Jurnal Syntax Transformation

Vol. 3, No. 6, Juni 2022

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DI SMK INSAN AQILAH 1 KOTA SERANG DAN SMK PGRI 4 KOTA SERANG

 

Artilah, Agus Gunawan, Abdul Muin

Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Email :  [email protected], [email protected], [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

2 Juni 2022

Direvisi

10 Juni 2022

Disetujui

23 Juni 2022

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap mutu pendidikan di SMK Insan Aqilah 1 Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang.�� Meningkatkan mutu pedidikan di SMK Smk insan aqilah dan di SMK PGRI 4 kota serang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survei. Populasi terjangkau adalah dewan guru di SMK Se-Kecamata Sukamulya sebanyak 60 orang. Instrumen yang digunakan yaitu angket Variabel X1 (gaya kepemimpinan kepala sekolah ) 30 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitas, angket Variabel X2 (kinerja guru) sebanyak 30 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitas, dan angket Variabel Y (Mutu Pendidikan) guru sebanyak 30 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitas; Analisis data mengunakan Regresi Sederhan. Berdasarkan hasil uji regresi ganda dapat diketahui terdapat pengaruh yang signifikan antara Manajemen Sarana Prasarana dan Mutu Tenaga Pendidik terhadap Mutu Pembelajaran. Hal ini X1, X2 dan Y adalah Ŷ = ɑ +b1X2 = 13,50 + 0,29X1 + 0,47 X2 , artinya jika X1 dan X2 diabaikan maka Y sebesar 13,50 dan setiap penambahan 1 point pada X1 akan memberikan tambahan Y sebesar 0,29 dan setiap penambahan 1 point pada X2 akan memberikan tambahan Y sebesar 0,47. Persamaan regresi ini signifikan dengan taraf signifikan 0,05 di peroleh Ftabel sebesar 3,83. Karena Fhitung > Ftabel 3,83 > 4,98, maka tolak H0 dan terima H1 dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan antara pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap mutu pendidikan di SMK Insan Aqilah 1 Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang.

 

ABSTRACT

This study aims to determine the influence of the principal's leadership style and teacher performance on the quality of education at SMK Insan Aqilah 1 Serang City and SMK PGRI 4 Serang City.�� Improving the quality of education at SMK Smk insan aqilah and at SMK PGRI 4 Serang City. The method used in this study is the Survey method. The affordable population is the teacher council at SMK Se-Kecamata Sukamulya as many as 60 people. The instruments used are the Variable X1 questionnaire (the principal's leadership style) 30 questions that have been tested for validity and reliability, the Variable X2 questionnaire (teacher performance) as many as 30 questions that have been tested for validity and reliability, and the 30 questions that have been tested for validity and reliability; Data analysis using Sederhan Regression. Based on the results of the double regression test, it can be seen that there is a significant influence between infrastructure management and the quality of educators on the quality of learning. This X1, X2 and Y are Ŷ = ɑ +b1X2 = 13.50 + 0.29X1 + 0.47 X2 , meaning that if X1 and X2 are ignored then Y is 13.50 and each addition of 1 point to X1 will give an additional Y of 0.29 and each addition of 1 point to X2 will give an additional Y of 0.47. This regression equation is significant with a significant level of 0.05 in the Ftable gain of 3.83. Because Fhitung > Ftabel 3.83 > 4.98, then reject H0 and accept H1 thus there is a significant influence between the influence of the principal's leadership style and teacher performance on the quality of education at SMK Insan Aqilah 1 Serang City and SMK PGRI 4 Serang City..

Kata Kunci:

Gaya Kepemimpinan, Kinerja Guru, Mutu Pendidikan, profesionalisme

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

Leadership Style, Teacher Performance, Quality of Education, professionalism

 

 


Pendahuluan

Mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa merupakan fungsi dari Pendidikan nasional yang bertujuan untuk menjadikan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (Sujana, 2019). Selain itu juga meningkatkan kualitas SDM secara menyeluruh teraah dan terpadu yang dilakukan sedini mungkin melalui upaya yang pro aktif serta kreatif oleh berbagai komponen bangsa merupakan0bagian dari tujuan Pendidikan nasional. Untuk meningkatkan perkembangan generasi secara optimal UUD 1945 sudah merumuskan itu semua dengan bahwasanya pemerintah menyelenggarakan dan mengusahakan suatu sisitem yang disebut system pengajaran nasional yang diatur melalui Undang-undang (Putra & Kumalaputra, 2020).

