|
�Jurnal Syntax
Transformation |
Vol. 3,
No. 7, Juli 2022 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENGARUH DIGITAL FOOD INFLUENCER TERHADAP
MINAT BELI
Aldila Anggraini,
Mi Hwa, M.Rachman Mulyandi
Fakultas Ekonomi, Bisnis
dan Ilmu Sosial Universitas Matana,
Tangerang, Banten, Indonesia
Email : [email protected],
[email protected],
[email protected]
Pendahuluan
Perkembangan yang amat
pesat mendorong setiap orang untuk mengubah banyak hal dari dalam
dirinya. Salah satunya adalah teknik melakukan
promosi yang setiap kalinya mengalami perubahan kearah yang lebih maju searah
era digitalisasi (Zuhri et al., 2020).
Kini tren baru telah lahir
dan berada pada ruang lingkup pelaku usaha, sehingga pelaku usaha dituntut
untuk aktif dalam menggunakan media sosial sebagai alat untuk menjaring
konsumen lebih luas lagi terlebih
pada era generasi milenial (Syahputro, 2020).
Kini Food influencer memanfaatkan media promosi salah satunya Youtube sebagai kesempatan utama bagi para pelaku usaha dalam
membentuk perilaku konsumen dan memunculkan minat beli. Menurut
(Kurniawan, 2017)
(Johnston et al., 2014).
Food Influencer merupakan mereka
yang dapat mempengaruhi
orang lain untuk mencoba makanan atau kuliner
yang diunggah melalui akun sosial media berdasarkan rasa,harga, suasana tempat dan faktor lainnya (Lesmana & Valentina, 2021).
Kini, food influencer merambah
menjadi endorser dalam memasarkan usaha kuliner pelaku usaha.�� menjadi salah satu influencer sekaligus endorser dalam bidang makanan yang memiliki peran penting dalam memajukan
usaha kuliner pelaku usaha (Lawi, 2017)
(Goodman et al., 2017).
Fenomena penggunaan
media sosial menjadi topik pembahasan dalam ilmu pemasaran,
penggunaan media sosial meningkat tajam sejalan meningkatnya aktivitas bisnis (Zuhri et al., 2020)
(Amanda, 2022).
�Daya tarik peneliti
pun menjadi semakin tinggi perihal berbagai dimensi media sosial dan kontribusinya dalam meningkatkan kinerja bisnis atau menghadapi persaingan. Berdasarkan dari penjelasan latar belakang yang sudah dipaparkan diatas, berikut adalah rumusan masalah penelitian yaitu �Analisis Pengaruh Digital Food Influencer� Terhadap Minat Beli Konsumen.
Penelitian
ini dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui pengaruh variabel bebas berikan yaitu Digital food influencer terhadap variabel terikat yaitu minat
beli konsumen.
Metode Penelitian
Metode
penelitian yang digunakan
pada penelitian �Pengaruh
Digital Food Influencer Terhadap Minat
Beli� adalah� penelitian
kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian pada objek alamiah, pada penelitian ini seorang peneliti-lah
yang merupakan instrumen penelitian, yaitu meliputi pengolahan data, penyajian data, hingga kesimpulan hasil data yang diperoleh yang nantinya akan dilakukan dengan metode studi
literatur (Sugiyono, 2017).
Dengan
metode penelitian ini, maka penelitian
ditujukan untuk meneliti antara suatu populasi dan sampel tertentu. Dalam menganalisis data studi literatur digunakanlah analisis deskriptif, yaitu analisis pemecahan masalah yang dilakukan dengan menjabarkan data yang diperoleh yang terkait dengan fenomena yang dibahas (Sidiq et al., 2019).
Hasil
dan Pembahasan
Hasil penelitian terdahulu menjadi bagian dari referensi penelitian dalam melakukan dan mengembangkan penelitian. Dalam penelitian terdahulu terdapat lima penelitian yang merupakan hal sangat penting serta menjadi
data pendukung. Fokus penelitian terdahulu menjadikan acuan terhadap masalah minat beli konsumen.
Berikut adalah penelitian relevan atau terdahulu yang akan digunakan dalam penelitian ini:
1. Penelitian yang dilakukan
oleh (Wijaya et al., 2021)
dengan judul �Pengaruh Interaksi Virtual Dan Ekuitas Merek�� Terhadap Minat Beli Pengikut
Di Instagram�. Dalam penelitian
ini dapat disimpulkan bahwa interaksi virtual dan ekuitas merek�� berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat beli pengikutnya di Instagram.
2. Penelitian yang dilakukan
oleh (Lestari et al., 2021)
dengan judul �Pengaruh Review Influencer Terhadap
Minat Beli UMKM Selama Masa Pandemi Covid-19�. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa seorang influencer berpengaruh signifikan dalam mempengaruhi minat beli dengan
didukung oleh variabel lainnya seperti variabel Attractiveness, Trustworthiness, dan Expertise.
3. Penelitian yang dilakukan
oleh (Dharmaputra & Sahetapy, 2021)
dengan judul �Pengaruh Sosial Attractiveness
Food Blogger CECE Kuliner Terhadap
Purchase Intention Produk Kuliner
Di Surabaya Melalui Parasocial
Interaction�. Berdasarkan hasil
penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa sosial attractiveness berpengaruh signifikan terhadap parasocial interaction
dan parasocial interaction berpengaruh
signifikan terhadap minat beli para audiens CECE Kuliner untuk membeli produk
yang telah diulasnya.
4. Penelitian yang dilakukan
oleh (Syahbani & Widodo, 2017)
dengan judul �Food Blogger
Instagram: Promotion Through Social Media�. Berdasarkan
hasil penelitian ini, dapat disimpulkan
bahwa Promosi melalui food blogger pada� media�
sosial� instagram berpengaruh secara parsial yang terdiri dari context,� communication, collaboration dan connection terhadap minat beli mahasiswa di Kota Bandung
dan berpengaruh secara� simultan.
5. Penelitian yang dilakukan
oleh (Setyawan, 2022)
dengan judul �Pengaruh Reputasi Dan Kualitas Informasi Melalui Promosi Yang Diberikan Oleh Kokobuncit Terhadap Minat Beli Pelanggan Food Blogger Kokobuncit Yang Berada Di
Instagram Pada Masa Covid-19�.
6. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa reputasi seorang food influencer berpengaruh
signifikan terhadap promosi, kualitas informasi tidak berpengaruh terhadap promosi, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap minat beli.
Berdasarkan seluruh
penelitian yang telah diperoleh dalam mendukung penelitian ini, hampir seluruh
variabel bebas yaitu influencer berpengaruh terhadap minat beli konsumen karena
media pemasaran dengan menggunakan influencer lebih efektif dan mudah diterima dalam bentuk ulasan. Sedangkan, tidak seluruh kualitas informasi dapat diterima karena penyampaian kualitas informasi yang kurang baik dapat mempengaruhi
strategi promosi
Kesimpulan
Berdasarkan data yang telah
diperoleh penulis melalui lima penelitian terdahulu yang digunakan sebagai acuan, maka dapat disimpulkan
bahwa seorang Food
Influencer berpengaruh terhadap
Minat beli seorang customer. Dengan faktor-faktor pendukung yang baik dari seorang
Food Influencer tersebut maka
strategi pemasaran akan
optimal sehingga mampu memberikan minat beli seseorang pada produk yang mereka ulas. Dengan adanya
Food Influencer yang memberikan ulasan
mengenai produk pelaku usaha maka
para pelaku usaha dapat terbantu dalam menaikan pemasaran hingga penjualan mereka.
BIBLIOGRAFI
Amanda,
S. R. (2022). Strategi Pemasaran Digital Marketing untuk meningkatkan jumlah
Penjualan Paket Wisata Lombok. Journal of Mandalika Review, 1(1),
18�22.Google Scholar
Dharmaputra,
A. S., & Sahetapy, W. L. (2021). Pengaruh Social Atrractiveness Food
Blogger Cece Kuliner Terhadap Purchase Intention Produk Kuliner Di Surabaya
Melalui Parasocial Interaction. Agora, 9(2). Google Scholar
Goodman,
M. K., Johnston, J., & Cairns, K. (2017). Food, media and space: The
mediated biopolitics of eating. In Geoforum (Vol. 84, pp. 161�168).
Elsevier. Google Scholar
Johnston,
J., Rodney, A., & Chong, P. (2014). Making change in the kitchen? A study
of celebrity cookbooks, culinary personas, and inequality. Poetics, 47,
1�22. Google Scholar
Kurniawan,
F. (2017). Bagaimana Menjadi Food Influencer Sukses?
https://gaya.tempo.co/read/896820/bagaimana-menjadi-food-influencer-sukses
Lawi,
G. F. K. (2017). Grab Gaet Tinder Tingkatkan Influencer.
https://ekonomi.bisnis.com/read/20170411/98/644613/grab-gaet-tinder-tingkatkan-influencer
Lesmana,
D., & Valentina, G. M. (2021). Digital Marketing Rumah Makan Padang Melalui
Instagram Berdasarkan Social Construction of Technology. Commentate: Journal
of Communication Management, 2(1), 17�32. Google Scholar
Lestari,
E. M., Najib, M. F., & Senalasari, W. (2021). Pengaruh Review Influencer
terhadap Minat beli UMKM Selama Masa Pandemi Covid-19. Prosiding Industrial
Research Workshop and National Seminar, 12, 1022�1028. Google Scholar
Setyawan,
J. (2022). Pengaruh Reputasi dan Kualitas Informasi melalui Promosi yang
Diberikan oleh Kokobuncit terhadap Minat Beli Pelanggan Food Blogger Kokobuncit
yang Berada di Instagram pada Masa Covid 19. Agora, 10(1). Google Scholar
Sidiq,
U., Choiri, M., & Mujahidin, A. (2019). Metode Penelitian Kualitatif di
Bidang Pendidikan. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9).
Google Scholar
Sugiyono,
P. D. (2017). Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
Kombinasi, dan R&D. Penerbit CV. Alfabeta: Bandung. Google Scholar
Syahbani,
M. F., & Widodo, A. (2017). Food blogger instagram: Promotion through
social media. Jurnal Ecodemica Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis, 1(1),
46�58. Google Scholar
Syahputro,
E. N. (2020). Melejitkan pemasaran UMKM melalui media sosial. Caremedia
Communication. Google Scholar
Wijaya,
J. P., Ongkosuwito, N. Y., & Jokom, R. (2021). Pengaruh Interaksi Virtual
Dan Ekuitas Merek Nex Carlos Terhadap Minat Beli Pengikut Di Instagram. Jurnal
Manajemen Perhotelan, 7(1), 32�41. Google Scholar
Zuhri,
S., Fajriah, N., Wibowo, R. T. H., Prakoso, A. A. D., Indriani, R. O., Windari,
A. T., Thomas, C., Auliya, A. Z., Annisa, M., & Yusuf, M. (2020). Teori
Komunikasi Massa dan Perubahan Masyarakat (Vol. 5). Prodi Ilmu Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Malang Google Scholar
|
Copyright holder : Aldila Anggraini, Mi Hwa, M.Rachman
Mulyandi (2022) |
|
First publication right
: This article is licensed under: |