makin tinggi kompetensi Guru maka semakin tinggi kontribusinya terhadap mutu pendidikan. Begitupun sebaliknya semakin rendah Kompetensi Guru maka akan semakin rendah
pula mutu pendidikan.
Selanjutnya koefisien determinasi Kompetensi Guru (X2) terhadap mutu pendidikan
(Y) ry2.2 = 0,747 dan R2= 0,559. Ini berarti 55,9 %� variasi yang
terjadi pada mutu pendidika (Y) dapat dipengaruhi oleh� Kompetensi Guru�
(X2).
Mengingat kuatnya pengaruh
yang terjadi antara oleh� Kompetensi
Guru� (X2) terhadap
mutu pendidika (Y) karna guru Menurut Mulyasa �Peranan guru memiliki posisi sentral dalam proses pembelajaran, Dengan kata lain keberhasilan implementasi Mutu pendidikan suatu lembaga sangat ditentukan oleh guru karena bagaimanapun baiknya suatu kurikulum ataupun sarana pendidikan jika gurunya tidak memahami
dan melaksanakan tugas dan fungsi secara baik,
hasil implementasi kurikulum tidak memuaskan. Maka dari itu Kinerja Guru sangat penting dalam meningkatkan
mutu pendidikan di sutu lembaga, dari
kedelapan standar yang ditetapkan oleh pemerintah, semua memerlukan keterlibatan seorang guru dalam pelaksanaan nya, tanpa adanya
kinerja atau kompetensi yang baik yang dimilki seorang guru standar yang telah ditetapkan tidak akan terpenuhi secara baik dan memuaskan
3.
Pembahasan Pengaruh
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1)� dan Kompetensi
Guru (X2) terhadap Mutu
Pendidikan (Y)
Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis terbukti bahwa Fhitung > Ftabel (45,760 > 3,23) serta nilai tara signifikansi
< 0,05 yaitu = 0,000 dengan
demikian Ha diterima dan H0
ditolak yang berarti hipotesis diterima serta terdapat pengaruh yang signifikan antara� Kompetensi amanjerial Kepala Sekolah (X1) dan Kompetensi Guru (X2) Terhadap Mutu Pendidikan (Y) di SMK Insan
Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang , dengan kata lain makin tinggi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan kompetensi Guru maka semakin tinggi
kontribusinya terhadap mutu pendidikan. Begitupun sebaliknya semakin rendah Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan kompetensi Guru maka akan semakin
rendah pula mutu pendidikan.
Selanjutnya koefisien determinasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) dan kompetensi guru (X2) terhadap mutu pendidikan (Y) ry2.2 = 0,834
dan R2 = 0,696 atau 69,6% variasi
yang terjadi pada mutu pendidika (Y) dapat dipengaruhi oleh Gaya Kepemimpinan
Kepala Sekolah (X1) dan� Kompetensi
Guru�� (X2).
Ketika
dilakukan pengujian secara simultan atau bersama � sama antara variabel
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) dan� Kompetensi
Guru�� (X2) terhadap
mutu pendidika (Y) pengaruh yang dihasilkan lebih besar dibandingkan
dengan pengujian yang dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri.
Hal ini disebabkan dari kedelapan standar yang telah ditetapkan secara bersama-sama dalam pemenuanya perlu dilakukan oleh kedua elemen terpenting dalam mengelola suatu pendidikan, kepala sekolah sebagai motor penggerak kepemimpinan kelembagaan perlu mengarahkan guru dan tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas atau mutu
lembaga tersebut, begitu pula sebaliknya seorang guru yang memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran mulai dari administrasi
sampai pada penanganan siswa serta pengeloaan
sarana dan prasarana yang ada harus mematuhi
apa yang di perintahkan dan
sudah diatur oleh kepala sekolah melalui manajemen sekolah yang matang, jadi pada dasarnya untuk meningkatkan mutu pendidikan disuatu lembaga perlu adanya kerja
sama yang baik antara kepela sekolah
dengan pendidik serta tenaga kependidikan
agar tujuan yang telah ditetapkan bersama bisa tercapai.
Kesimpulan
Hasil pembahasan dan penelitian yang sudah diuraikan di bab sebelumnya, maka dapat ditarik
simpulan bahwa Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan
Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang Kabupaten Serang tidak memiliki
pengaruh yang signifikan karena hasil uji hipotesis (uji t) menunjukan Ha ditolak dan H0 diterima melalui hasil ouput
perhitungan SPSS 16.0 menunjukan
nilai thitung sebesar = 9,049� lebih besar dari
ttabel = 2,019 (9,049 > 2,019)�� dengan taraf signifikansi 0,000 = 0,05. Sedangkan dari uji koeifisien determinasi menunujukan hasil� R2= 0,666 atau 66,6 %.� Ini berarti 66,6%� pengaruh
pada mutu pendidika (Y)
oleh� Gaya Kepemimpinan
Kepala Sekolah� (X1). Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan Gaya kepemimpinan Kepala sekolah terhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK
PGRI 4 Kota Serang .
Kinerja Guru� terhadap
Mutu Pendidikan di SMK Insan
Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang memiliki pengaruh yang signifikan karena hasil uji hipotesis (uji t) menunjukan Ha diterima dan H0 ditolak,� melalui hasil ouput perhitungan
SPSS 16.0 menunjukan nilai thitung� sebesar = = 7,205 lebih besar dari ttabel
= 2,019 (7,205 > 2,019)� dengan taraf signifikansi
0,000 < 0,05. Sedangkan dari
uji koeifisien determinasi menunujukan hasil R2= 0,559. Ini berarti 55,9 % variasi yang terjadi pada mutu pendidika (Y) dapat dipengaruhi oleh� Kinerja
Guru�� (X2). Dan sisanya
dipengaruhi oleh variabel lain.
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru� terhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan
Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang memiliki pengaruh yang signifikan karena hasil uji hipotesis (uji F) menunjukan Ha diterima dan H0 ditolak,� melalui hasil ouput perhitungan
SPSS 16.0 menunjukan nilai Fhitung sebesar =45,760 lebih besar dari
F table = 3,23 (45,760 > 3,23) pada taraf signifikansi 5% atau 0,05 sebesar 0,000 (0,000 < 0,005). Sedangkan
dari uji koeifisien determinasi menunujukan hasil R2 = 0,696 atau 69,6%, maka dapat diperoleh
keterangan bahwa model penelitian ini mampu menjelaskan variasi pada mutu pendidikan sebesar 69,6 % dipengaruhi oleh Gaya Kepemimpinan
Kepala Sekolah (X1) dan Kinerja
Guru� (X2) dan sisanya sebesar 30,4 % dipengaruhi oleh faktor lain. Sehingga dapat disimpulkan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru� berpengaruh signifikan secara bersama � sama (simultan) terhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah
Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang.�
BIBLIOGRAFI
Cecep,
H., Subakti, H., Nurtanto, M., Purba, S., Hasan, M., Sakirman, R., Mulyadi, D.,
Muntu, D. L., Kato, I., & Karwanto, K. (2021). Manajemen Supervisi
Pendidikan. Yayasan Kita Menulis.Google Scholar
Idris,
A. (2017). Pengaruh Orientasi Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru
Terhadap Mutu Pendidikan Pada Sd Negeri Tanjung 2. Jurnal Mitra Manajemen, 1(2),
189�201. Google Scholar
Lailatussaadah,
L. (2015). Upaya peningkatan kinerja guru. Intelektualita, 3(1). Google Scholar
Muhaimin,
M. A. (2015). Manajemen Pendidikan (Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana
Pengembangan Sekolah/Madrasah). Prenada Media. Google Scholar
Nasution,
E. (2016). Problematika pendidikan di Indonesia. Mediasi, 8(1). Google Scholar
Pianda,
D. (2018). Kinerja guru: kompetensi guru, motivasi kerja dan kepemimpinan
kepala sekolah. CV Jejak (Jejak Publisher). Google Scholar
Putra,
B. A. M., & Kumalaputra, I. (2020). Pengaruh Kompetensi dan Pelatihan
Terhadap Kinerja Guru Mata Pelajaran. Jurnal Ilmu Manajemen Dan Bisnis, 12(1),
55�72. Google Scholar
Rahmah,
S. (2018). Pengawas sekolah penentu kualitas pendidikan. Jurnal Tarbiyah,
25(2). Google Scholar
Riyanto,
S., & Hatmawan, A. A. (2020). Metode Riset Penelitian Kuantitatif
Penelitian Di Bidang Manajemen, Teknik, Pendidikan Dan Eksperimen. Deepublish. Google Scholar
Rulitawati,
M. P. I., Ritonga, H. A. H., & Hasibuan, L. (2020). Model Pengelolaan
Kinerja Guru. Tunas Gemilang Press. Google Scholar
Safitri,
D., & Sos, S. (2019). Menjadi guru profesional. PT. Indragiri Dot Com. Google Scholar
Siregar,
S. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif: Dilengkapi dengan Perbandingan
Perhitungan Manual & SPSS. Kencana Prenada Media Group. Google Scholar
Sugiyono.
(2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R
& D. Alfabeta. Google Scholar
Sujana,
I. W. C. (2019). Fungsi dan tujuan pendidikan Indonesia. Adi Widya: Jurnal
Pendidikan Dasar, 4(1), 29�39. Google Scholar
Supriadi,
D. (2018). Implementasi Manajemen Inovasi dan Kreatifitas Guru dalam
Meningkatkan Mutu Pembelajaran. Indonesian Journal of Education Management
& Administration Review, 1(2), 125�132. Google Scholar
|
Copyright holder : Artilah, Agus Gunawan, Abdul Muin (2022) |
|
First publication right
: This article is licensed under: |
![]()