Islam merupakan agama yang secara jelas dan eksplisit menjelaskan pentingnya pendidikan bagi manusia serta manfaat dan tujuan dari pendidikan itu sendiri. Kepala sekolah adalah pimpinan dalam lingkungan manajamen sekolah dan memiliki faktor penting dalam kemajuan sekolah (Muhaimin, 2015). Seorang kepala sekolah melalui perananya harus mampu mengorganisasikan personilnya serta lembaga yang dia pimpin agar bisa bekerja dengan efektif dan efisien, demokratis dan kerjasama institusi sesuai dengan kemampuan dari anggotanya (Cecep et al., 2021). Dibawah Gaya kepemimpinan dari kepala sekolah setiap program yang akan di terapkan baik untuk siswa ataupun kemajuan sekolah perlu adanya perencanaan, pengorganisasina dan dilakukan pendataan secara baik agar menghasilkan lulusan yang baik. Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah harus bisa dan mampu menjadi sosok yang bisa menerapkan profesionalitas terhadap tenaga pendidik dan kependidikan, melakukan pekerjaan secara ilmiah, dan memberikan perhatian yang penuh terhadap bawahan, memiliki jiwa yang demokratis dengan berlandaskan kepada perbaikan pendidikan. Secara teoritik kepala sekolah memiliki tanggung jawab atas kemajuan dari pendidikan disekolah tersebut.

Selain kepala sekolah dalam rangka menunjang keberhasilan tujuan suatu pendidikan memerlukan peranan dari guru, karena guru memegang peranan penting dan krusial dalam proses Pendidikan (Nasution, 2016). Seorang guru harus mampu memberikan kinerja yang terbaik dalam mewujudkan tujuan nasional atau pun tujuan yang sudah ditetapkan oleh lembaga pendidikan tersebut, seorang guru dikatan berkualitas atau tidiak itu ditunjukan melalui kinerjanya bukan statusnya (Lailatussaadah, 2015). Seorang guru bukan hanya memberikan pendidikan dan pengajaran kepada peserta didik tetapi harus mampu menjalankan peranan dan fungsinya sebaik mungkin sebagai seorang guru, dengan kinerja yang tinggi berarti para guru telah menjadankan fungsinya dengan baik, tepat guna dan berhasil guna sesuai dengan sadarana yang ingin dicapai (Safitri & Sos, 2019).

Kualitas lulusan sekolah tidak terlepas dari peran seorang guru sebagai penentu SKL itu sendiri. Menurut (Rahmah, 2018) bahwa �Guru merupakan salah satu unsur dibidag kependidikan harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang�. Maka dari itu seorang guru harus mampu menggaili kemampuan yang dimilikinya untuk memberikan pelayanan yang terbaik dalam rangka mewujudkan mutu pendidikan yang baik, karena dengan kemampuan itu lah sseorang uru mampu mengukir prestasi terbaik untuk siswanya dan lembaga itu sendiri, tanggung jawab ini lah yang perlu ditanamkan oleh seorang guru, selain kemampuan yang harus digalai serangkaian Kinerja Gurujuga harus pahami dan di implementasikan sebagai seorang guru yang profesional.

Kinerja Guruyang dimiliki oleh guru mampu mengukur sejauh mana kinerja guru tersebut dan dengan kompetensi itu pula dapat menetukan spesifikasi keberhasilan yang akan diraihnya (Rulitawati et al., 2020). kinerja guru ditunjukan mulai dari perilaku sampai pada proses pembelajaran itu dilakukan, kinerja guru harus menecerminkan suri tauladan yang baik untuk semua elemen yang ada pada lembaga pendidikan.Beberapa bagian dariguru menujukan kinerja yang cukup baik meski ada beberapa guru yang masih suka datang terlambat dan manajemen kelas yang tidak efektif (Pianda, 2018).

Tujuan pendidikan suatu lembaga bisa ditempuh melalui tenaga pendidik yang memiliki motivasai tinggi dalam meningkatkan pendidikan tersebut, serta mereka yang mau terus berusaha untuk meningkatkan kualitas dirinya untuk menjadi tenaga pendidik yang handal dan professional (Supriadi, 2018). Melalui kinerja guru yang baik serta kecepatan dan akurasi data yang mendukung ditambah pengelolaan manjemen yang efektif dan efisien mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan menunjukan prestasi di sekolahnya (Idris, 2017).

Pada umumnya Mutu Pendidikan di SMK insan aqilah dan SMK PGRI 4 Kota Serang masih belum maksimal. Dari dugaan sementara menunjukan bahwa kepala sekolah dalm kepemimpinan nya belum mampu menunjukan suri tauladan atau manajemen yang belum maksimal sehingga berdampak pada kinerja guru pun ikut menurun yang pada akhirnya mengakibatkan mutu pendidikan pun ikut menurunDari observasi yang dilakukan menunjukan bahwa gaya kepemimpinan dari kedua SMK tersebut kebijakan yang diambil oleh kepela sekolah dalam proses perbaikannya tidak dilakukan secara terus menerus serta dari berbagai komponen yang ada tidak terlibat secara aktif, inoovasi dan perbaikan itu tidak ditempuh dengan maksimal sehingga tujuan dari lembaga tersebut tidak berjalan secra optimal Disisi lain kinerja gurudi SMK aqilah dan SMK PGRI 4 Kota Serang masih kurang menunjang peningkatan Mutu Pendidikan hal ini ditunjukan dengan kurang nya persiapan yang dilakukan oleh guru ketika hendak melakukan proses pembelajara, administrasi yang masih belum lengkap, serta masih terdapat beberapa guru yang datang terlambat hal ini mengakibtkan kinerja guru masih dikatakan belum maksimal

Dari penjelasan diatas, maka penulis memiliki ketertarikan dalam melakukan sebuah penelitian0dengan judul "Pengaruh Gaya kepemimpinan kepala Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Mutu Pendidikan di SMK0Insan Aqilah 1 Kota Serang dan SMK PGRI4 Kota Serang".

 

Metode Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan kuantitatif (Riyanto & Hatmawan, 2020),dengan jenis penelitian korelasional dan verivicative sebagaimana dimaksud diataspenelitian Korelatif adalah suatu suatu penelitian yang melibatkan tidakan pengumpulan data guna menetukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih Penelitian korelasi juga dapat diartikan apakah didalam penelitian tersebut ada atau tidak pengaruh yang terjadi dari dua variabel atau beberapa variabel terhadap variabel lainnya. Variabel penelitian meliputi dua variabel bebas yaitu Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1), Kinerja Guru (X2) dan variabel terikat Mutu Pendidikan (Y) (Sugiyono, 2015).

Populasi dalam penelitian ini menyesuaikan kadidah (Siregar, 2014) yakni terdiri 2 sekolah, dimana dari kedua sekolah tersebut antara guru dengan kepala sekolah berjumlah 50 orang, yaitu sekolah SMK Insan Aqilah 1 Kota Serang dan SMK PGRI 4 kota Serang

 

Hasil dan Pembahasan

A.   Hasil Penelitian

1.    Deskripsi Umum

Tempat penelitian ini dilakukan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang. Kedua sekolah ini sama-sama berada di kabupaten serang, untuk sekolah SMK Insan Aqilah Kota Serang baru berdiri selama 8 Tahun, tetapi dalam waktu yang masih baru SMK Insan Aqilah Kota Serang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang sudah lama berdiri baik dari prestasi maupun dari kualitas kelembagaan yang terbukti sudah mampu menghasilkan nilai A gemuk dalam penilaian kareditas di tahun 2019. Sedangkan SMK PGRI 4 Kota Serangmerupakan sekolah yang sudah lama berdiri yang tidak bisa diragukan lagi kualitas dan prestasi � prestasi yang sudah diraih oleh SMK PGRI 4 Kota Serang , dan bisa dibilang sekolah ini termasuk kedalam sekolah yang banyak diminati oleh masyarakat padarincang.

