Jurnal Syntax Transformation

Vol. 3, No. 6, Juni 2022

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DAN PENILAIAN ADMINISTRASI GURU TERHADAPKINERJA GURU

 

Supriah, Encep Syarifudin, Abdul Muin

Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Email : [email protected], [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

3 Juni 2022

Direvisi

18 Juni 2022

Disetujui

23 Juni 2022

Kinerja guru di Madrasah Aliyah di Kabupaten Serang masih dianggap kurang diharapkan, sementara itu dilain pihak kinerja guru sangat dipengaruhi kepemimpinan dan kemampuan penilaian administrasi guru. Penelitian ini merupakan Survey Analitik dengan metode potong silang (cross sectional) dengan subjek penelitian di MA Kabupaten Serang (Studi MAN I Kabupaten Serang dan MAN 2 Kabupaten Serang).Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengukuran skor rata - rata kinerja guru sebesar 118,44 bila dibandingkan dengan skor ideal sebesar 180, tingkat ketercapaiannya 65,75 % termasuk dalam kategori sangat tinggi, Skor rata-rata kepemimpinan kepala madrasah sebesar 95,45 bila dibandingkan dengan skor ideal sebesar 130, tingkat ketercapaiainnya 73,42% termasuk dalam kategori tinggi, Skor rata - rata kemampuan penilaian administrasi guru sebesar 90,04 bila dibandingkan dengan skor ideal sebesar 135. Besar 135 tingkat ketercapaiannya 66,70% termasuk dalam kategori tinggi, Pengaruh kepemimpinan kepala madrasah dengan kinerja guru memiliki nilai analisis regresi-78,35 + 0,42X1.termasuk signifikansi regresi, Pengaruh kemampuan penilaian administrasi guru dengan kinerja guru memiliki nilai analisis regresi, Y = 57,05 + 0,68X2.termasuk signifikansi regresi. Pengaruh gaya kepemimpinan kepala madrasah dan kemampuan supervisi kepala madrasah dengan kinerja guru diperoleh persamaan regresi berganda Y = 43,28 + 0,28.X1, + 0,54X2 , Hal ini berarti koefisien regresiadalah signifikan. Berdasarkan penelitian tersebut di atas dapat dikatakan bahwa gaya kepemimpinan kepala madrasah adalah tinggi dan memuaskan, tingkat kemampuan penilaian administrasi guru adalah tinggi dan memuaskan terdapat pengaruh kepemimpinan kepala madrasah dan kemampuan penilaian administrasi guru terhadap kinerja guru sangat tinggi.

 

ABSTRACT

The performance of teachers in Madrasah Aliyah in Serang Regency is still considered less expected, while on the other hand, teacher performance is strongly influenced by leadership and teacher administrative assessment ability. This research is an Analytical Survey with a cross-sectional method with research subjects in ma Serang Regency (Study MAN I Serang Regency and MAN 2 Serang Regency).The results showed that the results of measuring the average teacher performance score of 118.44 when compared to the ideal score of 180, the achievement rate of 65.75% was included in the very high category, the average score of the madrasa head leadership was 95.45 when compared to the ideal score of 130, the achievement level of 73.42% was included in the high category, the average score of the teacher's administrative assessment ability was 90.04 when compared to the ideal score of 130.42% was included in the high category, the average score of the teacher's administrative assessment ability was 90.04 when compared to the ideal score of 130.42% when compared to the ideal scoreof 135. The large 135 achievement rate of 66.70% belongs to the high category, The influence of the leadership of the head of the madrasa with teacher performance has a regression analysis value of-78.35 + 0.42X1.including regression significance, The effect of teacher administrative assessment ability with teacher performance has a regression analysis value, Y = 57.05 + 0.68X2.including regression significance. The influence of the leadership style of the madrasa head and the supervision ability of the madrasa head with teacher performance obtained a multiple regression equation Y = 43.28 + 0.28.X1, + 0.54X2 , This means that the regression coefficient is significant. Based on the aforementioned research, it can be said that the leadership style of the head of the madrasa is high and satisfactory, the level of teacher administrative assessment ability is high and satisfactory There is an influence of the leadership of the head of the madrasa and the ability of the teacher's administrative assessment on teacher performance is very high.

Kata Kunci:

Kepemimpinan, Kemampuan Penilaian Administrasi Guru, Kinerja Guru

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

Leadership, Teacher Administration Assessment Ability, Teacher Performance

 

 


 

 

Pendahuluan

Manajemen Madrasah atau pengelolaan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kepemimpinan yang dilakukan kepala madrasah dalam menjalankan tugas sebagai seorang pemimpin (Danim, 2020). Karena kepala madrasah dituntut keprofesionalannya untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai tuntutan kompetensi guru, pengawas maupun kepala madrasah yang tertuang dalam standar nasional Pendidikan dan permendiknas Nomor 6 Tahun 2018 tentang kepala sekolah. Penugasan guru sebagai kepala sekolah. Kepala Sekolah/Madrasah ialah yang bertanggung jawab untuk memimpin dan mengelola administrasi Madrasah (Harahap et al., 2021).

Gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh kepala madrasah akan terkait dengan hasil dalam memimpin dan menjalankan proses pendidikan di madrasah (Sudarwan & Retnawati, 2015). Hasil kepemimpinan yang baik akan melahirkan generasi-generasi yang baik pula. Oleh karena itu butuh model kepemimpinan seperti apa yang harus dilakukan oleh seorang kepala Madrasah. Salah satu dari model kepemimpinan yaitu model kepemimpinan Tindakan Terpusat (Action Central Leadership) (Sagala & Sos, 2018).

Kepemimpinan merupakan suatu proses. Agar bisa memimpin, pemimpin harus melakukan sesuatu. Seperti telah diobservasi oleh John Gardner (1986-1988), kepemimpinan lebih dari sekedar menduduki suatu otoritas. Kendati posisi otoritas yang diformalkan mungkin sangat mendorong proses kepemimpinan, namun sekedar menduduki posisi itu tidak menandai seseorang untuk menjadi pemimpin (Sagala & Sos, 2018). Pemimpin harus mempunyai kelebihan daripada bawahannya dan bisa menunjukan wibawa terhadap bawahan yang dipimpinnya sehingga timbul keterikatan antara pemimpin dan anggota yang dipimpinnya.

Gaya kepemimpinan Kepala Madrasah memiliki peluang berpengaruh terhadap kinerja guru disebabkan kerena faktor kepemimpinan, hal ini merupakan yang cukup dominan dalam menentukan keberhasilan Lembaga (Baharun, 2018) (Jelantik, 2015). Oleh karena mengingat faktor kepribadian pemimpin, atau bisa juga karena keinginan pemimpin dalam rangka menyesuaikan diri dengan bawahan, sehingga muncul keselarasan antara pimpinan dengan bawahan, dalam hal itu antara Kepala Madrasah dengan para guru dan semua peserta didiknya (Suwarno & Bramantyo, 2019).

Untuk mencapai suasana kerja Madrasah yang kondusif. Jika suasana Madrasah kondusif, maka akan lebih mudah mencapai semua program Madrasah yang telah menjadi komitmen bersama.

Kinerja para guru berpengaruh positif terhadap penilaian kinerja. Perilaku Kepala Madrasah yang positif dapat mendorong, mengarahkan, dan memotivasi seluruh warga sekolah untuk bekerja sama dalam mewujudkan visi, misi, dan tujuan Madrasah (Jelantik, 2015). Kepala Madrasah harus memberikan motivasi agar kinerja guru setiap hari meningkat sehingga terwujud visi, misi dan tujuan Madrasah tersebut.

Menurut Ruky, yang dikutip Supardi mengemukakan bahwa kinerja merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk melaksanakan, menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan harapan dan tujuan yang telah di tetapkan (Sodik et al., 2019).

Kata kinerja berasal dari kata performance. Kata "Performance" memberikan tiga arti, yaitu (1) "prestasi" seperti dalam kontek atau kalimat "high performance car", atau mobil yang sangat cepat"; (2) "pertunjukkan", seperti dalam kontek atau kalimat "Folk dance performance", atau "pertunjukkan tarian-tarian rakyat"; (3) "pelaksanaan tugas" seperti dalam kontek atau kalimat "in performing his her dutes(MARDIYAH, 2018)

Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi aspek kinerja guru salah satunya ialah dari faktor motivasi kerja yang harus dimiliki seorang guru (Rorimpandey, 2020). Motivasi berkenaan dengan tujuan yang langsung menjadi arah tindakan. Tanpa tujuan yang jelas, sulit didapatkan motivasi yang kuat untuk mencapainya. Motivasi ialah kegiatan yang telah mendorong dan berkelanjutan (bertahan terus menerus) artinya tanda ada dorongan yang terus menerus, mustahil motivasi akan muncul (Mukharromah, 2017). Oleh karena itu, kepala Madrasah selalu memberi motivasi kepada guru untuk selalu meningkatkan kinerjanya.

Fenomena di lapangan khususnya di Kabupaten Serang menunjukkan bahwa produktivitas Madrasah Aliyah di Kabupaten Serang perlu ditingkatkan, diantaranya dengan mengoptimalkan upaya penilaian kerja untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kinerja guru pada dasarnya merupakan kinerja atau unjuk kerja yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.

Wakil Kepala MAN 1 Serangmengungkapkan bahwa perlu membuat strategi yang inovatif, agar guru dapat menerapkan model, metode, pendekatan dan strategi pembelajaran untuk meningkatkan pembelajaran. Jadi perlu untuk Kepala Madrasah membuat strategi kepemimpinan untuk meningkatkan kinerja guru. Akan tetapi kinerja guru dalam kaitan dengan mutu pendidikan harus dimulai dengan dirinya sendiri. Sebagai pribadi, guru merupakan perwujudan diri dengan seluruh keunikan karakteristik yang sesuai dengan posisinya sebagai pemangku profesi keguruan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja guru adalah pembinaan oleh Kepala Madrasah.

Namun permasalahan muncul di MAN 1 dan MAN 2 Kabupaten Serang dalam kinerja guru, sebagaimana yang di ungkapkan kepala MAN 2 Kabupaten Serang keterlibatan Kepala Madrasah dalam memantau proses kinerja guru yang dinilai semakin menurun sehingga Kepala Madrasah harus membuat strategi untuk meningkatkan kinerja guru khususnya di MAN 2 Kabupaten Serang. Karena Madrasah Aliyah merupakan suatu organisasi atau lembaga yang memerlukan pengelolaan terpadu baik oleh sebagai pelaksana kegiatan belajar mengajar di kelas maupun oleh kepala madrasah sebagai pengendali kegiatan di madrasah (Fauzi, 2017).

Terpilihnya MAN 1 dan MAN 2 Kab. Serang sebagai tempat penelitian merupakan madrasah yang berada di Kabupaten Serang alasan pendukung peneliti memilih MAN 1 dan MAN 2 Kab. Serang sebagai lokasi penelitian, MAN 1 dan MAN 2 Kab. Serang selalu mengupayakan dalam pembelajaran yang kondusif sehingga Kepala Madrasah harus menerapkan bagaimana kepemimpinannya untuk meningkatkan kinerja guru dilembaganya masing-masing.

Berdasarkan latar belakang dan realitas di atas maka, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentangPengaruh Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Penilaian Administrasi Guru TerhadapKinerja Guru (Studi Komparatif MAN 1 dan MAN 2 Kab. Serang).".

 

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian numerik dengan analisis statistik. Penelitian kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, dimana pengumpulan datanya menggunakan alat penelitian, analisis datanya adalah statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan sebelumnya (Sugiyono, 2013).

Desain penelitian ini adalah ex post facto, yaitu data dikumpulkan setelah semua peristiwa yang disebutkan telah terjadi tanpa pengolahan apapun (Wicaksono, 2015). Penelitian kuantitatif pada dasarnya dilakukan untuk penelitian inferensial (pengujian hipotesis) dan didasarkan pada probabilitas menolak atau menerima hipotesis sebagai jawaban atas masalah atau pertanyaan penelitian yang dikembangkan, berdasarkan teori-teori yang perlu diuji melalui proses seleksi untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Penelitian ini mengungkupkan hubungan sebab akibat yang terjadi antara variabel penelitian akan dijelaskan dengan uji hipotesis yang telah disusun

Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda karena variabel independen meliputi lebih dari satu. Variabel berpengaruh disebut variabel independen (variabel independen) dan variabel berpengaruh yang disebut variabel dependen (variabel dependen).

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Ruhiyat, 2017) penelitian ini adalah guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri se-Kabupaten Garut sebanyak 82 orang, karena tidak dilakukan pengambilan sampel. Hasil pengujian hipotesis utama dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara simultan kepemimpinan kepala madrasah dan supervisi pengawas madrasah berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru dalam mewujudkan mutu pendidikan di madrasah. Artikel ini berkesimpulan bahwa untuk mewujudkan mutu pendidikan di madrasah secara baik dapat dilakukan dengan meningkatkan kinerja guru, melaksanakan fungsi kepemimpinan kepala madarsah dan melaksanakan supervisi pengawas madrasah.

Hasil dan Pembahasan

A.   Hasil Penelitian

1.    Gaya Kepemimpinan

Rentangan skor jawaban responden pada variabel gaya kepemimpinan dijaring berdasarkan hasil dari penyebaran angket terhadap 78 orang responden, untuk data gaya kepemimpinan yang skor teoritiknya 26 - 130, diperoleh rentangan skor antara 70 sampai dengan 121. Skor rata-rata 95,45; modus, 96,70; median, 95,79; varians, 809,92; dan simpangan baku 28,46. Skor rata-rata gaya kepemimpinan sebesar 95,45 bila dibandingkan dengan skor ideal sebesar 130, tingkat ketercapaiannya 73,42% termasuk dalam kategori tinggi.

Distribusi frekuensi kepemimpinan kepala madrasahdapat dilihat pada tabel 1, sedangkan gambar histogram distribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel berikut :


Tabel 1

Distribusi frekuensi

Interval Kelas

Frekuensi

Persentase

Interpretasi

Interval Kelas

Frekuensi

Persentase

Sangat Rendah

70 � 77

5

6

Rendah

78 � 85

12

15

Kurang

86 � 93

16

21

Sedang

94 � 101

21

27

Baik

102 � 109

14

18

Sangat Baik

110 � 117

9

12

Sempurna

118 - 125

1

1

 

��������������������������������������������������������������������������


Tabel 1 menunjukkan distribusi frekuensi kelas interval pertama, yaitu antara 70 - 77, frekuensinya berjumlah 5 orang. Merupakan 6% dari jumlah responden. Kategori Sangat rendah. Distribusi frekuensi kelas interval kedua, yaitu antara 78 - 85. Frekuensi berjumlah 12 orang. Merupakan 15% dari jumlah responden. Kategori rendah. Distribusi frekuensi kelas interval ketiga, yaitu antara 86 - 93. Frekuensi berjumlah 16 orang. Merupakan 21% dari jumlah responden. Kategori kurang.

Distribusi frekuensi kelas interval keempat, yaitu antara 94 - 101. Frekuensi berjumlah 21 orang. Merupakan 27% dari jumlah responden. Kategori sedang. Distribusi frekuensi kelas interval kelima, yaitu antara 102 - 109. Frekuensi berjumlah 14 orang. Merupakan 18% dari jumlah responden. Kategori tinggi. Distribusi frekuensi kelas interval keenam, yaitu antara 110 - 117. Frekuensi berjumlah 9 orang. Merupakan 12% dari jumlah responden. Kategori sangat tinggi. Distribusi frekuensi kelas interval ketujuh, yaitu antara 118 - 125. Frekuensi berjumlah 1 orang. Merupakan 1% dari jumiah responden. Kategori sempurna.

2.    Penilaian Administrasi Guru

Rentang skor jawaban responden pada variabel Penilaian Administrasi Guru di jaring berdasarkan hasil dari penyebaran angket terhadap 78 Responden untuk data suasana belajar skor teoritiknya 27 � 135, diperoleh rentangan skor antara 74 sampai dengan 113. Skor rata-rata 90,04: modus, 89,50; median 89,29; Varians, 752,07; dan simpanan baku 27,42. Skor Rata-rata Penilaian Administrasi Guru sebesar 90,04 bila dibandingkan dengan skor ideal sebesar 135, tingkat ketercapaiannya 66,70% termasuk dalam kategori tinggi.

Distribusi frekuensi kemampuan Penilaian Administrasi Guru dapat dilihat pada table 4.2, sedangkan gambar histogram distribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel 2 sebagai berikut :


Tabel 2

Distribusi Frekuensin Penilaian Administrasi Guru

Interval Kelas

Frekuensi

Persentase

Interpretasi

������� 74 � 79������

7

9

Sangat Rendah

80 � 85

17

22

Rendah

86 � 91

21

27

Kurang

92 � 97

19

24

Sedang

98 � 103

11

14

Baik

104 � 109

2

3

Sangat Baik

110 � 115

1

1

Sempurna

 

78

100

 


 

Tabel 2 menunjukkan distribusi frekuensi kelas interval pertama yaitu antara 74 -79. Frekuensi berjumlah 7 orang. Merupakan 9% dari jumlah responden. Kategori Sangat rendah.

Distribusi frekuensi kelas interval kedua, yaitu antara 80 - 85. Frekuensi berjumlah 17 orang. Merupakan 22% dari jumlah responden. Kategori rendah. Distribusi frekuensi kelas interval ketiga, yaitu antara 86 91. Frekuensi berjumlah 21 orang. Merupakan 27% dari jumlah responden. Kategori kurang. Distribusi frekuensi kelas interval keempat, yaitu antara 92 - 97. Frekuensi berjumlah 19 orang. Merupakan 24% dari jumlah responden. Kategori sedang. Distribusi frekuensi kelas interval kelima, yaitu antara 98 - 103. Frekuensinya berjumlah 11 orang. Merupakan 14% dari jumlah responden. Kategori tinggi. Distribusi frekuensi kelas interval keenam, yaitu antara 104 - 109. Frekuensinya berjumlah 2 orang. Merupakan 3% dari jumlah responden. Kategori sangat tinggi. Distribusi frekuensi kelas interval ketujuh, yaitu antara 110 - 115. Frekuensi berjumlah 1 orang. Merupakan 1% dari jumlah responden. Kategori sempurna

3.    Kinerja Guru

Rentangan skor jawaban responden pada variabel kinerja dijaring berdasarkan hasil dari penyebaran angket terhadap 78 orang responden, untuk data kinerja guru skor teoritiknya 36- 180, diperoleh rentangan skor antara 119 sampai dengan 66. Skor rata-rata 11,42; modus, 115,73; median, 117,33; varians, 1257,95; dan simpangan baku 35,47. Skor rata-rata kinerja guru sebesar 118,44 bila dibandingkan dengan skor ideal sebesar 180, tingkat ketercapaiainnya 65,75% termasuk dalam kategori sangat tinggi. Distribusi frekuensi variabel kinerja guru dapat dilihat pada tabel 4.3, sedangkan gambar histogram distribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel 3.


Tabel 3

Distribusi Frekuensi Kinerja Guru

Interval Kelas

Frekue nsi

Persen tase

Interpre tasi

87 � 96

1

1

Sangat Rendah

97 � 106

12

15

Rendah

107 � 116

24

31

Kurang

117 � 126

23

29

Sedang

127 � 136

10

13

Baik

137 � 146

7

9

Sangat Baik

147 � 156

1

1

Sempurna

 

78

100

 


 

Tabel 3 menunjukkan distribusi frekuensi kelas interval pertama yaitu antara 87 - 96. Frekuensi berjumlah 1 orang. Merupakan 1% dari jumlah responden. Kategori Sangat rendah. Distribusi frekuensi kelas interval kedua yaitu antara 97 - 106.

Frekuensi berjumlah 12 orang. Merupakan 15 % dari jumlah responden. Kategori rendah. Distribusi frekuensi kelas interval ketiga yaitu antara 107 - 116. Frekuensi berjumlah 24 orang. Merupakan 31% dari jumlah responden. Kategori kurang.

Distribusi frekuensi kelas interval keempat, yaitu antara 117 - 126. Frekuensi berjumlah 23 orang. Merupakan 29% dari jumlah responden. Kategori sedang. Distribusi frekuensi kelas interval kelima, yaitu antara 127 - 136. Frekuensinya berjumlah 10 orang. Merupakan 13% dari jumlah responden. Kategori tinggi. Distribusi frekuensi kelas interval keenam, yaitu antara 137-146. Frekuensi berjumlah 7 orang Merupakan 9% dari jumlah responden. Kategori sangat tinggi. Distribusi frekuensi kelas interval ketujuh, yaitu antara 147.-156, frekuensinya berjumlah I orang. Merupakan 1% dari jumlah responden. Kategori sempurna.

4.    Pengujian Persyaratan Analisis

Uji normalitas dilakukan terhadap masing-masing variabel untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal dengan menggunakan teknik galat taksiran Y atas X. Dengan menggunakan teknik analisis tersebut, diperoleh nilai Lo, kurang dari nilai Lt. Apabila Lohitung < Lotabel dapat disimpulkan bahwa data k berdistribusi normal. Agar jelasnya hasil perhiturngan uji normalitas dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut:


Tabel 4

Rangkuman Analisis Uji Normalitas Data

No

Galat Taksiran

Lohitung

Lotabel

Ketera ngan

1

Y atas X1

0,098

0,100

Normal

2

Y atas X2

0,100

0,100

Normal


Tabel 4 Menunjukkan bahwa galat taksiran antara X1 (Gaya kepemimpinan) terhadap variabel Y (Kinerja Guru) diperoleh Lohitung= 0,098< 0,100 = Lotabel- Dengan demikian distribusi data Gaya kepemimpinan kepala madrasah bila dihubungkan dengan Kinerja Guru berdistribusi normal. Tabel 4.4 juga menunjukkan bahwa galat taksiran antara X2 (kemampuan penilaian administrasi guru) terhadap variabel Y (Kinerja Guru) diperoleh Lohitung= 0,100< 0,100- Lotabel Dengan demikian data distribusi bila dihubungkan Kemampuan penilaian administrasi guru dengan Kinerja Guru berdistribusi normal. Dengan demikian ketiga data penelitian yaitu gaya kepemimpinan kemampuan penilaian administrasi guru serta terhadap kinerja guru berdistribusi normal.

B.  Pengujian Hipotesis

a.    Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Guru

Mengetahui gaya kepemimpinan kepala madrasah dengan kinerja guru digunakan analisis regresi dan korelasi. Dari hasil perhitungan diperoleh a = 78,35 dan b = 0,42 dengan memasukkan a dan b ke dalam persamaan regresi Y atas X1, Ŷ = 78,35 + 0,42 X1. Untuk menguji kebenaran kontribusi X1 dengan Y, dilakukan uji linearitas dan signifikansi regresi. Analisis terhadap berbagai sumber variasi ditampilkan dalam tabel 5 sebagai berikut :


Tabel 5

Anava Untuk Regresi Linear Sederhana 78,35 + 0,42 X1

Su. Va

Db

JK

RJK

Fh

Ft

Total

78

1107727, 00

 

 

 

Reg a

1

1095295, 50

1095295 ,50

 

 

Reg b

1

1794,43

1794,43

12,82

3,98

Sisa

76

10637,07

139,96

 

 

Tu Cocok

37

6292,15

170,06

1,53

1,80

Galat

39

4344,92

111,41

 

 


 

Berdasarkan data tabel 5 hasil pengujian linieritas. diperoleh Fhitung sebesar 0,94 sedangkan dari daftar distribusi F dengan taraf signifikansi α = 0,05, derajat kebebasan db1 - 37 dan db2 = 39 diperoleh Ftabel Sebesar 1,80. Jika dibandingkan keduanyan ternyata Fhitung < Ftabel atau 1,53 < 1,80, Hal ini dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi Ŷ = 78,35 + 0,42 X1 Adalah linear.

Setelah uji linieritas dilanjutkan dengan uji keberartian. Tabel analisis varians (ANAVA) di atas diperoleh Fhitung = 12,82 sedangkan dari tabel distribusi F dengan derajat kebebasan db1, = 1 dan db2 = 76, dan taraf kepercayaan α = 0,05 diperoleh Ftabel 3,98. Jika dibandingkan keduanya ternyata Fhitung > Ftabel atau 12,82 > 3,98, maka Ho ditolak karena tidak teruji kebenarannya dan ini berarti H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi adalah signifikan.

Selanjutnya dilakukan uji korelasi antara X1 dengan Y. Dari hasil analisa korelasi sederhana diperoleh koefisien korelasi ry1- 1,67 dan koefisien determinasi r2y1 = 0,14. Uji signifikansi korelasi diperoleh thitung = 3,56. Koefisien korelas� sederhana ini ternyata signifikan setelah diuji dengan uji t. Hal ini ditunjukkan oleh thitung> ttabel atau 3,56 > 1,67 pada α -0,05 dan derajat kebebasan 76.

Hubungan antara X1 dengan Y diuji secara parsial dengan X2: dikontrol, dari perhitungan diperolch nilai koefisien ry1.2 = 0,13 dan koefisien deteminasi r2y1.2 = 0,07 Koefisien korelasi parsial tersebut diuji keberartian dengan menggunakan uji t. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 2,36. Sedangkan ttabel pada taraf nyata α = 0,05 dan dengan derajat kebebasan 76 diperoleh ttabel = 1,67. Dengan demikian jika dibandingkan, thitung > ttabel atau 2,36 > 1.67 Hal ini berarti Ho ditolak karena tidak teruji kebenarannya dan menerima H1 atau korelasi parsial antar X2dengan Y dengan X1 dikontrol adalah signifikan.

Dengan keberartian hubungan X1 terhadap Y baik secara sederhana maupun parsial, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua benar, yaitu terdapat hubungan positif Gaya Kepemimpinan kepala madrasah dengan Kinerja guru dan teruji signifikan.

b.    Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Penilaian Administrasi Guru terhadap Kinerja Guru

Untuk mengetahui hubungan penilaian administrasi guru dengan kinerja guru digunakan analisis regresi dan korelasi. Dari hasil perhitungan diperoleh a = 57,05 dan b = 0,68 Dengan memasukkan a dan b ke dalam persamaan regresi Y atas X2 Ŷ = 57,05 + 0,68 X2. Untuk menguji kebenaran X2 dengan Y, dilakukan uji linearitas dan signifikansi regresi. Analisis terhadap berbagai sumber variasi ditampilkan dalam tabel 6 sebagai berikut :


Tabel 6

Anava Untuk Regresi Linear Sederhana Ŷ = Ŷ = 57,05 + 0,68X2

Su. Va

Db

JK

RJK

Fh

Ft

Total

78

1107727, 00

 

 

 

Reg a

1

1095295, 50

1095295,50

 

 

Reg b

1

2381,07

2381,07

18,01

3,98

Sisa

76

10050,43

132,24

 

 

Tu Cocok

49

4823,32

98,44

0.51

1,88

Galat

27

5227,11

193,60

 

 


Dari data tabel 6, hasil pengujian linieritas diperoleh Fhitung sebesar 0,51 sedangkan dari daftar distribusi F dengan taraf signifikansi α = 0,05, derajat kebebasan db1 = 49 dan db2 = 27 diperoleh F tabel sebesar 1,88. Jika dibandingkan keduanya ternyata Fhitung < Ftabel atau 0,51 < 1,88. Hal ini dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi Ŷ = Ŷ = 57,05 +0,68X2 adalah linear.

Setelah uji linieritas dilanjutkan dengan uji keberartian. Dari tabel analisis varians (ANAVA) di atas diperoleh Fhitung = 18,01 sedangkan dari tabel distribusi F dengan derajat kebebasan db1, = 1 dan db2 = 76, dan taraf kepercayaan α = 0,05 diperoleh Ftabel 3,98. Jika dibandingkan keduanya ternyata Fhitung > Ftabel atau 18,01 > 3,98, maka Ho ditolak karena tidak teruji kebenarannya dan ini berarti H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi adalah signifikan.

Selanjutnya dilakukan uji korelasi antara X2 dengan Y. Dari hasil analisa korelasi sederhana diperoleh koefisien korelasi ry2- 1,67 dan koefisien determinasi r2y1 = 0,19 dari uji signifikansi korelasi diperoleh thitung = 4,22 koefisien korelas� sederhana ini ternyata signifikan setelah diuji dengan uji t. Hal ini ditunjukkan oleh thitung> ttabel atau 4,22 > 1,67 pada α -0,05 dan derajat kebebasan 76.

Hubungan antara X2 terhadap Y diuji secara parsial dengan X1 dikontrol, dari perhitungan diperoleh nilai koefisien ry1.2 = 0,13 dan koefisien deteminasi r2y1.2 = 0,07 Koefisien korelasi parsial tersebut diuji keberartian dengan menggunakan uji t. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 2,36. Sedangkan ttabel pada taraf nyata α = 0,05 dan dengan derajat kebebasan 73 diperoleh ttabel = 1,67. Dengan demikian jika dibandingkan, thitung > ttabel atau 2,36 > 1.67 Hal ini berarti Ho ditolak karena tidak teruji kebenarannya dan menerima H1 atau korelasi parsial.

Dengan keberartian hubungan X2 terhadap Y baik secara sederhana maupun parsial, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua benar, yaitu terdapat hubungan positif penilaian administrasi guru dengan Kinerja guru dan teruji signifikan.

c.    Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Penilaian Administrasi Guru terhadap Kinerja Guru

Pengujian hipotesis ini menggunakan analisisi regresi dan korelasi multiple. Hubungan antara variabel X1 dan X2 dapat dilihat melalui regresi multiple Ŷ = ao +a1 X1 +a2X2. Dari hasil penelitian diperoleh harga ao = 43,28 a1, = 0,28, dan a2 = 0,54. Dengan memasukkan harga ao a1 dan a2; maka diperoleh persamaan regresi multiple Ŷ = 43,28 +0,28 X1 +0,54X2.

Untuk menguji kebenaran hubungan Gaya Kepemimpinan dan penilaian administrasi guru secara bersama-sama dengan kinerja guru, dilakukan uji keberartian koefisien regresi multiple dengan menggunakan uji F. Dari hasil perhitungan diperoleh harga Fhitung sebesar 12,32. Sedangkan dari daftar distribusi F dengan derajat pembilang dk1 = 1 dan derajat kebebasan penyebut dk2 = 76 pada taraf signifikansi =0,05 diperoleh F0,05(2:73) sebesar 3,98. Jika keduanya dibandingkan maka diperoleh Fhitung Ftabel atau 12,32 > 3,98. Karena Fhitung >Ftabel maka menurut kriteria pengujian Ho ditolak karena tidak teruji kebenarannya dan berarti menerima H1. Hal ini berarti koefisien regresi adalah signifikan.

Untuk menguji hubungan ganda antara variabel Gaya Kepemimpinan dan penilaian administrasi guru secara bersama-sama dengan kinerja guru digunakan analisis korelasi multiple. Dari hasil perhitungan diperoleh koefisien korelasi multiple Ry.12 sebesar 0,50 dan koefisien determinasi R2y.12 sebesar 12,32. Untuk menguji keberartian terhadap koefisien korelasi multiple di atas digunakan uji F. Dari hasil perhitungan diperoleh Fritung sebesar 12,32 dan pada taraf signifikansi = 0,05 dengan derajat kebebasan pembilang dk1 = 2 dan derajat kebebasan penyebut dk2 = 76 diperoleh F0,05(2:76) = 1,67. Jika keduanya dibandingkan maka Fhitung > Ftabel atau 3,20 > 1,67. Karena Fhitung > Ftabel. maka menurut kriteria pengujian Ho ditolak karena tidak terbukti kebenarannya dan berarti menerima H. Hal ini berarti korelasi multiple adalah signifikan.

Dengan demikian dapat disirmpulkan, bahwa hipotesis ketiga yaitu: terdapat hubungan positif gaya kepemimpinan kepala madrasah dan kemampuan supervisi kepala sekolah.

 

Kesimpulan

Hasil pembahasan dan penelitian yang sudah diuraikan di bab sebelumnya, maka dapat ditarik simpulan bahwa Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Studi MAN I Kabupaten Serang dan MAN 2 Kabupaten Serang tidak memiliki pengaruh yang signifikan karena hasil uji hipotesis (uji t) menunjukan Ha ditolak dan H0 diterima melalui hasil ouput perhitungan SPSS 16.0 menunjukan nilai thitung sebesar = 9,049 lebih besar dari ttabel = 2,019 (9,049 > 2,019) dengan taraf signifikansi 0,000 = 0,05. Sedangkan dari uji koeifisien determinasi menunujukan hasilR2= 0,666 atau 66,6 %. Ini berarti 66,6%pengaruh pada mutu pendidika (Y) olehGaya Kepemimpinan Kepala Sekolah(X1). Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan Gaya kepemimpinan Kepala sekolah terhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang .

Kinerja Guruterhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang memiliki pengaruh yang signifikan karena hasil uji hipotesis (uji t) menunjukan Ha diterima dan H0 ditolak,melalui hasil ouput perhitungan SPSS 16.0 menunjukan nilai thitungsebesar = = 7,205 lebih besar dari ttabel = 2,019 (7,205 > 2,019)dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Sedangkan dari uji koeifisien determinasi menunujukan hasil R2= 0,559. Ini berarti 55,9 % variasi yang terjadi pada mutu pendidikan (Y) dapat dipengaruhi olehKinerja Guru�� (X2) dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.

Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guruterhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang memiliki pengaruh yang signifikan karena hasil uji hipotesis (uji F) menunjukan Ha diterima dan H0 ditolak,melalui hasil ouput perhitungan SPSS 16.0 menunjukan nilai Fhitung sebesar =45,760 lebih besar dari F table = 3,23 (45,760 > 3,23) pada taraf signifikansi 5% atau 0,05 sebesar 0,000 (0,000 < 0,005). Sedangkan dari uji koeifisien determinasi menunujukan hasil R2 = 0,696 atau 69,6%, maka dapat diperoleh keterangan bahwa model penelitian ini mampu menjelaskan variasi pada mutu pendidikan sebesar 69,6 % dipengaruhi oleh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) dan Kinerja Guru(X2) dan sisanya sebesar 30,4 % dipengaruhi oleh faktor lain. Sehingga dapat disimpulkan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guruberpengaruh signifikan secara bersamasama (simultan) terhadap Mutu Pendidikan di SMK Insan Aqilah Kota Serang dan SMK PGRI 4 Kota Serang.

BIBLIOGRAFI

Baharun, H. (2018). Peningkatan kompetensi guru melalui sistem kepemimpinan kepala madrasah. At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah, 6(1), 1�26.Google Scholar

Danim, S. (2020). Visi baru manajemen sekolah. Google Scholar

Fauzi, A. (2017). Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Islam. Nidhomul Haq: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(2), 53�64. Google Scholar

Harahap, T. K., Sos, S., & Hasibuan, M. S. S. (2021). Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Tahta Media Group. Google Scholar

Jelantik, A. A. K. (2015). Menjadi kepala sekolah yang profesional: Panduan menuju PKKS. Deepublish. Google Scholar

Mardiyah, M. (2018). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kemampuan Supervisi Kepala Madrasah Terhadap Kinerja Guru Pada Man Kota Serang (Studi MAN 1 dan MAN 2). Universitas Islam Negeri" Sultan Maulana Hasanuddin" Banten. Google Scholar

Mukharromah, S. (2017). Upaya guru dalam meningkatkan motivasi menulis huruf Hijaiyah siswa kelas I di TPA Nurussalam ds. Sumberejo kec. Geger kab. Madiun. IAIN Ponorogo. Google Scholar

Rorimpandey, W. H. F. (2020). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kinerja Guru Sekolah Dasar. Ahlimedia Book. Google Scholar

Ruhiyat, M. Y. (2017). Pengaruh Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Supervisi Pengawas Madrasah terhadap Kinerja Guru untuk Mewujudkan Mutu Pendidikan di Madrasah. Jurnal Pendidikan UNIGA, 11(1), 26�37. Google Scholar

Sagala, H. S., & Sos, S. (2018). Pendekatan & Model Kepemimpinan. Prenada Media. Google Scholar

Sodik, M., Sahal, Y. F. D., & Herlina, N. H. (2019). Pengaruh Kinerja Guru Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Alquran Hadis. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam,[SL], 7(1), 97�112. Google Scholar

Sudarwan, R. E., & Retnawati, H. (2015). Pengembangan perangkat assessment pembelajaran matematika pokok bahasan geometri dan pengukuran SMP/MTs. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 2(2), 251�261. Google Scholar

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Google Scholar

Suwarno, S., & Bramantyo, R. Y. (2019). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Organisasi. Transparansi Hukum, 2(1). Google Scholar

Wicaksono, A. (2015). Penelitian Kausal Komparatif (Ex Post Facto). Jurnal Pendidikan, Selasa, 5. Google Scholar







Copyright holder :

Supriah, Encep Syarifudin, Abdul Muin (2022)

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: