|
�Jurnal Syntax
Transformation |
Vol. 3,
No. 7, Juli 2022 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
ANALISIS PENGARUH LOAD SHARING PADA GENERATOR MENGGUNAKAN METODE
SPEED DROP DI PLTU SURALAYA
Rendi
Haditya1, Ramadhoni Syahputra2,
Anna Nur Nazilah3, Aziz Yulianto Pratama4,
Wahyu Yanuar Rizky5
Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta1,2,3
Magister Teknik Elektro Universitas Diponegoro, Jawa Tengah, Indonesia4
Teknik Elektro Universitas Negri Semarang, Jawa
Tengah, Indonesia5
Email : [email protected], [email protected], �[email protected]
[email protected], , [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima
4 Juli 2022 Direvisi 12 Juli
2022 Disetujui 23 Juli
2022 |
Sumber listrik pada sistem kelistrikan dapat menyebabkan suatu sistem bergerak diluar batas stabil, sehingga� dibutuhkannya
stabilitas sistem kelistrikan , oleh karena itu� Pada Penelitian ini� diperlukan untuk mendapatkan load sharing
yang dioperasikan paralel
tunggal pada generator yang optimal� dan tidak melebihi suatu kapasitas daya listrik pada unit tersebut. Metode penelitian ini menggunakan speed droop dan
ishocronous bertujuan mengetahui batasan normal pada frekuensi beban daya aktif dengan
nilai 50 Hz + 0,5 Hz. Untuk
mengetahui batasan maksimum terhadap kapasitas daya generator yang beroperasi paralel dengan sistem otomatis, kemudian dilakukan penelitian dan pengambilan data� dilakukan
pada PLTU Suralaya selama
15 hari. Penelitian ini dengan waktu
yang sama pada pembeban daya aktif generator pada unit
1-4 mendapatkan nilai
minimal dan maksimum dengan
nilai minimal pada daya aktif 186,7678 MW dengan frekuensi 50,4756 Hz dan nilai maksimal daya aktif 400 MW dengan frekuensi 49,923 Hz. ABSTRACT The power source in
the electrical system can cause a system to move beyond the stable limit, so
that the stability of the electrical system is needed, therefore in this
study it is necessary to obtain load sharing that is operated in a single
parallel on an optimal generator and does not exceed an electrical power
capacity in the unit. This research method uses speed droop and ishocronous aims to find out the normal limit on the
frequency of active power loads with a value of 50 Hz + 0.5 Hz. To find out
the maximum limit to the power capacity of generators operating in parallel
with the automatic system, then research and data collection were carried out
at the Suralaya POWER PLANT for 15 days. This study
with the same time on the active power loading of the generator on units 1-4
obtained the minimum and maximum values with a minimum value at an active
power of 186.7678 MW with a frequency of 50.4756 Hz and a maximum value of
active power of 400 MW with a frequency of 49.923 Hz. |
|
Kata Kunci: load sharing, speed droop,
daya aktif Keywords: load sharing, speed droop, active power |
Pendahuluan
Sistem Pembangkit
Tenaga listrik merupakan energi yang dibutuhkan oleh masyarakat indonesia. Semakin berkembangnya teknologi yang semakin maju, kebutuhan akan� tenaga listrik setiap hari juga semakin meningkat dalam setiap aktivitas baik manusia maupun
industri. Tenaga listrik biasanya yang dibutuhkan oleh konsumen setiap harinya tidak selalu
tetap. Hal ini akan menyebabkan beban yang diterima oleh
generator akan berubah-ubah
sehingga akan mempengaruhi sistem ketenaga listrikannya sendiri. Umumnya� pada pusat listrik, tidak hanya dilayani
oleh satu unit pembangkit saja melainkan bisa dua atau
lebih yang beroperasi paralel (interkoneksi) yang disesuaikan dengan karakteristik bebannya. Tentu� diperlukan adanya operator yang mengatur pengoperasian di antara unit pembangkit tersebut. Kebanyakan pada pusat listrik skala besar
menggunakan� generator paralel dengan metode load sharing secara
isochronous dan speed droop (Hajarmurya, 2010).
Sistem load sharing pada generator
paralel memiliki fungsi yang sangat penting dalam pembangkitan karena dari tujuan
dari load sharing pada generator paralel
adalah untuk mengendalikan pembebanan daya aktif keluaran
dari generator supaya tetap optimal. Mengingat� kondisi
tersebut maka pada penelitian haruslah mengetahui pembebanan daya aktif dengan
nilai yang normal baik frekuensi maupun power factor dari� kondisi tersebut sehingga diketahui karakterisitik load sharing maka dapat dihindari kerusakan pada generator paralel.
Metode
Penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode load sharing Untuk mendapatkan perumusan, analisa dan pemecahan masalah, maka diperlukan
suatu pengumpulan data dan fakta yang lengkap, relevan dan objektif serta dapat dipercaya
kebenarannya. Penulis mengumpulkan data, menganalisa studi kasus serta
menyusun laporan penelitian .
Berikut ini adalah beberapa metode yang digunakan dalam pengumpulan data :
Studi
Literatur, Penulis� melakukan
kegiatan dengan cara mencari refrensi
literatur yang terkait dengan sistem eksitasi
terhadap performa generator
sinkron.
Studi
Pustaka, Penulis mengumpulkan
data yang didapat berdasarkan
refrensi buku, internet dan
laporan yang tersedia di Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU) suralaya yang menyangkut
dengan masalah yang akan dibahas.
Konsultasi
kepada pihak PLTU, Penulis melakukan kegiatan tanya jawab dengan dosen
pembimbing kepada karyawan, supervisor dan manager electrical maintenance di Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU) Suralaya, mengenai masalah yang akan dibahas. Berikut ini pada gambar 1 Flowchat metodologi Penelitian sebagai berikut .
�

Gambar
1 Flowchart metodologi penelitian
Gambar 1 menjelaskan
mengenai langkah-langkah penulisan tugas akhir yang dilakukan. Untuk memberikan keterangan yang lebih jelas mengenai langkah-langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan Penelitian, di bawah ini diberikan penjelasan
yang lebih menyeluruh dari setiap langkah-langkah
penulisan paper ini:
1.
Studi
Pendahuluan
Studi
pendahuluan adalah tahap pertama dalam
metodologi penulisan. Pada langkah ini dilakukan
studi lapangan dengan mengamati dan mewawancarai secara langsung keadaan dari pembangkit listrik di PLTU Suralaya. Pengamatan dan wawancara langsung dilakukan dengan tujuan mengetahui
informasi-informasi awal mengenai kondisi di lapangan dan situasi lokas penelitian.
2.
Identifikasi
dan Perumusan Masalah
Setelah
studi pendahuluan dilaksanakan, permasalahan pada
area Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU) Suralaya sudah dapat diidentifikasi. Penulis dapat mengidentifikasi
permasalahan yang ada pada lingkup penelitian tersebut. Kemudian penyebab dari permasalahan
dapat ditelusuri secara langsung dengan proses pengamatan dan wawancara terhadap karyawan, pembimbing, dan pengawas di lokasi penelitian. Permasalahan yang diangkat menjadi topik dalam pembahasan
karya tulis ini adalah analisa
load sharing� pada
operasi paralel generator
yang optimal denga simulasi berbagai
jenis beban di PLTU Suralaya. Maka dari itu perlu
dilakukan studi kasus dan mengumpulkan data-data
yang dibutuhkan untuk menunjang penelitian dalam tugas akhir
ini.
3.
Studi
Pustaka
Studi
pustaka ini bertujuan untuk mencari informasi-informasi tentang teori, metode, dan konsep yang berkaitan dengan permasalahan yang diangkat dan dapat digunakan sebagai acuan dalam
penyelesaian masalah penelitian ini. Langkah Studi pustaka yang dilakukan dengan mencari informasi dan referensi dalam bentuk text book, jurnal, maupun sumber-sumber lainnya yang terpercaya.
4.
Pengamatan
analisa load sharing� pada operasi
paralel generator yang optimal denga simulasi berbagai jenis beban di PLTU Suralaya Pengamatan ini dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui sistem kerja dari analisa
load sharing� pada operasi
paralel generator yang optimal denga simulasi berbagai jenis beban di PLTU Suralaya. Selain itu pengamatan ini dilakukan untuk
mengetahui parameter-parameter yang digunakan untuk proses penelitian. Sehingga dengan tahapan ini, proses pengambilan atau pengumpulan data dilaksanakan secara maksimal. Pengamatan ini dilakukan di lokasi penelitian dengan langsung mengamati di lapangan mengenai sistem kerja, dan proses eksitasi
generator sinkron di PLTU Suralaya.
5.
Pengumpulan,
Pengolahan dan Analisis
Data
Pengumpulan
data ini dilakukan dengan cara mengamati
langsung di lapangan pada
area pembangkit, wawancara dengan teknisi, karyawan-karyawan dan supervisor yang terkait
terhadap topik yang diangkat. Data perusahaan yang dikumpulkan berupa data operasi harian generator sinkron PLTU Suralaya, laporan gangguan, single line
diagram dari proses eksitasi,
spesifikasi dari peralatan eksitasi di PLTU Suralaya, dan data-data pendukung
lainnya.
Setelah
data terkumpul maka langkah selanjutnya adalah pengolahan data. Data yang
terkumpul tersebut diklasifikasikan berdasarkan kebutuhan analisa permasalahan. Pada proses ini, dilakukan pengelompokan terhadap data arus dan tegangan eksitasi, daya aktif dan daya reaktif generator, serta data-data penunjang lainnya. Berdasarkan dari data-data yang telah diperoleh kemudian hasilnya akan diolah
dalam bentuk tabel dan grafik.Setelah
melakukan pengolahan data, maka akan didapatkan
suatu hasil yang akan dianalisis.
6.
Hasil dan Kesimpulan
Setelah
analisa dilakukan dengan baik dan benar selanjutnya menarik kesimpulan dari analisa yang diperoleh. Dan setelahnya dapat dilakukan tindakan apabila menjumpai masalah di lapangan terkait masalah yang diangkat dalam pembahasan ini..
Hasil
dan Pembahasan
A. Hasil Penelitian
1. Load Sharing Pada Operasi Paralel Generator di PLTU Suralaya
Unit Pembangkit (UP) Suralaya merupakan salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang dimiliki oleh PT Indonesia Power. PLTU Suaralaya berada di Jalan Raya surabaya, Kota Surabaya, memiliki luas + 400 ha. PT Indonesia Power memiliki delapa unit pembangkit tenaga listrik. Diantara pusat pembangkit yang lain, unit pembangkit Suralaya memilki kapasitas yang terbesar dan juga merupakan pembangkit paling besar di indonesia dengan kapasitas 4.600 Mega Watt (MW). PLTU Suaralaya terdiri dari 7 unit pembangkitan dengan daya yang berbeda. Unit 1 sampai unit 4 memiliki daya masing-masing 400 MW dan unit 5 sampai unit 7 msmpu mrnghsdilksn 600 MW tiap unitnya. Beroprasi PPLTU Suralaya� akan menambah kapasitas dan keandalan tenaga listrik dipulau Jawa-Bali yang terhubung dalam sistem interkoneksi jawa-bali.
a.
Data Turbin
Uap (Steam Turbine)
Tabel 1 spesifikasi dari
Turbin pada unit 1-4 PLTU Suralaya
|
No |
Parameter Teknis |
Data Teknis |
|
1 |
Pabrik pembuat |
Mitsubishi Electric, Corporotion, Japan |
|
2 |
Tipe |
Tendem� Compound
Quardruple, Exhaust Condensing Reheat |
|
3 |
Kapasitas |
600 MW |
|
No |
Parameter Teknis |
Data Teknis |
|
4 |
Tekanan uap masuk |
169 kg/cm2 |
|
5 |
Tekanan uap keluar |
68 mmHg. Abs |
|
6 |
Temperatur uap masuk |
538 Oc |
|
7 |
Kecepatan putaran |
3000 rpm |
|
8 |
Jumlah tingkat |
3 tingkat |
|
9 |
Turbin tekanan tinggi |
10 sudu |
|
10 |
Turbin tekanan rendah |
7 sudu |
|
11 |
Turbin tekanan rendah 1 |
2 x 7 |
|
12 |
Turbin tekanan rendah 2 |
2 x 7 |
Turbin uap menggunakan media air sebagai fluida kerjanya. Untuk pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan bahan bakar batubara. Psip dari turbin ini adalah untuk mengkonversi energi panas dari uap menjadi energi gerak yang yang memanfaatkan putaran rotor.
Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh adalah load sharing Sistem ishocronous generator dari unit 1 -4 dengan beban daya aktif dari 382,2193MW�395,0053 MW mendapatkan frekwensi� yaitu 50,04822 Hz - 50,00125 Hz, didapat frekuensi yang dihasilkan selalu tetap. Load sharing Sistem speed droop generator paralel. Dari hasil real lapangan didapatkan hasil perbandingan� frekuensi terhadap beban pada unit 1-4� yaitu semakin besar bebannya maka semakin kecil frekuensinya. pada uni 1 mendapatkan frekuensi terbesar yaitu 50,4732 Hz didapatkan beban generator 188,4166� MW, kemudian saat nilai frekuensi terkecil yaitu 49,723 Hz� didapatkan beban yang� lebih besar yaitu 400 MW. Dari pembuktian tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin besar nilai frekuensi maka semakin kecil nilai beban generator berarti frekuensi berbanding terbalik dengan beban daya aktif.
BIBLIOGRAFI
Das,
C. K., Bass, O., Kothapalli, G., Mahmoud, T. S., & Habibi, D. (2018).
Optimal placement of distributed energy storage systems in distribution
networks using artificial bee colony algorithm. Applied Energy, 232,
212�228.Google Scholar
Dorigo,
M., Maniezzo, V., & Colorni, A. (1996). Ant system: optimization by a
colony of cooperating agents. IEEE Transactions on Systems, Man, and
Cybernetics, Part B (Cybernetics), 26(1), 29�41. Google Scholar
Eberhart,
R., & Kennedy, J. (1995). A new optimizer using particle swarm theory.
MHS�95. Proceedings of the Sixth International Symposium on Micro Machine and
Human Science, 39�43. Google Scholar
Ghosh,
I., & Roy, P. K. (2019). Application of earthworm optimization algorithm
for solution of optimal power flow. 2019 International Conference on
Opto-Electronics and Applied Optics (Optronix), 1�6. Google Scholar
Haryono,
T. (2013). Studi Optimal Power Flow Sistem Kelistrikan 500 kV Jawa Bali dengan
Metode Algoritma Genetika. Media Elektrika, 6(1). Google Scholar
He,
X., Yang, X.-S., Karamanoglu, M., & Zhao, Y. (2017). Global convergence
analysis of the flower pollination algorithm: a discrete-time Markov chain
approach. Procedia Computer Science, 108, 1354�1363. Google Scholar
Joshi,
S. K., & Ghanchi, V. H. (2013). Solution of optimal power flow subject to
security constraints by an ANT Colony Optimization. Google Scholar
Karaboga,
D., & Basturk, B. (2007). A powerful and efficient algorithm for numerical
function optimization: artificial bee colony (ABC) algorithm. Journal of
Global Optimization, 39(3), 459�471. Google Scholar
Man,
K.-F., Tang, K.-S., & Kwong, S. (1996). Genetic algorithms: concepts and
applications [in engineering design]. IEEE Transactions on Industrial
Electronics, 43(5), 519�534. Google Scholar
Molzahn,
D. K., & Hiskens, I. A. (2019). A survey of relaxations and approximations
of the power flow equations. Foundations and Trends� in Electric Energy
Systems, 4(1�2), 1�221. Google Scholar
Prayogo,
C. T., Zebua, O., & Hasan, K. (2019). Optimasi Kapasitas Bank Kapasitor
Untuk Mereduksi Rugi-Rugi Daya Pada Penyulang Wortel Menggunakan Metode Grey
Wolf Optimizer (GWO). ELECTRICIAN�Jurnal Rekayasa Dan Teknologi Elektro, 13(3),
61�68. Google Scholar
Rojanaworahiran,
K., & Chayakulkheeree, K. (2019). Real and Reactive Powers Decomposition
Optimal Power Flow Using Particle Swarm Optimization. 2019 International Conference
on Power, Energy and Innovations (ICPEI), 78�81. Google Scholar
Sakti,
F. P., & Putra, J. T. (2019). Optimal Reactive Power Dispatch untuk
Meminimalkan Rugi Daya Menggunakan Flower Pollination Algorithm. Jurnal
Teknik Elektro, 11(2), 36�43. Google Scholar
Somasundaram,
P., Kuppusamy, K., & Devi, R. P. K. (2004). Evolutionary programming based
security constrained optimal power flow. Electric Power Systems Research,
72(2), 137�145. Google Scholar
Wang,
G.-G., Deb, S., & Coelho, L. D. S. (2018). Earthworm optimisation
algorithm: a bio-inspired metaheuristic algorithm for global optimisation
problems. International Journal of Bio-Inspired Computation, 12(1), 1�22. Google Scholar
|
Copyright holder : Rendi Haditya, Ramadhoni Syahputra, Anna Nur Nazilah,
Aziz Yulianto Pratama,
Wahyu Yanuar Rizky (2022) |
|
First publication right
: This article is licensed under: |