Subyek penelitian ini yaitu guru-guru dari dua sekolah tersebut dengan jumlah populasi sebanyak 43 orang, yang terdiri dari Kepala Sekolah, Tenaga Pendidik dan Kependidikan, dari seluruh populasi yang ada diambil seluruhnya untuk dijadikan sampel yang disebut dengan taknik sampel sensus yang dikemukakan oleh arikunto, dengan pembagian sampel SMK Insan Aqilah Kota Serang sebanyak 20 Orangg dan SMK PGRI 4 Kota Serangsebanyak 23 Orang.

2.    Statistik Deskripsi

Penyajian, penjelasan, penafsirandan kesimpulan statistik deskriptif skor teoritik, skor empiric, rata-rata, median modus , varians, standar deviasi table distribuse frekuensi, Prosentase, histogram data mulai dari variabel X1, X2 dan Y. berikut adalash hasil analisis ststistik deskriptif penelitian.

a.    Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah

Hasil analisis deskriptif data yang diolah dengan variabel Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah(X1) adapun skor teoritik adalah antara 20 � 100. Skor empirik ha sil penelitian Gaya Kepemimpi nan Kepala Sekolahdengan skor terendah 20 dan tertinggi 1. Tot al.jumlah keseluruhan.adalah 100. Perhitungan.data secara kelom pok.rata � rata.(mean) = 72,2;.median = 73 ; modus.= 68 dan standar deviasi = 9,03.

Kesimpulantingkat Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolahberdasarkan rata-rata dibandingkan dengan skor maksimum ideal termasuk dalam kategori baik.

Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolahpada kategori sangat tidak baik mencapai 2 %, kategori tidak baik 7%, kategori cukup baik 28% kategori baik 33 % kategori sangat baik 30%. Frekuensi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolahkategori cukup baik, baik dan sangat baik mencapai 91 % . kesimpulan tingkat 91 Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolahberdasarkan distribusi frekuensi kategori sangat baik mencapai 91 %.

b.    Kinerja Guru

Hasil analisis deskriptif data yang diolah dengan variabel Kinerja Guru (X2) adapun skor teoritik adalah antara 20 � 100. Skor empiric hasil penelitian Kinerja Guru dengan skor terendah 20 dan tertinggi 100. Total jumlah keseluruhan adalah Perhitungan data secara kelompok rata � rata (mean) = 63,46; median = 64 ; modus = 60 dan standar deviasi = 7,72

Tingkat Kinerja Guru Berdasarkan table 1 bila dikategorikan sebagai berikiut :

Tabel 1

Kinerja guru

42-48

Sangat tidak baik

49-55

Tidak baik

56-62

Cukup baik

63-69

Baik

7-76

Sangat baik

Table 1 menunjukan Kinerja Guru pada kategori sangat tidak baik mencapai 5 %, kategori tidak baik 12 %, kategori cukup baik 30% kategori baik 33% kategori sangat baik 21 %. Frekuensi Kinerja Guru kategori cukup baik, baik dan sangat baik mencapai 84 %. kesimpulan tingkat Kinerja Guru berdasarkan distribusi frekuensi kategori baik mencapai 84 %.

c.    Mutu Pendidikan

Hasil analisis deskriptif data yang diolah dengan variabel Mutu Pendidikan(Y) adapun skor teoritik adalah antara 2-1 Skor empiric hasil penelitian Mutu Pendidikandengan skor terendah 20 dan tertinggi 100. Total jumlah keseluruhan adalah 100. Perhitungan data secara kelompok rata � rata (mean) = 99,69; median = 97 ; modus = 96 dan standar deviasi = 11,15. Kesimpulan tingkat 83,08 berdasarkan rata-rata dibandingkan dengan skor maksimum ideal termasuk dalam kategori baik. Tingkat Mutu Pendidikan Berdasarkan table 4.3 bila dikategorikan sebagai berikiut :

Tabel 2

Mutu pendidikan

79-86

Sangat tidak baik

87-94

Tidak baik

95-12

Cukup baik

13-11

Baik

111-118

Sangat baik

 

Table 2 menunjukan Mutu Pendidikanpada kategori sangat tidak baik mencapai 9 %, kategori tidak baik 21 %, kategori cukup baik 37% kategori baik 10 % kategori sangat baik 23 %. Frekuensi Mutu Pendidikankategori cukup baik, baik dan sangat baik mencapai 70 %. kesimpulan tingkat Mutu Pendidikanberdasarkan distribusi frekuensi kategori baik mencapai 70 %.

B.   Uji Coba Instrumen Validitas.

1.    Uji Validitas

Uji validitas dilakukan dengan ketentuan tingkat validitas apabila r hitung lebih kecil dari r table maka tidak valid, begitu sebaliknya. Nilai r table n=43-1=42 = 0,248 dengan tara signifikansi 5 %.

2.    Uji Reliabilitas

a.     Gaya Kepemimpinan

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

.922

17

 

b.    Kinerja Guru

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

.891

15

 

c.     Mutu Pendidikan

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

.896

24

Dari ketiga variabel diatas setelah menggunakan Aplikasi SPSS 16.0 diperoleh nilai variabel X1 , X2 dan Y lebih dari 0,70 maka dikatakan reliabel karena lebih dar 0,70 yang ditentukan oleh alfa cronbach.

Uji persyaratan analisis dalam penelitian kuantitatif merupakan uji asumsi klasik yang berkaitan dengan statistik inferensial parametrik yang mensyaratkan pengujian � pengujian terlebih dahulu terhadap data � data penelitian sebelum dilakukan pengujian hipotesis penelitian sebagai berikut

1.    Uji Normalitas


Tabel 3

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

 

 

Unstandardized Residual

N

43

Normal Parametersa

Mean

.0000000

Std. Deviation

6.43749695

Most Extreme Differences

Absolute

.134

Positive

.134

Negative

-.108

Kolmogorov-Smirnov Z

.879

Asymp. Sig. (2-tailed)

.423

a. Test distribution is Normal.

 

 


Berdasarkan hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov melalui aplikasi SPSS 16.0 diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,423, yang artinya nilai signifikansi> 0,05 sehingga dapat di ambil kesimpulan data berdistribusi Normal.

3.    Uji Linieritas


 

Tabel 4 Uji Lineritas

ANOVA Table

 

 

 

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

Mutu Pendidikan * Kinerja Guru

Between Groups

(Combined)

4427.236

17

260.426

8.243

.000

Linearity

2914.775

1

2914.775

92.259

.000

Deviation from Linearity

1512.461

16

94.529

2.992

.127

Within Groups

789.833

25

31.593

 

 

Total

5217.070

42

 

 

 

 

 


Setelah diketahui output hasil uji tes linieritas.dengan menggunakan.SPSS, maka.dilakukan uji.hipotesis linieritas.dengan taraf signifikansi (0,05). dengan asumsi sebagai berikut:

a)    Jika nilai signifikan deviation From linierity > 0,05 , maka terdapat Pengaruhyang linier antara variabel bebas dengan variabel terikat

b)    Jika nilai signifikan deviation From linierity < 0,05 , maka tidak terdapat Pengaruhyang linier antara variabel bebas dengan variabel terikat.

 

C.   Pengujian Hipotesis

Hipotesis yang telah dibuat dalam penelitian maka harus diuji kebenarnnya atau dibuktikan secara empiric. Pengujian hipotesis penelitian Pengaruh�� Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolahdan Kinerja Guru terhadap Mutu Pendidikandilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan penjelasan sebagai berikut


Tabel 5

analisis Regresi Linier Ganda

ANOVAb

Model

Sum of Squares

Df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

3630.376

2

1815.188

45.760

.000a

Residual

1586.693

40

39.667

 

 

Total

5217.070

42

 

 

 

a. Predictors: (Constant), Gaya Kepemimpinan, Kinerja Guru

 

 

b. Dependent Variable: Mutu Pendidikan

 

 

 


 


 

Tabel 6

Pengujian Hipotesis 1 (variabel X1 terhadap Y)

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

26.927

8.103

 

3.323

.002

Gaya Kepemimpinan

1.008

.111

.816

9.049

.000

a. Dependent Variable: Mutu Pendidikan

 


 

Dari gambar 6 diketahui nilai thitung sebesar = 9,049lebih besar dari ttabel = 2,019 (9,049 > 2,019)dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan Hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak, dengan demikian maka hipotesis penelitian ini diterima yang artinya terdapat Pengaruhyang signifikan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah(X1) terhadap Mutu Pendidikan(Y) di SMK Insan Aqilah Kota Serang� Bantendan SMK PGRI 4 Kota Serangprovinsi Banten.



 

Tabel 7

Pengujian Hipotesis 2 (variabel X2 terhadapY)

Coeffcientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

31.261

9.567

 

3.267

.002

Kinerja Guru

1.078

.150

.747

7.205

.000

a. Dependent Variable: Mutu Pendidikan

 

 

 


 

Diketahui pada Tabel tersebutmenunjukan nilai thitungsebesar = 7,205 lebih besar dari ttabel = 2,019 (7,205 > 2,019)dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulka Hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak, dengan demikian maka hipotesis penelitian ini diterima yang artinya terdapat Pengaruhyang signifikan antara Kinerja Guru (X2) terhadap Mutu Pendidikan(Y) di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang.


 

Tabel 8

Pengujian Hipotesis 3 (variabel X1 dan X2 terhadap Y) (uji F)

 

ANOVAb

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

3630.376

2

1815.188

45.760

.000a

Residual

1586.693

40

39.667

 

 

Total

5217.070

42

 

 

 

a. Predictors: (Constant), Gaya Kepemimpinan, Kinerja Guru

 

 

b. Dependent Variable: Mutu Pendidikan

 

 

 


 

Berdasarkan tabel 8 diketahui nilai Fhitung sebesar =45,760 lebih besar dari F table = 3,23 (45,760 > 3,23) pada taraf signifikansi 5% atau 0,05 sebesar 0,000 (0,000<0,005), yang berarti Ha diterima H0 ditolak maka dapat disimpulkan TerdapatPengaruhyang signifikan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah(X1) dan Kinerja Guru (X2) terhadap Mutu Pendidikan(Y)� di SMK Insan Aqilah Kota Serang Baros dan SMK PGRI 4 Kota SerangPadarincang Kabupaten Serang.

 

 


 

Tabel 9

Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.816a

.666

.658

6.51553

a. Predictors: (Constant), Gaya Kepemimpinan

b. Dependent Variable: Mutu Pendidikan

 


 


Dari tabel di atas koefisien determinasi �Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah(X1) terhadap Mutu Pendidikan(Y)� ry1.2 = 0,816dan R2= 0,666 atau 66,6 %.Ini berarti 66,6% variasi yang terjadi pada mutu pendidika (Y) memiliki Pengaruhdengan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah�� (X1), sisanya memiliki Pengaruhdenga faktor lain

Berdasarkan tabel di atas didapatkan nilai koefisien antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah(X1) dan Kinerja Guru (X2) dengan Mutu Pendidikan(Y) secara bersamaan sebesar ry2.2 = 0,834 dan R2 = 0,696 atau 69,6%, maka dapat diperoleh keterangan bahwa model penelitian ini mampu menjelaskan variasi pada Mutu Pendidikansebesar 69,6 % memiliki Pengaruhdengan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah(X1) dan Kinerja Guru (X2) dan sisanya sebesar 30,4% memiliki hubunga dengan faktor lain.

 

B. Pembahasan

1.    Pembahasan Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) terhadap Mutu Pendidikan (Y)

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis terbukti bahwa thitung >ttabel(9,049 > 2,019)dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti hipotesis diterima serta terdapat pengaruh yang signiikan antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang , dengan kata lain makin tinggi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah maka semakin tinggi kontribusinya terhadap mutu pendidikan. Begitupun sebaliknya semakin rendah Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah maka akan semakin rendah pula mutu pendidikan.

Selanjutnya koefisien determinasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) terhadap mutu pendidikan (Y)� ry1.2 = 0,816dan R2= 0,666 atau 66,6 %.Ini berarti 66,6% variasi yang terjadi pada mutu pendidika (Y) dapat dipengaruhi olehGaya Kepemimpinan Kepala Sekolah(X1).

2.    Pembahasan Kinerja Guru (X2) terhadap Mutu Pendidikan (Y)

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis terbukti bahwa thitung > ttabel(7,205 > 2,019)serta nilai tara signifikansi < 0,05 yaitu = 0,000 dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti hipotesis diterima serta terdapat pengaruh yang signifikan antara Kompetensi Guru Terhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang , dengan kata lain makin tinggi kompetensi Guru maka semakin tinggi kontribusinya terhadap mutu pendidikan. Begitupun sebaliknya semakin rendah Kompetensi Guru maka akan semakin rendah pula mutu pendidikan.

Selanjutnya koefisien determinasi Kompetensi Guru (X2) terhadap mutu pendidikan (Y) ry2.2 = 0,747 dan R2= 0,559. Ini berarti 55,9 %variasi yang terjadi pada mutu pendidika (Y) dapat dipengaruhi olehKompetensi Guru(X2).

Mengingat kuatnya pengaruh yang terjadi antara olehKompetensi Guru(X2) terhadap mutu pendidika (Y) karna guru Menurut MulyasaPeranan guru memiliki posisi sentral dalam proses pembelajaran, Dengan kata lain keberhasilan implementasi Mutu pendidikan suatu lembaga sangat ditentukan oleh guru karena bagaimanapun baiknya suatu kurikulum ataupun sarana pendidikan jika gurunya tidak memahami dan melaksanakan tugas dan fungsi secara baik, hasil implementasi kurikulum tidak memuaskan. Maka dari itu Kinerja Guru sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sutu lembaga, dari kedelapan standar yang ditetapkan oleh pemerintah, semua memerlukan keterlibatan seorang guru dalam pelaksanaan nya, tanpa adanya kinerja atau kompetensi yang baik yang dimilki seorang guru standar yang telah ditetapkan tidak akan terpenuhi secara baik dan memuaskan

3.    Pembahasan Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1)dan Kompetensi Guru (X2) terhadap Mutu Pendidikan (Y)

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis terbukti bahwa Fhitung > Ftabel (45,760 > 3,23) serta nilai tara signifikansi < 0,05 yaitu = 0,000 dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti hipotesis diterima serta terdapat pengaruh yang signifikan antaraKompetensi amanjerial Kepala Sekolah (X1) dan Kompetensi Guru (X2) Terhadap Mutu Pendidikan (Y) di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang , dengan kata lain makin tinggi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan kompetensi Guru maka semakin tinggi kontribusinya terhadap mutu pendidikan. Begitupun sebaliknya semakin rendah Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan kompetensi Guru maka akan semakin rendah pula mutu pendidikan.

Selanjutnya koefisien determinasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) dan kompetensi guru (X2) terhadap mutu pendidikan (Y) ry2.2 = 0,834 dan R2 = 0,696 atau 69,6% variasi yang terjadi pada mutu pendidika (Y) dapat dipengaruhi oleh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) danKompetensi Guru�� (X2).

Ketika dilakukan pengujian secara simultan atau bersamasama antara variabel Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) danKompetensi Guru�� (X2) terhadap mutu pendidika (Y) pengaruh yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan pengujian yang dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri. Hal ini disebabkan dari kedelapan standar yang telah ditetapkan secara bersama-sama dalam pemenuanya perlu dilakukan oleh kedua elemen terpenting dalam mengelola suatu pendidikan, kepala sekolah sebagai motor penggerak kepemimpinan kelembagaan perlu mengarahkan guru dan tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas atau mutu lembaga tersebut, begitu pula sebaliknya seorang guru yang memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran mulai dari administrasi sampai pada penanganan siswa serta pengeloaan sarana dan prasarana yang ada harus mematuhi apa yang di perintahkan dan sudah diatur oleh kepala sekolah melalui manajemen sekolah yang matang, jadi pada dasarnya untuk meningkatkan mutu pendidikan disuatu lembaga perlu adanya kerja sama yang baik antara kepela sekolah dengan pendidik serta tenaga kependidikan agar tujuan yang telah ditetapkan bersama bisa tercapai.



 

Kesimpulan

Hasil pembahasan dan penelitian yang sudah diuraikan di bab sebelumnya, maka dapat ditarik simpulan bahwa Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang Kabupaten Serang tidak memiliki pengaruh yang signifikan karena hasil uji hipotesis (uji t) menunjukan Ha ditolak dan H0 diterima melalui hasil ouput perhitungan SPSS 16.0 menunjukan nilai thitung sebesar = 9,049lebih besar dari ttabel = 2,019 (9,049 > 2,019)�� dengan taraf signifikansi 0,000 = 0,05. Sedangkan dari uji koeifisien determinasi menunujukan hasilR2= 0,666 atau 66,6 %.Ini berarti 66,6%pengaruh pada mutu pendidika (Y) olehGaya Kepemimpinan Kepala Sekolah(X1). Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan Gaya kepemimpinan Kepala sekolah terhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang .

Kinerja Guruterhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang memiliki pengaruh yang signifikan karena hasil uji hipotesis (uji t) menunjukan Ha diterima dan H0 ditolak,melalui hasil ouput perhitungan SPSS 16.0 menunjukan nilai thitungsebesar = = 7,205 lebih besar dari ttabel = 2,019 (7,205 > 2,019)dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Sedangkan dari uji koeifisien determinasi menunujukan hasil R2= 0,559. Ini berarti 55,9 % variasi yang terjadi pada mutu pendidika (Y) dapat dipengaruhi olehKinerja Guru�� (X2). Dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.

Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guruterhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang memiliki pengaruh yang signifikan karena hasil uji hipotesis (uji F) menunjukan Ha diterima dan H0 ditolak,melalui hasil ouput perhitungan SPSS 16.0 menunjukan nilai Fhitung sebesar =45,760 lebih besar dari F table = 3,23 (45,760 > 3,23) pada taraf signifikansi 5% atau 0,05 sebesar 0,000 (0,000 < 0,005). Sedangkan dari uji koeifisien determinasi menunujukan hasil R2 = 0,696 atau 69,6%, maka dapat diperoleh keterangan bahwa model penelitian ini mampu menjelaskan variasi pada mutu pendidikan sebesar 69,6 % dipengaruhi oleh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) dan Kinerja Guru(X2) dan sisanya sebesar 30,4 % dipengaruhi oleh faktor lain. Sehingga dapat disimpulkan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guruberpengaruh signifikan secara bersamasama (simultan) terhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang.

 

BIBLIOGRAFI

Cecep, H., Subakti, H., Nurtanto, M., Purba, S., Hasan, M., Sakirman, R., Mulyadi, D., Muntu, D. L., Kato, I., & Karwanto, K. (2021). Manajemen Supervisi Pendidikan. Yayasan Kita Menulis.Google Scholar

Idris, A. (2017). Pengaruh Orientasi Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Mutu Pendidikan Pada Sd Negeri Tanjung 2. Jurnal Mitra Manajemen, 1(2), 189�201. Google Scholar

Lailatussaadah, L. (2015). Upaya peningkatan kinerja guru. Intelektualita, 3(1). Google Scholar

Muhaimin, M. A. (2015). Manajemen Pendidikan (Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah). Prenada Media. Google Scholar

Nasution, E. (2016). Problematika pendidikan di Indonesia. Mediasi, 8(1). Google Scholar

Pianda, D. (2018). Kinerja guru: kompetensi guru, motivasi kerja dan kepemimpinan kepala sekolah. CV Jejak (Jejak Publisher). Google Scholar

Putra, B. A. M., & Kumalaputra, I. (2020). Pengaruh Kompetensi dan Pelatihan Terhadap Kinerja Guru Mata Pelajaran. Jurnal Ilmu Manajemen Dan Bisnis, 12(1), 55�72. Google Scholar

Rahmah, S. (2018). Pengawas sekolah penentu kualitas pendidikan. Jurnal Tarbiyah, 25(2). Google Scholar

Riyanto, S., & Hatmawan, A. A. (2020). Metode Riset Penelitian Kuantitatif Penelitian Di Bidang Manajemen, Teknik, Pendidikan Dan Eksperimen. Deepublish. Google Scholar

Rulitawati, M. P. I., Ritonga, H. A. H., & Hasibuan, L. (2020). Model Pengelolaan Kinerja Guru. Tunas Gemilang Press. Google Scholar

Safitri, D., & Sos, S. (2019). Menjadi guru profesional. PT. Indragiri Dot Com. Google Scholar

Siregar, S. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif: Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Kencana Prenada Media Group. Google Scholar

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Alfabeta. Google Scholar

Sujana, I. W. C. (2019). Fungsi dan tujuan pendidikan Indonesia. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar, 4(1), 29�39. Google Scholar

Supriadi, D. (2018). Implementasi Manajemen Inovasi dan Kreatifitas Guru dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran. Indonesian Journal of Education Management & Administration Review, 1(2), 125�132. Google Scholar






Copyright holder :

Artilah, Agus Gunawan, Abdul Muin (2022)

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: