|
Vol. 3, No. 6, Juni 2022 |
|
|
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial Sains |
ANALISIS
SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH SEBAGAI FAKTOR PENDUKUNG KINERJA GURU
Shahnaz Salsabila Saifani,
Agus Gunawan, Abdul Muin
Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Email : [email protected],
�[email protected]
[email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 5 Juni2022 Direvisi 17 Juni 2022 Disetujui
23Juni 2022 |
Supervisi akademik diselenggarakan dalam bentuk kegiatan pembinaan, pemantauan dan penilaian kinerja guru untuk membantu guru mengembangkan kemampuannya seperti merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi hasil belajar agar tercapai tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui
dan menganalisis supervisi
akademik yang dilakukan kepala sekolah kepada para guru selanjutnya untuk mengetahui dan menganalisis dukungan yang sudah dilakukan, mengetahui dan menganalisis hambatan supervisi akademik kepala sekolah
terhadap kinerja para guru
kemudian agar dapat mengetahui dan menganalisis tindak lanjut hasil supervisi akademik kepala sekolah sebagai faktor pendukung guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus
dengan rancangan multikasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Supervisi Akademik di SMPIT La Royba dan
SMP Ardaniah��
sudah berjalan dengan baik sesuai
dengan ketentuan yang ada. �Kepala sekolah
SMPIT La Royba dan SMP Ardaniah
Kota Serang menerapkan beberapa peraturan dan kegiatan untuk mendukung kinerja guru diantaranya mengirim para guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan
pelatihan, mendatangkan
para tutor ke sekolah, memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya, menempatkan guru pada proporsi
yang sesuai dengan bidangnya, dan mengadakan rapat guru setiap semester untuk mengevaluasi kinerja guru. Pelaksanaan Supervisi Akademik di SMPIT La Royba dan SMP Ardaniah memiliki beberapa hambatan diantaranya Keterbatasan waktu kepala
sekolah untuk mensupervisi guru-guru yang jumlahnya
sangat banyak, kurangnya
guru senior/sejawat untuk
membantu kepala sekolah pada pelaksanaan supervisi akademik, Kurangnya dana dalam RAPBS untuk pelaksanaan supervisi akademik dan Masih ada guru yang tidak memahami tujuan supervisi akademik, sehingga tidak jarang ditemui guru yang mau disupervisi tidak hadir disekolah
saat jadwal pelaksanaan supervisi. ABSTRACT Academic supervision is held in the form of coaching
activities, monitoring and assessing teacher performance to help teachers
develop their abilities such as planning learning, implementing learning and
evaluating learning outcomes in order to achieve learning objectives. The
purpose of this study is to know and analyze the academic supervision carried
out by the principal to the teachers then to find out and analyze the support
that has been carried out, find out and analyze the obstacles of the
principal's academic supervision to the performance of the teachers then in
order to be able to know and analyze the follow-up of the results of the
principal's academic supervision as a supporting factor for teachers. This
research uses a qualitative approach, a type of case study with a multi-case
design. The results showed that the implementation of Academic Supervision at
SMPIT La Royba and Ardaniah
Junior High School had gone well in accordance with existing regulations.� The principals of SMPIT La Royba and SMP Ardaniah Kota Serang implemented several regulations and activities to
support teacher performance including sending teachers to attend seminars and
training training, bringing tutors to school, providing
opportunities for teachers to continue their education, placing teachers in
proportion according to their fields, and holding teacher meetings every
semester to evaluate teacher performance. The implementation of Academic
Supervision at SMPIT La Royba and Ardaniah Junior High School has several obstacles
including limited time for principals to supervise a very large number of
teachers, lack of senior teachers / colleagues to assist principals in the
implementation of academic supervision, Lack of funds in the budget for the
implementation of academic supervision and There are still teachers who do not
understand the purpose of academic supervision, so it is not uncommon to find
teachers who want to be supervised are not present� in schools during the scheduled
implementation of supervision. |
|
Kata kunci: Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Kinerja Guru. Keywords : Academic
Supervision, Principal, Teacher Performance |
Pendahuluan
Kepala sekolah memiliki andil dalam pembentukan
generasi unggul dan kompetetif di era sekarang ini dimana zaman telah semakin modern (Arrosit, 2021).
Langkah yang dapat diambil sebagai salah satu upaya agar mencapai tujuan tersebut adalah dengan memanfaatkan
pendidikan sebagai sarana pemenuhan tujuan. Pasal 39 ayat (1) dan ayat (2) (Khunaifi & Matlani, 2019)
tentang Sistem Pendidikan
Nasional menjelaskan jika Pendidik melaksanakan tugas administratif, manajemen, pengawasan, dan teknis untuk mendukung
proses pendidikan di dalam satuan Pendidikan (No, 20 C.E.).
Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
13 Tahun 2007 (Khairani, 2020)
tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah menjelaskan jika kepala sekolah memiliki tanggung jawab terhadap penyelenggaraan seluruh kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan, pemanfaatan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Kunci berhasilnya pendidikan sekolah adalah kemampuan kepada sekolah mengatur tenaga pendidik di sekolah (Astika et al., 2020).
Pengawasan dalam pendidikan adalah pengawasan yang khas yang hanya berlaku dalam pendidikan,
bertujuan mengembangkan potensi peserta didik melalui kegiatan
belajar bermutu yang dilayani guru (Meriza, 2018).
Dikatakan khas karena sifat pengawasannya
berkaitan dengan pengakuan dan penghargaan atas diri anak
sebagai manusia yang utuh yang harus dihargai dan dihormati, bukan pengawasan seperti pada proses produksi barang.
Pengawasan dan supervisi merupakan dua istilah yang merupakan terjemahan dari salah satu fungsi manajemen, yaitu fungsi controlling, terdapat dua pandangan
yang berbeda terhadap makna kedua istilah
pengawasan lebih bersifat otoriter atau direktif, sedangkan istilah supervisi lebih bersifat demokratis (Slameto, 2016).
Kepala sekolah memegang peran penting menjadi
supervisor. Dengan kata lain, kepala
sekolah unsur penting dalam dunia pendidikan, berpengaruh terhadap kualitas kerja guru yang disebabkan fungsi supervisi sehingga kesalahan dari guru dapat diketahui ketika menjalankan tugasnya. Kemudian dilakukan tukar pikiran sekaligus
pembinaan sesuai permasalahan yang dialami guru.
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Pasal
39 ayat (1) dan (2) (Hakim, 2016),
menjelaskan bahwa seorang tenaga pendidik wajib memenuhi standar kinerja guru yang telah ditetapkan oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan (BSNP), meliputi kualifikasi akademik dan kompetensi seorang guru. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pasal 28 ayat (3) tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), seorang
guru wajib mempunyai kualifikasi di dalam akademik setidaknya diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) sesuai dengan bidang studi
yang diajarkan di sekolah. Selain itu, guru juga harus mempunyai kompetensi pedagogik, profesional, personal atau kepribadian, dan sosial. Guru memiliki kinerja baik apabila mereka
mampu memenuhi standar kinerja tersebut. Optimalisasi kinerja guru sangat dibutuhkan
agar sekolah mampu menciptakan luaran yang berkualitas tinggi dan mampu bersaing dengan luaran lain di berbagai wilayah.
Guru
sebagai tenaga kependidikan
adalah tenaga kerja yang bekualitas memiliki tugas utama merencang, mengerjakan dan memberi penilaian dari hasil yang telah dipelajari, menyediakan bimbungan serta pelatihan, dan melaksanakan penelitian dan pengabdian di dalam masyarakat bagi para tenaga kependidikan
pada perguruan tinggi (Danumiharja, 2014).
Seorang guru dengan eksistensi dan peranannya senantiasa diharapkan selaku sumber daya
penyandang posisi dan peran penting di dalam berjalannya kegiatan pendidikan. Peran tersebut yang membuat guru memiliki urgensi untuk mengembangkan kinerja optimal sebagai sosok pendidik.
Guru memiliki potensi untuk mengupayakan agar kualitas kerja meningkat dan terus berkembang yang diakibatkan pengaruh yang berasal dari banyak faktor,
dapat berupa faktor internal atau eksternal pribadi pengajar. Pada awalnya, guru sering kali mengalami dilema dengan fakta
bahwa pengajar menjadi pondasi yang memiliki peran besar dalam mencerdaskan
penerus bangsa (Sunarsi, 2020).
Akan tetapi, permasalahan
yang sering kali dihadapi
para pengajar adalah kekurangan fasilitas pembelajaran, apresiasi kerja, kesejahteraan, dan lain sebagainya. Di balik itu, kendala yang dihadapi oleh para pengajar adalah ketidakmampuan guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif sehingga impian untuk melahirkan
penerus bangsa yang sesuai dengan amanat
dari undang-undang susah untuk dicapai.
Banyak anggapan bahwa guru hanya sebatas pekerjaan
yang biasa mengakibatkan ketidakmampuan pengajar untuk memberi pemahaman
SMP berbasis pesantren La Royba dan Pesantren Ardaniah Kota Serang
masing-masing merupakan sekolah
yang masuk kategori sekolah terbaik dengan segala prestasi
yang diraih baik di daerah maupun di luar daerah. Hal ini menjadi pembuktian
dari keberhasilan guru di dalam menggapai tujuan sekolah. Sekolah adalah sebuah lembaga yang memiliki peran di bidang pendidikan berfungsi sebagai pendidik yang mencerdaskan penerus bangsa agar tercapai pembangunan nasional. Kepala sekolah secara meluas berfungsi sebagai kepala yang memimpin lembaga pendidikan bertugas untuk mengarahkan, mengatur, dan memotivasi para pengajar agar tetap maksimal mengemban tugas agar tujuan yang diharapkan terlaksana sebagaimana mestinya.
Peneliti melihat SMP berbasis pesantren La Royba dan Ardaniah mempunyai budaya kerja yang sangat bagus dengan tingkat
kedisiplinan yang tinggi baik siswa, guru maupun tenaga kependidikan
yang lain. Kepala sekolah selalu memantau kegiatan pembelajaran melalui kunjungan kelas maupun rapat
keluarga sekolah. Berdasarkan pada kondisi tersebut di atas, maka peneliti ingin
mengetahui sejauh mana supervisi akademik kepala sekolah mampu meningkatkan kinerja guru di SMPIT La Royba
dan SMP Ardaniah Kota Serang.
Pada penelitian ini peneliti membahas tentang pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah SMPIT La Royba dan SMP Ardaniah dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung supervisi yang dilakukan kepala sekolah terhadap guru baik itu administrasi maupun proses belajar mengajar di kelas.
Pada dokumentasi, peneliti mencatat berbagai data tentang kepala sekolah, guru dan karyawan. Selain itu, peneliti
juga menghimpun berbagi
data tentang letak sekolah dan hasil tentang supervisi kepala sekolah. pelaksanaan supervisi akademik yang didasarkan kepada teori dan teknik-teknik supervisi dibagi menjadi dua teknik supervisi
individual dan teknik supervisi
kelompok (Sahertian, 2008). Di dalam menerapkan
6 (enam) teknik diantaranya kunjungan kelas, observasi kelas, inter visitasi, percakapan pribadi, rapat guru workshop atau studi kelompok antar guru.
Teknik
Supervisi Akademik
Individual diantranya kunjungan
kelas, observasi kelas, percakapan pribadi, intervisitasi, kunjungan antar kelas dan menilai diri sendiri;
Teknik
supervisi kelas yang dilakukan secara berkelompok diantaranya mengadakan pertemuan atau rapat, mengadakan
diskusi kelompok, mengadakan penataran-penataran.
Dan Studi kelompok antar guru.
Metode Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif, berupa data-data tertulis atau lisan dan orang-orang dan perilaku yang dapat diamati sebagai objek penelitian. Menurut Williams sebagaimana yang dikutip oleh (Moleong, 2013) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah, dengan menggunakan metode alamiah, dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertarik secara alamiah. Menurut (Ary, 2002), penelitian kualitatif memiliki enam ciri yaitu: (1) memperdulikan konteks dan situasi (concern of context); (2) berlatar alamiah (natural setting); (3) manusia sebagai instrumen utama (human instrument); (4) data bersifat deskriptif (descriptive data); (5) rancangan penelitian muncul bersamaan dengan pengamatan (emergent design); dan (6) analisis data secara induktif (inductive analysis).
Jenis penelitian
yang digunakan jenis penelitian studi kasus, yaitu suatu
inkuiri empiris yang menyelidiki fenomena didalam konteks kehidupan nyata, bilamana batas-batas antara fenomena dan konteks tak tampak
dengan tegas dan di mana
multi sumber dimanfaatkan (Djamal, 2015)
Hasil
dan Pembahasan
A. Hasil Penelitian
Supervisi adalah bagian
dari proses administrasi
dan menejemen dalam lembaga pendidikan, kegiatan supervisi merupakan usaha dalam memajukan sekolah yang bersifat kontinu atau berkelanjutan
yang dilakukan oleh seorang
supervisor dengan jalan membina, memimpin, dan menilai segala sesuatu yang mengarah pada peningkatan dan pencapaian tujuan pendidikan. Menurut (Soetjipta et al., 2018) mengemukakan bahwa
supervisi secara lebih rinci mengarah
kepada pengawasan,
monitoring, dan penilaian/evaluasi.
1.
Menyusun Program Supervisi
Berdasarkan hasil wawancara
dengan Kepala SMPIT La Royba, beliau memaparkan
bahwa,
�Hal pertama yang dilakukan dalam mensupervisi guru adalah dengan membuat program kerja atau perencanaan dalam pengawasan.�
Hal ini sesuai Sesuai dengan yang dikatakan oleh Kepala SMP Ardaniah, beliau menuturkan bahwa:
�Kepala Sekolah sebelum melaksanakan supervisi terlebih dahulu membuat program kerja supervisi untuk jangka waktu satu tahun pelajaran kedepan dibuat pada awal tahun pelajaran dan dilaporkan pada akhir tahun sebagai pertanggungjawaban kepala Sekolah, dan Pembuatan program kerja dilakukan secara bersama-sama guru baik dengan mengadakan rapat terbatas ataupun bersama pengawas pendidikan kemudian diplenokan pada kelompok kerja pengawas (POKJAWAS)
2.
Tahap Pelaksanaan Supervisi
Kepala Sekolah Bidang Akademik
Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala SMPIT La Royba dalam sesi wawancara.
Berikut petikan hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah SMPIT La Royba:
�Setelah menyusun program kerja, saya melakukan pra supervisi. Kegiatan ini saya
lakukan dengan cara melihat langsung
terhadap administrasi para
guru dan melihat secara langsung bagaimana aplikasi administrasi pembelajara yang dilakukan guru didalam kelas, dengan harapan saya mendapatkan data yang valid untuk menentukan skala prioritas dalam pelaksanaan supervisi akademik disekolah ini
Berkaitan dengan pelaksanaan
supervisi terhadap guru bisa dilakukan atas persetujuan guru maupun secara tiba-tiba/mendadak sesuai dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan
kepala sekolah, hal ini sesuai
yang disampaikan oleh Bapak Kepala
Sekolah SMPIT La Royba, beliau menuturkan:
�Saya
dalam melaksanakan supervisi terhadap guru-guru, kadang memberitahu guru terlebih dahulu kadangpun tidak, hal ini saya
lakukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dana pa adanya yang terjadi dilapangan, artinya hasil supervisi
ini bukan mengada-ada yang sudah disetting oleh guru-guru,
Dari hasil wawancara
terhadap kepala sekolah baik kepala
sekolah SMPIT La Royba maupun kepala sekolah
SMP Ardaniah diatas dapat peneliti simpulkan bahwa kepala sekolah sebelum melaksanakan supervisi hal pertama
yang dilakukan adalah dengan membuat program kerja atau program perencanaan supervisi yang dibuat bersama-sama dengan guru dan pengawas pendidikan. Hal itu dilakukan agar dalam proses pelaksanaan supervisi terlaksana dengan baik.
3. Teknik Supervisi
Teknik dalam mensupervisi
yang dilakukan oleh kepala sekolah SMPIT La Royba maupun kepala sekolah
SMP Ardaniah dengan tekhnik individu, baik secara langsung
berkunjung dikelas dengan melihat langsung proses kegiatan belajar mengajar yang disesuaikan dengan administrasi yang sudah bapak/ibu guru buat, atau dengan
cara mendengarkan dari luar kelas,
dengan cara ini harapannya mendapatkan hasil supervisi yang sesuai dengan kenyataan dilapangan yang nantinya akan dijadikan acuan dalam mengevaluasi
proses kegiatan belajar mengajar disekolah. Hal ini sesuai dengan
penuturan dari Bapak kepala Sekolah SMPIT La Royba berikut:
�Tekhnik yang saya gunakan kadang
secara individu seperti berkunjung ke kelas secara
langsung, kadang hanya mendengarkan diluar kelas, namun
untuk supervisi administrasi guru-guru kami lakukan
secara teliti dan tatap muka dengan
guru yang bersangkutan dengan
didampingi oleh wakil kepala
bagian kurikulum
Hal senada dikatakan oleh kepala sekolah SMP Ardaniah, beliau menyampaikan bahwa:
��Dalam pelaksanaan supervisi terhadap guru-guru kami
membuat jadwal terlebih dahulu, sehingga guru-guru secara tidak langsung sudah mengetahui waktu pelaksanaan supervisi, namun sesekali saya lakukan
dengan tekhnik individual dengan berkunjung dikelas dan melihat-lihat serta mendengarkan diluar kelas, harapan
dari supervisi ini adalah agar kinerja guru-guru semakain membaik, dan sebagai bahan evaluasi pula dalam menentukan program-program sekolah kedepannya.
4. Instrument Supervisi
Sebagaimana yang disebutkan diatas bahwa dalam
pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah SMP La Royba dan SMP Ardaniah menggunakan instrument supervisi akademik.
Tujuan penggunaan instrument supervisi akademik ini menurut kepala
sekolah SMPIT La Royba dalah supaya kegiatan
supervisi kademik menjadi lebih sistematis,
dan pencapain lebih terukur, sebagaimana beliau menuturkan:
�Ya, tentu saja instrument adalah bagian yang sangat penting dalam kegiatan
supervisi bidang akademik, instrument ini mencakup apa yang akan saya supervisi
sehingga indicator ketercapaian
supervisi benar-benar dapat diukur dan pekerjaan saya lebih sistematis.
Ketika peneliti mengkonfirmasi
kepada wakil kepala bidang kurikulum SMP La Royba, beliau mengatakan
bahwa:
�Memang beliau ketika melakukan
siupervisi akademik menggunakan isntrumen untuk mengukur kelengkapan administrasi bidang supervisi akademik yang dimiliki oleh guru.
Dilain pihak, kepala sekolah SMP Ardaniah, mengatakan bahwa:
�Instrument selalu digunakan sebagai indicator dalam melakukan penilaian supervisi, jadi ketika saya menemukan
hal tidak sesuai dengan instrument maka saya akan
memanggil guru tersebut untuk diberikan arahan, bimbingan dan tindak lanjut kedepannya.
Dan hal ini sudah menajdi kebiasaan
saya dalam mensupervisi para guru-guru.
Masih menurut Kepala SMP Ardaniah, beliau menuturkan bahwa:
�Dalam pelaksanaan supervisi saya menggunakan instrument supervisi akademik sebagai acuan dalam
pelaksanaan supervisi�
Dari hasil wawancara diatas peneliti menyimpulkan bahwa, kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik menggunakan Instrumen supervisi sebagai tolak ukur dan pedoman dalam mensupervisi.
5. Evaluasi dan Tindak Lanjut
Tahap selanjutnya dalam
pelaksanaan supervisi akademik adalah evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan temuan peneliti, evaluasi supervisi akademik kepala sekolah dilaksanakan berbarengan dengan pembinaan oleh kepala sekolah dan pengawas pendidikan. Hal ini dilakukan setelah kepala sekolah melihat dan menemukan kekurangan-kekurangan dari hasil supervisi yang selanjuytnya didiskusikan dengan para guru untuk dicarikan solusinya secara bersama-sama.
Dalam wawancara yang dilakukan
peneliti tentang evaluasi supervisi akademik, kepala sekolah SMPIT La Royba menyebutkan sebagai berikut:
�Evalausi supervisi akademik saya lakukan sekaligus
pembinaan. Dari hasil supervisi secara langsung dan penilaian melalui instrument maka saya melakukan evalausi dan tindak lanjut dari hasil
temuan tersebut dengan cara mendiskusikannya
bersama guru-guru terkait supervisi akademik
Sejalan dengan pernyataan Kepala sekolah SMP la Royba, kepala SMP Ardaniah menyebutkan bahwa:
�Saya sebagai kepala sekolah setelah melakukan supervisi akademik terhadap para guru, kemudian menilai instrument supervisi untuk melihat kekurangan atau kelemahan sehingga saya bisa
melakukan tindak lanjut kedepannya, apakah guru tersebut dianggap sudah baik nilainya dalam
hal supervisi akademik atau masih
membutuhkan bimbingan dan arahan lebih lanjut
Hal yang sama diakui oleh guru SMPIT La Royba terkait dengan supervisi akademik:
�Ketika kepala sekolah sudah melakukan supervisi bidang akademik, biasanya kepala sekolah mengadakan pertemuan dan pembinaan terhadap guru-guru untuk menyampaikan hasil dari supervisi yang dilakukan, kemudian kepala sekolah melakukan tindak lanjut atas temuan supervisi, baik berupa pembinaan, pelatihan atau kegiatan-kegiatan lainnya
Hal serupa pun disampaikan oleh guru SMP Ardaniah, beliau mengatakan bahwa:
�Kepala sekolah selalu menyampaikan hasil supervisi dan penilain instrument supervisi akademik kepada para guru, tujuannya adalah agar para guru yang disupervisi mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing, kekuranagn disini bukan berarti aib ya bu� tapi sebagai pemicu untuk lebih baik lagi untuk lebih maksimal lagi kinerja para guru kedepannya
Berdasarkan hasil wawncara diatas bahwa, kepala
sekolah SMPIT La Royba dan
SMP Ardaniah ketika sudah melakukan supervisi akademik melakukan kepala sekolah melakukan evaluasi supervisi kepada guru-guru dengan cara pembinaan, dari hasil evaluasi
itu kepala sekolah menetukan tindaklanjut dari supervisi.
6. Factor pendudukung
dan Penghambat Pelaksanaan Supervisi.
a. Faktor Pendukung
1) Kepala sekolah memiliki
kompetensi dibidang supervisi akademik yang cukup baik, terutama
dalam hal kemampuan mengelola administrasi dan instrument supervisi
akademik.
2) Kepala sekolah membuat
dan merencanakan program supervisi,
sehingga kegiatan supervisi akademik menajdi terarah, terukur dan sistematis sehingga memudahkan kepala sekolah untuk melaksnakan kegaiatan supervisi tersebut.
3) Kepala sekolah memiliki
cara pendekatan secara kekeluargaan dan tidak bersikap otoriter terhadap para guru yang akan disupervisi, sehingga guru-guru merasa nyaman dan tidak khawatir, merasa takut dan lainnya ketika akan dilakukan
supervisi
Hal ini sesuai dengan pengakuan kepala sekolah SMPIT La Royba berikut ini:
�Banyak faktor yang dapat medukung kegiatan supervesi akademik yang dilakukan oleh saya hal utama tentunya
kita memahami apa itu kegiatan
supervisi dan lain sebagain
kebetulan saya adalah lulusan manajemen Pendidikan manajemen setidaknya saya sedikit- dikit tau apa ajah yang harus
saya lakukan sehingga dapat mendukung kegitan supervise yang akan saya lakukan
di sekolah. Itu yang utama. Adapaun pada proses pelksanaannya kita pun harus merencanakannya dengan baik sehingga
pada saat kegitan supervise
itu dilakukan dapat berjalan maksimal, tetapi bukan hanya itu
saja hal yang paling harus kita perhatikan
dalam setiap kegiatan terutama dalam supervisi ialah bagaimana cara pendekatan kita kepada objek
dal hal ini kan guru makanya kita harus tau bagaimana menghadapi guru makanya perlu adanya
pendekatan yang baik dan tepat.��
Hal serupa juga dikatakan oleh kepala sekolah SMP Ardaniah, beliau menuturkan bahwa:
�kalua berbicara faktor pendukung dalam kegiatan supervisi itu banyak sekali sebenernya tergantung kita menggunakannya atau tidak, memanfaatkan hal tersebut atau tidak terkadangkan kita males sendiri. Tetapi hal yang paling mendukung dalam kegiatan dalam proses supervise ialah pengetahuan dan pengalaman kita dalam kegiatan supervisi, saya ajah dulunya takut di supervisi dan sekarang harus mensupervisi saya banyak belajar dan cari tau terutama saya mengambil kuliah di manajemen Pendidikan jadi saya tau bagaimana kegiatan supervisi dan tahapan dan lain sebagainya disitu yang menurut saya jadi salah satu pendukung bagi saya untuk melaksanakan kegiatan supervisi, dan menjadi supervisor walaupun yah belum begitu maksimal dalam menjalanknnya. ��
Kesimpulan dari wawancara bahwa, Faktor prndukung dalam pelaksanaan supervisi akademik adalah memiliki kompetensi dibidang supervisi akademik yang cukup baik, membuat dan merencanakan program supervisi, dan cara pendekatan secara baik dan tepat.
a. Faktor Penghambat
Dalam pelaksanaan supervisi
akademik kepala Sekolah SMP La Royba dan Kepala Sekolah SMP Ardaniah mengakui adanya factor-faktor penghambat supervisi yang menyebabkan pelaksanaan supervisi akademik tidak berjalan sesuai dengan jadwal
yang telah ditentukan dan tertuang dalam program kerja supervisi akademik.
Adapun faktor
penghambat pelaksanaan kegiatan supervisi akademik adalah sebagai berikut:
1) Keterbatasan waktu kepala sekolah untuk mensupervisi guru-guru yang jumlahnya sangat banyak.
2) Kurangnya guru senior/sejawat untuk membantu kepala sekolah pada pelaksanaan supervisi akademik.
3) Kurangnya dana dalam RAPBS untuk pelaksanaan supervisi akademik.
4) Masih ada guru yang tidak memahami tujuan supervisi akademik, sehingga tidak jarang ditemui guru yang mau disupervisi tidak hadir disekolah saat jadwal pelaksanaan supervisi.
Hal ini sesuai dengan pengakuan kepala sekolah SMPIT La Royba berikut ini:
�Pelaksanaan supervisi terkendala oleh beberapa factor, diantaranya minimnya waktu untuk pelaksanaan supervisi, saya sebagai kepala sekolah kadang tidak bisa melakukan supervisi kepada seluruh guru, karena jumlah guru yang dimiliki sangat banyak, disamping itu pula ada kendala lain seperti ketika saya mau mensupervisi guru, guru tersebut tidak masuk sekolah. Sehingga jadwal yang sudah direncanakan bisa berubah dan otomatis saya haris mengatur waktu kembali.�
Hal serupa juga dikatakan oleh kepala sekolah SMP Ardaniah, beliau menuturkan bahwa:
�Betul pak, dalam pelaksanaan kegaiatan apapun pasti kita akan menemukan kendala-kendala yang menjadi penghambat kegiatan tersebut, tidak terkecuali dalam hal pelaksanaan supervisi akademik disekolah yang saya pimpin, baik kendala dari diri saya maupun dari guru nyang mau disupervisi, saya sebagai kepala sekolah waktu yang dimiliki untuk mensupervisi terasa sempit, karena waktu saya digunakan juga untuk kegiatan-kegiatan lain, disamping itu pula di sekolah kami belum ada guru senior yang bisa membantu saya untuk mensupervisi guru-guru, disamping itu kadang pula ketika saya sudah meluangkan waktu untuk mensupervisi, malah gurunya yang tidak masuk disekolah.
Hal serupa pun disampaikan oleh guru SMP La Royba, beliau mengatakan bahwa:
�kalau berbicara dari faktor penghambat sih banyak kalau menurut saya terutama yah Namanya manusia terkadang ada sifat jenuh dan males nah itu yang menjadi kita kurang maksimal dalam mempersiapkan kegiatan pembelajaran jadi pas ada supevisi yah kurang maksimnal dan kadang kita juga� belum paham apa yang diinginkan kepala sekolah jadi kita juga harus banyak tanya tapi terkang kita bingung mau tanya melihata situasi kepala sekolahnya sepertinya sibuk kita juga gak enak mau menanyakannya mau menanyakan ke sesama rekan guru yah kadang yang ditanya juga sama belum begitu paham karena rata rata kita seumuran jadi sama sama belum paham juga.�
Kesimpulan dari wawancara diatas bahwa, hambatan dalam pelaksanaan supervisi akademik adalah kurangnya waktu yang dimiliki oleh kepala sekolah, kurangnya guru senior, kurangnya dana pendukung dan masih ada guru yang belum paham tujuan supervisi.
B. Pembahasan
Berdasrkan hasil penelitian
ditemukan fakta bahwa pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah SMPIT La Royba dan SMP Ardaniah dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :
1. Menyususn Program Pengawasan
Membuat program kerja dapat
dilaksanakan dan memenuhi
salah satu kewajiban dan tanggungjawab kepala Sekolah sebagai supervisor disekolah dalam melaksanakan tugas fungsionalnya. Hal ini sesuai tugas pokok
dan fungsi kepala sekolah yang teruang pada PP. No
19 Th. 2005 Pasal 57 Menegaskan
bahwa supervisi meliputi supervisi manajerial dan akademik dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh
pengawas atau penilik satuan pendidikan dan kepala satuan pendidikan.
Disamping tugas diatas
kepala sekolah pun harus memiliki standar kompetensi yang harus dikuasai oleh kepala sekolah adalah: (1) Kompetensi Kepribadian; (2) Kompetensi Manajerial; (3) Kompetensi Kewirausahaan; (4) Kompetensi Supervisi; (5) Kompetensi Sosial.
Berdasarkan hasil wawncarab
diatas bahwa kepala sekolah SMPIT La Royba dan Kepala Sekolah SMP Ardaniahtelah melaksanakan salah satu tugasnya yaitu melakukan supervisi akademik, dengan diawali membuat perencanaan atau program kerja supervisi. Hal ini pun dibuktikan dengan pengakuan dari kepala Sekolah
SMPIT La royba dan kepala Sekolah SMP Ardaniah dalam sesi wawancara
yang peneliti lakukan.
Hal ini juga dibenarkan
oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan beberapa guru yang sempat peneliti wawancarai, mereka mengakui bahwa kepala sekolah
sebelum melaksnakan supervisi telah membuat perencanaan atau program supervisi akademik sebagai acuan dalam melaksanakan
supervisi.
Berdasarkan hasil penelitian
diatas dapat dipastikan bahwa kepala sekolah telah melaksanakan supervisi akademik di SMPIT La Royba dan SMP Ardaniah dengan menyusun program kerja supervisi akademik secara maksimal
2. Pelaksanaan Supervisi Akademik
Dalam standar kompetensi yang harus dikuasai oleh kepala sekolah adalah:(1).Kompetensi Kepribadian; (2).Kompetensi Manajerial; (3).Kompetensi Kewirausahaan; (4).Kompetensi Supervisi; (5) Kompetensi Sosial.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kepala sekolah SMPIT La Royba dan SMP Ardaniah telah melaksnakan supervisi akademik terhadap pendidik atau guru yang dibawah binaannya dengan tujuan untuk mengevaluasi kinerja guru dan membinanya terkait dengan administrasi akademik dan keterampilan kinerja guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik.
Dari data yang diperoleh peneliti berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru sebagai objek dalam penelitian ini maupun responden yang berperan sebagai informan, dokumentasi dan hasil observasi ditemukan bahwa pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah SMPIT La Royba dan SMP Ardaniah telah melakukan tahapan yang efektif dengan beberapa tahapan, diantaranya tahap pra supervisi, tahap pelaksanaan supervisi dan tahan evalausi dan tindak lanjut.
Fakta lain yang ditemukan dalam penelitian terkait dengan proses pelaksanaan supervisi akademik di sekolah SMPIT La Royba dan SMP Ardaniah adalah:
a. Dalam proses pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah menggunakan teknik monitoring dengan cara melihat dan mengikuti proses kegiatan belajar mengajar para guru dan evaluasi melalui instrument supervisi akademik.
b. Model pendekatan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi adalah dengan pendekatan kolaboratif yang merupakan direktif dan non direktif.
c. Melaksanakan evalausi supervisi akademik melalui pembinaan guru. Hal ini dilakukan setalah kepala sekolah melihat berbagai kekurangan dari hasil penilaian instrument supervisi akademik yang kemudian akan didiskusikan dengan dewan guru untuk dicarikan solusinya.
d. Melaksanakan tindak lanjut atas temuan dalam supervisi akademik dengan cara melakukan pembinaan, pendidikan dan pelatihan atau seminar-seminar lainnya sesuai dengan kebutuhan para guru.
e. Kepala sekolah membuat laporan kegiatan supervisi akademik yang ditujukan kepada pengawas pendidikan dan dinas pendidikan kabupaten/kota sebagai atasannya. Hal ini didasarkan atas pengakuan dan bukti laporan yang dimiliki oleh kepala sekolah SMPIT La Royba dan SMP Ardaniah.
Dari fakta-fakta penelitian menunjukan bahwa kepala sekolah SMPIT Laroyba dan SMP Ardaniah memiliki standar kompetensi yang baik sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, 2007) tentang Standar Kepala Sekolah dan PMA No 2 tahun 2012 Bab VI pasal 9 ayat 1 dan 2 tentang kompetensi pengawasan. Oleh karena itu, menurut analisa peneliti berdasarkan fakta dan data penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah SMPIT Laroyba dan SMP Ardaniah telah melaksanakan tugas dengan baik sesuai prosedur dan regulasi yang ada
Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil penelitian dan analisis diperoleh hasil bahwa Kepala sekolah SMPIT La Royba dan SMP Ardaniah Kota Serang menerapkan beberapa peraturan dan kegiatan untuk� mendukung kinerja guru.
Pelaksanaan Supervisi Akademik di SMPIT La Royba dan SMP Ardaniah memiliki beberapa hambatan diantaranya Keterbatasan waktu kepala sekolah untuk mensupervisi guru-guru yang jumlahnya sangat banyak,� Kurangnya guru senior/sejawat untuk membantu kepala sekolah pada pelaksanaan supervisi akademik, Kurangnya dana dalam RAPBS untuk pelaksanaan supervisi akademik dan Masih ada guru yang tidak memahami tujuan supervisi akademik, sehingga tidak jarang ditemui guru yang mau disupervisi tidak hadir disekolah saat jadwal pelaksanaan supervisi.
Tindak lanjut Supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah SMPIT La Royba dan SMP Ardaniah kota serang adalah Menyusun laporan tindak lanjut dan Melaksanakan tindak lanjut Supervisi akademik terdiri dari melalui banyak tahapan seperti halnya pembinaan langung dengan tatap muka maupun daring (dalam jaringan), Kepala sekolah juga memberikan pengarahan lebih maksimal, seperti pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi.
BIBLIOGRAFI
Arrosit,
A. M. M. (2021). Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja
Guru (Studi Kasus Di MA Ma�arif Al-Falah Ngrayun Ponorogo). IAIN Ponorogo.Google Scholar
Ary,
D. (2002). An Invitation to Research in Social Education. Sage Publication. Google Scholar
Astika,
Y. W., Fitriyani, F., & Burhanuddin, B. (2020). Implementasi Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kompetensi
Kepala Sekolah. Cermin: Jurnal Penelitian, 4(2), 255�268. Google Scholar
Danumiharja,
M. (2014). Profesi Tenaga Kependidikan. Deepublish. Google Scholar
Djamal,
M. (2015). Paradigma penelitian kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Google Scholar
Hakim,
L. (2016). Pemerataan akses pendidikan bagi rakyat sesuai dengan amanat
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. EduTech:
Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(1). Google Scholar
Khairani,
F. (2020). Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 13
Tahun 2018 Dalam Rangka Tata Laksana Akreditasi Ban Paud Dan Pnf Di Kota Medan.
Google Scholar
Khunaifi,
A. Y., & Matlani, M. (2019). Analisis Kritis Undang-Undang Sisdiknas Nomor
20 Tahun 2003. Jurnal Ilmiah Iqra�, 13(2), 81�102. Google Scholar
Meriza,
I. (2018). Pengawasan (Controling) Dalam Institusi Pendidikan. At-Ta�dib:
Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 37�46. Google Scholar
Moleong,
L. J. (2013). Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya. Mosal. Google Scholar
No,
U.-U. (20 C.E.). Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.
Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.
Sahertian,
P. (2008). Perilaku Kepemimpinan Berorientasi Hubungan Sebagai Anteseden,
Selfefficacy Dan Organizational Citizenship Behavior. Jurnal Keuangan Dan Perbankan,
12(2), 273�282. Google Scholar
Slameto,
S. (2016). Supervisi Pendidikan Oleh Pengawas Sekolah. Kelola: Jurnal Manajemen
Pendidikan, 3(2), 192�206. Google Scholar
Soetjipta,
N. R., Sofianti, T. D., & Mahendra, A. (2018). Ground Crew Handling
Rostering Development in GAPURA Using Constraint Programming Algorithm. Swiss
German University. Google Scholar
Sunarsi,
D. (2020). Panduan Meningkatkan Kinerja Dan Kepuasan Guru. Desanta
Muliavisitama. Google Scholar
|
Copyright holder : Shahnaz Salsabila Saifani, Agus Gunawan, Abdul Muin �(2022) |
|
First publication right
: This article is licensed under:
|